Anda di halaman 1dari 4

ETIKA KEPERAWATAN

Moral dan Agama

Disusun Oleh:

KELOMPOK 4

Kelas : 1b

Ditta Fazriati (NPM.34403515039)


Eggy Maulana Pratama (NPM.34403515040)
Eneng Risma Srimulyani (NPM.34403515045)

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN


CIANJUR
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)
Moral dan Agama

A. Definisi moral
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) moral
didefiniskan sebagai berikut:
1. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai
perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi
pekerti; susila.
2. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani,
bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi
hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap
dalam perbuatan.
3. ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita.
B. Definisi Agama
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) moral
adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan
(kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan
pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

C. Hubungan Moral dan Agama


Agama mempunyai hubungan erat dengan moral.
Motivasi terpenting dan terkuat bagi perilaku moral adalah
agama. Setiap agama mengandung suatu ajaran moral yang
menjadi pegangan bagi para penganutnya dalam bertingkah
laku. Jika dibandingkan, masing-masing agama memiliki
ajaran moral yang sedikit berbeda satu sama lain, tetapi
secara umum perbedaannya tidak terlalu mendasar. Atau
dengan kata lain, ada nilai-nilai universal yang relatif sama.
Ajaran moral dalam suatu agama dianggap begitu penting
karena ajaran itu berasal dari tuhan dan mengungkapkan
kehendak Tuhan. Ajaran moral itu diterima karena alesan
keimanan. Namun demikian, ada juga alesan-alesan lebih
umum untuk menerima aturn-aturan moral keagamaan, yaitu
alesan-alesan rasional.
Dalam filsafat moral alasan-alesan rasionalah yang
digunakan sebagai landasan nilai-nilai dan norma-norma yang
dipakai sebagai pegangan bagi perilaku moral. Berbeda
dengan agama, filsafat memiliki titik tolaknya dalam rasio,
dan untuk selanjutnya, juga mendasarkan diri hanya pada
rasio. Filsafat hanya menerima argumen dan alasan logis
yang dapat dimengerti serta disetujui oleh semua orang.
Agama berangkat dari keimanan ; kebenarannya tidak
dibuktikan, tetapi dipercaya. Kebenarannya tidak diterima
karena dimengerti, tetapi karena terjamin oleh wahyu.
Bagi agama bicara topik etis maka agama mengharuskan
penganutnya mematuhi nilai dan moral yang sudah
diterimanya berdasarkan iman. Sementara bila filsafat bica
topik etis maka alesan-alesan rasionallah yang dipakai untuk
menentukan apakah sebuah perbuatan tertentu harus
dianggap baik atau buruk.
Dalam konteks agama, kesalahan moral adalah dosa;
orang beragama merasa bersalah dihadapan Tuhan karena
melanggar perintah-Nya. Dari sudut filsafat moral, kesalahan
moral adalah pelanggaran prinsip etis yang seharusnya
dipatuhi. Kesalahan moral adalah inkonsistensi rasional.
DAFTAR PUSTAKA
------------------. Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Online]. Tersedia di:
http://kbbi.web.id/.
Diakses 28 Februari 2016

H. Putri, Triloka dan Achmad Fanani. 2010. Etika Profesi


Keperawatan. Yogyakarka: Citra pustaka