Anda di halaman 1dari 12

MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

Min013
MAKALAH MUTU PELAYANAN
PENYELESAIAN MASALAH DENGAN SIKLUS PDCA
Menurunkan Angka Keluhan Klien Terhadap Petugas Kesehatan Yang
Kurang Ramah di Posyandu XX Pada Tahun 201

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam upaya untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, angka
kematian kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera, pelaksanaannya tidak
saja melalui program-program kesehatan, melainkan hubungan erat dengan program KB.
Upaya menggerakkan masyarakat dalam keterpaduan ini digunakan pendekatan melalui
pembangunan kesehatan masyarakat desa, yang pelaksanaanya secara operasional
dibentuklah pos pelayanan terpadu (posyandu).Posyandu ini merupakan wadah titik temu
antara pelayanan kesehatan masyarakat terutama dalam upaya penurunan angka kematian
bayi dan angka kelahiran nasional.
Siklus PDCA dapat diibaratkan seperti sebuah bola yang harus didorong naik menuju
kea rah yang telah ditetapkan yang letaknya di atas.Untuk itu diperlukan upaya dan tenaga
yang tidak sedikit untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa upaya, mustahil bola siklus PDCA
tersebut akan mencapai tujuannya. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mencapai mutu tertentu
itu harus diupayakan, diusahakan dan di dukung oleh semua pihak yang berkepentingan.Mutu
yang baik tidak mungkin datang dengan sendirinya. Namun dalam upaya mendorong bola
siklus PDCA tersebut ke atas, selain diperlukan upaya dan tekad untuk mendorongnya sampai
di atas juga diperlukan alat untuk mengganjal agar bola siklus PDCA ini tidak turun ke bawah
tetapi bisa ditahan pada level tertentu.alat untuk mengganjal hal tersebut adalah standart. Jika
target pada level tertentu sudah tercapai maka bola siklus PDCA ini bisa didorong ;lebih ke
atas. Drmikian seterusnya sampai bola siklus PDCA ini mencapai tujuan.
1.2. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian siklus PDCA
2. Untuk mengetahui pemecahan masalah di posyandu XX dengan menggunakan siklus PDCA

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Siklus PDCA


Konsep siklus PDCA pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930
yang disebut dengan Shewhart cycle. PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do,
Check, Act" ("Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti"), adalah suatu proses pemecahan
masalah empat langkah interatif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas.
Selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian
dikenal dengan The Deming Wheel(Tjitro, 2009).
Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak
pengendalian kualitas modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Deming
sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter A. Shewhart,
yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistis. Siklus PDCA berguna
sebagai pola kerja dalam perbaikan suatu proses atau system sehingga mutu pelayanan
kesehatan.
PDCA merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kerja, pelaksanaan
kerja, pengawasan kerja dan perbaikan kerja yang dilakukan terus menerus dan
berkesinambungan mutu pelayanan.Siklus PDCA digunakan dalam pelayanan kesehatan
untuk penyelesaian masalah dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Secara
sederhana siklus PDCA dapat digambarkan sebagai berikut :
Siklus PDCA terdiri dari empat tahapan, yaitu:
1. Perencanaan ( Plan )
Tahapan pertama adalah membuat suatu perencanaan. Perencanaan merupakan suatu
upaya menjabarkan cara penyelesaian masalah yang ditetapkan ke dalam unsur-unsur rencana
yang lengkap serta saling terkait dan terpadu sehingga dapat dipakaisebagai pedoman dalam
melaksanaan cara penyelesaian masalah. Hasil akhir yang dicapai dari perencanaan adalah
tersusunnya rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang akan diselenggarakan. Rencana
kerja penyelesaian masalah mutu yang baik mengandung setidak-tidaknya tujuh unsur
rencana yaitu:
a. Judul rencana kerja (topic),
b.Pernyataan tentang macam dan besarnya masalah mutu yang dihadapi (problem statement),
c. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus, lengkap dengan target yang ingin dicapai (goal,
objective, and target),
d. Kegiatan yang akan dilakukan (activities),
e. Organisasi dan susunan personalia pelaksana (organization and personnels)
f. Biaya yang diperlukan (budget),
g. Tolak ukur keberhasilan yang dipergunakan (milestone).

2. Pelaksanaan ( Do )
Tahapan kedua yang dilakukan ialah melaksanakan rencana yang telah disusun. Jika
pelaksanaan rencana tersebut membutuhkan keterlibatan staf lain di luar anggota tim, perlu
terlebih dahulu diselenggarakan orientasi, sehingga staf pelaksana tersebut dapat memahami
dengan lengkap rencana yang akan dilaksanakan.
Pada tahap ini diperlukan suatu kerjasama dari para anggota dan pimpinan manajerial.
Untuk dapat mencapai kerjasama yang baik, diperlukan keterampilan pokok manajerial, yaitu
:
a. Keterampilan komunikasi (communication) untuk menimbulkan pengertian staf terhadap
cara pentelesaian mutu yang akan dilaksanakan
b. Keterampilan motivasi (motivation) untuk mendorong staf bersedia menyelesaikan cara
penyelesaian masalah mutu yang telah direncanakan
c. Keterampilan kepemimpinan (leadershif) untuk mengkordinasikan kegiatan cara
penyelesaian masalah mutu yang dilaksanakan
d. Keterampilan pengarahan (directing) untuk mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan.
3. Pemeriksaan ( Check )
Tahapan ketiga yang dilakukan ialah secara berkala memeriksa kemajuan dan hasil yang
dicapai dan pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemeriksaan untuk
mengetahui :
a. Sampai seberapa jauh pelaksanaan cara penyelesaian masalahnya telah sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan
b. Bagian mana kegiatan yang berjalan baik dan bagian mana yang belum berjalan dengan
baik
c. Apakah sumberdaya yang dibutuhkan masih cukup tersedia
d. Apakah cara penyelesaian masalah yang sedang dilakukan memerlukan perbaikan atau
Untuk dapat memeriksa pelaksanaan cara penyelesaian masalah, ada dua alat bantu yang
sering dipergunakan yakni
a. Lembaran pemeriksaan (check list)
Lembar pemeriksaan adalah suatu formulir yang digunakan untuk mencatat secara periodik
setiap penyimpangan yang terjadi. Langkah pembuatan lembar pemeriksan adalah:
Tetapkan jenis penyimpangan yang diamati
Tetapkan jangka waktu pengamatan
Lakukan perhitungan penyimpangan
b. Peta kontrol (control diagram)
Peta kontrol adalahsuatu peta / grafik yang mengambarkan besarnya penyimpangan yang
terjadi dalam kurun waktu tertentu.Peta kontrok dibuat bedasarkan lembar pemeriksaan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta kontrol adalah :
Tetapkan garis penyimpangan minimum dan maksimum
Tentukan prosentase penyimpangan
Buat grafik penyimpangan
Nilai grafik

4. Perbaikan (Action)
Tahapan keempat yang dilakukan adalah melaksanaan perbaikan rencana kerja.
Lakukanlah penyempurnaan rencana kerja atau bila perlu mempertimbangkan pemilihan
dengan cara penyelesaian masalah lain. Untuk selanjutnya rencana kerja yang telah diperbaiki
tersebut dilaksanakan kembali.Jangan lupa untuk memantau kemajuan serta hasil yang
dicapai.Untuk kemudian tergantung dari kemajuan serta hasil tersebut, laksanakan tindakan
yang sesuai.
Cara melakukan penilaian mutu pelayanan kepetugas kesehatanan
1. Lihat daftar tilik
daftar tilik adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur sampai
seberapa jauh pelayanan sesuai atau tidak sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Berisi daftar kelengkapan sarana, pra sarana, pengetahuan,
kompetensi teknis, persepsi klien, dsb
2. Lihat sasaran penilaian
a. Observasi : mengamati pada saat pelayanan
Observasi: suatu penyelidikan yg dijalankan secara sistematis & sengaja
diadakan dgn menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-
kejadian yg langsung (Bimo Walgito, 1987:54)
Observasi: suatu tehnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak
langsung gejala-gejala yg sedang /berlangsung baik di dlm (di luar) sekolah
(Djumhur, 1985:51).
Observasi sebagai alat pengumpul data : pengamatan yg memiliki sifat-sifat
(depdikbud:1975:50)
a. dilakukan sesuai dgn tujuan yg telah dirumuskan lebih dulu.
b. direncanakan secara sistematis.
c. hasilnya dicatat & diolah sesuai dgn tujuannya.
d. dpt diperiksa validitas, reliabilitas & ketelitiannya
e. bersifat kwantitatif.

b. Wawancara : dengan diskusi, tanya jawab, cek pemahaman


Kartono (1980: 171) interview (wawancara) : suatu percakapan yg diarahkan
pd suatu masalah ttt; ini merupakan proses tanya jawab lisan, dimana 2 orang
atau lebih berhadap-hadapan secara fisik.
Dalam proses interview terdapat 2 pihak dgn kedudukan yg berbeda. pertama
berfungsi sebagai penanya, disebut pula sebagai interviewer, lainnya
berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer), interviewer atau
informan.
Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan
(penjelasan), sambil menilai jawaban-jawabannya. Sekaligus ia mengadakan
paraphrase (menyatakan kembali isi jawaban interviewee dgn kata-kata lain),
mengingat-ingat & mencatat jawaban-jawaban. Disamping itu dia juga
menggali keterangan-keterangan lebih lanjut & berusaha melakukan
probing (rangsangan, dorongan) .

c. Dokumen : sebuah tulisan yg memuat informasi. Biasanya, dokumen ditulis


di kertas & informasinya ditulis memakai tinta baik memakai tangan atau
memakai media elektronik.melihat kelengkapan dokumen rekam medik,
register, buku catatan

2.2. Posyandu
posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program
lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis seperti halnya
program KB dengan kesehatan atau berbagai program lainnya yang berkaitan dengan
kegiatan masyarakat (BKKBN, 1989).
Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan
kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk
masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan
keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya
manusia sejak dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya
manusia sejak dini yaitu dalam peningkat mutu manusia masa yang akan datang dan akibat
dari proses pertumbuhan dan perkembangan manusia ada 3 intervensi yaitu :
1. Pembinaan kelangsungan hidup anak (Child Survival) yang ditujukan untuk menjaga
kelangsungan hidup anak sejak janin dalam kandungan ibu sampai usia balita.
2. Pembinaan perkembangan anak (Child Development) yang ditujukan untuk membina
tumbuh/kembang anak secara sempurna, baik fisik maupun mental sehingga siap menjadi
tenaga kerja tangguh.
3. Pembinaan kemampuan kerja (Employment) yang dimaksud untuk memberikan kesempatan
berkarya dan berkreasi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Intervensi 1 dan 2 dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dengan sedikit bantuan
dan pengarahan dari petugas penyelenggara dan pengembangan Posyandu merupakan strategi
yang tepat untuk intervensi ini.Intervensi ke 3 perlu dipersiapkan dengan memperhatikan
aspek-aspek Poleksesbud.
Manfaat Posyandu
1. Bagi Masyarakat
- Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar
- Memperoleh bantuan dalam pemecahan masalah kesehatan
- Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu
2. Bagi Kader, pengurus Posyandudan tokoh Masyarakat
- Mendapatkan informasi tentang upaya kesehatan
- Dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan
3. Bagi Puskesmas
- Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata 1
- Membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan
- Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana dengan pemberian pelayanan secara
terpadu
4. Bagi Sektor Lain
- Lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah
- Meningkatkan efiseiansi pemberian pelayanan sesuai tupoksi masing-masing
Jenis Posyandu
Untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian posyandu diperlukan
intervensi sebagai berikut :
1. Posyandu pratama (warna merah)
Posyandu tingkat pratama adalah posyandu yang masih belum mantap, kegiatannya belum
bisa rutin tiap bulan dan kader aktifnya terbatas.Keadaan ini dinilai gawat sehingga
intervensinya adalah pelatihan kader ulang. Artinya kader yang ada perlu ditambah dan
dilakukan pelatihan dasar lagi.
2. Posyandu madya (warna kuning)
Posyandu pada tingkat madya sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun
dengan rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih. Akan tetapi cakupan program
utamanya (KB, KIA, Gizi, dan Imunisasi) masih rendah yaitu kurang dari 50%. Ini berarti,
kelestarian posyandu sudah baik tetapi masih rendah cakupannya. Intervensi untuk posyandu
madya ada 2 yaitu :
a. Pelatihan Toma dengan modul eskalasi posyandu yang sekarang sudah dilengkapi dengan
metoda simulasi.
b. Penggarapan dengan pendekatan PKMD untuk menentukan masalah dan mencari
penyelesaiannya, termasuk menentukan program tambahan yang sesuai dengan situasi
dan kondisi setempat.
3.Posyandu purnama (warna hijau)
Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya lebih dari 8 kali per
tahun, rata-rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih, dan cakupan 5 program utamanya
(KB, KIA,Gizi dan Imunisasi) lebih dari 50%. Sudah ada program tambahan, bahkan
mungkin sudah ada Dana Sehat yang masih sederhana. Intervensi pada posyandu di tingkat
ini adalah :
a. Penggarapan dengan pendekatan PKMD untuk mengarahkan masyarakat menetukan
sendiri pengembangan program di posyandu
b. Pelatihan Dana Sehat, agar di desa tersebut dapat tumbuh Dana Sehat yang kuat dengan
cakupan anggota minimal 50% KK atau lebih.
4. Posyandu mandiri (warna biru)
Adalah posyandu yang telah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali pertahun dengan jumlah
kader 5 orang atau lebih dimana cakupan ke-5 kegiatan utamanya lebih dari 50% dan dapat
melaksanakan sumber dana dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat. Intervensinya
dilakukan pembinaan program dana sehat, memperbanyak program tambahan sesuai dengan
masalah dan pendekatan PKMD.
Tujuan penyelenggara Posyandu.
1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan
dan nifas)
2. Membudayakan NKKBS.
3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat
sehat sejahtera.
4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan Ketahanan
Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.
Kegiatan Pokok Posyandu :
a. KIA
b. KB
c. lmunisasi.
d. Gizi.
e. Penanggulangan Diare.
Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh LKMD, Kader, Tim
Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari KB. Pada hari buka Posyandu
dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 (lima) meja yaitu :
Meja I : Pendaftaran.
Meja II : Penimbangan
Meja III : Pengisian KMS
Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.
Meja V : Pelayanan KB Kesehatan :
- Imunisasi
- Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obattetes ke mulut tiap Februari dan Agustus.
- Pembagian pil atau kondom
- Pengobatan ringan.
- Kosultasi KB-Kes.
Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan
meja pelayanan paramedis (petugas kesehatan, desa, perawat ).
Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong
dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur
yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat.

BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1. Kasus
Suatu hari, seorang ibu yang baru saja selesai menimbang anaknya diposyandu, mengeluh
bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan di Posyandu ini kurang
memuaskan.Petugas kesehatannya tidak menampakkan sikap ramah kepada pasiennya.saat
ini Sudah 6,8% Ibu yang berkunjung keposyandu mengeluh petugas kurang ramah di
Posyandu XX pada tahun 2012. Penyebab utamanya adalah kurangnya petugas dalam
memberikan pelayanan secara 5S.

3.2. Penyelesaian masalah dengan siklus PDCA


a. Planning
1. Judul Rencana
menurunkan angka keluhan klien terhadap petugas kesehatan yang kurang ramah di posyandu
XX pada tahun 2017.

2. Rumusan pernyataan masalah dan penyebab masalah


6,8% Ibu yang berkunjung keposyandu mengeluh petugas kurang ramah di Posyandu XX
pada tahun 2012. Penyebab utamanya adalah kurangnya petugas kesehatan dalam
memberikan pelayanan secara 5S.

3. Rumusan tujuan
Menurunkan angka keluhan ibu yang datang berkunjung keposyandu di Posyandu XX tahun
2012 terhadap petugas kesehatan yang kurang ramah dari 6,8% menjadi 2% pada tahun 2013.
4.Uraian Kegiatan

Plan Do Check Action


- Buat peraturan tertulis - Membuat peraturan tertulis Evaluasi dengan kuesioner -
- Sosialisasikan peraturan tersebut - mensosialisasikan peraturan kembali pada bulanberikutnya Memberlakukan
- Buat perjanjian reward tersebut sebagai
atau penghargaan jika iamemenu - Membuat perjanjian reward kegiatan rutin
hi kriteria ataupenghargaan jika iamemenu
- Buat perjanjian sangsi jika ia hi kriteria - Memberikan
melanggar - membuat perjanjian sangsi jika penghargaan
- Terapkan prinsip 5S ia melanggar
- Buat kuesioner - menerapkan prinsip 5S
- Buat kotak saran - Membuat kuesioner dan
menyebarkan kuesioner
- Buat kotak saranMenerapkan
prinsip 5S (senyum, sapa,
salam, sopan, santun) pada
petugas kesehatan

5. Metode dan kriteria penilaian


- Kuesioner yang berisi tentang bagaimana kepuasan klien dengan pelayanan yang diberikan
petugas kesehatan, criteria nilai 2 jawaban iya 1 jawaban tidak mengandung arti bahwa
pelayanan yang diberikan sudah menerapkan prinsip 5S, sedangkan 2 jawaban tidak 1
jawaban iya mengandung arti bahwa pelayanan yang diberikan tidak / belum menerapkan
prinsip 5S.
- menyediakan kotak saran dimana klien dapat menulis keluhan-keluhannya.
- Menerapkan prinsip 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun) kepada petugas kesehatan
6. Waktu

N MEI JUNI
KEGIATAN
O 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Membuat peraturan tertulis x
2 Buat kuesioner x
3 Buat kotak saran x
4 Menyebarkan kuesioner x
5 Meninjau kotak saran x
6 Mengevaluasi kuesioner x
Memberlakukan peraturan sebagai
7
kegiatan rutin x

7. pelaksana

No Pelaksana Uraian tugas dan tanggung jawab


1. Elita Membuat peraturan
2. Kiki Desi Membuat kuesioner, menyebarkan kuesioner
3. Refina Membuat kotak saran dan meninjau kotak saran

8. biaya
biaya yang diperlukan untuk melakukan kegiatan posyandu ini + Rp. 750.000

Pengeluaran Biaya
Pengetikan Rp. 250.000
Fotocopi Rp. 150.000
Peralatan kotak saran Rp. 50.0000
Konsumsi Rp. 200.000
Transportasi Rp. 100.000
Jumlah Rp. 750.000

b. DO
- Membuat peraturan tertulis yaitu Menerapkan prinsip 5S (Senyum, sapa, salam, sopan,
santun) kepada klien
- mensosialisasikan dan mulai menerapkan prinsip 5S (senyum, sapa, salam, sopan, santun)
kepada setiap klien yang berkunjung ke posyandu
- Buat perjanjian reward atau penghargaan jika ia memenuhi kriteria
- Buat perjanjian sangsi jika ia melanggar berupa teguran selama 3x, dan dilanjutkan
penggantian tenaga kesehatan yang lain.
- Buat kuesioner

Pertanyaan Ya Tidak
Apakah petugas kesehatan
melakukan pelayanan di
posyandu dengan baik?
Apakah anda puas dengan
pelayanan yang diberikan
petugas kesehatan diposyandu
dan bersedia melakukan
kunjungan keposyandu bulan
depan
Apakah dalam menjalankan
pelayanannya petugas
kesehatan menerapkan prinsip
5S (senyum, sapa, salam,
sopan, santun) kepada anda?

- Mengevaluasi Kuesioner, hasil:


100 klien yang berkunjung ke posyandu yang telah mengisi kuesioner, 40 klien memilih 2
jawaban iya dan 1 jawaban tidak, 40 klien memilih 3 jawaban iya, dan 20 klien memilih 2
jawaban tidak. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikanoleh petugas
kesehatan telah menggunakan prinsip 5S.
- Membuat kotak saran dan menyediakan kertas serta bulpoin yang diletakkan di atas kotak
saran.

c. Check

No Kegiatan Dilakukan Tidak Dilakukan


1 Petugas kesehatan memberikan
sapa dan salam kepada klien yang
baru datang
2 Petugas kesehatan memberikan
pelayanan kesehatan dan
penyuluhan dengan senyum, sopan
dan santun
3 Melakukan pelayanan kesehatan
diposyandu sesuai dengan standar

d. Action
Memberlakukan prinsip 5S sebagai kegiatan rutin yang dilakukan petugas kesehatan terhadap
klien yang berkunjung keposyandu serta memberikan reward dan punishment terhadap
petugas kesehatan.

BAB 4
PENUTUP
4.1. Simpulan
PDCA merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kerja, pelaksanaan
kerja, pengawasan kerja dan perbaikan kerja yang dilakukan terus menerus dan
berkesinambungan mutu pelayanan. Siklus PDCA terdiri dari empat tahapan, yaitu:
1. Perencanaan ( Plan )
2. Pelaksanaan ( Do )
3. Pemeriksaan ( Check )
4. Perbaikan (Action)
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan
masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat
dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga
berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak
dini.
Pada masalah 6,8% Ibu yang berkunjung ke posyandu mengeluh petugas kurang ramah
si posyandu XX pada tahun 2012. Penyebab utamanya adalah kurangnya petugas dalam
memberikan pelayanan secara 5S. Penyelesaian masalah ini mengunakan siklus PDCA yaitu :

Plan Do Check Action


- Membuat peraturan tertulis - Membuat peraturan tertulis Evaluasi dengan kuesioner -
- Sosialisasikan peraturan - mensosialisasikan peraturan kembali pada bulanberikutnya Memberlakukan
tersebut tersebut sebagai
- Buat perjanjian reward - Membuat perjanjian reward kegiatan rutin
atau penghargaan jika iamemenu ataupenghargaan jika iamemenu - Memberikan
hi kriteria hi kriteria penghargaan
- Buat perjanjian sangsi jika ia - membuat perjanjian sangsi jika
melanggar ia melanggar
- Terapkan prinsip 5S - menerapkan prinsip 5S
- Buat kuesioner - Membuat kuesioner dan
- Buat kotak saran menyebarkan kuesioner
- Buat kotak saranMenerapkan
prinsip 5S (senyum, sapa,
salam, sopan, santun) pada
petugas kesehatan

Check(pemeriksaan)
No Kegiatan Dilakukan Tidak Dilakukan
1 Petugas kesehatan memberikan
sapa dan salam kepada klien yang
baru dating
2 Petugas kesehatan memberikan
pelayanan kesehatan dan
penyuluhan dengan senyum, sopan
dan santun
3 Melakukan pelayanan kesehatan
diposyandu sesuai dengan standar
Dari hasil penyelesaian masalah didapatkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh
petugas kesehata sudah menggunakan prinsip 5S dimana sudah melakukan pelayanan
kesehatan dengan lebih ramah kepada klien.

4.2. Saran
- sebaiknya kita sebagai petugas kesehatan tetap menggunakan prinsip 5S dalam melakukan
pelayanan kesehatan.
- sebaiknya kita menggunakan siklus PDCA bila terdapat suatu masalah karena siklus
PDChttp://androskripsi.blogspot.com/2012/11/gambaran-rendahnya-cakupan-penimbangan-
balita-di-posyandu.htmlhttp://shadrina-life.blogspot.com/2012/01/siklus-pdca.html
20.20Posting Lebih BaruBerandaPoskan Komentar (Atom)Standart Pelayanan Kebidanan
( standart 13 - 16 )Siklus PDCAelita indriastutiLihat profil lengkapku