Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

MODALITAS RASA

OLEH :
RIZKY KURNIAWAN
161610101103

LABORATORIUM FISIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan
Hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Fisiologi yang berjudul
Laporan Praktikum Modalitas Rasa Dalam Rongga Mulut tanpa suatu kendala yang
berarti.
Laporan Praktikum ini saya buat sebagai salah satu sarana untuk lebih
mendalami materi tentang Modalitas Rasa Dalam Rongga Mulut. Kesempurnaan
hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, untuk itu saya mohon maaf apabila dalam laporan
ini masih terdapat kesalahan baik dalam isi ataupun sistematika. Saya juga berharap
laporan praktikum ini dapat bermanfaat untuk pendalaman materi pada Blok
Stomatognasi 2 ini.

Jember, 21 April 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................iii
BAB 1. PENDAHULUAN.........................................................................................1
BAB 2. HASIL PENGAMATAN...............................................................................6
BAB 3. PEMBAHASAN...........................................................................................9
BAB 4. KESIMPULAN...........................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................11

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Dasar teori


1.1.1 Modalitas Rasa di rongga Mulut
Indera pengecap adalah organ penting pada manusia yang membuat manusia
memilih makanan sesuai dengan keinginannya dan kebutuhan jaringan, selain itu
dapat juga berfungsi untuk menghindari tubuh dari substansi beracun. Beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi yaitu sistem indera (penglihatan, pembau dan
pendengar) dan makanan (tekstur makanan, suhu, kandungan bahan-bahan,
kandungan air dan udara dalam makanan).
Manusia memiliki lima alat indra, yaitu mata adalah indra penglihatan, telinga
adalah indra pendengar, hidung adalah indra penciuman, kulit adalah indra peraba
dan lidah adalah indera pengecap. Lidah tersusun atas otot otot rangka yang
berbentuk longitudinal , transversal dan sirkuler. Pada bagian dorsal lidah tertutup
oleh selaput lendir sehingga selalu lembab dan tertutup papila papila yang
mengandung kuncup pengecapan ( taste buds ).
Taste buds (kuntum pengecapan), alat indera untuk pengecapan, merupakan
badan ovoid yang berukuran 50 70 m. Tiap-tiap kuntum pengecap terbentuk oleh 4
jenis sel, yaitu sel basal; sel tipe 1 dan 2, yang merupakan sel suspentakularis; dan sel
tipe 3, yang merupakan sel reseptor pengecap (gustatorik) yang membuat hubungan
sinaps dengan serat saraf sensorik. Leher dari sel-sel ini berhubungan satu sama lain
dan dengan sel epitel di sekitarnya melalui tight junction. Kuntum pengecap ini
dipersarafi oleh sekitar 50 serat saraf, dan sebaliknya, setiap serat saraf menerima
masukan dari rata-rata 5 kuntum pengecap. Sel-sel basal berasal dari sel epitel yang
mengelilingi kuntum pengecap. Sel-sel ini berdiferensiasi menjadi sel reseptor baru,
dan sel reseptor lama secara terus-menerus diganti dengan waktu paruh sekitar 10
hari.

1
Pada manusia, kuntum pengecap terletak di mukosa epiglotidis, palatum, dan
pharinx serta di dinding papila fungiformis dan papila valata lidah. Papila fungiformis
merupakan struktur bulat yang paling banyak ditemukan dekat ujung lidah; papila
valata adalah struktur menonjol yang tersusun membentuk huruf V di belakang lidah.
Papila filiformis yang kecil berbentuk kerucut, dan menutupi badan dorsum lidah
biasanya tidak mengandung kuntum pengecap. Serat-serat saraf sensorik dari
kuntum-kuntum pengecap di dua per tiga anterior lidah berjalan dalam cabang korda
timpani n. Fasialis, dan serat-serat dari sepertiga posterior lidah mencapai batang otak
melalui n. Glosofaringeus. Serat-serat dari daerah lain selain lidah mencapai batang
otak melalui n. Vagus. Serat-serat pengecap yang bermielin tetapi menghantarkan
impuls relatif lambat di ketiga saraf tersebut bersatu di nukleus traktus solitarius
medula oblongata.
Manusia memiliki 4 macam pengecapan (rasa) dasar; manis, asam, pahit dan
asin. Zat yang pahit terutama di kecap di belakang lidah, yang asam di sepanjang tepi
lidah, yang manis di ujung lidah, dan yang asin di dorsum anterior lidah. Zat yang
asam dan pahit juga terasa di palatum yang juga agak peka terhadap manis dan asin.
Keempat modalitas ini dapat dirasakan di pharinx dan epiglotis. Dari hasil penelitian
memperlihatkan bahwa ada sel pengecap berespons paling baik terhadap rangsang
pahit sedang sel pengecap yang lain berespons paling baik terhadap manis, asam dan
asin. Selain itu diduga ada modalitas pengecap tambahan yaitu umami. Modalitas ini
mengindrai rasa glutamat dan glutamat monosodium yang banyak digunakan dalam
makanan Asia. Varian reseptor glutamat metabotropik , mGluR4 terpotong
(truncated), mungkin merupakan reseptor untuk rasa ini.
Asam (acid) terasa asam (kecut), di rangsang oleh kation H+, rasa asin
dihasilkan oleh Na+, babaerapa senyawa organik juga terasa asin misalnya dipeptida
lisiltaurin dan ornitiltaurin. Mayoritas zat yang terasa manis adalah zat organik.
Sukrosa, maltosa, laktosa, dan glukosa adalah contih yang paling dikenal. Dua protein
yang diisolasi dari buah arbei Afrika, traumatin dan morelin, terasa 100.000 kali lebih
manis daripada sukrosa dengan molar yang sama. Zat yang paling sering digunakan

2
untuk menguji rasa pahit adalah kina sulfat, senyawa ini dapat dideteksi dalam
konsentrasi 8mol/L. Senyawa organik lain, terutama morfin, nikotin, kafein, dan
ureum terasa pahit. Garam-garam anorganik lain, seperti magnesium, amonium, dan
kalsium juga terasa pahit, rasa ini disebabkan adanya kation (ion positif).
Pengecapan merupakan fungsi utama dari taste bud di dalam rongga mulut.
Reseptor perasa (taste bud) ditemukan pada papila lidah (papila circumvalata,
fungiformis, foliata dan filiformis). Taste bud adalah struktur kecil yang terdapat di
permukaan lidah, palatum, epiglotis, laring dan faring. Di sekitar dari sel perasa
terdapat empat rangsang rasa primer, bila substansi rasa berada dalam konsentrasi
rendah, tetapi pada konsentrasi tinggi, sebagian besar taste bud dapat dirangsang oleh
dua, tiga, atau empat rangsang primer dan juga oleh beberapa rangsang kecap lain
(non-primer). Sel-sel pengecap terus menerus digantikan melalui pembelahan mitosis
dari sel-sel epitel disekitarnya. Ketahanan (umur) setiap sel pengecap ini sekitar 10
hari.
Hingga saat ini terdapat lima macam rasa yang dapat dikenali yaitu:
1. Asin, terletak diujung lidah;
Rasa asin dibentuk oleh garam-garam yang terionisasi. Kualitas rasanya
berbeda-beda antara garam yang satu dengan yang lain karena garam juga
membentuk sensasi rasa yang lain selain rasa asin.
2. Manis, terletak di ujung lidah;
Rasa manis tidak dibentuk atas satu golongan kelas substansi kimia saja.
Beberapa tipe substansi kimia yang menyebabkan rasa ini mencakup gula, glikol,
alcoho aldehid, keton, amida, ester, asam amino, beberapa protein kecil, asam
sulfonat, asam halogenasi, dan garam-garam dari timah dan berilium. Perubahan yang
sangat kecil pada radikal sederhana, seringkali dapat mengubah substansi manis
menjadi pahit.
3. Asam, terletak pada dua pertiga bagian samping lidah;

3
Rasa asam disebabkan oleh asam, intensitas dari sensasi rasa ini hampir
sebanding dengan logaritma dari konsentrasi ion hidrogen, makin asam suatu asam
makin kuat sensasi yang terbentuk.
4. Pahit, terletak pada posterior lidah dan palatum molle;
Rasa pahit tidak dibentuk oleh satu tipe substansi kimia, tetapi substansi rasa
pahit hampir seluruhnya dibentuk oleh substansi organik. Dua golongan substansi
tertentu yang cenderung menimbulkan rasa pahit adalah (a) substansi rasa organik
rantai panjang yang mengandung nitrogen dan (b) alkaloid, seperyi kina, kafein,
striknin, dan nikotin.
5. Umami, terletak pada ujung lidah;
Rasa umami adalah rasa yang ddiperoleh karena rangsangan pada reseptor
metabotropic glutamate receptor (mGluR4) yang sensitiv terhadap
monosodiumglutmate (MSG). Monosodium glutamat umumnya ditambahkan pada
makanan untuk menguatkan rasa.
Berdasarkan penelitian bersifat psikofisiologik dan neurofisiologik, saat ini
telah mengenali sedikitnya 13 macam reseptor kimiayang mungkin terdapat pada sel-
sel pengecap, yaitu sebagai berikut: 2 reseptor natrium, 2 reseptor kalium, 1 reeptor
klorida, 1 reseptor adenosine, 1 reseptor ionosin, 2 reseptor manis, 2 reseptor pahit, 1
reseptor glutamate, dan 1 reseptor ion hidrogen.
1.1.2. Sensasi Rongga Mulut
Sel reseptor pengecapan adalah kemoseptor yang berespon terhadap bahan-
bahan yang larut dalam cairan mulut yng membasahi reseptor-reseptor tersebut.
Reseptor pengecapan (sekunder) dikumpulkan bersama taste bud, terutama pada lidah
dan palatum. Bahan-bahan ini bekerja pada mikrovili yang ada di pori-pori pengecap
untuk mencetuskan potensial generator di sel reseptor yang menimbulkan potensial
aksi di neuron sensorik.
Serat-serat saraf sensorik dari papil-papil pengecap di dua pertiga anterior
lidah berjalan dengan cabang korda timpani, nervus fasialis, dan serat-serat saraf dari
sepertiga posterior lidah mencapai batang otak melalui saraf glossofaringeus. Nukleus
traktus solitarius untuk dapat menyatu ke dalam medula oblongata harus bergabung

4
dengan kedua sarafnya. Disana mereka bersinap dengan neuron-neuron ordo kedua
yang aksonnya melintasi garis tengah dan bertemu dengan lemnikus medialis,
berakhir di nukleus-nukleus pemancar sensorik spesifik pada talamus bersama serat
untuk sensasi sentuh nyeri dan suhu. Impuls dipancarkan dari sini ke daerah proyeksi
pengecapan di korteks serebrum di kaki girus pasca sentralis. Pengecapan tidak
memiliki daerah proyeksi yang terpisah tetapi digambrkan dibagian girus pasca
sentralis yang melayani sensasi kulit dan wajah.
Impuls pengecapan melintasi saraf otak ketujuh, kesembilan dan kesepuluh
menuju otak, tempat merek berakhir di dalam traktus solitarius. Isyarat mula-mula ke
talamus dan kemudian ke area operkulum-insulaparietal korteks serebri. Area ini
terletak pada pinggir lateral girus postsentralis dalam fisura sylvii yang erat
berhubungan dengan atau bertindihan dengan daerah lidah area somatik
Terdapat banyak variasi dalam distribusi keempat papik pengecap dasar pada
berbagai spesies dan dalam suatu spesies tertentu antara individu. Pengecapan
memperlihatkan after-reaction dan fenomena kontras yang serupa dalam beberapa
dalam beberapa hal dalam after-image dan kontras penglihatan. Sebagian adalah
tipuan kimia, tetapi sebagian lain mungkin benar-benar merupakan fenomena sentral.

5
BAB II
HASIL PENGAMATAN

2.1 Hasil Pengamatan


2.1.1 Persepsi Rasa pada Beberapa Bagian Lidah
Lokasi Garam Gula Cuka Kina Umami
1
2
3
4
5
6
7
8

2.1.2 Two Point Discrimination di Rongga Mulut dan Area Wajah


Lokasi Jarak (mm)
1 2 3 4 5 Dst.
Palatum
Mukosa Pipi Kanan
Gusi RA Kanan
Lidah Ujung Depan

Lidah Samping Kanan


Lidah Samping Kiri
Lidah Belakang
Lidah Tengah

Bibir Atas
Bibir Bawah

2.1.3 Pengenalan Rangsangan Nyeri Pada Rongga Mulut


A. Rangsangan Tekanan
Lokasi Kedalaman Paling
Sensitif
6
Palatum
Mukosa Pipi Kanan
Gusi RA Kanan
Lidah Ujung Depan
Lidah Samping Kanan
Lidah Samping Kiri
Lidah Belakang
Lidah Tengah
Bibir Atas
Bibir Bawah

B. Rangsangan Panas
Lokasi Suhu (oC) Paling Sensitif
60 80 100
Palatum
Mukosa Pipi Kanan
Gusi RA Kanan
Lidah Ujung Depan
Lidah Samping Kanan
Lidah Samping Kiri
Lidah Belakang
Lidah Tengah
Bibir Atas
Bibir Bawah

C. Rangsangan Dingin
Lokasi Suhu (oC) Paling Sensitif
0 10 20
Palatum
Mukosa Pipi Kanan
Gusi RA Kanan
Lidah Ujung Depan
Lidah Samping Kanan
Lidah Samping Kiri
Lidah Belakang
Lidah Tengah
Bibir Atas
Bibir Bawah

7
8
BAB III
PEMBAHASAN

Pada pengamatan persepsi rasa pada beberapa bagian lidah, cuka adalah yang
paling terasa pada lidah orang coba karena intensitas sensasi rasanya sebanding
dengan logaritma dari konsentrasi ion hidrogen yaitu makin asam makin kuat sensasi
yang terbentuk. Sedangkan bagian lidah yang paling sensitif terhadap apa yang
dirasakan adalah bagian ujung lidah (1, 5, 6), sebab di sana memiliki lebih banyak
taste bud dibandingan di bagian lain. Di daerah ujung lidah dirangsang oleh 3
rangsang kecap yaitu rasa manis, asam, dan umami.
Pada praktikum two point discrimination di rongga mulut dan area wajah,
daerah lidah yang paling sensitif atau yang peka adalah bagian ujung lidah, lidah
samping kanan, lidah samping kiri, lidah belakang, dan lidah tengah yang dapat terasa
dengan jangka ukur dengan jarak 1 mm. Sedangkan pada bagian lain yang peka
adalah bibir atas dan bawah.
Pada praktikum rasa nyeri pada jaringan rongga mulut dan area wajah, pada
stimulus tekan daerah yang paling sensitif adalah palatum dan gusi rahang atas kanan.
Sehingga tidak perlu penekanan sudah terasa nyeri pada daerah tersebut. Pada
percobaan mengenai rangsangan panas dan dingin di lidah, kami mendapatkan data
bahwa pada suhu panas, bagian ujung lidah atau anterior lidah memiliki waktu
tercepat dalam merespon rasa nyeri. Hal tersebut disebabkan karena pada bagian
anterior lidah terdapat serabut saraf sensori dan taste bud dengan jumlah yang lebih
banyak dibandingkan dengan daerah lidah lainnya. Selain itu, kecepatan respon nyeri
yang lebih cepat dibandingankan dengan suhu yang dingin tersebut juga diakibatkan
oleh Pada perlakukan dengn air dingin, cenderung rasa yang dirasakan lebih lambat
karena termoreseptor lebih lambat merespon. Termoreseptor akan merespon suhu
dingin yang tentunya akan mengeluarkan kalor yang dimilki lidah, sehingga suhu
akan lebih turun dari yang sebelumnya. Ini akan menyebabkan termoreseptor akan
merespon lebih lambat dari sebelumnya.

9
BAB IV
KESIMPULAN

Bagian lidah bagian anterior merupakan bagian paling sensitif terhadap


pengenalan bentuk benda, rasa nyeri, dan berbagai macam rasa karena disana terdapat
lebih banyak serabut saraf sensoris dan taste bud serta lapisan terluar dari ujung lidah
merupakan lapisan tertipis dibandingkan dengan daerah lidah yang lain. Sehingga
apabila ada tekanan yang menimbulkan rasa nyeri bagian ujung lidah merupakan
daerah paling sensitive terhadap nyeri..

10
DAFTAR PUSTAKA

Anthony L. Mascher. 2010, Junqueiras Basic Histology Text and Atlas. Mc Graw
Hill. United States
Ganong, W. F., 2010, Fisiologi Kedokteran, penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta
Gayton & Hall., 2010 , Fisiologi Kedokteran , Penerbit Buku Kedokteran EGC :
Jakarta

11