Anda di halaman 1dari 14

GANGGUAN TUMBUH KEMBANG ANAK

7 gangguan tumbuh kembang anak yang perlu kita ketahui. Perkembangan dan tumbuh
kembang anak perlu kita pantau secara terus menerus. Dengan memperhatikan tumbuh
kembangnya kita berharap dapat mengetahuinya secara dini kelainan pada anak kita sehingga
langkah-langkah antisipatif lebih cepat kita ambil. Anak yang cedas adalah harapan setiap orang
tua. Orang tua selalu berharap agar anaknya dapat tumbuh sehat. Berikut 7 gangguan tumbuh
kembang anak yang perlu kita ketahui :

1. Gangguan bicara dan bahasa. Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh


perkembangan anak. Kurangnya stimulasi akan dapat menyebabkan gangguan
berbicara dan berbahasa bahkan gangguan ini dapat menetap.

2. Cerebral palsy. Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak
progresif, yang disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat
yang sedang tumbuh/belum selesai pertumbuhannya.

3. Sindrom Down. Anak dengan sindrom down adalah individu yang dapat dikenal dari
fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas, yang menjadi akibat adanya jumlah
kromosom 21 yang lebih. Beberapa faktor seperti kelainan jantung kongenital, hipotonia
yang berat, masalah biologis atau lingkungan lainnya dapat menyebabkan keterlambatan
perkembangan motorik dan keterampilan untuk menolong diri sendiri.

4. Perawakan pendek. Penyababnya dapat karena variasi normal, gangguan gizi, kelainan
kromosom, penyakit sistemik atau karena kelainan endokrin.

5. Gangguan autisme. Merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang


gejalanya muncul sebelum anak berumur 3 tahun. Pervasif berarti meliputi seluruh aspek
perkembangan sehingga gangguan tersebut sangat luas dan berat, yang mempengaruhi
anak secara mendalam. Gangguan perkembangan yang ditemukan pada autisme
mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku.
6. Retardasi mental. Merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah
( IQ<70) yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi
terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal.

7. Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas ( GPPH ). Merupakan gangguan


dimana anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian yang seringkali disertai
dengan hiperaktivitas.

http://sobatsehat.com/2009/10/19/7-gangguan-tumbuh-kembang-anak-yang-perlu-kita-
ketahui/

Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Penyebabnya

OPINI | 26 October 2010 | 14:27 Dibaca: 2649 Komentar: 0 Nihil

Di dalam kehidupan sehari-hari kita menemui berbagai macam karakter, sikap dan tingkah laku
anak-anak yang berbeda-beda. Di antara berbagai macam karakter, sikap dan tingkah laku anak-
anak yang berbeda-beda tersebut, terkadang kita juga menjumpai beberapa anak yang memiliki
karakter, sikap dan tingkah laku yang agak berbeda dari kebanyakan anak-anak. Hal ini
terkadang kurang di perhatikan dan disadari oleh kita semua. KIta hanya tahu bahwa anak itu
bodoh dan tidak memiliki kemampuan, tanpa kita berfikir dan sadari mungkin saja anak itu
mengalami gangguan tumbuh kembang atau mengalami cedera otak.

Berikut sedikit informasi tentang beberapa gangguan tumbuh kembang anak yang sering terjadi dan
penyebabnya.

1. Mental Retardasi (MR)

MR (keterbelakangan mental) adalah suatu keadaan dimana kemampuan intelektual di bawah


rata-rata dan di sertai dengan penurunan perilaku adaptasi dan manivestasinya selama masa
perkembangan. Biasanya kelihatan saat umur anak di atas 3 tahun.

MR dapat di klasifikasikan menjadi 3 :


a. Educable (mampu untuk di didik) = IQ 50 s/d 75.

b. Try Enable (mampu untuk di latih) = IQ 25 s/d 49.

c. Custodial (mampu rawat) = IQ 0 s/d 24.

Penyebab MR (Mental Retardasi) adalah :

Pre Natal (saat kehamilan) : anoxia (kurang oksigen), infeksi ibu seperti toksoplasma rubella,
sipilis, kekurangan gizi.

Natal (saat kelahiran) : anoxia, prematur, lahir dengan di vakum, dll.

Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun) : anoxia, trauma kepala, kuarang gizi, dll.

2. Down Sindrome

Down Sindrome adalah gangguan mental syndrome akibat dari jumlah kromosom yang tidak
normal dan memiliki ciri yang khas seperti wajah mongoloid. 90% kasus di sebabkan karena
kelebihan kromosom ke-21, perpindahan komponen kromosom 21 pindah ke kromosom yang
lain sehingga pada manusia normal mempunyai 2 garis kromosom yang sama (linear) menjadi
tidak seimbang karena salah satu kromosomnya menjadi 47 (pada normalnya 46).

Penyebab yang lainnya adalah faktor usia pada saat ibu hamil. Berdasarkan penelitian dimana
usia ibu melahirkan &gt;= 40 tahun lebih beresiko melahirkan anak dengan down syndrome dari
pada ibu-ibu muda.

3. Autis

Autis adalah gangguan tumbuh kembang anak pada masa kanak-kanak dengan karakteristik
sebagai berikut :

1. Kurang atau tidak adanya respon terhadap orang lain.

2. Penurunan dalam berkomunikasi atau berbicara.


3. Bereaksi yang aneh terhadap berbagai aspek lingkungan.

4. Gangguan berbicara seperti ecolalia.

5. Melakukan sesuatu tanpa tujuan.

Autis kelihatan di saat umur anak di atas 3 tahun.

Penyebab autis secara pasti belum di ketahui, di duga autis disebabkan karena adanya gangguan
reticular system aktif (system saraf pusat), faktor genetik, metabolic dan biochemical.

Banyak orang tua yang melaporkan anak autis mengalami kemajuan pesat setelah tidak
mengkonsumsi susu sapi dan terigu. Kenapa demikian ? alasannya karena hampir semua anak
autis menderita Multiple Food Alergi / Alergi Makanan, sehingga perlu dilakukan pengaturan
dukungan nutrisi yang sesuai dan seimbang, sebagai contoh yang paling sering terjadi menurut
pengalaman saya, kebanyakan anak autis lebih sering cenderung bersikap hiperaktif bila di beri
susu sapi, cokelat, dan makanan yang terbuat dari terigu.

Pengaturan nutrisi dan diet untuk anak autis berikut contoh bahan makanan dan minuman yang
dilarang, adalah :

Diet bebas Gluten dan Kasein. Gluten : Makanan yang mengandung terigu ( Mie, roti,
biskuit ).Kasein : mentega,mozarella butter, butter, susu sapi, yoghurt, susu kambing, susu bubuk,
keju, laktalbumin, cream.

Diet bebas gula : gula pasir, soft drink, sirup, fruit juice kemasan.

Diet bebas jamur/fermentasi : minuman fermentasi, kecap, vermipan, tauco, baking soda, keju,
soft drink.

Diet bebas zat aditif : pewarna makanan, penambah rasa, dan pengawet makanan.

Diet bebas fenol dan salisilat : buah berwarna cerah, anggur, apel, almond, cherry, plum, prune,
jeruk, tomat.

Diet rotasi dan eliminasi : diketahui dan dilakukan setelah melakukan test alergi.
Pengaturan alat masak dan saat pemberian makanan : Alat masak dari bahan yang tidak
mengandung logam berat. Makanan yang tinggi protein di berikan saat makan pagi untuk
mencegah anak hiperaktif.

Pemberian suplemen yang sesuai.

Catatan : sebaiknya sebelum melakukan diet, lakukanlah test alergi terlebih dahulu.

4. ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder)

ADHD adalah suatu kondisi yang di gunakan untuk menggambarkan anak-anak dengan
itelegensi rata-rata atau di bawah rata-rata yang mempunyai tingkat perkembangan yang tidak
sesuai pada area atensi dengan adanya implusive dan hiperaktif.

Penyebab gangguan ini tidak di ketahui secara pasti, faktor penyebabnya mungkin berhubungan
dengan kerusakan sistem saraf pusat selama atau sebelum kehamilan, faktor genetik, hiperaktif di
sebabkan oleh kurangnya penyaringan stimulasi eksternal.

5. Gangguan Congenital

Gangguan Congenital adalah suatu kondisi yang di tandai dengan malformasi pada anggota
tubuh yang terjadi selama proses kehamilan. Penyebab secara pasti masih belum di ketahui,
kemungkinan faktor genetik atau metabolisme.

6. Cerebral Palsy

CP (Cerebral Palsy) adalah kelainan anggota gerak yang di sebabkan oleh gangguan otak/cidera
otak yang sifatnya tidak progresif, sehingga berdampak pada sistem motorik anak.

Penyebabnya :

a. Prenatal (saat kehamilan)

Infeksi seperti : Rubella, toksoplasma, cipilis.

Anoxia (kekurangan oksigen).


Trauma kehamilan.

b. Natal (saat kelahiran)

Prematur

Lahir dengan divakum

Anoxia

c. Post Natal (saat pertumbuhan 0-3 tahun)

Trauma kepala

Anoxia

CP (Cerebral Palsy) ada beberapa macam, yaitu :

- CP Spastik : kerusakan terjadi di otak besar.

- CP Atetoik : lokasi gangguan ada di otak besar.

- CP Ataksia : terjadi gangguan pada otak kecil.

- CP Flaccid : gangguan pada otot.

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/10/26/gangguan-tumbuh-kembang-anak-dan-
penyebabnya/

MASALAH YANG SERING TERJADI PADA TUMBUH KEMBANG ANAK

Gangguan Bicara dan Bahasa

Berbicara merupakan titik sentral penting, bagi seluruh perkembangan anak. Keterlambatan
bicara sering terjadi pada anak. Hal tersebut terjadi karena adanya keterlambatan manuritas
(kematangan) dari proses saraf pusat yang diperlukan, dalam memproduksi kemampuan
berbicara. Kurangnya stimulasi juga bisa menjadi penyebab gangguan ini, dan jika tidak segera
ditangani gangguan ini bisa menetap.

Menurut beberapa penelitian, penyebab gangguan berbicara terjadi karena adanya gangguan
hemisfer dominant. Gangguan ini mengarah ke otak bagian kiri. Beberapa ada juga yang
ditemukan di otak sebelah kanan, korpus kalosum, dan lintasan pendengaran yang saling
berhubungan. Gangguan bicara sering terjadi pada anak laki-laki dan biasanya ringan.
Umumnya, kemampuan berbicara akan terlihat baik saat umur 2 tahun.

Cerebral Palsy (CP)

Cerebal palsy merupakan kondisi yang menyerang pusat kendali pergerakan.Anak dikatakan
menderita CP jika mengalami gangguan motorik, ada gangguan pada tonus otot, terutama di
gerak motorik yang disebabkan cedera di otak yang sifatnya non progresif.

Anak yang mengalami gangguan ini, akan menyebabkan kesulitan dalam memegang obyek,
merangkak dan berjalan. Penderita juga mengalami kejang dan gangguan mental. CP berat
menyebabkan anak tidak bisa berjalan dan memerlukan perawatan ekstensif jangka panjang.
Sedangkan CP ringan hanya sedikit canggung dalam gerakan, dan membutuhan bantuan khusus.

Sindrom Down

Gangguan ini merupakan kelainan genetic, disebabkan jumlah kromosom 21 yang lebih banyak
disbanding orang normal. Manusia normal memiliki kromosom 46, sedangkan pendeita sindrom
down memiliki kromosom 47. Gangguan ini ditandai dengan wajah yang mirip orang Mongolia
dan penderita mengalami cacat mental. Gangguan ini bisa terdeteksi saat masa kehamilan ibu,
dengan cara pengambilan contoh air ketuban, dan tes darah sebelum minggu ke 16 masa
kehamilan.

Perawakan Pendek

Ini adalah merupakan keadaan di mana anak memeliki tinggi badan dibawah persentil ke-3 (P

Autis
Autis merupakan kondisi anak sejak lahir, yang membuatnya tidak dapat melakukan hubungan
sosial atau berkomunikasi secara normal. Akibatnya, anak merasa terisolasi dan masuk ke
dunianya sendiri, aktivitas dan minta yang obsesif (baron-Cohen, 1993).

Gejalanya muncul saat anak berumur 3 tahun. Yang dirasakan biasanya komunikasi (terlambat
atau tidak bisa berbicara), sulit bersosialisasi, kelainan pengindraan (sensitive terhadap cahaya,
pendengaran, sentuhan, penciuman, dan rasa), dan perilaku (hiperaktif dan pasif). Namun kadang
kala bisa terdeteksi sebelum usia 3 tahun.

Retardasi Mental

Retardasi mental adalah keadaan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa
perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terjadi perkembangan mental yang
kurang secara keseluruhan. Gejala utama pada retardasi mental ialah intelegensi yang
terbelakang atau keterbelakangan mental (IQ)

Sumber : Ethical Digest

Berikut enam gangguan tumbuh kembang anak yang perlu kita ketahui:

1.Gangguan bicara dan bahasa. Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh


perkembangan anak. Kurangnya stimulasi akan dapat menyebabkan gangguan berbicara dan
berbahasa, bahkan gangguan ini dapat menetap.

2.Cerebral palsy. Merupakan suatu kelainan gerakan dan postur tubuh yang tidak progresif, yang
disebabkan oleh kerusakan sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh/belum
selesai pertumbuhannya.

3.Sindrom Down. Anak dengan sindrom down adalah individu yang dapat dikenal dari
fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas, yang menjadi akibat adanya jumlah
kromosom 21 yang lebih. Beberapa faktor seperti kelainan jantung kongenital, hipotonia yang
berat, masalah biologis atau lingkungan lainnya dapat menyebabkan keterlambatan
perkembangan motorik dan keterampilan untuk menolong diri sendiri.

4.Perawakan pendek.
Penyebabnya dapat karena variasi normal, gangguan gizi, kelainan kromosom, penyakit sistemik
atau karena kelainan endokrin.

5.Gangguan autisme.
Merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang gejalanya muncul sebelum anak
berumur tiga tahun. Pervasif berarti meliputi seluruh aspek perkem bangan sehingga gangguan
tersebut sangat luas dan berat, yang memengaruhi anak secara mendalam. Gangguan
perkembangan yang ditemukan pada autisme mencakup bidang interaksi sosial, komunikasi dan
perilaku.

6.Retardasi mental. Merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh intelegensia yang rendah

http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=90010

Faktor-faktor adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak pada


umumnya, adalah :

Bayi dengan berat badan lahir yang rendah (kurang dari 1.500 gram).

Bayi kurang bulan (premature) dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu.

Bayi dengan gangguan kesehatan dalam masa perinatal (mulai dari usia kehamilan 28 minggu sd
usia 7 hari), seperti : sindroma gawat napas, hiperbilirubinemi (kuning) atau keadaan lain yang
memerlukan transfusi tukar, kejang pada bayi baru lahir dan radang selaput otak.

Bayi dengan infeksi bawaan (congenital): cytomegalovirus, toxoplasma, rubella and syphilis.

Pada bayi - anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang, seperti :

Bayi dengan kelainan bawaan seperti sindroma Down atau Trisomi 21.
Anak dengan keterlambatan kemampuan berbicara atau gangguan berkomunikasi, gangguan
pendengaran dan gangguan penglihatan.

Bayi dan Anak dengan keterlambatan sistem motorik, seperti: terlambat duduk, terlambat
berjalan.

Anak dengan kesulitan belajar.

Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif.

http://www.bunda.co.id/rsiabundajakarta/tumbuhkembang.php

PENANGANAN ANAK BERKELAINAN


Jika orang tua terlanjur memiliki anak yang terlahir cacat, cacat pada masa kanakkanak,
tidak sengaja menjadi cacat karena jatuh atau infeksi maka tidak usah berkecil
hati. Anak tetap harus dirawat dan dijaga dnegan baik untuk mencegah kecacatan yang
lebih parah dan menjaga kesehatannya supaya dapat dididik untuk menjadi orang yang
berguna setidaknya tidak merepotkan keluarga dan masyarakat.
5
Hidrosefalus
- Tindakan pembedahan (operasi)
- Kontrol rutin
Autis
Terapi psikofarmakologi tidak mengubah riwayat keadaan/perjalanan
gangguan autis, tetapi efektif mengurangi perilaku autistik, seperti hiperaktivitas,
penarikan diri, stereotipik, menyakiti diri sendiri, agresivitas, & gangguan tidur.
Terapi edukasi untuk meningkatkan interaksi sosial & komunikasi
Terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, sensori integrasi (pengorganisasian
informasi melalui semua indera), latihan integrasi pendengaran utk mengurangi
hipersensitivitas thd suara, intervensi keluarga, dan lain lain.
Terapi biomedis untuk gangguan saluran cerna pengaturan diet dengan
menghindari zat-zat yg menimbulkan alergi (kasein, gluten), pemberian suplemen
vitamin, pengobatan thd jamur & bakteri di dinding usus.
Retardasi mental
Dapat diberi neuroleptika kepada yang gelisah, hiperaktif atau dektrukstif.
Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum ialah:
= Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada.
= Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial.
= Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.
Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi :
1. Latihan rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri, berpakaian
sendiri, kebersihan badan.
2. Latihan sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial.
3. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat, jenis kelamin dan
kedudukan social
4. Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan apa
yang tidak baik. Agar ia mengerti maka tiap-tiap pelanggaran disiplin
perlu disertai dengan hukuman dan tiap perbuatan yang baik perlu disertai
hadiah
6
Down sindrom
Penanganan tergantung dari gejala penyakit yang menyertainya antara lain :
Gangguan Tiroid, gangguan pendengaran, penyakit jantung bawaan, gangguan
penglihatan, kejang, gangguan sistem tulang-otot-syaraf, leukemia, dsb. Gangguan tiroid
dan kejang dapat diatasi dengan obat-obatan, penyakit jantung jika memungkinkan dapat
dioperasi. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang riskan diderita seperti
infeksi saluran napas kronik, Infeksi telinga tengah (otitis media), Tonsilitis rekuren , dan
Pneumonia.
DAFTAR PUSTAKA
Akre, J. Boedihardjo, SD. Pemberian Makanan untuk Bayi: Dasar-dasar Fisiologis.
Perinasia. Jakarta. 2004
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak
Jilid 1. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1985
Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Jilid 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1999
Soenardi, T. Hidup Sehat: Gizi Seimbang dalam Siklus Kehidupan Manusia. Penerbit PT
Primamedia Pustaka. Jakarta. April 2006
Soetjiningsih, AK. Tumbuh Kembang Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1995
Sunartyo, N. Panduan Merawat Bayi dan Balita Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Diva
Press. Yogyakarta. 2005

Faktor lingkungan meliputi kondisi pada masa prenatal, perinatal, dan postnatal. Faktor yang
paling beresiko ada di masa prenatal, yaitu bisa disebabkan karena pada saat hamil Si Ibu
mengonsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok.

Faktor perinatal dapat berupa komplikasi pada saat melahirkan. Sedangkan, masa postnatal
meliputi kondisi medis dan juga bentuk-bentuk pengasuhan yang diberikan oleh orang tua atau
orang-orang yang terlibat dalam pengasuhan anak (baby sitter , misalnya).

Selain jalan jinjit, ada juga beberapa masalah tumbuh kembang. Berikut penjelasannya:

Speech Delay

Speech delay adalah kegagalan mengembangkan kemampuan berbicara pada anak yang
diharapkan bisa dicapai pada usia kronologisnya. Dengan kata lain, perkembangan anak (dalam
hal bicara) tertinggal beberapa bulan dari teman-teman seusianya.

Penyebab:
Anak-anak yang dicurigai mengalami speech delay mengalami masalah pendengaran.

Adanya keterlambatan perkembangan yang terjadi karena belum dicapainya tingkat kematangan,
seperti kematangan organ-organ bicara.

Deprivasi sosial, misalnya, kurang terpapar dalam lingkungan sosial dan kurang stimulasi.

Cara mengatasi:
Bacakan buku atau cerita bergambar sehingga anak dapat menunjuk atau memberi nama beda-
benda yang ia kenal.

Gunakan bahasa yang sederhana ketika berbicara dengan anak.

Mengoreksi ucapan yang salah dari anak. Misalnya ketika anak mengatakan, Obi, obi saat
menunjuk mobil, orang tua atau pengasuh segera membenarkannya dengan mengucapkan Oh,
itu mobil.

Berikan pujian ketika anak bicara benar.

Selalu merespon apa yang dikatakan anak.

Mengulangi apa yang dikatakan anak. Misalnya ketika anak mengatakan Ma, susu!, orang tua
dapat mengelaborasi perkataan anak dengan mengatakan Adik mau minum susu?

Jangan memaksa dan memburu-buru anak untuk bicara. Ini hanya akan menekan anak.
Berkonsultasi kepada tenaga profesional.

Jalan Jinjit
Jalan jinjit adalah sesuatu yang normal, khususnya pada anak-anak yang baru belajar berjalan.
Namun, jika bertahan hingga anak berusia 3 tahun atau lebih atau anak tidak dapat berdiri
dengan menggunakan telapak kaki, Anda wajib waspada.

Penyebab:
Sulit menentukan penyebab utama jalan jinjit, namun pada umumnya gangguan ini mengarah
pada sejumlah masalah, seperti cerebral palsy , masalah fisik, atau keterlambatan perkembangan
(developmental delay ). Jalan jinjit juga dapat menjadi tanda gangguan yang lebih kompleks.
Anak penyandang autis, misalnya, terkadang memperlihatkan tingkah laku berjalan jinjit.

Cara mengatasi:
Berkonsultasi kepada fisioterapis, ortopedis, dan neurologist .

Autisme
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang kompleks yang umumnya muncul sebelum
usia tiga tahun sebagai hasil dari gangguan neurologis yang mempengaruhi fungsi normal otak.
Gangguan ini memengaruhi perkembangan dalam area interaksi sosial dan keterampilan
komunikasi.

Anak penyandang autis umumnya menunjukkan kesulitan dalam komunikasi verbal dan
nonverbal, interaksi sosial, dan kegiatan bermain, serta waktu luang. Mereka juga menunjukkan
pola-pola tingkah laku yang terbatas, berupa pengulangan, dan stereotip.

Penyebab:
Tidak ada satu penyebab tunggal dari autis dan meski hingga saat ini masih belum diketahui
penyebab persisnya, autis tidak lagi dikaitkan dengan dinginnya orang tua.Saat ini, para ahli
menyimpulkan penyebabnya adalah:

- Permasalahan pada perkembangan awal seorang anak


Anak penyandang autis mengalami masalah kesehatan yang lebih banyak selama masa
kehamilan, pada saat dilahirkan, dan segera telah dilahirkan, daripada anak yang bukan
penyandang autisma.

- Pengaruh genetik
Adanya gangguan gen dan kromosom yang ditemukan pada studi terhadap keluarga dengan anak
kembar menunjukkan peran yang besar dari faktor genetik sebagai penyebab dari autis.

- Abnormalitas otak
Meskipun tidak diketahui tanda-tanda biologis untuk autism, penelitian yang dilakukan oleh
sejumlah ahli menunjukkan adanya dasar biologis dari autis. Salah satu penelitian yang
dilakukan menunjukkan bahwa gambar otak anak penyandang autism berbeda dengan gambar
otak anak normal.
Cara mengatasi:
Modifikasi perilaku dengan bantuan tenaga profesional. Misalnya dalam pendekatan ABA
(Applied Behavioral Analysis ) untuk menguasai keterampilan yang diperlukan yang berfungsi
dalam lingkungan, terapi integrasi sensori untuk menghadapi stimulasi sensoris, dan floortime
untuk meningkatkan perkembangan emosi anak.
- Terapi wicara.
- Sarana pendukung dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan orang tua/pengasuh anak di luar
waktu-waktu terapi, seperti:
a. Pendukung visual agar anak lebih mudah berkomunikasi, mengutarakan keinginan, dan
membantu anak memahami kehidupan dengan lebih baik juga membantu anak mengembangkan
pemahaman tentang waktu dan pentingnya menghargai lingkungan
b. Hiking , berenang, berkuda, naik sepeda, sepatu roda, atau naik-turun tangga. Kegiatan-
kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip terapi integrasi sensori
c. Berinteraksi dengan anak dalam situasi bermain yang melibatkan sentuhan dan kontak mata
yang memadai.

Disleksia
Disleksia merupakan kesulitan belajar khusus yang dikarakteristikkan oleh kesulitan dalam
belajar membaca. Namun, beberapa anak juga ditemukan memiliki kesulitan dalam belajar
menulis, mengeja, menggunakan kata-kata yang tepat, atau kebingungan arah dalam membaca
(dari kiri ke kanan atau sebaliknya).

Penyebab:
- Faktor genetik dan konstitusional, misalnya salah satu orangtua yang memiliki masalah serupa.
- Faktor neurobiologis yang disebabkan oleh kerusakan otak, perkembangan otak, atau struktur
otak
- Faktor sosial dan psikologis berupa gangguan emosional dan tanda-tanda lain dari kemampuan
adaptasi yang buruk sering mengikuti masalah kesulitan belajar.
- Faktor lingkungan (lihat lagi faktor prenatal, perinatal, dan postnatal ).

Cara mengatasi:
- Orang tua dapat memberikan kegiatan mendengarkan, bersajak, membuat kata dari balok-alok
alfabet yang menyenangkan.
- Dirujuk ke tenaga profesional, seperti terapis remedial, neurolog, atau psikolog agar mendapat
treatment yang tepat.