Anda di halaman 1dari 11

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Oksuz dkk. (2010) dalam Wahyuningtyas (2015) menyatakan bahwa ikan

merupakan suatu bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi, lemak

jenuh rendah dan juga mengandung asam lemak omega yang berperan untuk

menjaga kesehatan. Ikan kaya akan gizi terutama protein, mineral dan lemak, serta

penghasil terbesar asam lemak omega khususnya eicosapentaenoic (EPA) dan

docosahexaenoic (DHA) yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian yang telah

dilakukan oleh Oksuz et al. (2010) mengenai profil lemak, komposisi proksimat

dan komposisi mineral pada ikan baronang memberikan informasi bahwa ikan

baronang kaya akan kandungan EPA, DHA, potassium dan fosfor.

Ikan baronang (Siganus canaliculatus) termasuk dalam Famili Siganidae,

merupakan jenis ikan demersal yang hidup di dasar atau dekat dengan dasar

perairan. Ikan ini banyak ditemukan di daerah terumbu karang dan padang lamun

(Safruddin, 2008 dalam Rappe 2008). Ikan baronang dikenal oleh masyarakat

dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Seribu dinamakan

kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas, dan nelayan-nelayan di Pulau

Maluku menamakannya samadar. Sesuai dengan morfologi dari gigi dan saluran

pencernaannya yaitu mulutnya kecil, mempunyai gigi seri pada masing-masing

rahang, gigi geraham berkembang sempurna, dinding lambung agak tebal, usus

halusnya panjang dan mempunyai permukaan yang luas; ikan baronang termasuk

herbivora, namun bila dibudidayakan ikan ini mampu memakan makanan apa saja

yang diberikan seperti pakan buatan (Mayunar, 1992 dalam rappe 2008).
2

1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan praktikum Ikhtiologi untuk mencari dan mengenali ciri-ciri

taksonomis pada ikan baronang, dan memasukkannya kedalam suatu takson.

Kegunaan dari praktikum ini adalah praktikan dapat menacari dan mengenali ciri-

ciri taksonomis, seperti mengmpulkan taksa dan mencocokkan menyesuaikan

spesimen yang di amati ke dalam salah satu dari taksa tersebut.


3

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Dan morfologi Ikan Baronang

Klasifikasi ikan baronang Menurut (Carpenter. dkk 2001 dalam

widiyawati. 2015) taksonomi ikan baronang diklasifikasikan sebagai berikut :

Filum : Chordata

Kelas : Pisces

Subkelas : Teleostei

Ordo : Perciformes

Famili : Siganidae

Genus : Siganus

Spesies : Siganus canaliculatus

Nama umum : baronang

Gambar 1.Morfologi Ikan Baronang (Siganus Canaliculatus)


4

Ikan baronang dapat dikenal dengan mudah karena bentuknya yang khas,

yaitu kepalanya berbentuk seperti kelinci, sehingga ikan ini disebut juga

rabbitfish. Ikan baronang berukuran kecil sampai sedang, mendiami perairan

panas Indo Pasifik. Jari-jari sirip pada sirip punggung, anal dan perut mempunyai

kelenjar-kelenjar racun. Ikan baronang termasuk famili Siganidae dengan tanda-

tanda khusus diantaranya, bentuk tubuh 8 oval sampai lonjong, pipih, tinggi

sampai ramping. Dilindungi oleh sisik-sisik lingkaran yang berukuran kecil dan

memanjang, mulut kecil posisinya terminal. Rahang dilengkapi dengan deret gigi-

gigi yang ramping, gigi seperti mata gunting pemotong. Punggungnya dilengkapi

sebuah duri tajam mengarah kedepan antara neural pertama dan biasanya tertanam

dibawah kulit. Duri-duri dilengkapi kelenjar atau racun pada ujungnya. Sirip

punggung dengan 13 jari-jari keras dan 10 jari-jari lemah. Sirip dubur dengan 7

jari-jari keras dan 9 jari-jari lemah. Sirip dada dengan 1 jari-jari keras di masing-

masing sisi serta 3 jari lemah.

2.2 Habitat dan Sebaran Ikan Baronang

Ikan baronang (Siganus canaliculatus) termasuk dalam Famili Siganidae,

merupakan jenis ikan demersal yang hidup di dasar atau dekat dengan dasar

perairan. Ikan ini banyak ditemukan di daerah terumbu karang dan padang lamun

(Safruddin, 2008 dalam Amborappe 2008). Salah satu daerah penyebaran ikan

baronang di Indonesia adalah Kepulauan Seribu. Kepulauan Seribu merupakan

wilayah perairan yang masih memilikiekosistem lamun, karang, dan mangrove

(Noor 2003 dalam Widiyawati 2015). Lokasi utama tangkapan nelayan adalah

sekitar Pulau Pramuka, Semak Daun, Karang Congkak, KarangBongkok, dan


5

Karang Beras. Kawasan ini merupakan daerah yang masihmemiliki ekosistem

lamun dan kondisi habitat yang cukup baik untuk kehidupanbiota air. Beberapa

gugusan pulau di Kepulauan Seribu seperti Pulau Pramukadan Semak Daun sering

dijadikan tempat wisata (Purnomo dkk. 2013 dalam Widiyawati 2015).

2.3 Identifikasi

Identifikasi merupakan kegiatan untuk mencari dan mengenal ciri-ciri yang

beraneka ragam dari individu-individu. Kemudian mencari perbedaan-perbedaan

yang mantap sifatnya diantara individu-individu yang nampaknya sama. (Affandi

dkk., 1992) menyatakan standar dalam suatu identifikasi ialah ukuran yang mana

perbandingan jaraknya itu antara panjang baku (PB) dibandingkan dengan

panjang total ( PT).

Identifikasi ikan didasarkan atas morfometrik dan meristik yang dilakukan

sesuai petunjuk identifikasi. Langkah-langkah penggunaan kunci identifikasi

yaitu, pada setiap nomor terdapat lebih dari dua alternatif atau dari dua pernyataan

yang berbeda. Pengidentifikasi diharuskan memilih salah satu alternatif yang

sesuai dengan ciri spesies ikan. Jika alternatif pertama tidak sesuai maka

diharuskan memilih pada alternatif yang lainnya pada nomor terpilih berikutnya

terdapat 2 alternatif. Seperti apa yang telah dikerjakan pada nomor sebelumnya,

pada nomor ini pun kita harus memilih alternatif yang sesuai dengan ciri spesies

ikan yang sedang diidentifikasi. Identifikasi dimulai dari kunci untuk menetapkan

subordo dan seterusnya sampai pada genus dan spesies. (Saanin, 1984).

Identifikasi atau determinasi pada umumnya dilakukan dengan urutan

sebagai berikut : (1) Penggunaan kunci pendahuluan untuk mencari sub-kelas,


6

ordo dan familia; (2) Penggunaan kunci untuk mencari genus dan species, apabila

dapat memperoleh monografi atau publikasi fauna yang mutakhir; (3) Pencocokan

atau penyesuaian dengan katalog dan bibliografi (sumber literatur) lain yang

diterbitkan paling mutakhir; (4) Pencocokan dengan deskripsi yang asli; dan (5)

Pembandingan dengan tipe specimen yang ada (Taufik, 2011).

Pekerjaan mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomi individu yang

beraneka ragam dan memasukannya dalam suatu takson merupakan cara untuk

mengidentifikasi suatu spesies. Identifikasi ini ditinjau dari segi ilmiah, sebab

seluruh pekerjaan berikutnya sangat tergantung dari hasil identifikasi yang benar

dari suatu spesies yang sedang diteliti. Dalam melakukan identifikasi ikan, buku

kunci identifikasi ikan mutlak diperlukan.Agar mudah dalammenggunakan buku

kunci identifikasi, terlebih dahulu harus memahami istilah-istilah yang biasa

digunakan dalam identifikasi. Identifikasi ikan didasarkan atas morfometrik dan

meristik yang dilakukan sesuai dengan petunjuk identifikasi (Rifai, 1983).

Pengidentifikasian ikan, diperlukan beberapa karakteristik yang perlu

diamati. Antara lain yaitu, jumlah sirip, panjang sirip, tinggi badan, lebar badan,

bentuk sisik, bentuk mulut dan ekor, serta masih banyak lagi karakteristik yang

dapat diamati untuk pengidentifikasian ikan. Pengetahuan mengenai bentuk dan

struktur bagian-bagian tubuh ikan akan membantu seseorang dalam

mendeterminasinya, sehingga diperoleh klasifikasi ikan secara lebih cepat dan

mudah (Rifai, 1983).


7

III METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum iktiologi tentang Ciri Morfometrik Dan Meristik, di laksanakan

pada hari jumat tanggal 10 Maret 2017 pukul 13.00-16.00 WITA. Praktikum

bertempat di Laboratorium Akuakultur Fakultas Peternakan dan Perikanan,

Universitas Tadulako, palu.

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum iktiologi morfologi tertera pada tabel 1.

Tabel 1. Alat digunakan dalam praktikum

No Alat Kegunaan
.
1. Wadah/baki Digunakan untuk meletakan ikan sampel
2. Pinset Berguna untuk mengambil organ yang
akan diamti, menahan baigian tertentu
pada waktu pembedahan dan sebagainya.
3. Gunting berujung Digunakan untuk menahan bagian ikan
4. Mistar Digunakan untuk mengukur panjang ikan
5. Pensil Digunakan untuk menggambar morfologi
6. Kaca pembesar Digunakan terutama untuk melihat
organ-organ yang berukuran terkecil atau
untuk dapat melihat bagian tertentu
secara lebih jelas.
7. Pisau Digunakan untuk membedah bagian
tertentu pada tubuh terutama jika gunting
sulit digunakan.
Adapun bahan yang digunakan yaitu ikan baronang (Siganus canaliculatus)

3.3 Prosedur Kerja


8

Dalam melaksanakan praktikum ikhtiologi, adapun prosedur kerja yang

dilakukan saat mengidentifikasi ikan nila adalah sebagai berikut :


a. Menyiapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam

praktikum pengidentifikasian ikan.


b. Mendengarkan dan memahami materi praktikum melalui arahan yang di

berikan oleh asisten dosen


c. Membaca buku identifikasi lalu mengamati bagian-bagian yang terdapat

pada ikan yang diamatai. Setelah itu, cocokan ciri-ciri ikan tersebut

dengan pernyataan yang terdapat pada buku identifikasi.


d. Mencatat hasil pengamatan tersebut
e. Melaporkan hasil praktikum
f. Membersihkan kembali semua peralatan yang digunakan serta

membersihkan lokasi yang digunakan pada saat praktikum.


9

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Berdasarkan pengamatan mengidentifikasi ikan baronang (Siganus

canaliculatus) maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 2. Identifikasi ikan baronang (Siganus canaliculatus)


No.1 Rangka terdiri dari tulang benar, tertutup insang No.3
(Subkelas Teleostei)
No.105 Sirip punggung dan dubur panjang berhuungan atau
hamper berhubungan dengan sirip ekor yang pendek.
Langit-langit tidak bergigi, sangat panjang dan ramping,
perut dibawah sirip dada.
No.2432 (Ordo, percifarmes)
Sisik sangat kecil, sisik lingkaran. Sisi kepala bersisik.
Pada tiap-tiap samping hidung dua lubang hidung.
Mulut tidak dapat menyembul.
(Genus Siganus)
No.2433 Penampang atas dan bawah kepala sangat cekung. No.2433
Hidung seperti tube.
No.2439 Tidak berbelang lebar pada kepala dan badan. Punggung
dan sisi berbintik-bintik.
(Spesies Siganus canaliculatus)

4.2 Pembahasan
10

Berdasarkan hasil identifikasi ikan baronang (Siganus canaliculatus) yang

didapat dinyatakan bahwa Sub Class tergolong dalam Teleostei, Genus tergolong

dalam Siganus dan Spesies tergolong dalam Siganus canaliculatus. Hal ini

didukung dengan pernyataan bahwa ikan baronang (Siganus canaliculatus) terdiri

dari tulang benar dan bertutup insang, Sisik sangat kecil atau sisik lingkaran, sisi

kepala bersisik, terdapat dua lubang hidung pada tiap-tiap samping, serta mulut

yang tidak dapat menyembul. Penampang atas dan bawah kepala sangat cekung,

hidung seperti tube, tidak berbelang lebar pada kepala dan badan, dan punggung

dan sisi yang berbintik-bintik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


11

5.1 Kesimpulan

Identifikasi merupakan kegiatan untuk mencari dan mengenal ciri-ciri yang


beraneka ragam dari individu-individu. Ikan Baronang memiliki rangka terdiri
dari tulang benar dan tertutup insang. Sirip punggung dan dubur panjang
berhuungan atau hamper berhubungan dengan sirip ekor yang pendek. Langit-
langit tidak bergigi, sangat panjang dan ramping, perut dibawah sirip dada.

V.1 Saran
Agar pratikum iktiologi ini dapat berjalan dengan lancar dan baik maka

diharapkan para asisten untuk dapat mendampingi pratikan dalam melakukan

pratikumnya supaya apabila terjadi kekeliruan langsung dapat dibantu oleh asisten

tesebut.