Anda di halaman 1dari 5

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Trend back to nature yang tengah melanda dunia estetika meningkatkan penelitian
terhadap formula kosmetika dan juga terhadap beberapa tanaman sebagai bahan aktif
kosmetika. Penelitian tersebut dilakukan terhadap tanaman yang sudah digunakan secara
turun temurun mau pun penelitian yang bertujuan mencari tanaman baru sebagai inovasi
dan variasi bahan aktif. Peningkatan penelitian formula kosmetika juga bertujuan untuk
mencari bentuk sediaan kosmetika yang tahan lama, praktis, mudah dan cepat
diaplikasikan yang sudah menjadi kebutuhan manusia modern dalam kehidupan yang
serba cepat. Terdapat banyak sediaan kosmetika tradisional yang salah satunya adalah
lulur. Lulur ditumbuk atau digiling, dibuat pasta, lalu dioleskan di atas kulit dan digosok
untuk mengangkat sel kulit mati (Felicia.N,2011). Cara aplikasi tersebut dinilai kurang
praktis sehingga dikembangkan produk kosmetika yang pengaplikasiannya juga ke seluruh
tubuh, sama dengan lulur yaitu hand and body lotion (H & B Lotion).

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Penampilan fisik bagi seorang pria maupun wanita menjadi cantik, awet muda dan
menarik sangat penting. Mereka dengan mudahnya membuang-buang uang untuk perawatan
disalon kecantikan dan pengobatan ke dokter kulit yang sangat mahal, padahal banyak sekali
bahan - bahan untuk merawat diri dengan menggunakan ramuan tradisional yang sangat
murah biayanya dan dapat diolah sendiri. Pada umumnya kulit merupakan anggota tubuh
yang terluar dan langsung bersentuhan dengan lingkungan, oleh karena itu sebelum kulit
menjadi kusam, layu, dan keriput. Perawatan dapat dilakukan untuk melindungi dan
mempertahankan kesehatan kulit, dengan perawatan dari dalam dan perawatan dari luar.
Perawatan dari luar satu diantaranya dapat dilakukan dengan menggunakan lulur tubuh,
luluran adalah aktivitas menghilangkan kotoran, minyak atau kulit mati yang dilakukan
dengan pijatan diseluruh badan. Hasilnya dapat langsung terlihat, kulit lebih halus, kencang,
harum, dan sehat bercahaya (Fauzi & Nurmalina, 2012).

Menjadi tua merupakan proses normal yang terjadi pada setiap manusia, namun akan
menjadi masalah apabila terjadi lebih cepat dari waktunya atau umumnya disebut penuaan
dini. Tanda-tanda penuaan dini dapat terjadi di semua organ tubuh manusia dan yang paling
tampak adalah pada kulit (Jaelani, 2009). Dengan meningkatnya usia seseorang,
pembentukan radikal bebas juga semakin meningkat, karena sel-sel tubuh mengalami
degenerasi, proses metabolisme terganggu, dan respon imun juga menurun. Semua faktor ini
dapat memicu munculnya berbagai penyakit degeneratif. Tubuh yang gagal memerangi
radikal bebas secara efektif, dapat menyebabkan kematian karena radikal bebas menyerang
protein, karbohidrat, lemak, dan DNA. Radikal bebas tidak dapat dihindari oleh sebab itu,
tubuh kita memerlukan suatu substansi penting, yakni antioksidan yang dapat membantu
melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan meredam dampak negatifnya (Youngson,
2005; Winarsi, 2007).

Istilah antioksidan semakin populer di kalangan masyarakat seiring dengan semakin


besarnya pemahaman masyarakat mengenai radikal bebas yang merupakan penyebab
penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang disebabkan adanya
penurunan fungsi organ tubuh seperti penyakit jantung, arteriosclerosis, kanker, serta gejala
penuaan (HeryWinarsi, 2007). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah
kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dengan menetralkannya melalui cara
menerima atau mendonorkan satu elektron untuk menghilangkan elektron tidak berpasangan
yang berada pada radikal bebas (Deddy Muchtadi, 2013).

Kulit merupakan selimut yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki fungsi
utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi
perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan
tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi
dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat dan pembentukan pigmen melanin
untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV matahari, sebagai peraba dan perasa, serta
pertahanan terhadap tekanan dan infeksi dari luar (Tranggono dan Latifah, 2007). Menurut
survei penyebab utama penuaan dini yang dialami orang Indonesia adalah aktivitas berlebih
di bawah sinar matahari (Bogadenta, 2012). Indonesia yang beriklim tropis dengan sinar
matahari yang melimpah dapat menyebabkan resiko tinggi terhadap kerusakan kulit atau
penuaan dini (prematur aging) (Vinski, 2012). Beragam cara diupayakan untuk mencegah
ataupun memperbaiki dampak penuaan. Penggunaan antioksidan merupakan salah satu upaya
yang sering dilakukan (Ardhie, 2011). Antioksidan adalah suatu senyawa yang dapat
menetralkan dan meredam radikal bebas dan menghambat terjadinya oksidasi pada sel
sehingga mengurangi kerusakan sel (Hernani dan Raharjo, 2005).

Tubuh kita tidak mempunyai cadangan antioksidan dalam jumlah berlebih, sehingga
jika terjadi paparan radikal bebas yang berlebih maka tubuh membutuhkan antioksidan dari
luar. Oleh karena itu antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan (Rohdiana,
2001).
Kunyit, Kunir, Curcuma longa. tercatat sebagai tanaman rempah dan herba yang
dimanfaatkan manusia sejak masa lampau. Kunyit dimanfaatkan dalam seni kuliner di India
dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Kunir secara luas juga dimanfaatkan sebagai
pewarna alami. Kandungan kurkumin dalam kunyit memberikan efek kuning. Kebangkitan
kunyit sebagai rempah dan herba saat ini sedang dalam momen yang baik dengan
ditemukannya banyak manfaat kunyit yang sejak lama telah digunakan dalam seni kuliner
dan kesehatan kuno. Kunyit sejatinya telah digunakan sebagai rempah dan herba setidaknya
4500 tahun yang lampau. Kunyit adalah salah satu bahan yang tercatat dalam Ayurweda
sebagai materi alam untuk kesehatan. Pada saat ini, kunyit mendapat perhatian para ahli
karena kemampuannya untuk menyehatkan badan (De Guzman & Siemonsma, 1999, Krup et
al., 2013).
Kunyit saat ini dikenal sebagai salah satu rempah dan herba berguna terutama karena
kandungan kurkumin yang ada dalam rimpang tanaman. Kurkumin mempunyai daya dan
sifat anti inflamantori yang kuat. Tidak seperti obat-obatan sintetik lainnya, kurkumin tidak
memberikan efek racun yang membahayakan tubuh. Kurkumin adalah antioksidan yang
dapat melindungi sel-sel sehat, khususnya sel-sel yang didapatkan di kolondari resiko kanker.
Kurkumin berperan dalam mengendalikan perkembangbiakan sel kanker dalam tubuh.
Kurkumin juga diketahui berperan dalam penurunan kolesterol dan meningkatkan kesehatan
hati (Krup et al., 2013). Khasiat kunyit diantaranya sebagai antioksidan, anti karsinogen, anti
alzeimer dan juga anti kanker. (Depkes RI, 1995).
Kurkumin adalah senyawa poli-fenolik yang terdapat dalam rhizome. Kurkumin
adalah pigmen utama yang dapat menghasilkan warna kuning. Uji coba in vitro yang telah
dilakukan terhadap khasiat kurkumin menyebutkan bahwa kurkumin dapat bertindakdan
mempunyai sifat sebagai sebagai anti kanker, antioksidan, anti-artitik, anti amiloid, anti
ischemic and anti inflamantori. Selaian kurkumin, rimpang dari kunyit dapat mengandug
beragam minyak volatil, meliputi antara lain tumerone, atlantone, danzingi berone.
Komponen lainnya adalah gula, protein, dan resin (Akram et al., 2010).
Kunyit (Curcuma domestica Val.) meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh secara
drastis. Kerusakan oksidatif diyakini menjadi salah satu mekanisme dibalik penuaan dan
sejumlah penyakit. Kerusakan oksidatif melibatkan radikal bebas, molekul yang sangat
reaktif disertai dengan electron yang tidak memiliki pasangan. Radikal bebas cenderung
bereaksi dengan zat organik yang penting, seperti protein asam lemak atau DNA. Alasan
utama mengapa antioksidan sangat penting adalah karena mereka melindungi tubuh kita dari
radikal bebas. Kurkumin ternyata memiliki kandungan antioksidan yang diperoleh dari
struktur kimiawi yang dapat menetralisir radikal bebas. Namun kurkumin juga meningkatkan
aktivitas enzim antioksidan tubuh. Dengan cara tersebut, kurkumin mampu melawan radikal
bebas. Kurkumin memblokir radikal bebas secara langsung, kemudian menstimulasi
mekanisme antioksidan tubuh.
Pada umur 40 tahun produksi antioksidan dalam tubuh hanya 50% dan pada umur 60-
70 tahun akan turun menjadi 5-10%, untuk itu perawatan menggunakan antioksidan dari luar
sangat dibutuhkan (Hernani & Mono Rahardjo, 2006:13). Antioksidan dari luar bisa
didapatkan dari kosmetik perawatan, berupa pelembab maupun lulur perawatan tubuh. Lulur
bila dikemas dalam bentuk krimakan lebih praktis digunakan dan apabila dalam krim lulur
tersebut diberikan kandungan zat aktif yang dapat menutrisi kulit, tentunya menjadi kosmetik
perawatan tubuh yang layak digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Sri Yuni H, Ballitro, 2013. Khasiat Kunyit Sebagai Obat Tradisional dan Manfaat
Lainnya. Jurnal Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Volume 19. No 2.

Fauzi, dkk. 2012. Merawat Kulit & Wajah. Jakarta: Kompas Gramedia.

Felicia.N, 2011, Rahasia Cantik Para Puteri : Mangir, Tapel dan, Bedak Dingin,
http://female.kompas.com/rahasia.cantik.para.puteri.mangir.ta

Nutrisia A, Indarto dan Suhendriyo, 2016. Formulasi Hand & Body Lotion
Antioksidan Ekstrak Lulur Tradisional. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 5, No
2,November 2016, hlm 110-237.

Krup, V., Prakash, L. H.,& Harini, A. (2013). Pharmacologicalactivities of turmeric


(Curcuma longa linn): a review. J Homeop Ayurv Med, 2(4), 133.
De Guzman CC and J.S Siemonsma. 1999. PROSEA-Plant Resources of South-East
Asia No. 13. Spices. Backhuys Publisher, The Leiden

Akram M, S.Uddin, A. Ahmed, K, Usmanghani, A. Hannan, E. Mohiuddin, M. Asif,


(2010). Curcuma longaand curcumin: A review article. plant biol., 55 (2): 6570.