Anda di halaman 1dari 3

E.

IKATAN VAN DER WAALS

Ikatan van der waals merupakan kekuatan tarik menarik antar molekul atau atom
yang tidak bermuatan, dan letaknya berdekatan atau jaraknya 4-6 A. ikatan ini
terjadi karena sifat kepollarisasian molekul atau atom. Intensitas ikatan van deer
waals (V) dapat di hitung melalui persamaan sebagai berikut :

A B
V = r6 + r 12

A dan B : tetapan khas struktur elektronik atom

r : jarak yang memisahkan dua pusat atom

Meskipun secara individu lemah tetapi hasil penjumlahan ikatan van der Waals
merupakan faktor pengikat yang cukup bermakna, terutama untuk senyawa-
senyawa yang mempunyai berat molekul tinggi. Ikatan van der Waals terlibat pada
interkasi cincin benzene dengan daerah bidang datar reseptor dan pada interaksi
rantai hidrokarbon dengan makromolekul protein atau reseptor.

Contoh

1. Cincin benzene, yang mengandung 6 atom C, mempunyai kekuatan ikatan


yang hampir sama dengan kekuatan ikatan hydrogen
2. Turunan isatin --tiosemikarbazon, obat antivirus, aktivitasny ternyata
berhubungan dengan jari-jari (radius) van der Waals dari substituen pada
posisi 5 dan 6.

Hubungan perubahan struktur dan aktivitas antivirus turunan isatin -


tiosemikar-bazon dengan radius van der waals dapat di lihat pada tabel 23.
Dari tabel 23 terlihat bahwa semakin abesar radius senyawa, aktivitas
antivirusnya makin rendah.
Tabel 23 Hubungan perubahan struktur dan aktivitas antivirus turunan isatin
- -tiosemikarbazon dengan radius van der waals

isatin - -tiosemikarbazon

Substituen Radius Aktivitas relative


Posisi 5 Posisi 6
- 1,2 100 100
F 1,35 35,5 43,1
Cl 1,80 4,2 11,7
Br 1,95 3,1 10,5
CH3 2,0 0 0,3
I 2,5 0 3,9
F. IKATAN HIDROFOB
Ikatan hirofob merupakan salah satu kekuatan penting pada proses
penggabungan daerah non polar molekul obat dengan daerah non polar
reseptor biologis. Daerah non polar molekul obat yang tidak larut dalam air
dan molekul-molekul air di sekelilingnya, akan bergabung melalui ikatan
hydrogen membentuk struktur quasi-crystalline(icebergs).
Bila dua daerah non polar, seperti gugus hidrokarbon molekul obat dan
daerah non polar reseptor, bersama-sama berada dalam lingkungan air,
maka akan mengalami suatu penekanan sehingga jumlah molekul air yang
kontak dengan daerah-daerah non polar tersebut berkembang. Akibatnya,
struktur quasi-crystalline akan pecah menghasilkan peningkatan entropi yang
di gunakan untuk isolasi struktur non polar. Peningkatan energy bebas ini
dapat menstabilkan molekul air sehingga tidak kontak dengan daerah non
polar. Penggabungan demikian di sebut Ikatan hidrofob. Pembentukan ikatan
hidrofob akibat penggabungan rantai-rantai non polar dari molekul obat dan
reseptor dapat di lihat pada gambar 53

Keterangan
A. Rantai non polar reseptor
B. Rantai non polar obat
Gambar 53 Pembentuakan ikatan hidrofob akibat penggabungan rantai-
rantai non polar molekul obat dari reseptor.

G. TRANSFER MUATAN
Kompleks yang terbentuk antara dua molekul melalui ikatan hydrogen
merupakan kasus khusus dari fenomena umum kompleks donor aseptor yang
di stabilkan melalui dya tarik menarik elektrostatik antara molekul donor
electron dan molekul aseptor electron.
Contoh : Kompleks transfer muatan N- metil piridinum iodide.

Menurut Baker, komleks transfer muatan di kelompokkan menjadi dua yaitu


senyawa yang berfungsi sebagai donor electron dan sebagai aseptor
electron.
Sebagai donor electron adalah
a. Senyawa yang kaya electron, seperti a1,3,5 trinitrobenzen,
tetrasianoetilen, dan tetraklorobenzokuinon, yang mempunyai gugus
pendorong electron yang sangat kuat.
b. Molekul mengandung hydrogen yang bersifat asam lemah, seperti Br3C-H,
R-O-H, Ar-O-H, Ar-O-H, R-S-H, dan imidazol H, yang juga dapat berfungsi
sebagai donor proton dalam iktan hirogen.
Makromolekul system biologis yang bekerja sebagai komponen reseptor
mempunyai gugus protein atau asam amino yang dapat membentuk
kompleks melalui transfer muatan, yaitu
a. Sebagai donor electron, seperto aspartat, glutamate, sistin, metionin,
dan tirosin(hanya cincin aromatic)
b. Sebagai aseptor electron, seperti sistein, arginin, dan lisin
c. Sebagai donor dan aseptor electron seperti histidin, asparagin,
glutamine, serin, treonin, hidrosiprolin, triptofan, tirosin (Hanya gugus
OH), dan fenilamine (hanya cincin aromatic)
Molekul obat juga dapat membentuk kompleks melalui transfer muatan
A. Molekul obat yang bekerja sebagi sebagai donor electron adalah :

1. Senyawa yang mengandung ggugus anionic, seperti RCOO ,

O

RCOS , RSO2 , RCSS , RPO dan RAsO(O-)2.