Anda di halaman 1dari 5

Hari/tanggal : senin, 24 April 2017

Ruangan : NICU RSD Idaman Banjarbaru

Tindakan Keperawatan / prosedur : Suction

A. Latar Belakang
Bayi Ny. S dengan jenis kelamin perempuan lahir tanggal 23 April 2017 jam 07.10
wita dengan cara lahir spontan belakang kepala dengan berat badan 1260 gram, panjang
badan 38 cm, lingkar kepala 26 cm, lingkar dada 23 dan apgar score 1-3-5 dengan usia
kehamilan 23-24 minggu dan riwayat kehamilan (G 2 P1 A0) serta riwayat pernah operasi SC 9
1
/2 tahun yang lalu. Dari hasil rekam medis saat lahir bayi tidak menangis hanya merintih,
sesak napas dan cyanosis pada wajah dan ekstermitas dan terdapat retraksi dinding dan serta
bayi BAB (meconium) dan dilakukan tindakan resusitasi, suction dan pemberian oksigen
nasal.
1. Keluhan Utama
Bayi tampak sesak napas
2. Riwayat penyakit dahulu
Bayi dilahirkan dengan spontan belakang kepala dengan berat badan 1260 gram dan
apgar scor 1-3-5 asfiksia berat dan BBLR.
3. Riwayat penyakit keluarga
Sebelumnya keluarga memiliki riwayat kehamilan (G2 P1 A0) serta riwayat pernah operasi
SC 9 1/2 tahun yang lalu.
4. Riwayat penyakit sekarang
Saat pengkajian didapatkan data yaitu bayi tampak sesak dan ada secret di sekitar mulut,
mulut tampak kering, sianosis, masih terdapat retraksi dinding dada, muka bayi tampak
lebam, aktivitas bayi lemah, dan bayi dapat menangis lemah, terpasang infus pada tali
pusat dengan cairan D10 lewat infuse pump 5 meq, dilakukan perawatan incubator,
terpasang OGT dan bayi dipuasakan, terpasang bedside monitor dengan tanda-tanda vital
bayi yaitu SpO2 : 99% dengan oksigen 2LPM, Nadi : 136x/menit, Suhu : 36,0 0C, dan
Respirasi : 52x/menit.

B. Definisi
Suction merupakan tindakan mengangkat sekresi yang terdapat pada dinding bronchus
atau trachea. Tindakan ini dilakukan pada pasien yang terpasang ET, TT. Suction adalah
tindakan mengeluarkan sekret, gas atau cairan melalui sebuah kateter yang disambungkan
pada mesin penghisap.
C. Indikasi
1. Pasien yang pita suaranya tidak dapat tertutup karena kelemahan otot epiglotis
2. Pasien yang koma dengan produksi sputum meningkat.
3. Pasien yang tidak bisa batuk karena kelumpuhan dari otot pernafasan.
4. Bayi atau anak dibawah umur 2 tahun dengan produksi sputum meningkat.
5. Pasien yang sekretnya sangat banyak dan kental, dimana dia sendiri sulit untuk
mengeluarkannya
D. Deskripsi tindakan
1. Identitas klien : Bayi Ny. S
2. Diagnosa Medis : Asfiksia Berat + BBLR
3. Tindakan keperawatan dan rasional : Pemberian terapi oksigen.
4. Diagnosa Keperawatan : Ketidakefektifan bersihan jalan
napas berhubungan dengan asfiksia (akumulasi secret)
5. Data :
Saat pengkajian didapatkan data yaitu bayi tampak sesak dan ada secret di sekitar mulut,
mulut tampak kering, sianosis, masih terdapat retraksi dinding dada, muka bayi tampak
lebam, aktivitas bayi lemah, dan bayi dapat menangis lemah, terpasang infus pada tali
pusat dengan cairan D10 lewat infuse pump 5 meq, dilakukan perawatan incubator,
terpasang OGT dan bayi dipuasakan, terpasang bedside monitor dengan tanda-tanda
vital bayi yaitu SpO2 : 92% dengan oksigen 2LPM, Nadi : 136x/menit, Suhu : 36,0 0C,
dan Respirasi : 52x/menit.

6. Analisa sintesa (pathway) asfiksia

Persalinan lama,
Lilitan tali pusat

Paralisis Djj & TD Janin < O2 dan Paru2 terisi cairan


CO2
pusat
pernapasan
Factor lain : Ketidakefektifan
anestesi, obat2an bersihan jalan
E. Tujuan tindakan napas
1. Mengangkat secret yang tidak bisa dikeluarkan sendiri atatu dibatukkan oleh pasien.
2. Mengurangi penumpukan CO2 di paru paru.
3. Mencegah terjadinya broncho pneumonia.
4. Memperlancar sirkulasi dan perfusi ke seluruh jaringan
5. Pelaksanaan
1. Tahap tindakan
a. Persiapan alat :
1. Peralatan oksigenasi :airviva, oksigen+selang.
2. Peralatan suction yang lengkap : suction dinding, selang suction, tubing/kateter
suction steril yang sesuai dengan usia dan nomor.
3. Sarung tangan steril atau pinset steril.
4. Ember yang berisi larutan savlon untuk tempat suction kath bekas.
5. Handuk untuk alas dada.
a. Persiapan pasien
1 Jelaskan tujuan dan langkah prosedur kepada pasien/keluarga.
2 Posisi kan pasien semi fowler.

2. Tahap Tindakan :

a Cuci tangan.
b Jelaskan prosedur pada pasien.
c Observasi saturasi, nadi, pernapasan, tekanan darah, dan irama EKG
d Berikan oksigen dengan konsentrasi tinggi melalui airviva atau ventilator.
e Atur tekanan pada suction, bayi = 60100 mmHg, Dewasa = 120 200 mmHg
f Gunakan sarung tangan atau pinset steril.
g Pilih kateter suction yang sesuai dengan umur pasien dan ukur ETT/ TT (1/3
diameter ERR / TT ).
h Sambungkan kateter suctioning pada selang suction
i Lakukan ventilasi dengan air viva 3 x, dengan oksigen 12 15 lt/ menit.
j Masukkan kateter dalam keadaan terbuka, jika ada reflek trachea angkat katheter
12cm kemudian tutup kateter dan angkat kateter dengan gerakan memutar (lama
tindakan 515 detik pada bayi 5-10 detik)
k Berikan kembali oksigen dengan konsentrasi tinggi 12 15 ltr melalui
airviva
l Perasat ini boleh diulangi sampai bersih/banyak berkurang.
m Monitor kembali hemodinamik dan tanda vital pasien
n Jika akan suction hidung dan mulut lakukan suctioning ETT/TT dahulu sampai
selesai,kemudian suctioning hidung dan yang terakhir adalah mulut.
o Bilas selang kateter dengan air yang ada diember, matikan suction dan buang
suction pada ember penampung tersebut.
p Alat alat dirapikan kembali dan dokumentasikan
3. Evaluasi
a Evaluasi pasien
1) pasien terlihat sesak berkurang
2) jalan napas paten
3) secret sekitar mulut berkurang
4) saturasi 98%

b . Evaluasi tindakan
1) Pasien sudah dilakukan tindakan suction

Mengetahui Banjarbaru, April 2017

Pembimbing Klinik Mahasiswa

.................................. Muhammad Suryani


Daftar Pustaka :