Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE PENELITIAN

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka jenis penelitian yang

digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana

pengertian penelitian deskriptif adalah suatu penelitian dalam meneliti status kelompok

manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa

pada masa sekarang. (M. Nazir, 2011). penelitian deskriptif kuantitatif ini mempunyai tujuan

untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai

faktor, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Yang utama mulai rancangan

penelitian. Teknik pengambilan sampel, cara pengumpulan data dan analisa penelitian.

3.1. Metode pengambilan Sampel

pada masa sekarang ini, melakukan sensus pada penelitian atau pemecahan

masalah adalah tidak efektif lagi karena itu teori statistic mulai banyak dikenal.

Khususnya teori sampling, banyak alasan mengapa sampling dilakukan dan yang

terbanyak adalah karena keterbatasan dana dan waktu. Meskipun dilakukan sampling

tetapi dituntut untuk memberi kesimpulan yang benar terhadap populasi. Untuk itu

selain jumlah sampel yang cukup utama yang diambil sebagai bahan analisa, sampel

yang diambil harus sesuai dengan rancangan yang tepat. Beberapa cara pengambilan

sampel antara lain Random Sampling, Statified Random Sampling, Sistimatik Sampling,

Cluster Sampling.

Cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random

Sampling. Random Sampling adalah cara pengambilan sampel dimana setiap individu

mempunyai probabilitas yang sama untuk terpilih sebagai anggota


sampel pada setiap kali pengambilan. Pengambilan sampel di lakukan pada pengunjung

toko modern di Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban yang jumlah pengunjungnya

lebih dari 350 orang per hari dari jumlah itu peneliti mengambil sampel dengan

persentase 28% dari seluruh populasi yang ada, sehingga sampel yang peneliti ambil

kurang lebih yakni 100 orang dari seluruh pengunjung atau konsumen yang ada.

Adapun yang penulis pegang adalah pendapat Suharsini Ari Kunto yang

mengatakan bahwa : " Untuk pedoman apabila subjeknya kurang dari seratus, maka

lebih baik di ambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi

selanjutnya jika jumlah subjeknya lebih besar dapat diambil antara 10- 15% atau 20-

25% atau lebih".

3.2. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam suatu penelitian di maksud untuk memperoleh bahan-

bahan yang sesuai dengan tujuan penelitian tersebut. Dalam penelitian ini metode

pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

Metode Observasi adalah pengambilan data dengan cara mengadakan pengamatan

yang di sertai dengan pencatatan-pencatatan terhadap kenyataan yang terjadi di

lapangan atau obyek penelitian.

Metode Questioner dilakukan dengan menyodorkan daftar pertanyaan secara

langsung kepada responden, sehingga data yang didapatkan berupa jawaban atas

pertanyaan yang diajukan kepada responden. Dalam melakukan metode questioner

peneliti melakukan pada pengunjung di pasar modern Kecamatan Parengan. Alasan

penggunaan kuesioner sebagai pengumpul data pokok adalah untuk memperoleh

informasi yang relevan untuk penelitian ini dan untuk memperoleh informasi data

yang valid dan reliable. Dalam penelitian ini,


peneliti menggunakan format kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup,

yakni kemungkinan jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan responder

tidak diberi kesempatan memberikan jawaban yang lain.

Metode Kepustakaan adalah pendukung data dengan cara membaca yang disertai

pencatatan dari kumpulan buku literatur yang ada. Adapun pendapat Sumardi Brata

"Mencari teori, konsep, generalisasi yang dapat di jadikan landasan teoritas bagi

penelitian yang akan di lakukan itu. Landasan itu perlu ditegakkan agar penelitian itu

mempunyai dasar yang kokoh dan bukan perbuatan trial and error untuk

mendapatkan informasi mengenai berbagai hal di atas itu orang harus menelaah

kepustakaan memang pada umumnya lebih dari 50 % kegiatan seluruh proses

penelitian adalah membaca karena itu sumber bacaan merupakan penunjang

penelitian yang esensial ".

3.3. Analisa Data

Berdasarkan permasalahan yang diidentifikasikan peneliti menganalisa dengan

menggunakan sumber data primer karena sumber data diperoleh secara langsung survey

lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data sehingga data yang di

dapat lebih akurat, original, dapat dipertanggungjawabkan. Adapun proses

penganalisaan data yakni meliputi penyusunan model, penentuan variabel dan definisi

operasional.

Penyusunan Model. Berdasarkan rumusan masalah yang dianalisis dalam penelitian

ini, maka model yang akan digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan

alasan dapat mengukur variabel bebas (Independent variable) diberi simbol X

terhadap variabel terikat yang diberi simbol Y.

Penentuan variable. Variabel yang akan dijadikan klasifikasi penulis dalam

menganalisis keputusan konsumen dalam hal ini variabel bebas terdiri dari
harga (XI), kelengkapan barang (X2) dan lokasi (X3) sedang variabel terikatnya yaitu

variabel minat beli konsumen (y). Bentuk formulasinya

Y= a + b, X, + b2 X2 + b3 X3 + e

Keterangan :

Y Keputusan konsumen dalam membeli produk di pasar modern

a = Konstanta dan

b = Koefesiensi regresi berganda

X1 = Harga

X2 = Kelengkapan barang

X3 =Lokasi

e = Faktor pengganggu

Sedangkan untuk mengetahui apakah harga, kelengkapan barang dan lokasi

secara simultan mempengaruhi minat beli konsumen dalam membeli produk.

Sedangkan untuk mengetahui apakah harga, kelengkapan barang dan lokasi secara

parsial mempengaruhi minat beli konsumen dalam membeli produk dan variabel

mana yang lebih dominan dan untuk menguji hipotesis yang diajukan, tahap yang

akan dilakukan adalah.

1. Dilakukan uji serentak seluruh variabel bebasnya terhadap variabel tidak bebas

dengan melalui uji F, yaitu dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel.

Uji-F dengan rumus sebagai berikut :

r 2 /k

F hitung (lr 2)/(nk l)

Keterangan :

r2 = Koefisien determinan

k = Konstanta (jumlah variabel bebas)


n = Jumlah populasi

Derajat bebas sebesar : n k 1

Uji F ini dipergunakan untuk mengetahui apakah Ho diterima atau ditolak, dengan

ketentuan sebagai berikut :

Apabila F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Hi diterima, artinya variabel bebas

mempengaruhi variabel tidak bebas.

Apabila F hitung < F tabel maka Ho diterima dan Hl ditolak, artinya variabel bebas tidak

berpengaruh terhadap variabel tidak bebasnya.

2. Mencari koefesien determinasinya (r2) untuk mengukur ketepatan dari analisis regresi

linier berganda yang menunjukkan besarnya variabel bebas dengan variabel terikatnya

3. Dilakukan uji parsial untuk variabel bebas melalui uji t dengan rumus

b1
t= Sb 1

Hipotesisnya :

Ho : 1 = 0 (tidak berpengaruh)

Hi : 1 0 (berpengaruh)

Dengan ketentuan :

Bila t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Hi diterima, artinya ada pengaruh antara

variabel bebas dengan variabel tidak bebasnya.

Bila t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara

variabel bebas dan variabel tidak bebasnya.