Anda di halaman 1dari 10
KULIAH GASTRO ENTEROLOGI Dispepsia Gastritis, Tukak peptik Refluks Gastro-esofageal BATASAN + Dispepsia adalah keluhan_ nyeri_ atau perasaan tak enak (‘abdominal discomfort’) yang bersifat menetap atau berulang, di daerah epigastrium. + Keluhan ini dapat disertai rasa pedih, panas, kembung, mual, muntah, cepat kenyang, tak suka _makan, dan pengeluaran gas yang berlebihan (bersendawa). + Dispepsia bukan suatu diagnosis. BATASAN + Dispepsia non tukak (‘non-ulcer dyspepsia’) atau ispepsia fungsional : bila pada pemeriksaan tidak — ditemukan _kelainan organik, baik : Klinik, endoskopik, biokimia, — | maupun ultrasonografi (mis : tukak peptik’ refluks gastro-esofageal, pankreatitis, dsb), minimal selama 3. bulan dalam 1’ tahun terakhir (Kriteria Roma Il), + Gastritis dengan / tanpa unfeksi H. pylory termasuk dispepsia non tukak PATOGENESIS DISPEPSIA Mekanisme yang _menimbulkan keluhan dispepsia masih belum jelas. Beberapa teori ‘Asam lambung Motilitas Distensi lambung Kejiwaan Gastritis dan duodenitis, Diit dan lingkungan Parenas GROSS ANATOMICAL AND FUNCTION AREAS OF THE STOMACH ‘anatomical Funstonal Betephegal Bese reas seiner onus] cee pan aoa 20%) ANTRUM Pyles re (20%) PATOGENESIS 1. Asam lambung + Peka terhadap asam lambung + Tipe tukak (ulcer-like dyspepsia) 2. Motilitas * 25-50% hipomatilitas post prandial + penyebab: kuman H.pylori, refluks gastroduodenal, hormonal (DM), stress PATOGENESIS 3. Distensi_ lambung (* 50% abdominal discomfort (+ Lesi organik sistem syaraf afferent 4. Kejiawaan Oe Tak ada hubungan dengan kepribadian Oe Stress yang berlangsung lama nee tet cons PATOGENESIS 5, Gastritis dan duodenitis * 50% pasien dispepsia kuman H.pylori (+) + Tidak semua dengan PA (+) gastritis + Kelainan PA tidak selalu = keluhan 6. Diit dan lingkungan + 50% berhubungan dengan makanan : fatty, kopi, merokok, alkohol, pedas, asam, panas, soda, dil KLASIFIKASI DISPEPSIA 1 Tipe ulkus (“ulcer-tike") 2. Tipe dismottilitas ("dysmotilty ike") 3. Tipe tidak spesifik (‘unspecified’) Klasifikasi dispepsia berdasarkan keluhan yang deminan ini sebenarnya kurang berarti dala Klinik, karena masing-masing tumpang tindih. Namun mungkin ,berguna untuk pilihan pengobatan agi pasien.. ing DIAGNOSIS 1. Anamnesis : sangat penting. 2. Pemeriksaan fisik : tak banyak membantu 3. Laboratorium : kuman Helicobacter pyiori 4, Endoskopi : menyingkirkan kelainan organik vyne0e set ne DIAGNOSIS BANDING Penyakit refluks gastro-esofageal (GERD) Irritable bowel syndrome (IBS) Penyakit saluran empedu (batu) Pankreatitis kronik Dispepsia karena obat Kelainan jiwa Lain-ain NOMnona PENGOBATAN DISPEPSIA 70% pend, Membaik dengan plasebo Mudah kambuh, kadang-kadang membangkang 4. Antasida yekat resptor H-2(PRH-2) “= Penyekat pompa proton (PPP) Prokinetik : metoklopramid, doms Antispasmoaivantiknolinergik ‘Sitoprotektor: bismuth, sukralfat, sotrakeat Antibiotkafant Hp. HELICOBACTER PYLORI @ Bizzozero, 1893 : kuman spiral dalam lambung mamalia Waren & Marshal, 1983 : Campylobacterike ‘organism dalam lambung penderita gastritis kronik ‘& lukar peptik Goddwin dkk., 1989 : Helicobactre pylori Kuman gram negatif, Bult lonjong sprial, flagela Hidup antara lapisan mukus dan epitel lambung Hanya berkoloni di sel epitel lambung, terutama korpus dan antrum o oooo sve sts Mikroskop elektron kuman Helicobacter pylori THE PHOTOGRAPHY OF H.PYLORI (SPIRAL, 1-2 CYCLES) SCANNING bar = lum Photo : Courtesy of Microbiology Class, the Faculty of Ril, Varmagucn Uneasy” Helicobacter pylori HELICOBACTER PYLORI Epidemiology Provalonsi lebih tinggt di: > Negara berkembang * Sesio-ekonom| rendah * Lingkungan berjubel semasa anak > Rasletnik dan genetik tertontu Pada penyakit saluran makan : 1D Tukak duodenum 1 Gastritis kronik 1 Tukak lambung 1 Dispepsia non tukak HELICOBACTER PYLORI > Efek sitotoksik : merusak mukosa lambung > Respons imunologik, menekan resistensi mukosa > Reaksi inflamasi kronik syy004 ie sae Helicobacter pylori Memegang peranan penting dalam patogenesis beberapa penyakit, seperti: > Gastritis akut, » Gastritis kronik atrofikans, » Penyakit tukak peptik. > Metaplasia intestinal, » Kanker lambung, dan » “Mucosal associated lymphoid tissue (MALT) GASTRITIS BATASAN: * Keradangan selaput mukosa lambung yg difus dan secara PA menunjukkan keradangan dg infiltrasi sel limfosit, eosinofil, plasma, & lekosit ~Akut: NSAID, alkohol, SRMD ere: —Kronis: refluks TUKAK PEPTIK TUKAK PEPTIK BATASAN PATOFISIOLOGI + Tukak peptik adalah kerusakan jaringan mulai dari mukosa, submukosa, sampai dengan muskularis mukosa dari saluran makan bagian atas, dengan batas yang jelas, akibat pengaruh asam lambung dan pepsin. + Patofisiologi terjadinya tukak peptik sangat kompleks. + Asam bukan satu-satunya faktor penyebab, masih banyak faktor lain + Penting adanya keseimbangan antara : + Faktor agresif asam-pepsin dengan ¢ Faktor defensif mukosa lambung & usus TEORI KESEIMBANGAN ANTARA FAKTOR AGRESIF DAN TUKAK PEPTIK DEFENSIF PATOFISIOLOGI a t Pertahanan mukosa menurun bla timbul * Kerusakan mukosa od * Penurunan sekresi mukus — + Penurunan sekresibikarbont = 1 \ + Penurunan aliran darah mukosa (mikrosiriulas)) Settee = Agresivitas asam lambung ditentukan oleh ‘+ Sekresi asam malam hari nocturnal secresion) ‘+ pHintraluminer yang tetap rendah ‘+ Pembersihan asam dalam lambung TUKAK PEPTIK PATOFISIOLOGI * Tukak lambung —> fi Tukak duodenum — fal sy2004 TUKAK PEPTIK FAKTOR RESIKO- ‘Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tukak peptik a: Genetik 2 Diit 3. Alkohol 4 Merokok 5. Obat-obat tertentu TUKAK PEPTIK 1. Genetik © GolongandarahO = —Fuhak Duod A Tukak Lambung + Kembar monozygote + Beberapa kelainan genstik tertentu TUKAK PEPTIK Meningkatkan reso : perdarahan omptiast ain A. Merokok: > Meninghathan siden! :> weerast > komplkast/Kematan > Memperiambat penyembuhan > Menekan produks|bikarbonat 2. pit > Meninbulan ref douseno -paster + Kopi, banyak rempah, asam, panas, cedas, 5 ovat: coklat_ —— _memberatkan keluhan Shake teams iu matan Prostaglandin sv taco sno Sa sMemparaneatpoymenan TUKAK PEPTIK TUKAK PEPTIK DIAGNOSIS : DIAGNOSIS : 1. Anamnesisi : sangat penting 2. Pemeriksaan fisik: tak banyak membantu 3. Laboratorium : kuman H. pylori Foto barium SMBA 5. Endoskopi + biopsi as 1. Anamnesis ‘Sangat penting untuk diagnosis ‘Tak sels spesitk, datang dengan komplikast Dispepsia kronik ‘Nyert > Epigastium “Rhythmicity”: hunger pain food relieve “Chronicity" : sudah lama “Periodicity” : malam hari Diagnostic Evaluation Radiography Garumesleaminsin) — TUKAK PEPTIK KOMPLIKAS! : 1. Perdarahan : hematemesis — melena 2. Perforasi lambung 3. Striktur pilorus syv2coe at sate TUKAK PEPTIK PENGCBATAN Tujuan pengobatan : 1. Menghitangkan keluhan 2. Menyembuhkan tukak 3. Mencegah kekambuhan & Komplikasi ano tte TUKAK PEPTIK PENGOBATAN 1. bilt: + itt ketat tak dlanjurkan tagh > Hindarkan makanan yang pemperberat koluhan asam, pedas. Panas, banyak lemak > Khusus :makan teratur, hindarkan smakan sebelum tidut. Stop merokok Hindstalkono! terutama dalam lambung kosong Hindari ASAY NSAID! Steroid Banyak istirahat, hindar stress ‘Obat ant tukak eones TUKAK PEPTIK TUKAK PEPTIK PENGOBATAN Pengobatan Obat anti tukak 4. Penghambat sekresi asam : 1 Penghambat sekresi asam lambung 4.4. Antagonistreseptor H- 2 (ARH-2): 2. Sitoprotektif = Natne 3. Prokinetik 7 4. Anti H. Pylori * Propantheline bromide 1.3. Penyetatpomps proton (PPP) *Omeprcte rantopazoe + Lancopracoe *Ranepaza — a inet *ESSMEPAZSe a ar TUKAK PEPTIK PROSTAGLANDIN PENGOBATAN 2. Obat sitoprotektif 2.1, Prostagladin sintetik ‘+ Misoprostol ‘+ Enpostit 2.2. Koloidal bismuth 23. Sucrafate 24. Cetraxate 2.8. Terprenone 2.6. Rebamipide Melindungi integritas mukosa dengan cara : 1. Meningkatkan : - sekresi mukus - produksi bikarbonat - Aliran darah mukosa (mikrosirkulasi) 2. Menekan sekresi asam lambung sane ona TUKAK PEPTIK TUKAK PEPTIK PENGOBATAN PENGOBATAN : 3. Obat prokinetik 4: Anti H- Pylory? 41. Monotherapy : ARH-2 atau PPP. 1 Betanechol 2. Dual therapy; ARH-2/PPP- 2. Domperidon + ampicilin/ clarithromycin a Metoclopramide 2. Tibleteany, PRP ampiiin+clatomysn 4 Cisapride 4. Quadruple Therapy. : PPP + clarthro + netro* Bismuth PENYAKIT REFLUKS GASTRO - ESOFAGEAL (GERD) Kini 'Nyeri epigastrium, menjalar ke atas, ke arah retrostemal dan leher (" heartbum’) Regurgitasi asam, sekresi ludah berlebihan Alarm features for GERD ‘Odynophagia mobagia Hematemisis Prephaa Diagnosis 1. Acid suppresion test 2. Tes perfusi Bemstein 3. Endoskop esofagitis Vomiting Wht oss 4. Monitoring pH esofagus selama 24 jam snr setae wae . PATOFISIOLOGI GERD ESOPHAGEAL DCFENSES: Fist Line veto baie 2 Second Line Tur lesrnce ath Terapi GERD dengan PP! > Pengobatan awal dengan PPI dengan dosis ganda selama 8 minggu dengan dosis ganda. ¥Selanjuinya tergantung _perbaikan klinik dan endoskopi, dalam bentuk ierapi on demand atau maintenance therapy sampai 6 bulan PPI dosis ganda selama 8 minggu dapat memberikan healing rate lebih dari 80% PENYAKIT REFLUKS GASTRO- ESOFAGEAL (GERD) Komplikasi 4. Stritur esofague 2 —Perdarahan SMBA 3 Esofagus baret Pengobatan ‘A Umum + Turunkan BB ,tidur % duduk , tunggu perut Kosong Hind CCoklat, alkohol pedas,lemak Pakian lor Hindari obattertentu: Theofilin, Kafen, dst Knusus PPP, prokinetik sitoprotoktif,antasida, + Boda bila obat gagal Disentri Disentri |) shigelia,s p aa Basiller Disentti ‘SAP pica ] [inanses Diare Basiler 2 Diore mendadak yang disertai dorah dan lence dalam tinja Pada dlsentr shigelloss. pada permulaan sokt, bisa terdapat diare encer tonpa darch dalam 624 jam pertame, don setelan 12-72 jam sesudah permulaan sai, ddapatkan daran {an lence dalam tnjo 2 Panas ting) (39.5 -40.0°C) 2X Muntahmuntan, 2% Anoreksia, Amoeba hystolitica 1% Sakit kram di perut dan sakit ci anus saat BAB. fadangkadangdiertc! dengan geila_menyerupal tenses con sepals Klong, sok? epallark. rok Kod fotusnes Disentri Amoeba | Typhoid * Diare disertai darah dan lendir dalam finja. + Frekuens! BAB umumnya lebih sedikit daripada disentri basiler (<10x/hari) * Sokit perut hebat (kolik) + Gejala_konstitusionai_ biasanya tidak ada (panas hanya ditemukan pada 1/3 kasus). Typhoid adalah suatu penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh salmonella sp. yang dapat menular melalui oral, fecal, makanan dan minuman ‘yang terkontaminasi. Penularan Salmonella Thypi Dapat ditularkan Melalui Berbagai Cara, yang dikenal dengan SF yaitu : Food(makanan) + Fingers(jari tangan/kuku) F(V)omitus (muntah) Fly(lalat) + Feses.