Anda di halaman 1dari 5

Sub Materi Pokok Standar Etika Publik,

(1) Pengertian Etika Publik


(2) Pokok-pokok Etika Publik
(3) Etika dalam Organisasi

Etika kehidupan bebangsa

Tap MPR Nomor VI/MPR/2011 mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan


cita-cita bangsa sebagaimana dalam pembukaan undang-undang dasar negara
republik indonesia tahun 1945.
Konflik sosial yang berkepanjangan,berkurangnya sopan santun dan budi luhur
dalam pergaulan sosial,melemahnya kejujuran dan sikap amanah dalam
kehidupan berbangsa,pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan
merupakan krisis multidimensi yang menjadi ancaman serius terhadap
persatuan bangsa dan terjadinya kemunduran dalam pelaksanaan etika
kehidupan berbangsa yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal baik dari
dalam maupun dari luar negeri.
Pokok-pokok etika dalam kehidupan berbangsa merupakan acuan bagi
pemerintah dan seluruh bangsa indonesia dalam rangka menyelamatkan dan
meningkatkan mutu kehidupan bangsa.

pokok-pokok etika dalam kehidupan berbangsa

Pokok-pokok etika dalam kehidupan berbangsa sebagaimana yang tertuang


dalam tap MPR Nomor VI/MPR/2001 : Rumusan yang bersumber dari ajaran
agama,khususnya yang bersifat universal,dengan nilai-nilai luhur
budaya bangsa yang tercermin dalam pancasila sebagai acuan dasar
berfikir,bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa
Maka pokok-pokok etika berdasarkan tap MPR tersebut mengedepankan
kejujuran,amanah,keteladanan,sportivitas,disiplin,etos kerja,kemandirian,sikap
toleransi,rasa malu,tanggung jawab,menjaga kehormatan serta martabat diri
sebagai warga negara.
Uraian etika kehidupan berbangsa berdasarkan tap MPR tersebut adalah:
Etika sosial budaya
Etika sosial budaya berdasar pada rasa kemanusiaa yang mendalam dengan
menampilkan kembali sikap jujur,saling peduli,saling memahami,saling
menghargai,saling mencintai,dan saling menolong diantara sesama manusia dan
warga negara.
Etika ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mengemabangkan kembali
kehidupan bebangsa yang berbudaya tinggi dengan menggugah,menghargai
dan mengembangkan budaya nasional yang bersumber dari budaya daerah agar
mampu melakukan adaptasi,dan interaksi dengan bangsa lain.
Etika politik pemerintah
Ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintah yang bersih,efesian dan efektif
serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang bercirikan
keterbukaan,rasa tanggung jawab,tanggap akan aspirasi rakyat,menghargai
perbedaan,jujur dalam persaingan,kesediaan untuk menerima pendapat yang
lebih benar,serta menjungjungtinggi hak asasi manusia dan keseimabangan
antara hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa.
Etika ekonomi dan bisnis
Ini dimaksudkan agar prinsip dan prilaku ekonomi dan bisnis,baik
perorangan,instansi maupun mengambil keputusan dalam bidang ekonomi dapat
dalam melahirkan kondisi dan realitas,ekonomi yang bercirikan persaingan yang
jujur,berkeadilan,mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi,daya tahan
ekonomi dan kemampuan saing,dan terciptanya suasana kondusif untuk
pemberdayan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil.
Etika penegakan hukum yang berkeadilan
Etika penegakan hukum yang berkeadilan dimaksud untuk menumbuhkan
kesadaran bahwa tertib sosial.Ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya
dapat diwujudkan dengan ketaatan tehadap hukum dan seluruh peraturan yang
berpihak pada keadilan.
Etika keilmuan
Etika keilmuan ini dimaksudkan untuk menjungjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan,ilmu pengetahuan dan tekhnologi agar rakyat mamp menjaga
harkat dan martabatnya,berpihak pada kebenaran untuk mencapai kamslahatan
dan kemajuan sesuai denagan nilai-nilai agama dan budaya.
Etika keilmuan menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai
memanfaatkan waktu,disiplin dalam berfikir dan berbuat,serta menepati janji
dan komitmen diri untuk mencapai hasil yang terbaik.
Etika lingkungan
Etika lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan
melestarikan lingkungan hidup,seta penataan tata ruang secara berkelanjutan
dan bertaggung jawab.

Hubungan PNS dengan masyarakat

Hubungan PNS dengan masyarakat:

a. Pegawai Negeri Sipil sebagai anggota masyarakat wajib mengutamakan


kepentingan masyarakat diatas kepentingan diri sendiri,seseorang atau golongan
yang diwujudkan dengan memberikan pelayanan secara cepat,murah dan benar.
b. Pegawai Negeri Sipil harus menjaga integritas,martabat dan wibawa
sebagai aparatur negara dengan berprilaku yang baik ditengah masyarakat
dengan memperhatikan budaya,tradisi,kebiasaan,adat istiadat yang dijunjung
tinggi oleh masyarakat setempat.

Hubungan PNS dengan organisasi

Hubungan PNS dengan organisasi:

1. Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib memelihara


keutuhan,kekompakan,persatuan Korps Pegawai Negeri Sipil dalam
semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Setiap Pegawai Negeri Sipil Memegang teguh norma kedinasan,patuh


dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan
kehormatan yang diwujudkan dengan menjalankan tugas dan
kewajiban dengan baik dan sesuai hirarki yang ada.
3. Setiap Pegawai Negeri Sipil Memelihaa dan menjaga keutuhan aset
organisasi yang ada sebagai miliknya sendiri.

4. Setiap Pegawai Negeri Sipil Wajib mengutamakan kepentingan


organisasi dalam melaksankan tugas serta senantiasa siap sedia berbakti pada
tugas dan fungsi organisasi yang diwujudkan dengan ketekunannya dalam
melaksankan tugas sebagai pencerminan dan kepentingan organisasi.

5. Setiap Pegawai Negeri Sipil Memberi suri tauladan yang baik sesuai
norma kepemimpinan terhadap bawahan,menggugah semangat ditengah-tengah
bawahan serta mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang
terhadap bawahan dalam lingkungan organisasi profesinya.
6. Mempunyai sukap berani mengawasi,memberi koreksi kepada bawahan dan
sebaliknya secara santun dan tansparan terhadap sikap,prilak,perbuatan yang
dianggap tercela alam satu ikatan organisasai

7. Setiap Pegawai Negeri Sipil mempunyai sikap loyal yang timbal balik dari
atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan kesamping
dengan cara bertenggang rasa terhadap kebutuhan kebersamaan dan
mewujudkan tujuan kedinasan.
8. Setiap Pegawai Negeri Sipil mempunyai kesadaran dan kemapuan untuk
membatasi penggunaan dan segala kekayaan kedinasan sesuai
perencanaan,pelaksanan dan tujuan kedinasan.

9. Setiap Pegawai Negeri Sipil mempunyai kemauan,kerelaan, dan


keberanian untuk mempertanggung jawabkan tindakan tindakannya dengan
kesiapan memberikan penjelasan dan pertangung jawaban secara transparan
atas perbuatan yang dilkukan.

Setiap Pegawai Negeri Sipil Harus mempunyai kemauan, kerelaan dan


keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan
kepada generasi berikutnya dengan tanpa harus mempertahankannya dengan
segala cara.

Hubungan PNS dengan pemerintah

Hubungan PNS dengan pemerintah adalah:

Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib setia dan taat pada Pemerinatah Repoblik
Indonesia dengan wujud melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintah sesuai
dengan bidang tugasnya.

Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib membela,menjunjung tinggi kehormatan


Negara dan Pemerintah Repoblik Indonesia dengan wujud melaksanakan bela
Negara dan Pemerintahan dalam bentuk pemikiran dan lainnya sesuai dengan
kebutuhan yang ada.

Setiap Pegawai Negeri Sipil wajib senatiasa meningkatkan dan mengembang


profesinalitas dirinya baik melalui pendidikan formal maupun informasi yang
diwujudkan dengan ketekunannya memperluas dan mendalami lingkup bidang
tugasnya,sehingga terlihat kecakapan dan ketermapilan dalam menjalankan
tugas dan kewajiban.

maksud dan tujuan kode etik PNS

Maksud dan tujuan kode etik adalah:


1. Kode etik Pegawai Negeri Sipil dimaksudkan untuk memberikan arah dan
pedoman bagiPNS dalam bersikap,bertingkah laku dan berbuat baik didalam
melaksanakan tugas maupun pergaulan hidup sehari-hari.
2. Kode etik Pegawai Negeri Sipil bertujuan untuk menjaga
integritas,martabat,kehormatan,citra dan kepercayaan pegawai negeri sipil
melaksanakan setiap tugas,wewenang,kewajiban dan tanggung jawab kepada
negara,pemerintah dan sesama pegawai,masyarakat dan organisasi.
3. Pembinaan jiwa korps dimaksud untuk membina karakter/watak rasa
persatuan dan kesatuan,solidaritas,kebersamaan kerja,taggung
jawab,dedikasi,kreativitas,kebanggaan, dan rasa memiliki organisasi PNS dalam
melaksanakana tugas pengabdian kepada bangsa dan negara
pemerintah,organisasi dan masyarakat yang diharapkan menjadi keteladanan
dan dapat dipertanggung jawabkan.
4. Pembinaan jiwa korps bertujuan untuk mewujudkan budaya kerja yang
dijiwai oleh rasa persatuan dan kesatuan,solidaritas,kebersamaan,tanggung
jawab,dedikasi,kreativitas,kebanggaan dan rasa memiliki organisasi PNS
sehingga terwujud PNS yang bermutu tinggi dan sadar akan kedudukakn dan
tanggung jawabnya sesuai nilai-nilai moral yang disepakati bersama selaku
unsur aparatur negara.