Anda di halaman 1dari 3

SISTEM KOORDINASI (SARAF DAN ENDOKRIN)

1. Jelaskan perbedaan mekanisme kerja sistem saraf dan sistem hormon dalam hal:
1) sel target 2) zat kimia pembawa pesan 3) tahap-tahap yang dilalui
Sistem saraf merespon dengan cepat terhadap perubahan jangka pendek
dengan mengirimkan impuls listrik. Sistem endokrin membawa adaptasi jangka
panjang dengan mengirimkan pesan kimia (hormon) ke dalam aliran darah. Untuk
bertahan hidup, tubuh terus-menerus harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan
dan menjaga lingkungan internal makhluk hidup tetap konstan, yang dikenal sebagai
homeostasis. Sistem saraf dan endokrin bekerja untuk mempertahankan adaptasi ini,
tapi pola respon mereka berbeda. Baik sistem saraf dan sistem endokrin menggunakan
pesan kimia untuk sinyal sel, tapi kecepatan di mana pesan tersebut dikirimkan
berbeda. Sistem saraf merespon dengan cepat terhadap rangsangan dengan
mengirimkan potensial aksi listrik di sepanjang neuron, yang pada gilirannya
mengirimkan potensial aksi ini untuk sel target mereka dengan menggunakan
neurotransmiter, pesan kimia dari sistem saraf. Respon terhadap rangsangan oleh
sistem saraf dekat seketika. Sistem endokrin bergantung pada hormon untuk
memperoleh tanggapan dari sel target mereka. Secara alami, hormon ini disintesis
pada jarak yang berbeda dari sel target mereka, dan berjalan melalui aliran darah atau
cairan antar sampai mereka mencapai sel-sel ini. Setelah mencapai sel target mereka,
hormon bekerja pada sel untuk menambah atau mengurangi ekspresi gen tertentu.
Proses ini memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan sistem saraf, seperti
hormon endokrin pertama harus disintesis, diangkut ke sel target mereka, dan
masukkan atau sinyal sel. Kemudian, sel target harus melalui proses transkripsi,
terjemahan, dan sintesis protein sebelum aksi dimaksudkan hormon dapat dilihat.
Pada sistem saraf transmisi sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf yang lainnya
atau dari sel saraf ke sel efektor dilakukan secara kimia melalui suatu senyawa yang
dinamakan neurotransmiter. Sedangkan pada sistem endokrin adalah hormon dan
kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan
informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-
beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan
memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.
Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui sel saraf
dan sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut.
1. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf
Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui
serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara
bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif
terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf.
Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya
pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi)
terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan
potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik, tergantung pada
diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Bila impuls telah lewat maka
untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi
perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk dapat
berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik. Energi yang
digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam
sel saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan
menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di
atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang
kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu
daripada impuls yang lemah.
2. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis
Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain
dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan
sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran
kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir
pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel
berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada
ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis.
Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin.
Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari
neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam
misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem
saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin
kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang
terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor
menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan
tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh
membran post-sinapsis.
2. Jelaskan tiga fungsi utama lobus frontalis dari korteks serebra yaitu : 1) aktifitas
motor sadar, 2) kemampuan bicara dan, 3) elaborasi pemikiran berpikir
Lobus frontal adalah rumah bagi pemikiran kognitif kita, dan itu adalah proses
yang menentukan dan membentuk kepribadian seorang individu. Pada manusia, lobus
frontal mencapai kematangan ketika individu adalah sekitar usia 25. Ini berarti bahwa
pada saat kita berusia 25 tahun, kita telah mencapai tingkat kematangan kognitif.
Lobus frontal terdiri dari bagian anterior (korteks prefrontal) dan bagian posterior, dan
dibagi dari lobus parietalis oleh sulkus sentral. Bagian anterior bertanggung jawab
untuk fungsi-fungsi kognitif yang lebih tinggi, dan bagian posterior terdiri dari daerah
premotor dan motorik, sehingga, yang mengatur gerakan sadar. Fungsi dari lobus
frontal meliputi penalaran, perencanaan, pengorganisasian pikiran, perilaku, dorongan
seksual, emosi, pemecahan masalah, menilai, bagian pengorganisasian berbicara, dan
keterampilan motorik (gerakan). Lobus frontal adalah sangat rentan terhadap cedera
karena lokasinya, seperti di depan tengkorak pusat. Setiap kerusakan lobus otak ini
dapat menyebabkan satu atau lebih masalah berikut.
Peningkatan atau penurunan kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas
Perubahan dalam kebiasaan berbicara
Mengurangi minat seksual atau kebiasaan seksual yang aneh
Penurunan kemampuan pengambilan resiko
Berkurang atau tidak ada rasa rasa dan / atau bau
Gangguan spontanitas dan fleksibilitas mental
Peningkatan kerentanan terhadap gangguan

3. Jelaskan peran hipotalamus sebagai penghubung antara sistem saraf otonom dengan
sistem endokrin secara khusus perannya dalam emosi dan pola tingkah laku, termasuk
kejadian-kejadian prikosomatik