Anda di halaman 1dari 13

i

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Makalah

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan

Disusun oleh :

Dini Mardiyani
Enung Fitri Nurjanah
Fadiyah Elbas
Habibah
Inayah Alfiyani
Indri Anjani
Ira Amalia As-syifa
Lulu Andriani Fitri
Pujiati
Robiatul Adawiyah
Sintia Devita
Siti Aminah
Wida Astuti
Siti Hanifah

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS SERANG

2015
1

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan
kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan
tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi.
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan. Dan kami menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini
tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, dan ucapan terimakasih kami
kepada dosen pembimbing mata kuliah Psiologi Pendidikan Ibu Esya Anesty Mashudi, S.Pd,
M.Pd.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Teori belajar
Behavioristik. Makalah ini di sajikan berdasarkan rangkuman dari hasil pengamatan yang
bersumber dari berbagai informasi, referensi buku.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang lebih luas
bagi pembaca dan khususnya bagi kami sendiri. Kami sadar bahwa makalah ini masih
banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen mata kuliah kami
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah kami di
masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Serang, Desember 2015

Penyusun
2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................i

DAFTAR ISI .........................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .......................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ..................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................... 2

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Teori Belajar Behavioristik ....................................... 3


2.3.1 Konsep Dasar.....................................................3
2.3.2 Sejarah................................................................5
2.3.3 Kekurangan dan Kelebihan................................8

BAB 3 PENUTUP

3.1 Simpulan .................................................................... 9


3.2 Saran .......................................................................... 9

Daftar Pustaka
1

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dunia berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang semula tidak bisa dikerjakan,

mendadak dikejutkan oleh orang lain yang bisa mengerjakan hal tersebut. Agar kita tidak

tertinggal dan tidak ditinggalkan oleh era yang berubah cepat, maka kita sadar bahwa

pendidikan itu sangat penting.

Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan

yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas

negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki

keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci

keberhasilan suatu bangsa.

Pengemasan pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran sekarang ini belum optimal

seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan kekacauan-kekacauan yang muncul di

masyarakat bangsa ini, diduga bermula dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan.

Pendidikan yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap kekacauan ini.

Tantangan dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan proses demokratisasi

belajar. Pembelajaran yang mengakui hak anak untuk melakukan tindakan belajar sesuai

karakteristiknya. Hal penting yang perlu ada dalam lingkungan belajar yang demokratis

adalah reallness. Sadar bahwa anak memiliki kekuatan disamping kelemahan, memiliki

keberanian di samping rasa takut dan kecemasan, bisa marah di samping juga bisa gembira.
2

Realness bukan hanya harus dimiliki oleh anak, tetapi juga orang yang terlibat dalam

proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang bebas dan didasari oleh realness dari semua

pihak yang telibat dalam proses pembelajaran akan dapat menumbuhkan sikap dan persepsi

yang positif terhadap belajar.

Bagi para guru, salah satu pertanyaan yang paling penting tentang belajar adalah :

Kondisi seperti apa yang paling efektif untuk menciptakan perubahan yang diinginkan dalam

tingkah laku? Atau dengan kata lain, bagaimana bisa apa yang kita ketahui tentang belajar

diterapkan dalam instruksi? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat

pada penjelasan-penjelasan psikologis tentang belajar.

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana Konsep Dasar Teori Belajar Behavioristik ?

Bagaimana Sejarah Teori Belajar Behavioristik ?

Apa Kekurangan dan Kelabihan Teori Belajar Behavioristik?

TUJUAN

Untuk memahami Konsep Dasar Teori Belajar Behavioristik

Untuk mengetahui Sejarah Teori Belajar Behavioristik

Mengtahui Kekurangan dan Kelabihan Teori Belajar Behavioristik


3

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Konsep Dasar Teori Behavioristik


teori behavioristik merupakan salah satu teori belajar. Dari asal katanya behaviour memiliki
arti tingkah laku. Debgan kata lain manusi belajar di pengaruhi oleh kejadian kejadian di
lingkungannya yang akan memberikan pengalaman pengalaman belajar.
Arti belajar sendiri ialah :
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai
hasil dari pengalaman atau latihan yang di perkuat. Belajar meruzpakan akibat adanya
interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang di anggap telah belajar sesuatu jika ia dapat
menunjukkan perubahan perilakunya. (Wikipedia)
Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya/pandangannya tentang belajar :
Winkel
Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif
dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan perubahan dalam pengelolaan
pemahaman.
Ernest R. hilgard (sumadi surya brata, 1984 ; 252)
Belajar merupakan proses perbuatan yang di lakukan dengan sengaja, yang kemudian
menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang di timbulkan oleh
lainnya.
Gagne (the conditions of learning ,1977)
Belajar merupakan sejenis perubahan yang di perlihatkan dalam perubahan tingkah laku,
yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam ituasi belajar dan sesudah
melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau
latihan. Berbeda dengan perubahan serta merta akibat reflex atau perilaku yang bersifat
naluriah.
Jadi dapat di simpulkan bahwa belajar adalah aktifitas sadar yang melibatkan mental atau
psikis yang di lakukan oleh seseorang sehinnga menimbulkan perubahan perubahan
tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar.
Menurut teori behavioristik ini manipulasi linkungan sangat penting agar dapat memperoleh
perubahan tingkah laku yang di harapkan.

Menurut Arden N. Frandsen mengatakan bahwa hal yang mendorong seseorang itu untuk
belajar antara lain sebagai berikut:

adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas;
4

adanya sifat kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju;

adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman;

adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik
dengan koperasi maupun dengan kompetensi;

adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman;

adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari pada belajar. (Frandsen, 1961, p. 216).

a. Konsep teori behavioristik


1. ivan Pavlov
Salah satu teori belajar behavioristik adalah teori classical conditioning dari
Pavlov yang didasarkan pada reaksi sistem tak terkondisi dalam diri seseorng serta
gerak refleks setelah menerima stimulus. Menurut Pavlov, penguatan berperan
penting dalam mengkondisikan munculnya respons yang diharapkan. Jika
penguatan tidak dimunculkan, dan stimulus hanya ditampilkan sendiri, maka
respons terkondisi akan menurun dan atau menghilang. Namun, suatu saat respons
tersebut dapat muncul kembali.

2. Edward Lee Thorndike


Connectionism dari Thorndike menyatakan bahwa belajar merupakan proses coba-
coba sebagai reaksi terhadap stimulus. Respons yang benar akan semakin
diperkuat melalui serangkaian proses coba-coba, sementara respons yang tidak
benar akan menghilang. Akibat menyenangkan dari suatu respons akan
memperkuat kemungkinan munculnya respons. Respons yang benar diperoleh dari
proses yang berulang kali yang dapat terjadi hanya jika siswa dalam keadaan siap.
3. Burrus Frederic Skinner
Teori Skinner tak jauh berbeda dengan yang telah di kemukakan oleh Thorndike
bahwa ada hubungan antara peilaku dan konsekuen-konsekuen yang mengikutiya.
Misalnya, jika seseorang menghasilkan konsekuen yang menyenangkan maka ia
akan melakukan perilaku tersebut lebih sering lagi. Menggunakan konsekuen yang
menyenangkan atau tidak untuk mengubah perilaku sering disebut operant
conditioning.
b. Ciri ciri teori belajar behavioristik
1. Mementingkan pengaruh lingkungan (environmentalitas)
2. Mementingkan bagian bagian (elentaristis)
5

3. Mementingkan peranan reaksi (respon)


4. Mementingkan mekanisme pentingnya hasil belajar
5. Mementingkan sebab akibat pada wakt yang lalu
6. Mementingkan pembentukkan kebiasaan
7. Cirri khusus dalam pemecahan masalah dengan mencoba dan gagal atau trial
and error
c. Prinsip prinsip teori behavioristik yang banyak di terapkan dalam dunia
pendidikan meliputi :
1. Menekankan kepada pengaruh lingkungan terhadap perubahan perilaku
2. Menggunakan prinsip penguatan, yaitu untuk mengidentifikasi aspek paling di
perlukan dalam pembelajaran dan mengarahkan kondisi agar peserta didik
mencapai peningkatan yang di harapkan
3. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik , untuk menetapkan pencapaian tujuan
pembelajaran..

2.2. Sejarah Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar Behavioristik adalah teori yang di cetuskan oleh gege dan berlinner yang
di adopsi oleh dunia pendidikan , teori ini erat kaitannya dengan perubahan tingkah laku yang
terjadi akibat pengalaman tertentu. Aliran behavioristik dalam aliran psikologi belajar sangat
besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan
pembelajarn hingga saat ini.

Teori behaviorisme merupakan salah satu kajian psikologi eksperimentalyang


kemudian di adopsi oleh dunia pendidikan, meskipun di kemudian hari muncul berbagai
aliran baru sebagai reaksi terhadap teor behavioristik, namun harus di akui bahwa teori ni
telah mendoninasi argumentasi tentang fenomena belajarmanusia hingga penghujung abad ke
20.

Menurut teori behaviorisme belajar di pandang sebagai perubahan tingkah laku ,


dimana perubahan tersebut muncul sebagai respon terhadap berbagai stimulus yang datang
dari luar diri subyek. Secara teoritik belajar dalam konsep behaviorisme melibatkan empat
unsur pokok yaitu : drive, stimulus, reponce dan reinforcement.yang di maksud dengan drive
adalah suatu mekanisme psikologis yang mendorong seseorang untuk memenuhi segala
kebutuhannyamelalui aktivitas belajar. Stimulus yaitu ransangan dari diri luar subjek yang
data menyebabkan erjadinya respons. Respons adalah tanggapan atau reaksi tersadap
rangsangan atau stimulus yang di berikan.
6

Dalam perspektif behaviorisme respen biasanya muncul dalam bentuk prilaku yang
terlihat. Reinfoercement adalah penguatan yang di berikan kepada subyek belajar agar ia
merasakan adanya kebutuhan untuk memberikan respon secara berkelanjutan.

Disamping itu , pandangan Pavlov, Thorndike, Watson dan Skinner umumnya telah di
gunakan secara luassebagai asumsi dalam model model pembelajaran maupn dalam
mendeskipsikan sebuah strategipembelajaran ya g berbasis pada teori behaviorisme.

Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Pavlov di rusia terhadap seekor anjing,
lahirlah sebuah teori terkenal yakni : classical conditioning, teori tersebut menyatakan bahwa
setiap organisme , perilakunya terjadi secara reflex, dan di batasi oleh ransangan sederhana
dan bersifat mekanis. Teori ini menjelaskan membentuk kepribadian seseorang adalah dengan
memberikan : reward and punishmet.

Behaviorisme classic atau new behaviorisme yang disebut sebagai masih satu aliran ,
yakni aliran behaviorisme telah mebawa kemajuan sekaligus keberatan keberatan.
Behaviorisme telah berberan besar dalam menghasilkan sebuah psikoligi hewan, pada manusi
behaviorisme memiki sumbangsih bagaimana mendidik anak atau mengubah perilaku. Serta
keberatan yang diutarakan adalah behaviorisme selalu mekanisme yang ibaratkan sebagai
saah satu mesin reaksi. Namun demikian bahwa behaviorisme telah mengawali sebuah
psikologi yang mandiri , berdiri sebagai sebuah ilmu.

Bagaimana proses belajar terjadi melalui bentuk hubunhan antara peristiwa dalam
lingkungan dengan individu pada saat proses belajar berlangsung, secara psikologis ,
peristiwa yang terjadi dalam lingkungan disebut sebagai stimulus (S) , sedangkan perilaku
yang disebut stimulus disebut respon .

Selain di Rusia , aliran behaviorisme juga ada di amerika serikat, ilmuan yang
bertanggung jawab memperkenalkannya adalah J.B Watson. Beliau terkenal dengan
ucapannya, : berikanlah kepada saya sepuluh orang anak (bayi) maka akan saya jadikan ke-
10 anak itu sesuai kehendak saya artinya Watson meyakini bahwa dengan menberikan proses
kondesioner tertentu dalam proses pendididkan , ia dapat membuat seorang anak mempunyai
sifat sifat tertentu.
7

Semetara itu penelitian Pavlov telah merangsang peneliti Amerika Serikat lainnya,
bernama E.L. Thorndike. Hasil penelitian yang menggunakan kucing, melahirkan teori law of
effect atau di juluki S-R bond theory. Thorndike menyatakan bahwa respon akan di perkuat
jika diikuti oleh kesenangan, dan dilemahkan jika diikuti ketidaksukaan . prinsip yang hadir
adalah reinforcement (penguatan). Jiak sesuatu yang diikuti suatu perubahan yang
memuaskan dalam lingkungan , kemungkinan perbuatan itu di ulangi , dan akan meningkat,
latihan dan pengulangan dilakukan untuk mencapai kemahiran , seperti pada slogan practice
make perfect , makan yang terkandung adalah semakin kuat stimulis maka akan semakin kuat
respon.

Teori law of effect Thorndike, kemudian diperluas oleh Skinner yang di kenal sebagai
seorang behaviorisme radikal. Teori yang dihasilkannya adalah operant conditioning. Teori
tersebut membahas tentang penggunaan konsekuansi konsekuensi yang menyenagkan dan
tidak menyenagkan untuk mengubah perilaku. Prinsip reinforcement menjadi fokusnya.
Beliau meyakini bahwa , perkembangan kepribadian seseorang , atau perilaku yang terjadi
adalah akibat dari respon terhadap kejadian eksternal. Artinya , kita menjadi seperti apa yang
diingnkan karena mendapatkan reward dari apa yang kita inginkan itu. Bagi Skinner itulah hal
yang utama dalam teori belajar behavioristik.

2.3. Kelemahan dan Kelebihan Teori belajar Behavioristik

1. Kelemahan

Pembelajaran siswa berpusat pada guru (teacher centered learning) yang


bersifat meanistik yang hanya berpusat pada hasil yang di amati dan di
ukur.
Murid hanya berdiam diri degan tertib mendengarkan penjelasan dari guru
dan menghafalan apa yang di dengar dan di pandang sebagai cara blajar
efektif.
8

Siswa (tori Skinner) baik hukuman verbal atau fisik seperti kata- kata kasar
, ejekan , jeweran yang justru berakibat buruk terhadap siswa
Tidak mampu menjelaskan alasan alasan yang dapat mengacaukan antara
stimulus dan respon serta tidak tidak dapat menjawab hal hal yang
menyebabkan terjadinya penyimpangan antara stimulus yang di berikan
dengan responnya.

2. Kelebihan

Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan


praktek dan pembiasaan yang mengandung unsure unsur seperti
kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflek, dan daya tahan
Mampu mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak
kreatif dan tidak produktif
Mampu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu

BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas kami dapat menyimpulkan bahwa teori belajar


behavioristik adalah teori belajar yang menekankan pada tingkah laku manusia sebagai
akibat dari interaksi stimulus dan respons , serta memandang individu sebagai makhluk
reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan ,pengalaman, dan latihan yang akan
membentuk peilaku mereka. Adapun para tokoh yang berengaruh dalam perkembangan teori
belajar behavioristik secara teori antara lain : Pavlov, Watson, Skinner, E.L. Thorndike, E.R.
9

Guthrie, Clark Hull. Dar sekian banyak teori belajar behavioristik , teori Skinner lah yang
paing banyak pengaruhnya. Program program pembelajaran seperti teaching mechine,
pembelajaran berprogram, modul, dan program program pembelajaran lain yang berpijak
pada hubungan Stimulus Respons sera mementingkan faktor faktor penguat.

3.2. Saran

kami para penyusun berharap bahwa makalah ini dijadikan sebagai referensi umumnya
oleh para pembaca dan khusunya bagi para calon pendidik agar nanti dapat terciptanya
sebuah pembelajaran yang efektif dan efesiens.
10

DAFTAR PUSTAKA