Anda di halaman 1dari 5

1.

Proyeksi laporan dan pro-forma

Laporan keuangan proforma adalah estimasi atau perkiraan susunan laporan keuangan pada waktu
yang akan datang berdasarkan rasio-rasio pada tahun-tahunnya sebelumnya . penyusunan laporan
keuangan proforma cukup penting bagi perusahaan dan investor pada umumnya, terutam dari segi
perencanaan keuangan.

Contoh penggunaan rasio-rasio untuk penyusunan laporan keuangan proforma.


Rasio perusahaan tahun sebelumnya:

Financial leverage 0,5X Gross profit margin 40%

Acid test ratio 1,5X Inventory turn over 8X

Asset turn over 2X Modal saham 40 juta

Collection period 36 hari Saldo laba ditahan 36 juta

Catatan:
- Semua kewajiban adalah kewajiban lancar
- Penjualan adalah penjualan kredit seluruhnya
- Diasumsikan 1 tahun = 360 hari

Berdasarkan data diatas, maka sususnlah laporan keuangan proforma

Besarnya kewajiban = financial leverage X totsl ekuitas


= 0,5 X (40.000.000 + 36.000.000)
= 38.000.000
Total aktiva = kewajiban + ekuitas
= 38.000.000 + 76.000.000
= 114.000.000
Kas & piutang = acid test ratio X kewajiban
= 1,5 X 38.000.000
= 57.000.000
Penjualan = asset turn over X total aktiva
= 2 X 114.000.000
= 228.000.000
Piutang = (collection period X penjualan)/ 360
= (36 X 228.000.000)/360
= 22.800.000
Kas = (kas + piutang) piutang
= 57.000.000 22.800.000
= 34.200.000
Laba kotor = gross profit margin X penjualan
= 40% X 228.000.000
= 91.200.000
Harga pokok penjualan = penjualan laba kotor
= 228.000.000 91.200.000
= 136.800.000
Persediaan = harga pokok penjualan / inventory turn over
= 136.800.000 / 8
= 17.100.000
Aktiva tetap = total aktiva ( kas + piutang + persediaan)
= 114.000.000 (34.200.000+22.800.000+17.100.000)
= 39.900.000

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat disusun laporan keuangan proforma di bawah ini:

Laporan neraca (proforma)

aktiva Kewajiban ekuitas

Kas 34.200.000 Hutang 38.000.000 Modal saham 40.000.000

Piutang 22.800.000 Laba ditahan 36.000.000

Persediaan 17.100.000

Aktiva tetap 39.900.000

Total aktiva 114.000.000 Total kewajiban 38.000.000 Total ekuitas 76.000.000

Laporan laba rugi (proforma)

penjualan 228.000.000

Harga pokok penjualan 136.800.000

Laba kotor 91.200.000

4. Lembaga keuangan bank

Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk
mencapai tujuan tersebut Bank Sentral mempunyai tugas menetapkan dan
melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem
devisa serta mengatur dan mengawasi bank.

Bank Umum, merupakan bank yang bertugas melayani segenap lapisan


masyarakat.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank khusus melayani


masyarakat kecil di kecamatan.
Bank Syariah, merupakan bank yang melayani masyarakat dengan tidak
menggunakan sistem perbankan pada umumnya, namun dengan menggunakan
sistem syariah (khususnya menurut syariah agama Islam).

Lembaga keuangan non-bank

-Pasar Modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi


antara
pencari dana dengan para penanam modal, dengan instrumen utama saham dan
obligasi.

-Pasar Uang yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana.

-Koperasi Simpan Pinjam yaitu menghimpun dana dari anggotanya kemudian


menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggota koperasi dan
masyarakat umum.

-Perusahaan Pengadaian merupakan lembaga keuangan yang menyediakan


fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu.

-Perusahaan Sewa guna usaha lebih di tekankan kepada pembiayaan barang-


barang modal yang di inginkan oleh nasabahnya.

-Perusahaan Asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha


pertanggungan.

-Perusahaan Anjak Piutang, merupakan yang usahanya adalah mengambil alih


pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara mengambil kredit
bermasalah.

-Perusahaan Moal Ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaan-perusahaan


yang usahanya mengandung resiko tinggi.

-Dana Pensiun, merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana


pensiun suatu perusahaan pemberi kerja.

5.

Pendanaan Spontan ; Jenis pendanaan ini memiliki karakter jika aktifitas


persahaan berubah maka sumber pendanaanpun ikut berubah secara otomatis.
Beberapa bentuk sumber dana spontan antara lain : utang dagang rekening-
rekening akrual (misalnya pembayaran upah atau gaji atau pembayaran pajak).
Utang dagang timbul karena perusahaan membeli pasokan dari supplier dengan
kredit, sedang utang pajak terjadi karena pajak dibayar setiap tanggal tertentu
dalam satu tahunnya.
Rerata utang dagang = Nilai Utang / Perputaran Utang
Perputaran utang dalam satu tahun = Periode Waktu / Jangka Waktu Kredit
Pendanaan Tidak Spontan : Jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk
memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan
waktu untuk negosiasi atau perundingan secara formal. Beberapa bentuk
sumber dana tidak spontan antara lain :
1. Commersial Paper. Merupakan surat utang jangka pendek (jangka waktu 30-
90) hari tanpa jaminan yang dikeluarkan perusahaan besar dan dijual langsung
ke investor. Biasannya hanya perusahaan besar yang bisa mengeluarkan
commersial paper.
2. Pinjaman Kredit. Berasal dari lembaga keuangan dan lembaga keuangan non
bank. Pinjaman dari bank ada 2 jenis : (a) Kredit Transaksi, yaitu kredit yang
ditujukan untuk tujuan spesifik tertentu. (b) Kredit Lini, dengan pinjaman ini,
peminjam bisa meminjam sampai jumlah maksimum tertentu, yang menjadi
plafon (batas atas pinjaman)
3. Factoring atau anjak piutang berarti menjual piutang dagang. Dari segi
perusahaan yang mempunyai piutang, factoring memunyai manfaat karena
perusahaan tidak perlu menunggu sampai piutang jatuh tempo untuk
memperoleh kas. Piutang juga memperoleh manfaat karena factoring merupakan
alternative investasi.
4. Menjaminkan Piutang. Alternatif lain dari menjual piutang adalah
menggunakan piutang sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Dengan
alternatif ini, kepemilikan piutang masih ada di tangan perusahaan. Jika
pinjaman tidak terbayar, piutang yang dijadikan jaminan bisa digunakan untuk
melunasi pinjaman.
5. Menjaminkan Barang Dagangan (Persediaan). Perusahaan bisa menjaminkan
barang dagangan untuk memperoleh pinjaman. Prosedur yang dipakau akan
sama dengan penjaminan piutang. Pemberi jaminan akan mengevaluasi nilai
persediaan, kemudian akan memberikan pinjaman dalam presetase tertentu dari
nilai persediaan yang dijaminkan.
6. Akseptasi Bank
7. Report

Evaluasi Sumber Pendanaan Jangka Pendek


Untuk menentukan sumber pendanaan jangka pendek manajer keuangan bisa
mengevaluasi dengan menggunakan kerangka :
Strategi pendanaan secara keseluruhan
Biaya
Kerersediaan
Fleksibilitas

6. Character adalah data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-
sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang
keluarga maupun hobinya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya
calon nasabah ini jujur berusaha untuk memenuhi kewajibannya dengan kata
lain ini merupakan willingness to pay.
Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya
yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usaha (business
record) nya, sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa
sulit apa tidak, bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity ini merupakan ukuran
dari ability to play atau kemampuan dalam membayar.

Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya.
Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio
keuntungan yang diperoleh seperti return on equity, return on investment. Dari
kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan, dan
beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan.

Collateral adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon
pelanggan benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya. Collateral ini
diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam
pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang mungkin
bisa dijadikan jaminan.

Condition, pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi


ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha
yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu
mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan.

7.

1. Rasio likuiditas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi


kewajiban jangka pendeknya.
2. Rasio aktivitas, yang menunjukkan sejauh mana efektivitas penggunaan aset
dengan melihat tingkat aktivitas aset.
3. Rasio solvabilitas, mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi
kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio profitabilitas, melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba.