Anda di halaman 1dari 3

A.

Space Treaty 1967

Penelitian terhadap Space Treaty 1967 (Treaty on Principles


Governing the Activities of States in the Exploration and Uses of
Outer Space, Including the Moon
and Outer Celestial Bodies, 1967 ), sebaiknya dilakukan
January 27', secara
ilmiah praktis, terutama dari segi pemanfaatan ruang angkasa.
Kepentingan peninjauan ini akan lebih-lebih lagi tampak
menonjol bilamana dipersoalkan
tata tertib hukumnya, yakni sehubungan dengan '
"
berikut ini.
1. Sifat dan luasnya wilayah di ruang angkasa (ruang
udara dan ruang
angkasa), dimana hukum ruang udara dan ruang angkasa
diterapkan.
2. Macam dan bentuk kegiatan manusia yang diatur di wilayah
tersebut.
3. Peralatan penerbangan bentuk apa (flight instrumentalities)
dan alat-alat
penunjangnya yang menjadi objek ilmu hukum ruang
angkasa.
Pengenalan masalah-masalah di bidang hukum ini akan
yai
mempun tempat yang menentukan di dalam rangka
dan tata tertib
penetapan eksplorasi/eksploitasi (dan
asa, terutama bagi
penggunaan) ruang angk kePentingan
damaian. Akan tampak,
kemanusiaan dan tujuan-tujuan per
alam hal
misalnya ketidakseimbangan di bumi kita ini d
mengingat adanya
negara-negara yang terdiri atas:
m soal
a. negara-negara teknologi maju dala
keruangangkasaan (space

Powers); dan
space powers); letak
b. negara-negara berkembang (non-
geografis yang
negara khatulistiwa dan
berbeda-beda(misalnya negara-
bukan);

kekay tidak merata; kemudian


aan alam dan tanah yang
perbedaan
perbedaan dalam lainnya.
segi

183 mid Halaman 14.