Anda di halaman 1dari 2

Surabaya

Kota pahlawan yang Semakin cantik dengan dipimpin oleh gubernur


Surabaya, Bu Risma Tri Harini. Kota yang luasnya sekitar 350,54 km2 dengan
penduduk mencapai 2 juta jiwa lebih ini memiliki eksotisme tersendiri
bagiku. Kini aku kembali menyusuri jalan panjang di kota yang ku tinggali
untuk sementara waktu ini.

Hujan rintik seakan menyambut kedatanganku malam itu. Aku mulai


menginap di salah satu indekost Surabaya tertanggal 4 Januari 2017. Sendiri.
Ya awalya aku memang sendiri. Aku menunggu kedatangan 2 teman dari
satu fakultas sejurusan dari universitasku. Kami mahasiswa magang di
rumah sakit jiwa Surabaya. Tau lah yang mana.

Berapa kali aku memikirkan bahwa ini adalah perjalanan yang akan
menarik sekaligus membosankan. Hei, jangan salah sangka dengan
membosankan yang telah ku ucapkan. Kamu pasti pernah mencicipi permen
manis yang dijual murah dipasar. Seribu untuk tiga permen. Percobaan
permen pertama akan asing, percobaan kedua akan menarik, tapi dalam
percobaan ketiga kamu mulai bosan dengan rasa permen yang sama.
tidakkah kamu ingin mencoba hal baru? Nah, dari sini aku berpikir bahwa
magang merupakan permen rasa baru selain belajar di kelas. Utamanya
dalam bidang psikologi klinis.

Awalnya memang akan menyenangkan karena ini baru tapi lama


lama akan bosan. Bisa dibilang seperti itu. Awal aku masuk ke rumah sakit ini
dan bertemu beberapa pasien yang menceritakan kisahnya. Hal ini nampak
aneh dan sedikit ngawur. Kedua, ketiga dan keempat kalinya aku merasa
tertantang karena wejangan dari beberapa psikolog yang mengedukasi kami.
Bagaimana dengan selanjutnya? Bosankah?. Hei, tunggu. Ini permen yang
unik. Semakin kamu masuk kedalamnya kamu akan penasaran dengan
segala sesuatu yang telah merasukimu. Perjalanan ini benar benar
kereeeeennnn. Kurasa waktu satu bulan belum cukup untuk merasakan uji
coba permen ketiga. Aku belum sempat menemukan tiitk kebosanan disana.
Selalu ada hal baru yang bisa dipelajari.

Aku rasa, banyak pelajaran yang bisa diambil dari magang kali ini.
Semakin kita belajar, maka semakin banyak yang ingin dipelajari. Ya,
mungkin belum maksimal tapi nggak pernah kapok untuk belajar hal baru di
tempat yang baru juga. Terlebih jika dalam realitanya kita bisa menikmati
lebih nikmat lagi dengan langsung dibimbing oleh mentor yang siap sedia
setiap saat.

Semangat belajar dewwww