Anda di halaman 1dari 3

Consol 2:

1. a. Hitunglah berapa ml HCl yang diukur untuk membuat 500 ml larutan titer HCl 0,2N
b. Hitunglah berapa gram KBrO3 yang ditimbang untuk membuat 500,0 ml larutan titer KBrO3 0,1N
c. Hitunglah berapa gram KMnO4 yang ditimbang untuk membuat 750 ml larutan titer KMnO4 0,2N
d. Hitunglah berapa gram H2C2O4 yang ditimbang untuk membuat 250,0 ml larutan baku H2C2O4 0,1N
e. Hitunglah berapa gram NaCl yang ditimbang untuk membuat 250,0 ml larutan baku NaCl 0,2N

2. Pada penetapan kadar NaOH:


- Pipet 10 ml sampel
- Masukkan kedalam erlenmeyer 250 ml, bilas dengan aqua dest
- Tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein
- Titrasi dengan larutan titer HCl hingga terjadi perubahan warna.
Setelah dilakukan percobaan tersebut tiga kali diperoleh:
V1 = 10,0 V2 = 10,1 V3 = 10,1

Pada pembakuan larutan titer HCl tersebut:


- Pipet 10 ml larutan baku Na2B4O7.10H2O 0,1096N masukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, bilas
dengan sedikit aqua dest
- Tabahkan tiga tetes indikator merah metil
- Titrasi dengan larutan titer HCl sampai terbentuk warna merah jambu.
- Setelah dilakukan tiga kali, diperoleh data:
V1 = 10,5 V2 = 10,1 V3 = 10,5
Hitunglah kadar sampel (NaOH) tersebut.

3. Pada penetapan kadar Magnesium Sulfat :


- Keringkan sampel serbuk Magnesium sulfat, timbang, teliti masukkan masing-masing dalam
erlenmeyer
G1 = 0,0906 G2 = 0,0987 G3 = 0,0972
- Larutkan masing-masing dengan 100 ml aqua dest, bilas dengan aqua dest
- Tambahkan sambil diaduk HCl 20 % tetes pertetes hingga larutan jernih
- Tambahkan sambil diaduk NaOH 4 N tetes pertetes hingga pH = 7
- Tambahkan sambil diaduk 5 ml larutan dapar amonia P
- Tambahkan 50 mg enceran EBT P, titrasi dengan larutan titer EDTA 0,05 M hingga terbentuk warna
buru, diperoleh hasil sebagai bedrikut:
V1 = 14,9 ml V2 = 16,3 V3 = 16.1
a. Hitunglah kadar MgSO4 pada serbuk tersebut
b. Apakah serbuk tersebut memenuhi syarat FI ed III
* Ketentuan FI ed III :
- Magnesium sulfat mengandung tidak kurang dari 99,0% MgSO4, dihitung terhadap zat yang telah
dikeringkan.
- 1 ml EDTA 0,05 M setara dengan 6,018 mg MgSO4

4. Pada penetapan kadar tablet vitamin C.


Timbang teliti 20 tablet vitamin C beratnya 1,1998 gram, gerus hingga halus dan homogen

-1-
Serbuk tersebut ditimbang tiga kali berat masing-masing adalah:
G1 = 0,0690 g G2 = 0,0713 g G3 = 0,0688 g
masukkan masing-masing kedalam erlenmeyer 250 ml secara kuantitatip
Tambahkan 3 ml asam sulfat 20%
Tambahkan indikator amylum 1 ml
Titrasi dengan larutan titer I2 0,1 N sampai terbentuk warna biru muda yang mantap
Lakukan titrasi ini tiga kali, diperoleh data untuk masing-masing erlenmeyer sebagai berikut:
V1 = 6,0 ml V2 = 6,1 ml V3 = 5,9 ml

Pada pembakuan larutan titer I2 0,1N


Pipet 10,0 ml larutan baku As2O3 0,1018N masukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml, bilas dengan
sedikit aqua dest
Netralkan dengan HCl encer
Tambahkan 2 g Na2CO3
Tambahkan indikator amylum 1 ml
Titrasi dengan larutan titer I2 sampai terbentuk warna biru muda yang mantap
Setelah dilakukan tiga kali diperoleh data sebagai berikut:
V1 = 9,6 ml V2 = 9,9 ml V3 = 9.8 ml

* Pada wadah tercantum tablet tersebut mengandung 50 mg C6H8O6


* Syarat FI Ed III kadar asam askorbat pada tablet tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110%.
Pertanyaan:
a. Hitunglah kadar (b/b) serbuk tablet tersebut
b. Apakah tablet tersebut memenuhi syarat FI
HCl : Bobot per ml = 1,19 ; Kemurnian = 37,0%b/b
Ar: H = 1 S = 32 O = 16 Na = 23 K = 39 Mn = 55 C = 12 Cl = 35,5
N = 14 Br = 80 B = 10,81

5. Saudara mendapat tugas untuk melaksanakan penetapan kadar sampel larutan NaOH yang ada
dilaboratorium secara asidimetri, namun sebelumnya saudara diminta untuk mempersiapkan rencana
kerja dengan mengisi format berikut ini :
Pembuatan larutan baku :
- Timbang teliti 1 ... yang telah dikeringkan pada suhu 2 ...OC selama 24 jam sebanyak 3 ... g
- Pindahkan kedalam labu tentukur 50 ml secara kuantitatip
- Larutkan dengan air suling secukupnya, cukupkan volumenya.
Pembuatan larutan titer :
- ukur 4 ... sebanyak 5 ... ml masukkan dalam erlenmeyer yang telah berisi 6 ... ml air suling
- cukupkan volumenya dengan air suling 500 ml.

Pembuatan larutan sampel :


- Pipet 7 ... ml sampel yang akan ditetapkan kadarnya pindahkan secara kuantitatip kedalam 8 ...
- Cukupkan volumenya dengan air suling hingga 9 ....
Pembakuan larutan titer :
- Pipet larutan baku 10 ... ml pindahkan kedalam labu erlenmeyer 250 ml secara kuantitatip, bilas
dengan air suling
- Tambahkan 3 tetes indikator 11 ....
- Titrasi dengan larutan titer sampai terbentuk warna merah muda
- Didihkan larutan, jika warna merah muda hilang
- Lanjutkan titrasi hingga warna merah muda tidak hilang setelah didihkan
- Lakukan pekerjaan tersebut tiga kali, hitung normalitas larutan titer
-2-
12 13
Penetapan kadar sampel :
- Pipet larutan sampel ... ml pindahkan kedalam labu erlenmeyer 250 ml secara kuantitatip, ...
dengan air suling
- Tambahkan 3 tetes indikator 14 ....
- Titrasi dengan larutan titer dari warna merah menjadi tak berwarna
- Lakukan pekerjaan tersebut tiga kali, hitung kadar sampel
Data-data yang diperoleh setelah saudara bekerja sebagai berikut :
Pada pembuatan larutan baku :
- Bahan baku primer yang tertimbang adalah sebanyak 0,5282 g, maka normalitasnya adalah 15 ... N
Pada pembakuan larutan titer :
- V1 = 16 ... ml
- V2 = 17 ... ml
- V3 = 18 ... ml
- maka Normalitas larutan titer 19 .... N
Pada penetapan kadar sampel :
- V1 = 20 ... ml
- V2 = 21 ... ml
- V3 = 22 ... ml
- maka kadar sampel 23 .... %b/v
24 Pada pembuatan larutan baku, mengapa terlebih dahulu dikeringkan?
25 Pada pembakuan larutan titer, mengapa dilakukan pendidihan?
informasi yang disampaikan atasan saudara untuk soal No. 5 adalah sebagai berikut :
kadar sampel : 1 N volume buret : 50 ml
Larutan titer : H2SO4 H2SO4 persediaan : 98 %
Baku primer : Na2CO3 Bobot per ml H2SO4 : 1.84 g/ml

-3-