Anda di halaman 1dari 2

A.

Definisi
Morbus Hansen (kusta, lepra) adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium leprae yang bersifat intraseluler obligat menyerang saraf tepi (primer), kulit dan
jaringan tubuh lainnya, kecuali susunan saraf pusat. Kuman penyebabnya adalah Mycobacterium
leprae yang ditemukan oleh G.A. Hansen pada tahun 1874 di Norwegia. Mycobacterium leprae
berbentuk hasil dengan ukuran 3-8 Um x 0,5 Um, tahan asam dan alkohol.
B. Etiologi
Dibandingkan M.tuberculosis, basil tahan asam Mycobacterium leprae tidak memproduksi eksotoksin
dan enzim litik. Selain itu, kuman ini merupakan satu-satunya mikobacteria yang belum dibiakkan
vitro. Mikobakteria ini secara primer menyerang system saraf tepid an terutama pada tipe
nlepromatosa, secara sekunder dapat menyerang seluruh organ tubuh lain seperti kulit, mukosa mulut,
mukosa saluran napas bagian atas, system retikuloendotelial, mata, tulang, dan testis. Reaksi imun
penderita terhadap M.leprae berupa reaksi imun seluler terutama pada lepra bentuk tuberkuloid, dan
reaksi imun humoral terutama pada lepra bentuk lepromatosa. (Wim de Jong et al.2005)
Kusta tampil dalam dua jenis bentuk klinis utama, yaitu kusta bentuk kering atau tipe tuberkuloid,
dan bentuk basah, disebut juga tipe lepromatosa. Bentuk ketiga yaitu bentuk peralihan (borederline)
(Wim de Jong et al.2005)
1. Kusta bentuk kering: tidak menular, kelainan kulit berupa bercak keputihan sebesar uang
logam/lebih besar, sering timbul di pipi, punggung, pantat, paha atau lengan. Bercak tampak
kering, kulit kehilangan daya rasa sama sekali
2. Kusta bentuk basah: bentuk menular karena kumannya banyak, terdapat diselaput lendir hidung,
kulit dan organ tubuh lainnya, dapat berupa bercak kemerahan, kecil-kecil tersebar diseluruh
badan atau berupa penebalan kulit yang luas sebagai infiltrate yang tampak mengkilat dan
berminyak, dapat berupa benjolan merah sebesar biji jagung yang tersebar dibadan, muka, dan
daun telinga. Disertai rontoknya alis mata, penebalannya daun telinga.
3. Kusta tipe peralihan: merupakan antara kedua tipe utama. Pengobatan tipe ini dimasukan kedalam
jenis kusta basah.
C. Manifestasi Klinis
1. Makula hipopigemtasi
2. Hiperpigmentasi
3. Eritematosa
4. Gejala kerusakan saraf (sensorik, motorik, autonom)
5. Kerusakan jaringan (kulit, mukosa traktusrepiartosius atas, tulang-tulang jari dan wajah)
6. Kulit kering dan alopesia
Bagan diagnosis klinis menurut WHO (1995)

Kusta PB (Pausabasilar) Kusta MB (multibasilar)


Lesi kulit (Makular datar, - 1-5 lesi - >5 lesi
papul yang meninggi, - Hipopigmentasi/eritema - Distribusi lebih
nodus) - Hilangnya sensasi yang simetris
jelas - Hilangnya sensasi
kurang jelas
Kerusakan saraf - Hanya satu cabang syaraf - Banyak cabang
(menyebabkan hilangnya syaraf
sensasi/lemahnya otot
yang dipersarafi oleh
syaraf yang terkena
Sumber: WHO 1995 (ilmu penyakit kulit dan kelamin halm 74)
D. Masalah yang Lazim Muncul
1. Risiko infeksi
2. Difisiensi pengetahuan tentang penyakit, penyebab infeksi, tindakan, dan pencegahan
3. Hipertermia b.d adanya infeksi
4. Harga diri rendah situasional
5. Risiko trauma
6. Risiko cidera
7. Hambatan mobilitas fisik
E. Dischard Planning
1. Biasakan hidup bersih dan cuci tangan sebelum melakukan aktivitas dan sesudah aktivitas
2. Makan-makanan yang bergizi seimbang
3. Hindari penularan melalui penggunaan handuk, pisau cukur secara bersamaan
4. Kenali dan kendalikan stress emosional yang dapat memicu terjadinya masalah kulit
Mikobakterium Leprae M. Tuberkoloid

Menyerang kulit dan saraf tepi

Macula, nodula, papula Ulkus Menyerang saraf tepi sensorik & motorik

Keganasan cancer epidemoid


Neuritis

metastase Sensabilitas

amputasi Resiko utama

Gangguan konsep diri: HDR Gangguan rasa nyaman: nyeri

Infasif bakteri Kulit terlihat rusak Resti cidera

Resti infeksi malu Perubahan aktivitas

Gangguan
F. konsep diri: HDR
Patofisiologi Inefektif koping individu Hambatan mobilitas fisik

Menyerang
Kelumpuhan
saraf
otot
ulnaris, nervus poplaliteus, nervus aurikularis, ne

Kontraktur otot & sendi

Gangguan aktivitas Hambatan mobitisa fisik