Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Nutrisi adalah salah satu komponen penting yang menunjang


kelangsungan proses tumbuh kembang. Selama masa tumbuh kembang,
kita sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, mineral,
vitamin dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang di penuhi,
maka proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat.

Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses proses dalam tubuh
manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan
hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting
dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat dikatakan
sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung,
aksi reaksi dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan
penyakit. ( Wartonah, 2010 ). Nutrisi juga dapat di katakan sebagai ilmu
tentang makanan, zat-zat lain yang terkandung, aksi, dan keseimbangan
yang berhubungan dengan kesehatan penyakit.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana


individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi
kebutuhan metabolic.( Wilkinso Judith M. 2007. Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan metabolic.( Nanda. 2005-2006 ).

Sejak dahulu kita manusia sudah mempunyai perhatian terhadap


makanan. Maka kita harus tahu bagaimana makanan yang dimakan dan
bagaimana pengaruh makanan tersebut terhadap tubuh kita sendiri.
Riwayat makanan yang harus diperhatikan yaitu meliputi informasi atau
keterangan tentang pola makanan tipe makanan yang di hindari ataupun di

1
abaikan, makanan yang lebih disukai, yang dapat digunakan untuk
membantu merencanakan jenis makanan untuk sekarang dan rencana
untuk masa selanjutnya.Hal ini diupayakan agar makanan yang di
konsumsi manusia seimbang sehingga tidak menimbulkan berbagai
macam penyakit.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut dapat di rumuskan masalah
sebagai berikut.
1. Apa yang di maksud dengan nutrisi?
2. Apa sajakah kandungan nutrisi bagi manusia?
3. Mengapa perawat perlu mempelajari nutrisi?
4. Mengapa pasien perlu mengetahui nutrisi?

C. TUJUAN
Makalah ini bertujuan :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksudkan dengan nutrisi
2. Untuk mengetahui kandungan nutrisi bagi manusia
3. Untuk mengetahui pentingnya perawat mempelajari nutrisi
4. Untuk mengetahui pentingnya pasien mengetahui nutrisi

D. MANFAAT
Agar perawat dan pasien serta manusia yang sehat jasmani
mengetahui kebutuhan dasar nutrisi manusia yang mempengaruhi dalam
kesehatan dan tumbuh kembang manusia.

BAB II

LANDASAN TEORITIS

2
A. SISTEM PENCERNAAN

Saluran pencernaan pada manusia terdiri dari mulut,


kerongkongan, (esofagus), lambung, usus halus, usus besar, rektum dan
anus.

1. MULUT

Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses


pencernaan, yaitu: gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Dan di dalam
ronggga mulut, makanan mengalami pencerrnaan secara mekanik dan
kimiawi.

a. Gigi

Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan


menjadi halus. Gigi dapat di bedakan atas empat macam yaitu, Gigi seri,
gigi taring, gigi geraham depan dan gigi geraham belakang. Secara umum,
gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher
gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Setiap gigi memiliki bentuk mahkota
gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi
geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar
berlekuk-lekuk dan gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing
berfungsi untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan
permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk, berfungsi untuk
mengunyah.

Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi,


sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam
rahang. Tulang gigi tersusun atas zat dentin. Sum-sum gigi (pulpa),
merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan
pembuluh_pembuluh darah.

Pada bayi, gigi sudah mulai tumbuh pada usia 6 bulan. Gigi
pertama yang tumbuh disebut gigi susu. Gigi anak-anak pada usia 6 tahun

3
jumlahnya 20 yang terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, dan 8 gigi
geraham.

b. Lidah

Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut


dan membantu mendorong makanan ( proses penelanan ). Selain itu lidah
juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin,
pahit, dan asam.

c. Kelenjar ludah

Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur ( saliva ). Kelenjar ludah
dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu:

- Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga

- Kelenjar submandibulavis, terletak di rahang bawah

- Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.

Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Selain itu, lidah


juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basah.

Didalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase ). Enzim ptialin berfungsi


mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat
( amilum ) menjadi gula sederhana ( maltosa ). Maltosa mudah di cerna oleh
organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin beketja dengan baik pada PH
antara 6, 8-7 dan suhu 37oC.

d. Proses penelanan makanan

Proses penelanan makanan contohnya lidah terangkat sehingga menelan


makanan yang telah kita kunyah kelangit-langit lunak ( tekak ). Langit-
langit lunak terangkat, menutup rongga hidung, sedangkan lidah tetap

4
menekan langit-langit dan menutup rongga mulut. Epiglotes terangkat
menutup lubang ke arah saluran pernapasan.

2. KERONGKONGAN

Kerongkongan ( esofagus ) merupakan saluran penghubung antara rongga


mulut dengan lambung, kerongkongan berfungsi sebagai jalan makanan
yang telah di kunyah menuju lambung, jadi, pada kerongkongan tidak
terjadi proses pencernaan.

Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga


dapat mendorong makanan masuk ke dalam lambung, gerak kerongkongan
ini di sebut gerak peristalis.

Gerak peristalis merupakan gerak kembang kempis kerongkongan untuk


mendorong makanan ke dalam lambung.

Makanan di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian


pangkal kerongkongan ( paring ) berotot lurik, artinya kita menelan
makanan jika telah di kunyah sesuai dengan kehendak kita. Akan tetapi,
sesudah proses penelanan sehingga mengeluarkan proses. Kerja otot-otot
organ pencernaan selanjutnya tidak menurut kehendak kita ( tidak di sadari).

3. LAMBUNG

Lambung ( fentrikulus ) merupakan kantung besar yang terletak disebelah


kiri rongga perut. Lambung sering pula disebut perut besar atau kantung
nasi.

Lambung terdiri dari 3 bagian yaitu bagian atas ( kardiak ), bagian tengah
yang membulat ( fundus ), dan bagian bawah ( pilorus ). Kardiak berdekatan
dengan hati dan berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan
langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan pilorus
terdapat klep ( sfigter ) yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke
dalam dari lambung.

5
Dinaling lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang,
dan menyerong. Otot-otot tersebut menyebabkan lambung berkontraksi.
Akibatnya kontraksi otot lambung, makanan teraduk dengan baik sehingga
akan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan
makanan didalam lambung berbentuk seperti bubur.

Dinding lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai


kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung
mengandung air lendir ( musin ), asam lambung, enzim renim, dan enzim
pepsinogen. Getah lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam
lambung.

Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang


masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan
pepsinogen menjadi pepsin-pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi
pepton dan proteosa-enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu
(kasein) yang terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin
menunjukkan bahwa didalam lambung terjadi proses pencernaan kimiawi-
selain menghasilkan enzim pencernaaan, dinding lambung juga
menghasilkan hormon gastrin. Hormon gastrin berfungsi untuk
mengeluarkan (sekresi) getah lambung.

Lambung dapat meregang sampai dapat menyimpan 2 liter cairan,


makanan umumnya dapat bertahan 3-4 jam didalam lambung. Dari
lambung, makanan sedikit demi sedikit keluar menuju usus 12 jari melalui
sfingter pilorus.

4. USUS HALUS

6
Usus halus merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat
terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Pangkreas menghasilkan
getah pangkreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut:

a. Amilopsin (amilase pangkreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung


(amilum) menjadi gula yang lebih sederhana.
b. Steapsin (lipase pangkreas) yaitu, enzim yang mengubah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol.
c. Tripsinogen yang belum aktif di aktifkan menjadi tripsin yaitu enzimyang
mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang
siap diserap oleh usus halus.

Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung oleh empedu dan di alirkan ke
usus dua belas jari. Empedu mengandung garamgaram empedu dan zat
pewarna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan
lemak, zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara
perombakansel darah merah yang sudah tua di hati.

Dinding halus juga menghasilkan getah usuus halus yang mengandung


enzim-enzim sebagai berikut.

a. Maltosa, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa,


b. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
c. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
e. Enterokenase, berfungsi mengaktifkan triosinogen (enzim yang dihasilkan
pangkreas) menjadi tripsin.

Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan


berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat di cerna menjadi glukosa, lemak di
cerna menjadi asam lemak dan gliserol dan protein di cerna menjadi asam
amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan
karbohidrat, lemak, dan protein di selesaikan. Selanjutnya,proses
penyerapan (absorpsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian di
usus penyerap karbohidrat setiap dalam bentuk glukosa. Lemak diserap

7
dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Vitamin dan mineral tidak
mengalami pencernaan dan dapat di tarima langsung oleh usus halus.

Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili.
Vili berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan usus halus sehingga
sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat, dinding vili banyak
mengandung kapiler darahy atau pembuluh limfe.(pembuluh getah bening
usus). Agar dapat mencapai darah. Sari-sai makanan harus menembus sel
dinding usus halus yang selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh
limfe, Glukpsa, Asam amino, Vitamin, dan Mineral setalah diserap oleh usus
halus melalui kapiler darah akan dibawah oleh darah melalui pembuluh
vena porta hepar ke hati. Selanjutnya, dari hati ke jantung kemudian di
edarkan ke seluruh tubuh.

Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang
disebut misel. Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus. Gliserol dan
asam lemak dan gliserol dibawah oleh pembuluh getah bening usus
(pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Se4dangkan
garam empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibudt
empedu kembali. Vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E dan K)
diserap oleh usus halus diangkut melalui pembuluh getah bening.
Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut masuk kesistem peredaran darah.
Umumnya makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa makanan
yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak menuju usus besar.

5. USUS BESAR

Makanan yang tidak dicerna diusus halus, misalnya selulosa bersama


dengan lendir akan menuju keusus, besar menjadi fases. Dalam usus besar
juga terdapat bakteri escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses
pembusukan sisa makanan. Bakteri e.coli juga menghasilkan vitamin K.
Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah.

8
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu
(apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus.
Didalam usus besar fases di dorong secara teratur dan lambat oleh gerakan
pristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan pristalsis dikendalikan
oleh otot polos (otot tak sadar). Pada saat buang air besar otot sfingeres
dianus di pengaruhi oleh otot lurik (otot sadar) jadi, proses defekasi (buang
air besar) dilakukan dengan adanya konstrasi otot dinding perut yang di
ikuti dengan mengendurnya otot sfingeter anus dan konstraksi kolon serta
rektum, akibatnya fares dapat terdorong keluar anus.

Sistem Pencernaan Pada Manusia - Proses: memasukkan, menyimpan


makanan sementara, mencerna scr fisik & kimiawi, absorbsi,
menyimpan sementara & defekasi.

Empat tahap utama dalam pengolahan makanan:

1. Penelanan (Ingesti)
2. Pencernaan (digesti)
3. Penyerapan (absorpsi)
4. Pembuangan (eliminasi)

B. ISTILAH
1. NUTRISI
Menurut Beberapa Ahli dan Jenis-jenis Nutrisi) Nutrisi adalah ikatan
kimia yang yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu energi,
membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses
kehidupan (Soenarjo, 2000).
Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan
untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan
untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh (Rock
CL, 2004).
Nutrisi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi,

9
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan
untuk mempertahankan kehidupan (Supariasa, 2001).
Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nuwer,
2008).
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk
fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan dan pemeliharaan kesehatan
(Wikipedia, 2008).
Nutrisi berbeda dengan makanan, makanan adalah segala sesuatu yang
kita makan sedangkan nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan
tersebut (Uri, 2008).

2. NUTRIEN
Merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam makanan, yang diperlukan
oleh tubuh untuk berbagai keperluan sebagai berikut: Menghasilkan energi,
mengganti jaringan yang rusak, Memproduksi substansi tertentu, (seperti
Enzim, hormon, dan antibodi.), untuk keperluan tumbuh kembang pada
bayi, anak dan ibu hamil (tumbuh kembang janin).
Zat gizi (nutrien): zat yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya,
yaitu antara lain : menghasilkan energi, membangun dan memelihara
jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan.

MACAM-MACAM NUTRIEN

a. Makronutrien: karbohidrat, lemak dan protein


b. Mikronutrien: vitamin dan mineral

FUNGSI NUTRIEN

a. Karbohidrat: Sumber energi utama, penghemat protein, dan berperan


dalam metabolisme lemak

10
b. Lemak: Sumber energi, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin
larut lemak, dan menghemat protein
c. Protein: Pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-ikatan
esensial tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi dan
sebagai sumber energi
d. Vitamin,
Vitamin A, mempunyai banyak peran penting dalam tubuh antara lain
: sebagai fungsi penglihatan, fungsi diferensiasi sel, fungsi kekebalan,
fungsi pertumbuhan dan perkembangan, fungsi reproduksi, fungsi
pencegahan kanker dan penyakit jantung
Vitamin D: Membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang
bersama:
Vitamin A & Vitamin C : Hormon paratiroid & Hormon kalsitonin,
protein kolagen, mineral kalsium, fosfor, magnesium dan fluor
Vitamin E, mempunyai banyak peran dalam tubuh antara lain :
Peroksidasi lipid, Fungsi struktural dalam memelihara integrasi
membran sel, Sintesis DNA, Merangsang reaksi kekebalan,
Mencegah penyakit jantung koroner, danSistim reproduksi
Vitamin K: Fungsi dalam pembekuan darah, Membantu dalam
pembentukan tulang antara lain : Sintesis kolagen, karnitin,
noradrenalin, absorpsi dan metabolisme besi, Absorpsi kalsium,
Mencegah infeksi, kanker dan penyakit jantung
Vitamin B1: Sebagai kofaktor berbagai reaksi metabolisme energi
Vitamin B2: Membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan asam
amino
Niasin: Membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan asam amino
Biotin: Membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan asam amino,
membantu pembentukan DNA, RNA, erat kaitannya dengan asam
folat, asam pantotenat dan vitamin B12
Vitamin B6: Membantu metabolisme protein, Membantu pembentukan
sfingolipid yang diperlukan untuk pembentukan lapisan mielin yang
menyarungi sel saraf, Konsentrasinya tinggi di otak (kaitannya dengan
demensia)

11
Vitamin B12: Membantu metabolisme asam folat, membantu fungsi
normal metabolisme semua sel (saluran cerna, sumsum tulang dan
jaringan saraf).

3. METABOLISME

Metabolisme adalah pertukaran zat antara suatu sel atau suatu


organisme secara keseluruhan dengan zat antara suatu sel atau organisme
secara keseluruhan dengan lingkungannya.
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam
tubuh makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang
memiliki susunan tubuh kompleks seperti manusia. Dalam hal ini, makhluk
hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya
untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian
(katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi
metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam
metabollisme adalah perenannya dalam penawar racun atau detoksifikasi.
Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang
sangat terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang
mengkatalis reaksi-reaksi secara bertahap dan memerlukan pengaturan
metabolic untuk mengendalikan mekanisme reaksinya.

a. Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian atau pemecahan molekul-
molekul kompleks menjadi molekul sederhana dengan tujuan untuk
melepaskan energi, proses ini disebut juga dengan proses eksergonik karena
membebaskan energi melalui perombakan nutrien atau molekul kompleks.
Salah satu contoh proses katabolisme yang terjadi apda semua makhluk
hidup adalah proses respirasi seluler. Pada respirasi seluler ini bahan

12
makanan yang dikonsumsi tubuh seperti karbohirat, protein dan lemak
diuraikan lagi menjadi molekul-molekul sederhana dan kecil . Sebelum
digunakan oleh tubuh energi hasil dari katabolisme ini harus diubah dulu
menjadi ATP (Adenosine Ttrifosfat).

b. Anabolisme
Anabolisme adalah proses penyusunan molekul-molekul besar atau
kompleks melalui proses sintetis molekul-molekul yang lebih kecil atau
sederhana. Atau bisa juga dikatakan dari senyawa anorganik menjadi
senyawa organik yang lebih komplek. Proses yang terjadi pada anabolisme
disebut juga dengan proses endergonik karena menggunakan energi untuk
proses sintetis molekul-molekul kecil menjadi molekul kompleks. Salah
satu contoh dari anabolisme adalah proses fotosintesis. Pada proses
fotosintesis diperlukan CO2 dan H2O dan dengan bantuan energi dari
cahaya matahari akan terbentuk amilum sebuah molekul atau senyawa
yang dibutuhkan untuk daur hidup tumbuhan.

Metabolisme juga berperan mengubah zat yang beracunmenjadi


senyawa yang tak beracun dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Proses ini
disebut detoksifikasi. Umumnya, hasil akhir anabolisme merupakan
senyawa pemula untuk proses katabolisme. Hal itu disebabkan sebagian
besar proses metabolisme terjadi di dalam sel. Mekanisme masuk dan
keluarnya zat kimia melalui membran sel mempunyai arti penting dalam
mempertahankan keseimbangan energi dan materi dalam tubuh. Proses
sintesis dan penguraian berlangsung dalam berbagai jalur metabolisme.
Adapun hasil reaksi tiap tahap metabolisme merupakan senyawa pemula
dari tahap reaksi berikutnya.
Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti
pada tumbuhan dan manusia, melibatkan sebagian besar enzim
(katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi
(katabolisme). Apa peran enzim di dalam reaksi kimia yang terjadi di

13
dalam sel? Pada saat berlangsungnya peristiwa reaksi biokimia di dalam
sel, enzim bekerja secara spesifik. Enzim mempercepat reaksi kimia yang
menghasilkan senyawa ATP dan senyawa-senyawa lain yang berenergi
tinggi seperti pada proses respirasi, fotosintesis, kemosintesis, sintesis
protein, dan lemak.

C. DAMPAK KETIDAKSEIMBANGAN NUTRISI

1. Kalori
Sejumlah energi yang dihasilkan oleh nutrisi disebut nilai Kalori.
Kalori adalah energi yang dipergunakan untuk pembakaran. Makanan
adalah Energi. 1 gr KH dan protein= 4kcal. 1 gr Lemak = 9kcal.

a. Basal Metabolisme Rate (BMR)


Basal Metabolisme Rate adalah rata-rata metabolisme makanan dalam
tubuh untuk mempertahankan kebutuhan energi individu pada saat istirahat
dan bangun. BMR juga adalah semua reaksi kimia yang terjadi ketika tubuh
sedang atau setelah istirahat. Jumlah kalori/jam pada saat istirahat dikalikan
dengan luas permukaan tubuh.

BMR= kalori/meter2/jam
BMR-Wanita ( BMR=0,9 kcal/kgBB/jam)
BMR-Pria (BMR= 1,0 kcal/kgBB/jam)

2. NUTRISI DASAR
a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam diet. Tiap gram
karbohidrat 4 kilokalori (kkal). Karbohidrat diperoleh terutama dari
tumbuhan, kecuali laktosa (gula susu). Karbohidrat diklasifikasi menurut
unit gula atau sakarida. Monosakarida, seperti glukosa (dekstrosa) atau

14
fruktosa tidak dapat dipecah menjadi unit gula yang lebih dasar. Disakarida
seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa dibentik dari monosakarida dan air.
Polisakarida seperti glikogen dibentuk dari unit gula.
Tanaman menyimpan karbohidrat seperti zat tepung. Zat tepung dibuat
dari biji yang tertutup oleh dinding sel. Ketika zat tepung dimasak, biji
membengkak dan mengeluarkan dinding selulosa. Makanan zat tepung yang
mentah seperti kentang, lebih sulit untuk dicerna dibanding makanan yang
sama setelah dimasak karena membebaskan biji dari selulosa akan
memungkinkan kontak lebih banyak dengan enzim pencernaan dan
pencernaan yang lebih lengkap. Dekstrin diproduksi komersial dan
digunakan untuk meningkatkan kemampuan mencerna makanan seperti
makanan bayi, sereal, dan roti bakar.
Beberapa polisakarida tidak dapat dicerna karena manusia tidak memiliki
enzim yang dapat memecahkan polisakarida. Namun demikian,
polisakarida memiliki peranan dalam nutrisi manusia karena menambahkan
serat untuk diet. Serat mendapat perhatian sebagai faktor diet pada
pencegahan dan penyembuhan penyakit dan dalam pencegahan diare selama
pemberian makan melauli selang. Serat diklasifikasi sebagai sesuatu yang
tidak dapat dilarutkan karena tidak dicerna termasuk selulosa dan lignin.
Serat yang larut termasuk hemiselulosa, pektin, gum dan getah.
Rekomendasi American Cancer Society sekarang termasuk peningkatan
serat dalam diet (American Cancer Society, 1993).
Jumlah karbohidrat yang sedikit disimpan dalam hati dan otot dalam
bentuk glikogen. Glikogen, yang disintesis dari glukosa, menyediakan
energi selama periode puasa yang singkat. Kelebihan kalori karbohidrat
disimpan dalam lemak. Metabolisme karbohidrat terdiri dari 3 proses utama:
1. Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbondioksida dan air
(glikogenolisis).
2. Anabolisme glukosa menjadi glikogen, untuk penyimpanan
(glikogenesis).
3. Percobaan asam amino dan gliserol menjadi glikogen untuk energi
(glukoneogenesis).

15
Rentang asupan karbohidrat dalam diet yang direkomendasikan adalah
50% - 60% dari total kalori, lebih disukai dalam bentuk karbohidrat yang
kompleks, seperti roti dari biji penuh dan sereal. Karbohidrat merupakan
sumber utama bahan bakar untuk otak, otot rangka selama latihan, eritrosit
dan leukosit, dan medula renal.

b. Protein
Protein merupakan. Meskipun protein memberikan sumber energi
(4kkal/g), juga penting untuk mensintesis (membangun) jaringan tubuh
dalam pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan. Bentuk protein yang
paling sederhana adalah asam amino. Asam amino esensial adalah yang
tidak dapat disitesis oleh tubuh tapi harus diberikan dalam diet. Asam amino
lain dapat disintesis dan diklasifikasi sebagai non-esensial. Asam amino
dapat digabungkan bersama membentuk tripeptida dan oligopeptida.
Albumin dan insulin merupakan protein sederhana karena hanya
mengandung asam amino atau derivatnya. Kombinasi dari protein sederhana
dengan seubstansi non-protein yang menghasilkan protein kompleks seperti
lipoprotein, dibentuk oleh kombinasi lemak dan protein sederhana.
Asam amino dianabolisasi (dikombinasi dan diubah) menjadi jaringan,
hormon, dan enzim. Asam amino juga dapat diubah menjadi lemak dan
disimpan sebagai jaringan adiposa atau dikatabolisasi (dipecahkan) menjadi
energi melalui glikogenesis.
Protein yang lengkap terdiri dari semua asam amino esensial dalam
kuantitas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan mempertahankan
keseimbangan nitrogen. Protein yang lengkap juga ditunjuk sebagai protein
yang bernilai biologis tinggi. Contoh makanan yang mengandung protein
yang lengkap atau bernilai biologis tinggi adalah daging, hewan ternak, susu
dan telur. Contoh makanan yang mengandung protein yang tidak lengkap
adalah sereal, polong-polongan (kacang, buncis), dan sayur-sayuran.
Kombinasi dari satu protein yang tidak lengkap dengan protein lain yang
tidak lengkap (yang terdiri atas asam amino atau peningkatan jumlah asam

16
amino atau peningkatan jumlah asam amino) menyediakan asam amino
esensial untuk mendukung pertumbuhan dan memperthankan keseimbangan
nitrogen. Protein yang tidak lengkap dapat juga dibuat menjadi lengkap
dengan penambahan sintetik asam amino. Penambahan sintetik lisin untuk
gandum adalah sebuah contoh dari penambahan asam amino.
Protein terdiri dari 16% nitrogen dan merupakan sumber nitrogen satu-
satunya. Tubuh berada dalam keseimbangan nitrogen ketika asupan dalam
haluaraan nitrogen adalah sama. Ketika asupan nitrogen melebihi haluaran,
maka tubuh berada dalam keseimbangan nitrogen positif, yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan, hamil normal dan penyembuhan luka. Nitrogen
disimpan oleh tubuh digunakan untuk pembangunan, perbaikan dan
penempatan kembali jaringan tubuh.
Keseimbangan nitrogen negatif terjadi ketika tubuh kehilangan banyak
nitrogen dibanding dari yang diperoleh. Peningkatan kehilangan nitrogen
akibat destruksi jaringan tubuh atau kehilangan nitrogen mengandung cairan
tubuh. Keseimbangan nitrogen negatif dapat terjadi apabila dalam keadaan
infeksi, luka bakar, demam, kelaparan, dan cedera.
Protein dapat digunakan untuk menyediakan energi, tetapi karena peranan
protein esensial dalam pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan, kalori
yang cukup harus disediakan dalam diet dari sumber non-protein. Protein
dihemat sebagai sumber energi ketika ada karbohidrat yang cukup dalam
diet untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Kemudian tubuh. Kemudian
protein dapat digunakan dalam keseimbangan nitrogen dan membangun
jaringan. Protein yang diperlukan sehari-hari yang diperbolehkan untuk
orang dewasa. Tambahan protein diperlukan selama kehamilan dan laktasi
(Food and Nutrition Board, 1989).

c. Lipid
Lipid (lemak) merupakan nutrien padat yang paling berkalori dan
menyediakan 9 kkal per gram. Lipid termasuk lemak yang padat pada suhu
ruangan dan minyak yang cair pada suhu ruangan. Lipid tersusun dari

17
karbon, hidrogen, dan oksigen, tapi proporsi setiap elemen berbeda dari
karbohidrat.
Lipid dasar disusun dari trigliserida dan asam lemak. Triagliserida
bersirkulasi dalam darah dan dibentuk oleh tiga asam lemak yang melekat
pada gliserol. Asam lemak disusun dari rantai atom karbon dan atom
hidrogen dengan kelompok asam pada satu ujung rantai dan kelompok metil
pada ujung lain. Proses selama asam lemak disintesis disebut lipogenesis.
Asam lemak dapat jenuh, dimana tiap karbon dalam rantai memiliki dua
atom hidrogen yang melekat, atau tidak jenuh, dimana sejumlah atom
hidrogen yang tidak sama dilekatkan dan atom karbon melekat dengan
ikatan ganda. Asam lemak tidak jenuh tunggal memiliki dua atau lebih
ikatan ganda, sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda memiliki dua
ikatan ganda karbon atau lebih. Beragam tipe asam lemak memiliki
kepentingan untuk kesehatan dan timbulnya penyakit dan telah disebutkan
dalam petunjuk diet.
Asam linoleat, asam lemak tidak jenuh, merupakan satu-satunya asam
lemak esensial pada tubuh manusia. Asam linoleat dan asam arakidonat,
juga asam lemak tidak jenuh adalah penting untuk proses metabolisme tapi
dapat dihasilkan oleh tubuh apabila tersedia asam linoleat. Kebanyakan
lemak hewan memiliki proporsi asam lemak jenuh yang tinggi, sedangkan
lemak sayuran memiliki jumlah yang tinggi akan asam lemak tidak jenuh
dan tidak jenuh majemuk.
Lemak merupakan bentuk penghasil energi tubuh yang utama.
Monogliserida dari porsi lipid yang dicerna dapat diubah menjadi glukosa
dengan proses glukogenesis. Semua sel tubuh kecuali sel darah merah dan
neuron dapat mengoksidasi asam lemak dari energi.
Metabolisme dari 1 g hasil lipid lebih dari dua kali energi yang diberikan
oleh karbohidrat atau protein. Lipid secara khas mempertanggungjawabkan
35% sampai 45% diet orang Amerika. Pedoman diet terbaru dibentuk oleh
sejumlah organisasi kesehatan merekomendasikan diet yang tidak lebih dari
30% total kalori sebagai lemak, dan rendah untuk lemak jenuh dan

18
kolesterol (American Cancer Society, 1993; U.S. Departement of Health and
Human Service, 1990). Diet tinggi lemak dan kolesterol telah dikaitkan
dengan penyakit jantung koroner dan beberapa tipe kanker. Bagaimanapun,
lemak memiliki peranan penting pada nutrisi manusia dan asupan dibawah
10% dalam diet mengarah kepada defisiensi.

d. Air
Air merupakan komponen kritis dalam tubuh karena fungsi sel bergantung
pada lingkungan cair. Air menyusun 60% hingga 70% dari seluruh berat
badan. Persentase seluruh air dalam tubuh lebih banyak untuk orang kurus
daripada orang gemuk karena otot terdiri dari banyak air daripada jaringan
lain kecuali darah. Bayi memiliki persentase terbesar dari total berat badan
untuk air, dan orang tua mempunyai lebih sedikit. Ketika kehilangan air,
seseorangg dapat bertahan tidak lebih dari beberapa hari di lingkungan yang
sangat terlindungi.
Kebutuhan cairan dipenuhi oleh konsumsi cairan dan makanan padat yang
tinggi kadar air, seperti buah-buahan segar dan sayuran, dan air yang
diproduksi selama oksidasi makanan. Pada individu yang sehat, asupan
cairan dari semua sumber sama dengan haluaran cairan melalui eliminasi,
respirasi dan berkeringat. Orang sakit terdapat peningkatan kebutuhan
cairan (mis. Demam atau kehilangan cairan gastrointestinal). Orang sakit
memiliki penurunan kemampuan untuk mengeluarkan cairan yang
mengarah pada kebutuhan restruksi asupan cairan.

e. Vitamin
Vitamin merupakan substansi organik dalam jumlah kecil pada makanan
yang esensial untuk metabolisme normal. Tubuh tidak mampu mensintesis
vitamin dalam jumlah yang dibutuhkan dan bergantung pada asupan diet.
Kadungan vitamin tertinggi biasanya terdapat pada makanan segar yang
digunakan dengan cepat setelah terpapar panas. Vitamin diklasifikasikan
sebagai yang larut dalam air dan lemak.

19
f. Vitamin Yang Larut Dalam Air
Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin C dan vitamin B kompleks,
yang terdiri dari delapan vitamin. Vitamin yang larut dalam air tidak dapat
disimpan dalam tubuh dan harus tersedia sebagai asupan makanan setiap
hari. Hipervitaminosis, adalah kondisi yang disebabkan oleh asupan vitamin
yang berlebihan, jarang terjadi dengan vitamin yang larut dalam air.
- Vitamin C
Sumber yang mengandung vitamin C :
Jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat,nanas, sayur segar, dan
lain sebagainya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C :
Mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada
persendian, dan lain-lain.

- Vitamin B1
Sumber yang mengandung vitamin B1 :
Gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan
sebagainya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 :
Kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh
berkurang.

- Vitamin B2
Sumber yang mengandung vitamin B2 :
Sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan
banyak lagi lainnya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 :
Turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering,
bibir pecah-pecah,sariawan, dan sebagainya.

- Vitamin B3
Sumber yang mengandung vitamin B3 :

20
Buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging
unggas dan sebagainya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 :
Terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang,
insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain.

- Vitamin B5
Sumber yang mengandung vitamin B5 :
Daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak
lagi yang lain.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 :
Otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik,
dan lain-lain.

- Vitamin B6
Sumber yang mengandung vitamin B6 :
Kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi,
daging, dan lain-lain.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 :
Pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit
tidur, dan banyak lagi lainnya.

- Vitamin B12
Sumber yang mengandung vitamin B12 :
Telur, hati, daging, dan lainnya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 :
Kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas,
penyakit pada kulit, dan sebagainya.

g. Vitamin Yang Larut Dalam Lemak


Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K, disimpan
dalam tubuh. Dengan pengecualian pada vitamin D, yang disediakan
melalui asupan diet. Toksisitas untuk beberapa vitamin yang larut dalam
lemak telah diketahui selama bertahun-tahun. Toksisitas dapat dihasilkan

21
dari dosis besar (yang disengaja atau tidak disengaja) dari vitamin sintetik,
jumlah berlebihan pada makanan yang diperkaya, dan diet yang mencakup
banyaknya asupan minyak hati ikan.
- Vitamin A
Kebutuhan
Sulit untuk menentukan jumlah kebutuhan vitamin A. Vitamin ini
diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh
menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, tersedia dalam bentuk
retinol; dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk beta-karoten,
yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A. Hal inilah
yang mebuat jumlah vitamin A yang disarankan diberikan dalam bentuk
retinol ekivalen, RE. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan adalah 1000
mikro-gram RE perhari untuk pria dan 800 mikro-gram untuk wanita.

Sumber-sumber utama
Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan pembawa vitamin A
terbanyak. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin A adalah yang
berwarna cerah (meskipun tidak semua makanan yang berwarna cerah
mengandung vitamin A). Sayuran yang kaya akan vitamin A adalah wortel,
ubi, labu kuning, bayam dan melon. Susu, keju mentega dan telur juga
mengandung vitamin A.

Fungsi
Vitamin A penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari
penglihatan. Vitamin A juga membantu pertumbuhan dan reproduksi tulang
dan gigi. Selain itu vitamin A juga berperan dalam pembentukan dan
pengaturan hormon serta membantu melindungi tubuh terhadap kanker.

Gejala kekurangan

22
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius.
Hal ini biasanya disertai kekurangan protein dan mineral seng. Vitamin A
dapat disimpan didalam tubuh selama setahun. Hal ini berarti bahwa gejala
kekurangan tidak tampak segera setelah berhentinya konsumsi dari vitamin
ini. Bagaimanapun, jika hal ini tampak setelah waktu yang lama dari saat
tidak ada konsumsi, gejalanya mungkin sangat jelas dan berat.
Satu dari gejala pertama adalah kebutaan di malam hari. Jika
kekurangan berlanjut, hal ini juga dapat berperan dalam penurunan fungsi
kornea dan menyebabkan kebutaan. Kekurangan vitamin ini juga dapat
mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang,
membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-
sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat yang lain. Sebagai tambahan,
defisiensi ini mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat
mengakibatkan kelumpuhan.

Keracunan
Keracunan vitamin A terjadi pada saat protein yang mengikatnya telah
terpenuhi sehingga vitamin A yang bebas dapat menyerang sel-sel tubuh.
Hal ini biasanya tidak terjadi jika vitamin berasal dari makanan sehari-hari,
tetapi hal ini dapat terjadi jika seseorang menggunakan suplemen. Gejala-
gejalanya adalah mual, muntah, nyeri pada perut, diare dan kehilangan berat
badan. Sistem syaraf dan otot juga bisa dipengaruhi, menyebabkan gejala
seperti kehilangan nafsu makan, sifat mudah marah, lelah, susah tidur,
gelisah, sakit kepala dan lemah otot.

- Vitamin D

Kebutuhan
Vitamin D mempunyai suatu karakteristik yang membedakannya dari
vitamin yang lain yaitu dapat diproduksi oleh sinar matahari. Hal ini berarti
bahwa vitamin D dapat diperoleh dengan penerpaan tetap sinar matahari

23
secara teratur, dan tidak perlu tambahan konsumsi vitamin D. RDA untuk
vitamin D adalah 5 mikro-gram perhari. Meskipun jumlah vitamin D yang
terbentuk meningkat sepanjang kulit terkena sinar matahari, tetapi sinar
matahari sendiri tidak dapat menyebabkan vitamin D sampai pada tingkat
keracunan.

Sumber-sumber Utama
Sumber-sumber makanan dari vitamin D adalah telur, hati dan ikan, seperti
halnya susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D.

Fungsi
Vitamin D bekerja pada mineralisasi tulang dengan meningkatkan
penyerapan kalsium dan fosfor di dalam sistem pencernaan,sehingga
kadarnya di dalam darah meningkat. Hal ini dilakukan dengan mengambil
kalsium dari tulang dan dengan mendorong penyimpanannya oleh ginjal.

Gejala kekurangan
Penyebab kekurangan vitamin D sama dengan gejala kekurangan kalsium.
Tulang tidak dapat mengeras dengan cara biasa.Tulang dapat menjadi lemah
seperti halnya tulang bengkok akibat berat badan.Kekurangan vitamin D
dapat juga menyebabkan kelainan bentuk dan rasa nyeri pada lengan dan
tungkai, punggung, torax (rongga dada) dan panggul. Kekurangan vitamin
D juga merusak sistem syaraf dan otot, yang menyebabkan kekejangan otot.

Keracunan
Kelebihan vitamin D menyebabkan peningkatan konsentrasi kalsium
didalam darah. Kalsium dapat membentuk batu ginjal. Kadar kalsium yang

24
tinggi di dalam darah juga dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras,
yang sangat berbahaya bagi arteri pada hati dan paru-paru dan dapat
berakibat fatal. Gejala tambahan dari keracunan vitamin D adalah
kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lemah, lelah, dahaga yang berlebihan,
sifat lekas marah dan lesu.

- Vitamin E
Kebutuhan
RDA untuk vitamin E adalah 10 mg perhari untuk pria dan 8 mg perhari
untuk wanita.

Sumber-sumber utama
Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang
dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening.
Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin E
yang tertinggi. Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak biji
bunga matahari. Satu sendok makan dari sumber tersebut mengandung lebih
dari RDA vitamin E. Sebaliknya, lemak hewani seperti butter dan susu
hampir tidak mengandung vitamin E. Hal ini karena vitamin E mudah rusak
oleh pemanasan, maka akan lebih baik memperolehnya dari makanan segar.

Fungsi
Seperti halnya vitamin C, Vitamin E juga merupakan antioksidan. Vitamin
E membantu menstabilkan membran sel, mengatur reaksi oksidasi dan
melindungi vitamin A. Dalam peranannya sebagai anti oksidan, vitamin E
mempunyai pengaruh besar terhadap sel, seperti sel darah merah dan sel
darah putih yang melewati paru-paru.

Gejala kekurangan
Ketika kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah dapat
terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan

25
vitamin E. Kekurangan vitamin E dapat berakibat pada sistem syaraf dan
otot yang menyebabkan kelemahan, kesulitan berjalan dan nyeri pada otot
betis.

Keracunan
Keracunan dapat terjadi jika konsumsi berlebih, tetapi hal ini tidak mudah
terjadi seperti pada vitamin A dan D. Gejalanya adalah sakit kepala, lemah,
lelah, pusing dan penglihatan tidak normal.
- Vitamin K

Kebutuhan
Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh
bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan
adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran
sejenis kobis (kol) dan susu.

Sumber-sumber utama
Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat
mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati.
Tubuh perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.

Fungsi
Vitamin K merupakan kebutuhan penting untuk sintesis beberapa protein
termasuk dalam pembekuan darah. Vitamin K juga dibutuhkan untuk
pembentukan tulang.

Gejala Kekurangan
Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku.
Hal ini dapat meyebabkan penyakit hemoragik. Bagaimanapun, jarang
terjadi kekurangan vitamin K: hanya bayi yang mudah mengalami hal
tersebut. Hal ini karena sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih steril

26
dan tidak mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, air susu
ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K. Untuk itu bayi diberi
sejumlah vitamin K saat lahir.

Keracunan
Keracunan vitamin K terjadi hanya pada orang yang menerima pengganti
vitamin K larut air. Gejala-gejalanya adalah hemolisis sel darah merah,
penyakit kuning dan kerusakan otak.

- Mineral
Mineral merupakan elemen esensial non-organik pada tubuh sebagai
katalis dalam reaksi biokimia. Mineral diklasifikasi sebagai makromineral
kebutuhan sehari-hari adalah 100 mg atau lebih dan elemen renik ketika
berkurang dari 100 mg yang diperlukan setiap hari. Silikon, vanadium,
nikel, timah, kadmium, arsenik, alumunium, dan boron berperan sebagai
yang tidak teridentifikasi dalam nutrisi manusia. Efek toksik dari arsenik,
alumunium, dan kadmium telah diidentifikasi.
h. Pencernaan
Pencernaan makanan terdiri dari pemecahan mekanik dengan mengunyah,
mengaduk, dan menggabungkan dengan cairan, dan reaksi kimia sehingga
makanan berkurang menjadi bentuk yang lebih sederhana. Tiap bagian
gastrointestinal memiliki fungsi pencernaan dan penyerapan yang penting.
Enzim merupakan komponen esensial dari pencernaan kimia.enzim
merupakan substansi seperti protein yang bertindak sebagai katalis untuk
memacu reaksi kimia. Sebagai katalis, enzim bukan merupakan bagian
produk akhir reaksi. Kebanyakan enzim memiliki satu fungsi spesifik,
walaupun beberapa enzim terlibat dalam reaksi yang sangat dekat
hubungannya. Tiap enzim berfungsi baik pada pH khusus dan tidak
diaktifkan oleh variasi utama dari tingkat tersebut. Sekresi saluran
gastrointestinal memiliki tingkat pH yang berbeda. Contoh, saliva netral,

27
getah lambung adalah sangat asam, dan sekresi usus halus adalah alkalin.
Ketidakseimbangan nutrisi tergantung pada:
a. Jenis dan jumlah nutrisi
b. Durasi/lamanya konsumsi inadekuat/berlebih
c. Umur
d. Dampak perminggu, bulan, tahun.

D. PERAN PERAWAT

Perawat harus memenuhi KDM tentang nutrisi karena :

1. Sebelum terjadi sakit, hal yang harus dilakukan perawat adalah


a. Pencegahan penyakit (asupan nutrisi)
b. Peningkatan kesehatan
2. Saat terjadi sakit, hal yang harus dilakukan perawat adalah
a. Memberikan instruksi tentang terapi nutrisi
b. Memberi health education penggunaan diet yang pas untuk pasien
yang sakit
c. Memberi nutrisi kepada pasien
d. Memberikan nutrisi via NGT
e. Ukur berat badan
f. Mengobservasi nutrisi yang masuk atau keluar intake atau output
g. Penggunaan instruksi nutrisi (membujuk)
h. Penjelasan nutrisi (prilaku pemasukan)

3. Sesudah sembuh dari penyakit, hal yang harus tetap dilakukan perawat
adalah
a. Rehabilitatif kesehatan
b. Menjaga nutrisi tetap terpenuhi
c. Peningkatan kesehatan

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN


AKAN NUTRISI

Kebutuhan Nutrisi sesuai tahap tumbuh kembang :


1. Bayi

2. Bayi yang minum ASI

28
3. Todler dan Prasekolah

4. Anak usia sekolah

5. Remaja

6. Dewasa awal dan Dewasa tengah

7. Masa kehamilan

8. Masa menyusui (LAKTASI)

9. Lansia

Kebutuhan Nutrisi Pada Manusia Sesuai Tahap Tumbuh


Kembang Dan Pada Kelompok Khusus :

1. Bayi

Bayi lekat dengan pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan protein,


vitamin, mineral, dan energy yang tinggi. Berat badan rata-rata bayi adalah
3,2-3,4 kg. berat badan bayi usia 4-5 bulan biasanya dua kali berat badan
bayi baru lahir dan menjadi tiga kali lipat pada usia 1 tahun. Bayi
membutuhkan asupan energi kurang lebih 108 kkal/kg berat badan pada
setengah tahun pertama dan 98 kkal / kg pada setengah tahun berikutnya
(USDA, 2005). Formula susu yang dijual dan air susu ibu memberikan
kurang lebih 20 kkal/ons. Bayi cukup bulan mampu mencerna dan
mengabsorbsi karbohidrat sederhana, protein, dan jumlah lemak teremulsi.
Bayi (0 sampai 24 bulan) memerlukan jenis makanan air susu ibu (ASI),
susu formula, dan makanan padat. Kebutuhan kalori bayi antara 100200
kkal/kgBB. Pada 4 bulan pertama, bayi lebih baik hanya mendapatkan ASI
saja (ASI eksklusif) tanpa diberikan susu formula. Usia lebuh dari 4 bulan
baru dapat diberikan makanan pendamping ASI atau susu formula, kecuali

29
pada beberapa kasus tertentu ketika anak tidak bias mendapatkan ASI,
seperti ibu dengan komplikasi postnatal, wanita hamil, menderita penyaki
menular dan sedang dalam terapi steroid atau morfin.(Yupi Supartini,
2004)

Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada masa bayi meliputi Air Susu Ibu (ASI),
susu formula, dan MP ASI :

a. Air susu ibu (ASI)

Dalam ASI terkandung antibody, pemberiannya mudah, murah dan praktis.


Dengan pemberian ASI maka kebutuhan psikologis anak sekaligus
terpenuhi karena saat memberikan ASI ibu dapat memelu dan mendekap
anak sehingga anak merasa dan nyaman dalam pelukan ibunya.

Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakit infeksi, diare,
dan alergi, mempererat hubungan dengan ibu, dan meningkatkan daya tahan
ibu, sedangkan manfaat untuk ibu adalah memberikan kepuasan, lebih
praktis, murah dan dapat menunda masa subur. Walaupun demikian, ada
beberapa kendala dalam pemberian ASI, yaitu putting susu masuk ke dalam
dan perasaan nyeri yang hebat karena putting susu terluka.

Kandungan zat gizi ASI (setiap 100 gram) :

Kalori : 68 kalori

Protein : 1,4 gram

Lemak : 3,7 gram

Karbohidrat : 7,2 gram

30
Zat kapur : 30 gram

Fosfor : 20 gram

Vitamin A : 60 gram

Tiamin : 30 gram

Air Susu Ibu (ASI) sangat penting, terdapt sangat banyak keuntungan ASI
bagi ibu dan bayi. Manfaat ini meliputi menurunnya alergi dan intoleransi
makanan, hanya sedikit bayi yang mengalami infeksi, proses pencernaan
menjadi lebih mudah, lebih praktis dan juga memiliki suhu yang benar,
tersedia dan segar, ekonomis, karena lebih murah daripada susu formula,
dan waktu yang dibutuhkan untuk inteaksi ibu dan bayi semakin banyak
(Williams dan Schelenker, 2003)

- Susu formula

Walaupun ASI adalah makanan utama pada bayi teritama usia 0 6 bulan,
susu formula dapat dianjurkan untuk diberikan pada bayi di atas 6 bulan.
Ada 4 klasifikasi susu formula, yaitu :

a) Starting formula. Formula ini diberikan pada 6 bulan pertama usia


bayi sampai dengan usia 1 tahun tahun sebagai pelengkap jenis makanan
lain.

b) Formula adaptasi. Formula ini diberikan dengan kompssosisi


mendekati ASI sebagai adaptasi.

c) Formula lanjutan. Formula ini diberikan setelah bayi berusia di atas


6 bulan sebagai makanan tambahan.

d) Medical formula (formula khusus). Formula ini khusus diberikan


untuk bayi dengan kondisi khusus, seperti bayi premature, bayi dengan

31
kelainan metabolik kongenital atau bayi dengan intoleransi terhadap
formula biasa.

(YupiSupartini, 2004)

- Makanan Pendamping ASI

Saat mulai diberikan MP ASI tersebut harus disesuaikan dengan


maturitas saluran pencernaan bayi dan kebutuhannya. Sebaiknya MP ASI
mulai diberikan pada umur 4 6 bulan. Pada bulan pertama sebaiknya bayi
hanya mendapat ASI (Exclusive Breast Feeding = ASI ekslusif). Hal ini erat
dengan 4 6 bulan, abyi sudah mampu malakukan koordinasi mengisap,
menelan, dan siap mengisap makanan yang cair saja. Disamping itu ASI
masih mencukupi kebutuhan bayi sampai 4 6 bulan pertama kehidupan.

Alasan pemberian MP ASI dimulai sejak pada umur 4 6 bulan


(menurut : Soetjiningsih, 2002), adalah :

a. Kebutuhan energi bayi untuk pertumbuhan dan aktivitas dan


aktivitas makin beratambah, sedangkan produiksi ASI relative tetap.
Sehingga diperlukan tambahan makanan selain ASI yang dumulai pada
umur 4 6 bulan untuk membiasakan bayi makan makanan lain selain
ASI.
b. Pada umur 4 bulan tersebut, bayi sudah mengeluarkan air liur lebih
banyak dan produksi enzim amilase lebih banyak pula. Sehingga bayi siap
menerima makanan lain selain ASI.
c. Bayi sudah bisa menutup mulutnya dengan rapat dan
menggerakkan lidah ke muka belakang. Apabila makanan disuapkan ke
dalam mulutnya, maka lidah bayi dapat memindahkan makanan tersebut
ke arah belakang dan menelannya. Pada saat bayi diberi kesempatan
mempraktekkan kepandaiannya tersebut dengan memberikan makanan
lumat.

Dengan bertambah matangnya kemampuan oromotor, bayi umur 6 9


bulan mulai belajar mengunyah dengan menggerakkan rahang ke atas dan

32
kebawah, sehingga dapat diberikan makanan yang lebih kasar. Dengan
kemampuan motorik halus dimana pada awalnya bayi memegang dengan
kelima jari tangannya kemudian umur 9 bulan bayi sudah dapat menjimpit,
maka untuk mengembangkan kemampuan tersebut, bayi dapat diberikan
makanan yang dapat dipegang sendiri atau makanan kecil yang dapat
dijimpit.

Pada umur 6 7 bulan bayi sudah dapat duduk, sehingga dapat


diberikan makanan dalam posisi duduk. Pada umur 6 9 bulan bibir bayi
sudah dapat mengatup rapat pada cangkir, sehingga dapat dilatih minum
memakai cangkir/ gelasyang dipegang oleh orang lain

2. Todler (1-3 tahun)

Anak usia toddler mempunyai karakteristik yang khas, yaitu bergerak


terus, tidak bisa diam dan sulit untuk diajak duduk dalam waktu yang relatif
lama. Selain itu, pada usia 12 sampai 18 bulan pertumbuhan sedikit lambat
sehingga kebutuhan nutrisi dan kalori. Kebutuhan kalori kurang lebih 100
kkal per kg berat badan (BB).

Laju pertumbuhan melambat selama masa todler. Todler memerlukan


sedikit kalori tetapi jumlah protein yang meningkat sesuai dengan berat
badan, selanjutnya nafsu makan sering menurun pada usia 18 bulan. Todler
memiliki kesukaan makanan yang kuat dan menjadi konsumen yang
pemilih. Makan yang sedikit tapi sering terdiri dari makan pagi, makan
siang, dan makan malam, dengan tiga makanan kudapan yang kaya nutrisi
membantu meningkat asupan nutrisi (Hockenbery dan Wilson,2007)

Todler yang mengkonsumsi lebih dari 24 ons susu harian tanpa makanan
lain berpotensi mengembangkan anemia susu,karena susu sumber zat besi
yang buruk. Todler perlu minum semua susu hingga usia 2 tahun untuk
memastikan asupan asam lemak yang adekuat yang penting untuk

33
perkembangan otak dan saraf. Makanan tertentu seperti roti susu, permen,
kacang-kacangan, anggua, sayur-sayuran mentah, dan jagung bakar telah
diimplikasikan sebagai penyebab kematian karena tersedak dan harus
dihindari.

3. Anak prasekolah (3-5 tahum)

Kebutuhan diet prasekolah (3-5 tahun) sama dengan todler. Mereka


mengkonsumsi sedikit banyak dari pada todler, dan kepadatan zat gizi dari
pada kuantitasnya.

Anak usia Pra Sekolah mengalami pertumbuhan sedikit lambat. Kebutuhan


kalorinya adalah 85 kkal/kgBB.

4. Anak Usia Sekolah

Anak usia sekolah mempunyai lingkungan social yang lebih luas selain
keluarganya, yaitu lingkungan sekolah tempat anak belajar mengembangkan
kemampuan kognitif, interaksi social, nilai moral dan budaya dari
lingkungan kelompok teman sekolah dan guru. Bahkan bermain dengan
teman sekolah dirasakan anak sebagai sesuatu yang lebih menyenangkan
dari pada bermain di lingkungan rumah. Pertumbuhan anak tidak banyak
mengalami perubahan yang berarti, sehingga kebutuhan kalori anak usia
sekolah adalah 85 kkal/kgBB.

Tumbuh dengan lebih lambat dan lebih meneta, dengan kebutuhan energi
menurun secara bertahap per unit berat badan . selain nafsu makan yang
lebih baik dan asupan makanan yang lebih bervariasi, perlu diperhatikan
lebih hati-hati apakah kecukupan protein dan vitamin A dan C anak usia
sekolah sudah adekuat. Anak usia sekolah sering tidak sarapan pagi dengan
menu yang tepat dan mengonsumsi makanan disekolah yang tidak dapat
diawasi. Tinggi lemk, gul dan garam yang berasal dari konsumsi makanan
kudapan yang terlalu bebas. Penurunan aktivitas visik yang konsisten dan

34
peningkatan konsumsi makanan siap saji yang tinggi kalori dapt
menyebabkan peningkatan obesitas ada masa kanak-kanak (Edwards 2005).

Selam 20 tahun terakhir kejadian berat badan yang berlebihan pada anak-
anak 6-11 tahun telah meningkat dua kali lipat, sedangkan ada dewasa telah
meningkat 3x lipat, menyebabkan 25 juta anak anak memiliki berat badan
yang berlebihan atau hampir berlebihan. Faktor yang berkontribusi pada
masalah tersebut meliputi diet makanan kaya kalori, inaktifitas,predisposisi
genetik, penggunaan makanan sebagai mekanisme koping terhadap stres
atau kebosanan, serta faktor keluarga dan sosial (mayo klinik Staf, 2006).
Obesitas pada anak-anak berkontribusi pada masalah medis yang
berhubungan dengan sistem kardiovaskuler, sistem endokrin, dan kesehatan
mental (american academy of pediatrics 2003).

5. Remaja

Selam usia remaja usia fisiologi adalah usia yang lebih baik menggunakan
petunjuk kebutuhan nutrisi daripada usia kronologis. Kebutuhan energi
meningkat untuk memenuhi metabolisme pertumbuhan yang lebih besar,
kebutuhan protein harian juga meningkat. Kalsium penting untuk
pertumbuhan tulang yang cepat pada remaja, dan perempuan memerlukan
sumber zat besi yang kontinu untuk menggantikan kehilangan zat besi saat
menstruasi. Laki-laki juga memerlukan zat besi yang adekuat untuk
perkembangan otot. Dukungan yodium meningkatkan aktivitas tiroid, dan
penggunaan garam dapur beryodium memastikan kecukupannya. Vitamin b
kompleks berguna untk mendukung aktivitas metaboisme yang meningkat.
Defisiensi nutrisi sering terjadi pada remaja perempuan sebagai akibat dari
diet dan penggunaan kontrasepsi oral . laki-laki remaja sering mengonsumsi
total kkal yang tidak adekuat, protein, zat besi,asam folat, vitamin B dan
yodium. Kudapan memberikan kira-kira 25% asupan diet total pada remaja.

35
Menunda makanan atau mengonsumsi kudapan yang salah berkontribusi
pada defisiensi zat besi dan obesitas (Hockenbery dan Wilson,2007).

Olahraga dan latihan reguler ringan hingga sangat berat memerlukan


modifikasi diet untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat bagi
remaja. Karbohidrat baik sederhana maupun komplek adalah sumber energi
utama, memenuhi 55-60% dari total kkal harian. Kebutuhan protein
meningkat hingga 1,0-1,5 g/kg/hari, kebutuhan lemak tidak meningkat.

Kebutuhan kalori anak dipengaruhi oleh waktu pencapaian anak untuk


masuk fase prapubertas. Jadi, anak perempuan lebih dini memerlukan
peningkatan kalori dibandingkan dengan anak laki laki, sedangkan untuk
aktivitas fisik, anak laki laki memerlukan 60 kkal per kg BB dan anak
perempuan 50 kkal per kg BB.

6. Dewasa Muda dan Dewasa Menengah

Kebutuhan sebagian zat besi berkurang pada akhir periode pertumbuhan.


Dewasa yang sudah matur perlu zat gizi untuk energi pertahanan, dan
perbaikan. Obesitas menjadi masalah karena menurunnya latihan fisik,
makan malam sering, dan meningkatnya kebutuhan untuk memakan
makananyang lebih mewah. Wanita dewasa yang menggunakan kontrasepsi
oral sering menggunakan vitamin yang lebih.

7. Kehamilan

Nutrisi yang buruk selama kehamilan akan menyebabkan berat badan lahir
rendah pada bayi dan menurunkan kesempatan bertahan. Umum nya
kebutuhan janin dipenuhi sesuai dengan pengeluaran ibu. Namun, jika
sumber zat gizi tidak tersedia, ibu dan janin akan menderita. Status nutrisi
ibu pada saat konsepsi sangat penting. Energi yang dibutuhkan saat

36
kehamilan dihubungkan dengan berat nadan dan aktivitas ibu. Kualitas
nutrisi selama kehamilan dan asupan makanan selama trimester pertama
meliputi kecukupan zat besi yang penting dan seimbang disertai yang
meningkatnya kualitas. Asupan protein saat kehamilan harus ditingkatkan
hingga 60 gram per hari. Asupan kalsiu penting pada trimester ketiga,
dimana tulang janin dimineralisasi. Zat besi harus dilengkapi untuk
memberikan volume darah maternal yang cukup, untuk penyimpanan darah
jani, dan untuk kehilangan darah selama pelahiran. Asupan asam fosfat
penting untuk sintesis DNA dan pertumbuhan sel darah merah. Saat ini ibu
yang berada dalam usia subur mengonsusi 400 Mcg asam folat harian,
meningkat hingga 600 mcgharian selama kehamilan. Kalori untuk orang
hamil ditambah 100 kalori (tri semester I),ditambah 200 kalori (tri semester
II), ditambah 300 kalori (tri semester III).

8. Laktasi (ibu menyusui)

Laktasi, ibu menyusui membutuhkan 500 kkal/hari diatas batas


yang diizinkan karena produksi susu meningkatkan kebutuhan energi.
kebutuhan protein selama laktasi lebih besar dari pada kebutuhan protein
saat kehamilan. Kebutuhan kalsium tetap sama dengan selama kehamilan.
Kebutuhan vitamin A dan C meningkat. Asupan vitamin B dan C perlu
untuk memastikan kadar ASI yang Adekuat.

9. Lansia

Lansia usia 65 tahun keatas memiliki kebutuhan energi yang menurun


karena laju metabolisme yang melambat seiring dengan penuaan. Namun
kebutuhan vitamin dan mineral tetap tidak berubah dari dewasa menengah.

37
Dibawah ini kebutuhan kalori menurut tumbuh kembang (marlow, D.R dan
Reeding, B.A, 1988) :

No. Usia Berat Permukaan Cal/kg


badan (kg) tubuh (m2) (kg)

1 neonatus 2,5 4 0,2 0,23 50

2 1mgg 6bln 38 0,23 0,35 60 70

3 6 bln 12 bln 12 0,35 0,45 50 60

4 12 bln 24 bln 10 15 0,45 0,55 45- 50

5 2 thn 5 thn 15 20 0,6 0,7 45

6 6 thn 10 thn 20 35 0,7 1,1 40 45

7 11 thn 15 thn 30 60 1,5 1,7 25 40

8 Dewasa 70 1,75 15 20

Pengetahuan

Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat


mempengaruhi pola konsumsi makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh
kurangnya informasi sehingga dapat terjadi kesalahan.

Prasangka

38
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan bergizi tinggi
dapat mempengaruhi gizi seseorang .

Kebiasaan

Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan


tertentu dapat mempengaruhi status gizi.

Kesukaan

Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat


mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak
memperoleh zat-zat yang dibutuhkan secara cukup.

Ekonomi

Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena


penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit,
oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perekonomian yang tinggi
biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya di bandingkan
masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.

Usia

Pada usia 0-10 tahun kebutuhan metabolisme basa bertambah dengan


cepat hal ini sehubungan dengan factor pertumbuhan dan perkembangan
yang cepat pada usia tersebut. Setelah usia 20 tahun energy basal relative
konstan.

39
Jenis kelamin

Kebutuhan metabolisme basal pada laki-laki lebih besar di bandingkan


dengan wanita pada laki-laki kebutuhan BMR 1,0 kkal/kg BB/jam dan pada
wanita 0,9 kkal/kgBB/jam.

Tinggi dan berat badan

Tinggi dan berat badan berpengaruh terhadap luas permukaan tubuh,


semakin luas permukaan tubuh maka semakin besar pengeluaran panas
sehingga kebutuhan metabolisme basal tubuh juga menjadi lebih besar.

Status kesehatan

Nafsu makan yang baik adalah tanda yang sehat . Anoreksia (kurang nafsu
makan) biasanya gejala penyakit atau karena efek samping obat.

Faktor Psikologis serti stress dan ketegangan

Motivasi individu untuk makan makanan yang seimbang dan persepsi


individu tentang diet merupakan pengaruh yang kuat. Makanan mempunyai
nilai simbolik yang kuat bagi banyak orang (mis. Susu menyimbolkan
kelemahan dan daging menyimbulkan kekuatan).

Alkohol dan Obat

Penggunaan alcohol dan obat yang berlebihan memberi kontribusi pada


defisiensi nutrisi karena uang mungkin dibelajakan untuk alcohol daripada

40
makanan. Alcohol yang berlebihan juga mempengaruhi organ
gastrointestinal. Obat-obatan yang menekan nafsu makan dapat menurunkan
asupan zat gizi esensial. Obat-obatan juga menghabiskan zat gizi yang
tersimpan dan mengurangi absorpsi zat gizi di dalam intestine.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Nutrisi adalah salah satu komponen penting yang menunjang


kelangsungan proses tumbuh kembang. Selama masa tumbuh kembang,
kita sangat membutuhkan zat gizi seperti protein, karbohidrat, mineral,
vitamin dan air. Apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang di penuhi,
maka proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana


individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi
kebutuhan metabolic.( Wilkinso Judith M. 2007. Nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan metabolic.( Nanda. 2005-2006 ).

Faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi yaitu Prasangka,


Kebiasaan , Kesukaan , Ekonomi , Usia, Jenis kelamin, Status kesehatan,
Faktor Psikologis serti stress dan ketegangan, Alkohol dan Obat.

41
DAFTAR PUSTAKA

http://www.diwarta.com/pengertian-nutrisi-menurut-beberapa-ahli-dan-
jenis-jenis-nutrisi/615/

http://andinifiandra.blogspot.com/2011/12/gizi-dan-nutrien.html

http://biologi.blogsome.com/2011/08/16/metabolisme/

http://sule-gratis.blogspot.com/2013/03/pengertian-metabolisme-dan-proses.html

perry & potter.2006.buku ajar fundamental keperawatan.Edisi 4.Vol2.Jakarta;


EGC

Fundamental of nursing

Http://www.sarjanaku.com/2010/10/sistem-pencernaan.html

Http://organisasi.org/ilmu-pengetahuan-alam/biologi.html

42