Anda di halaman 1dari 15

Tenaga (Energi)

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Energi ada dua


macam yaitu :
1. Energi tersimpan antara lain :
a. Energi potensial /Tenaga tempat
adalah energi yang dipunyai oleh benda karena letaknya diukur
relatif vertikal terhadap suatu bidang datar sembarang yang
disebut datum atau kemampuan untuk melakukan kerja karena
tempatnya.

Tenaga tempat (TT) = berat x tinggi = m x z


= m . g . z ( N.m)
= m.g.z (lbft ft)
gc
b. Energi kinetis / Tenaga gerak
Adalah energi yang dipunyai oleh benda karena kecepatannya
atau kemampuan untuk melakukan kerja karena kecepatannya.

massa kecepa tan 2


Energi kinetis =
2g
2
m V
EK =
2g

c. Energi dalam (U)


adalah energi yang dipunyai oleh benda karena aktifitas dan
konfigurasi dari molekul molekulnya.
d. Energi aliran
adalah energi yang dipunyai oleh fluida yang mengalir dalam
tabung karena adanya kerja oleh fluida yang menyebabkan
fluida tersebut mengalir dalam suatu bidang sembarangan.
Energi aliran = P. V
e. Energi kimia
adalah energi yang dipunyai oleh benda karena struktur atomnya
dan terbukti dengan adanya energi dari suatu reaksi kimia.
f. Energi atom
Adalah energi yang terikat dalam partikel partikel pada inti
atom dan yang terbukti adanya pada waktu terjadi pengaturan
tata letak partikel di dalam inti atom

Dirumuskan oleh Einstein E = m.2

E = energi yang ditimbulkan (erg)


m = penurunan masa (gram )
= kecepatan cahaya (2,9999 1010 cm/dtk)

2. Energi yang tidak dapat disimpan/ energi peralihan

a. panas (Q)
adalah peralihan dari suatu benda yang satu ke benda lainnya
karena adanya perbedaan suhu.
Q = m C dT
dimana C adalah kapasitas panas

b. Kerja
adalah energi peralihan yang dihasilkan dari suatu
gaya yang bergerak pada suatu jarak.
Perhatikan Gambar 1.3. berikut ini
P

dW
0 V2 V1 V

Gas
dX

Gas F

Gambar 1.3. silinder berisi gas


Bila kerja negatif maka sistem menerima kerja (kerja luar) dari
sekelilingnya dan bila kerja positif maka sitem melakukan kerja
(kerja luar) terhadap sekeliling.
Bila piston bergerak sejauh dx ke kanan menyebabkan perubahan
volume gas sebesar dv dimana arah dx berlawanan arah dengan F
jadi sitem melakukan kerja terhadap sekeliling sebesar

dW = F.dx
F = P.A
dW = P . A. dx
d V = A. dx

maka dW = P. dV
dimana A = luas penampang piston
P = tekanan atau gaya persatuan luas penampang piston
F = gaya

Apabila arah dx ke kanan (dx berlawanan arah dengan F ) berarti


gas mengembang, volume bertambah, dV positip jadi sistem akan
melakukan kerja sekelilingnya bila dV positip.
Apabila arah dx kekiri (dx searah dengan F) berarti volume gas
berkurang, dV negatif jadi sistem akan menerima kerja dari
sekelilingnya bila dV negatif. Pada proses kompresi dV negatif
dan kerja positif

Bila sistem berubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 maka


v2
W = PdV ...................................................................(1-5)
v1

Jika P konstan, W = P ( V2 - V1 ) ..................................(1-6)

Kerja yang dilakukan persatuan massa.


v2 / m
W Pdv
w =
m
=
v1 / m
m
.................................................. ..(1-7)
V
v =
m
v2
w = Pdv ...................................................................(1-8)
v1

dimana
V = volume sebenarnya (m3, ft3)
v = volume jenis atau specific volume ( m3/ kg)
P = tekanan (kg/m dtk2 , N/m2 )
W = kerja total (N.m)
w = kerja per satuan massa (Nm/kg)

1.9. Kerja (W) Pada Perubahan Keadaan Istimewa.

1.Perubahan keadaan pada temperatur konstan (isotermal)

P1 1 T konstan

2
P2

V
0 V1 V2

Gambar 1.4. Diagram P V pada proses isothermal.

Gas dimasukkan kedalam silinder torak, keadaan gas akan berubah


dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan menekan torak. Suhu gas
dijaga agar konstan T1 = T2 dengan cara mendinginkan dan
memanaskan silinder seperti pada Gambar 1.4
v2
Kerja yang dilakukan sistem : W = PdV
v1

Untuk gas ideal P = nRT


V
V2
dV
W = V 1nRT V

W = nRT ln V 2
.(1-9)
V1

1. Perubahan keadaan pada tekanan konstan


P
P 1 :: P2 1 2

V1 V2

Gambar 1.5. Diagram P V Isobaric

Sistem berubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan tekanan


konstan P1 = P2.
Kerja yang dilakukan oleh sistem :
v2
W = PdV = P ( V2 - V1 )
v1

Gas ideal P V2 = n R T2 dan P V1 = n R T1 dimana P konstan,


maka
W = n R ( T2 - T1 ) ..............................................(1-10)

3. Perubahan keadaan pada volume konstan (Isometric).


P
P1 1

P2 2
V
V1 : V2

Gambar 1.6 . Diagram P-V pada proses isometric

Sistem berubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan volume


konstan sehingga dV = 0
v2
W = PdV = 0 ...................................................(1-11)
v1

Jadi pada proses isometric sistem tidak melakukan atau


menerima kerja terhadap sekelilingnya.

1.10. Kerja Pada Lintasan Dua Proses Yang Berbeda (tergantung


pada jenis proses)
P
1 A

B
2

V
Gambar. 1.7. Lintasan proses

Kerja yang yang dilakukan atau diterima sistem dari keadaan 1 ke


keadaan 2 melalui lintasan A dan B adalah luas antaran (dibawah)
lintasan proses dengan sumbu V. Kerja yang dilakukan sistem pada
proses dengan lintasan A adalah luas dibawah lintasan A dengan
sumbu V dan kerja yang dilakukan sistem pada proses dengan
lintasan B adalah luas dibawah lintasan B dengan sumbu V. Dari
Gambar 1.7 terlihat bahwa luas dibawah lintasan A lebih besar dari
luas dibawah lintasan B jadi kerja yang dilakukan atau diterima oleh
sistem tergantung dari jenis prosesnya.

1.12. Panas Jenis (Specific Heat).

Pada sistem diberikan panas dQ sehingga akan menaikkan


temperatur sebesar dT. Perbandingan panas dQ dengan kenaikan
temperatur dT disebut kapasitas panas (Heat capacity) C.
Capasitas panas C = dQ
dT
dU dW
C = ..........................................................(1-12)
dT

Ada 2 macam kapasitas panas yaitu : kapasitas panas pada proses


volume tetap (Cv) dan kapasitas panas pada proses tekanan tetap
(Cp).
Kapasitas panas C persatuan massa m disebut panas jenis c.

C dQ
c = =
m m dT
cv =
Cv
( satuan : kcal / kg oK)
m

cp Cp
=
m

dQ
dari C = panas yang masuk ke sistem persatuan massa untuk
dT
perubahan temperatur dT yaitu :

dq = c dT

dq = dU = Cv dT (volume konstan)

dq = Cp dT (tekanan konstan)

sehingga panas total yang mauk ke sistem untuk massa m :

dQ = m Cp dT
T2
Q = m Cp dT
T1

Q = m Cp (T2 - T1) (tekanan konstan) ..................(1-13)

Q = U2 - U1

Q = m Cv ( T2 - T1) (volume konstan)..............(1-14)

Untuk semua gas Cp Cv = R (R ; tetapan gas)

Cp
=
Cv
R
Cv =
-1
R
Cp =
1
Soal soal

1. Pesawat terbang dengan berat 3200 lb, terbang pada ketinggian


5000 ft dengan kecepatan 200 mil/jam. Berapa energi total yang
dipunyai dihitung dari ketinggian permukaan laut.

Jawab :
Kecepatan 200 mil/jam = 293,33 ft/dtk
Energi kinetik =
1
= x 3200lb x x (293,33 ft/ detik)2
32,2 ft / det ik 2
= 4275403,175 lbft

Energi potensial = m Z = 3200 lb x 5000 ft = 16000000 lbft

Energi total = energi kinetik + energi potensial


= (4275403,175 + 16000000) lbft
= 20275403,175 lbft

2. Air pada suhu 200 0F dan tekanan 300 psia mengalir melalui suatu
pipa dengan kecepatan 120 ft/dtk. Pipa berada pada ketinggian 250
ft diatas bidang datum. Bila energi dalam air besarnya 132.500
lbft/lb dan spesifik volume 0,0166 ft3/lb, berapa energi total 1 lb
air.
Jawab :
Energi kinetik =
1
= x 1 lb x (120 ft/detik)2 x
32,2 ft / det ik 2
= 223,6025 lbft
Energi potensial = m x Z = 1 lb x 250 ft = 250 lbft
Energi aliran = P V = 300 x 144 lb/ft2 x 0,0166 ft3/lb x 1lb
= 717,12 lbft
Energi dalam =132500 lbft/lb x 1lb = 132500 lbft
Energi total = ( 223,6025 + 250 + 717,12+ ......) = 1208,7225 lbft
3. Sebuah silinder dengan torak yang bebas geseran mula-mula berisi
gas dengan Volume V1. Akibat suatu proses yang berlaku , gas
tersebut mendorong torak dan berkembang ke volume V2. Jika
perubahan volume itu 1 ft3 (28,32ltr) dan tekanan luar P = 20 psia
(1,379 bar), hitung tenaga kerja dari sistem.

Jawab :
2
W = PdV = P (V2 V1)
1

P = 20 psia = 20 x 144 lb/ft2 = 2880 lb/ft2

W = 2880 lb/ft2 x 1 ft3 = 2880 lb-ft = 3,702 btu


= 3905,4 Joule

4. 1,0 lb oksigen menempati volume 0,2 ft3 pada temperatur540 0R .


tentukan kerja yang diperlukan untuk mengurangi volume menjadi
0,1 ft3 .
a. Pada proses tekanan konstan (isobaric)
b. pada proses temperatur konstan (isothermal)
c. Berapa temperatur pada akhir proses pada soal a.
d. Berapa tekanan pada akhir proses dalam soal b
e. Gambarkan pada kedua proses a dan b pada p v diagram

Jawab :

a. P1 = n R T1
V1
1lb
1545lbft / lbmol 0 R 540 0 R
= 32lbmol / lb
0,2 ft 3
2
= 130359,375 lb/ft
V2
Kerja W = P dV = 130359,375 lb/ft2 ( 0,1 0,2 ) ft3
v1

= - 130359,375 lbft
V2
b. Pada temperatur konstan W = n R T ln
V
W= 1 lb
x 1545 lbtf/lbmol 0R x 5400R x ln 0,1
32 lb / lbmol 0,2
= - 18071,645 lb ft

V1 V
c. 2
T1 T2

T2 T1 V2 540 0 R x 0,1 ft3 = 270 0R


= =
V1 0,2 ft 3

d. P1 V1 = P2 V2

P2 = P1 V1 / V2 = 130359,375 lb/ft2 0,2 ft3 / 0,1 ft3


= 260718,75 lb/ft2

P 2
P2
e. P
2 1
P2 1

V2 V1 V V2 V1 V
HUKUM TERMODINAMIKA I

Persamaan Energi :

Suatu sistem diberikan sejumlah panas dQ maka sistem akan :


1. Melakukan kerja berexpansi dW
2. Mengalami pertambahan energi dalam dU
3. Mengalami pertambahan energi kinetik dEk
4. Mengalami pertambahan energi potensial dEp akibat gaya gaya seperti gaya grafitasi dll

Maka persamaan energi :

dQ = dW + dU + dEK+ dEP

Persamaan ini disebut persamaan prinsip konservasi energi dari suatu sistem atau persamaan
hukum Termodinamika I.
Pada sistem sistem yang diisolasi maka energi kinetik dan energi potensial = 0 (dEk =0, dan
dEp = 0),
maka :

Hukum Termodinamika I dQ = dW + dU

Energi dalam dU tergantung atau tidak pada lintasan proses, dengan pembuktian sebagai
berikut :

2
A
B
C
1

Sistem berubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 melintasi proses A


Sistem berubah dari keadaan 2 ke keadaan 1 dengan lintasan proses B
Proses lain, sistem berubah dari keadaan 2 ke 1 melalui lintasan proses C

Hukum termodinamika I :

Lintasan 1-A-2-B-1

2 1

(dQ dW ) +
1A
(dQ dW ) = 0
2B

Lintasan 1-A-2-C-1
2 1

(dQ dW ) +
1A
(dQ dW ) = 0
2C

Kombinasi kedua persamaan menghasilkan


1 1

(dQ dW ) =
2B
(dQ dW ) = 0
2C
atau

1 1

(dU ) =
2B
(dU )
2C
..

Perubahan energi dalam pada lintasan proses B = perubahan energi dalam pada lintasan
proses C

Definisi : Energi dalam U tidak tergantung pada jenis proses (lintasan proses ) nya tetapi
hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem maka,

U2 - U1 = Q - W ............................

Kesimpulan :

1. Bila sistem menerima panas Q, maka sistem akan melakukan kerja


luar W serta internal energy U akan naik. Panas Q dan kerja luar
W bertanda positip

U2 - U1
+Q sistem +W

2. Bila sistem menerima kerja W, maka sistem akan mengeluarkan panas Q serta internal
energy U akan turun. Panas Q dan kerja luar W bertanda negatip

-Q U2 - U1 -W

Sistem

2.3. Panas Jenis (Specific Heat)

Suatu sistem diberikan panas dQ sehingga menaikkan temperatur sistem sebesar dT,
maka perbandingan panas dQ dengan kenaikan temperatur dT disebut kapasitas panas (heat
capacity) dari sistem.

Bila C adalah kapasitas panas (heat capacity)dari sistem, maka


dQ dU dW
C= =
dT dT

Dalam hal ini energi kinetik dan energi potensial luar sistem dianggap konstan. Satuan C =
BTU/0R atau lb-ft/0R atau k cal/0K .

Bila proses berjalan dengan volume konstan, maka kapasitas panas disebut kapasitas panas
pada volume konstan dengan simbul Cv. Untuk proses yang berjalan dengan tekanan konstan
maka kapasitas panas disebut kapasitas panas pada tekanan konstan dengan simbul Cp.

Kapasitas panas C per satuan massa m disebut panas jenis (specific heat) dengan simbul c.

Jadi panas jenis suatu sistem :


C
c =
m

dQ
c =
mdT

Bila proses berjalan dengan volume konstan, maka panas jenis disebut panas jenis pada
volume konstan dengan simbul cv. Untuk proses yang berjalan dengan tekanan konstan
disebut panas jenis pada tekanan konstan dengan simbul cp.
Cp
cp =
m
C
cv = v ...
m

satuan cp, cv adalah BTU/lbm 0R, lb-ft/ lbm 0R, kcal/kgm 0K.
Dari persamaan (2-5), panas yang masuk ke sistem persatuan massa untuk perubahan
temperatur dT,

besarnya dq = c dT .

untuk proses dengan volume konstan, dq = du = cv dT ..

untuk proses dengan tekanan konstan, dq = cp dT

Panas total yang masuk ke sistem untuk massa m, besarnya :

dQ = m dq = m cp dT
T2
atau Q = m c p dT
T1

bila cp = konstan, maka

Q = m cp (T2 T1) .

untuk proses dengan volume konstan Q = U2 - U1


Q = m cv (T2 T1)

Soal soal

1. Suatu sistem berubah dari keadaan a ke keadaan b melalui lintasan


acb maka panas yang masuk ke sistem adalah 120 BTU dan sistem melakukan kerja
sebesar 75 BTU, berapa panas masuk ke sistem bila sistem melalui lintasan adb dimana
dalam hal ini sistem melakukan kerja sebesar 25 BTU.

Jawab :
Sistem melintasi abc, maka Ua b = Q W,

Ub Ua = Q W = 120 75 BTU = 45 BTU

Sistem melintasi adb, maka Uba = Q W,


Ub Ua = Q W
45 BTU = Q 25 BTU
Q = 70 BTU

2. Tangki berisi 100 ft3 udara dengan tekanan 300 lb/in2 bila
udara didinginkan sehingga tekanan dan temperaturnya turun
menjadi 170 lb/in2 dan T = 70 0F proses adalah volume konstan ,
berapa pengurangan energi dalam

Jawab
P1 P PT
Proses volume konstan = 2 , T1 = 1 2
T1 T2 P2

T1 = 300 144lb / ft 2 530 0 R


2
170 144lb / ft

0
= 935,294 R

U = Q W, pada volume konstan W = 0

P1 V1 = n RT1 ,

P1 V1
n =
R T1
300 144lb / ft 2 100 ft 3
= = 86,576 lbm
53,35lbft / lbmol 0 R 935,294 0 R

U = Q
= n Cv T = n Cp ( T2 T1)

= 86,576 lbm 0,171 BTU/lbm 0R (70 530) 0 R


= - 6810,068 BTU