Anda di halaman 1dari 14

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

RESUME LAPORAN ARUS KAS & CATATAN ATAS LAPORAN


KEUANGAN

Disusun oleh :

Kelas : EA-A

KELOMPOK 7

1. NOVELITA WAHYU 142140141


2. EKA GUSTI. W 142140143
2. WIDIA UTAMI 142140145
3. DIVA NATHANIA 142140155

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2017
2

DAFTAR ISI

NAMA HALAMAN
1. NOVELITA WAHYU 142140141 3-6
2. EKA GUSTI WICAKSONO 142140143 7-8
3. WIDIA UTAMI 142140145 9-13
4. DIVA NATHANIA 142140155 14-15
3

:3-6 Halaman
: PP No 71 Tahun 2010 Referensi
: 142140141 NIM
: Novelita Wahyu Nama

LAPORAN ARUS KAS

Pemerintah pusat dan daerah yang menyusun dan menyajikan laporan keuangan
dengan basis akuntansi akrual wajib menyusun laporan arus kas untuk setiap periode
penyajian laporan keuangan sebagai salah satu komponen laporan keuangan pokok. Entitas
pelaporan yang wajib menyusun dan menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi yang
mempunyai fungsi perbendaharaan umum atau unit yang ditetapkan sebagai bendaharawan
umum negara/daerah dan/atau kuasa bendaharawan umum negara/daerah.

Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber,


penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas dan
setara kas pada tanggal pelaporan. Kas adalah uang baik yang dipegang secara tunai oleh
bendahara maupun yang disimpan pada bank dalam bentuk tabungan/giro. Sedangkan setara
kas pemerintah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendek atau untuk tujuan
lainnya. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi jangka pendek harus segera dapat
diubah menjadi kas dalam jumlah yang dapat diketahui tanpa ada risiko perubahan nilai yang
signifikan. Oleh karena itu, suatu investasi disebut setara kas kalau investasi dimaksud
mempunyai masa jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.

Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan
datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat
sebelumnya. Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan
arus kas keluar selama periode pelaporan. Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan
lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna laporan
dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas suatu entitas pelaporan dan struktur
keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas)
4

Laporan arus kas adalah bagian dari laporan finansial yang menyajikan informasi
penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan
aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris. Klasifikasi arus kas menurut aktivitas
operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris memberikan informasi yang memungkinkan
para pengguna laporan untuk menilai pengaruh dari aktivitas tersebut terhadap posisi kas dan
setara kas pemerintah. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi
hubungan antar aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris.

Satu transaksi tertentu dapat mempengaruhi arus kas dari beberapa aktivitas, misalnya
transaksi pelunasan utang yang terdiri dari pelunasan pokok utang dan bunga utang.
Pembayaran pokok utang akan diklasifikasikan ke dalam aktivitas pendanaan sedangkan
pembayaran bunga utang pada umumnya akan diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi
kecuali bunga yang dikapitalisasi akan diklasifikasikan ke dalam aktivitas investasi.

Untuk mengetahui perbedaan antara aktivitias operasi, investasi, pendanaan, dan


transitoris, berikut dapat dijelaskan sebagai berikut:

A Aktiva operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk
kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi. Arus kas bersih
aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi
pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas
operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan
dari luar.

Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari: Penerimaan
Perpajakan; Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); Penerimaan Hibah;
Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara/daerah dan Investasi Lainnya;
Penerimaan Lain-lain/penerimaan dari pendapatan Luar Biasa; dan Penerimaan
Transfer. Sedangkan arus keluar kas untuk aktivitas operasi terutama digunakan
untuk: Pembayaran Pegawai; Pembayaran Barang; Pembayaran Bunga; Pembayaran
Subsidi; Pembayaran Hibah; Pembayaran Bantuan Sosial; Pembayaran Lain-
lain/Kejadian Luar Biasa; dan Pembayaran Transfer. Jika suatu entitas pelaporan
mempunyai surat berharga yang sifatnya sama dengan persediaan, yang dibeli untuk
dijual, maka perolehan dan penjualan surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai
aktivitas operasi. Jika entitas pelaporan mengotorisasikan dana untuk kegiatan suatu
5

entitas lain, yang peruntukannya belum jelas apakah sebagai modal kerja, penyertaan
modal, atau untuk membiayai aktivitas periode berjalan, maka pemberian dana
tersebut harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Kejadian ini dijelaskan dalam
catatan atas laporan keuangan.

B Aktiva investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan
untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk
dalam setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi
yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada
masyarakat di masa yang akan datang. Arus masuk kas dari aktivitas investasi terdiri
dari: Penjualan Aset Tetap; Penjualan Aset Lainnya; Pencairan Dana Cadangan;
Penerimaan dari Divestasi; Penjualan Investasi dalam bentuk Sekuritas. Sedangkan
arus keluar kas dari aktivitas investasi terdiri dari: Perolehan Aset Tetap; Perolehan
Aset Lainnya; Pembentukan Dana Cadangan; Penyertaan Modal Pemerintah;
Pembelian Investasi dalam bentuk Sekuritas.

C Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang yang
berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang
jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang
jangka panjang dan utang jangka panjang. Arus kas dari aktivitas pendanaan
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan
atau pemberian pinjaman jangka panjang. Arus masuk kas dari aktivitas pendanaan
antara lain: Penerimaan utang luar negeri; Penerimaan dari utang obligasi;
Penerimaan kembali pinjaman kepada pemerintah daerah; Penerimaan kembali
pinjaman kepada perusahaan negara. Sedangkan Arus keluar kas dari aktivitas
pendanaan antara lain: Pembayaran pokok utang luar negeri; Pembayaran pokok
utang obligasi; Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah;
Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada perusahaan negara.

D Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak
termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas
transitoris mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak
mempengaruhi pendapatan, beban, dan pendanaan pemerintah. Arus kas dari aktivitas
transitoris antara lain transaksi Perhitungan Fihak Ketiga (PFK),
6

pemberian/penerimaan kembali uang persediaan kepada/dari bendahara pengeluaran,


serta kiriman uang. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang
dipotong dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga
misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas
antar rekening kas umum negara/daerah.

Arus masuk kas dari aktivitas transitoris meliputi penerimaan PFK dan
penerimaan transitoris seperti kiriman uang masuk dan penerimaan kembali uang
persediaan dari bendahara pengeluaran. Sedangkan arus keluar kas dari aktivitas
transitoris meliputi pengeluaran PFK dan pengeluaran transitoris seperti kiriman uang
keluar dan pemberian uang persediaan kepada bendahara pengeluaran. Entitas
pelaporan dapat menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan cara metode
langsung atau metode tidak langsung. Metode langsung mengungkapkan
pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto. Sedangkan dalam
metode tidak langsung, surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi-transaksi
operasional nonkas, penangguhan (deferral) atau pengakuan (accrual) penerimaan
kas atau pembayaran yang lalu maupun yang akan datang, serta unsur penerimaan dan
pengeluaran dalam bentuk kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan
pendanaan.
7

:7-8 Halaman
: Permendagri No 64 Tahun 2013 Referensi
: 142140143 NIM
: Eka Gusti Wicaksono Nama

Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan


kas dan setara kas selama satu periode akuntansi, dan saldo kas dan setara kas pada tanggal
pelaporan. Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi,
investasi, pendanaan, dan transitoris.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Hal-hal yang diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan antara lain adalah:

a. Informasi umum tentang entitas pelaporan dan entitas akuntansi;


b. Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;
c. Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan
hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;
d. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan
akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian
penting lainnya;
e. Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan
keuangan;
f. Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang
belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan; dan
g. Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan
dalam lembar muka laporan keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan disajikan secara sistematis.

Setiap pos dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran
Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas
harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan
8

Keuangan. Didalam bagian penjelasan kebijakan akuntansi pada Catatan atas Laporan
Keuangan, diuraikan hal-hal sebagai berikut:

a. Dasar pengakuan dan pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan


keuangan;
b. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan Standar Akuntansi
Pemerintahan yang memerlukan pengaturan lebih rinci oleh entitas pelaporan; dan
c. Setiap kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan untuk memahami laporan
keuangan
9

Nama : Widia Utami


NIM : 142140 145
Referensi : Peraturan Menteri Keuangan N0 213/PMK 05/2013 dan
PMK-222/PMK.05/2016
Halaman : 9 - 13

1. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas yang selanjutnya disingkat LAK adalah laporan yang menyajikan
informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris.

Elemen-elemen Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat terdiri dari :

1. Arus kas masuk dari aktivitas operasi


a) Arus kas masuk
1) Pendapatan negara: penerimaan pajak dalam negeri dan perdagangan
internasional.
2) Penerimaan negara bukan pajak : penerimaan sumber daya alam, penerimaan
bagian laba bumn, penerimaan pnbp, penerimaan BLU,
3) Penerimaan hibah : dalam negeri dan luar negeri.
b) Arus kas keluar
1) Pembayaran belanja negara : belanja pegawai, belanja barang (jasa,
pemeliharaan, dan perjalanan), pembayaran kewajiban utang, pembayaran
subsidi, pembayaran bantuan sosial, pembayaran lain-lain.
2) Pembayaran transfer ke daerah : pembayaran dana bagi hasil (pajak, sumber
daya alam, cukai), pembayaran dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan
otonomi khusus.

2. Arus kas dari aktivitas investasi


a) Arus kas masuk
1) Penjualan aset
b) Arus kas keluar
1) Belanja modal
(Modal peralatan dan mesin, jalan irigasi dan jaringan, modal BLU)
2) Pengeluaran pembiayaan : penyertaan modal negara dan investasi pemerintah.

3. Arus kas dari aktivitas pendanaan


a) Arus kas masuk
1) Penerimaan pembiayaan : penerimaan dalam negeri, luar negeri, cicilan
pengembalian penerus pinjaman, dan penerimaan pembiayaan lain-lain.
10

b) Arus kas keluar


1) Pengeluaran pembiayaan : dari dalam negeri dan luar negeri.
4. Arus kas dari aktivitas transitoris
a) Arus kas masuk
1) Penerimaan non anggaran : penerimaan non anggaran PFK, penerimaan
transito, penerimaan non anggaran pihak ketiga, penerimaan kiriman uang
antar rekening bank.
b) Arus kas keluar
1) Pengeluaran non anggaran : pengeluaran non anggran PFK, pengeluaran
transito, koreksi penerimaan pemindahbukuan, pengeluaran non anggaran
pihak ketiga, dan pengeluaran kiriman uang antar rekening bank
5. Koreksi SILPA
6. Koreksi SAL
7. Penyesuaian atas selisih kurs
8. Pendapatan belum teridentifikasi
9. Koreksi ekuitas dana cadangan

2. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan penjelasan naratif atau rincian dari angka
yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Selain itu, Catatan atas Laporan
Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh
entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di
dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk
menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

Struktur Catatan atas Laporan Keuangan terdiri dari:

a. Gambaran Umum Entitas

Dasar Hukum Entitas


Menjelaskan tentang domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta yurisdiksi tempat
entitas tersebut berada. Di samping itu, juga diungkapkan penjelasan mengenai sifat
operasi entitas dan kegiatan pokoknya;
Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan
Menjelaskan proses dan sistem akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan
Keuangan entitas.
Basis Akuntansi
Menjelaskan basis akuntansi yang digunakan dan proses penyusunan dan penyajian
Laporan Keuangan.
Dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.
Kebijakan Akuntansi
11

Menjelaskan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan oleh entitas dan metode-


metode penerapannya yang secara material mempengaruhi penyaJian Laporan
Realisasi Anggaran dan Neraca.

b. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran


Penjelasan atas Laporan Realisasi Anggaran disajikan untuk pos Pendapatan dan
Belanja dengan struktur sebagai berikut:
Anggaran;
Realisasi;
Persentase pencapaian;
Penjelasan atas perbedaan antara anggaran dan realisasi;
Perbandingan dengan periode yang lalu;
Penjelasan atas perbedaan antara periode berj alan dan periode yang lalu;
Rincian lebih lanjut pendapatan menurut sumber pendapatan;
Rincian lebih lanjut belanja menurut klasifikasi ekonomi, organisasi, dan
fungsi;
Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar akuntansi
Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
dan
Penjelasan atas hal-hal penting yang diperlukan.
c. Penjelasan atas Pos-pos Neraca
Penjelasan atas Neraca disajikan untuk pos aset, kewajiban, dan ekuitas dengan
struktur sebagai berikut:
Perbandingan dengan periode yang lalu;
Rincian lebih la:njut atas masing-masing akun-akun neraca;
Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan periode yang lalu;
Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
dan
Penjelasan atas hal-hal penting yang diperlukan.
d. Laporan Operasional
Perbandingan dengan periode yang lalu.
Penjelasan atas perbedaan antara periode berj alan dan periode yang lalu;
Rincian lebih lanjut pendapatan-LO menurut sumber pendapatan;
e. Laporan Perubahan Ekuitas
Perbandingan dengan periode yang lalu;
Rincian lebih lanjut atas masing-masing akun laporan perubahan ekuitas;
Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan periode yang lalu;
Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
dan
12

Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan.


f. Pengungkapan Penting Lainnya
Catatan atas Laporan Keuangan juga harus mengungkapkan informasi yang bila tidak
diungkapkan akan menyesatkan bagi pembaca laporan. Catatan atas Laporan
Keuangan harus mengungkapkan kejadian kejadian penting selama tahun pelaporan,
seperti:
Penggantian manajemen pemerintahan selama tahun berjalan;
Kesalahan manajemen terdahulu yang telah dikoreksi oleh manajemen baru;
Komitmen atau kontinjensi yang tidak dapat disajikan pada Neraca;
Penggabungan atau pemekaran entitas tahun berjalan; dan
Kejadian yang mempunyai dampak sosial, misalnya adanya pemogokan yang
harus ditanggulangi pemerintah.
g. Lampiran dan Daftar
Menyajikan informasi yang berisi rincian atas angka-angka yang disajikan pada LRA
dan Neraca dan pengungkapan lainnya yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku
termasuk Ikhtisar Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dan Ikhtisar
Badan Lainnya.
h. Ikhtisar Laporan BLU
i. Ikhtisar Laporan Badan Lainnya
13

Nama : Diva Nathania


NIM : 142140155
Referensi : Buku Akuntansi Keuangan Daerah (Dwi Ratmono & M. Sholihin)
Halaman : 14 - 15

I. LAPORAN ARUS KAS

Tujuan pelaporan arus kas adalah untuk memberikan informasi tentang:

1 Sumber penggunaan, perubahan kas dan setara selama satu periode akuntansi,
dan
2 Saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

Laporan Arus Kas menggambarkan arus masuk dan arus keluar untuk akun kas dan
setara kas. Arus kas masuk dapat berasal dari penerimaan tunai pendapatan, penjualan aset
tetap, pencairan dana cadangan, penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, pinjaman
bahkan penerimaan atas potongan pembayaran yang dilakukan pemerintah (PFK). Arus kas
keluar misalnya pembayaran tunai belanja pegawai, belanja modal, pembayaran cicilan
hutang, pemberian pinjaman, pembentukan dana cadangan, penyertaan modal pemerintah,
dan penyetoran kepada pihak ketiga (PFK) atas pemotongan yang telah dilakukan.

Penerimaan dan pengeluaran kas dalam Laporan Arus Kas disajikan berdasarkan
aktivitas-aktivitas keuangan pemerintahan. Penerimaan dan pengeluaran dikelompokkan
berdasarkan aktivitas yanf terdiri dari aktivitas operasi, investasi, aktivitas pendanaan, dan
aktivitas transitoris.

Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan
untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi.

Aktivitas pendanaan adalah penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan


dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang
mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang
jangka panjang.
14

Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak
termasuk dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas transitoris
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas brutoyang tidak mempengaruhi anggaran
pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah.

II. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

CaLK merupakan salah satu dari komponen Laporan Keuangan Pemda. CaLK ini
merupakan bentuk laporan keuangan yang paling tidak terstruktur, namun harus disajikan
secara baik, terutama pada penjelasan per pos laporan keuanganharus sesuai dengan tata
urutan pos-pos tersebut dalam penyajian laporan keuangan.

CaLK harus menyajikan harus menyajikan rincian dan penjelasan, rincian dan
penjelasan tersebut meliputi:

a Anggaran
b Realisasi
c Persentase pencapaian
d Penjelasan atas perbedaan antara anggaran dan realisasi
e Perbandingan dengan periode yang lalu
f Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan periode yang lalu
g Rincian lebih lanjut pendapatan LRA menurut sumber pendapatan
h Rincian lebih lanjut belanja menurut klasifikasi ekonomi, organisasi, dan fungsi
i Rincian lebih lanjut pembiayaan
j Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan