Anda di halaman 1dari 8

Shofa Lanima Halim

1145030171

VI/D

Penuturan sejarah secara diakronis adalah memanjang dalam


rentang waktu. Sejarah mementingkan proses, sejarah akan
membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari
waktu A sampai waktu B. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu
dari sudut rentang waktu. Pendekatan diakronis adalah salah satu
yang menganalisis evolusi/perubahan sesuatu dari waktu ke waktu,
yang memungkinkan seseorang untuk menilai bagaimana bahwa
sesuatu perubahan itu terjadi sepanjang masa. Sedangkan
Pendekatan sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat
tertentu, titik tetap pada waktunya. Ini tidak berusaha untuk
membuat kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang
berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis suatu
kondisi seperti itu. Pada jurnal ini, saya akan menjelaskan sejarah
peradaban Islam dan Barat serta Sastra Muslim dan Inggris pada
zaman modern secara diakronis dan sinkronis guna sebagai
pembanding.

A. Sejarah Peradaban Islam era Modern

Wajah peradaban Islam era modern mempunyai beberapa


kategori. Pertama kategori sebagai masa kemerdekaan negara Islam.
Pada abad ke-18 dan 19, era modern diwarnai dengan kemerdekaan
negara-negara Islam. Dalam tahun-tahun terakhir ini banyak negara
muslim yang telah merdeka. Bersamaan dengan itu muncul pula
organisasi-organisasi dan partai-partai nasional yang mendasarkan
bentuk-bentuk pemerintahan pada prinsip-prinsip syari'at Islam.

Kedua, masa pembaharuan Islam. Dalam kategori ini terdapat


beberapa konstribusi yang masih eksis bahkan dikembangkan.
Berbagai bidang masih mewarnai pemikiran tokoh ini, diantaranya;
bidang Akidah diprakarasai oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab
disusul oleh mantan Rektor al-Azhar Mesir, Muhammad Abduh dan
muridnya Muhammad Rasyid Ridho. Keduanya melakukan
pembaharuan untuk menumbuhkan sikap aktif dan dinamis di
kalangan umat, mengajak untuk meninggalkan sikap fatalisme
(jabariyah), rasionalitas dalam penafsiran al Qur'an dan Hadis,
penguasaan sains dan tekhnologi, pemberantasan khurafat dan
bid'ah, serta pemerintahan yang bersistem khalifah.

Pembaharuan lainnya disusul dari berbagai macam bidang. Baik


itu politik, pendidikan. Pembaharuan tersebut dipelopori oleh
beberapa tokoh. Semisal bidang politik dipelopori oleh Muhammad Ali
Pasya. Dia diakui sebagai the founder of modern egypte.
Pembaharuan yang dilakukan diantaranya; perkembangan politik
dalam negeri maupun luar negeri.

Bidang Pendidikan, pelopornya al Tahtawi. Menurutnya,


pendidikan merupakan sarana penting untuk meraih sejahtera. Selain
itu, tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia
berkepribadian patriotic dengan istilah hubbul wathon yaitu mencintai
tanah air. Dalam hal agama dan peranan ulama, ia menghendaki agar
para ulama selalu mengikuti perkembangan dunia modern dan
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan modern. Ini mengandung
arti bahwa pintu ijtihad tetap dibiarkan terbuka lebar.

Sedangkan dalam dunia Barat lebih dikenal dengan istilah


Abad Modern Awal adalah istilah yang digunakan oleh para
sejarawan untuk merujuk pada suatu periode di Eropa Barat dan
koloni-koloni pertamanya yang berlangsung selama berabad-abad
antara Abad Pertengahan dan Revolusi Industrisekitar 1500 sampai
1800.
Abad Modern Awal ditandai dengan pemusatan perhatian pada
sains dan semakin majunya perkembangan teknologi, sekularisasi
politik, dan berdirinya negara kota. Ekonomi kapitalis mulai
berkembang, mula-mula di republik-republik Italia Utara seperti
Genoa. Selama periode ini, kekuatan Eropa mendominasi hampir
seluruh bagian dunia.

Ekspansi maritim Eropa mengejutkanmengingat kondisi


geografis benua tersebutdan sebagian besar merupakan usaha
negara-negara yang berada di pesisir Samudra Atlantik: Portugal,
Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda. Awalnya Imperium Portugis
dan Spanyol merupakan penakluk ulung dan sumber pengaruh, dan
perserikatan mereka menghasilkan Uni Iberia, imperium global
pertama yang memiliki wilayah "yang tak pernah melihat matahari
tenggelam". Kemudian Inggris, Prancis, dan Belandanegara-negara
di sebelah utaramulai mendominasi Atlantik. Dalam peperangan
yang terjadi pada abad ke-17 dan ke-18berpuncak pada
peperangan era NapoleonBritania muncul sebagai kekuatan dunia
baru.

Pada era ini kebudayaan Eropa memasuki Abad Pencerahan


yang menuju pada Revolusi Ilmiah. Revolusi Ilmiah mengubah
pemahaman manusia terhadap dunia dan menggiringnya pada
Revolusi Industri, sebuah tranformasi besar bagi perekonomian dunia.
Revolusi Ilmiah pada abad ke-17 memberikan sedikit dampak
langsung terhadap teknologi industri, tetapi setelah pertengahan
abad ke-18 kemajuan ilmiah mulai diterapkan secara signifikan pada
invensi praktis. Revolusi Industri diawali di Britania Raya dan
menggunakan mode produksi barupabrik, produksi massal, dan
mekanisasiuntuk menghasilkan produk secara lebih cepat dan
dalam jumlah besar, serta mempekerjakan buruh lebih sedikit
daripada masa sebelumnya. Abad Pencerahan juga menuju kepada
permulaan demokrasi modern dalam Revolusi Amerika dan Perancis
saat akhir abad ke-18. Demokrasi dan republikanisme kemudian
bertumbuh dan memberikan dampak besar bagi kualitas kehidupan
dan peristiwa-peristiwa besar di duna.

Pada abad ke-19, negara-negara Eropa mengalami kemajuan


sosial dan teknologi daripada negeri-negeri di timur. Kemaharajaan
Maratha di India jatuh ke tangan bangsa Inggris pada tahun 1818, di
bawah kuasa Perusahaan Hindia Timur Britania, dan seluruh bekas
imperium Maratha dan Mughal melebur menjadi British Raj pada
tahun 1858. Britania Raya memperoleh kuasa atas anak benua India,
Mesir, dan semenanjung Malaya. Perancis mengambil alih Indochina;
sedangkan Belanda memperkuat kuasanya atas Hindia Belanda.
Banyak emigran Inggris menduduki Australia, Selandia Baru, dan
Afrika Selatan, sedangkan Rusia menduduki kawasan Siberia yang
belum mengenal pertanian..

Abad ke-20 dimulai saat Eropa berada dalam puncak


kemakmuran dan kekuasaannya, sedangkan sebagian besar kawasan
lainnya berada di bawah kekuatan kolonialisme mereka secara
langsung atau dominasi secara tidak langsung. Banyak daerah di
belahan dunia lainnya mendapat imbas dari negara-negara yang
sangat terpengaruh budaya Eropa: Amerika Serikat dan Jepang. Saat
permulaan abad ini, sistem global yang didominasi oleh kekuatan-
kekuatan yang bersaing satu sama lain menjadi persoalan yang
dipenuhi ketegangan, akhirnya menyerah pada struktur negara-
negara independen yang lebih lunak yang terorganisasi menurut cara
barat.

Transformasi tersebut bertumbuh menjadi serangkaian perang


dengan medan dan kehancuran sangat besar. Perang Dunia I
menghancurkan banyak imperium dan kerajaan di Eropa, serta
melemahkan Britania Raya dan Perancis. Perselisihan antarnegara
yang berlarut-larut, diperburuk dengan perekonomian yang kacau dan
Depresi Besar, telah mendukung terjadinya Perang Dunia II.
Kediktatoran militer di Eropa dan Jepang mengupayakan
ekspansionisme imperialis. Kekalahan mereka membuka jalan bagi
kemajuan komunisme di Eropa Tengah, Yugoslavia, Bulgaria, Romania,
Albania, Tiongkok, Vietnam Utara, dan Korea Utara.

Persamaan sejarah peradaban Islam dan Barat era modern


terletak dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Keduanya sama-sama mengembangkan pengetahuan mereka.
Sedangkan perbedaanya adalah bahwa bangsa Barat melakukan
ekspansi ke dunia Islam.

B. Sastra Muslim dan Inggris era Modern

Periode Sastra Islam era modern, yakni sastra muslim (Islam)


yang berkembang pada masa 1800 hingga masa sekarang. Titik
tonggak peralihannya adalah ketika dunia Muslim dikuasai oleh
kolonial dan imperialis Eropa, terutama wilayah-wilayah di Timur
Tengah. Misalnya, Mesir jatuh pada kekuasaan Napoleon Bonaparte
pada tahun 1789. Pada sisi lain, imperialisme Eropa atas dunia Islam
ini telah memunculkan berbagai gerakan pembaharuan dan
modernisasi di berbagai wilayah Muslim. Karenanya, periode 1800 ini
dijadikan tonggak masa modern dalam periodesasi sejarah Muslim.
Periode ini dapat juga dipetakan menjadi beberapa masa:

Sastra muslim pada masa intensif persentuhan Barat terhadap


dunia timur [untuk tujuan perdagangan dan koloni]

Sastra muslim pada masa kolonialisme dan imperialisme Barat


atas dunia Timur

Sastra muslim pada masa pembaharuan pemikiran dan


pergerakan menuju kemerdekaan
Sastra muslim pada masa revolusi fisik kemerdekaan dunia
Islam

Sastra muslim pada masa pasca-kemerdekaan

Pembabakan di atas, sekali lagi, mengikuti periodesasi politik


yang terjadi pada masyarakat muslim.

Pada akhir abad XVIII ketika bangsa Arab di bawah


pemerintahan Daulat Usmaniyah keadaannya sangat lemah. Bangsa
Eropa setelah melihat keadaan ini, kembali mengulangi ekspansinya
ke Timur Tengah. Mereka datang tidak dengan kekerasan tetapi
kedatangan ini dengan dalih untuk menyebarkan ilmu pengetahuan
dan memperluas roda perdagangan. Pemerintahan berikutnya yang
jatuh kepada Muhammad Ali (yang semula diangkat oleh Sultan
Usmani menjadi Gubernur Mesir) berusaha untuk menerima
kebudayaan Barat dan hasil ilmu pengetahuan Barat, Ali tidak lagi
mementingkan pemerintah dan pembangunan, maka perkembangan
di bidang sastra berkurang. Dua abad kemudian barulah muncul lagi
karya sastra Arab yang baru, dan para penyair menyesuaikan diri
dengan keadaan zaman modern, mereka mulai melepaskan diri dari
ciri khas klasik, namun keterikatannya masih ada. Keistimewaan
syair modren ini lebih mementingkan isi dari pada sampiran,
bahasanya mudah dan sesuai dengan keadaan.

Pada masa ini munculah Penulisan prosa berupa cerita-cerita


pendek modern dalam bahasa Arab, demikian juga novel dan drama,
yang baru dimulai pada akhir abad lalu. Belakangan ini bentuk puisi
juga mengalami perubahan yang cukup besar. Puisi-puisi Arab
modern sudah banyak yang tidak terikat lagi pada gaya lama yang
dikenal dengan Ilm al-Ard. Meskipun sebagian penyair dewasa ini
senang juga menciptakan puisi bebas, tetapi masih banyak juga yang
bertahan dengan gaya lama kendati tidak lagi terikat pada
persyaratan tertentu, seperti penyair Mahmud Ali Taha (w.1949).
Puisi-puisinya sangat halus, romantis, tetapi sangat religius.
Beberapa pengamat menganggapnya banyak terpengaruh oleh
romantisme Perancis abad ke-19, terutama Lamartine. Mungkin sudah
terdapat jarak antara penyair ini dan penyair-penyair modern semi-
klasik sebelumnya, seperti Ahmad Syauqi atau Hafidz Ibrahim (1872-
1932) yang dipandang sebagai penyair-penyair besar.

Sastra Inggris modern adalah sebuah awal gerakan yang didominasi oleh Eropa
di awal abad 20 yang ditandai dengan kebangkitan bentuk estetika tradisional. Mewakili
perubahan radikal dalam kepekaan budaya pada priode Perang Dunia I, sastra modernis
berjuang dengan dunia baru materi pelajaran yang dibawa oleh dunia yang semakin
maju dan global.

Sastra modern merupakan gaya baru dalam kekusastraan inggris yang berusaha
keluar dari fase romantisme dan realism. Pada zaman ke-20 ini perkembangan karya
demi karya yang di buat dengan beragam genre dan tema-tema khas yang diceritakan
dengan tekhnik penceritaan yang unik.

Pada abad ke 20 ini Karya demi karya berkembang dari zaman ke zaman, mulai
dari puisi, prosa, dan essay yang ditulis oleh beberapa penulis yang terkenal pada zaman
tersebut seperti : Dame Edith Sitwell dan Catherine Mansfield.

Karakteristik kesusastraan Inggris era Modern: Juxtapotition


(kesejajaran), ironi dan satir adalah elemen yeng ditemukan pada tulisan modern. Gaya
penceritaan yang paling khas dari tulisan modern adalah seringnya ditemukan gaya
penarasian orang pertama. Berbeda halnya dengan tulisan klasik yang memiliki awal,
tengah, dan akhir, tulisan modern dinarasikan dengan gaya yang kompleks dan biasanya
diakhiri dengan klimaks yang menggantung. Hal ini membuat pembaca bingung dengan
apa yang seharusnya mereka ambil dari karya tersebut.

Tulisan modern biasanya sangat sulit untuk dipahami karena banyaknya


fragmentasi dan kurangnya keringkasan tulisan. Alur dibuat sedimikian rupa sehingga
terlihat kompleks dan terkesan terpecah-pecah. Tema umum yang sering menjadi
rujukan pada periode ini adalah tentang penolakan sejarah, system social dan kesepian.

Sastrawan Inggris pada era Modern: Joseph Conrad, Herbert George


Well, John Galsworthy, James Joyce, Alferd Edward Housman, William Bulter Yeats.

Perkembangan kesusastraan yang terus berkembang mengikuti arus zaman, telah


sampai pada fase modern yang dipengaruhi arus globalisasi. Pada abad ke-20 ini gaya-
gaya khas yang diperlihatkan oleh beberapoa penulis pada zaman tersebut, memberikan
ragam dan style pada kesusatraan itu sendiri. Tulisan-tulisan pada abad ke 20 ini
memiliki tema yang beragam, mulai dari kehidupan social bahkan hala-hal yang bersifat
konrtoversial pun hadir pada ranah kesusatraan pada zaman tersebut. Puisi dan prosa
merupakan dua macam genre sastra yang banyak ditulis.

Gaya penceritaan yang kompleks dan penarasian yang tidak


sederhana serta tema-tema baru menajdi warna dalam kesusastraan
abad ke-20. Selain itu hadirnya perantara digital pun menjadi salah
satu faktor pendukung berhasilnya penyebaran sastra pada zaman
tersebut. Pada zaman tersebut kesusatraan telah sampai pada fase
yang selanjutnya dikenal dengan fase modernism.