Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dizaman yang semakin modern ini kebutuhan akan prasarana jalan yang baik

merupakan faktor penunjang lancarnya perekonomian dan penunjang berbagai aktivitas

manusia. Jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya sangat menuntut

pemerintah untuk terus menemukan solusi demi solusi demi meningkatkan kesejahteraan

masyarakat dalam hal ini menyangkut kebutuhan akan prasarana jalan yaitu kemacetan.Untuk

menjawab permasalahan yang terjadi diperlukan proses perencanaan sebagai dasar untuk

pelaksanaannya perlu diperhatikan faktor kenyamanan, keamanan lingkungan serta faktor

lain yang mendukung rencana detail yang mantap.

Tanah merupakan faktor terpenting dalam sebuah konstruksi,

khususnya pada perancangan pondasi terlebih dahulu kita harus

mengetahui sifat tanahnya.Tanah adalah benda alami yang terdapat

dipermukaan bumi yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil

pelapukkan batuan dan bahan organik (pelapukkan sisa tumbuhan dan

hewan), yang merupakan medium pertubuhan tanaman dengan sifat-sifat

tertentu yang terjadi akibat gabungan dari faktor-faktor alami, iklim,

bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya waktu

pembentukkan.( E. Saifudin Sarief ,1986)

Penyelidikan tanah yang memadai merupakan suatu pekerjaan

pendahuluan yang sangat penting pada perencanaan suatu proyek.Oleh

karena itu perlu diuji batas-batas Atterberg untuk mengetahui kadar air,
batas cair,batas plastis, dan batas susut sebagai daya dukung

pembangunan sebuah konstruksi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa

permasalahan yang menjadi objek kerja praktek ini antara lain:


1. Bagaimana proses pengujian batas-batas Atterberg (Atterberg Limit) ?
2. Berapa hasil pengujian batas cair,batas plastis dan batas susut dari setiap sampel?
3. Bagaimana perbandingan yang dihasilkan dari tiap pengujian batas Atterberg pada

10 sampel yang diambil?

1.3 Batasan Masalah


Kerja Praktek ini di fokuskan pada pengujian Laboratorium di Laboratorium

Mekanika Tanah PT.Global Survey Bandung. Adapun batasan-batasan masalah dalam

penelitian kerja prakek ini yaitu :


1. Tidak memahas mengenai teknik pengambilan sampel
2. Tidak membahas mengenai proyek pengerjaan Tol Balikpapan-Samarinda
3. Tidak membahas proses pemboran pada pengerjaan Tol Balikpapan-Samarinda
4. Penelitian hanya dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah PT.Global Survey.

1.4 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek


1. Untuk memenuhi beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh

sebagai persyaratan akademis di Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Sains dan

Teknik, Universitas Nusa Cendana


2. Untuk mengetahui proses pengujian batas-batas Atterberg (Atterberg Limit)
3. Menambah wawasan tentang prosedur pengujian yang berlangsung di Laboratorium

khususnya pada pengujian Atterberg Limit.


4. Membantu perusahan dalam melakukan pengujian pada sampel hasil coring pada

proyek pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda


1.5 Waktu dan Pelaksanaan Kerja Praktek
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah :
1. Waktu
Waktu pelaksanaan kerja praktek ini dilakukan selama 1 bulan terhitung dari

tanggal
2. Tempat
Kerja Praktek dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah PT.Global Survey

Bandung, Jawa Barat.