Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatNya-
lah kami dapat menyelesaikan makalah mata pelajaran fisika yang berjudul PEMANASAN
GLOBAL dengan baik dan lancar.

Dalam penyusunan tugas atau laporan ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi.
Namun, kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan laporan ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan, dan bimbingan bapak guru, sehinggan kendala-kendala yang penulis
hadapi teratasi.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Kupang, Maret 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI
Kata pengantar ......................................................................................................................... 1

Daftar isi .................................................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang ............................................................................................................. 3

2. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 3

3. Tujuan ........................................................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemanasan Global ...................................................................................... 4


B. Hubungan Pemanasan Global dan Rumah Kaca .......................................................... 4
C. Gejala Pemanasan Global ..............................................................................................4
D. Penyebab Pemanasan Global ........................................................................................ 6
E. Dampak Pemanasan Global .......................................................................................... 6
F. Solusi Pemanasan Global ............................................................................................. 7

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan ................................................................................................................. 10

2. Saran ........................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 11

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Aktivitas kehidupan manusia melibatkan banyak kegiatan, dari kegiatan kecil, merokok,
merebus air untuk kopi, pergi bekerja naik kendaraan, penggunaan AC di kantor sampai
dengan proses yang lebih besar yaitu indstri ternyata memberi dampak pada lingkungan.
Pengaruh aktivitas manusia tersebut terhadap fenomena alam yang terjadi belum banyak yang
dikenal karena masih begitu asing dan masih ada silang pendapat dari banyak ahli.
Pengetahuan ini begitu maya karena tidak terlihat secara kasat mata dan dampaknya tidak
langsung dirasakan oleh manusia pada saat ini. Dampak pemanasan global dan timbulnya
lubang ozon akan dirasakan manusia beberapa tahun kemudian dalam jangka panjang.
Pemanasan global dan timbulnya lubang ozon merupakan isu global yang selama ini
didengung-dengungkan oleh berbagai pihak, baik lembaga peduli lingkungan, pemerintah,
instansi pendidikan, maupun para pelaku industri. Fenomena tersebut hanya merupakan mitos
selama beberapa dekade belakangan, karena manusia pada saat itu belum merasakan
pengaruh yang signifikan terhadap dampak yang ditimbulkan. Namun setelah terjadi berbagai
peristiwa yang menguatkan mitos tersebut, seperti panasnya suhu udara, tenggelamnya pulau
atau kota, timbulnya berbagai bencana alam : banjir, longsor, dan lain sebagainya, masyarakat
dunia mulai menyikapinya secara serius.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis akan membahas tentang salah satu fenomena
dunia yang saat ini mengancam yaitu Pemanasan Global. Dalam pembahasannya, penulis
akan membahas banyak tentang :

a. Pengertian Pemanasan Global


b. Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca
c. Penyebab Pemanasan Global
d. Dampak Pemanasan Global
e. Solusi dari Pemanasan Global
1.3. Tujuan

3
Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Selain itu
penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada
saat ini seperti masalah Pemanasan Global yang sudah hampir kita rasakan. Dalam penulisan
makalah ini penulis mengharapkan agar siswa dapat mengetahui pengertian, hubungan
pemanasan global dengan efek rumah kaca, penyebab, dampak dan mencari solusi bagaimana
mengatasi pemanasan global. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya
bermanfaat bagi dirinya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan
untuk referensi ataupun bahan bacaan semata.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemanasan Global

Secara garis besar, pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan Bumi ( wikipedia : 2017 ). Gejala naiknya suhu permukaan bumi
karena naiknya intensitas efek rumah kaca. Secara rinci, Pemanasan global (Global Warming)
pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun
karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya
emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC
sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Pemanasan Global akan diikuti
dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia
sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami
musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

B. Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca

Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk
ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke
angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2),
metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi
menjadi hangat pada suhu yang tepat (60F/16C) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk
bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas
rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18C. Sayangnya, karena sekarang ini
terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya.
Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.

C. Gejala Pemanasan Global

Pemanasan global menimbulkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik
(seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan
hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama
penyakit, dan sebagainya).

4
Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :

(a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai,

(b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan
bandara

(c) gangguan terhadap permukiman penduduk,

(d) pengurangan produktivitas lahan pertanian,

(e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dan sebagainya (Anonim, 2007).

Berbagai fenomena yang muncul terkait dengan pemanasan global antara lain sebagaimana
yang dikemukakan oleh Merry Magdalena (2011), sebagai berikut :

(1). Kebakaran hutan besar-besaran, bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika
Serikat, Rusia, Australia dan sebagainya juga mengalami kebakaran hebat. Ilmuwan
mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas. area hutan
lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar;

(2). Situs purbakala cepat rusak. Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs
bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam,
disebabkan banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut. Situs bersejarah berusia 600 tahun di
Thailand, Sukhotai, mengalami kerusakan akibat banjir, besar;

(3). Satelit bergerak lebih cepat. Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas,
bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluar atmosfer sangat tipis, tapi dengan
jumlah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih
lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin
banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan
satelit bergerak lebih cepat;

(4). Hanya yang terkuat yang akan bertahan. Akibat musim yang kian tak menentu, maka
hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga
lebih cepat, maka migrasi sejumlah hewan akan terjadi lebih cepat. Mereka yang bergerak
lambat akan kehilangan makanan, dan mereka yang lebih tangkas akan dapat bertahan hidup;

(5). Pelelehan besar-besaran. Temperatur planet yang memicu pelelehan gunung es, dan
semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran
tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan;

(6). Mekarnya tumbuhan di Kutub Utara. Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada
tanaman dan hewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saat
matahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman kutub yang dulu terperangkap dalam es
kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan
fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba;

5
(7). Habitat makhluk hidup pindah ke dataran lebih tinggi. Ilmuwan menemukan bahwa
pemanasan global menyebabkan hewan-hewan kutub pindah ke dataran lebih tinggi. Hal ini
mengancam habitat beruang kutub, karena es tempat dimana mereka tinggal juga mencair,
tentu akan melakukan perpindahan habitat.

D. Penyebab Pemanasan Global

Sumber dari segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian
besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika
energi ini tiba permukaan bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan
bumi. Permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya.
Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas
rumah kaca yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia,
kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon
dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan
penggundulan hutan serta pembakaran hutan. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan
emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian.
Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan
pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida,
chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan
menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak
CO2, kemampuannya untuk menjadi atap sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti
bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah
dan itu berarti mempercepat pemanasan global. Sehingga uap air, karbon dioksida, dan
metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan
memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas
tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga
mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

E. Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik
(seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan
hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama
penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a)
gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi
prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap
permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan
resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi
terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan
banjir.

Dampak-dampak lainnya :

Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati

6
Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir

Mencairnya es dan glasier di kutub

Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang
berkepanjangan

Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100
diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.

Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan
kerusakan terumbu karang di seluruh dunia

Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan

Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru karena


bertambahnya populasi serangga (nyamuk)

Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian.

Iklim mulai tidak stabil sehingga sering terjadi ketidakteraturan cuaca dan sering terjadi
badai-badai yang besar. Selain itu bencana-bencana kekeringan sering terjadi di daerah
belahan bumi lainnya.

Perubahan ekologi.
Tumbuhan dan hewan secara langsung akan terpengaruh perubahan iklim, akibatnya
tumbuhan dan hewan akan punah karena tidak bisa beradaptasi. Di satu sisi populasi hewan
dan tumbuhan akan bertambah banyak, misalnya nyamuk akan cepat berkembang bahkan
sampai ke daerah pegunungan jika suhu pegunungan menjadi hangat.

Dengan perubahan cuaca akan berakibat secara tidak langsung muncul wabah penyakit, gagal
panen, bencana alam dan sebagainya.

F. Solusi Pemanasan Global

1. Tanam Pohon

Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh
masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment
Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas
rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila
mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan
dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar
Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan
seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila
Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per
tahunnya.

7
2. Bepergian yang Ramah Lingkungan

Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-
sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan
bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil
menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih
kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5%
gas rumah kaca.

2. Kurangi Belanja Hal-hal yang Tidak Terlalu Penting

Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari
penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil
sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas.
Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses
produksi barang menyumbang CO2.

3. Beli Makanan Organik

Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The
Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2
yang disumbang oleh pertanian.

4. Gunakan lampu hemat energi

Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat
menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu
pijar biasa.

5. Gunakan kipas angin daripada AC

AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu,
mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.

6. Jemur pakaian Anda di bawah sinar matahari daripada menggunakan pengering

Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian
secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak
menyebabkan polusi udara.

7. Daur Ulang Sampah Organik

Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana
yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari
sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa
membantu mengurangi masalah ini!

8. Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang

8
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk
memproduksi kaleng aluminium yang baru menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium!
Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang
didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.

9
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia.
Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita
oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat
keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit
diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita
terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap
bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.

Dampak negatif dari pemanasan global memang sangat banyak. Baik itu secara langsung atau
tidak langsung pada manusia. Secara tidak langsung yaitu dengan merusak lingkungan yang
akan mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia. Secara langsung yaitu dengan suhu yang
terasa semakin panas yang mengganggu kesehatan manusia. Pemanasan global memang tidak
bisa dicegah, Tapi hal tersebut masih bisa diperlamban. Mulai dengan pengembangan
teknologi yang berwawasan lingkungan dan menjalankan prinsip daur ulang, menggunakan
kembali barang yang masih bisa dipakai, dan mengurangi penggunaan SDA yang tidak perlu.

B. SARAN

Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari
itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya.
Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta
melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah
memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.

10
Daftar pustaka
1. http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-global-
warming.html

2. elfilah.mutiply.com/journal/item/06

3. http://www.scribd.com/doc/22182806/Makalah-Global-Warming

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

11