Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rebecca Pramudianti

NIM : 802015013

1. Perbedaan antara para psikolog dan para ahli linguistik dalam mempelajari bahasa
Menurut para psikolog, bahasa adalah sistem komunikasi dimana diperlukan adanya
perantaraan suara bila dalam percakapan. Bila pada kata tertulis diperlukan adanya
simbol.
Dan menurut para ahli linguistik, bahasa tersusun berdasarkan hierarki dari yang
sederhana hingga rumit, yang meliputi fonem, morfem, morfologi, sintaksis.
2. Apa saja karakteristik dasar tata bahasa transformasional
Adanya struktur permukaan (bagian dari kalimat yang dapat dipecah), struktur
mendalam (makna dari kalimat), dan peraturan transformasional, bahasa mampu
menghasilkan unit-unit baru karena sifatnya yang tidak tertutup, bahasa memiliki
keseragaman berkaitan dengan makna daripada dengan kalimatnya.
3. Apa hipotesis relativitas linguistik dan dukungan yang diberikan dan bukti yang
menentang terhadap hipotesis tersebut?
Hipotesis relativitas linguistik adalah perbedaan bahasa digunakan akan mempengaruhi
persepsi kita, bagaimana kita memproses informasi, mengingat.
Dukungan yang diberikan terhadap bahasa yang mempengaruhi persepsi dikarenakan
pengalaman yang dialami seseorang akan berpengaruh terhadap bahasa yang
digunakannya dan otomatis akan membuat persepsi yang berbeda pula terhadap orang
lain yang mungkin tidak mempunyai pengalaman yang sama dengannya.
Bukti yang menentang ditunjukkan dengan adanya penelitian wanita yang mempelajari
budaya yang berbeda dan tentunya bahasa yang digunakan berbeda pula. Namun, pada
realitanya persepsi yang dimiliki tetap sama dan tidak mengubah persepsi seseorang
yang mempunyai perbedaan bahasa.
4. Gagasan utama pada model pemahaman Kintsch
Pembaca akan memahami bacaan berdasarkan jumlah proposisi dan waktu yang
diperlukan untuk membaca kalimat yang bersangkutan.
5. Bagaimana cara para ilmuwan neurosains kognitif menyelidiki otak dan bahasa dan
kesimpulan yang didapat?
Menggunakan pemeriksaan klinis terhadap pasien yang mengalami kerusakan otak
(area Broca dan Wernicke), stimulasi elektrik yaitu dengan memberikan aliran listrik
bertegangan rendah ke area-area pemprosesan bahasa & korteks memori. Dan hal ini
mengganggu kemampuan bicara. Dan pemindaian PET. Dan melakukan eksperimen
dengan melakukan tiga tugas leksikal pada partisipan serta mengamati area diotak
tempat pemrosesan kata-kata visual dan auditorik yang diteliti menggunakan
pemindaian PET. Tugas leksikal ini meliputi mengamati kata-kata visual secara pasif,
mengulangi tiap kata yang muncul, dan membentuk kalimat dengan kata yang
ditampilkan. Tiap tugas yang berbeda ini mengaktifkan area korteks yang berbeda.
Kesimpulannya bahwa terdapat area-area terspesialisasi yang terlibat dalam
pemrosesan bahasa. Namun bahasa melibatkan sejumlah besar subsistem sehingga
dapat diasumsikan bahwa bahasa mengaktifkan area-area diotak secara bersamaan.
6. Mengapa para psikolog kognitif tertarik menyelidiki kata-kata dan menyelidiki proses
membaca
Karena terdapat fenomena bahwa saat membaca, mata manusia tidak mengamati huruf
demi huruf dengan berurutan. Namun, mata manusia melakukan loncatan-loncatan
kecil yang disebut gerak sakadik. Dan dari sinilah para psikolog mulai mencari tahu
bagaimana proses manusia membaca. Mencoba mengetahui seberapa banyak
informasi yang dapat dipahami dalam penyajian stimuli yang singkat atau yang biasa
disebut rentang perseptual. Hal yang memengaruhinya adalah penglihatan fovea yang
fokus memproses bacaan dan penglihatan perifer yang tidak memproses bacaan.
7. Teknik yang digunakan untuk mempelajari membaca secara ilmiah
Menggunakan pemrosesan top down dan bottom up. Pada pemrosesan top down
semakin besar pengetahuan yang dimiliki seorang pembaca, pemahamannya terhadap
bacaan yang dibaca juga semakin baik. Karena pembaca telah terpengaruh oleh skema
yang dimilikinya. Dan pemrosesan bottom up adalah detail spesifik semakin
terlupakan seiring dengan berlalunya waktu, tapi intisari cerita tetap diingat.