Anda di halaman 1dari 4

08.

Kode Etik Polri

SETIAP ANGGOTA INSAN RASTRA


SEWAKOTTAMA

1. Mengabdi kepada Nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan kepada


Tuhan Yang Maha Esa.

2. Berbakti demi keagungan nusa dan bangsa yang bersendikan Pancasila


dan Undang-Undang Dasar 1945, sebagai kehormatan yang tinggi.

3. Membela tanah air, mengamankan dan mengamalkan Pancasila dan


Undang-Undang Dasar 1945 dengan tekad juang pantang menyerah.

4. Menegakkan hukum dan menghormati kaidah-kaidah yang hidup dalam


masyarakat secara adil dan bijaksana.

5. Melindungi, mengayomi serta membimbing masyarakat sebagai wujud


panggilan tugas pengabdian yang luhur.

SETIAP ANGGOTA INSAN NAGARA JANOTTAMA


1. Berdharma untuk menjamin ketentraman umum bersama-sama warga
masyarakat membina ketertiban dan keamanan demi terwujudnya
kegairahan kerja dan kesejahteraan lahir dan batin.

2. Menampilkan dirinya sebagai warga negara berwibawa dan dicintai oleh


sesama warga negara.

3. Bersikap disiplin, percaya tinggi, tanggung jawab, penuh keiklasan


dalam tugas, kesungguhan serta selalu menyadari bahwa dirinya adalah
warga masyarakat ditengah-tengah masyarakat.
4. Selalu peka dan tanggap dalam tugas, mengembangkan kemampuan
dirinya, menilai tinggi mutu kerja, penuh keaktifan dan efisiensi serta
menempatkan kepentingan tugas secara wajar di atas kepentingan
pribadinya.

5. Memupuk rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan serta


kesetiakawanan dalam lingkungan tugasnya maupun dalam lingkungan
masyarakat.

6. Menjauhkan diri dari sikap dan perbuatan tercela serta mempelopori


setiap tindakan mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat
sekelilingnya.

SETIAP ANGGOTA INSAN YANA ANUCASANA


DHARMA
1. Selalu waspada, siap sedia dan sanggup menghadapi setiap
kemungkinan dalam tugasnya.

2. Mampu mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan penyalahgunaan


wewenang.

3. Tidak mengenal berhenti dalam memberantas kejahatan dan


mendahulukan cara-cara pencegahan daripada penindakan secara
hukum.

4. Memelihara dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya


memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

5. Bersama-sama segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan


lainnya dan peran serta masyarakat memelihara dan meningkatkan
kemanunggalan Polri dan rakyat.

6. Meletakkan setiap langkah tugas sebagai bagian dari pencapaian tujuan


pembangunan nasional sesuai amanat penderitaan rakyat.
9 KODE ETIK GURU INDONESIA
Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam Kongres
X111 t:ahun 1973 di Jakarta, dan disempurnakan dalam
Kongres XVI tahun 1989 di Jakarta.
Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah
bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,
Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada
umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan
setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut
bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17
Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia
terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan
memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk
membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa
Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran
professional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang
peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan
pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya
yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua
murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran
serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap
pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama
mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat
profesinya.
7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat
kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan
meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana
perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah
dalam bidang pendidikan.