Anda di halaman 1dari 12

WS (welding spesification)

WS (welding spesification) adalah dokumen yang menetapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk
pengelasan yang baik WS ini dibuat oleh welding engineer. WS (welding spesification) bukanlah WPS
(welding procedure specification) dan WS tidak menjelaskan bagaimana welder untuk mengelas.
WS content, all requirements including:
-Type of weld
-Hard Facing Overlay
-Corrosion Resistant Overlay
-Fabrication/Repair
-Base Metal(s) to be joined or overlaid
-Code Compliance
example refer to API 6A, NACE MR0175
-Temperature Class and other special notch toughness requirements
-Special limitations such as type of equipment the WS can be used on.
-Special Customer requirements

WPS (welding procedure specification)


WPS (welding procedure specification) adalah welders work instruction yang berisikan variabel-variabel
untuk welding. Ketika structures dan pressurised item dikerjakan oleh welding, itu menjadi penting untuk
menyakinkan bahwa semua welding joint harus mempunyai suitable properti untuk aplikasi item
tersebut. Control welding berarti welding procedure spec (WPS) harus diberikan secara mendetail dan
berisi instruksi-instruksi tentang welding condition yang harus dilakukan berdasarkan required
properti. Welder harus mampu untuk mengerti WPS dan mempunyai good skill dalam welding yang tidak
ada defect, dan welder harus mendemonstrate kemampuan mereka sebelum diijinkan untuk melakukan
welding.

European dan American Standards menyediakan comprehensive detail tentang bagaimana sebuah test
welded harus didemonstrate joint propertinya, bagaimana test piece harus ditest, apa-apa saja tentang
welding detail yang harus dimasukkan dalam WPS, dan range dari produksi welding yang diijinkan oleh
qualification test weld khususnya

Principal European standar yang specify requirment ini adalah :


EN ISO 15614: Spec & qualification welding procedure untuk metallic material - Welding procedure test

Principal American standar yang specify requirment ini adalah :


ASME section IX: pressuriced system (vessels & pipework)
AWS D1.1: structurl welding of steels
AWS D1.2: structurl welding of aluminium

Perancangan WPS dapat di download di link dibawah ini


click link below to d/l

PQR (Procedure Qualification Record)

PQR (Procedure Qualification Record) adalah catatan dari tes yang membuktikan bahwa WPS
bekerja. PQR adalah catatan dari tes welding yang sebenarnya. Sebuah kupon tes diwelding dan PWHT
diperlakukan sesuai dengan WPS. Dan hasil weldingan diuji melalui berbagai non destruktif test, mekanik
test, tes korosi dan metalografi seperti yang dipersyaratkan oleh spesifikasi yang berlaku oleh kode dan
standard international.

PQR adalah catatan dari parameter pengelasan yang sebenarnya digunakan selama pengelasan kupon
pengujian dan hasil pengujian laboratorium.

Setiap WPS harus didukung oleh setidaknya satu PQR. Namun beberapa WPS yang didukung oleh
beberapa PQR hal ini mungkin diperlukan untuk memperluas lingkup WPS. Misalnya, memungkinkan
berbagai wall thickness atau kombinasi base material.
Para WPS harus referensi ke PQR yang mendukungnya. Dan harus sesuai dengan WS requirment juga.

lihat contoh dibawah untuk PQR

PQR Record of Weld Parameters Used

PQR Record of Laboratory Test Results

contoh PQR test


Transverse Tensile Test
Broken Tensile Bar

Bend Tests

Charpy Vee-Notch (CVN) Impact Test


Rockwell Hardness Macro & Notch Locations for CVN Test Specimens

WPS
(Welding Procedure Spesification)
Didalam pembangunan suatu proyek Kontruksi untuk pekerjaan hulu atau explorasi
minyak dan gas, Pembuatan kapal Tangki timbun, Pipa gas, Bejan tekan, ketel uap, Welding
adalah suatu pekerjaan yang salah satunya sangat menentukan Kualitas proyek yang akan di
bangun di dalam manufacture tersebut, Dan WPS adalah faktor yang sangat penting dalam segi
kualitas pengelasan, WPS wajib dibuat dan itu adalah keawjiban Manufacture yang nantinya
akan menjadi rahasia perusahaan.

Fungsi di buatnya WPS adalah untuk acuan pengelasan dalam suatu proyek yang tidak
lain bertujuan untuk mendapatkan Mechanical properties yang di harapkan sesuai dengan design
yang telah di buat, Dalam prosedur pengelasan itu sendiri terdiri dari essential variable dan non
essential sesuai code dan standar yang di pakai pada saat pembuatan prosedur pengelasan
tersebut.
Prosedur pengelasan adalah suatu rangkuman acuan pengelasan yang telah di uji dari segi
Kekuatan secara mechanical baik dengan pengujian merusak (destructive test) atau pengujian
tidak merusak (non destructive test) yaitu dalam semua pengujian procedure tersebut harus
menghasilkan hasil uji yang Accept secara code atau setandar yang di pakai dalam pengujian
tersebut.
Bagaimana WPS bisa di katakana terkualifikasi atu WPS telah teruji dan WPS itu siap di
jadikan acuan prosedur pengelasan di suatu proyek, Tentunya prosedur pengelasan tersebut telah
melwati tahap tahap uji, seperti yang telah saya singgung prosedur pengelasan tersebut telah di
uji baik dengan Uji merusak ataupun uji tidak merusak, Uji merusak atau tidak merusak itu di
tetapkan sesuai dengan Code dan standart yang di pakai,
Tahapan pembuatan WPS telah saya tuliskan di blog ini anda bisa baca di halaman
ini, WPS lahir dari rangkuman PQR (procedure qualification record) yang di dalamnya terdapat
data efident dari proses pengelasan dari suatu joint yang terekam dalam satu lembaran form yang
di sebut RUN SHEET, Semua proses baik sebelum,Selama, Dan sesudah pengelasan terekam
dalam run sheet semuanaya adalah data akurat dari peroses proses yang telah di lakukan, Yang
tidak lain isinya adalah parameter parameter dari pengelasan itu sendiri baik itu preparation
Joint material yang di gunakan dari kondisi temperature Joint, Temperature antar pass
pengelasan, Heat nput, Travel speed, berapa ampere yang di pakai, Voltege yang di dapat,
polarity yang di gunakan, Electrode dan diameter yang digunakan. Berikut adalah gambar
ilustrasi Form Runsheet

PQR itu sendiri adalah suatu proses yang di dalamnya di lakukan suatu pengelasan Joint
baik turbullar ataupun non turbullar, Dengan ukuran diameter, Ketebalan dan jenis material grade
atau type yang akan digunakan, Posisi pengelasan, Proses pengelasan yang akan di gunakan
semua telah di tetapkan oleh design di manufacture tsb

Face, Capping
ROOT

Setelah proses Runing Pengelasan PQR telah selesai, Masuklah tahap uji NDT (non
destructive test) atau uji tidak merusak yang pertama di uji adalah Visual dari hasil pengelasan
itu sendiri, Namun tentu saja sebelum tahap visual joint tersebut harus sudah bersih (Cleaning
Methode) alat yang di pakaipun harus tertulis dala run sheet, Jika secara Visual pengelasan tsb
tidak memenuhi Acceptance Creteria, joint PQR tersebut tidak biasa di lanjutkan ke uji NDT
selanjutnya, Otomatis PQR harus kembali di buat dari awal begitupun selanjutnya, Jika Visual
Accept namun dalam pengujian Radiographi test reject PQR tersebut tidak akan bisa ke tahap
pengujian Mekanik.
Jika semua uji mendapat hasil Accept sesuai setandart yang di pakai, Semua hasil uji
harus tertulis dalam dokumen baik visual, NDT dan DT maupun setifikat material yanf di pakai
yang nantinya di jadikan attachment dan di satukan dengan runshhet, Maka baruah PQR tersebut
dapat di kombinasikan dengan Code dan setandart yang telah di tetapkan yang tujuanya adalah
untuk mendapatkan Range atau toleransi dari seluruh element yang terdapat dalam prosedur
pengelasan agar dapat mencover pekerjaan pengelasan, Kemudian di validasi oleh client dan
3rd party, Dan jadilah WPS tersebut sudah terkualifikasi atau teruji siap untuk di jadikan Acuan
pengelasan di lapangan, Sekian tulisan ini semata - mata untuk pemahaman tentang prosedur las
secara umum, Trimakasih semoga bermanfaat

Wassalamualaikum wr wb,

Note: Terimakasih telah membaca tulisan dari kami, Mohon maaf jika ada salah
penulisan ataupun istilah karna tidak lain kami hanya berbagi dan kami pun masih
belajar, Semoga bermanfaat,,
WPS (Welding Procedure Specification) and PQR
( Procedure Qualification Record)
Dalam dunia industri oil and gas WPS merupakan hal yang wajib disiapkan sebelum proses pembuatan
engineering produk pendukung seperti tanki, pressure vessel, heat exchanger, dll.
PQR (Procedure Qualification Record) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari WPS.
Standard code yang digunakan dalam pembuatan WPS :
1. ASME IX untuk boiler dan pressure vessel
2. AWS D1.1 untuk struktural welding
3. API 1104 untuk pipe line
4. EN288 (DIN) untuk specification and approval of welding procedure for metalic materials.
Dalam industri alat berat apakah WPS diperlukan?

Prinsipnya WPS sangat diperlukan sekali dalam proses manufacturing yang berhubungan dengan proses
pengelasan. Dalam aktifitas improvement dimana kita dituntut untuk melakukan kegiatan reduction cost,
WPS dan PQR sangat berperan.
Sebagai contoh dalam pembuatan suatu komponen alat berat yang menggunakan base metal import dari
luar negeri, dengan WPS kita bisa melakukan perubahan penggunaan material yang tersedia di dalam
negeri dengan catatan material yang kita gunakan lulus setelah di uji dab dituangkan dalam PQR. Jika
dalam trial dan eror ini kita berhasil kita dapa beberapa keuntungan, yaitu : Material cost yang lebih
murah, transportation cost, dll.

Pengertian secara umum WPS dan PQR :


WPS : Prosedur tertulis yang terkualifikasi, disiapkan untuk memberikan panduan bagi juru las atau
operator las untuk melaksanakan las produksi yang memenuhi persyaratan standard dan code.
PQR : Rekaman data-data hasil pengujian dari pengelasan yang dilaksanakan berdasarkan WPS yang
berisi variabel-variabel yang digunakan selama pengelasan pelat uji.
Dalam pembuatan WPS ada dua variabel yang harus dipertimbangkan, yaitu variabel penting dan
variabel tidak penting.
Variabel penting adalah varibel yang harus diperhatikan, jika ada perubahan terhadap variabel tersebut
maka wajib dilakukan pengujian atau test.
Variabel penting :
1. T(tebal plate) atau t(tebal bahan las yang terdeposisi)
2. P Number yang terkualifikasi (material grouping)
3. A Number
4. Proses PWHT
5. Perubahan proses las
6. Perubahan suhu preheating.
Variabel tidak penting adalah variabel yang jika dilakukan perubahan tidak akan mempengaruhi hasil
sehingga tidak perlu dilakukan pengujian.
Variabel tidak penting :
1. Design kampuh las
2. Root gap
3. Perubahan diameter kawat las
4. Perubahan arah pengelasan
5. Perubahan polaritas arus
6. Perubahan metode gouging.
Demikian ulasan singkat mengenai WPS dan PQR semoga bermanfaat.
Prosedur Pengelasan (WPS) adalah suatu perencanaan untuk pelaksanaan pengelasan yang
meliputi cara pembuatan konstruksi pengelasan yang sesuai dengan rencana dan spesifikasinya
dengan menentukan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Karena itu mereka
yang menentukan prosedure pengelasan harus mempunyai pengetahuan dalam hal pengetahuan
bahan dan teknologi pengelasan itu sendiri serta dapat menggunakan pengetahuan tersebut untuk
effesiensi dari suatu aktivitas produksi.

Didalam pembuatan prosedure pengelasan (WPS) code atau Standard yang lazim dipakai dinegara
kita adalah American Standard ( ASME, AWS dan API ). Selain American Standard design dan
fabrikasi yang sering kita jumpai adalah British Standard ( BS ), Germany Standard ( DIN ),
Japanese Standard ( JIS ) dan ISO. Akan tetapi hingga saat ini standard yang paling sering
dijadikan acuan untuk pembuatan prosedure pengelasan ASME Code Sect IX (Boiler, Pressure
Vessel, Heat Exchanger, Storage Tank), API Std 1104 ( Pipeline ) dan AWS (Structure & Plat Form).

Welding Procedure Specification (WPS) adalah Prosedur yang digunakan sebagai acuan untuk
melaksanakan Proses pengelasan yang meliputi rancangan rinci dari teknik pengelasan yang sesuai
dengan spesifikasi yang ditentukan. Dalam hal ini prosedure pengelasan merupakan langkah-
langkah pelaksanaan pengelasan untuk mendapatkan mutu pengelasan yang memenuhi syarat.

Dalam prosedur Pengelasan (WPS) harus ditampilkan variabel-variabel yang mempengaruhi


kualitas hasil pengelasan. Variabel-variabel itu dapat digolongkan menjadi 3 (Tiga) kelompok :

1. Essential Variabel. Suatu variabel yang bila diubah akan berpengaruh pada mechanical
properties hasil pengelasan.

2. Supplement Essential Variabel. Suatu variabel yang bila diubah akan berpengaruh pada
Nilai Impact hasil pengelasan.
3. Non Essential Variabel. Suatu variabel bila diubah tidak akan mempengaruhi nilai impact dan
mechanical properties hasil pengelasan.

Langkah-Langkah Pembuatan Prosedure Pengelasan ( WPS )

1. Menyusun draft / prelimenary prosedure pengelasan.

2. Melakukan pengelasan pada test coupon sesuai dengan parameter-parameter pengelasan


yang telah tertulis dalam draft prosedure tersebut.

3. Membuat test specimen dan melakukan uji specimen dengan Destructive Test.

4. Mengevaluasi hasil Destructive Test dengan Standard / code yang digunakan.

5. Mencatat dan mensertifikasi hasil uji tersebut pada lembar Prosedur Kualifikasi Record
(PQR).

Faktor utama yang diperhitungkan dalam penyusunan prosedure pengelasan (WPS)

1. Apakah jenis material induknya (Base Metal) ?

2. Jenis proses welding yang digunakan ?

3. Jenis kawat las yang dipakai ?

4. Kondisi pemakaian alat yang akan di las ?

Disamping 4 ( empat ) persyaratan diatas ada persyaratan lain seperti :

1. Compability antara kawat las dan material induk (Base Metal).

2. Sifat-sifat metallurgy dari material tersebut khususnya weldabilitynya.

3. Proses pemanasan (Preheat, Post Heat, Interpass Temperatura Dan PWHT).

4. Design sambungan dan beban.

5. Mechanical properties yang diinginkan.

6. Lingkungan verja (enviroment work) pada equipment tersebut.


7. Kemampuan welter.

8. Safety.

Cara Mengkualifikasi Prosedure Pengelasan (WPS)


Langkah langkah dalam melakukan kualifiaksi prosedure pengelasan yaitu :

1. Membuat Test Coupon.

2. Melakukan pengelasan pada test coupon dengan parameter-parameter sesuai yang


tercantum dalam draft Prosedure pengelasan (WPS). Hal-hal yang dianjurkan adalah
mencatat semua variabel essential, Non essential maupun Supplementary essential.

3. Memotong test coupon untuk dijadikan specimen test DT (Destructive Test).

4. Jika hasil test DT dinyatakan accepted harus di record pada Prosedure Kualifikasi
Pengelasan (PQR).

5. Membandingkan hasil PQR dengan parameter yang ada di WPS untuk menjamin bahwa
range dan parameter yang tercantum pada WPS tercover pada PQR.