Anda di halaman 1dari 20

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT CACINGAN

Makalah
Diajukan Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Gizi dan Diet

Disusun oleh :

Ade Han-han : 34403515001


Annisa Fuji Lestari : 34403515012
Dasep Rinaldi Ramdani : 34403515027

Tingkat 1-A

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

BADAN LAYANAN UMUN DAERAH ( BLUD)

Jln. Pasir Gede Raya No-19 telp. (0263) 267206 fax.270953 Cianjur 43216
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang kami panjatkan segala puji dan syukur atas kehadiratNya, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Pencegahan Dan Penanganan Penyakit Cacingan.
Dalam makalah tentang Pencegahan Dan Penanganan Penyakit Cacingan
ini, kami usahakan semaksimal mungkin, dari beberapa sumber materi sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Untuk itu dengan segala
kerendahan hati kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Ibu Ratih
Dianingrum, S. Kep.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
makalah kami jauh dari kata sempurna dan kekurangan baik dari segi penyusunan,
bahasan, maupun segi lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada dan tangan
terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran
dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah Pencegahan
Dan Penanganan Penyakit Cacingan.
Semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga
dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Cianjur, April 2016

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. LATAR BELAKANG.................................................................................1
B. RUMUSAN MASALAH.............................................................................2
C. TUJUAN PENULISAN..............................................................................3
D. MANFAAT PENULISAN...........................................................................3
BAB II PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT CACINGAN....4
A. PENGERTIAN............................................................................................4
B. JENIS-JENIS CACING.............................................................................4
1. Cacing yang Menguntungkan Bagi Manusia............................................4
2. Cacing yang Merugikan Bagi Manusia.....................................................5
C. TANDA DAN GEJALA CACINGAN.......................................................8
D. DAMPAK PENYAKIT CACINGAN........................................................9
E. CARA PENULARAN...............................................................................10
F. PENCEGAHAN........................................................................................12
G. PENANGANAN CACINGAN..............................................................13
BAB III PENUTUP..............................................................................................14
A. SIMPULAN...............................................................................................14
B. SARAN.......................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................1

2
3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Prevalensi angka kecacingan di Indonesia masih cukup tinggi, antara 45


65%, bahkan pada daerah daerah tertentu yang kondisi lingkungannya
buruk bisa mencapai 80%, angka tersebut tergolong tinggi. Di beberapa
daerah di Indonesia terutama di daerah pedalam belum semua mendapatkan
pelayanan kesehatan yang layak, kasus infeksi cacing yang kronik banyak
ditemukan di daerah pedalaman yang secara latar belakang pengetahuan
kesehatan dan pendidikan rendah.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi tingginya angka kecacingan
pada masyarakat Indonesia selain karena kondisi lingkungan geografis, juga
karena factor kesadaran untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat,
rendahnya pengetahuan kesehatan, dan kurangnya penyuluhan kepada
masyarakat terutama di daerah terpencil memberi kontribusi tingginya angka
kecacingan di Indonesia.
Apabila dicermati lebih lanjut, infeksi cacing ini sepele, tetapi
pengaruhnya bisa sangat mengganggu terutama pada anak-anak yang dalam
masa pertumbuhan, infeksi ringan mengakhibatkan anemia dengan berbagai
manifestasi kilinis, baik yang terlihat secara nyata maupun yang tidak terlihat.
Kasus infeksi yang sedang sampai berat bisa mengakhibatkan adanya
gangguan penyerapan pada usus dan gangguan beberapa fungsi organ dalam.
Apabila hal ini terjadi pada masa anak-anak terutama disekolah, maka akan
sangat mengganggu proses belajar mengajar, secara nyata anak bisa
mengalami kemunduran prestasi, yang disadari atau tidak hal tersebut
mempengaruhi masa depan mereka. Kasus infeksi pada orang dewasa
biasanya tidak disadari, contoh kasus pada infeksi filaria, membutuhkan
waktu yang cukup panjang dari infeksi sampai terjadinya elephantiasis (Kaki
gajah) beberapa kasus menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi mengetahui
bahwa dirinya terkena elephantiasis setelah kakinya membesar.

1
Fenomena infeksi cacing ini seperti gunging es, yang muncul ke
permukaan kecil, tetapi sebenarnya banyak kasus dan kejadian infeksi cacing
yang tidak terekspos. Kita sebagai warga masyarakat kesehatan yang
mengetahui tentang hal ini idealnya turut memberi sumbangan terhadap
peningkatan derajat kesehatan, dalam hal ini adalah menekan kejadian infeksi
cacing.
Penyakit yang sering terjadi ini sangat menganggu tumbuh kembang
anak. Sehingga sangat penting untuk mengenali dan mencegah penyakit
cacing pada anak sejak dini. Gangguan yan ditimbulkan mulai dari yang
ringan tanpa gejala hingga sampai yang berat bahkan sampai mengancam
jiwa. Secara umum gangguan nutrisi atau anemia dapat terjadi pada penderita.
Hal ini secara tidak langsung akan mengakibatkan gangguan kecerdasan pada
anak.
Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok
umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu,
21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan
cacing per orang enam ekor. Data tersebut diperoleh melalui survei dan
penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi pada tahun 2006.
Hasil penelitian sebelumnya (2002-2003), pada 40 SD di 10 provinsi
menunjukkan prevalensi antara 2,2 persen hingga 96,3 persen. Sekitar 220
juta penduduk Indonesia cacingan, dengan kerugian lebih dari Rp 500 miliar
atau setara dengan 20 juta liter darah per tahun. Penderita tersebar di seluruh
daerah, baik di pedesaan maupun perkotaan. Karena itu, cacingan masih
menjadi masalah kesehatan mendasar di negeri ini.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian cacingan?


2. Cacing-cacing apa sajakah yang menyebabkan caingan?
3. Bagaimana gejala-gejala jika manusia mengalami cacingan?
4. Bagaimana dampak dari cacingan?
5. Bagaimana cara penularan cacingan?
6. Bagaimana cara pencegahan agar terhindar dari penyakit cacingan?
7. Bagaimana cara penanganan dari penyakit cacingan?

2
C. TUJUAN PENULISAN

1. Tujuan Umum
Tujuan umum dalam bahasan ini adalah dapat memahami pencegahan
dan penanganan penyakit cacingan khususnya dibidang keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam bahasan ini antara lain:
a. Dapat memahami pengertian cacingan
b. Dapat memahami cacing-cacing apa sajakah yang menyebabkan
caingan
c. Dapat memahami gejala-gejala jika manusia mengalami cacingan
d. Dapat memahami dampak dari cacingan
e. Dapat memahami cara penularan cacingan
f. Dapat memahami cara pencegahan agar terhindar dari penyakit
cacingan
g. Dapat memahami cara penanganan dari penyakit cacingan

D. MANFAAT PENULISAN
1. Bagi Mahasiswa
a. Sebagai informasi dasar untuk mengenal apa itu cacingan, dampak,
gejala yang dialami, penularannya, pencegahan, dan penanganan
penyakit cacingan.
b. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pencegahan dan
penanganan penyakit cacingan.
2. Bagi Masyarakat
a. Sebagai sumber informasi mengenai pencegahan dan penanganan
penyakit cacingan.

BAB II

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT CACINGAN

3
A. PENGERTIAN

Infeksi cacing atau biasa disebut dengan penyakit cacingan termasuk


dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil yang
menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik di luar atau di
dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya. Pada kasus
cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat melemahkan tubuh inangnya dan
menyebabkan gangguan kesehatan.
Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebersihan baik
terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Cacingan dapat menular
melalui larva/telur yang tertelan & masuk ke dalam tubuh. Cacing merupakan
hewan tidak bertulang yang berbentuk lonjong & panjang yang berawal dari
telur/larva hingga berubah menjadi bentuk cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi
bagian tubuh manapun yang ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru,
ataupun usus/saluran pencernaan. Penyakit cacingan, khususnya pada anak
sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan
masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak.
Diantaranya, menyebabkan anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah,
ngantuk, malas beraktivitas serta berat badan rendah.

B. JENIS-JENIS CACING
Cacing memiliki dua manfaat bagi kelangsungan hidup manusia, yaitu ada
jenis cacing yang menguntungkan dan jenis cacing yang merugikan bagi
manusia.
1. Cacing yang Menguntungkan Bagi Manusia
Cacing tanah (Lubricus rubellus) termasuk hewan tingkat rrendah karena
tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk
kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascillicidae dan
Lumbricidae. Kebanyakan orang akan jijik jika dihadapkan langsung
dengan cacing. Namun, hewan ini sebenarnya memounyai banyak potensi
yang berguna bagi kehidupan manusia. Misalnya dalam bidang pertanian,
cacing berfungsi menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki
aesari dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan

4
nutrisi oleh tanaman menjadi baik karena cacing tanah akan meningkatkan
populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu, cacing tanah
pun mempunyai manfaat bagi manusia.
Daging cacing tanah merupakan salah satu sebagai alternatif pengobatan
bagi kesehatan manusia:
a. Lubricus rubellus dapat menjadi khasiat untuk menyambuhkan
berbagai penyakit (hipotensi dan hipertensi, kencing manis, typoid,
rematik, disentri, gastritis, muntaber, asma dan penyakit kronis
lainnya).
b. Mengandung berbagai enzim penghasil antibiotik dan asam arhidonat
yang berkhasiat menurunkan demam.
c. Dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan kanker.
d. Bahan baku kosmetik.
e. Mampu menghambat bakteri pathogen penyakit typoid dan diare.
f. Mampu mengubah Omega-6 menjadi Omega-3. Omega-3 dapat
mencegah terjadinya pengerasan pembuluh darah yang diakibatkan
oleh lemak. Sehingga dapat mengurangi gangguan di pembuluh arteri
yang dapat mengakibatkan serangan jantung.

2. Cacing yang Merugikan Bagi Manusia


Cacing yang merugikan bagi manusia pun banyak jenisnya, ada cacing
gelang, cacing pita dan cacing pipih. Berikut jenis-jenis cacing :
a. C a c i n g G e l a n g ( A s c a r i s L u m b r i c o i d e s )
1) Warna : Merah muda atau putih
2) Besarnya : 20 - 30 cm
3) Hidup di : Usus kecil
4) Cara Penularannya:
a) Telur cacing masuk melalui mulut
b) Menetas di usus kecil menjadi larva
c) Larva dibawa oleh aliran darah ke paru-paru melalui hati
d) Bila larva ini sampai ke tenggorokan dan tertelan, mereka
masuk ke dalam usus kecil dan menjadi dewasa di sana.
e) Cacing gelang dapat mengisap 0,14 gr karbohidrat setiap hari.

Gambar. 2-1
Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides)

5
2. C a c i n g C a m b u k ( T r i c u r i s Tr i c h i u r a )
1) Warna : Merah muda atau abu-abu
2) Besarnya : 3 - 5 cm
3) Hidup di : Usus besar
4) Cara Penularannya:
a) Telur cacing tertelan bersama dengan air atau makanan
b) Menetas di usus kecil dan tinggal di usus besar
c) Telur cacing keluar melalui kotoran dan jika telur ini tertelan,
terulanglah siklus ini.

Gambar. 2-2
C a c i n g C a m b u k ( T ri c u r i s Tri c h i u r a )

6
3. C a c i n g Tam b a n g ( A n c y l o s t o m i a s i s )

Gambar. 2-3
C a c i n g Tam b a n g ( A n c y l o s t o m i a s i s )

1) Warna : Merah
2) Besarnya : 8 - 13 mm
3) Hidup di : Usus keciL
4) Cara Penularannya:
a) Larva menembus kulit kaki
b) Melalui saluran darah larva dibawa ke paru-paru yang menyebabkan
batuk
c) Larva yang ditelan menjadi dewasa pada usus kecil dimana mereka
menancapkan dirinya untuk mengisap darah.
d) Cacing tambang
merupakan
infeksi cacing
yang paling
merugikan
kesehatan anak-
anak.Infeksi
cacing tambang dapat menyebabkan anemia (kurang darah).
Cacing tambang dapatmengisap darah 10 - 12 mililiter setiap hari.

4. Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis)


Gambar. 2-4
Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis)

7
1) Warna : Putih
2) Besarnya : 1 cm
3) Hidup di : Usus besar
4) Cara Penularannya:
a) Cacing betina bertelur pada malam hari di anus
b) Anus
menjadi
gatal,
garukan
pada anus
membawa
telur cacing
ini
menyebar.
Melalui kontak dengan tempat tidur, bantal, sprei, pakaian, telur
cacing kremi dibawa ke tempatlain.
c) Jika telur-telur ini termakan, terunglah siklus ini.

C. TANDA DAN GEJALA CACINGAN


Penyakit cacingan pada manusia sering dimanifestasikan oleh parasit
cacing yang hdup di usus. Cacing-cacing ini bisa bertahan hidup karena
mendapat sari makanan yang ada di dlam tubuh manusia. Berikut tanda dan
gejala penyakit cacingan:

1. Cacing Kremi
a. Nyeri perut
b. Mual
c. Gatal yang intens pada dubur atau vagina
d. Tidak bisa tidur karena gatal

2. Cacing Gelang
a. Nyeri perut samar

8
b. Mual muntah
c. Diare atau tinja berdarah
d. atuk kering
e. Berat badan turun
f. Terdapat cacing pada muntahan atau tinja
g. Jika jumlahnya banyak dapat menghambat (obstruksi usus).

3. Cacing Tambang
a. Anemia
b. Nyeri diperut bagian atas
c. Demam disertai batuk dengan bunyi napas mengi karena larva cacing di
paru-paru
d. Ruam yang menonjol dan terasa gatal bisa muncul di tempat masuknya
larva pada kulit.

D. DAMPAK PENYAKIT CACINGAN


Dampak dari penyakit ini tidak dapat dianggap sepele, seseorang yang mengidap
cacingan maka pertumbuhan fisiknya akan terhambat, juga IQ menjadi berkurang,
anemia atau kadar hemoglobin pada tubuh manusia.

1. Anemia
Fungsi utama Hb adalah mengangkut oksigen dan juga makanan ke
seluruh tubuh. Jika kadar Hb dalam tubuh banyak maka suplai oksigen dan
juga nutrisi ke seluruh tubuh, terutama otak dan ginjal menjadi lancar.
Ketika kadar Hb dalam tubuh kurang maka oksigen dan nutrient ke seluruh
tubuh terutama otak dan ginjal berkurang, dan hal ini yang membuat
seseorang terkena anemia.
2. Mengganggu pertumbuhan pada anak, menurunakan daya tahan tubuh, dan
IQ terganggung.
Pada dasarnya seorang anak yang sedang masa pertumbuhan
membutuhkan banyak sekali nutrisi. Nutrisi sendiri dibagi menjadi 2
bagian, yaitu makro nutrient (air, lemak, protein, dan karbohidrat) dan
mikro nutrient (vitamin dan mineral). Jika nutrisi ini dicuri maka cacing
akan bertambah suur dan tentunya akan mempercepat perkembangbiakan
cacing itu sendiri. Cacing terkadang menggumapal atau membetuk seperti
sebuah bola, karena banyaknya cacing di dalam tubuh atau cacing juga
dapat erractic atau keluar lewat mulut atau bahkan hidung.

9
Ketika seorang anak menderita anemia maka daya tahan tubuh tentu saja
akan menurun. Anak tersebut tidak akan dpat meningkatkan daya tahan
tubuh karena berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga daya
tahan tubuh di curi oleh cacing. Hal ini juga yang akan menyebabkan anak
tersebut kehilangan berat badan, dan prestari belajar akan mengalami
penurunan.

E. CARA PENULARAN

1. Kurang Memelihara Kebersihan

Anak-anak tidak bisa jika diharuskan menjaga kebersihan, banyak


anak-anak yang merasa cuek dengan kebersihannya. Seperti
setelah bermain tanah anak tidak cuci tangan dan dia memasukkan
makanan menggunakan tangannya ke dalam mulut. Hal inilah yang
menjadi penyebab utama mengapa anak-anak terkena cacingan.

b) Lingkungan Yang Kotor


Lingkungan yang kotor juga menjadi penyebab anak-anak terkena
cacingan. Anak-anak bisa saja bermain di lingkungan yang kotor dan
mengandung cacing di dalamnya sehingga anak bisa rentan untuk terkena
cacingan.

c) BAB Di Sembarang Tempat


Anak jangan dibiasakan untuk membuang air besar di sembarang
tempat, hal itu dikarenakan jika BAB di sembarang tempat anak rentan
untuk terkena cacingan. Alasannya adalah penderita cacingan saat
mengeluarkan tinja cacing itu akan ikut keluar, saat tinja mengering maka
cacing itu akan hidup dan berkeliaran kembali. Alasan itulah yang tidak
boleh membiarkan anak untuk BAB secara sembarangan.

d) Tidak Memakai Alas Kaki


Kebiasaan anak tidak memakai alas kaki juga dapat menyebabkan
anak terkena cacingan. Cacing jenis gelang bisa menembus permukaan
kulit dan pori-pori manusia. Cacing itu bisa bertelur dan kemudian
menimbulkan cacingan. Oleh sebab itu biasakan kepada anak-anak anda

10
untuk selalu memakai alas kaki saat memijak tanah. Tanah adalah sumber
kuman dan tempat tinggal cacing penyebab cacingan.

e) Makanan

Cacingan juga bisa disebabkan oleh makanan yang tercemar oleh larva
cacing. Larva itu saat berada di dalam usus kemudian bertelur dan
kemudian berkembang biak. Hal itulah yang menyebabkan anak menjadi
penyebab cacingan.

f) Minuman
Siapa sangka jika meminum air mentah secara terus menerus dapat
menyebabkan telur cacing tumbuh dalam perut. Minum air mentah
adalah salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari, teruatama
untuk anak-anak yang belum mengerti bahaya minum air mentah.
Sebab air yang masih mentah terdapat bakteri jahat yang dapat
menumbuhkan telur cacing bersarang dan menyebabkan cacingan pada
anak. Oleh karena itu biasakan pada anak untuk meminum air matang
agar tidak ada kuman yang bersarang di dalam perut.

F. PENCEGAHAN

1. Mencuci Tangan Sebelum Makan


Penularan cacing dapat terjadi secara oral, maka sebagai
pencegahannya menghindari tangan dalam keadaan kotor, karena
kemungkinan adanya kontaminasi telur-telur cacing, dan membiasakan
mencuci tangan sebelum makan.
2. Memasak Sayur-Sayuran Terlebih Dahulu
Menghindarikan sayur-sayuran yang mentah yang tidak dimasak
terlebih dahulu dan jangan membiarkan makanan tetrbuka bergitu saja,
sehingga debu-debu yang berterbangan dapat mengkontaminasi makanan
tersebut ataupun dihinggapi serangga yang membawa telur-tekur tersebut.
3. Mengadakan penyaluran pembuangan feses yang teratur

11
Untuk menekan volume dan lokasi aliran telur-telur melalui feses ke
tanah dan dari tanah kembali melalui berbagai jalan ke penduduk, makan
pencegahannya dengan mengadakan penyaluran pembuangan feses yang
teratur dan sesuai dengan syarat pembuangan kotoran yang memenuhi
aturan kesehatan dan tidak boleh mengotori air permukaan, untuk
mencegah agar tanah tidak terkontaminasi telu-telur cacing.
4. Minum obat cacing
Pencegahan dengan meminum obat anti cacing setiap 6 bulan,
terutama yang berisiko tinggi terkena infestasi cacing ini, seperti petani,
anak-anak yang sering bermain pasir, pekerja kebun, dan pekerja tambang
(orang-orang yang terlalu sering berhubungan dengan tanah).

G. PENANGANAN CACINGAN

Karena terkadang sulit mendeteksi orang yang cacingan, maka harus rutin
untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan
dianjurkan. Jika sudah mengetahui terkena cacingan , segera bawa ke Dokter agar
dapat diperiksa lebih lanjut kejadian cacingan yang menyerang anggota keluarga.
Sehingga bisa mendapatkan obat cacingan yang diresepkan dan sesuai.

12
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Infeksi cacing atau biasa disebut dengan penyakit cacingan termasuk


dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil yang menyerang
tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik di luar atau di dalam tubuh)
dan mengambil nutrisi daritubuh inangnya.
Jenis-jenis cacing yang dapat menginfeksi adalah
a) Cacing Gelang: (Ascaris Lumbricoides)
b) Cacing Cambuk: (Tricuris Trichiura)
c) Cacing Tambang: (Ancylostomiasis)
d) Cacing Kremi: (Enterobius Vermicularis)
Gejala umum jika terinfeksi cacing adalah timbulnya rasa mual, lemas, hilangnya
nafsu makan, rasa sakit di bagian perut, diare, dan turunnya berat badan karena
penyerapan nutrisi yang tidak mencukupi dari makanan. Pada infeksi yang lebih
lanjut apabila cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organlain, sehingga
menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala demam, adanya
benjolan di organ/jaringan tersebut, dapat timbul reaksi alergi terhadap larva

13
cacing, infeksi bakteri, kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah
terkena.
Penderita cacingan akan mengalami penurunan daya tahan tubuh serta
metabolisme jaringan otak. Bahkan, dalam jangka panjang, penderita akan
mengalami kelemahan fisik dan intelektualitas. Kategori infeksi cacing
ditentukan dari jumlah cacing yang dikandungnya. Jika anak-anak itu sudah
terinfeksi cacing, biasanya akan menunjukkan gejala keterlambatan fisik,
mental dan seksual. Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat menurunnya
status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga
memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS,
Tuberkulosis dan Malaria.
Penularan cacing : cacing masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan
atau minuman yang tercemar telur-telur cacing. Umumnya, cacing perut
memilih tinggal di usus halus yang banyak berisi makanan. Meski ada juga
yang tinggal di usus besar.
Pencegahan infeksi ini relative mudah, yaitu dengan pola hidup bersih dan
sehat, menjaga kesehatan diri dan lingkungan, mengkonsumsi obat cacing
setiap 6 bulan sekali, dan konsultasi kesehatan apabila ada gejala yang tidak
beres di dalam tubuh kita dan keluarga kita.

B. SARAN

Sebaiknya pengobatan diberikan kepada seluruh anggota keluarga


untuk mencegah atau mewaspadai terjadinya cacingan tersebut. Selama masa
pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara
mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum
menyentuh makanan, hindari juga untuk menutup mulut dengan
tangan yang belum dicuci. Menjaga kebersihan diri adalah salah satu
kunci untuk mencegah timbulnya cacingan kembali.

DAFTAR PUSTAKA

14
Irianto Kus dan Kusno Waluyo. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat.
Bandung : Yrama widya.

2
3