Anda di halaman 1dari 1

1.

Selama ini banyak yang menganggap anak sebagai miniatur orang dewasa, atau secara
tidak langsung menyamakan anak dengan orang dewasa, hanya berbeda porsi saja.
Padahal dilihat secara kasat mata saja, sudah terlihat perbedaan itu. Misalnya, anak akan
mengalami pertumbuhan fisik dengan pesat, sedangkan orang dewasa relatif sudah tidak
tumbuh lagi. kita tengok mengenai cara berpikir. Anak berpikir hanya sebatas hal-hal
yang konkret. Beda dengan orang dewasa yang sudah bisa berpikir secara abstrak. Dari
segi emosional, orang dewasa sudah berpikir sosio empatik sedangkan anak masih
cenderung bersifat egosentris, yakni memandang segala sesuatu hanya dari sisi dirinya
sendiri.

2. Menurut Santrock (1995:186) hipotesis holofrase adalah konsep bahwa satu kata tunggal
digunakan untuk mengartikan satu kalimat sempurna; ini merupakan ciri kata pertama
seorang bayi. Sedangkan cara bicara telegrafis ialah penggunaan kata-kata yang singkat
dan cepat untuk berkomunikasi

3. Ada 3 Teori tentang Perolehan dan Perkembangan Bahasa pada Anak-Anak, yaitu :
Model Behaviors
Orang tua dan guru mengajar anak berbicara dengan memberikan penguatan sebagai prinsif
pendekatan behaviorist terhadap tingkah laku verbal. Dengan pemberian penguatan ini, anak
belajar memberi nama pada benda-benda secara tepat sehingga anak mengetahui arti kata-
kata itu. Menurut teori ini anak-anak mula-mula merupakan tabula rasa. kata-kata yang
didengarnya disimpan dalam ingatan.

Model Linguistik
Menurut Chomsky, anak-anak dilahirkan dengan dilengkapi dengan kemampuan untuk
berbahasa . Dia juga berpendapat bahwa seorang anak bukanlah suatu tabula rasa, melainkan
telah mempunyai kemampuan untuk berkembang dan untuk belajar (faculty of language)

Model Kognitif
Model kognitif diwakili oleh Piaget, Bruner, dan Vigotsy (Marat, 2001 : 86). Merupakan
model terbaru tentang perolehan bahasa pada anak. Pandangannya disebut dengan model
proses dan analisis strategis. Inti dari model ini adalah suatu model kognitif untuk bahasa
yang menjelaskan bagaimana bahasa itu diproses secara kognitif dan bagaimana
manifestasinya dalam tingkah laku. Jadi, model ini memandang bahasa dari sudut prosesnya.