Anda di halaman 1dari 14

Belajar Elektro Pneumatik Dasar Dengan

Menggunakan Festo Fluidsim


Elektro pneumatik merupakan pengembangan dari pneumatik yang mana
elektro pneumatik cenderung lebih menggunakan perangkat elektrik seperti
relay, solenoid bahkan PLC untuk mengendalikannya aktuator. Untuk mengetahui
lebih lanjut tentang perbedaan elektropneumatik dengan pneumatik dapat
dibaca diartikel saya sebelumnya yaitu Perbedaan Pneumatik dengan Elektro
Pneumatik.

Diartikel ini saya akan menjelaskan cara merangkai rangkaian elektropneumatik


sederhana menggunakan Festo Fluidsim. Apabila belum punya Festo Fluidsim
bisa download di link di bawah ini
Festo Fluiidsim 3.6

Berikut langkah-langkah untuk membuat rangkaian elektropneumatik dengan 1


silinder.

1. Buka Festo Fluidsim


2. Buat halaman baru bisa dengan File -> New
3. Maka akan muncul lembar kerja seperti gambar di bawah ini.

4. Pada sebelah kiri lembar kerja terdapat komponen maupun perangkat


pneumatik maupun elektropneumatik. Klik dan drag komponen-komponen di
bawah ini ke lembar kerja, yaitu:
-> Distance Ruler (1)
-> Double Acting Cylinder (1)
-> 5/n Way valve (1)
-> Compressor (1)
-> +24V (1)
-> Push Button (1)
-> Make Switch (2)
-> Valve Solenoid (2)
-> 0V (1)

Berikut adalah gambar dari peletakan komponen (urutan gambar dari atas ke
bawah sesuai dengan urutan komponen diatas).
5. Klik 2 kali pada distance rule, pada kolom pertama isikan label dengan A1 dan
position diisikan angka 0 pada kolom kedua isikan label dengan A2 dan position
diisikan dengan angka 100. kemudian klik "ok".
Hasilnya maka akan muncul tulisan A1 terletak di sebelah paling kiri dan A2
terletak dipaling kanan.

Keterangan: Label A1 dan A2 bukanlah sebuah ketentuan, label bisa diisikan


sesuai keinginan kita. bisa dengan SEL1, dan SEL2 atau A dan B dll. Label
digunakan untuk menghubungkan distance ruler dengan make switch sehingga
terkoneksi. Sedangkan angka 0 dan 100 adalah jarak letak posisi limit switch dari
pangkal silinder, angka dapat divariasikan sesuai kebutuhan.
6. Klik 2 kali pada make switch sebelah kiri isikan label A1, kemudian klik "ok".
Kemudian klik 2 kali pada make switch sebelah kanan isikan label A2, kemudian
klik "ok".
Maka akan terhubung distance ruler dengan make switch.

7. Klik 2 kali pada 5/n Way Valve. Klik kolom pneumatically/electrically pada
sebelah kiri, maka akan muncul 3 gambar pilihan. Pilihlah gambar paling atas.
Klik kolom pneumatically/electrically pada sebelah kanan, maka akan muncul 3
gambar pilihan juga. Pilihlah gambar paling atas. kemudian klij "ok".

8. Setelah langkah 7 terselesaikan, maka akan muncul 2 simbol solenoid pada


kanan dan kiri valve. Pada simbol solenoid yang muncul di valve terdapat
lingkaran. Klik 2 kali lingkaran tersebut pada solenoid kiri, isikan label S1. Klik 2
kali lingkaran tersebut pada solenoid kanan, isikan label S2.

Keterangan: Label S1 dan S2 bukanlah sebuah ketentuan, label bisa diisikan


sesuai keinginan kita. bisa dengan SOL1, dan SOL2 atau A dan B dll. Label
digunakan untuk menghubungkan valve pada rangkaian pneumatik dengan
elektrik.
9. Klik 2 kali pada valve solenoid, pada valve kiri isikan label S1, kemudian klik
"ok" dan valve yang kana isikan label S2 kemudian klik "ok".

10. Hubungkan seluruh komponen seperti gambar di bawah ini dengan mengklik
lingaran pada komponen kemudian drag kekomponen lain.
Cobalah rangkaian yang lainnya pada 16 Rangkaian Elektro Pneumatik Dengan
Software Festo Fluidsim. Selamat mencoba
http://diditnote.blogspot.co.id/2013/04/belajar-elektro-pneumatik-dasar-
dengan.html

Elektro pneumatik adalah pengembangan dari pneumatik. Pneumatik hanya


mengandalkan angin untuk pengendali, sedangkan pneumatik menggunakan
listrik dc 24V atau ac 220V untuk mengendalikaan kerja pneumatik. Berikut 16
rangkaian elektropneumatik dengan 2 silinder menggunakan software festo
fluidsim.
1
Keterangan: A+ silinder pertama (sebelah kiri) maju (bergerak horizontal ke arah
kanan)
A- silinder pertama (sebelah kiri) mundur (bergerak horizontal ke
arah kiri)
B+ silinder kedua (sebelah kanan) maju (bergerak horizontal ke arah
kanan)
B- silinder kedua (sebelah kanan) mundur (bergerak horizontal ke
arah kiri)
Dasar Dasar Elektro Pneumatik ( Elektropneumatik Grundstufe )
Wie funktioniert eine Magnetventil?

Apabila system pneumatic di gabungkan dengan system elektrik, maka system tersebut
disebut dengan elektro pneumatik.
System electro pneumatic menggunakan interface mekanik ke electric yang berupa medan
magnet.

Sifat arus listrik yang mengalir dalam gulungan akan menghasilkan medan magnet. Medan
magnet inilah yang digunakan untuk menggerakkan selenoid valve yang mengontrol system
pneumatic.

Beispiel eine Magnetventil :

Warna kuning adalah selenoid yang akan bekerja menarik mekanik yang berupa plunger,
yang membuka
katub sehingga udara dapat mengalir dari 1 (A) ke 2(P).
Die gelbe farbe sind das Selenoid.

Contoh rangkaian elektrik untuk pengontrolan pneumatic.

Wenn aktiviert, elektrischestrom erzeugt magnetische feld in dem Ventilmagnet und bewegt
Pneumatikventil M1.

Willst du noch mehr lernen?


Mau belajar lebih banyak lagi?

einfach hier kliken und runterladen :


http://www.festo-didactic.com/ov3/media/customers/1100/0612202001120565586.pdf
Klik link diatas dan download materi nya.

Schreibst mir bitte email :


Kontak saya untuk diskusi di : pneumatikcontrolhelp@yahoo.com

Viel Spass beim lernen....


Selamat belajar...

http://diditnote.blogspot.co.id/2013/01/16-rangkaian-elektro-pneumatik-
dengan.html