Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kehidupan dengan kualitas hidup yang tinggi adalah dambaan semua orang,
dengan kemajuan teknologi manusia berharap untuk hidup lebih mudah dan
sehat. Namun timbul beberapa pertanyaan dari tujuan diatas, pertanyaan pertama adal
ah apa itu hidup yang mudah dan sehat? Kenapa manusia ingin hidup mudah dan
sehat? Bagaimana cara mendapatkan hidup mudah dan sehat? Dengan kenyataan
mayoritas orang hidup dikota, maka kualitas hidup yang mencerminkan hidup yang
mudah dan sehat menjadi suatu impian masyarakat kota. Namun dengan
banyaknya penduduk, bentukan kota dan tingkat kepadatan yang tinggi menjadi suatu
hambatan untuk mencapai kualitas hidup tersebut. Untuk menjawab keinginan
manusia akan kualitas hidup yang mudah dan sehat maka muncul berbagai metoda
dan strategi untuk mencapai hal tersebut, salahsatu metoda tersebut adalah konsep
perencanaan kota cerdas atau biasa disebut smart city.

B. RUMUSAN MASALAH
Dengan adanya latar belakang di atas, maka dapat di simpulkan beberapa hal
pokok yang menjadi rumusan masalah antara lain:
1. Apa defenisi dari Smart City?
2. Bagaimana konsep dari Smart City?
3. Apa saja factor-faktor yang mendukung terwujudnya Smart City?
4. Apa hubungan antara Smart City dan Green Computing?
5. Bagaimana penerapan green computing pada kehidupan sehari- hari?

C. TUJUAN
Setelah menentukan rumusan masalah dari makalah ini, maka dapat diketahui
beberapa tujuan yang akan tercapai dari makalah ini antara lain:
1. Mengetahui defenisi dari Smart City.
2. Mengetahui konsep yang digunakan Smart City.
3. Mengetahui factor yang mendukung terwujudnya Smart City.
4. Mengetahui hubungan antara Smart City dan Green Computing.
5. Mengetahui penerapan green computing pada kehidupan sehari- hari.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
BAB II

PEMBAHASAN
A. DEFENISI SMART CITY

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
Smart city secara harfiah berarti kota pintar, merupakan suatu konsep
pengembangan , penerapan dan implementasi teknologi yang diterapkan untuk suatu
wilayah sebagai sebuah interaksi yang kompleks di antara berbagai sistem yang ada
di dalamnya. Smart merujuk pada pintar yang berarti mampu melakukan sesuatu
dengan baik, teratur, dan rapi, sesuai dengan aturan/etika yang berlaku, serta mampu
menyerap informasi dengan baik dan cepata, sebagai hasil dari pembelajaran. City
merujuk pada kota sebagai pusat dari sebuah Negara atau wilayah, di mana semua
pusat kehidupan berada.
Smart city merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu
masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan
informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya
atau pun mengantisipasi kejadian yang tek terduga sebelumnya.
Smart city merupakan sebuah impian dari hampir semua Negara di dunia. Dengan
Smart City, berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota
dapat dikumpulkan melalui sensor yang terpasang di setiap sudut kota, dianalisis
dengan aplikasi cerdas, selanjutnya disajikan sesuai dengan kebutuhan pengguna
melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenis gadget. Melalui
gadgetnya,secara interaktif pengguna juga dapat menjadi sumber data, mereka
mengirim informasi ke pusat data untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain.

B. KONSEP SMART CITY


a. Sebuah kota berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi,
penduduk, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup.
b. Sebuah kota yang mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur
termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara,
pelabuhan, komunikasi, air, listrik, dan pengelolaan gedung. Dengan begitu
dapat mengoptomalkan sumber daya yang dimilikinya serta merencanakan
pencegahannya. Kegiatan pemeliharaan dan keamanan dipercayakan kepada
penduduknya.
c. Smart city dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT,
infrastruktur social, dan bisnis infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan
kota.
d. Smart city membuat kota lebih efisien dan layak huni.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
e. Penggunaan smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya
meliputi pendidikan, kesehatan, keselamatan umum, transportasi yang lebih
cerdas, saling berhubungan dan efisien.

C. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERWUJUDNYA SMART CITY

Banyak faktor yang membuat smart city ini menjadi sukses di beberapa
negara berkembang, selain inisiatif yang membuat smart city ini berhasil faktor lain
yaitu :

1. Manajemen dan Organisasi


Suatu organisasi harus memiliki manajemen yang terstruktur agar organisasi
tersebut berjalan baik, seimbang dan lancar. Dalam hal ini faktor
organisasi dan manajemem merupakan faktor yang menentukan kemajuan
terciptanya smart city, karena manusia yang membuat tujuan dan manusia
pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan.
2. Teknologi
Sebuah smart city sangat bergantung pada smart computing. Smart
computing mengacu pada generasi baru hardware, software dan jaringan
teknologi yang menyediakan system IT yang real-time. Dengan analisis yang
baik dan secara mendalam dapat membantu penduduk membuat keputusan
yang lebih pintar yang diiringi dengan tindakan yang dapat mengoptimalkan
proses bisnis.
Teknologi informasi merupakan sebuah pendorong utama bagi inisiatif smart
city. Proyek pembangunan smart city dengan mengacu pada teknologi
informasi dapat mengubah sejumlah peluang yang potensial, mereka dapat
meningkatkan manajemen dan fungsi kota. Namun, meskipun banyak
manfaat dari teknologi tersebut dampaknya masih belum terlihat jelas, karena
terdapat kesenjangan social bagi penduduk yang tinggal di pedesaan yang
belum mendapatkan fasilitas tersebut.
Maka dari itu pemerintah kota harus banyak mempertimbangkan faktor-
faktor tertentu ketika mengimplementasikan teknologi informasi yang
berkaitan dengan sumber daya, kapasitas, dan hal-hal yang berkaitan
dengan kesenjangan social nantinya.
3. Pemerintahan

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
Beberapa kota di Negara berkembang sudah memulai proyek pembangunan
smart city yang inisiatif. Proyek ini disebut inisiatif smart city untuk melayani
warga dan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan demikian,
beberapa kota telah merasakan peningkatan kebutuhan pemerintahan untuk
mengelola proyek. Dukungan dari pemerintah juga merupakan salah satu
faktor yang penting untuk kemajuan smart city. Karena tanpa dukungan
pemerintah impian untuk mewujudkan smart city akan sulit untuk diwujudkan.
4. Kebijakan
Perpindahan dari sebuah kota biasa menjadi smart city memerlukan
interaksi komponen teknologi dengan politik dan kelembagaan. Komponen
politik mewakili berbagai elemen dan tekanan eksternal, seperti kebijakan
politik yang mungkin mempengaruhi ide dari pembuatan smart city.
Konteks kebijakan sangat penting bagi pemahaman dari penggunaan
sistem informasi. Pemerintah yang inovatif yang ikut serta dalam membangun
smart city menekankan perubahan dalam suatu kebijakan.
5. Masyarakat
Masyarakat merupakan bagian penting dari terciptanya smart city, karena
dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang dulu mulai ditinggalkan. Proyek
smart city berdampak pada kualitas hidup warga dengan tujuan menjadikan
sebuah kota menjadi lebih efisien. Masyarakat juga dituntut untuk ikut
berpartisipasi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan kota, serta menjadi
pengguna kota yang aktif. Masyarakat juga adalah factor yang paling
menentukan keberhasilan atau kegagalan terciptanya smart city.
6. Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan pendorong utama smart city. Sebuah kota
dengan daya saing ekonomi yang tinggi dianggap memiliki salah satu
sifat smart city. Faktor ekonomi termasuk salah satu daya saing inovasi,
kewirausahaan, dan produktivitas dari kota tersebut.
7. Infrastruktur
Infrastruktur memegang peranan penting dalam membuat smart city. Karena
smart city dibangun berdasarkan infrastruktur ICT seperti wi-fi dan
hotspot. Pembangunan infrastuktur ICT merupakan hal yang mendasar
dalam melakukan pembangunan smart city. Pembangunan infrastruktur
tergantung pada beberapa factor yang terkait untuk kinerja dan ketersediannya.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
8. Lingkungan
Faktor lingkungan dianggap sebagai factor yang mempengaruhi
kemajuan smart city karena nantinya lingkungan sebuah kota menggunakan
teknologi dalam menjalani kelangsungan hidup masyarakatnya.

D. HUBUNGAN SMART CITY DAN GREEN COMPUTING


Dalam merancang suatu smart city atau kota pintar, kita harus mengadopsi green
computing ke dalamnya, di mana green computing akan membantu dalam hal energi
dan juga dalam hal efisiensi sehingga kota pintar akan lebih mudah terwujud. Dalam
smart city terdapat enam jenis yang dapat menerapkan green computing, yaitu :
1. Smart Economy
Dalam hal ini kita dapat melakukan green computing dengan cara mencari
bahan-bahan pembuat komputer yang mudah untuk di daur ulang dan di
perbaharui sehingga akan menghemat pengeluaran dari kota itu sendiri dan
juga dapat menjadi pemasukan yang signifikan bagi kota tersebut.

2. Smart People
Dalam hal ini green computing dapat dengan mudah diterapkan, yaitu dengan
memiliki orang-orang yang dapat berefisien dalam penggunaan energi dan
juga dapat membuat sebuah sumber energi baru bagi kelangsungan kota
tersebut.

3. Smart Governance
Dalam hal ini green computing dapat diterapkan dalam hal pemerintahan,
mengatur impor barang hanya yang mudah di urai dan di daur ulang, mampu
mengatur agar rakyatnya dapat berefisiensi untuk mewujudkan smart city.

4. Smart Mobility
Dalam hal ini green computing dapat diterapkan segi transportasi di mana kita
dapat memanfaatkan angkutan umum untuk menjadi angkutan sehari-hari agar
menghemat energi dan membuat efisien waktu menjadi baik.

5. Smart Environment
Dalam hal ini green computing dapat diterapkan dalam hal sampah-sampah
elektronik yang cukup banyak dapat di tanggulangi engan tepat dan efisien

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
agar tidak merusak lingkungan, pembuangan limbah juga jangan terlalu
banyak, tetapi di tampung agar limbah tidak merusak lingkungan.

6. Smart Living
Dalam hal ini green computing dapat diterapkan dalam gaya hidup seseorang
dimana mereka harus mampu memanfaatkan energi dengan efisien dan tidak
membuang waktu mereka. Teknologi yang berkembang juga harus sesuai
dengan budaya yang berkembang di masyarakat.

E. CONTOH PENERAPAN GREEN COMPUTING PADA KEHIDUPAN SEHARI-


HARI

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
1. Green Computing Pada Data Center

Data Center memiliki beberapa permasalahan, yaitu mahalnya biaya maintanence,


biaya operasional lalu ada juga Permasalahan pada konsumsi listrik, pendingin,
dan ruangan. Namun dengan penerapan green computing hal itu dapat
diselesaikan dengan penerapan berbagai hal berikut:

a. Teknologi Server Hemat Energi

Yaitu dengan pengaturan clock processor, jika task tidak banyak , maka clock
processor dikurangi. Hal ini berguna untuk efisiensi kinerja
processor.Teknologi ini terdapat pada Intel (speedstep), AMD (coolnow), Sun
Microsystem (coolthread).Keuntungan yang diperoleh dengan teknologi ini
adalah hemat energi, karena panas rendah. Dengan panas rendah, maka energi
pendingin yang dibutuhkan juga rendah.

b. Teknologi Virtualization

Dengan Teknologi Virtualization dari sebuah mesin didalamnya memiliki tiga


mesin namun secara virtual keuntungan yang didapat dengan teknologi ini
adalah hemata ruang, energy, kabel, dan optimalisasi mesin.

c. Teknologi Blade Server

Teknologi ini yaitu teknologi yang membuat tampilan server dengan bentuk
fisik horizontal, dikarenakan Bentuk ini dirasa lebih hemat ruang, kabel, dan
energi dibandingkan bila bentuk fisiknya vertikal.

d. Data Center Power Efficiency Metrics

Yaitu adalah teknologi untuk penghematan penggunaan energi , dengan dua


parameter: PUE (Power Usage Efficiency), DCE (Data Center
Efficiency).Hasil pengukuran Lawrence Berkeley National Labs terhadap 22
data center, menunjukkan nilai PUE antara 1,3 hingga 3,0.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
2. Green Computing pada dunia kerja

a. Green Computing on PC
Laptop hanya memerlukan 10% energi yang digunakan Desktop. Flat
screen hanya menggunakan 30% energi yang digunakan oleh Monitor
CRT
Coba upgrade RAM, sebelum memutuskan ganti komputer. Komputer
lambat bisa karena kotornya registry atau ada background services yang
berjalan padahal sebenarnya tidak kita perlukan. Cek dan
matikan services yang sedang berjalan padahal tidak perlu itu. Misalnya
untuk Windows jalankan Start > Run > type msconfig.
Menggunakan PC dan printer dengan merk dan jenis sama memudahkan
kanibalisme dan proses recycle.
Matikan komputer ketika tidak digunakan (malam hari). Mematikan
komputer akan mengurangi umur komputer adalah mitos yang salah.
Screen saver is not energy saver. Pilih matikan monitor daripada
menggunakan screen saver.
Pilih virtualisasi daripada pembelian hardware baru (hemat 70% energi).
Pilih peripheral berlogo energy star.
Catat bahwa mode power menentukan prosentase hemat energi (Sleep
mode hemat 70% energi, Standby mode hemat 90% energi,
Hibernate mode hemat 98% energi).
Jangan cepat membuang PC, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain
apabila sudah tidak digunakan

b. Green Computing on Laptop


Gunakan power saving setting
Kurangi penggunaan backlight
Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa
penggunaan
Matikan bluetooth dan wifi ketika tidak digunakan
Lepas kartu MMC, SD, USB Flash apabila tidak digunakan
Kecilkan volume suara dan kontras layar
Minimalisir penggunaan IrDA (infrared) atau serial communication,
karena boros energy
Upgrade RAM sebelum ganti laptop

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
Jangan cepat membuang Laptop, lakukan recycle atau donasi ke pihak
lain apabila sudah tidak digunakan

c. Green Computing on Paperless Method


Usahakan menggunakan paperless method untuk berbagai urusan kita karena itu
mengurangi sampah carbon footprint. Apabila memungkinkan kembangkan dan
terapkan Document Management System, Electronic Invoicing dan Electronic
Business Process pada institusi kita.

d. Green Computing on Paperless Education


Hindari kertas, gunakan file elektronik or blog untuk pengumpulan
laporan dan tugas
Lupakan cara konvensional, gunakan e-learning system untuk penyebaran
modul belajar, forum diskusi dan assessment
Gunakan Chatting dan Social Networking untuk mendukung
pembelajaran.

e. Green Computing on Paperless Branding and Marketing


Lupakan kartu nama, CV, koran dan majalah untuk personal branding
Lakukan blogging untuk personal branding, marketing, bisnis bahkan
influencing people
Manfaatkan google sebagai kurir dan salesman kita dalam marketing dan
branding

3. Green Computing pada diri sendiri
a. Tidak harus selalu membeli komputer baru, gunakan: komputer sewaan,
bekas/refurbished, atau komputer lama yang masih dapat di-upgrade.
b. Selalu mencari solusi software terlebih dahulu.
c. Teliti dalam membeli perangkat, pastikan lulus uji hemat energi dan
lingkungan.
d. Gunakan layar monitor sesuai dengan kebutuhan.
e. Gunakan monitor LCD daripada CRT, karena lebih hemat energi.
f. Hindari mencetak e-mail atau dokumen elektronik.
g. Gunakan e-mail untuk menggantikan fax dan sirkulasi dokumen.
h. Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik.
i. Gunakan kertas daur ulang untuk mencetak.
j. Perkecil ukuran font dan spasi.
k. Gunakan printer inkjet daripada laser jet.
l. Matikan komputer/alat-alat lain yang tidak bekerja pada malam hari maupun
akhir minggu.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
m. Gunakan remote admin ke server daripada menggunakan monitor.
n. Optimalisasi penggunaan komputer, minimalkan penggunaan komputer untuk
hal-hal yang tidak penting.

BAB III

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Smart city merupakan sebuah konsep kota cerdas yang dapat membantu
masyarakat mengelola sumber daya yang ada dengan effisien dan memberikan
informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya
atau pun mengantisipasi kejadian yang tek terduga sebelumnya.
Dalam merancang suatu smart city atau kota pintar, kita harus mengadopsi green
computing ke dalamnya, dengan adanya Green Computing maka seluruh aktifitas
manusia yang berhubungan dengan komputer dapat terkontrol dengan baik. Namun
banyaknya cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah daya komputer yang
digunakan serta dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh komputer atau
semacam alat elektronik, Green Computing juga dapat dijadikan sarana untuk
menghargai lingkungan oleh manusia itu sendiri. Adanya Green Computing sekarang

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
ini dapat mengurangi kadar emisi carbon dioxide dan mengurangi biaya listrik secara
signifikan dengan pemakaian komputer yang baik. Green Computing juga dapat
dijadikan strategi pemilik untuk mendorong maju dan menjamin ketersediaan energi
di masa depan

B. SARAN
Dalam pembuatan makalah ini penulis sangat menyadari akan banyaknya kekurangan
yang ada pada makalah ini. Maka dari itu kami sangat membutuhkan saran/masukan
dari para pembaca sehingga makalah ini dapat berguna bagi kita nantinya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Supirman,sukirman. Maret 2013. Green Computing.
http://kelompok2binus.blogspot.co.id/2014/03/universitas-bina-nusantara-
jurusan_6.html.
2. Nofriyanto,Teddy. Oktober 2016. Hubungan green computing dan smart city.
http://posajanews.blogspot.co.id/2016/10/hubungan-green-computing-dan-smart-
city.html.
3. Wijaya, Daniel. September 2014. Information. http://mat-
dis.blogspot.co.id/2014/09/hubungan-smart-city-dan-green-computing.html
4. England, tree. Maret 2014. Penerapan green computing pada kehidupan sehari-hari.
http://cumilangit-binus.blogspot.co.id/2014/03/penerapan-green-computing-
pada.html.

Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY
Kelompok III
GREEN COMPUTING DAN SMART CITY