Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS ELEKTROKIMIA

LABORATORIUM FISIKA DAN KALIBRASI


AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
Calibration and Phsic Laboratories Academy for Analytical Chemistry

Nilai :

Nomor/Judul Praktikum : 7/Penetapan Cu secara Elektrogravimetri dengan Proses


Elektrolisis Cepat
Tanggal Praktikum : 12 Oktober 2011
Tempat Praktikum : Lab. Fisika dan kalibrasi AKA Bogor
Suhu Ruang : 25,5C
Sampel/Bahan Uji : Disiapkan catu daya dc dengan potensial keluaran yang bisa
diatur (Eberbach). Sepasang electrode platina disiapkan dan
sample larutan tembaga sulfat yang dibuat dengan kepekatan 1%.
Metode Uji : Diktat / Penuntun Praktikum Analisis Elektrokimia, Praktikum
No. 7
Alat Ukur Utama : Neraca Analitik
Prinsip Kerja :
Mengendapkan analit dipermukaan electrode, melalui cara mencelupkan dua electrode Pt
kedalam larutan garam atau elektrolit CuSO 4 dan dialiri dengan arus DC (searah) dari luar
sehingga terjadi perbedaan potensial, maka kation akan tertarik ke kutub negative (katode) dan
reaksi pengikatan electron (reduksi) dan anion akan tertarik ke kutub positif (anode) dan reaksi
pelepasan electron (oksidasi). Jumlah endapan Cu diketahui dari selisih bobot Pt sebelum
pengendapan dan setelah pengendapan.

Ringkasan Cara Kerja :


Electrode Pt dibersihkan dengan mencelupkannya ke dalam asam nitrat 4N yang dididihkan,
setelah itu dibilas dengan alkohol. Setelah selelsai dibilas electrode dikeringkan menggunakan
hair dryer, lalu ditimbang teliti sampai 4-desimal (electrode tidak boleh dipegang langsung oleh
tangan karena lemak pada tangan dapat mempengaruhi penimbangan). Setelah itu electrode
dijepitkan pada catu daya, larutan tembaga sulfat yang dibuat dengan kepekatan 1% yaitu dengan
menimbang 1 g CuSO4 dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL dan ditungkan pada gelas piala
yang digunakan sebagai elektrolit. Diusahakan larutan merendam electrode dengan cara
menambahkan air suling dan tambahkan 2-3 tetes asam sulfat. Catu daya dihidupkan (electrode
Pt yang menerima pengendapan Cu, harus berpotensial negatif), potensial catu daya diatur
kurang dari 5 volt dan posisi electrode yang tercelup diatur, sehingga menghasilkan kuat arus 2
s.d. 3 ampere (elektrolisis dilakukan selama 30 menit, seharusnya dilakukan selama dua jam).
Gelas piala diturunkan hingga electrode keluar sempurna, lalu electrode dilepaskan dari catu
daya dalam keadaan catu daya masih menyala. Kemudian electrode Pt dikeringkan, lalu
ditimbang kembali (pertambahan bobot electrode dianggap sebagai bobot tembaga).

HASIL PRAKTIKUM

Data Hasil Praktikum

Tabel 1. Data Pengamatan Analisis Elektrogravimetri dengan Proses Elektrolisis Cepat

Bobot Pt + Endapan Cu Bobot Endapan Cu


Ulangan Bobot sampel (gram) Bobot Katode Pt (gram) Kadar Cu (%)
(gram) (gram)

1 1,0010 23,7821 23,7948 0,0127 1,27

2 1,0010 23.7822 23,7949 0,0127 1,27

3 1,0010 23,7821 23,7949 0,0128 1,28

Rerata 1,0010 23,78213 23,79486 0,01273 1,27

0,01273 5,7 1,27 5,7


Deviasi 1,0010 0,0000 23,78213 5,7 10-5 23,79486 5,7 10-5
10-5 10-3
PERHITUNGAN

Kadar Cu = Bobot endapanCu 100%


Bobot sampel

Kadar Cu = 0,0127g 100% Kadar Cu = 0,0127g 100%


1,0010g 1,0010g
= 1,27 % = 1,27 %

Kadar Cu = 0,0128g 100%


1,0010 g
= 1,28 %

Pengamatan:

Pada katode (kutub negative) terdapat endapan merah tembaga (Cu) karena terjadi
reaksi reduksi. Reaksinya yaitu:

Cu2+(aq) + 2e- Cu(s)

Pada anode (kutub positif) terdapat gelembung gas oksigen karena terjadi reaksi
oksidasi. Reaksinya yaitu:

H2O(l) 4H+(aq) + O2(g) 4e-

Tegangan yang digunakan adalah 3,5 volt dan arus yang digunakan 0 A.

KESIMPULAN

Kadar Cu dalam larutan CuSO4 secara elektrogravimetri dengan proses elektrolisis cepat
selama 30 menit adalah 1,27 %.
Nama Praktikan Asisten Pemeriksa

1. Adi Moh. Rizal (105691)


2. Christina Grace P. (105731)
3. Inge Rahmah P. (105809)

NIP.