Anda di halaman 1dari 3

7

daya pikir dan berada ditempat yang kaya oksigen bisa membuat suasana menjadi sejuk dan membantu kinerja otak
yang membutuhkan oksigen.
10
Dr. Rudolf Pintner mengemukakan bagaimana cara-cara belajar yang baik sebagai berikut: 1.

Jangka waktu belajar Dari berbagai percobaan ternyata jangka waktu belajar yang produktif seperti
menghafal, mengetik, mengerjakan soal hitungan dan sebagainya adalah antara 20-30 menit. Jangka
waktu yang lebih dari itu untuk belajar yang benar-benar memerlukan konsentrasi perhatian relatif
kurang atau tidak produktif. Jangka waktu tersebut tidak berlaku bagi mata pelajaran yang
memerlukan pemanasan, seperti sejarah, filsafat dan sebagainya. 2.

Pembagian waktu belajar Belajar yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak efisien
dan tidak efektif. Sehingga dalam hal ini pembagian waktu belajar sangat diperlukan. Hukum Jost yang sampai
sekarang diakui kebenarannya yaitu 30 menit 2 kali sehari dalam 6 hari lebih baik dan efektif dari
pada sekali belajar selama 6 jam tanpa berhenti. 3.

Membatasi kelupaan Bahan pelajaran yang telah kita pelajari sering kali mudah dilupakan. Maka untuk
menghindari kelupaan bahkan lupa sama sekali, dalam belajar perlu diadakan
review
untuk mengingat kembali bahan yang telah dipelajari. Adanya
review
ini sangat penting, terutama bagi bahan pelajaran yang sangat luas dan memakan waktu beberapa
semester untuk mempelajarinya.
11

D.

Prinsip-Prinsip dalam Belajar


1.

Kematangan jasmani dan rohani Salah satu prinsip belajar adalah harus mencapai kematangan
jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang dipelajarinya. Kematangan jasmani yaitu telah sampai pada
batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah cukup kuat untuk melakukan kegiatan belajar.
Kematangan rohani artinya telah memiliki kemampuan secara psikologis untuk melakukan kegiatan belajar.
Misalnya kemampuan berpikir, ingatan, fantasi, dan sebagainya. 2.

Memiliki kesiapan Setiap orang yang hendak melakukan kegiatan belajar harus memiliki kesiapan yakni dengan
kemampuan yang cukup baik fisik, mental maupun perlengkapan belajar. Kesiapan fisik berarti memiliki tenaga
yang cukup dan kesehatan yang baik, sementara
10
Syaiful Bahri Djamarah.
Rahasia Sukses Belajar
, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), Hal. 40
11
M. Ngalim Purwanto.
Psikologi Pendidikan,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), Hal. 114-115

8
kesiapan mental, memiliki niat dan motivasi yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar. Belajar tanpa
kesiapan fisik, mental dan perlegkapan akan banyak mengalami kesulitan, akibatnya tidak
memperoleh hasil belajar yang baik. 3.
Memahami tujuan Setiap orang belajar harus memahami apa tujuannya, kemana arah tujuan itu dan apa
manfaat bagi dirinya. Prinsip ini sangat penting dimiliki oleh orang belajar agar proses yang
dilakukannya dapat cepet selesai dan berhasil. Belajar tanpa memahami tujuan dapat menimbulkan
kebingungan pada orang yang hilan kegairahan, tidak sistematis, atau asal ada saja. Orang yang belajar tanpa tujuan
ibarat kaal berlayar tanpa tujuan terombang - ambing tak tentu arah yang dituju sehingga akhirnya bisa
terlanggar kbatu karang atau terdampar ke suatu pulau. 4.

Memiliki kesungguhan Orang yang belajar harus memiliki kesungguhan untu melaksanakannya. Belajar tanpa
kesungguhan akn memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Selain itu akan banyak waktu dan tenaga
terbuang dengan percuma. Sebaliknya, belajar dengan sungguh

sungguh serta tekun akn memperoleh hasil yang maksimal dan penggunaan waktu yang efektif. Prinsip
kesungguhan sangat penting artinya. Biarpun seseorang itu sudah memiliki kematangan, kesiapan serta
mempuyai tujuan yang konkret dalam melakukan kegiatan belajarnya, tetapikalu tidak bersungguh-
sungguh, belajar asal ada saja, bermals-malas, akibatnya tidak memperoleh hasil yang memuaskan. 5.

Ulangan dan latihan Prinsip yang tak kalah pentingnya adalah ulangan dan latihan. Seseuatu yang
dipelajari perlu diulang agar meresap dalam otak, sehingga dikusai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Sebaliknya
belajar tanpa diulang hasilnya akan kurang memuaskan. Bagaimanapun pintarnya seseorang harus
mengulang pelajarannya atau berlatih sendiri dirumah agar bahan-bahan yang dipelajari tambah meresap
dalam otak, sehingga tahan lama dalam ingatan. Mengulang pelajaran adalah salah satu cara untuk membantu
berfungsinya ingatan.
12

E.

Saran-saran untuk membiasakan belajar yang optimal dan efisien.


Berikut ini adalah saran-saran yang dikemukakan Crow dengan singkat dan terinci untuk mencapai
hasil belajar yang efisien: 1.

Miliki dahulu tujuan belajar yang pasti. 2.

Usahakan adanya tempat belajar yang memadahi. 3.

Jaga kondisi fisik jangan sampai mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental.
12
M. Dalyono.
Psikologi Pendidikan,
(Jakarta: Rineka Cipta, 2010), Hal. 51-54

9
4.

Rencanakan dan ikutilah jadwal untuk waktu belajar. 5.

Selingilah belajar itu dengan waktu-waktu istirahat yang teratur. 6.

Carilah kalimat-kalimat topik atau inti pengertian dari setiap paragrap. 7.

Selama belajar gunakan metode pengulangan dalam hati (silent recitation). 8.

Lakukan meode keseluruhan (whole methode) bilamana mungkin. 9.


Usahakan agar dapat membaca cepat tetapi cermat. 10.

Buatlah catatan-catatan atau rangkuman yang tersusun rapi. 11.

Adakan penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut. 12.

Susunlah dan buatlah pertanyaan-pertanyaan yang tetap, dan usahakan / cobalah untuk menemukan
jawabannya. 13.

Pusatkan perhatian dengan sungguh-sungguh pada waktu belajar. 14.

Pelajari dengan teliti tabel-tabel, grafik-grafik dan bahan ilustrasi lainnya. 15.

Biasakanlah membuat rangkuman dan kesimpulan. 16.

Buatlah kepastian untuk melengkapi tugas

tugas belajar itu. 17.

Pelajari baik-baik yang dikemukakan oleh pengarang, dan tenanglah jika diragukan kbenarannya. 18.

Analisis kebiasaan belajar yang dilakukan, dan cobalah untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya.
13

IV.

KESIMPULAN
Hakikat belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai
hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Perubahan dan tingkah laku
menjadi dua
mainstream
utama di mana seseorang dapat dikatakan telah mengalami proses pembelajaran. Sebagai negara yang akan maju
dengan pendidikan ini maka belajar mempunyai arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, seperti
dalam cita-cita bangsa nomor dua yaitu
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.
Maka jelaslah bahwa suatu keberhasilan individu, kelompok bahkan negara dapat terwujud dengan suatu
ajaran pendidikan yang dinamakan dengan belajar.