Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam satu penelitian terbaru, probiotik telah mulai dilihat sebagai cara untuk
mengurangi penyakit mulut, peradangan kronis, dan pemindahan bakteri patogen melalui adhesi
bakteri, serta kekhawatiran tentang resistensi anti-mikroba yang disebabkan oleh antibiotik. Oleh
karena itu, beberapa percobaan kontrol secara random telah dilakukan untuk menguji efek
probiotik pada kesehatan oral.1
Akumulasi plak dental merupakan etiologi utama terjadinya gingivitis. Etiologi lainya
adalah disebabkan oleh kalkulus dan debris, faktor sistemik, obat-obatan dan kekurangan gizi.
Gingivitis yang diinduksi oleh plak dental dan tidak dirawat sering akan berkembang menjadi
periodontitis. Perawatan periodontal yang berhasil dalam jangka waktu panjang sangat
tergantung pada usaha kontrol plak yang berkesan agar dapat mempertahankan kadar plak yang
kompatibel dengan kesehatan gingiva.1
Salah satu bahan yang digunakan dalam diet dan berguna bagi kesehatan gigi dan mulut
adalah probiotik. Istilah Probiotik berasal dari bahasa Yunani yang berarti for life. Probiotik
adalah mikroorganisme hidup (dalam banyak kasus, bakteri) yang ditemukan mirip seperti
mikroorganisme menguntungkan yang terdapat pada usus manusia. Bakteri tersebut juga disebut
friendly bacteria atau good bacteria. Probiotik tersedia untuk konsumen, terutama dalam
bentuk makanan dan suplemen diet.2 Bakteri probitotik dapat bertindak melalui beberapa cara,
yaitu mencegah adhesi dan invasi bakteri patogen, bersaing dengan mikroba oral, memproduksi
substansi antimikroba dan memodulasi respon imun.3
Hasil penelitian pakar bakteri, Elie Metchnikoff pada tahun 1907 (Staufenbiel, 2007),
rakyat Bulgaria hidup lebih lama dibandingkan dengan individu lain karena sering
mengkonsumsi produk susu fermentasi yang mengandung bakteri hidup yaitu Lactobacillus
Bulgaricus. Konsumsi probiotik secara regular dapat menurunkan jumlah kariogenik
Streptococci dalam saliva dan plak dental yang mengakibatkan risiko karies menurun. (Cildir

Universitas Sumatera Utara


dkk, 2009). Beberapa peneliti juga menunjukkan bahwa strain probiotik Lactobacillus
mengurangi inflamasi gingiva dan memperbaiki kesehatan periodontal.3
Lactobacilli mempunyai prevalensi yang tertinggi dalam rongga mulut yang sihat
dibandingkan dengan pasien dengan periodontitis kronis. (Kholl-Klais dkk, 2005). Signifikansi
penurunan indeks gingiva terjadi apabila sering mengunyah permen karet yang mengandung
probiotik sekaligus membuat kesimpulan bahwa probiotik adalah efektif untuk mengurangi
gingivitis dan perlekatan plak. (Krasse dkk, 2001). Selain itu, pada penelitian epidemiologi telah
membuktikan bahwa orang yang sering mengonsumsi yoghurt yang mengandung probiotik
menunjukkan berkurangnya kedalaman poket akibat menurunnya kehilangan perlekatan
gingiva.(Shimazaki dkk, 2004).4
Prevalensi terjadinya gingivitis pada populasi barat adalah kurang lebih 75%. (Eberhard
dkk, 2005). Gambaran klinis penyakit periodontal adalah gingiva berwarna merah, oedem, gusi
lunak yang kadang-kadang sakit apabila disentuh, dan perdarahan waktu diprobing.3 Beberapa
penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa prevalensi terjadinya penyakit periodontal
cukup tinggi terjadi pada masyarakat dan hal ini berkaitan dengan kondisi nutrisi khususnya
pengonsumsian susu probiotik. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang Pengaruh Susu Probiotik pada Akumulasi Plak pada mahasiswa Fakultas Kedokteran
Gigi angkatan 2010 di Universitas Sumatera Utara Medan, di Instalasi Periodonsia FKG USU.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh susu probiotik terhadap penurunan akumulasi plak?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk :

Untuk menganalisis pengonsumsian susu probiotik dapat mempengaruhi kadar akumulasi


plak.

Universitas Sumatera Utara


1.4 Hipotesis Penelitian
Ada pengaruh meminum susu probiotik terhadap akumulasi plak pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2010, Universitas Sumatera Utara.

1.5 Manfaat penelitian

1. Bagi instansi terkait

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang susu Probiotik dan implikasi atau efeknya
terhadap kondisi periodontal.

2. Bagi peneliti

Memberi pengalaman langsung dalam melakukan penelitian sekaligus menambah pengetahuan


dan informasi tentang adanya hubungan antara susu probiotik terhadap akumulasi plak.

3. Bagi mahasiswa

Sebagai tambahan informasi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian lebih lanjut tentang
probiotik dan pengaruhnya terhadap rongga mulut.

Universitas Sumatera Utara