Anda di halaman 1dari 13

BAB 2

PEMBAHASAN

A. Negara Senegal
Senegal: an overview

Senegal adalah salah satu negara yang berada di kawasan


benua Afrika. Secara geografis, wilayah ini terletak di pantai
barat benua Afrika yang dibatasi oleh Mauritania, Mali, Guenia-
Bissau, Guenia dan juga Samudra Atlantik. Luas wilayah Senegal
196.190 km dengan Jumlah penduduk sekitar 12.853.259 jiwa.
Penduduk Senegal mayoritas menganut agama Islam dengan
persentase sekitar 94% dari jumlah penduduknya. Namun
walaupun Negara ini mayoritas muslim tetapi Islam belum dapat
diterapkan sebagai dasar negara. Ini terbukti, Pemerintah
Senegal masih mengadopsi hukum sipil Perancis sebagai legal
systemnya. Negara Senegal berada di bawah kekuasaan kolonial
Perancis dari abad ke-17 sebelum merdeka pada tahun 1960 dan
berhubunganan secara dekat dengan Perancis. Budaya di
Senegal lebih dipengaruhi oleh budaya Prancis. Secara umum
budaya Senegal modern atas budaya Prancis adalah agama dan
bahasa. Namun sejak abad ke-18 Islam menjadi agama dominan
di Negeri ini dan masjid dijadikan simbol identitas nasional
daripada gereja kolonial. Demikian juga bahasa, saat ini bahasa
Perancis dicadangkan untuk tujuan resmi saja. Sekitar 70% dari
populasi Senegal berbicara dalam bahasa Wolof sebagai lingua
franca.

System pemerintahan, hukum dan politik

Senegal mewarisi sistem hukum dan politik dari bekas


penguasa kolonialnya dan memilih untuk tidak memaksakan
reformasi yang tidak perlu. Pengadilan Senegal bekerja sesuai
dengan sistem Hukum Perdata Prancis (Kode Civile) yang berasal
dari masa Napoleon. Proses demokrasi dilakukan untuk memilih
presiden setiap tujuh tahun, deputi, hingga Majelis Nasional dan
Senat, semuanya berakar dari Perancis. Sementara mata uang
franc Afrika Tengah masih digunakan, uang ini tidak lagi terikat
pada franc Perancis, namun berpatokan pada euro. Bentuk
pemerintahan Negara Senegal sendiri adalah Republik dengan
system pemerintahan yang diterapkan adalah Semipresidensial.
system ini merupakan gabungan dari system presidensiil dengan
parlementer dimana kepala Negara dijabat oleh seorang Presiden
sedangkan kepala pemerintahannya dijabat oleh perdana
menteri. Dalam system ini, Presiden dipilih oleh rakyat sehingga
memiliki kekuasaan yang kuat. Presiden melaksanakan
kekuasaan bersama-sama dengan perdana menteri. Senegal juga
menganut system multipartai, hal ini bisa kita lihat dari adanya
Benno Bokk Yakkar dimana BBY ini merupakan aliansi dari
banyak partai besar dan kecil yang terdiri dari 40 partai lebih di
Senegal . Aliansi ini didominasi oleh 3 (tiga) partai utama yaitu
Partai Sosialis, Alliance des Forces de Progrs (AFP) dan Alliance
pour la Rpublique (APR). Di Senegal penduduk yang
mempunyai hak pilih adalah mereka yang telah berumur
minimum 21 tahun. Adapun dua partai utamanya adalah Partai
Sosialis Senegal dan Partai Demokratik Senegal. Satu hal yang
perlu dicatat, Partai Sosialis Senegal telah berkuasa dari 1960-
2000.

Lembaga-lembaga Negara di Senegal, seperti Majelis


Nasional (parlemen) yang merupakan lembaga tempat rakyat
menempatkan para wakilnya yang disebut 'Anggota', untuk
menjalankan kekuasaan legislatif. Majelis Nasional melakukan
pembuatan undang-undang, mengawasi kegiatan pemerintah,
dan dapat mengeluarkan 'mosi tidak percaya' untuk meminta
mundur pemerintah yang berkuasa. Disini peran Legislatif dalam
Proses pembuatan undang-undang diputuskan oleh pihak Majelis
Nasional melalui 'voting'. Prakarsa mengeluarkan sebuah
undang-undang berada di tangan Presiden Republik dan
pemberian persetujuannya sepenuhnya berada di tangan para
anggota Majelis Nasional. Kemudian Rancangan undang-undang
yang dimaksud selanjutnya disampaikan kepada pihak Majelis
Nasional. Pada saat rancangan undang-undang disahkan oleh
pihak Majelis Nasional, maka undang-undang tersebut
disampaikan ke Presiden Republik dalam waktu segera untuk
diumumkan kepada publik.

Selanjutnya Pengawasan dilakukan oleh Parlementer. Disini


para anggota Majelis Nasional dapat mengajukan pertanyaan
kepada para menteri kabinet pemerintahan berkuasa yang
memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang sifatnya tertulis atau lisan dimaksud. Pertanyaan-
pertanyaan tertulis disampaikan kepada Ketua Majelis Nasional
yang selanjutnya akan menyampaikannya kepada Presiden
Republik. Jika para pejabat pemerintah belum menjawab
pertanyaan tertulis dalam masa 15 hari, pertanyaan tertulis
tersebut selanjutnya diubah menjadi bentuk pertanyaan lisan
yang pelaksanaannya dilakukan melalui forum pertemuan
tertutup dengan para ketua fraksi di lingkungan Majelis Nasional.
Majelis Nasional dapat membentuk sebuah komisi penyelidik.
Tindakan demikian dapat menyebabkan munculnya permintaan
bagi pengunduran diri pemerintah yang sedang berkuasa melalui
'mosi tidak percaya'.

Adapun mekanisme kerjanya sebagai berikut : Ketua


Majelis Nasional memiliki tugas untuk memimpin jalannya
sidang/perdebatan. Ketua Majelis Nasional juga memimpin
pertemuan tingkat biro dan Konperensi Para Ketua. Tugas-tugas
administrasi Majelis Nasional ditempatkan dibawah wewenang
Ketua Majelis Nasional yang dibantu oleh kalangan 'Questeurs'
(bendaharawan Majelis Nasional) dan Sekretaris Jenderal. Para
Wakil Ketua menggantikan Ketua Majelis Nasional dalam tugas-
tugas kelembagaan berdasarkan daftar urutan mereka. Dalam
kondisi tertentu, tiga Wakil Ketua harus berada di dalam wilayah
Republik. Para sekretaris terpilih menghadiri pertemuan-
pertemuan tingkat biro dan ketua fraksi. Mereka melakukan
pembuatan laporan verbal secara analistis dan membacakannya,
mendaftar nama-nama para anggota yang akan mengajukan
pertanyaan, memeriksa daftar para anggota yang hadir,
mencatat jalannya pemungutan suara yang dilakukan baik
dengan cara mengacungkan tangan, dengan cara duduk maupun
berdiri, menghitung perolehan jumlah suara, memeriksa proses
penyerahan suara, mencatat para anggota Majelis Nasional yang
menentang sesuatu keputusan dalam sebuah sesi pembahasan
di tingkat Majelis Nasional. Sekretaris Jenderal dan asisten
Sekretaris Jenderal dipilih diantara para pejabat tinggi
pemerintah. Mereka mengkoordinir urusan-urusan yang
menyangkut manajemen lembaga Majelis Nasional. Kalangan
'Questeurs' (bendaharawan Majelis Nasional) yang
kedudukannya berada di bawah manajemen dan pengawasan
Ketua Majelis Nasional, bertanggung jawab atas masalah-
masalah keuangan dan materi-materi pendukung kerja lembaga
Majelis Nasional. Melalui instruksi Ketua Majelis Nasional atas
persetujuan lembaga biro, mereka mempersiapkan anggaran
belanja lembaga Majelis Nasional dan membuat laporan kepada
pihak Komite Keuangan.
ekonomi

Pada segi ekonomi Negara Senegal menghasut program


reformasi ekonomi besar dengan dukungan dari donor
Internasional. Reformasi ini dimulai dengan devaluasi 50 persen
dari mata uang negara (franc CFA). Kontrol harga pemerintah dan
subsidi juga dibongkar. Akibatnya, inflasi Senegal turun, investasi
naik, dan produk domestik bruto naik sekitar 5 persen per tahun
antara tahun 1995 dan 2001. Industri utama meliputi pengolahan
makanan, pertambangan, semen, pupuk buatan, bahan kimia,
tekstil, penyulingan minyak bumi impor, dan pariwisata. Ekspor
termasuk ikan, bahan kimia, kapas, kain, kacang tanah, dan
kalsium fosfat. Pasar luar negeri utama adalah India di 26,7
persen dari ekspor (pada 1998). Pasar luar negeri lainnya
termasuk Amerika Serikat, Italia dan Inggris.

Senegal : pelayanan publik

Dari segi pelayanan Publik, Negara Senegal masih buruk.


Ini dikarenakan tidak adanya keterbukaan informasi kepada
masyarakat, khususnya dibidang kesehatan. Buruknya layanan
kesehatan di Senegal ini disebabkan oleh kurangnya biaya dan
staff yang terlatih. Sehingga tercatat 20.000 anak di Senegal
mengalami gizi buruk pada tahun 2012, dan ini menjadi masalah
yang terus berkelanjutan di Negara ini.

B. Negara Indonesia
Indonesia : an overview

Republik Indonesia (RI), umumnya disebut Indonesia,


adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa
dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara
Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara
kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau,
nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan
populasi lebih dari 258 juta jiwa pada tahun 2016. Indonesia
adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan
negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan
lebih dari 207 juta jiwa.

Sistem pemerintahan

Indonesia menganut system pemerintahan Presidensiil,


dimana Kepala Negara dan Kepala Pemerintahannya dijabat oleh
seorang Presiden. Bentuk pemerintahan Negara Indonesia sendiri
adalah Republik. Sistem pemerintahan di Indonesia berdasarkan
UUD 1945. Sebagaimana dirumuskan dalam Penjelasan UUD
1945, bahwa Sistem Pemerintahan Negara merupakan :
pedoman dasar dan kerangka mekanisme bagi
penyelenggaraan Sistem Administrasi Negara Indonesia.
Sebelum dilakukan amademen terhadap UUD 1945, Negara
Indonesia masih menganut system pemerintahan berdasarkan
naskah asli UUD 1945 dimana pada naskah tersebut dinyatakan
bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilakukan
sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan kata
lain MPR adalah penyelenggara dan pemegang kedaulatan
rakyat. MPR dianggap sebagai penjelmaan rakyat yang
memegang kedaulatan Negara. System pemerintahan sebelum
amademen ini bisa kita lihat pada masa pak Soeharto. Akan
tetapi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD 1945, maka
bunyi Pasal 1 ayat (2) tersebut menjadi Kedaulatan berada
ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Jadi setelah
dilakukan Amandemen kedaulatan murni berada ditangan rakyat
yang ketentuan lebih lanjut diatur di dalam Undang-undang.
Berdasarkan hasil amandemen UUD 1945 ini juga Presiden
diberikan sejumlah kekuasaan dan kewenangan tanpa harus
mendapatkan persetujuan dari DPR . penerapan system
pemerintah setelah amademen UUD 1945 ini terlaksana pada
tahun 2004, dimana pada tahun 2004 Negara Indonesia untuk
pertama kalinya melakukan Pemilu secara langsung.

politik dan Pertahanan

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial


multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara
demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada
Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lembaga eksekutif
berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di
Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri
bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai
politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, presiden saat
ini yakni Joko Widodo yang diusung oleh Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan juga menunjuk sejumlah pemimpin partai
politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga
stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga
legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis
umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari
seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

ekonomi

Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan


diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi
mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya
berganti menjadi Rupiah. Pada masa pemerintahan Orde Lama,
Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi
kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme
ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut
campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang
berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah
pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan
pada ekonomi negara. Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup
stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005
melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun,
dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam
memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.
Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di
bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang
hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari

Pelayanan Publik

Standar Pelayanan Publik (selanjutnya disebut SPP) merupakan


standar pelayanan yang wajib disediakan oleh pemerintah
kepada masyarakat. Adanya SPP akan menjamin pelayanan
minimal yang berhak diperoleh warga masyarakat dari
pemerintah. Dengan kata lain, SPP merupakan tolok ukur untuk
mengukur kinerja penyelenggaraan kewenangan wajib yang
berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat seperti:
kesehatan, pendidikan, air minum, perumahan dan lain-lain. Di
samping SPP untuk kewenangan wajib, daerah dapat
mengembangkan dan menerapkan standar kinerja untuk
kewenangan daerah yang lain.
C. Hubungan Bikameral Negara Indonesia dengan
Senegal
Politik

Hubungan RI Senegal yang secara resmi dibuka pada


tanggal 3 Oktober 1980 dan baru kemudian diikuti dengan
pembukaan KBRI Dakar pada tahun 1982. Hubungan kedua
negara di tingkat bilateral maupun multilateral dalam kerangka
PBB, GNB, G-15, dan OKI telah berlangsung baik. Salah satu
kegiatan diplomasi yang telah dilaksanakan oleh Perwakilan RI di
Dakar pada tahun 2012 yakni penyerahan Surat-surat
Kepercayaan Duta Besar RI kepada Presiden Senegal pada
tanggal 23 Mei 2012. Dalam kerangka menuju realisasi hubungan
bilateral yang saling menguntungkan, kedua negara saat ini
tengah melakukan proses finalisasi penandatanganan MOU
Pembentukan Forum Komisi Bersama (Joint Commission) dan
persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Kunjungan
group kerjasama parlemen (GKSB) DPR RIParlemen Senegal ke
Senegal telah menambah bobot hubungan antara Indonesia dan
Senegal.

Ekonomi dan Perdagangan


Di bidang ekonomi dan perdagangan, berdasarkan data
Kementerian Perdagangan RI, neraca perdagangan Indonesia
Senegal selalu surplus di pihak Indonesia. Pada periode Januari
Desember 2012, nilai total perdagangan kedua negara mencapai
US$ 46.1 juta, turun dari US$ 58.4 juta pada tahun 2011.
Rencana Kerjasama Kadin IndonesiaKadin Senegal
Pada saat ini sedang dalam pross persiapan kerjasama
antara Kamar Dagang, Industri dan Pertanian Senegal dengan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Pendidikan
Dalam bidang kerjasama pendidikan, selama beberapa
tahun belakangan ini, Indonesia telah mengadakan kerjasama
dalam penawaran Beasiswa pendidikan yang dikenal dengan
beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Beasiswa
Darmasiswa kepada pemerintah Senegal. Selain itu, pihak KBRI
Dakar juga telah mengadakan kerjasama dalam bidang
pendidikan dengan pihak lInstitute de Suprieur de Management
(ISM) berupa pembukaan kelas pengajaran bahasa Indonesia di
kampus swasta tersebut sejak tahun 2008 hingga sekarang.
(sumber : http://www.kemlu.go.id/dakar/lc/Pages/Senegal.aspx
diakses 7 april 2017)

BAB 3

PENUTUP

A. Kesimpulan
Pembahasan tentang Negara Senegal dan Indonesia ini
dibuat dengan tujuan untuk membandingkan Sistem administrasi
kedua Negara tersebut dan berbagai segi bernegara lainya.

Perbedaan :

1. Proses pembuatan Undang-Undang

Di Indonesia Legislatif yang bertugas membuat RUU, dalam


hal ini MPR,DPR,DPD. Kemudian eksekutif dalam hal ini Presiden
dan wakil presiden beserta menteri yang membantunya bertugas
untuk menerapkan dan melaksanakan UU. Selanjutnya yang
bertugas untuk mempertahankan pelaksanaan UU adalah
yudikatif yang terdiri dari Mahkamah Agung, Mahkamah
Konstitusi, dan Komisi Yudisial.

Sedangkan di Senegal Legislatif yang membuat RUU. Pada


saat rancangan undang-undang disahkan oleh pihak Majelis
Nasional, maka undang-undang tersebut disampaikan ke
Presiden Republik dalam waktu segera untuk diumumkan kepada
publik. Selanjutnya Pengawasan dilakukan oleh Parlementer.

2. PEMILU

Di Senegal, Presiden, deputi, Majelis Nasional dan Senat


dipilih setiap tujuh tahun. Dan penduduk yang mempunyai hak
pilih adalah mereka yang telah berumur minimum 21 tahun.
Sedangkan di Indonesia, PEMILU dilakukan setiap lima tahun. Dan
penduduk yang berhak memilih adalah mereka yang memenuhi
syarat untuk hak pilih aktif atau pasif, salah satunya dengan
umur minimal 17 tahun atau yang telah menikah.

3. Pelayanan Publik
Pelayanan di Negara Senegal masih buruk, ini dikarenakan
tidak adanya keterbukaan informasi di Senegal, terutama pada
pelayanan kesehatan. Sehingga tercatat 20.000 anak di Senegal
mengalami gizi buruk pada tahun 2012, dan ini menjadi masalah
yang terus berkelanjutan di Negara ini.

Sedangkan Negara Indonesia ada Standar Pelayanan Publik


yang mengatur tentang pelayanan public di Indonesia.
Keterbukaan Informasi juga diterapkan dengan baik di Negara
Indonesia.

4. Ekonomi

Negara Indonesia menerapkan Sistem Ekonomi Pancasila,


sedangkan Negara Senegal menghasut Sitem Reformasi Ekonomi
Besar dengan dukungan dari donor Internasional.

Persamaan :

1. Negara Indonesia dan Negara Senegal menganut


Multipartai.
2. Kepala Negara Senegal dan Indonesia adalah Presiden dan
di kedua Negara ini penduduknya mayoritas menganut
agama muslim.
3. Negara Indonesia dan Senegal sedang berusaha
meningkatkan kulaitas Pendidikan dan hal-hal yang
berkaitan dengan pendidikan dengan mengikuti Deklarasi
Dunia tentang Pendidikan Untuk Semua.
4. Selain persamaan diatas Negara Indonesia juga menjalin
hubungan Bilateral dengan Senegal dalam bidang
Pendidikan, Ekonomi dan Perdagangan serta Politik.
DAFTAR PUSTAKA

Mudzhar, H.M. Atho, Hukum Keluarga di Dunia Islam


Modern, Ciputat Press, Jakarta, 2003

KBRI Dakar di
http://www.kemlu.go.id/dakar/lc/Pages/Senegal.aspx (diakses 6
april 2017)

http://misi.co/Senegal

https://en.wikipedia.org/wiki/Senegal/

http://www.kemlu.go.id/dakar/lc/Pages/Senegal.aspx

https://historyvitae.wordpress.com/2009/04/22/kolonial-prancis-
di-afrika/