Anda di halaman 1dari 9

LESSON PLAN TEORI

Program Studi : D-III Kebidanan


Mata Kuliah : Metodik Khusus
Topik/Sub Topik : Strategi Pembelajaran Discovery Learning
Waktu : 30 menit
Dosen :Dinar Resa Indriawati, Rengganis Siti Anisa, , Ety
Djumaliah

Objektif dari Silabus :


Setelah pempbelajaran selesai mahasiswa mampu:
1. Mengetahui pengertian pembelajaran penemuan dengan benar.
2. Mengetahui tujuan dari pembelajaran penemuan dengan benar.
3. Mengetahui jenis dan macam pembelajaran penemuan dengan benar.
4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penerapan pembelajaran penemuan.
5. Mengetahui langkah-langkah operasional implementasi dalam proses

pembelajaran penemuan.
6. Memecahkan kasus dengan teknik pembelajaran inkuiri.

Sumber Pustaka :

METODA & ALAT


WAKTU ISI
BANTU
PENDAHULUAN Ceramah, tanya
1. Mengucapkan salam jawab, LCD
5 menit 2. Memperkenalkan diri
3. Menghubungkan topik hari ini dengan pengalaman siswa
sebelumnya
4. Menyampaikan OPS
5. Menyebutkan garis besar materi yang akan di
sampaikan, yaitu strategi pembelajaran discovery
learning.
6. Menjelaskan bahwa materi ini sangat penting untuk di
pahami mahasiswa.
7. Menyebutkan referensi yang di gunakan
METODA:
Ceramah dan Tanya Jawab
OBJEKTIF PRILAKU MAHASISWA

URAIAN MATERI Ceramah ilustratif


Pengertian dan tanya jawab,
20 menit Penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund LCD
Discovery adalah proses mental dimana siswa mampu
mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Proses mental
tersebut ialah mengamati, mencerna, mengerti, mengolong-golongkan,
membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan
sebagainya (Roestiyah, 2012).
Tujuan
Menurut Bell, tujuan dari pembelajaran ini antara lain:
a. Dalam penemuan siswa memiliki kesempatan untuk

terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Kenyataan

menunjukan bahwa partisipasi siswa dalam

pembelajaran meningkat ketika penemuan digunakan.


b. Melalui pembelajaran dengan penemuan, siswa belajar

menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak,

juga siswa banyak meramalkan (extrapolate) informasi

tambahan yang diberikan.


c. Siswa juga belajar merumuskan strategi tanya jawab yang

tidak rancu dan menggunakan tanya jawab untuk

memperoleh informasi yang bermanfaat dalam

menemukan.
d. Pembelajaran dengan penemuan membantu siswa

membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling

membagi informasi, serta mendengar dan menggunakan

ide-ide orang lain.


e. Terdapat beberapa fakta yang menunjukan bahwa

keterampilan-keterampilan, konsep-konsep dan prinsip-


prinsip yang dipelajari melalui penemuan lebih bermakna.
f. Keterampilan yang dipelajari dalam situasi belajar

penemuan dalam beberapa kasus, lebih mudah ditransfer

untuk aktifitas baru dan diaplikasikan dalam situasi belajar

yang baru.
Jenis dan Macam
Jenis Pembelajaran menurut Herron (1971):
a. Confirmation/Verification siswa menegaskan prinsip

melalui kegiatan yang telah ditentukan. Tingkatan ini

dilakukan ketika prinsip yang harus dipelajari akan

dilanjutkan kemudian di tingkat berikutnya.


b. Structured Inquiry siswa melakukan penelitian

menggunakan prosedur yang ditentukan guru untuk

menjawab pertanyaan penelitian yang telah disediakan.


c. Guided Inquiry - siswa melakukan penelitian

menggunakan prosedur yang dirancang sendiri untuk

menjawab pertanyaan yang telah disediakan guru.


d. Open Inquiry siswa merumuskan sendiri pertanyaan

penelitian dan merancang proseduru sendiri untuk

menjawabnya.
Macam Pembelajaran Penemuan:
1. Penemuan Murni
Pada pembelajaran dengan penemuan murni pembelajaran

terpusat pada siswa dan tidak terpusat pada guru. Siswalah

yang menentukan tujuan dan pengalaman belajar yang

diinginkan, guru hanya memberi masalah dan situasi belajar

kepada siswa. Siswa mengkaji fakta atau relasi yang

terdapat pada masalah itu dan menarik kesimpulan

(generalisasi) dari apa yang siswa temukan. Kegiatan

penemuan ini hampir tidak mendapatkan bimbingan guru.

Penemuan murni biasanya dilakukan pada kelas yang


pandai.
2. Penemuan Terbimbing
Pada pengajaran dengan penemuan terbimbing guru

mengarahkan tentang materi pelajaran. Bentuk bimbingan

yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, arahan,

pertanyaan atau dialog, sehingga diharapkan siswa dapat

menyimpulkan (menggeneralisasikan) sesuai dengan

rancangan guru.
Generalisasi atau kesimpulan yang harus ditemukan oleh siswa

harus dirancang secara jelas oleh guru. Pada pengajaran

dengan metode penemuan, siswa harus benar-benar aktif

belajar menemukan sendiri bahan yang dipelajarinya.


3. Penemuan Laboratory
Penemuan laboratory adalah penemuan yang menggunakan

objek langsung (media konkrit) dengan cara mengkaji,

menganalisis, dan menemukan secara induktif, merumuskan

dan membuat kesimpulan. Penemuan laboratory dapat

diberikan kepada siswa secara individual atau kelompok.

Penemuan laboratory dapat meningkatkan keinginan belajar

siswa, karena belajar melalui berbuat menyenangkan bagi

siswa yang masih berada pada usia senang bermain.


Tahapan Pembelajaran Penemuan
Tahap-tahap penggunaan model belajar penemuan dalam

pembelajaran menurut Amien (1987) dapat diuraikan sebagai

berikut:
a. Tahap pertama adalah diskusi. Pada tahap ini guru

memberikan pertanyaan kepada siswa untuk didiskusikan

secara bersama-sama sebelum lembaran kerja siswa

diberikan kepada siswa. Tahap ini dimaksudkan untuk

mengungkap konsep awal siswa tentang materi yang akan


dipelajari.
b. Tahap kedua adalah proses. Pada tahap ini siswa

mengadakan kegiatan laboratorium sesuai dengan petunjuk

yang terdapat dalam lembar kerja siswa guna membuktikan

sekaligus menemukan konsep yang sesuai dengan konsep

yang benar.
c. Tahap ketiga merupakan tahap pemecahan masalah.

Setelah mengadakan kegiatan laboratorium siswa diminta

untuk membandingkan hasil diskusi sebelum kegiatan

laboratorium.

Kelebihan

1. Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan

keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif.

Usaha penemuan kunci dalam proses ini, seseorang

tergantung bagaimana cara belajarnya.


2. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat

pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertianingatan

dan transfer.
3. Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya

rasa menyelidiki dan berhasil.


4. Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan

cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri.


5. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya

sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.


Kelemahan
1. Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan

pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan

mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau

mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, tertulis

atau lisan, sehinggan pada gilirannya akann menimbulkan


frustasi.
2. Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang

banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk

membantu mereka menemukan teori atau pemecahan

masalah lainnya.
3. Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat

buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah

terbiasa dengan cara belajar yang lama.


4. Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan

pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep,

keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang

mendapat perhatian.
5. Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang fasilitas

untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para

siswa.
6. Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berpikir

yang akan ditemukan oleh siswa karena telah terpilih

dahulu oleh guru.


Langkah-langkah
Orientasi
1. Menentukan tujuan pembelajaran.
2. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan

awal, minat, gaya belajar dan sebagainya).


3. Memilih materi pembelajaran.
4. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara

induktif (dari contoh-contoh generalisasi).


5. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa

contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk

dipelajari siswa.
Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa

pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan

yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk


memecahkan teka-teki itu. Teka-teki dalam rumusan masalah

tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari

jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang

sangat penting dalam pembelajaran inkuiri, oleh karena itu

melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman

yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental

melalui proses berpikir.


Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan

yang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji

kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru

untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis)

pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai

pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat

merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan

berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu

permasalahan yang dikaji.


Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi

yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.

Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan

proses mental yang sangat penting dalam pengembangan

intelektual. Proses pemgumpulan data bukan hanya

memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi

juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan

potensi berpikirnya.
Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang

dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang


diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis

juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.

Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya

berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh

data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan

temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru

mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.


Kegiatan-kegiatan yang Dapat Menggunakan Teknik

Pembelajaran Penemuan
Untuk meningkatkan teknik ini dapat ditimbulkan dengan

beberapa kegiatan antara lain:


1. Membimbing kegiatan laboratorium.
Guru hanya menyediakan petunjuk yang cukup luas pada

siswa, dimana siswa melakukan kegiatan percobaan untuk

menemukan konsep-konsep atau prinsip yang telah

ditetapkan guru.
2. Memodifikasi pembelajaran penemuan.
Guru hanya menyediakan masalah-masalah dan

menyediakan bahan atau alat yang diperlukan untuk

memecahkan masalah secara perorangan maupun

kelompok. Bantuan yang diberikan berupa pertanyaan-

pernyataan yang memacu siswa agar dapat berfikir.


3. Kebebasan pembelajaran penemuan.
Setelah siswa mempelajari dan mengerti tentang bagaimana

cara memecahkan suatu problema maka siswa telah siap

untuk melakukan kegiatan kebebasan inkuiri. Dimana guru

dapat melibatkan siswa dalam kegiatan kebebasan inkuiri

serta siswa dapat mengindentifikasi bermacam masalah


yang akan dipelajari.
4. Melakukan pendekatan peranan.
Siswa dilibatkan dalam pemecahan masalah dengan cara

memberikan suatu masalah kepada siswa, dan dengan

pertanyaan yang telah direncanakan dengan teliti beberapa

kegiatan seperti merancang eksperimen, merumuskan

hipotesa dan menetapkan pengawasan.


5. Mengundang teman ke dalam pembelajaran penemuan.
Proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang

masing-masing terdiri dari empat anggota untuk

memecahkan masalah, setiap anggota diberi tugas yang

berbeda seperti: coordinator tim, penasehat teknis, merekam

data, dan proses penilaian.


6. Teka-teki bergambar.
Suatu teknik untuk mengembangkan motivasi dan perhatian

siswa di dalam diskusi kelompok kecil atau besar.


7. Kejelasan nilai-nilai.
Perlu diadakan evaluasi lebih lanjut tentang keuntungan-

keuntungan pendekatan ini, terutama yang menyangkut

sikap, nilai-nilai, da pembentukan siswa.


5 menit KESIMPULAN
5 menit EVALUASI

5 menit PENUTUP Ceramah


Menyimpulkan secara singkat materi yang telah disampaikan
Mengevaluasi materi yang telah disampaikan dengan cara
memberi pertanyaan kepada mahasiswa
Memberikan penguatan kepada mahasiswa
Menutup pertemuan dengan memberikan tugas kepada
mahasiswa
Mengucapkan salam penut
CATATAN: