Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI PERTANIAN

Materi: Isolasi, Purifikasi dan Identifikasi Jamur Patogen


Tanaman

Oleh
Nama : Rodifan Maarij F D P
NIM : 145040207111053
Kelas/Kelompok : D1/Selasa, 07.00-08.40 WIB
Asisten Praktikum : Yurike Dewi Ismawati

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERTANIAN
MALANG
2017
3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


a. Alat
Gunting : Memotong bagian tanaman yang terkena penyakit
Pinset : Memindahkan potongan sampel tanaman
Cutter : Memotong bagian tanaman yang terserang penyakit
Cawan Petri : Sebagai tempat media (isolasi), alkohol, kloroks, dan
aquades
Bunsen : Mensterilkan alat yang akan digunakam
Botol : Menempatkan peralatan yang steril
Wrapping : Membungkus cawan petri
Kamera : Mendokumentasikan kegiatan
Cock borer : Untuk membuat bentuk bulatan
Botol Flacon : Sebagai wadah media PDA
Jarum Ose : Mengambil isolat
Preparat : Membuat preparasi atau meletakkan spesimen yang
akan diamati
Cover glass : Penutup preparat
Wadah tertutup/toples: Sebagai pengganti inkubator

b. Bahan

Tanaman bergejala : Bahan isolasi penyakit


Kloroks : Pensteril bahan isolat
Alkohol 70% : Pensteril alat-alat yang akan digunakan
Alkohol 96% : Pensteril tangan
Aquades : Membilas bahan
Media PDA : Media untuk isolasi
Spirtus : Bahan bakar Bunsen
Tisu : Alas wadah tertutup dalam tahap inkubasi
Isolat : Sebagai bahan/spesimen yang akan diamati

3.2 Cara Kerja

3.2.1 Isolasi Jamur Patogen

a. Diagram Alir

Sterilisasi tempat dan alat-alat yang akan digunakan

Sterilisasi tangan dengan alkohol 96%


Potong sampel tanaman sebanayak 2 potong dengan cutter

Rendam potongan sampel tanaman di alkohol, kloroks, aquades, selama


30 detik
Tiriskan di atas tisu
Buka cawan Petri yang sudah berisi media PDA

Ambil potongan sampel dengan hati-hati dan ditanam di media

Tutup cawan dengan wrap sebanyak 2-3 kali

Beri label

Amati dan dokumentasi

b. Analisa Perlakuan

Langkah pertama dalam isolasi patogen ialah mensterilkan tempat


dan alat-alat yang akan digunakan untuk menghindari kontaminasi.
Selanjutnya mensterilkan tangan dengan alkohol 96% untuk
menghindari kontaminasi. Kemudian potong sampel tanaman
sebanyak 2 potong dengan cutter. Rendam potongan sampel tanaman
secara berurutan dalam alkohol, kloroks, aquades, masing masing
selama 30 detik dan tiriskan di atas tisu. Lalu buka cawan Petri yang
sudah berisi media PDA sebagai media tanam patogen. Ambil
potongan sampel dengan hati-hati dan ditanam di media dan tutup
cawan dengan wrap sebanyak 2-3 kali untuk menghindari kontaminasi.
Lakukan semua langkah-langkah tersebut di dekat api Bunsen agar
tidak ada kontaminasi. Beri label, amati dan dokumentasi.

3.2.2 Purifikasi Jamur Patogen

a. Diagram Alir

Sterilisasi tempat dan alat-alat yang akan digunakan

Siapkan isolat hasil isolasi dan media PDA baru untuk purifikasi

Ambil
Buka potongan
cawan sampel
Petri yang dengan
sudah berisi
hati-hati
Tutup dan
Amaticawan
dan
Beriditanam
PDAdi
dengan
media media
wrap
dokumentasi
label
Buka botol Falcon yang sudah
berisi media PDA
Ambil potongan sampel dengan
hati-hati dan ditanam di media
Tutup cawan dengan wrap
sebanyak 2-3 kali
Beri label
Amati dan dokumentasi
b. Analisa Perlakuan
Pertama yang harus dilakukan ialah mensterilkan tempat dan alat-
alat yang akan digunakan. Kemudian siapkan isolat hasil isolasi dan
media PDA baru untuk purifikasi. Buka cawan Petri dan ambil secara
hati-hati isolat (+ sedikit media) dengan menggunakan jarum Ose
(untuk membuat bentuk bulatan sempurna digunakan cork borer dan
ditanaman di media baru. Lakukan hal yang sama pada purifikasi di
botol Flacon. Tutup cawan dengan wrap sebanyak 2-3 kali untuk
menghindari kontaminasi. Beri label, amati, dan dokumentasikan

3.2.3 Identifikasi Jamur Patogen (diagram alir dan analisa)

a. Diagram Alir

Menyiapkan alat dan bahan

Meletakkan media yang telah di platting ke dalam preparat

Mengambil spora yang akan di preparasi dengan jarum Ose

Memanaskan lagi dan diletakkan di preparat

Tutup dengan cover glass dan ditekan tetapi jangan terlalu keras

Diinkubasi
Di identifikasi di bawah mikroskop
b. Analisa Perlakuan

Langkah pertama menyiapkan alat dan bahan yang akan


digunakan dan mensterilkannya termasuk isolat hasil purifikasi.
Kemudian mengambil media PDA dari cawan petri dan dicairkan
terlebih dahulu sebelum d letakkan di preparat yang. Lalu mengambil
spora dari hasil isolat purifikasi dan diletakkan media yang telah
dicairkan sebelumnya. Selanjutnya pada tahap inkubasi, menyiapkan
wadah, tisu yang sudah disterilkan (basah) dan dimasukkan ke wadah
dan preparat diletakkan didalamnya. Setelah diinkubasi selama 3-4
hari dilakukan identifikasi dibawah mikroskop.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Tabel Isolasi Jamur Patogen

No
Nama Patogen Gejala Hasil
.
Penyakit bercak ungu
pada tanaman bawang
merah yang
disebabkan oleh jamur
Alternaria porri.
1 Alternaria porri
Miselium jamur pada
media PDA berwarna
putih dan pada bagian
tengah berwarna
kuning kehitaman.
Miselium tampak
berwarna putih
Colletotrichum kekuningan.
2
capsici

Miselium tampak
berwarna putih dan
seperti kapas.
3 Fusarium oxysporum
Miselium jamur
berwarna putih seperti
4 Sclerotium rolfsii kapas dan terdapat
kontaminasi jamur
berwarna hitam.
4.1.2 Tabel Identifikasi
Hasil Identifikasi
No Nama Patogen Makroskopis Mikroskopis
Dokumentasi Literatur Dokumentasi Literatur
1 Alternaria
porri

Weber (1973) yang


menyatakan bahwa
Miselium jamur Koloni jamur
Konidium dan konidofor misellium jamur
pada media PDA Alternaria porri
berwarna coklat, konidium berwarna coklat,
berwarna putih mempunyai warna
berbentuk gada yang konidiofor tegak,
seperti bulu. isolat berwarna abu-
bersekat-sekat, pada salah bersekat. Konidium
abu gelap dengan
satu ujungnya membesar berbentuk gada
pusat berwarna ungu.
dan tumpul, ujung lainnya terbalik berwarna
Ukurannya sangat
menyempit dan agak coklat ukuran
besar sehingga dapat
panjang. dengan sekat
dilihat melalui kaca
melintang sebanyak
pembesar (Veloso,
6-12 buah dan 3
2007)
buah sekat
membujur.

Menurut Sulastri
Terdapat miselium
(2013), hasil
berwarna jingga Miselium jamur Penampakan mikroskopis identifikasi
keputihan. berwarna putih menunjukkan hifa jamur mikroskopis yaitu
Colletotrichum keabu-abuan sampai
2 tidak bersekat. a.Hifa tidak
capsici dengan hitam. Arah
bersekat, b.Konidia
pertumbuhan
berbentuk bulan
miselium kesamping,
sabit tidak bersekat.
struktur miselium
kasar (Sulastri,
2013).
Booth (1977) menyatakan
bahwa, spesies Fusarium
Terdapat miselium Dalam literatur yang
biasanya menghasilkan
berwarna putih menyatakan bahwa,
Pada pengamatan makrokonidia dan
Fusarium sedikit kecoklatan koloni Fusarium
3 mikroskopis terlihat mikrokonidia dari phialid
oxysporum dan terdapat oxysporum memiliki
konidia jamur seperti sabit ramping, makrokonidianya
kontaminasi jamur warna putih pucat hialin, dua sampai
berwarna hitam. kekuningan dengan beberapa sel, fusiform
spora berwarna putih sampai berbentuk sabit,
atau berwarna keunguan sebagian besar dengan sel

(violet) dengan warna apikal memanjang dan sel


basal.
spora putih (Ida et. al.,
2013)
Terdapat miselium Menurut Sukamto
Miselium jamur berwarna putih seperti (2013), ditemukan klam
berwarna putih bulu (Sumartini, 2011) koneksi (clamp
Penampakan mikroskopis
Sclerotium kecoklatan dan
4 bagian a: adalah klam connection). Pada
rolfsii koloni jamur
koneksi, b: percabangan pada bagian koloni
memenuhi cawan yang berumur enam
hifa jamur, dan c: adalah hifa
petri. sampai delapan hari,
jamur.
struktur
klam koneksi
terlihat pada hifa yang
tua.
4.2 Pembahasan

Dari hasil pengamatan isolasi jamur Alternaria porri dengan


menggunakan media PDA, menunjukkan kenampakan makroskopis berupa
miselium jamur berwarna putih seperti kapas dan pada bagian tengah berwarna
kuning kehitaman. Pada pengamatan hasil purifikasi miselium jamur berwarna
putih seperti kapas. Hal ini berbeda dengan yang disebutkan dalam Rusdam et. al
(2013), Koloni jamur yang telah diisolasi dimurnikan pada media PDA
mempunyai warna abu-abu pada bagian tengah serta berwarna ke kuning-kuningan
pada bagaian tepi (pinggir) Pada hasil identifikasi jamur Alternaria porri
menggunakan mikroskop, konidium dan konidofor berwarna coklat, konidium
berbentuk gada yang bersekat-sekat, pada salah satu ujungnya membesar dan
tumpul, ujung lainnya menyempit dan memanjang. Weber (1973) yang
menyatakan bahwa misellium jamur berwarna coklat, konidiofor tegak, bersekat.
Konidium berbentuk gada terbalik berwarna coklat ukuran dengan sekat melintang
sebanyak 6-12 buah dan 3 buah sekat membujur.

Hasil pengamatan isolat jamur Colletotrichum capsici pada tanaman cabai


terdapat miselium berwarna putih kekuningan. Pengamatan hasil purifikasi
menunjukkan kenampakan miselium berwarna putih kekuningan. Menurut Sulastri
(2013), miselium jamur yang tumbuh pada medium PDA berwarna putih keabu-
abuan sampai dengan hitam dengan arah pertumbuhan miselium kesamping,
struktur miselium kasar. Berdasarkan pengamatan mikroskopis menggunakan
mikroskop terlihat hifa jamur tidak bersekat. Hasil identifikasi mikroskopis jamur
C. capsici, hifa terlihat tidak bersekat dan bentuk konidia seprti bulan sabit da
tidak bersekat (Sulastri, 2013)

Hasil pengamatan isolat jamur Fusarium oxysporum menunjukkan


kenampakan makroskopis berupa miselium jamur berwarna putih. Pada hasil
purifikasi miselium yang tumbuh berwarna putih kecoklatan. Sesuai dalam
literatur yang menyatakan bahwa, koloni Fusarium oxysporum memiliki warna
putih pucat kekuningan dengan spora berwarna putih atau berwarna keunguan
(violet) dengan warna spora putih (Ida et. al., 2013). Hasil pengamatan identifikasi
jamur F. oxysporum menggunakan mikroskop menunjukkan kenampakan konidia
jamur seperti sabit. Booth (1977) menyatakan bahwa, spesies Fusarium biasanya
menghasilkan makrokonidia dan mikrokonidia dari phialid ramping,
makrokonidianya hialin, dua sampai beberapa sel, fusiform sampai berbentuk
sabit, sebagian besar dengan sel apikal memanjang dan sel basal.

Hasil pengamatan hasil isolasi jamur Sclerotium rolfsii menunjukkan


bahwa kenampakan makroskopisnya berupa miselium yang berwarna putih seprti
kapas. Hasil pengamatan setelah purifikasi tampak bahwa miselium jamur
berwarna putih kecoklatan. Menurut Sumartini (2011) miselium cendawan S.
rolfsii berwarna putih seperti kapas. Hasil pengamatan identifikasi menggunakan
mikroskop menunjukkan kenampakan hifa jamur S. rolfsii berupa hifa jamur yang
bercabang dan klam koneksi pada hifa seperti membentuk tonjolan atau terdapat
bagian yang membesar. Hifa jamur S. rolfsii ditemukan klam koneksi (clamp
connection). Pada bagian koloni yang berumur enam sampai delapan hari, struktur
klam koneksi terlihat pada hifa yang tua. (Sukamto, 2013)
5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan pada keempat jenis jamur isolat, setiap spesies
jamur patogen pada tanaman yang diamati memiliki karakteristik yang berbeda-
beda. Jamur isolat Alternaria porri pada media PDA, menunjukkan kenampakan
makroskopis berupa miselium jamur berwarna putih seperti kapas dan pada bagian
tengah berwarna kuning kehitaman. Isolat jamur Colletotrichum capsici pada
tanaman cabai miseliumnya berwarna putih kekuningan. Isolat jamur Fusarium
oxysporum menunjukkan kenampakan makroskopis berupa miselium jamur
berwarna putih. Hasil pengamatan hasil isolasi jamur Sclerotium rolfsii
menunjukkan bahwa kenampakan makroskopisnya berupa miselium yang
berwarna putih seprti kapas.

5.2 Saran
Asisten: Semga kedepannya lebih baik
Praktikan: Semoga kedepannya lebih baik lagi
DAFTAR PUSTAKA

Ayu, Ida P. S. dkk. 2013. Isolasi dan Identifikasi Jamur Penyebab Penyakit Layu Dan
Antagonisnya Pada Tanaman Kentang yang Dibudidayakan di Bedugul, Bali.
Universitas Udayana. Jurnal Biologi XVII (2): 37-41.

Booth, C. 1977. Fusarium: Laboratory Guide to the Identification of the Major


Species. Commonwealth Mycological Institute, Kew Surrey. England.

Domsch KH, Anderson TH, Gams W. 1993. Compendium of Soil Fungi. Vol I. IHW-
Velag.

Novina D, Suryanto D, Elimasni, 2012. Uji Potensi Bakteri Kitinolitik dalam


Menghambat Pertumbuhan Rhizoctonia solani Penyebab Rebah Kecambah pada
Kentang Varietas Granola. http://download.portalgaruda.org/article.php?ar
ticle=58515&val=4113. Diunduh tanggal 5 April 2014

Sukamto, Dono. W. 2013. Identifikasi dan Karakterisasi Sclerotium rolfsii Sacc.


Penyebab Penyakit Busuk Batang Nilam (Pogostemon Cablin Benth). Bul.
Littro: Bogor. Hlm. 37.

Sulastri. 2013. Identifikasi Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur Dan Intensitas
Serangannya Pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.) Di Kebun Percobaan
Fakultas Pertanian Universitas Riau. Universitas Riau: Pekanbaru.

Veloso, 2007. Sekilas Tentang Penyakit Trotol. http://petani.wodpress.com/


200701/05.sekilas-tentangpenyakit-trotol. Diakses tanggal 20 April 2015.

Weber, G. F., 1973. Bacterial and Fungal Diseases of Plant In The Tropics. University
of Florida Press, USA. p. 90-582.