Anda di halaman 1dari 24

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

(Laporan Praktikum Mikrobiologi)

Oleh

Herdinan Said Al-fath


1614121123

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung
kegiatan praktikum. Mahasiswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka
mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat,
fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang akan
mempengaruhi kelancaran saat praktikum. Sebagai contoh , selama praktikum
Mahasisiwa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan praktikum.
Mahasiswa yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan mengerti
dalam praktikum sehinnga Mahasiswa memperoleh hasil praktikum yang
diharapkan.

Didalam pekerjaan mikrobiologi seringkali kita tidak lepas dari alat alat yang
berada di laboratorium. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang fungsi dan
sifat-sifat dari alt yang digunakan. Peralatan yang digunakan pada laboratorium
mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan
di laboratorium kimia yaitu berupa alat-alat gelas antara lain, tabung reaksi, cawan
petri, piprt ujur, labu erlenmeyer, dan sebagainya.
Dengan demikinan, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik
pengenalan, penyiapan, dan penggunaan serta fungsi dan prnsip kerja setiap alat
yang ada di laboratorium mikrobiologi.

I.2 Tujuan praktikum

1. Mengenal berbagai peralatan standar dalam laboratorium

2. Mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja pada tiap-tiap alat


II. Metodologi Praktikum

1.1 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada pkraktikum ini adalah

1. Mikroskop
Mikroskop majemuk
Mikroskop stereo

2. Alat-alat elektrik
Autoklaf
Oven
Incubator
Hot plate + shaker + magnetic stirrer
Colony counter
Laminan air flow
Spectrofotomter
Water destiler
Uv lamp

3. Alat alat non elektrik


Mikro pipet
Cawan petri
Pipet ukur
Pipet tetes
Tabung reaksi
Labu Erlenmeyer
Gelas ukur
Drigalski
Mortar dan pastle
Baker glass
Pembakar Bunsen
Tabung durham
4. Alat alat non glass
Jarum inokulum
Pinset
PH meter
Rubber bulb

2.2 Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum kali ini yaitu praktikan
diperlihatkan secara langsung peralatan laboratorium. Lalu praktikan mengamati
peralatan tersebut agar praktikan dapat mengetahui bentuk, fungsi dan cara
penggunaan dari peralatan yang ada di laboratorium mikrobiologi.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil pengamatan


No Nama Alat Kegunaan
Gambar
1 Cawan petri Untuk membiakan (kultivasi)
mikroorganisme pada medium
yangdituangkan diatas cawan ini.

2 Pipet ukur Untuk memindahkan atau mengambil


larutan dengan volume yang diketahui.

3 Pipet tetes Untuk memindahkan atau mengambil


larutan dengan volume yang
tidak diketahui.

4 Tabung reaksi Untuk uji-uji biokimiawi dan untuk


menumbuhkan mikroba

5 Labu erlenmeyer Untuk menampung larutan, bahan atau


cairan. Labu ini juga dapat digunakan
untuk meracik dan menghomogenkan
bahan-bahan, komposisi media,
menampung aquadest,kultivasi mikroba
dalam kultur cair dan lain-lain

6 Mortar dan Alu Untuk menumbuk atau menghancurkan


materi cuplikan, misalnya daging,roti atau
tanah sebelumdiproses lanjut.
7 Beaker glass Untuk preparasi media-media,
menampung aquadest dan lain-lain.

8 Tabung durham Alat ini berfungsi untuk menampung atau


menjebak gas yang terbentuk akibat
metabolisme pada bakteri yang diujikan.

9 Gelas ukur Untuk mengukur volume suatu cairan,


hamipir samadengan labu erlenmeyer
memiliki skala volume.

10 Batang L Untuk menyebarkan cairandipermukaan


agar supaya bakteri yang tersuspensi
dalam cairan tersebutmerata.

11 Bunsen burner Untuk menciptakan kondisi yang steril


dengan membakar kontaminan yang
berada pada udara.

12 Jarum ent
13 Jarum ose Untuk memindahkan biakan untuk
ditanam/ ditumbuhkan ke media baru
14 PH meter Untuk mengukur/ mengetahui pH suatu
larutan.

15 Pinset Untuk mengambil benda dengan menjepit.


Misalnya memindahkan cakra
mantibiotik.

16 Skapel

17 Ruber bulb Untuk menyedot larutanyang dapat


dipasangkan pada pangkal pipet ukur.

18 Mikro pipet Untuk memindahkan cairan yang


bervolume cukup kecil.

19 Mikroskop majemuk Untuk melihat benda-benda yang sangat


kecil seperti mikroorganisme, sel, dan
benda-benda lain yang bersifat
mikroskopis.Bayangan benda pada
mikroskop ini bersifat 2 dimensi.

20 Mikroskop stereo Untuk melihat objek yang membutuhkan


pembesaran tidak terlalu besar.Bayangan
benda yang diamati dengan mikroskop ini
terlihat 3 dimensi.

21 Oven Oven berfungsi untuk mensterilkan alat-


alat gelas yang tahan terhadap panas.

22 Autoklaf Untuk mensterilkan berbagai macam alat


danbahan yang digunakan dalam
mikrobiologi menggunakan uap air panas
bertekanan.

23 Shaker Shaker digunakan untuk mengaduk


larutan zat sehingga terbentuk larutan
yang homogen.

24 Incubator Untuk menginkubasi atau memeram


mikroba pada suhu yang terkontrol

25 Hot palate Untuk menghomogenkan suatu larutan


dengan pengadukan
26 Colony counter Untuk mempermudah perhitungan koloni
yang tumbuh setelah diinkubasi didalam
cawan karena adanya kaca pembesar.

27 Lamianar air flow Untuk bekerja secara aseptis pada suatu


ruangan.

28 Spectophoto meter Alat ini berfungsi untuk mengukur


jumlah pertumbuhan bakteri.

3.2 Pembahasan

Dari hasil pengamatan alat-alat tersebut memiliki fungsi dan penggunaan yang
berbeda, meskipun ada juga fungsidan penggunaannya hampir sama.Alat-alat ini
juga terdiri dari sterilisasi, yaitu alat yang digunakan untuk sterilisasi. Sterilisasi
adalah usaha untuk membebaskan alat-alat maupun bahan-bahan dari semua
kehidupan. Alat isolasi adalah alat yang digunakan untuk mengisolasi
mikroorganisme dan alat inokulasi mikroba. Berikut pembahasan lebih lanjut
mengenai alat-alat yang ada di laboratorium.

3.2.1 Mikroskop cahaya

a. Prinsip kerja dari mikroskop ini adalah dengan memantulkan cahayamelalui


cermin, lalu diteruskan hingga lensa objektif. Di lensa objektif bayangan yang
dihasilkan adalah maya, terbalik, dan diperbesar. Kemudian bayangan akan
diteruskan dan menghasilkan bayangan yang tegak, nyata dandiperbesar oleh
mata pengamat. Semakin banyak cahaya yang dipantulkanmelalui cermin,
maka akan semakin terang juga mikroorganisme yang dilihat.Mikroskop
memiliki pembesaran objektif (4x, 10x, 40x, dan 100x) sertapembesaran okuler
(10x).
b. Mikroskop berfungsi sebagai alat bantu untuk melihat mikroorganismeyang tak
dapat terlihat oleh mata telanjang.
c. Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya masing-masing bagian-bagian
mikroskop:
Lensa okuler : untuk memperbesar bayangan yang dibentuk.
Revolver (pemutar lensa objektif) : untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah pembesaran.
Tabung pengamatan (tabung okuler) : untuk mengamati bayangan.
Meja objek : tempat meletakan benda / spesimen.
Kondensor : untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa objektif.
Lensa objektif : memperbesar bayangan specimen.
Pengatur kekuatan lampu : untuk memperbesar dan memperkecil
itensitascahaya lampu.
Tombol on-off : menghidupkan dan mematikan lampu.
Cincin pengatur diopter : untuk menyamakan fokus antara mata kanan dan
kiri(pada mikroskop binokuler).
Pengatur jarak interpupillar : untuk mengatur kejelasan bayangan pada
lensaokuler.
Penjepis spesimen : untuk menjepit spesimen yang diamati agar tidak
bergeser.
Sumber cahaya : untuk sumber cahaya yang dipantulkan oleh cermin.
(padamikroskop cahaya biasa).
Sekrup pengatur vertikal : untuk menaikan atau menurunkan kaca objek.
Sekrup pengatur horizontal : untuk menggeser ke kanan / ke kiri kaca
objek.
Sekrup fokus kasar (makrometer) : menaikan dan menurunkan meja
preparat secara kasar dan cepat.
Sekrup fokus halus (mikrometer) : menaik turunkan meja objek secara
halus dan lembut.
Sekrup pengencang tabung okuler.
Sekrup untuk mengatur konsensor : untuk menaik-turunkan konsensor.
d. Cara Kerja (Prosedur Operasi)
Menyalakan Lampu.
Tekan tombol on pada tombol on-off .
Atur kekuatan cahaya lampu dengan memutar bagian pengatur
itensitasketerangan cahaya.
Menempatkan spesimen pada meja benda.
Letakan objek glass diatas meja benda kemudian jepit dengan
penjepitspesimen. Jika meja benda belum turun maka turunkan dengan
sekrupkasar (Makrometer).
Cari bagian objek glass yang terdapat preparat ulas (dicari dandiperkirakan
memiliki gambar yang jelas) dengan memutar sekrupvertikal dan
horozontal (penggeser).
Putar revolver pada pembesaran objektif yang diperlukan, misalnya
40xlalu putar sekrup kasar (Makrometer) sehingga meja benda bergerak
keatas untuk mencari fokus.
Setelah terlihat bayangan benda lalu fokuskan dengan
menggunakansekrup halus (Mikrometer) untuk mendapatkan bayangan
yang lebihbersih dan jelas.

3.2.2 Mikroskop stereo

a. Fungsi dan keterangan Mikroskop stereo berfungsi untuk melihat objek yang
membutuhkanpembesaran tidak terlalu besar. Di Laborarotium Mikrobiologi,
mikroskop inibiasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni
dan jamur.
b. Bagian-bagian mikroskop stereo (misalZoom Stereo
Microscope,OlimpusSZ3060) yaitu
Lensa okuler
Cincin pengatur diopter
Sekrup pengatur pembesaran
Sekrup pengatur focus
Pelat tempat spesimen diletakan
Penjepit preparat
Prosedur Operasi
c. Cara Kerja
Letakan spesimen di plat preparat, jepit jika perlu.
Atur pembesaran pada pembesaran terkecil dengan memutar
sekruppengatur pembesaran kemudian dicari fokusnya dengan memutar
sekruppengatur fokus.
Jika ingin mendapatkan bayangan yang lebih besar, putar sekrup
pengaturpembesaran ke pembesaran yang lebih tinggi kemudian dicari
fokusnya.

3.2.3 Autoklaf

a. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menggunakan uap air panasbertekanan untuk
membunuh dan menghilangkan kotoran dan mikroba yang terdapat pada alat
atau bahan yang akan digunakan dalam praktikum ataupercobaan.
b. Fungsi mensterilkan alat atau bahan yang akan digunakan pada percobaan atau
prkatikum Mikrobiologi untuk menghindari kontaminasi.
c. Bagian-bagian autoklaf .
Tombol pengatur waktu mundur (timer )
Katup pengeluaran uap
Pengukur tekanan
Klep pengaman
Tombolon-off
Termometer
Lempeng sumber panas
Aquadest
Sekrup pengaman
Batas penambahan air
d. Cara penggunaan :
Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam
autoklaf.Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat
ditambahkan airsampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi
(airpenyulingan/aquadest), untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
Masukkan peralatan dan bahan yang akan di sterilkan. Jika
mensterilkanbotol bertutup ulir, maka tutup harus dikendorkan.
Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak
adauap yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan
dikencangkanterlebih dahulu.
Nyalakan autoklaf, diaturtimer dengan waktu minimal 15 menit pada
suhu121C.
Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi
kompartemenautoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian
klap pengamanditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai.
Penghitungan waktu 15menit dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
Jika alarm tanda selesasi berbunyi, maka tunggu tekanan
dalamkompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara lingkungan
(jarum pada presure gauge menunjuk ke angka nol). Kemudian klep-
kleppengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.

3.2.4 Inkubator

a. Prinsi kerja alat ini yaitu dengan memasukan atau menyimpan biakanmurni
mikroorganisme, kemudian mengatur suhunya, biasanya hanya dapatdiatur
siatas suhu tertentu.
b. Fungsi inkubator adalah untuk menginkubasi atau memeram mikrobapada suhu
tertentu yang terkontrol.

3.2.5 Hot plate

a. Prinsip kerjanya menyimpan beaker glass atau labu erlenmeyer yang berisi
cairan ataularutan yang akan dihomogenkan diatas plat alat ini. Didalam alat
ini jugaterdapat plat yang dapat dipanaskan sehingga mempercepat
proseshomogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet, Hot
platedanmagnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS misalnya.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menghomogenkan larutan atau cairandengan
pengadukan.

3.2.6 Colony Counter

a. Prinsip kerja alat ini yaitu setelah di on kan, kita menyimpan cawanpetri
berisikan bakteri atau jamur dalam kamar hitung, kemudian mengaturalat
penghitung pada posisi (000) dan mulailah menghitung denganmenggunakan
jarum penunjuk sambil melihat jumlah pada layar hitung.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menghitung jumlah koloni dari bakteri.
3.2.7 Biological Safety Cabinet (BSC) / Laminar Air Flow(LAF)

a. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari alat ini yaitu membunuh dan menghilangkan
bakteriyang terbawa atau terapung diudara pada suatu ruangan untuk
menciptakansuasana ruangan yang steril.
b. FungsiAlat ini berfungsi untuk mensterilkan suatu ruangan yang akan
digunakan untuk percobaan Mikrobiologi agar tidak ada kontaminasi
bakteriyang terdapat diudara.
c. Cara Operasi Cara pengoperasian alat ini, misalnya pada alat
PurifierTMBiologicalSafety
d. Cabinet dari LABCONCO yang dimiliki laboratorium mikrobiologi adalah.
Hidupkan lampu UV selama 2 jam, selanjutnya matikan segera
sebelumdimulai bekerja.
Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah.
Nyalakan lampu neon dan blower.
Biarkan selama 5 menit.
Cuci tangan dan lengan dengan sabun gemisidal/ alkohol 70%..
Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70% atau desinfektan
yangcocok dan biarkan menguap.
Masukan alat dan bahan yang akan dikerjakan, jangan terlalu penuh
karenamemperbesar resiko kontaminan.
Atur alat dan bahan yang telah dimasukan ke BSC sedemikian
rupasehingga efektif dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar
steril.
Jangan menggunakan pembakar bunsen dengan bahan bakar alkohol
tapigunakan yang berbahan bakar gas.
Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu
olehaktivitas kerja.
Setelah selesai bekerja, biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak
keluardari BSC.
Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70% / desinfektan
danbiarkan menguap lalu tangan dibasuh dengan desinfektan.
Matikan lampu neon dan blower.

3.2.8 Mikropipet dan Tip

a. Fungsi alat ini yaitu untuk memindahkan atau mengambil larutan ataucairan
dalam volume yang cukup kecil.
b. Cara Operasi/ Cara Penggunaan alat ini adalah :
Sebelum digunakan Thumb Knobsebaiknya ditekan berkali-kali
untuk memastikan lancarnya mikro pipet
Masukkan Tip bersih kedalamNozzle / ujung mikropipet.
Tekan Thumb Knob sampai hambatan pertama/ first stop, jangan
ditekanlebih kedalam lagi.
Masukkan Tip kedalam cairan sedalam 3-4 mm.
Tahan pipet dalam posisi vertikal kemudian lepaskan tekanan
dariThumbKnobmaka cairan akan masuk ke dalam Tip.
Pindahkan ujung Tip ke tempat penampung yang diinginkan (Cawan
Petriatau Kaca Objek misalnya).
Tekan Thumb Knob sampai hambatan kedua/ second stopatau
tekansemaksimal mungkin maka semua cairan akan keluar dari ujung Tip.
Jika ingin melepas Tip putarThumb Knobsearah jarum jam dan tekanmaka
Tip akan terdorong keluar dengan sendirinya, atau menggunakan
alattambahan yang berfungsi mendorong Tip keluar.

3.2.9 Cawan Petri (Petri Dish)

a. Prinsip Kerjacawan petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil


sebagaiwadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Prinsip kerjanya
yaitumedium dapat dituangkan ke cawan bagian bawah dan cawan bagian
atassebagai penutup.
b. FungsiFungsi dari cawan petri ini yaitu sebagai tempat pertumbuhan
mikrobasecara kuantitatif dan sebagai temapt pengujian sample.

3.2.10 Pipet Ukur

a. Prinsip kerja pipet ukur dapat digunakan dengan bantuan filler sebagai
penyedotnya. Pada pipet ini terdapat skala yang dapat digunakan sebagai
takaran atau ukuran volume larutan atau cairan yang akan di ambil.
b. Fungsi dari pipet ukur adalah untuk memindahkan atau mengambilcairan atau
larutan yang volumenya dapat diketahui (melalui skala yangterdapat pada pipet
ini).

3.2.11 Pipet Tetes

a. Prinsip kerja alat ini yaitu dengan menekan bagian karet yang beradapada
pangkal pipet ini, kemudian bagian ujungnya dimasukkan kedalamcairan atau
larutan yang akan diambil dan melepaskan tekanan pada karettersebut. Pipet ini
hampir sama dengan pipet ukur hanya saja volume padapipet ini tidak dapat
diketahui (karena tak terdapat skala pada pipet ini).
b. Fungsi dari pipet ini yaitu untuk memindahkan atau mengambil larutanatau
cairan dengan volume yang tak diketahui.

3.2.12 Tabung Reaksi

a. Prinsip kerjanyayaitu pada waktu memanaskan media yang adadidalam tabung


reaksi, tabung reaksi harus berada dalam keadaan miringdiatas nyala api dan
mulut tabung jangan sekali-kali menghadap pada diri kitaatau orang lain.
Tabung reaksi yang disterilkan didalam autoklaf harus ditutupdengan kapas
atau alumunium foil.
b. Fungsinya adalah untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.

3.2.13 Labu Erlenmeyer

a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau zat kimia


secaralangsung atau menggunakan corong dengan hati-hati. Labu ini memiliki
bagian yang lebar di bawah dan bagian yang agak sempit (menyempit)
padabagian atasnya.
b. Fungsi untuk menampung larutan, bahan, atau cairan. Labu Erlenmeyer dapat
digunakan juga untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan,
komposisimedia, menampung aquadest, kultivasi mikroba dalam kultur cair,
dan lain-lain.

3.2.14 Gelas Ukur

a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau cairan zat kimiasecara
langsung dengan berhati-hati.
b. Fungsi dari Gelas Ukur adalah untuk mengukur volume suatu cairan,seperti
labu erlenmeyer, memiliki beberapa pilihan berdasarkan skalavolumenya. Pada
saat mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebutditentukan
berdasarkan menuskus cekung larutan.

3.2.15 Batang L
a. Prinsip Kerjanya yaitu dengan menggunakan bagian yang berbentuk L
untuk menyebarkan permukaan cairan.
b. Fungsiuntuk menyebarkan cairan dipermukaan agar supaya bakteri yang
tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata.

3.2.16 Mortar dan Pestle

a. Prinsipnya adalah menggerus atau menumbuk bahan yang akan digunakan


yang berbentuk padatan agar menjadi halus dan berbentuk serbuk.Alat ini
terdiri dari Lumpang dan Alu (kalo dalam keseharian, prinsipnyasama dengan
ulekan).
b. Fungsi alat ini adalah untuk menumbuk atau menghancurkan bahanyang akan
digunakan agar halus.

3.2.17 Beaker Glass

a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menuangkan larutan atau cairan kedalamBeaker


glass ini.
b. Fungsi dari Beaker glass ini banyak. Didalam mikrobiologi alat inidapat
digunakan untuk preparasi media, menampung aquadest dan lain-lain.

4.2.18 Pembakar Bunsen/ Pembakar Spirtus

a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menyalakannya dengan membakarbagian sumbu


(pada pembakar spirtus) dengan korek api atau dengan memberiapi pada
bagian atas (dari pembakar bunsen yang berbahan bakar gas). Bunsenini ada
yang berbahan bakar gas atau methanol.
b. Fungsi untuk menciptakan kondisi yang steril. Api yang menyala
dapatmembuat aliran udara karena oksigen dikonsumsi dari bawah dan
diharapkankontaminan ikut terbakar dalam pola aliran udara tersebut. Juga alat
ini dapatdigunakan untuk mensterilkan jarum ose atau yang lainnya.

3.2.19 Tabung Durham

a. Prinsip kerjanya yaitu tabung durham dicuci, kemudian diisi denganmedium


yang terdapat pada tabung reaksi dengan mikropipet, atau dapat jugadi
tancapkan (secara terbalik) ke medium yang mengandung mikroba
b. Fungsinya adalah untuk menampung atau menjebak gas yang terbentuk akibat
dari metabolisme pada bakteri yang diujikan.

3.2.20 Jarum Inokulum (ose)

a. Prinsip kerjanya ialah sebelum alat ini digunakan, terlebih dahuludisterilkan


dengan membakar ujungnya pada pembakar bunsen sampaiberpijar, kemudian
biarkan ujung jarum ini dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya
bakteri atau mikroba yang akan dipindahkan atau ditanam.Jarum ini memiliki 2
jenis ujung, ada yang lurus dan ada juga yang ujungnyaberbentuk lingkaran.
b. FungsiUntuk menginokulasi kultur mikroba khususnya mikroba aerob dengan
metode streak,juga digunakan untuk mengambil mikroorganisme
untuk diinokulasi/ ditanam pada media.

3.2.21 Pinset

a. Prinsip KerjaPrinsip kerjanya adalah menjepit benda yang akan diambil atau
dipindahkan.
b. Fungsi Untuk mengambil benda dengan menjepit, misalnya saat
memindahkancakram antibiotik.

3.2.22 Rubber Bulb

a. Prinsip kerjanya adalah dengan menempelkan atau memasang alat inipada


pangkal pipet ukur, untuk mengambil larutan tekan bagian bundar padaalat ini.
Pada alat ini terdapat 3 saluran yang masing-masing saluran memilikikatup.
Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk mengeluarkan udaradari
gelembung. Bersimbol S (suction) merupakan katup yang juka ditekanmaka
cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas. Kemudian bersimbol E(exhaust )
berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari dalam pipet ukur.
b. Fungsi dari alat ini adalah untuk menyedot larutan pada pipet ukur(seebagai
alat sedot pada pipet ukur).

3.2.23 Sepktofotometer

a. Prinsip kerja
Prinsip kerja alat ini adalah membiaskan cahaya kedalam kupet yang berisi
sampel (zat), sebagian sinar akan ada yang diteruskan dan sebagian lagi akan
diserap. Saat pemasangan kupet ke dalam sepektometri tidak boleh
menggunakan tangan, karena minyak yang terdapat pada tangan akan
menempel pada kupet dan mempengaruhi hasil akhirnya.
b. Fungsi
Alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah pertumbuhan bakteri.

3.2.24 Oven

a. Prinsip kerja dari alat ini yaitu terlebih dahulu memeriksa tegangan yang
diperlukan untuk beroperasinya oven, biasanya 110 atau 220 volt. Kemudian
menekan saklar power indikator lampu menyala, setelah itu mengatur suhu
dalam ruangan yang diinginkan dengan cara memutar pengatur suhu, begitu
pula dengan waktunya.
b. Oven berfungsi untuk mensterilkan alat- alat gelas yang tahan terhadap panas.

3.2.25 Tabung durham

a. Prinsip kerjanya yaitu tabung durham dicuci, kemudian diisi dengan medium
yang terdapat pada tabung reaksi dengan menggunakan pipet yang ujungnya
kecil.
b. Alat ini berfungsi untuk menampung atau menjebak gas yang terbentuk akibat
metabolisme pada bakteri yang diujikan.

3.2.26 Shaker

a. Prinsip kerja alat ini ialah dengan meletakkan tabung erlenmeyer di atas wadah
shaker, kemudian menyalakan shaker untuk mengocok larutan yang ada di
dalam tabung erlenmeyer.
b. Shaker digunakan untuk mengaduk larutan zat sehingga terbentuk larutan yang
homogen.

3.2.27 Jarum ENT

Prinsip kerjanya: Yaitu sebelum alat ini digunakan, terlebih dahulu disterilkan
dengan memanaskan ujungnya sampai berpijar, kemudian membiarkan
ujung ent dingin sebelum digunakan untuk mencegah matinya bakteri.

3.2.28 pH indikator universal


a. Prinsip kerjanya yaitu dengan menempelkan kertas pH indikator ini kebenda
yang akan di uji pH-nya, ada tingkatan warna tertentu yang menyatakannilai
atau tingkatan pH-nya.
b. Fungsi Untuk mengukur tingkatan pH pada suatu larutan atau benda
yangsedang diujikan.

V. KESIMPULAN

1. Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat


ditarik kesimpulan bahwapada setiap alat yang digunakan dalam praktikum ini
memiliki nama dan fungsinya masing-masing, sehingga diperlukan pengenalan
terhadap alat-alat yang akan digunakan.
2. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alatlaboratorium dapat kita
gunakan waktu yang relative lama dan dalam keadaan baik. Alat-alat ini perlu
dipelihara dengan baik dan selalu mensterilkannya ketika akan
menggunakannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Penguasaan dan pemahaman dalam penggunaan alat-alat akan
sangatmembantu dan menghindari kegagalan dalam praktikum mikrobiologi
ini.

DAFTAR PUSTAKA

Alaerts, G dan Sumestri Santika.1984. Metoda Penelitian Air. Surabaya: Usaha


Nasional.

Anonim.2013.LaporanPraktikumMikrobiologi.httpmuhammadalialfi.blogspot.
com(Diakses 25 maret 2017)
Anonim.2013.Pengenalan Alat Laboratorium.httphokayuruke.blogspot.com
(diakses 25 maret 2017)

Anonim.2013.Pengenalan Alat Mikrobiologi.http.www.riantandra.wordpress. com


(Diakses 25 maret 2017)
LAMPIRAN