Anda di halaman 1dari 9

RANCANG BANGUN MODUL PEMBACAAN SENSOR SUHU

DENGAN SD CARD SEBAGAI MODUL PENGECEKAN DEVICE


SATELIT BERBASIS MIKROKONTROLER
Rommy Hartono, Deddy El Amin
Pusat Teknologi Satelit
e-mail: Rommyhartono@ymail.com

RINGKASAN

Rancang Bangun Pembacaan Sensor Suhu Dengan SD Card telah dibuat Sebagai Modul
Pengecekan Device Satelit Berbasis Mikrokontroler ATMega128. Sistem ini merupakan suatu
alat untuk mengetahui tingkat suhu di suatu tempat atau ruangan secara teratur dan terus
menerus. Rancang bangun ini terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras
terdiri dari Mikrokontroler ATMega 128, Sensor LM35, LCD (Liquid Critsal Display), SDC
(Secure Digital Memory Card), dan Push Button. Perangkat lunak pada rancang bangun ini
menggunakan program bahasa BASCOM-AVR (Basic Compiler). Program aplikasi ini bekerja
pada saat dinyalakan inisialisasi hardware dilakukan. Temperatur yang terdeteksi oleh sensor
LM35 akan ditampilkan pada layar LCD. Mikrokontroler membaca data-data ADC (Analog to
Digital Converter) yang ada pada sensor LM35, lalu akan ditampilkan data suhu dalam satuan
celcius pada LCD dan tampilan hyperterminal di komputer melalui komunikasi serial dan jika
push button di tekan maka suhu yang terdeteksi akan di simpan kedalam SD card dalam bentuk
format CSV (Comma Separated Values), dan dapat dibuka melalui program notepad(TXT) pada
komputer.

1 PENDAHULUAN
Di zaman globalisasi seperti sekarang, Bumi yang dilengkapi oleh kamera untuk
informasi bisa sangat mudah kita dapatkan. pengambilan gambar atau video dan antena
Hal ini dikarenakan adanya fasilitas yang untuk komunikasi, berbeda dengan satelit
mendukung proses komunikasi dan untuk telekomunikasi yang tidak
pengiriman informasi yang dapat dilakukan memerlukan kamera. Agar dapat melakukan
tanpa terpengaruh faktor jarak dan kendala operasional tersebut, keadaan masing-
waktu, salah satunya dengan menggunakan masing device yang terpasang pada satelit
satelit. Berdasarkan fungsinya, satelit dapat haruslah dalam kondisi baik, karena setiap
digolongkan menjadi beberapa macam detail bagian sangatlah berpengaruh pada
diantaranya adalah satelit untuk mengamati kinerja device satelit, sehingga semua device
fenomena cuaca, satelit untuk mengamati harus diperiksa secara intensif dan berkala.
permukaan bumi (surveillance), satelit untuk Pengambilan data dari device satelit
navigasi, satelit untuk komunikasi, satelit merupakan salah satu aspek pengecekan,
untuk televisi (Raja, Erick S. Lumban, et untuk melakukan pengecekan dan
al., 2012.). pengamatan ini dibutuhkan sebuah alat atau
Perbedaan fungsi satelit tersebut modul yang dapat digunakan untuk
membuat muatan utama yang dibawa satelit mengambil dan juga menyimpan data dari
juga berbeda-beda, seperti satelit yang suatu device satelit. Data tersebut nantinya
digunakan untuk mengamati permukaan bisa ditampilkan di PC. Pengecekan yang
dilakukan pada penelitian ini merupakan diantaranya, pin 1 berfungsi sebagai sumber
pengecekan penyimpanan data suhu ke tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah
dalam SD card, sehingga data yang digunakan sebagai tegangan keluaran atau
disimpan dapat dibaca kembali oleh PC. Vout dengan jangkauan kerja dari 0 Volt
Data suhu yang didapatkan diperoleh sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan
menggunakan sensor suhu LM35. Penulis operasi sensor LM35 yang dapat digunakan
menggunakan parameter suhu karena suhu antar 4 Volt sampai 30 Volt (National
merupakan parameter dasar dalam Semiconductor Corporation, 2000).
melakukan penelitian, suhu juga dapat Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10
dengan mudah diamati menggunakan sensor mV setiap derajat celcius sehingga didapat
LM35 (Pajuhi, Eko Santoso, et al.,2014). persamaan sebagai berikut:
Hal ini merupakan alasan utama mengapa
penulis menggunakan sensor suhu LM35.
Alasan lain adalah harganya yang relatif VLM35 = Suhu* 10 mV
murah dan output dari sensor tersebut (2-1)
merupakan tegangan yang sudah linear.

2. TINJAUAN PUSTAKA 2. Mikrokontroler ATmega128


Dalam tinjauan pustaka ini akan dibahas ATMega128 adalah mikrokontroler
mengenai dasar teori komponen utama pada CMOS 8 bit daya rendah berbasis arsitektur
sistem yang dibuat. Ada pun yang digunakan RISC (Reduced Instruction Set Computer)
dalam sistem yang dibuat adalah sebagai (Raja, Erick S. Lumban, et al., 2012). Instruksi
berikut: dikerjakan pada satu siklus clock,
ATMega128 mempunyai throughput
2.1 Sensor suhu LM35 16MIPS sampai 16MHz, hal ini membuat
Sensor suhu LM35 adalah komponen ATMega128 dapat bekerja dengan kecepatan
elektronika yang memiliki fungsi untuk tinggi walaupun dengan penggunaan daya
mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik
rendah (National Semiconductor
dalam bentuk tegangan (Saefurrochman, et al.,
2015). LM35 memiliki keakuratan tinggi dan Corporation, 2000). Mikrokontroler
kemudahan perancangan jika dibandingkan ATmega128 memiliki beberapa spesifikasi
dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga yang menjadikannya sebuah solusi
mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan pengendali yang efektif untuk berbagai
linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan keperluan.
mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali
khusus serta tidak memerlukan penyetelan
lanjutan.

Gambar 2-1: Sensor Suhu LM35


Gambar 2-2: Mikrokontroler ATMega128
Gambar diatas menunjukan bentuk dari
LM35 tampak depan. 3 pin LM35 3. Komunikasi Data Serial
menujukan fungsi masing-masing pin
Komunikasi data serial merupakan
komunikasi yang mengantarkan data digital
secara bit per bit dengan bergantian melalui
media interface serial. Contoh dari
komunikasi data serial anta lain modem,
mouse dan lain-lain. Pengiriman data
melalui interface serial dapat dilakukan Gambar 2-3: Timing Diagram Komunikasi
secara bit per bit (setiap satu step waktu atau Serial Sinkron
1 bit) atau juga dalam satuan baud, dimana 1 Komunikasi serial asinkron di mana
baud tidak mesti senilai, dengan 1 bit per sinkronisasi clock pengirim (data serial)
second tergantung besaran data untuk setiap dan penerima terjadi pada awal simbol
kali clock transfer (Putra, A.E., 2002). data yang dikirim. Realisasinya,
Masalah utama komunikasi data serial sebelum bit data terdapat satu atau dua
adalah metode sinkronisasi, yakni startbit. Startbit ini menentukan kapan
pengendalian clock pengirim dan penerima penerima mengambil data, dan ini
data. Kedua clock seharusnya berada pada berjalan dalam sebagian dari periode
frekuensi yang sama, agar penerima dapat clock. Komunikasi asinkron
mengambil data tepat pada waktunya. mengirimkan data secara simbol per
Tujuan dari sinkronisasi adalah menghindari simbol, dimana ditandai dengan
keterlambatan dan kesalahan pengambilan acknowledge untuk setiap penyelesaian
data sehinggga perlu dilakukan penyesuaian masing-masing simbol. Format data
clock penerima dan clock pengirim.Terdapat komunikasi asinkron tidak standart,
2 bentuk sinkronisasi pada komunikasi data bervariasi tergantung pada genap atau
serial, yaitu (Putra, A.E., 2002): ganjilnya parity (parity menandakan
Komunikasi data serial sinkron, dimana genap atau ganjilnya suatu bit 1) dan
clock dikirimkan bersama sama dengan satu atau dua stop bits (Tampubolon,
data serial, tetapi clock tersebut Marojahan, 2012). Gambar 2-4
dibangkitkan sendiri sendiri baik pada menjelaskan tentang timing diagram
sisi pengirim maupun penerima. pada komunikasi data serial asinkron.
Realisasinya, harus disediakan tiga
penghantar (untuk data yang dikirim, data
yang diterima dan external clock).
Dengan bantuan penghantar clock,
penerima dapat mengendalikan proses
pengambilan data (sampling data).
Interface serial terdiri atas penghantar
atau satu pasangan penghantar, dimana
diawal paket data dikirimkan bit Gambar 2-4: Timing Diagram Komunikasi
preamble sebagai bit sinkronisasi. Clock Serial Asinkron
penerima akan mengalami settingan
selama bit preamble berjalan. Gambar 2- 4. Eksternal Memory
3 menjelaskan tentang timing diagram MMC atau SD card merupakan media
dari komunikasi serial data sinkron. penyimpanan data yang biasa digunakan
pada portable device. SD card merupakan
pengembangan dari MMC. Tidak banyak
perbedaan antara SD card dengan MMC,
diantaranya (Sunardi joko., et al., 2009)
adalah :
Ukuran SD card lebih tebal daripada
MMC.
SD card memiliki switch untuk write
protection, sedangkan MMC tidak.
SD card memiliki 9 pin, sedangkan
Gambar 3-2: Skematik rangkaian keseluruhan
MMC memiliki 7 pin. Susunan pin dari
SD card dan MMC dapat dilihat pada 3. METODOLOGI
gambar 2-5 3.1 Cara Kerja Sistem
Secara umum cara kerja sistem ini
adalah mendeteksi deteksi suhu, yang
ditampilkan pada layar LCD, dan pada layar
komputer melalui program hyperterminal,
kemudian data tersebut disimpan ke dalam
SD Card secara real time, jika push button
ditekan (Sudjadi, 2005). Sistem
penyimpanan disebut dengan data logger.
Sistem ini mempunyai beberapa bagian
Gambar 2-5: Penomoran Pin pada SD utama yaitu Mikrokontroler ATMega128,
SPI UART
Card dan MMC LCD, LM35, SD Card, dan komputer.
Kecepatan maksimum transfer data SD Diagram blok sistem secara keseluruhan
ditunjukkan pada Gambar 3-1.
card adalah 25 Mbit/s, lebih cepat dari
1-wire
MMC yang memiliki kecepatan 20
Mbit/s.

LM35 Mikrokontroler ATMEGA 128 LAPTOP

SDCard
Gambar 3-1: Diagram Blok Sistem
Mulai

Input Analog

Proses Analog Input ke Suhu Celcius

3.2 Perancangan Perangkat Keras


Perancangan perangkat keras
Display Suhu
memggunakan software ISIS PROTEUS,
berupa rancangan rangkaian
keseluruhan. Diagram blok sistem
Button
merupakan acuan untuk membuat untuk
skematik rangkaian keseluruhan. MMC ?
Rangkaian skematik ini bertujuan untuk
memudahkan dalam pembuatan layout
rangkaian pada PCB dan berperan Display Loading

sebagai dasar dalam pembuatan


perangkat keras. Skematik ini juga dapat
menghindari kesalahan dalam MMC
Availabl Display Check Memory
Display Error Config
pembuatan perangkat keras sistem dan
e?
pertimbangan dalam kemudahan proses
pengujian (E-MU, 2007). Adapun
skematik rangkaian keseluruhan dapat
dilihat pada Gambar 3-2. Display Memory Ready

3.3 Perancangan Perangkat Lunak


Pada perancangan ini, digunakan Free
Display
software Bascom AVR untuk membuat space > 3 Free space > 1 MB ?
Change Your MMC
program yang akan menjalankan sistem MB ?
dalam modul mikrokontroler tersebut.
Data yang dikirim oleh sensor LM35
menggunakan 1-wire diolah terlebih Display Free Space Display Free Space
dahulu melalui program mikrokontroler
(Microcomputer System Design,
2000). Diagram alur perencanaan Hasil disimpan pada MMC
perangkat lunak ditunjukkan pada
gambar 3-3.
Display File Created
4. PENGUJIAN DAN HASIL
4.1 Pengujian External Memory (SD
card)
Pengujian ini dilakukan dengan cara Selesai
menghubungkan rangkaian sesuai
kerja dari modul. Sensor suhu membaca
diagram blok dalam Gambar 4-1. Laptop
suhu pada ruangan. Hasil pembacaan suhu
digunakan sebagai kontrol dan memantau
dikirimkan ke mikrokontroler. Setelah data
1-wire
SPI
pembacaan dimasukkan kedalam Gambar 4-2: Foto Pengujian keseluruhan
mikrokontroler, data tersebut disimpan
kedalam external memory (SDC), dan hasil
penyimpanan suhu dapat dibuka melalui 4.2 Hasil Pengujian dan Analisa
notepad. Foto pengujian ditunjukkan dalam Hasil Pengujian dapat dilihat pada
Gambar 4-2. gambar 4-3 , 4-4, dan 4-5. Gambar gambar
Mikrokontroler ATMEGA 128
dibawah merupakan hasil dari simulasi dan
realisasi modul miikrokontroler yang

Gambar 3-3: Diagram Alir Perancangan


Software
digunakan untuk pengecekan device satelit,
kusus nya pemantau suhu.

Gambar 4-1: Diagram Blok Pengujian

Gambar 3-3: Diagram alir perancangan


program
Gambar 4-3 menunjukan hasil simulasi
menggunakan software isis proteus yang
memudahkan dalam rancang bangun alat ini. Gambar 4-4: Program Basic compiler perintah open Notepad
Di dalam hasil simulasi dapat di lihat data
suhu yang berasal dari sensor LM35 yang
dapat dibaca di LCD simulasi dan outputnya
dapat ditampilkan melalui virtual manager Ini menunjukkan bahwa keseluruhan
atau software hyperterminal pada komputer, baik program maupun rancangan perangkat
dimana data pada hasil simulasi dengan data keras bekerja sesuai dengan parameter yang
hasil rancang bangun ini adaalah sama. diinginkan. Sensor suhu dapat mengukur
Gambar 4-4 dan gambar 4-5 menunjukkan suhu yang ada pada ruangan, dan dapat
cuplikan hasil coding menggunakan bahasa ditampilkan pada LCD. Data tersebut juga
program Basic Compiler dimana terdapat dapat disimpan ke memori eksternal dan
perintah atau command untuk menyimpan dapat dibaca kembali oleh PC. Hal ini
hasil data suhu dari sensor LM35 ke dalam menunjukkan bahwa rancang bangun yang
bentuk file txt. dilakukan telah sesuai dengan tujuan dan
Data suhu dapat disimpan dalam target penelitian ini..
memori eksternal SDcard dan dapat dibaca
kembali dengan PC.

Gambar 4-3: Hasil simulasi pada software Proteus


komponen utama dengan rentang
suhu yang dapat dicapai oleh sensor
berkisar -55C sampai 150C.
3. Perancangan sekaligus simulasi
rangkaian elektronik digunakan
software Proteus. Sedangkan
perancangan program digunakan
software Basic Compiler AVR.

Gambar 4-5: Hasil pembacaan suhu menggunakan Notepad

5. KESIMPULAN UCAPAN TERIMA KASIH


Berdasarkan paparan yang telah Terima kasih kami sampaikan kepada
dikemukakan di atas, dapat diambil Ibu Widya Rosza, ST atas semua bimbingan
beberapa kesimpulan sebagai berikut: dan arahannya sehingga karya tulis ilmiah
1. Dilakukan pengujian pada rancang ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima
bangun modul pembacaan suhu kasih juga kami sampaikan kepada Bapak
dengan SD-Card sebagai modul Patria Rachma Hakim, ST, M.T atas
pengecekan device satelit berbasis bimbingan dan arahan nya dalam
mikrokontroler, menggunakan sensor membangun modul pembacaan sensor suhu.
suhu LM35 sebagai parameternya.
Realisasi modul telah dapat
digunakan sesuai dengan rancangan
yang telah dibuat dan dapat
berfungsi dengan baik.
2. Modul mikrokontroler menggunakan
sensor suhu LM35 sebagai
Ruangan. Bogor : Institut Pertanian
Bogor
[6] Putra, A.E., 2002, Teknik Antarmuka
computer: konsep dan aplikasi, Grah
ilmu, Yogyakarta.
[7] Raja, Erick S. Lumban, E Setijadi, dan
R. Dikairono, 2013. Rancang Bangun
On Board Data Handling pada ITS-SAT
Berbasis Mikrokontroler. Surabaya :
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
DAFTAR RUJUKAN [8] Saefurrochman, A. Goeritno, R.Yatim,
dan D.J. Nugroho, 2015. Implementasi
[1] E-MU, 2007, Proteus VX Operation Sensor Suhu LM35 Berbantuan
Manual, E-MU System, Pp. 9-24 Mikrokontroler pada Perancangan
[2] Microcomputer System Design, 2000, Sistem Pengkondisian Suhu Ruangan.
Introduction to Proteus VSM (Part I), Bogor : University Reasearch
Microcomputer System Design, pp. 1- Colloquium ISSN 2407-9189
16. [9] Sudjadi, 2005, Teori dan Aplikasi
[3] National Semiconductor Corporation. Mikrokontroller, edisi Pertama,Graha
2000. Datasheet ATMega128.(online). Ilmu, Yogyakarta.
(http://pdf1.alldatasheet.com/datasheet. [10]Sunardi, joko, Sutanto, dan S.E
pdf/view/77388/ATMEL/ATMEGA 32- Prihantono, 2009. Rancang Bangun
16AI.html). 15 Desember 2015 Antarmuka Mikrokontroler ATMega
[4] National Semiconductor Corporation. 32 dengan Multimedia Card, SSTN-
2000. Datasheet LM35.(online). BATAN, ISSN 1978-0176,
(http://pdf1.alldatasheet.com/datasheet. Yogyakarta.
pdf/view/8866/NSC/LM35.html). 15 [11] Tampubolon, Marojahan. Elektronika
Desember 2015. Dasar.
[5] Pajuhi, Eko Santoso., H.K. Andaerri, marojahantampubolon.files.wordpre
A.D. Sefiani, A.P. Kuswicaksono, dan ss.com/2012/03/interfacing-serial-
A. Putra, 2014. Pengenalan Sensor paralelusb.pdf 12 Desember 2015
Suhu LM35 sebagai Pengukur Suhu