Anda di halaman 1dari 23

GEOLOGI DAERAH PABELAN DAN SEKITARNYA,

KECAMATAN PABELAN, KABUPATEN SEMARANG,


PROVINSI JAWA TENGAH
STUDI KASUS ANALISIS KESTABILAN LERENG JALAN
TOL BAWEN-SEMARANG PADA DAERAH PLOMPONGAN
DAN TAKAN KIDUL KECAMATAN PABELAN
4/9 Lembar Peta RBI Nomor 1408-613 (Salatiga)

SKRIPSI TIPE-I

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik tingkat Sarjana pada
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Disusun oleh :
AZMI MAULANA
12.110.1137

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
HALAMAN PENGESAHAN

GEOLOGI DAERAH PABELAN DAN SEKITARNYA,


KECAMATAN PABELAN, KABUPATEN SEMARANG,
PROVINSI JAWA TENGAH
STUDI KASUS ANALISIS KESTABILAN LERENG JALAN
TOL BAWEN-SEMARANG PADA DAERAH PLOMPONGAN
DAN TAKAN KIDUL KECAMATAN PABELAN

4/9 Lembar Peta RBI Nomor 1408-613 (Salatiga)

SKRIPSI TIPE-I

Skripsi ini diajukan untuk memenuhi persyaratan akademik tingkat Sarjana pada
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Yogyakarta, April 2017


Penulis

Azmi Maulana
12.110.1137

Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Ir. Sukandarrumidi, M.Sc., Ph.D. Ir. Inti Widi Prasetyanto


NIK : 08.0342.647.E NIK : 92.0364.449.E

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Geologi

Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si.


NIK : 91.0659.413.E
LEMBAR PENGUJI
GEOLOGI DAERAH PABELAN DAN SEKITARNYA,

2
KECAMATAN PABELAN, KABUPATEN SEMARANG,
PROVINSI JAWA TENGAH
STUDI KASUS ANALISIS KESTABILAN LERENG JALAN
TOL BAWEN-SEMARANG PADA DAERAH PLOMPONGAN
DAN TAKAN KIDUL KECAMATAN PABELAN

4/9 Lembar Peta RBI Nomor 1408-613 (Salatiga)

SKRIPSI TIPE-I

Telah dipertahankan pada sidang pendadaran tingkat sarjana


Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Tanggal : April 2017


Tempat : Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral,
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Tim Penguji
1. Ketua : Prof. Ir. Sukandarrumidi, M.Sc., Ph.D. .........................
2. Sekertaris : Ir. Inti Widi Prasetyanto .........................
3. Anggota : Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si. .........................

Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknologi Ketua Jurusan Teknik Geologi
Mineral

Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si.


Dr. Sri Mulyaningsih, S.T.,M.T. 91.0659.413.E
96.0672.516.E

3
HALAMAN PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan


sesungguhnya, bahwa naskah skripsi yang berjudul Geologi Daerah
Pabelan dan Sekitarnya, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa
Tengah, studi kasus Analisis Kestabilan Lereng Jalan Tol Bawen-Semarang pada
Daerah Plompongan dan Takan Kidul Kecamatan Pabelan ini merupakan
hasil karya asli penulis dan belum pernah dipublikasikan dalam
bentuk apapun oleh siapapun juga. Semua bentuk kutipan telah
saya sebutkan sumbernya dalam teks. Apabila dikemudian hari
ternyata pernyataan saya ini tidak benar, maka skripsi ini
dinyatakan batal sebagai salah satu syarat akademik.

Yogyakarta, April 2017

Azmi Maulana

4
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat rahmat dan hidayah-Nya, penulis diberikan kemudahan dan kelancaran
sehingga dapat menyelesaikan penulisan naskah Skripsi tipe I dengan judul
Geologi Daerah Pabelan dan Sekitarnya, Kecamatan Pabelan, Kabupaten
Semarang, Provinsi Jawa Tengah, studi kasus Analisis Kestabilan Lereng Jalan
Tol Bawen-Semarang pada Daerah Plompongan dan Takan Kidul Kecamatan
Pabelan.
Naskah skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memenuhi
kurikulum tingkat sarjana pada Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi
Mineral, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Naskah skripsi ini
dapat diselesaikan tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu
penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1 Dr. Sri Mulyaningsih. S.T. M.T. selaku Dekan Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
2 Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si. selaku Ketua Jurusan Teknik Geologi
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
3 Prof. Ir. Sukandarrumidi. M.Sc. Ph.D. selaku Dosen Pembimbing I.
4 Ir. Inti Widi Prasetyanto. selaku Dosen Pembimbing II.
5 Arie Noor Rakhman, S.T. M.T. selaku Dosen Wali.
6 Bapak, Mama, Kakak-kakak ku, Sohifatul Aana dan M. Syarif Hidayat,
Adikku Aidina Novalina, dan Nur Rizky Khoiriyah yang selalu
memberikan dukungan dan semangat dari Kalimantan Selatan.
7 Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Teknik Geologi angkatan 2012 Institut
Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta yang mendukung dan
memotivasi penulis.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa penulisan naskah skripsi ini masih
jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun. Harapan penulis, semoga penelitian ini bermanfaat bagi
penulis maupun bagi para pembaca.

Yogyakarta, April 2017

Penulis

5
INTISARI
Tujuan pemetaan geologi ini adalah untuk mengetahui dan memetakan
daerah penelitian, sehingga diperoleh data geologi yang meliputi geomorfologi,
urutan stratigrafi, struktur geologi, geologi lingkungan, dan geologi sejarah.
Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan lereng
berdasarkan kekuatan massa batuan dan faktor keamanan (FK) pada jalan tol
Bawen-Semarang di Daerah Plompongan dan Takan Kidul, Kecamatan Pabelan,
Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Metode yang digunakan adalah dengan pemetaan geologi permukaan,
meliputi beberapa tahapan, antara lain tahap pra-lapangan, tahap pemetaan
geologi permukaan dan scanline, tahap analisis laboratorium (mikropaleontologi,
petrografi, dan geologi teknik), dan tahap penyusunan laporan.
Secara fisiografi daerah penelitian termasuk dalam wilayah Antiklinorium
Kendeng dan Zona Gunung Api Kuarter. Daerah penelitian dibagi menjadi 4
subsatuan geomorfik yaitu: subsatuan geomorfik tubuh sungai (F2), subsatuan
geomorfik perbukitan lipatan komplek (S21), subsatuan geomorfik perbukitan
terkikis (D1), dan subsatuan geomorfik kaki gunungapi (V6). Pola aliran yang
berkembang di daerah penelitian adalah subdendritik dan subparalel, dengan
stadia sungai dan stadia daerah adalah dewasa. Stratigrafi daerah penelitian mulai
dari yang tua ke muda adalah satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek
yang terendapkan pada kala Miosen Tengah (N9-N14) yang diendapkan pada
lingkungan laut dalam (Batial Atas Batial Tengah) dengan kedalaman 200 m -
2000 m, memiliki ketebalan 750 m, dan penyebaran di daerah penilitian sebesar
5,9% dengan keterdapatan pada Daerah Jatisari, Dukuh, Banaran, Karangjati, dan
Gentan. Satuan batuan berikutnya, yaitu satuan batupasir tufan Kerek yang
terendapkan secara selaras menjari dengan satuan napal sisipan batupasir
karbonatan Kerek, satuan ini terbentuk pada kala Miosen Tengah-Akhir (N9-N17)
yang diendapkan pada lingkungan laut dalam (Batial Atas Batial Tengah)
dengan kedalaman 200 m - 2000 m, memiliki ketebalan 1875 m, dan penyebaran
di daerah penilitian sebesar 14,8% dengan keterdapatan pada Daerah Bendungan,
Krendo, Gunung Cengis, Giling, Wonokerto, dan Karanganyar. Satuan batuan
berikutnya, yaitu satuan breksi basalt yang terendapkan secara tidak selaras di atas
satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek dan satuan batupasir tufan Kerek,
terbentuk pada kala Holosen yang diendapkan pada lingkungan darat dan
merupakan produk dari erupsi Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran, memiliki
ketebalan mencapai 35 m, dan penyebaran di daerah penilitian sebesar 79,3%
dengan keterdapatan pada Daerah Tingkir, Sidorejo, Semowo, Truko, dan Bringin.
Berikutnya adalah endapan campuran yang berumur Resen dan masih terbentuk
hingga saat ini, memiliki ketebalan tidak lebih dari 2 m dan hanya ditemukan pada
beberapa tempat, sehingga tidak terpetakan pada peta geologi. Struktur geologi di
daerah penelitian terbentuk akibat gaya kompresi yang berarah timurlaut-
baratdaya yang dihasilkan dari zona subduksi antara Lempeng Eurasia dan
Lempeng Samudera Hindia, diawali pada Post-Miosen tepatnya pada kala Pliosen
dengan terbentuknya lipatan-lipatan, yaitu Sinklin Gunung Cengis, Sinklin
Grombol, Antiklin Semowo, dan Antiklin Bendungan yang semuanya bersumbu

6
relatif tenggara-baratlaut. Kemudian terbentuk Sesar Naik Banding. Selanjutnya
terbentuk Sesar Mendatar Kiri Semowo, diikuti dengan terbentuknya Sesar
Mendatar Kanan Brungkel yang diperkiran merupakan sesar orde kedua dari Sesar
Mendatar Kiri Semowo. Terakhir, terbentuk sesar mendatar kiri Senjoyo yang
merupakan reaktivasi dari jalur sesar yang terlebih dahulu terbentuk pada kala
Pliosen-Pleistosen, akibat pengaruh dari aktivitas vulkanik Gunung Ungaran pada
kala Holosen. Sesumber yang terdapat pada daerah penelitian berupa air (airtanah
dan air sungai), lahan, bahan galian berupa basalt yang merupakan fragmen dari
breksi basalt, dan minyak dan gasbumi yang ditemukan berupa rembesan pada
tubuh sungai Kali Senjoyo di Daerah Banding tepatnya pada LP 114, LP 214, dan
LP 217. Bencana geologi yang sering terjadi adalah gerakan massa, dengan jenis
rock fall yang dijumpai pada LP 216 dan rayapan yang dijumpai pada LP 195.
Analisis kestabilan lereng disekitar jalan tol Bawen-Semarang pada Daerah
Plompongan dan Takan Kidul dengan menggunakan klasifikasi massa batuan
memiliki nilai Rock Mass Rating (RMR) 63 untuk lereng Daerah Plompongan
dengan kriteria sebagai good rock dan 54 untuk lereng Daerah Takan Kidul
dengan kriteria sebagai fair rock. Sedangkan untuk nilai Slope Mass Rating
(SMR) untuk Daerah Plompongan adalah 55,5 dan lereng Daerah Takan Kidul
adalah 53,1, yang artinya tingkat kestabilan lereng di kedua lokasi tersebut adalah
sedang, longsoran yang mungkin terjadi adalah akibat banyaknya kekar, dan untuk
mitigasi menurut Romana (1985) disarankan dibuatkan paritan pada kaki lereng
(toe ditch), dikombinasikan dengan jala kawat (nets), baut batuan (bolting), dan
beton semprot (shotcrete), dengan kombinasi jangkar kabel baja (anchors) yang
dibuat secara sistematis, dengan pembetonan di beberapa bagian kaki lereng.
Sedangkan untuk analisis kestabilan lereng dengan menggunakan kesetimbangan
batas metode irisan menurut Fellenius (1926 dalam Craig, 2004), maka
didapatkan nilai FK lereng Daerah Plompongan adalah 3,31 dan lereng Daerah
Takan Kidul adalah 1,61. Dimana nilai FK tersebut berdasarkan faktor keamanan
minimum kemantapan lereng menurut KepMen PU. No.378/KPTS/1987 telah
memenuhi syarat nilai FK minimum.

7
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN
.............................................................................................................................
ii
LEMBAR PENGUJI
.............................................................................................................................
iii
HALAMAN PERNYATAAN
.............................................................................................................................
iv
PRAKATA
.............................................................................................................................
v
INTISARI
.............................................................................................................................
vi
DAFTAR ISI
.............................................................................................................................
viii
DAFTAR GAMBAR
.............................................................................................................................
xi
DAFTAR TABEL
.............................................................................................................................
xvi
BAB I PENDAHULUAN
................................................................................
1
I.1. Latar Belakang
................................................................................
1
I.2. Maksud dan Tujuan Penelitian
................................................................................
2
I.3. Letak, Luas dan Kesampaian Daerah
................................................................................
3
I.4. Peralatan dan Bahan Penelitian
................................................................................
4
I.6. Tahap Penelitian
................................................................................
5
I.7. Peneliti Terdahulu

8
................................................................................
10
BAB II GEOMORFOLOGI
................................................................................
11
II.1. Geomorfologi Regional
................................................................................
11
II.2. Geomorfologi Daerah Penelitian
................................................................................
12
II.2.1 Subsatuan geomorfik tubuh sungai (F2)
................................................................................
13
II.2.2 Subsatuan geomorfik perbukitan lipatan komplek (S21)
14
II.2.3 Subsatuan geomorfik perbukitan terkikis (D1)
15
II.2.4 Subsatuan geomorfik kaki gunungapi (V6)
................................................................................
16
II.3. Pola Aliran Daerah Penelitian
................................................................................
17
II.4. Stadia Daerah
................................................................................
19
BAB III STRATIGRAFI
................................................................................
22
III. 1. Stratigrafi Regional
................................................................................
22
III.1.1. Formasi Pelang (Tomp)
................................................................................
22
III.1.2. Formasi Kerek (Tmk)
................................................................................
22
................................................................................
III.1.3. Formasi Kalibeng (Tmpk)
................................................................................
22
III.1.4. Formasi Pucangan (Qpp)
................................................................................
23

9
III.1.5. Formasi Kabuh (Qpk)
................................................................................
23
III.1.6. Formasi Notopuro (Qpu)
................................................................................
23
III.1.7. Breksi gunungapi (Qvb)
................................................................................
23
III.1.8. Satuan gunungapi tak terpisahkan (Qv(u,m,l))
................................................................................
24
III.1.9. Endapan undak (Qt)
................................................................................
24
III.1.10. Aluvium (Qa)
................................................................................
24
................................................................................
................................................................................
III.2. Stratigrafi Daerah Penelitian
................................................................................
26
III.2.1. Satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek
................................................................................
26
a. Ciri litologi
................................................................................
26
b. Penyebaran dan ketebalan
................................................................................
27
c. Umur dan lingkungan pengendapan
................................................................................
28
d. Hubungan stratigrafi
................................................................................
30
III.2.2. Satuan batupasir tufan Kerek
................................................................................
31
III.2.2.1. Ciri litologi
................................................................................
31
III.2.2.2. Penyebaran dan ketebalan

10
................................................................................
33
III.2.2.4. Umur dan lingkungan pengendapan
................................................................................
33
III.2.2.5. Hubungan stratigrafi
................................................................................
36
III.2.3. Satuan breksi basalt
................................................................................
37
III.2.3.1. Ciri litologi
................................................................................
37
III.2.3.3. Penyebaran dan ketebalan
................................................................................
39
III.2.3.4. Umur dan lingkungan pengendapan
................................................................................
39
III.2.1.5. Hubungan stratigrafi
................................................................................
40
III.2.4. Endapan campuran
................................................................................
40
III.2.4.1. Ciri litologi
................................................................................
40
III.2.4.3. Penyebaran dan ketebalan
................................................................................
41
III.2.1.4. Umur dan lingkungan pengendapan
................................................................................
41
III.2.1.5. Hubungan stratigrafi
................................................................................
42
III.2. Korelasi Stratigrafi Daerah Penelitian dan Stratigrafi
Regional
43
BAB IV STRUKTUR GEOLOGI
................................................................................
46

11
IV.1. Struktur Geologi Regional
................................................................................
46
IV.2. Struktur Geologi Daerah Penelitian
................................................................................
47
IV.2.1. Lipatan
................................................................................
48
a. Sinklin Gunung Cengis
................................................................................
48
b. Sinklin Grombol
................................................................................
49
c. Antiklin Semowo
................................................................................
50
d. Antiklin Bendungan
.........................................................................................
51
IV.2.2. Sesar
................................................................................
52
a. Sesar Naik Banding
................................................................................
52
b. Sesar Mendatar Kiri Semowo
................................................................................
54
c. Sesar Mendatar Kanan Brungkel
................................................................................
55
d. Sesar Mendatar Kiri Senjoyo
.........................................................................................
55
IV.2.3. Kekar
................................................................................
57
IV.3. Mekanisme Pembentukan Struktur Geologi Daerah Penelitian
................................................................................
57
BAB V SEJARAH GEOLOGI
................................................................................
60

12
BAB VI GEOLOGI LINGKUNGAN
................................................................................
63
VI. 1. Sesumber
..................................................................................
63
VI.1.1. Air
..................................................................................
64
VI.1.2. Bahan galian
................................................................................
64
VI.1.3. Lahan
................................................................................
65
VI.1.4. Minyak dan gas bumi
................................................................................
65
VI. 2. Bencana Alam
................................................................................
66
BAB VII ANALISIS KESTABILAN LERENG JALAN TOL BAWEN-
SEMARANG PADA DAERAH PLOMPONGAN DAN TAKAN
KIDUL, KECAMATAN PABELAN, KABUPATEN
SEMARANG
68
VII.1. Latar Belakang
................................................................................
68
VII.2. Maksud dan Tujuan
................................................................................
68
VII.3. Lokasi Penelitian
................................................................................
68
VII.4. Metode Penelitian
................................................................................
69
VII.5. Analisis menggunakan Klasifikasi Massa Batuan
................................................................................
70
VII.5.1.Klasifikasi Rock Mass Rating
................................................................................
71

13
VII.5.1.1. Kuat tekan
................................................................................
72
VII.5.1.2. Rock quality designation (RQD)
................................................................................
73
VII.5.1.3. Spasi diskontinuitas
................................................................................
73
VII.5.1.4. Kondisi diskontinuitas
................................................................................
74
VII.5.1.5. Kondisi air tanah
................................................................................
77
VII.5.2.Klasifikasi Slope Mass Rating
................................................................................
78
VII.5.2.1. Lereng Daerah Plompongan
................................................................................
80
VII.5.2.2. Lereng Daerah Takan Kidul
................................................................................
81
VII.6. Analisis menggunakan Kesetimbangan Batas
................................................................................
82
VII.7. Kesimpulan
................................................................................
88
BAB VII KESIMPULAN
................................................................................
90
DAFTAR PUSTAKA
................................................................................
93
LAMPIRAN
Terikat 1. Analisis Petrografi
2. Sketsa Lereng Daerah Plompongan dan Takan Kidul
3. Hasil pengujian dan perhitungan sifat fisik dan kuat tekan batuan
Lepas 1. Peta Lintasan dan Lokasi Pengamatan
2. Peta Geomorfologi
3. Peta Geologi

14
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Peta indeks dan lokasi daerah penelitian (Penulis, 2017)
3
Gambar 1.2. Diagram alur penelitian (Penulis, 2017)
9
Gambar 2.1. Fisiografi Pulau Jawa (Bemmelen, 1949)
11
Gambar 2.2. Kali Gubag dengan penampang sungai relatif berbentuk U dan
batuan dasar berupa batupasir tufan. Foto ini diambil pada LP
104 dengan lensa kamera menghadap ke arah utara (Penulis,
2017)

14
Gambar 2.3. Perbukitan komplek lipatan. Foto diambil pada LP 121 dengan
lensa menghadap ke arah baratdaya (Penulis, 2017)

15
Gambar 2.4. Subsatuan geomorfik perbukitan terkikis pada daerah penelitian.
Foto diambil pada LP 183 dengan lensa menghadap ke arah
utara (Penulis, 2017)

16
Gambar 2.5. Gunung Merbabu, salah satu gunungapi terdekat dari daerah
penelitian. Lensa kamera menghadap ke selatan (Penulis, 2017)

17
Gambar 2.6. Peta pola aliran daerah penelitian (Penulis, 2017)

19
Gambar 2.7. Kali Senjoyo dengan lembah sungai berbentuk U. Lensa
kamera menghadap ke utara (Penulis, 2017)

21
Gambar 3.1. Kolom stratigrafi Geologi Regional Daerah Salatiga (Sukardi &
Budhitrisna, 1992)

25
Gambar 3.2. Napal dan batupasir karbonatan Kerek dengan struktur wavy
laminae pada LP 99 dengan lensa kamera menghadap ke arah

15
timur (Penulis, 2017)

27
Gambar 3.3. Beberapa fosil Foraminifera planktonik yang ditemukan pada
satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek (Penulis, 2017)

28
Gambar 3.4. Beberapa fosil Foraminifera benthonik yang ditemukan pada
satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek (Penulis, 2017)

30
Gambar 3.5. Singkapan batupasir tufan yang ditemukan pada LP 43 (Penulis,
2017)

33
Gambar 3.6. Beberapa fosil Foraminifera planktonik yang ditemukan pada
satuan batupasir tufan Kerek (Penulis, 2017)

34
Gambar 3.7. Beberapa fosil Foraminifera benthonik yang ditemukan pada
satuan batupasir tufan Kerek (Penulis, 2017)

36
Gambar 3.8. Breksi basalt pada LP 3 dengan lensa kamera menghadap ke
arah utara (Penulis, 2017).

38
Gambar 3.9. Tuf pada satuan breksi basalt yang ditemukan pada LP 155
dengan lensa kamera menghadap ke arah barat (Penulis, 2017)

39
Gambar 3.10 Endapan campuran di tubuh Kali Senjoyo pada LP 212 dengan
lensa kamera menghadap ke arah timurlaut (Penulis, 2017)

41
Gambar 4.1. Gambaran umum struktur geologi Pulau Jawa, Jawa Timur dan
Jawa Tengah (Malda, 2013)

16
46
Gambar 4.2. Struktur lipatan dan sesar pada daerah penelitian (Penulis, 2017)

48
Gambar 4.3. Breksiasi pada Kali Senjoyo, tepatnya pada LP 215. Lensa
kamera menghadap ke arah timur (Penulis, 2017)

53
Gambar 4.4. Fault zone pada LP 114 yang termasuk dalam zona Sesar Naik
Banding dan hasil analisisnya. Lensa kamera menghadap ke
arah selatan (Penulis, 2017)

53
Gambar 4.5. Flute cast pada LP 131 yang menandai adanya pembalikan
lapisan yang termasuk dalam zona Sesar Naik Banding. Lensa
kamera menghadap ke arah barat (Penulis, 2017)

54
Gambar 4.6. Sesar Mendatar Kiri Semowo pada peta DEM dan kelurusan
sungai (kiri), zona hancuran pada LP 104 (kanan atas), dan
kekar-kekar pada LP 13 (kanan bawah) (Penulis, 2017)

55
Gambar 4.7. Kelurusan topografi pada peta DEM dan kelurusan sungai. LP
193 (atas) dan morfologi yang terpotong di sepanjang zona
Sesar Mendatar Kiri Senjoyo, foto diambil pada LP 176 (bawah)
(Penulis, 2017).

56
Gambar 4.8. Kekar pada LP 125, lensa kamera menghadap ke arah timur
(Penulis, 2017)

57
Gambar 5.1. Proses pengendapan satuan napal sisipan batupasir karbonatan
Kerek dan batupasir tufan Kerek pada kala Miosen Tengah-
Akhir (Penulis, 2017)

17
60
Gambar 5.2. Pengangkatan dan deformasi pada kala Pliosen-Pleistosen
(Penulis, 2017)

61
Gambar 5.3. Terbentuknya breksi basalt pada kala Holosen dan lokasi daerah
penelitian sekarang (Penulis, 2017)

62
Gambar 6.1. Mata air pada LP 95 (kiri) dan air sungai pada LP 177 (kanan)
(Penulis, 2017)

64
Gambar 6.2. Bongkah-bongkah basalt yang biasanya diambil sebagai bahan
galian. Lensa kamera menghadap ke arah baratdaya (Penulis,
2017)

65
Gambar 6.3. Lahan yang digunakan warga sebagai lahan pertanian. Foto
diambil pada LP 175 dengan lensa kamera menghadap ke arah
baratlaut (Penulis, 2017)

65
Gambar 6.4. Rembesan hidrokarbon pada LP 114 di Kali Senjoyo dengan
lensa kamera menghadap ke arah barat (Penulis, 2017)

66
Gambar 6.5. Gerakan massa tipe rock fall di Desa Pakis, pada LP 216 dengan
lensa kamera menghadap ke arah selatan (Penulis, 2017)

67
Gambar 7.1. Lokasi daerah penelitian pada peta geologi Daerah Pabelan dan
sekitarnya (Penulis, 2017)

69

18
Gambar 7.2. Lokasi pengambilan data dan sampel pada lereng Daerah
Plompongan (Penulis, 2017)

76
Gambar 7.3. Lokasi pengambilan data dan sampel pada lereng di Daerah
Takan Kidul (Penulis, 2017)

76
Gambar 7.4. Paritan pada kaki lereng (toe ditch) yang dibuat pada lereng
Daerah Plompongan. Lensa kamera menghadap ke arah
tenggara (Penulis, 2017)

81
Gambar 7.5. Jala kawat (nets) yang dipakai pada lereng Daerah Takan Kidul.
Lensa kamera menghadap ke arah selatan (Penulis, 2017)

82
Gambar 7.6. Sketsa gaya yang bekerja ( san S) pada suatu sayatan (Penulis,
2017)

84
Gambar 7.7. Perhitungan faktor keamanan lereng Daerah Plompongan
dengan software Slide V6.005 dengan metode irisan (Penulis,
2017)

86
Gambar 7.8. Perhitungan faktor keamanan lereng Daerah Takan Kidul dengan
software Slide V6.005 dengan metode irisan (Penulis, 2017)

87

19
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Kolom stratigrafi Zona Kendeng (Pringgoprawiro, 1983)


25
Tabel 3.2. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 114 sebagai bagian bottom dari satuan napal sisipan
batupasir karbonatan Kerek (Penulis, 2017)

29
Tabel 3.3. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 109 sebagai bagian middle dari satuan napal sisipan
batupasir karbonatan Kerek (Penulis, 2017)

29
Tabel 3.4. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 220 sebagai bagian top dari satuan napal sisipan batupasir
karbonatan Kerek (Penulis, 2017)

29
Tabel 3.5. Penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan fosil Foraminifera
benthonik pada satuan napal sisipan batupasir karbonatan Kerek
(Penulis, 2017)

30
Tabel 3.6. Kolom litologi satuan napal sisipan batupasir karbonatan kerek
(tanpa skala) (Penulis, 2017)

31
Tabel 3.7. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 88 sebagai bagian bottom dari satuan batupasir tufan
Kerek (Penulis, 2017)

34
Tabel 3.8. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 86 sebagai bagian middle dari satuan batupasir tufan
Kerek (Penulis, 2017)

35

20
Tabel 3.9. Penentuan umur relatif berdasarkan fosil Foraminifera planktonik
pada LP 90 sebagai bagian top satuan batupasir tufan Kerek
(Penulis, 2017)

35
Tabel 3.10. Penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan fosil Foraminifera
benthonik pada satuan batupasir tufan Kerek (Penulis, 2017)

36
Tabel 3.11. Kolom litologi satuan batupasir tufan Kerek (tanpa skala) (Penulis,
2017)

37
Tabel 3.12. Kolom litologi satuan breksi basalt (tanpa skala) (Penulis, 2017)
40
Tabel 3.13. Kolom litologi endapan campuran (tanpa skala) (Penulis, 2017)

42
Tabel 3.14. Stratigrafi daerah penelitian (Penulis, 2017)
43
Tabel 3.15. Korelasi stratigrafi regional Zona Kendeng (Pringgoprawiro, 1983),
stratigrafi Geologi Regional Salatiga (Sukardi & Budhitrisna,
1992), dan stratigrafi daerah penelitian (Penulis, 2017)

45
Tabel 7.1. Klasifikasi Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989)

71
Tabel 7.2 Hasil pengujian kuat tekan sampel pada Daerah Plompongan dan
Takan Kidul (Penulis, 2017)

72
Tabel 7.3 Hasil perhitungan RQD pada Daerah Plompongan dan Takan Kidul
(Penulis, 2017)

73
Tabel 7.4. Rumus menghitung spasi bidang diskontinuitas sebenarnya
(Kramadibrata, 1996 dalam Saptono 2012)

21
74
Tabel 7.5. Hasil perhitungan spasi bidang diskontinuitas sebenarnya pada
lereng daerah penelitian (Penulis, 2017)

74
Tabel 7.6. Parameter dan pembobotan kondisi bidang diskontinuitas
(Bieniawski, 1989)

75
Tabel 7.7. Bobot kondisi bidang diskontinuitas pada Daerah Plompongan dan
Takan Kidul (Penulis, 2017)

77
Tabel 7.8 Perhitungan nilai Rock Mass Rating pada lereng Daerah
Plompongan (Penulis, 2017)

78
Tabel 7.9 Perhitungan nilai Rock Mass Rating pada lereng Daerah Takan
Kidul (Penulis, 2017).

78
Tabel 7.10. Parameter Slope Mass Rating (SMR) (Romana, 1985)

79
Tabel 7.11. Tipe keruntuhan dan metode perbaikan berdasarkan Slope Mass
Rating (Romana, 1985)

79
Tabel 7.12. Perhitungan nilai Slope Mass Rating pada lereng di Daerah
Plompongan (Penulis, 2017)

80
Tabel 7.13. Perhitungan nilai Slope Mass Rating pada lereng di Daerah Takan
Kidul (Penulis, 2017)

22
81
Tabel 7.14. Data untuk perhitungan faktor keamanan lereng pada Daerah
Plompongan dan Takan Kidul (Penulis, 2017)

84
Tabel 7.15. Perhitungan faktor keamanan secara manual pada lereng Daerah
Plompongan (Penulis, 2017)

85
Tabel 7.16. Perhitungan faktor keamanan secara manual pada lereng Daerah
Takan Kidul (Penulis, 2017)

86
Tabel 7.17 Faktor keamanan minimum kestabilan lereng menurut KepMen
PU. No.378/KPTS/1987 (Anonim, 2007)

88

.
.

23