Anda di halaman 1dari 59

Praktikum Terintegrasi Industri 1

Survei Pasar
Kelompok 2

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT. Sinar Terang adalah salah satu perusahaan baru yang bergerak di bidang
produksi mainan mobil-mobilan untuk kalangan anak-anak. PT. Sinar Terang ini
berdiri sejak 2016 yang didirikan oleh 4 manajer terbaik se-Indonesia. PT Sinar
Terang akan memproduksi mobil-mobilan dalam jenis Food Truck. PT Sinar
Terang ini adalah perusahaan yang baru berdiri sehingga belum ada barang yang
dapat diproduksi.Untuk menjadikan suatu referensi produksi, PT. Sinar Terang
menggunakan produk dari Hot Wheels sebagai acuan untuk pembuatan produk
mereka. PT Sinar Terang ini juga memiliki ciri khas target produk yang ingin
mereka buat, yaitu dengan memproduksi mainan mobil-mobilan berbahan dasar
dari kayu. Alasan tersebut dipakai karena hal yang unik didunia ini menjadikan
suatu produk dapat bersaing dalam pasaran yang semakin lama semakin canggih
dan penuh inovasi. PT. Sinar Terang ini juga berupaya untuk menjadikan produk
yang ingin merekan buat menjadi bahan edukasi dan berguna bagi generasi-
generasi yang akan datang.
Rata-rata keinginan konsumen yang diinginkan masyarakat luas memiliki
beberapa aspek yang berbeda-beda tiap individunya. Ada beberapa orang yang
lebih menyukai mobil-mobilan yang memiliki kecepatan yang tinggi, ada juga
yang lebih suka dengan kualitas dan ketahanan mobil, memiliki varian warna
yang banyak, atau harga yang terjangkau. Beberapa aspek yang telah didapat
merupakan hasil survei pasar yang terjun langsung dengan melakukan beberapa
observasi, interview dan juga memberikan kuisioner kepada konsumen-konsumen
akhir maupun ke pedagang atau penjual mobil-mobilan.
Untuk melakukan proses produksi yang pertama kali, PT. Sinar Terang
selain menggunakan produk Hot Wheels sebagai referensi juga menggunakan 2
produk lain sebagai produk kompetitor, Matchbox dan Action City. Fungsi produk
kompetitor untuk menilai serta mengevaluasi dari aspek yang kurang dari produk
yang ingin kita buat dengan cara memberikan perbandingan antara produk kita
dengan produk pesaing. Matchbox adalah mainan mobil-mobilan yang diproduksi

1
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

oleh produsen mainan anak-anak yaitu Mattel Inc dari Amerika Serikat. Namun
berbeda dengan mobil Hot Wheels mobil Matchbox terbuat dari plasti yang lebih
konvensional. Mobil Matchbox telah lebih dulu masuk ke Indonesia, tepatnya
yaitu pada tahun 1970an yang terakhir yaitu Action City. Action City merupakan
salah satu mainan mobil-mobilan yang cukup populer di kalangan masyarakat
dewasa ini telah banyak beredar berbagai jenis dari mobil Action City yang dijual
dengan harga yang terjangkau sehingga digemari oleh berbagai kalangan.
Adapun metode yang dipakai dalam proses produksi PT. Sinar Terang ini
adalah metode Quality Function Deployment (QFD). QFD adalah metodologi
terstruktur yang digunakan dalam proses perancangan dan pengembangan produk
untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta
mengevaluasi secara sistematis kapabilitas produk atau jasa dalam memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen (Cohen, 1995). Keuntungan metode QFD
yaitu dapat mereduksi waktu dan biaya dalam proses pengembangan produk.
Dengan metode QFD, produk tidak perlu dibuat untuk tahu kebutuhan
konsumen, namun hanya dengan menyeleksi apa yang menjadi kebutuhan
konsumen dan konsep seperti apa yang dapat diterapkan pada produk tersebut
untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

1.2 Perumusan Masalah


Adapun perumusan masalah nya yaitu :
1. Bagaimana cara mengidentifikasi keinginan konsumen ?
2. Bagaimana cara melakukan bunchmarking terhadap produk pesaing ?
3. Bagaimana cara melakukan perbaikan produk berdasarkan kebutuhan
konsumen ?
4. Bagaimana cara membuat House of Quality ?

1.3 Tujuan Praktikum


Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa :
1. Mampu menggunakan metode QFD untuk identifikasi keinginan konsumen.
2. Melakukan buncmarking terhadap produk pesaing.
3. Dapat melakukan perbaikan produk eksisting berdasarkan kebutuhan
konsumen.
4. Dapat membuat House Of Quality

1.4 Pembatasan Masalah


Adapun masalah yang dibatasi yaitu :

2
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

1. Mainan yang akan digunakan yaitu berupa mobil-mobilan dan menetapkan


1 merek produk sebagai acuan.
2. Menggunakan dua merek produk lain sebagai pesaing atau kompetitor.

1.5 Metodologi Praktikum (Flowchart Praktikum)

Mulai

Membuat daftar
tingkat kepentingan
dan tingkat kepuasan
produk

3
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Melakukan survei
pada konsumen

Membuat tabel
rekapan tingkat
kepentingan dan
tingkat kepuasan
produk Tidak
Cukup?
Ya

Pengolahan Data
(Pembuatan House Of
Quality,Penentuan
spesifikasi keinginan
konsumen
Analisa Hasil)
Pengolahan Data
(Analisa Pasar dan
Analisa Teknis)
Kesimpulan dan
Saran
Gambar 1.1 Flowchart
Selesai

1.6 Sistematika Penulisan


Adapaun sistematika penulisan pada modul ini adalah :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latarbelakang dari praktikum ini, perumusan
masalah yang akan dibahas, tujuan yang ingin dicapai, metodologi
praktikum, serta sistematika penulisan laporan praktikum.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini berisi tentang teori-teori yang menjadi dasar dalam melakukan
praktikum seperti pengertian QFD, tujuan, manfaat, tahap penyusunan dan
bagian-bagian dari House Of Quality secara lengkap. MetodeQFD untuk
perencanaan dan pengembangan secara terstruktur yang memungkinkan
tim pengembangan mendefinisikan secara jelas kebutuhan dan harapan
pelanggan. Berbagai teori dan referensi tersebutdi dapat dari buku acuan,

4
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

jurnal, internet dan laporan dari penelitian sebelum nya yang


berhubungan dengan praktikum ini.
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Pada bab ini pengumpulkan data Voice of Customer, identifikasi kondisi
eksisting dengan FGD, wawancara, video dan foto. Bab ini juga
menguraikan tentang pengolahan data dengan menggunakan metode (Quality
Function Deployment) QFD dan perancangan produk.
BAB IV ANALISA
Bab ini analisa hasil pengolahan data survei pasar, analisa teknis, analisa
observasi dan analisa hasil penyebaran kuisioner sesuai dengan
pengolahan data yang dikumpulkan.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang menjelaskan hasil dari praktikum
yang dilakukan dan saran bagi praktikum-praktikum selanjutnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Quality Function Deployment


Secara umum, QFD merupakan suatu alat/metode yang digunakan untuk
memusatkan perhatian pada hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan
konsumen dalam penyusunan standar layanan. Menurut Cohen (1995), QFD
adalah sebuah metode yang dipakai untuk mengembangkan dan merencanakan
produk agar tim pengembang dapat menspesifikasi secara rinci kebutuhan
dankeinginan customer.
Tindakan-tindakan teknik yang dilakukan dalam QFD meliputi4 proses
utamayaitu product planning, design planning, process planning dan production
planning.Proses-proses tersebut merupakan suatu susunan proses yang terstruktur
dan sistematis, yang memudahkan teknisi untuk mewujudkan keinginan customer

5
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

dengan tepat. Setiap proses saling berurutan dan berkesinambungan satu dengan
yang lain, sehingga tidak dapat dilakukan secara terpisah.

2.2 PengertianQuality Function Deployment


Quality Function Deployment(QFD) merupakan pendekatan sistimatik yang
menentukan tuntutan atau permintaan konsumen kemudian menterjemahkan
tuntutan tersebut secara akurat kedalam teknis, manufacturing, dan perencanaan
produksi yang tepat. Lou Cohen dalam laporan penelitian Uswatun Hasanah
(2007:12) mendefinisikan QFD adalah metode terstruktur yang digunakan dalam
proses perencanaan dan pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi
kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mengevaluasi suatu produk dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. QFD meliputi seluruh komponen
yang diterapkan dalam rencana pengembangan sekolah dengan target
teridentifikasi.
QFD adalah metode yang digunakan dalam mendukung dan melaksanakan
filosofi TQM (TotalQuality Management). QFD digunakan dalam berbagai
perencanaan. Dalam QFD,semua anggota tim dapat mengambil keputusan secara
sistematik untuk memprioritaskan berbagai tanggapan yang mungkin terhadap
sekelompok tujuan tertentu. QFD digunakan untuk memperbaiki proses
perencanaan. Aplikasi Quality Function Deployment dibatasi oleh imanijasi
seseorang.Tujuan dasar QFD adalah untuk menyebarkan suara pelanggan
(VoiceofCustomer) ke dalam desain produk, sehingga pengusaha mampu
mengevaluasi respon potensial dalam menghadapi kebutuhan pelanggan yang
sangat universal. Hal ini penting karena hampir semua organisasi (bisnis)
menghadapi persaingan, misalnya dengan adanya perubahan harga, pengenalan
produk baru, ataupun perubahan organisasi perusahaan sejenis. Perubahan-
perubahan tersebut membentuk persaingan yang dapat berpengaruh baik maupun
buruk bagi suatu organisasi.(Cohen,1995:2)

2.2.1 Manfaat Quality Function Deployment


Menurut Lou Cohen (1995), manfaat utama yang diperoleh dari penerapan
QFD yaitu:

6
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

1. Rancangan produk dan jasa baru fokus pada kebutuhan pelanggan karena
kebutuhan pelanggan tersebut sudah lebih dipahami.

2. Kegiatan desain dapat lebih diutamakan dan dipusatkan pada kebutuhan


pelangggan.

3. Dapat menganalisis kinerja produk/jasa perusahaan terhadap pesaing


utama dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan utama pula.

4. Dapat memfokuskan pada upaya rancangan sehingga akan mengurangi


waktu untuk perubahan rancangan secara keseluruhan sehingga akan
mengurangi waktu pemasaran produk baru.

5. Dapat mengurangi frekuensi perubahan suatu desain setelah dikeluarkan


dengan memfokuskan pada tahap perencanaan sehingga akan mengurangi
biaya untuk memperkenalkan desain baru.

6. Dapat mendorong terselenggaranya timkerja antar departemen.

7. Dapat menyediakan cara untuk membuat dokumentasi proses dan dasar


yang kuat untuk pengambilan keputusan.

Keunggulan dari penerapan metode QFD adalah:

Menyediakan format standar untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen


menjadi persyaratan teknis,sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Menolong tim perancang untuk memfokuskan proses perancangan yangdilakukan
pada fakta-fakta yang ada, bukan intuisi.Selama proses perancangan, pembuatan
keputusan direkam dalam matriks matriks sehingga dapat diperiksa ulang
serta dimodifikasi di masa yang akan datang.

2.2.2. Implementasi QFD


Implementasi dari QFD terdiri dari 3 tahap, dimana seluruh kegiatan yang
dilakukan pada masing-masing tahapan dapat diterapkan seperti layak nya suatu
proyek,dengan terlebih dahulu dilakukan tahap perencanaan dan persiapan. Ketiga
tahapan tersebut adalah (Lou Cohen, 1995):

7
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

1. Tahap pengumpulan suara konsumen (Voice of Customer/VOC) Prosedur


umum dalam pengumpulan suara konsumen adalah:
a. Menentukan atribut-atribut yang dipentingkan konsumen (berupa data
kualitatif) dan data ini biasanya diperoleh dari wawancara dan
observasi terhadap konsumen.
b. Mengukur tingkat kepentingan dari atribut-atribut. Tiap atribut
mempunyai beberapa data numerik yang berkaitan dengan
kepentingan relatif atribut bagi pelanggan dan tingkat performasi
kepuasan pelanggan dari produk yang mirip berdasarkan atribut
tersebut.
2. Tahap penyusunan rumah kualitas (House of Quality/HOQ)
Matriks ini adalah upaya untuk mengkonversi voice of costumer secara
langsung terhadap persyaratan teknis atau spesifikasi teknis dari produk
atau jasa yang dihasilkan. Perusahaan akan berusaha mencapai
persyaratan teknis yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan,
dengan sebelumnya melakukan benchmarking terhadap produk pesaing.
Benchmarking dilakukan untuk mengetahui posisi relatif produk yang ada
di pasaran yang merupakan kompetitor. Berikut ini adalah struktur matrik
pada HOQ:

Gambar 2.1 House of Quality

Bagian 1. Matriks kebutuhan pelanggan/customer requirements

8
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Matriks ini berisi daftar kebutuhan pelanggan secara terstruktur yang


langsung diterjemahkan dari kata-kata pelanggan, sering disebut juga
voice of customers Langkah-langkah mendapatkan voice of customers:
1. Mendapatkan suara pelanggan melalui wawancara, kuisioner
terbuka, komplain pelanggan.
2. Sortir Voic of Customer ke dalam beberapa kategori (need/benefit,
dimensi kualitas, dll)
3. Masukkan ke dalam matriks kebutuhan pelanggan.
Bagian 2. Matriks perencanaan/planning matrix
Menurut Cohen, 1995 menjelakan bahwa matriks perencanaan merupakan
alat yang dapat membantu tim pengembangan untuk memprioritaskan
kebutuhan pelanggan. Matriks ini mencatat seberapa penting masing-
masing kebutuhan atau keuntungan dari produk atau jasa yang ditawarkan
kepada pelanggan berdasarkan interpretasi tim pengembang dan data
hasil penelitian. Kondisi ini mempengaruhi keseimbangan antara prioritas
perusahaan dan prioritas pelanggan. Adapun bagian- bagian dari Matriks
Perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat kepentingan pelanggan (Important to Customer)
Kolom tingkat kepentingan pelanggan merupakan tempat dimana
hasil pengambilan data mengenai seberapa penting yang suatu
atribut kebutuhan.
2. Tingkat kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Performance)
Tingkat kepuasan pelanggan merupakan persepsi pelanggan
mengenai seberapa baik suatu produk atau layanan yang ada saat
ini dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. Tingkat kepuasan pelanggan pesaing (Competitive Satisfaction
Performance)
Tingkat kepuasan pelanggan merupakan persepsi pelanggan
mengenai seberapa baik suatu produk atau layanan kompetitor
dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
4. Goal
Goal merupakan target kepuasan pelanggan yang ingin dicapai
oleh perusahaan berdasarkan kondisi tingkat kepuasan sebenarnya.
5. Improvement ratio
Kombinasi dari Customer Satisfaction Performance dan Goal
menghasilkan sebuah niali yang disebut Improvement ratio.

9
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Improvement ratio merupakan perkalian faktor Goal dan tingkat


kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Performance).

6. Sales point
Sales point adalah daya jual yang dimiliki oleh sebuah produk
berdasarkan seberapa baik kebutuhan pelanggan terpenuhi. Sales
point mempunyai nilai dari salah satu diantara tiga nilai berikut:
1.0, 1.2, dan1.5. Arti dari ketiga nilai tersebut adalah sebagai
berikut:

Tabel 2.1 Sales point

1 = Atribut tidak memiliki daya jual (daya jual rendah)

1.2 = Atribut memiliki daya jual sedang

1.5 = Atribut memiliki daya jual tiggi


Sumber: Cohen L., QFD: How To Make QFD Work for You, 1995

7. Raw weight
Kolom Raw weight berisi nilai dari data dan keputusan yang
diambil dari kolom-kolom bagian matriks perencanaansebelumnya.
Nilai raw weight adalah sebagai berikut:
Raw weight = (important to customer)x(improvement ratio)x(sales
point)
8. Normalized raw weight
Normalized raw weight merupakan presentase nilai raw weigh dari
masing masing atribut kebutuhan.
Bagian 3. Matriks karakteristik teknis/Substitute Quality Characteristics
(SQC)
Matriks ini memuat karakteristik teknis yang merupakan bagian
dimana perusahaan melakukan penerapan metode yang mungkin untuk
direalisasikan dalam usaha memenuhi keinginan dan kebutuhan
konsumen. Dalam technical response, perusahaan mentranslasikan
kebutuhan konsumen menjadi substitute quality characteristics.

10
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Perlu ditentukan arah peningkatan atau target terbaik yang dapat dicapai,
yaitu:
1. semakin besar nilainya, semakin baik
2. semakin kecil nilainya, semakin baik
3. nilai target yang ditentukan adalah yang terbaik
Bagian 4. Matriks hubungan/relationship
Matriks ini menentukan hubungan antara VOC dengan SQC dan kemudian
menerjemahkannya menjadi suatu nilai yang menyatakan kekuatan
hubungan tersebut (impact). Dari hubungan ini ada 4 kemungkinan
yang terjadi, yaitu :

Tabel 2.2 Simbol dan nilai matrik interaksi

Hubungan Simbol Nilai

Tidak ada hubungan 0

Lemah 1

Moderat 3

Kuat 9
Sumber: Cohen L., QFD: How To Make QFD Work for You, 1995

Bagian 5. Matriks korelasi karakteristik teknis/technical correlation


Matriks ini menggambarkan peta saling ketergantungan (independancy)
dan saling berhubungan (interrelationship) antara SQC. Ada 5 tingkat
pengaruh teknis pada bagian ini, yaitu:
Tabel 2.3 Simbol interaksi parameter teknis

Simbol Pengaruh Hubungan

VV Korelasi positif kuat (sangat saling mendukung)

V Korelasi positif (saling mendukung)

X Korelasi negatif (tidak saling mendukung)

XX Korelasi negatif kuat (sangat tidak mendukung)

<blank> Tidak ada hubungan


Sumber: Cohen L., QFD: How To Make QFD Work for You, 1995

Bagian 6. Matriks teknis


Matriks ini berisi tiga jenis informasi, yaitu :

11
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

1. Kontribusi karakteristik teknis kepada performansi produk atau


jasa secara keseluruhan. Kontribusiini didapat dengan
mengurutkan peringkat karakteristik teknis, berdasarkan bobot
kepentingan dan kebutuhan pelanggan pada bagian 2 serta
hubungan antara karakteristik teknis dan kebutuhan pelanggan
pada bagian 4.
2. Technical benchmark yang menguraikan informasi pengetahuan
mengenai keunggulan karakteristik pesaing. Dilakukan dengan
membandingkan masing- masing SQC.
3. Target untuk SQC diekspresikan sebagai ukuran performansi
fungsi dari SQC, yang selanjutnya akan menjadi target aktivitas
pengembangan.
4. Tahap analisa dan implementasi
Merupakan analisa dari tahap-tahap diatas.

2.3 Pengertian House Of Quality (HOQ)


House Of Quality (HOQ) merupakan rumah pertama dan merupakan bagian
dari pengembangan QFD. Pada House Of Quality terdapat WHATs (merupakan
customer requirement/voice ofcustemer), HOWs (merupakan technical
requirement), matrik hubungan competitive assesment (konsumen dan teknis).
HouseofQualityatau rumah kualitas merupakan alat yang digunakan untuk
menggunakan struktur QFD.

2.3.1 Pengertian Matrik House Of Quality (HOQ)


Matrik House Of Quality (HOQ) adalah bentuk yang paling dikenal dari
representasi QFD. Matrik ini pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama.Bagian
horisontal pada matrik ini berisi tentang informasi yang berhubungan dengan
konsumen dan ini disebut dengan customer table. Bagian vertikal pada matrik
berisi tentang informasi teknis sebagai respon dari input konsumen,dan disebut
dengan tecnichal table. Castomer information tentang konsumen untuk
memberikan informasi dalam pembentukan metode QFD, sedangkan teknik
information adalah responden yang dibutuhkan dari konsumen yang bermanfaat
bagi distributor. Tony Wijaya(2011:53) mendefinisikan matriks House of Quality
atau rumah kualitas sebagai alat yang digunakan untuk menggunakan struktur

12
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

QFD. Hasil akhir dalam penerapan metode QFD adalah matriks House of Quality.
Matriks House of Quality merupakan matriks yang berbentuk rumah. Pelaksanaan
matriks House of Quality dapat dilihat melalui Gambar 2.2.

Karakteristik Penilaian Variable


Produk Karakteristik Reformasi
Produk

Target Hubungan Penilaian


Reformasi antara variable Reformasi
Reformasi

Gambar 2.2 Pelaksanaan Hous of Quality

Sumber: Cohen L., QFD: How To Make QFD Work for You, 1995.

Tahapan pembuatan matriks House of Quality sesuai dengan diagram


tersebutyaitu:

1. Menentukan Karakteristik Produk


Karakteristik produk yang dimaksud disini adalah karakteristik atau jenis
kebutuhan yang sesuai dengan keinginan pelanggan, yang meliputi desain,
komposisi, proses pemberian produk, mutu, dan lainnya.
2. Mengadakan Penilaian Karakteristik Produk
Penilaian ini digunakan untuk dapat menerjemahkan apa yang diinginkan
pelanggan menjadi suatu rangkaian pemrosesan terhadap produk atau jasa
bahan baku tersebut.
3. Menentukan Variable Performansi Para Pemasok
Pemasok yang dimaksud disini adalah pemasok bagi unit usaha untuk
kegiatan produksi yang harus ditentukan.
4. Mengadakan Penilaian Performansi
Penilaian performansi yang dimaksud adalah tentang kekuatan maupun
kelemahan rencana pengembangan sekolah.

13
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Dilihat dari unsur yang terlibat begitu sederhana dalam membuat HOQ
(House of Quality) ini dapat disimpulkan pembuatan matik sedikit rumit namun
masih dapat dipahami oleh pembaca yang akan menjalankan proses
pengembangan supaya lebih terstuktur dalam melakukan perencanaan
pengembangan. Namun tetap dihubungkan urutan pengerjaannya, adapun urutan
HOQ adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi Konsumen/Pemakai
Permulaan QFD adalah dengan menggariskan apa yang akan diselesaikan
berdasar pada kebuuhan konsumen.
2. Menentukan Customer Need-nya
Customer need sering juga disebut dengan voice of the customer.
Penentuan ini mengandung hal-hal yang dibutuhkan oleh konsumen dan
masih bersifat umum, sehingga sulit untuk langsung diimplementasikan
harus ditentukan terlebih dahulu.
3. Menentukan Importance Rating
Merupakan tingkat kepentingan dari VOC dan diperoleh dari hasil
perhitungan kuisioner yang disebarkan.
4. Analisis tentangCustomer CompetitiveEvaluation
Analisis ini dilakukan dengan pengumpulan data yang diperoleh.
5. Menentukan Technical Requirement
Technical requirement merupakan pengembangan dari customer need.
Pada bagian ini akan ditetapkan berdasarkan kemampuan yang ditetapkan
konsumen.
6. Menentukan Relationship
Agar memperoleh nilai secara kuantitatif maka antara customer need dan
technical requirement merupakan langkah selanjutnya untuk menemukan
nilai bobot.
7. Menentukan Target
Target ditentukan dengan how much is enough yang merupakan
perhitungan spesifikasi dari HOWs. Nilai target direpresentasikan untuk
memenuhi keinginan konsumen, sehingga sepantasnya jika nilai terget
yang hendak dicapai ditetapkan dengan nilai yang tinggi dan rasional.

14
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

8. Membuat Matrik Korelasi


Matrik korelasi terletak diatas matrik House Of Quality yang merupakan
atap dan sebagai penentu dari struktur hubungan setiap item HOW.
9. Membuat Analisis Competitive Technical Assesment.
Analisis ini dengan membandingkan yang terdahulu dengan yang akan
dibuat.

10. Menentukan Bobot


Bobot ditentukan dari hubungan korelasi antara customer requirement dan
technical requirementyang ditentukan dari jenis hubungan yang
berlangsung.

2.3.2 Pengisian Matrik House of Quality


Sebelum melakukan pengisian matrik House of Quality maka diperlukan
pembuatan matrik perencanaan yang terdiri dari:
1. Tingkat Kepentingan Konsumen (Importance to Costumer)
Tingkat kepuasan konsumen sangat penting digunakan untuk mengetahui
kebutuhan konsumen. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan
frekuensi terhadap masing-masing elemen berdasarkan tingkat
kepentingan masing-masing. Perhitungan tingkat kepentingan
menggunakan modus, yaitu dengan melihat nilai/bobot yang paling
banyak muncul.
2. Tingkat Kepuasan Konsumen (Current Satisfaction Performance)
Current Satisfaction Performance merupakan penilaian tingkat
kepuasan dari rencana pengembangan sekolah yang ada saat ini. Nilai ini
diperoleh pada saat penyebaran kuesioner penelitian. Perhitungan Current
Satisfaction Performance secara matematis adalah:

Tingkat Kepuasan
Performence Wight
Number Of Resonden

Performance Weight = Number of Respondent * Performance (Scale)

Sumber: CohenL.,QFD: HowTo Make QFDWork for You,1995.

15
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Keterangan:
Performance adalah nilai tingkat kepuasan yang didapat dari hasil
penyebaran kuesioner.
3. Nilai Goal

Penentuan goal dilakukan melalui diskusi dari guru maupun komite


sekolah, dalam penentuan goal skala penilaian mengacu pada nilai
Importance to Customer. Skala penilaian goal ditunjukkan pada tabel 2.4

Tabel 2.4 Skala Goal

Skala Penjelasan
1 Tidak Memuaskan
2 Memuaskan
3 Sangat Memuaskan
Sumber: CohenL.,QFD: HowTo Make QFDWork for You,1995

4. Improvement Ratio
Improvement Ratio digunakan untuk menunjukkan besarnya perubahan
atau perbaikan yang harus dilakukan. Dalam bentuk matematis penentuan
nilai Improvement Ratio adalah:
Goal
mprovement Ratio=
Current Satisfaction Performance
Sumber: CohenL.,QFD: HowTo Make QFDWork for You,1995.

Arti nilai Improvement Ratio dapat dilihat pada tabel 2.5

Tabel 2.5 Arti nilai Improvement Ratio

Nilai Arti

<1 Tidak adaperubahan

1 1,5 Perbaikan sedang

>1,5 Perbaikan menyeluruh

Sumber: CohenL.,QFD: HowTo Make QFDWork for You,1995

5. Sales Point

16
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Sales point adalah besarnya nilai jual suatu produk atau nilai konsumsi
suatu pelanggan pada rencana pengembangan yang dibutuhkan atau yang
diperlukan dalam peningkatan penjualan produk/peayanan RPS. Nilai ini
diperoleh dari hasil diskusi dengan guru maupun komite produk tersebut
dalam sekolah. Arti nilai sales point dapat dilihat pada tabel 2.6.
Tabel 2.6 Sales Point
Nilai Arti

1 Tidak adasales point

1,2 Sales pointsedang

1,5 Sales pointkuat

Sumber:CohenL.,QFD:HowTo MakeQFDWorkforYou,1995

6. Raw Weight and Normalized Raw Weight


Digunakan untuk menunjukkan besarnya perbaikan suatu kriteria
customer need. Dalam bentuk matematis penentuan nilai Raw Weight and
Normalized Raw Weight adalah:
Raw Weight = Importance to customer * Improvement Ratio * Sales Point

Raw Weight
Normalized RawWeight =
RawWeight Total

Sumber: CohenL.,QFD: HowTo Make QFDWork for You,1995.

7. Matriks Hubungan (Relationship Matriks)


Matriks ini digunakan untuk melihat hubungan sebab akibat yang
ditimbulkan antara kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs)
dengan karakteristik teknik (technical respons). Hubungan terbentuk
antara persyaratan konsumen dan pendeskripsian teknis, persyaratan
pelanggan dapat mempengaruhi satu atau lebih pendeskripsian teknis dan
sebaliknya. Dalam bentuk matematis penentuan nilai Relationship Matriks
adalah:
Relationship Matriks = Nilai Raw Weight * Bobot Penilaian Tingkat
Hubungan. Tingkat hubungan dan bobot/nilai Relationship Matriks dapat

17
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

dilihat pada tabel berikut.Penentuan ini menunjukkan hubungan antara


setiap kebutuhan konsumen dan kepentingan teknik. Pada tahap ini ada
tiga macam hubungan yang terbentuk seperti pada Tabel 2.7.
Tabel 2.7 Nilai Hubungan

Simbol Nilai Numerik Pengertian


1 Mungkin adahubungan
3 Hubungannyasedang
9 Sangat kuat hubungannya
Sumber: TonyWijaya(2011:53)

8. Matriks Teknik (Technical Matriks)


Tahap ini merupakan proses penentuan prioritas teknik. Prioritas teknik ini
akan menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam proses perancangan
karakteristik teknik. Dalam bentuk matematis penentuan nilai prioritas
teknik adalah:
Contributions = [(Relationship) x (Normalized Raw Weight)]

Contributions
Normalized Contributions=
Contributions Total

House of quality digunakan oleh tim diberbagai bidang untuk


menerjemahkan keinginan konsumen (customer requerment) baik dalam
perusahaan, kantor, maupun dalam dunia pendidikan untuk memudahkan dalam
melakukan perencanaan yang dibutuhkan konsumen dan yang harus diperbaiki
dalam pelaksanaan dilapangan dengan tetap memperhitungkan tingkat efisiensi
penggunaan dana, fasilitas, kelayakan, kenyamanan, keandalan, dan prioritas.
Hasil riset dan benchmarking data kedalam sejumlah target teknis prioritas
(Gaspersz, 2002).

18
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

BAB III
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

3.1 Pengumpulan Data Voice of Customer


PT. Sinar Terang telah melakukan survey pasar dan telah melakukan
rekapitulasi data-data yang telah didapat. Adapun hasil survey mengenai tingkat
kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap produk mobil Hot Whells mainan
adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Rekapitulasi Kuisioner Tingkat Kepentingan Mainan Food Truck

Atribut
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 2 5 4 5 5 2 3 2 5 1 4 3 4 3 3
2 1 5 4 3 4 1 4 3 3 3 3 2 5 4 2
3 4 3 2 4 4 5 5 4 3 2 4 5 3 2 4
4 3 2 4 3 1 5 2 2 4 3 2 5 1 2 3
5 2 3 2 3 4 2 3 3 1 2 3 2 3 2 3
6 4 2 3 2 5 4 2 1 5 3 4 3 2 3 2
7 3 4 4 1 1 5 4 4 4 1 1 2 4 2 3
8 1 5 1 4 4 5 1 5 5 4 2 3 5 3 1
9 5 1 5 2 2 3 5 1 3 2 3 4 1 4 4
10 4 4 2 5 4 4 3 3 2 3 4 5 3 1 5
11 1 4 4 1 5 1 2 3 4 2 5 2 1 2 1
12 4 1 3 2 1 4 4 2 1 3 2 1 2 4 1
13 3 5 2 4 3 3 1 4 3 4 4 2 4 1 2
14 1 4 4 3 4 1 2 2 5 3 3 3 2 2 3
15 3 2 1 2 2 4 3 1 3 2 2 4 3 4 2
16 1 4 5 4 5 2 1 3 4 3 3 5 3 2 3
17 2 2 4 1 3 3 4 4 1 5 4 2 4 2 4
18 1 3 3 5 4 2 5 1 5 3 2 1 3 3 1
19 3 1 4 1 3 1 3 2 3 4 1 2 1 5 5
20 2 3 5 2 3 4 2 1 2 3 3 4 2 1 2
21 4 5 1 4 4 5 2 3 4 2 5 2 3 1 3
22 1 4 3 2 1 1 5 3 3 1 2 3 1 3 2
23 2 5 2 3 5 2 4 1 4 2 1 4 3 1 4
24 5 5 5 4 2 3 1 4 5 3 3 1 3 3 2
25 1 2 4 5 4 1 3 5 2 4 3 3 2 4 3
26 2 3 2 4 2 4 1 3 3 2 2 1 2 5 1
27 4 4 3 2 5 2 4 2 4 3 3 3 4 3 1
28 1 5 4 3 3 2 3 1 5 2 2 4 4 4 3
29 3 3 1 2 4 3 5 4 2 1 4 5 1 4 4
30 4 4 5 2 5 1 3 3 5 2 3 1 2 2 5

19
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Berikut adalah tabel rekapitulasi kuisioner tingkat kepentingan mainan

Tabel 3.2 Rekapitulasi Kuisioner Tingkat Kepuasan Mainan Food Truck

Responde Atribut
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 1 5 4 5 5 5 3 3 3 3 5 1 3 1 3
2 1 3 3 4 5 5 3 3 5 1 5 1 4 4 1
3 4 5 4 5 3 4 3 2 3 4 5 3 4 2 5
4 2 3 5 5 4 4 3 4 5 3 4 1 4 3 2
5 2 4 4 4 4 4 5 3 1 1 3 4 5 4 3
6 3 1 2 1 2 5 3 2 1 1 2 4 2 3 5
7 2 3 4 4 2 3 4 5 1 3 4 3 5 1 3
8 1 3 4 4 4 4 2 1 1 4 4 3 4 5 4
9 1 2 1 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 5 3
10 2 3 4 2 1 1 4 5 1 5 2 4 3 1 5
11 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4
12 1 5 4 5 5 5 5 4 3 5 5 3 5 5 5
13 2 2 5 5 4 4 3 4 3 5 5 1 5 2 5
14 2 3 2 4 3 4 3 4 2 1 1 2 2 3 3
15 2 3 2 3 4 3 1 3 1 1 4 2 2 3 5
16 2 4 4 4 2 3 3 3 2 3 4 1 4 2 5
17 1 1 3 5 5 5 1 2 5 1 5 5 5 4 1
18 3 1 2 4 4 3 2 1 1 3 2 2 3 3 4
19 1 3 4 5 5 3 4 3 4 1 4 1 4 1 3
20 2 4 5 4 3 1 4 5 3 1 3 5 2 3 4
21 2 5 4 3 4 3 3 2 2 2 3 1 4 2 3
22 5 5 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 2 4 1
23 2 3 5 4 5 5 5 3 3 4 5 3 3 4 3
24 1 3 4 3 1 4 4 2 4 4 4 1 4 1 3
25 1 3 2 2 3 4 3 3 2 2 4 2 3 3 4
26 1 4 5 5 5 5 5 3 5 4 1 2 3 4 5
27 1 3 4 2 3 4 3 3 3 4 3 2 2 3 3
28 1 2 4 1 3 1 2 4 1 3 4 5 2 3 1
29 2 5 1 3 4 1 3 4 1 5 3 2 2 1 2
30 1 3 4 3 5 5 4 3 2 2 2 3 4 5 4

Tabel 3.3 Rekapitulasi Kuisioner Tingkat Kepuasan Produk Matchbox

20
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Atribut
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 4 5 5 3 4 5 4 3 3 2 3 3 4 3 3
2 2 3 1 2 2 3 1 2 3 4 3 2 3 4 5
3 3 2 4 3 2 4 4 3 4 2 2 5 4 5 3
4 3 4 5 4 5 4 3 5 4 3 4 1 4 4 2
5 1 4 3 5 5 4 3 3 1 1 4 2 4 3 1
6 2 4 2 1 3 4 2 1 1 5 4 2 5 2 5
7 2 5 4 2 1 3 4 5 3 4 5 4 3 3 4
8 4 3 5 5 5 5 3 4 1 3 4 4 5 4 5
9 1 4 2 3 5 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3
10 3 1 5 4 1 3 4 1 5 5 3 1 3 5 4
11 2 5 5 5 5 5 2 1 4 5 3 1 4 5 3
12 1 5 4 4 5 5 4 2 4 5 5 5 5 5 5
13 2 5 4 5 2 4 4 4 5 2 3 2 2 3 3
14 2 4 4 3 3 4 3 4 2 3 2 3 4 3 4
15 3 2 3 5 3 4 1 2 1 2 4 3 1 2 4
16 2 4 3 4 2 5 3 4 3 4 4 1 3 5 4
17 5 5 5 5 3 5 5 1 5 1 5 3 4 1 1
18 3 5 2 4 2 4 3 3 2 1 3 2 2 3 4
19 5 3 4 3 4 3 3 4 2 3 4 4 3 4 4
20 2 3 1 5 4 4 3 5 4 3 4 5 4 5 4
21 5 3 2 2 3 4 3 1 2 3 3 4 3 2 4
22 5 4 3 3 3 4 4 5 5 3 4 5 4 4 3
23 2 4 5 4 2 5 3 4 3 4 5 3 3 4 3
24 1 3 1 3 1 4 4 2 4 3 3 3 2 4 2
25 1 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 3 2 3
26 1 3 5 4 4 5 5 5 5 3 5 2 3 5 4
27 1 3 3 2 3 4 2 3 2 3 3 2 3 3 2
28 1 2 4 5 2 3 1 3 4 2 3 4 3 2 1
29 3 5 3 1 5 3 4 5 4 3 4 5 5 2 3
30 1 3 4 3 4 4 3 4 2 2 3 2 4 5 4

Tabel 3.4 Rekapitulasi Kuisinoer Tingkat Kepuasan Mainan Action City

21
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Atribut
Responden
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 3 4 5 5 4 5 4 3 3 2 3 4 5 1 4
2 3 4 2 3 5 5 5 4 5 5 5 3 5 4 5
3 4 2 4 5 3 5 4 4 3 3 4 2 3 2 2
4 2 3 4 3 4 2 4 3 5 5 2 2 5 2 1
5 1 4 3 5 5 4 3 3 1 1 4 2 4 3 1
6 2 4 2 4 1 5 3 2 1 3 2 4 2 5 5
7 4 4 2 3 2 4 3 4 3 2 4 5 4 3 3
8 1 3 3 3 3 1 3 1 1 2 3 2 3 4 3
9 1 3 4 3 4 4 3 3 2 4 4 2 3 4 3
10 2 3 2 1 3 4 3 4 3 5 4 3 2 5 3
11 3 4 2 5 3 2 4 1 5 3 2 1 2 5 5
12 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5
13 2 2 3 2 4 3 3 3 5 1 3 2 4 1 3
14 3 3 2 4 4 4 3 2 3 2 3 4 3 2 2
15 4 3 1 4 3 3 3 2 2 3 5 2 3 3 3
16 2 4 2 4 1 5 3 4 4 3 4 1 4 5 4
17 4 3 5 5 4 5 5 2 5 1 5 1 3 4 1
18 2 4 2 3 2 4 4 3 2 1 3 2 2 2 3
19 2 3 5 5 3 4 3 2 1 5 1 2 3 4 5
20 4 2 5 1 2 3 4 5 3 5 3 3 2 4 3
21 5 4 3 3 2 4 1 4 5 3 2 2 1 3 4
22 2 4 4 3 3 1 2 3 4 3 3 3 5 5 5
23 5 4 2 1 3 4 2 3 2 3 5 3 5 3 3
24 1 3 4 3 1 4 4 2 4 4 3 1 3 2 1
25 1 3 3 2 2 2 2 2 4 3 2 2 3 3 3
26 1 3 5 4 1 5 5 4 5 3 5 2 3 5 4
27 1 2 3 2 4 3 2 3 3 4 3 2 2 3 3
28 2 3 5 4 1 4 5 4 1 2 4 5 2 3 4
29 2 4 2 4 2 5 2 3 2 1 1 4 4 1 3
30 2 2 5 3 3 4 3 4 1 3 2 1 5 5 5

3.2 Penyusunan House of Quality

3.2.1Penentuan Customer Requirement

22
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Untuk memenangkan persaingan pasar,PT. Sinar Terang PTI akan


mengidentifkasi keinginan konsumen dan membandingkan nya dengan atribut
yang dimiliki yang oleh kompetitor. Oleh sebab itu PTI Sinar Terang PTI telah
menyusun 15 atribut yang dibagi menjadi beberapa tabel yaitu :

No Atribut Desain
3 Memiliki warna mobil yang menarik
7 Kemasan menarik
10 Mudah dipasang aksesoris tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya
13 Memiliki varian warna yang banyak
15 Ukuran mobil

No Atribut Performance
1 Kemudahan dalam bongkar pasang
2 Kecepatan mobil
6 Mudah untuk disimpan
9 Harga terjangkau
12 Kemudahan untuk diperbaiki
14 Mudah dibersihkan

No Atribut Material
1 Material aman dan tidak berbahaya
2 Material awet dan tidak mudah rusak
8 Keringanan bobot mobil

Berikut adalah penjelasan dari atribut yang telah dikelompokkan dari


tabel-tabel diatas :

1. Kemudahan dalam bongkar pasang

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena kemudahan dalam bongkar


pasang dapat membantu anak-anak dalam mempelajari cara
membongkar dan memasang kembali mobil-mobilan

2. Kecepatan mobil

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena anak-anak menyukai mobil-


mobilan yang memiliki kecepatan

3. Memiliki warna mobil yang menarik

23
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena warna mobil yang cerah


atau yang gelap memiliki pengaruh terhadap keinginan anak-anak

4. Material aman dan tidak berbahaya

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena material yang berbahaya


dapat menimbulkan penyakit bagi anak-anak

5. Material awet dan tidak rusak

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena anak-anak cenderung


bermain dengan ceroboh sehingga mainan mereka sering cepat rusak

6. Mudah untuk disimpan

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena anak-anak cenderung tidak


menyimpan mainan nya dengan baik dan benar

7. Kemasan menarik

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena anak-anak cenderung


melihat mainan anak-anak dengan memperhatikan kemasan mainan
nya

8. Keringanan bobot mobil

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena bobot mobil dapat


mempengaruhi tipe permainan anak-anak

9. Harga terjangkau

Atribut ini dijadikan pertimbangan karena kemampuan daya belli


setiap anak-anak berbeda-beda

10. Mudah dipasang aksesoris tambahan

Atribut ini dijadikan pertimbangan untuk memberikan kesempatan


kepada anak-anak untuk menghias mobil mainan nya

11. Bentuk body tidak berbahaya

24
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Atribut ini dijadikan pertimbangan untuk menghindari kemungkinan


anak-anak terluka saat bermain mobil-mobilan

12. Kemudahan untuk diperbaiki

Atribut ini dijadikan pertimbangan agar anak-anak dapat dengan


mudah memperbaiki mobil-mobilan mereka

13. Memiliki varian warna yang banyak

Atribut ini dijadikan pertimbangan untuk mengetahui keinginan anak-


anak mengenai warna yang banyak

14. Mudah dibersihkan

Atribut ini dijadikan pertimbangan untuk memberikan kemudahan bagi


anak-anak dalam membersihkan mainannya

15. Ukuran mobil

Atribut ini dijadikan pertimbangan untuk mengetahui keinginan anak-


anak mengenai ukuran mobil yang besar atau kecil

3.2.2 Penentuan Tingkat Kepentingan Produk


Penentuan tingkat kepentingan produk merupakan urutan tingkat
kepentingan dari masing-masing atribut yang telah dibuat yang dipilih oleh
konsumen.Survey dilakukan terhadap 30 responden dan dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel 3.6 Rekapitulasi Kuisioner Tingkat Kepentingan Mainan Mobil Hot Wheels

Respo Atribut
nden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 2 5 4 5 5 2 3 2 5 1 4 3 4 3 3
2 1 5 4 3 4 1 4 3 3 3 3 2 5 4 2
3 4 3 2 4 4 5 5 4 3 2 4 5 3 2 4
4 3 2 4 3 1 5 2 2 4 3 2 5 1 2 3
5 2 3 2 3 4 2 3 3 1 2 3 2 3 2 3
6 4 2 3 2 5 4 2 1 5 3 4 3 2 3 2
7 3 4 4 1 1 5 4 4 4 1 1 2 4 2 3

25
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

8 1 5 1 4 4 5 1 5 5 4 2 3 5 3 1
9 5 1 5 2 2 3 5 1 3 2 3 4 1 4 4
10 4 4 2 5 4 4 3 3 2 3 4 5 3 1 5

Tabel Lanjutan 3.6


11 1 4 4 1 5 1 2 3 4 2 5 2 1 2 1
12 4 1 3 2 1 4 4 2 1 3 2 1 2 4 1
13 3 5 2 4 3 3 1 4 3 4 4 2 4 1 2
14 1 4 4 3 4 1 2 2 5 3 3 3 2 2 3
15 3 2 1 2 2 4 3 1 3 2 2 4 3 4 2
16 1 4 5 4 5 2 1 3 4 3 3 5 3 2 3
17 2 2 4 1 3 3 4 4 1 5 4 2 4 2 4
18 1 3 3 5 4 2 5 1 5 3 2 1 3 3 1
19 3 1 4 1 3 1 3 2 3 4 1 2 1 5 5
20 2 3 5 2 3 4 2 1 2 3 3 4 2 1 2
21 4 5 1 4 4 5 2 3 4 2 5 2 3 1 3
22 1 4 3 2 1 1 5 3 3 1 2 3 1 3 2
23 2 5 2 3 5 2 4 1 4 2 1 4 3 1 4
24 5 5 5 4 2 3 1 4 5 3 3 1 3 3 2
25 1 2 4 5 4 1 3 5 2 4 3 3 2 4 3
26 2 3 2 4 2 4 1 3 3 2 2 1 2 5 1
27 4 4 3 2 5 2 4 2 4 3 3 3 4 3 1
28 1 5 4 3 3 2 3 1 5 2 2 4 4 4 3
29 3 3 1 2 4 3 5 4 2 1 4 5 1 4 4
30 4 4 5 2 5 1 3 3 5 2 3 1 2 2 5
Jumla 7 10 9 9 10 9 9 8 8 9
h 8 5 9 2 7 1 7 8 112 8 8 99 94 96 97

3.2.3 Evaluasi Produk Terhadap Produk Kompetitor


Benchmarking merupakan suatu proses membandingkan tingkat kepuasan
atribut pada produk acuan yang telah ditentukan dengan atribut pada produk
kompetitor. Benchmarking dapat didapat dari perbandingan tingkat kepuasan
produk existing dengan produk kompetitor. Sebagai contoh yaitu pada atribut 1
kemudahan dalam bongkar pasang. Diketahui tingkat kepuasan produk existing
sebesar 2 dan tingkat kepuasan produk kompetitor yaitu dua dan tiga sehingga
diperoleh nilai tingkat kepuasan produk existing lebih rendah dari kompetitor.
Adapun Benchmarking dapat dilihat pada tabel berikut:

26
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Tabel 3.7Benchmarking
5
1 2 3 4
Atribut
1. Kemudahan dalam bongkar
pasang
2. Kecepatan mobil
3. Memiliki warna mobil menarik
4. Material aman dan tidak
berbahaya
5. Material awet dan tidak mudah
rusak
6. Mudah untuk disimpan
7. Kemasan menarik
8. Keringanan bobot mobil
9. Harga terjangkau
10. Mudah dipasang aksesoris
tambahan
11. Bentuk body tidak berbahaya
12. Kemudahan untuk diperbaiki
13. Memiliki varian warna yang
banyak
14. Mudah dibersihkan
15. Ukuran mobil

Keterangan :

Our produck =

Action City =

Matchbox =

3.2.4 Matrix Planning


Matrix Planning adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk menetapkan
alternatif yang diprioritaskan. Tahap pembuatan matriks perencanaan adalah
sebagai berikut :
A.Indeks Kepentingan Relatif
Indeks Kepentingan Relatif digunakan untuk menentukan besar tingkat
kepentingan atribut yang terdapat pada mobil Food Truck yang sesuai dengan
keinginan pelanggan. Adapun cara yang digunakan untuk mengukur Indeks
Kepentingan Relatif yaitu :

27
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

atribut kei
Indeks Kepentingan Relatif :
Jumlah Responden

Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 ,nilai- nilai yang diperoleh yaitu:
2,1,4,3,2,4,3,1,5,4,1,4,3,1,3,1,2,1,3,2,4,1,2,5,1,2,4,1,3,4.
Maka dengan menggunakan rumus Indeks Kepentingan Relatif,diperoleh hasil :

atribut ke1
Indeks Kepentingan Relatif =
Jumlah Responden
78
=
30

=2,6
Hasil perhitungan Indeks Kepentingan Relatif secara keseluruhan dapat dilihat
pada tabel berikut :

Tabel 3.8 Perhitungan Indeks Kepentingan Relatif Secara Keseluruhan

No Atribut Performance Indeks Kepentingan Relatif


Kemudahan dalam bongkar
1 2,6
pasang
2 Kecepatan mobil 3,5
3 Memiliki warna mobil menarik 3,3
Material aman dan tidak
4 3,06
berbahaya
Material awet dan tidak mudah
5 3,56
rusak
6 Mudah untuk disimpan 3,03
7 Kemasan menarik 3,23
8 Keringanan bobot mobil 2,93
9 Harga terjangkau 3,73
Mudah dipasang aksesoris
10 2,93
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 3,26
12 Kemudahan untuk diperbaiki 3,3
Memiliki varian warna yang
13 3,13
banyak
14 Mudah dibersihkan 3,2
15 Ukuran mobil 3,23

28
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

B. Tingkat Kepuasan Produk Food Truck


Tingkat kepuasan produk Food Truck adalah suatu penilaian untuk
mengukur seberapa besar kepuasan yang dirasakan konsumen terhadap mobil
Food Truck. Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan
yaitu :
atribut ke1
Tingkat Kepuasan Produk Food Truck =
Jumlah Responden

Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 ,nilai- nilai yang diperoleh yaitu :
1,1,4,2,2,3,2,1,1,2,1,1,2,2,2,2,1,3,1,2,2,5,2,1,1,1,1,1,2,1.
Maka dengan menggunakan rumus Tingkat Kepuasan Produk,diperoleh hasil :

atribut ke1
Tingkat Kepuasan Produk Food Truck =
Jumlah Responden
53
=
30

= 1,7667

Untuk memudahkan proses perbandingan pada benchmarking,maka


dilakukan pembulatan dengan menggunakan Ms Excel agar didapat sebuah
bilangan bilangan bulat. Sehingga nilai 1,7667 dibulatkan dengan menggunakan
Ms Excel menjadi 2. Hasil perhitungan Tingkat Kepuasan Produk Food Truck
secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.9 Hasil perhitungan Tingkat Kepuasan Produk Food Truck

No Atribut Performance Tingkat Kepuasan Produk


Kemudahan dalam bongkar 2
1
pasang
2 Kecepatan mobil 3

3 Memiliki warna mobil menarik 4

29
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Material aman dan tidak 4


4
berbahaya
Material awet dan tidak mudah 4
5
rusak
6 Mudah untuk disimpan 4
Tabel Lanjutan 3.9

7 Kemasan menarik 3

8 Keringanan bobot mobil 3

9 Harga terjangkau 3

Mudah dipasang aksesoris 3


10
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 4

12 Kemudahan untuk diperbaiki 3

Memiliki varian warna yang 3


13
banyak
14 Mudah dibersihkan 3

15 Ukuran mobil 3

C. Tingkat Kepuasan Produk Pesaing


Tingkat Kepuasan Produk Pesaing merupakan Tingkat kepuasan produk
Food Truck adalah suatu penilaian untuk mengukur seberapa besar kepuasan yang
dirasakan konsumen terhadap mobil pesaing yaitu Matchbox dan Action City
Adapun rumus yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan yaitu :

atribut ke1
Tingkat Kepuasan Produk Matchbox =
Jumlah Responden

Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 ,nilai- nilai yang diperoleh yaitu:
4,2,3,3,1,2,2,4,1,3.2,1,2,2,3,2,5,3,5,2,5,5,2,1,1,1,1,1,3,1.
Maka dengan menggunakan rumus Tingkat Kepuasan Produk,diperoleh hasil :

atribut ke1
Tingkat Kepuasan Produk Kompetitor =
Jumlah Responden
73
=
30

30
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

=2,43333

Untuk memudahkan proses perbandingan pada benchmarking,maka


dilakukan pembulatan dengan menggunakan Ms Excel agar didapat sebuah
bilangan bilangan bulat. Sehingga nilai 2,43333 dibulatkan dengan menggunakan
Ms Excel menjadi 2. Hasil perhitungan Tingkat Kepuasan Produk Kompetitor
secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.10 Hasil perhitungan Tingkat Kepuasan Produk Kompetitor Matchbox

Tingkat Kepuasan Produk


No Atribut Performance
Matchbox
Kemudahan dalam bongkar 2
1
pasang
2 Kecepatan mobil 4

3 Memiliki warna mobil menarik 3

Material aman dan tidak 4


4
berbahaya
Material awet dan tidak mudah 3
5
rusak
6 Mudah untuk disimpan 4

7 Kemasan menarik 3

8 Keringanan bobot mobil 3

9 Harga terjangkau 3

Mudah dipasang aksesoris 3


10
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 4

12 Kemudahan untuk diperbaiki 3

Memiliki varian warna yang 3


13
banyak
14 Mudah dibersihkan 4

15 Ukuran mobil 3

31
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Tabel 3.11 Hasil perhitungan Tingkat Kepuasan Produk Kompetitor Action City

Tingkat Kepuasan Produk


No Atribut Performance
Action City
Kemudahan dalam bongkar 3
1
pasang
2 Kecepatan mobil 3

3 Memiliki warna mobil menarik 3

Material aman dan tidak 3


4
berbahaya
Material awet dan tidak mudah 3
5
rusak
6 Mudah untuk disimpan 4

7 Kemasan menarik 3

8 Keringanan bobot mobil 3

9 Harga terjangkau 3

Mudah dipasang aksesoris 3


10
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 3

12 Kemudahan untuk diperbaiki 3

Memiliki varian warna yang 3


13
banyak
14 Mudah dibersihkan 3

15 Ukuran mobil 3

D. Nilai Target
Nilai target merupakan nilai yang hendak dicapai produsen dalam
menentukan tingkat kepentingan produk. Nilai target dapat melebihi nilai
kompetitor ataupun menyamai nilai kompetitor . Nilai target diperlukan untuk
menyaingi produk dari kompetitor sehingga dapat memenuhi keinginan
konsumen. Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar
pasang. Pada atribut 1,konsumen memberi nilai 2 untuk produk Food Truck dan

32
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

memberi nilai 2 untuk Matchbox dan nilai 3 untuk Action City.Untuk dapat
menyaingi produk Action City dalam hal kemudahan dalam bongkar pasang,maka
nilai target yang diberikan yaitu sebesar 3.Hasil pemberian Nilai Target secara
keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.12 Pemberian Nilai Target Secara Keseluruhan
No Atribut Performance Nilai Target
Kemudahan dalam bongkar
1 3
pasang
2 Kecepatan mobil 4
3 Memiliki warna mobil menarik 4
Material aman dan tidak
4 4
berbahaya
Material awet dan tidak mudah
5 4
rusak
6 Mudah untuk disimpan 4
7 Kemasan menarik 4
8 Keringanan bobot mobil 4
9 Harga terjangkau 4
Mudah dipasang aksesoris
10 3
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 4
12 Kemudahan untuk diperbaiki 3
Memiliki varian warna yang
13 4
banyak
14 Mudah dibersihkan 4
15 Ukuran mobil 3

E.Menghitung Rasio Perbaikan


Rasio Perbaikan merupakan suatu ukuran seberapa besar usaha yang
diperlukan untuk meningkatkan kualitas atribut. Adapun cara untuk menghitung
rasio perbaikan yaitu :
Nilai Target
Rasio Perbaikan =
TIngkat Kepuasan Produk

Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 diketahui bahwa nilai target yang ditetapkan yaitu sebesar 3 dan tingkat
kepuasan produk yang diberikan konsumen yaitu senilai 2, maka rasio perbaikan
yang diperoleh :

33
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Nilai Target
Rasio Perbaikan =
TIngkat Kepuasan Produk

3
=
2

=1,5
Hasil perhitungan Rasio Perbaikan secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel
berikut :

Tabel 3.13 Perhitungan Rasio Perbaikan Secara Keseluruhan

No Atribut Performance Target Kepuasan Rasio Perbaikan


Kemudahan dalam 2
1 3 1,5
bongkar pasang
2 Kecepatan mobil 4 3 1,3
Memiliki warna mobil 4
3 4 1
menarik
Material aman dan tidak 4
4 4 1
berbahaya
Material awet dan tidak 4
5 4 1
mudah rusak
6 Mudah untuk disimpan 4 4 1

7 Kemasan menarik 4 3 1,3

8 Keringanan bobot mobil 4 3 1,3

9 Harga terjangkau 4 3 4
Mudah dipasang 3
10 3 1
aksesoris tambahan
Bentuk body tidak 4
11 4 1
berbahaya
Kemudahan untuk 3
12 3 3
diperbaiki
Memiliki varian warna 3
13 4 1
yang banyak
14 Mudah dibersihkan 4 3 1

15 Ukuran mobil 3 3 1,3


F. Sales Point

34
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Nilai Sales Point didapat berdasarkan tingkat pengaruh atribut terhadap


angka penjualan produk mobil Food Truck. Besarnya nilai sales point suatu atribut
ditentukan oleh produsen yang dibagoi menjadi 3 bagian yaitu :
1,5 = atribut yang memiliki tingkat penjualan paling tinggi
1,2 = atribut yang memiliki tingkat penjualan menengah
1 = atribut yang memiliki tingkat penjualan paling rendah
Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang.
Diketahui bahwa nilai sales point atribut 1 yaitu 1,2 yang berarti atribut 1
memiliki tingkat penjualan menengah.Hasil penilaian Sales Point secara
keseluruhan dapat diliat pada tabel berikut :
Tabel 3.14 Hasil Penilaian Sales Point Secara Keseluruhan
No Atribut Performance Nilai Sales Point
Kemudahan dalam bongkar
1 1,2
pasang
2 Kecepatan mobil 1,5
3 Memiliki warna mobil menarik 1,5
Material aman dan tidak
4 1,5
berbahaya
Material awet dan tidak mudah
5 1,5
rusak
6 Mudah untuk disimpan 1
7 Kemasan menarik 1,2
8 Keringanan bobot mobil 1,2
9 Harga terjangkau 1,5
Mudah dipasang aksesoris
10 1,2
tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 1,2
12 Kemudahan untuk diperbaiki 1
Memiliki varian warna yang
13 1,5
banyak
14 Mudah dibersihkan 1,2
15 Ukuran mobil 1,2

G. Bobot
Bobot atribut berisi nilai perhitungan dari data dan keputusan yang dibuat.
Adapun rumus yang digunakan yaitu :
Bobot = Tingkat Kepentingan x Sales Point x Rasio Perbaikan.

35
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 diketahui tingkat kepentingan nya yaitu 2,6, rasio perbaikan nya yaitu 1,5
dan nilai sales point nya yaitu 1,2. Maka dengan menggunakan rumus diatas
diperoleh hasil :
Bobot = Tingkat Kepentingan x Sales Point x Rasio Perbaikan
= 2,6 x 1,2 x 1,5
= 4,68
Hasil perhitungan Bobot secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.15 Hasil Perhitungan Bobot secara keseluruhan
Rasio
Sales
No Atribut Performance Tingkat K. Perbaika Bobot
Point
n
Kemudahan dalam 4,68
1 2,6 1,5 1,2
bongkar pasang
2 Kecepatan mobil 3,5 1,3 1,5 6,8

Memiliki warna mobil 5,0


3 3,3 1 1,5
menarik
Material aman dan 4,6
4 3,06 1 1,5
tidak berbahaya
Material awet dan 5,3
5 3,56 1 1,5
tidak mudah rusak
6 Mudah untuk disimpan 3,03 1 1 3,0

7 Kemasan menarik 3,23 1,3 1,2 5,0

Keringanan bobot 4,6


8 2,93 1,3 1,2
mobil
9 Harga terjangkau 3,73 4 1,5 22,4

Mudah dipasang 3,5


10 2,93 1 1,2
aksesoris tambahan
Bentuk body tidak 3,9
11 3,26 1 1,2
berbahaya
Kemudahan untuk 9,9
12 3,3 3 1
diperbaiki
Memiliki varian warna 4,7
13 3,13 1 1,5
yang banyak
Tabel Lanjutan 3.15

14 Mudah dibersihkan 3,2 1 1,2 3,8

15 Ukuran mobil 3,23 1,3 1,2 5,0

36
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

H. Rasio Bobot
Rasio Bobot merupakan persentase dari nilai bobot masing-masing atribut
dengan tujuan untuk memudahkan memilih prioritas pengembangan
produk.Untuk mencari rasio bobot yaitu :
Bobot
Rasio Bobot = x 100
Total Bobot
Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Pada
atribut 1 diketahui bahwa nilai bobot yaitu sebesar 4,68 dan total bobot semua
atribut yaitu senilai 92,3064, maka rasio bobot yang diperoleh :
Bobot
Rasio Bobot = x 100
Total Bobot
4,68
= x 100
92,3064
= 5,07 %
Untuk memudahkan hasil perhitungan,maka nilai rasio bobot akan dibulatkan
dengan menggunakan Ms Excel,sehingga nilai nya menjadi 5 %. Hasil
perhitungan Rasio Bobot secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. 16 Hasil Perhitungan Rasio Bobot Secara Keseluruhan
No Atribut Performance Rasio Bobot
Kemudahan dalam bongkar 5%
1
pasang
2 Kecepatan mobil 7%

3 Memiliki warna mobil menarik 5%

Material aman dan tidak 5%


4
berbahaya
Material awet dan tidak mudah 6%
5
rusak
6 Mudah untuk disimpan 3%

7 Kemasan menarik 5%

8 Keringanan bobot mobil 5%


Tabel Lanjutan 3.16

9 Harga terjangkau 24%

10 Mudah dipasang aksesoris 4%

37
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

tambahan
11 Bentuk body tidak berbahaya 4%

12 Kemudahan untuk diperbaiki 11%

Memiliki varian warna yang 5%


13
banyak
14 Mudah dibersihkan 4%

15 Ukuran mobil 5%

Berikut adalah tabel hasil Matriks Perencanaan

Tabel 3.17 Matriks Perencanaan

38
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Indeks Kepentingan Relatif


Rasio Perbaikan
Nilai Target

Bobot (%)
Bobot
1 2 3 4 5
Atribut Produk

1. Kemudahan dalam 4,6


bongkar pasang 3 1,5 2,6 8 5%

2. Kecepatan mobil 6,8 7%


4 1,3 3,5
3. Memiliki warna mobil
4 1 3,3 5,0 5%
menarik
4. Material aman dan tidak
4 1 3,06 4,6 5%
berbahaya
5. Material awet dan tidak
4 1 3,56 5,3 6%
mudah rusak
6. Mudah untuk disimpan
4 1 3,03 3,0 3%

7. Kemasan menarik 5,0 5%


4 1,3 3,23
8. Keringanan bobot mobil
4 1,3 2,93 4,6 5%

9. Harga terjangkau 22,


4 4 3,73 4 24%

10. Mudah dipasang


3 1 2,93 3,5 4%
aksesoris tambahan
11. Bentuk body tidak 3,9 4%
berbahaya 4 1 3,26
12. Kemudahan untuk
diperbaiki 3 3 3,3 9,9 11%

13. Memiliki varian warna


4 1 3,13 4,7 5%
yang banyak
14. Mudah dibersihkan
4 1 3,2 3,8 4%

15. Ukuran mobil


4 1,3 3,23 5,0 5%

92,
3 100%

Keterangan :

Our produck =

Matchbox =

39
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Action City =

3.2.4 Penentuan Respon Teknis


Respon teknis berfungsi untuk menjawab kebutuhan dari atribut yang telah
ditentukan pada tabel 3.18. Data yang telah diolah pada proses benchmarking
akan digambarkan pada respon teknis. Penggambaran atau penjabaran respon
teknis dilakukan secara detail, lengkap dan seluas-luasnya.
Tabel 3.18 Penentuan Respon Teknis
No Atribut Performance Respon teknis
Membentuk part yang mudah
Kemudahan dalam bongkar
1 dipasang
pasang
Membuat tutorial
Menambah volume
Memilih bahan baku yang ringan
2 Kecepatan mobil
Mengurangi massa
Membuat roda mudah berputar
3 Memiliki warna mobil menarik Menambah corak warna
Material aman dan tidak Mengurangi material yang mudah
4
berbahaya berkarat
Material awet dan tidak mudah
5 Memilih materialyang berkualitas
rusak
6 Mudah untuk disimpan Menambah volume
Membuat rancangan desain yang
7 Kemasan menarik menarik
Menambah corak warna
Memilih bahan baku yang ringan
8 Keringanan bobot mobil
Mengurangi massa
9 Harga terjangkau Memilih bahan baku yang murah

Tabel Lanjutan 3.19


Mudah dipasang
10 Memiliki aksesoris tambahan
aksesoristambahan
Membentuk body yang tidak
11 Bentuk body tidak berbahaya
tajam
Memiliki sparepart yang mudah
12 Kemudahan untuk diperbaiki dicari

40
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Memiliki varian warna yang


13 Menambah corak warna
banyak
Mengurangi celah kecil pada
14 Mudah dibersihkan
body
15 Ukuran mobil Menambah volume

3.2.5 Arah Respon Teknis


Setelah menentukan respon teknis masing-masing atribut , maka langkah
selanjutnya adalah dengan menetapkan arah perbaikan nya. Arah perbaikan dari
setiap atribut ini berfungsi untuk memberi informasi dalam penentuan korelasi
antar kebutuhan dan penentuan target. Adapun penentuan arah perbaikan nya
disimbolkan sebagai berikut :
1. , simbol ini diberikan pada respon teknis yang akan meningkatkan
kepuasan konsumen apabila lebih atau ditingkatkan
2. , simbol ini diberikan pada respon teknis yang akan meningkatkan
kepuasan konsumen apabila dikurang atau diturunkan

3. 0, simbol ini diberikan pada kebutuhan teknik yang akan meningkatkan


kepuasan konsumen apabila mencapai target atau jangkauan nilai tertentu
Sebagai contoh yaitu pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang.
Respon teknis pada atribut 1 adalah membentuk part yang mudah dipasang maka
untuk meningkatkan kepuasan konsumen maka part yang dibentuk harus
mencapai target atau jangkauan nilai tertentu sehingga diberi simbol 0
Arah respon teknis secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.20 Arah Respon Teknis Secara Keseluruhan


No Atribut Performance Arah Perbaikan
Membentuk part yang mudah
1 0
dibentuk
2 Membuat tutorial perakitan
3 Menambah volume
4 Memilih bahan baku yang ringan
5 Mengurangi massa
6 Membuat roda mudah berputar 0
7 Menambah corak warna
8 Mengurangi material yang mudah

41
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

berkarat
Membuat rancangan desain yang
9
menarik
10 Memilih bahan baku yang murah
Mengurangi celah kecil pada
11
body
12 Memiliki aksesoris tambahan
Meimiliki sparepart yang mudah
13
dicari
14 Memilih material yang berkualitas
Membentuk body yang tidak
15
tajam

3.2.6 Matriks Interaksi


Matriks interaksi merupakan gambaran hubungan antara atribut-atribut
produk dengan respon-respon teknis. Matriks Interaksi merupakan inti daripada
metode QFD. Ada 3 penilaian hubungan:

= Hubungan Kuat (9)

= Hubungan Cukup Kuat (3)

= Hubungan Lemah (1)

Untuk menentukan nilai dari matriks interaksi yaitu dengan mengalikan


antara penilaian hubungan dengan rasio bobot suatu atribut. Sebagai contoh yaitu
pada atribut 1 kemudahan dalam bongkar pasang. Respon teknis nya yaitu

membuat part yang mudah dipasang dan diberi lambang yang berarti

kemudahan dalam bongkar pasang memiliki hubungan yang kuat dengan


membuat part yang mudah dibentuk. Kemudian penilaian hubungan tersebut
dikalikan dengan rasio bobotnya yaitu sebesar 5% sehingga nilai matriks interaksi
nya =

Matriks Interaksi = Penilaian Hubungan x Rasio Bobot

= 9x5

= 45

42
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Untuk melihat hasil perhitungan Matriks Interaksi secara keseluruhan dapat


dilihat pada tabel berikut :

Gambar 3.1 Matriks Interaksi

TERLAMPIR

3.2.7 Interaksi antar Respon Teknis

Interaksi antar respon menunjukkan hubungan antara respon teknis yang


satu dengan yang lainnya. Tujuan penentuan interaksi antar respon teknis ini
menentukan kebijakan yang akan dilaksanakan. Adapun pembuatan matrik ini
menggunakan beberapa simbol antara lain :

= Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lainnya

hubungannya adalah positif kuat yang berarti respon teknis yang satu akan sangat
mendukung respon teknis yang lain untuk dapat memenuhi keinginan konsumen.

= Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lainnya
hubungan adalah positif, namun tidak sekuat hubungan di atas.Namun hubungan
ini saling mendukung satu sama lain untuk dapat memenuhi kebutuhan
konsumenKosong = Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang
lainnya tidak menunjukkan hubungan yang positif yang berarti tidak saling
mempengaruhi.

Sebagai contoh yaitu hubungan antar respon teknis memilih barang yang
murah dengan memilih barang yang berkualitas. Hubungan diantara kedua respon
teknis tersebut dikategorikan positif namun tidak terlalu kuat karena tidak
selamanya material yang murah adalah berkualitas. Untuk melihat hubungan antar
respon teknis secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut:

Gambar 3.2 Interaksi antar Respon Teknis

TERLAMPIR

43
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

3.2.8 House of Quality


Penyusunan House of Quality dilakukan setelah mengetahui hubungan
antara respon teknis atau terhadap yang lain serta atributnya. House of Quality
menggambarkan secara keseluruhan semua menjadi kebutuhan atau harapan
pelanggan dan bagaimana memenuhi kebutuhan dan harapan tersebut. House of
Quality dibuat berdasarkan penggabungan pengolahan data dari penentuan drajat
kepentingan sampai dengan interaksi sampai interaksi parameter teknik.
Berdasarkan bagan Quality Function Deployment atribut-atribut kemasan

44
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

digambarkan secara vertical bagian atas. Pembuatan gambar rumah kualitas


(House of Quality). Hasil dari rumah kualitas dapat dilihat pada gambar 3.3

Gambar 3.3 House of Quality

TERLAMPIR

BAB IV

ANALISIS

4.1 Analisis Pasar

4.1.1 Analisis Tingkat Kepentingan


Konsumen mempunyai pengaruh besar terhadap produk yang sudah
dipasarkan. Seperti halnya pada pembuatan produk baru yang menggunakan
aspek-aspek yang sudah ditentukan pihak perusahaan dan dipilih oleh konsumen.

45
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Konsumen telah mengisi beberapa kuisioner yang sudah diberikan dan telah
diinteview didapatlah beberapa tingkat tingkat aspek yang dapat menjadikan
acuan untuk memproduksi produk untuk perusahaan baru.
Untuk hasil kuisioner yang telah didapat tentang masalah tingkat
kepentingan suatu aspek untuk satu contoh produk memiliki beberapa tingkat,
seperti aspek Kecepatan Mobil dan Harga terjangkau masuk dalam kategori
sangat penting. Sebagai contoh yaitu aspek harga terjangkau, aspek tersebut
dinilai sangat penting karena kebanyakan konsumen lebih mementingkan harga
dibandingkan kualitas untuk pembelian suatu produk mobil-mobilan.
Aspek tersebut merupakan aspek yang banyak dipilih beberapa konsumen
untuk menjadi aspek terpenting dari pembuatan suatu produk mobil-mobilan. Lalu
untuk tingkat kepentingan dengan urutan penting juga memiliki beberapa aspek
yaitu, memiliki warna mobil yang bagus, material awet dan tidak mudah rusak,
kemasan menarik, keringanan bobot mobil, mudah dipasang aksesoris tambahan,
bentuk body tidak berbahaya, memiliki varian warna yang banyak, dan ukuran
mobil. Beberapa aspek tersebut dinilai penting menurut konsumen karena menjadi
suatu tolak ukur produk sehingga bisa disebut sebuah mainan mobil-mobilan.
Sebagai contoh yaitu aspek material awet dan tidak mudah rusak, aspek ini dinilai
penting karena ketahana dan kualitas suatu barang juga sering menjadi
pertimbangan kosumen untuk membeli produk tersebut.
Yang terakhir adalah peringkat kurang penting yang memeiliki beberapa
aspek yang termasuk yaitu, kemudahan dalam bongkar pasang, material aman dan
tidak berbahaya, mudah untuk disimpan, kemudahan untuk diperbaiki, dan mudah
dibersihkan. Beberapa aspek tersebut dinilai kurang penting untuk sebuah produk
mobil-mobilan karena dianggap kurang terlalu berpengaruh dalam suatu aspek
yang digunakan untuk produk mobil-mobilan, sebagai contoh aspek mudah
dibersihkan, aspek ini dianggap kurang pentingkarena rata-rata mainan mobil-
mobilan selalu mudah dibersihkan dan tidak banyak mainan mobil-mobilan yang
digunakan pada tempat-tempat yang kotor kecuali memang jenis mobil-mobilan yang
dapat dimainkan di tanah ataupun tempat kotor seperti mobil RC 4WD yang biasa
dimainkan di tanah.

1.1.2 Analisis Tingkat Kepuasan

46
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Tingkat kepuasan ini dinilai berdasarkan data yang telah diambil dengan
cara memberikan kuisioner yang telah disebarkan ke konsumen luas. Tingkat
kepuasan ini menilai beberapa produk seperti produk food truck yang jadi
referensi, produk Matchbox dan produk Action City.
Penilaian yang pertama ini tentang produk yang dijadikan referensi untuk
produk PT. Sinar Terang. Dilihat dari tingkat kepuasan yang sangat puas, ada
satu sapek yaitu aspek Material awet dan tidak mudah rusak. Aspek ini dinilai
konsumen dengan menilai kualitas produk yang dibuat dengan bahan yang terbuat
dari besi sehingga konsumen menilai produk ini tahan dan awet serta memiliki
kualitas yang bagus. Lalu pada tingkat puas terdapat beberapa aspek yaitu,
kecepatan mobil, memiliki warna mobil yang menarik, metrial aman dan tidak
berbahaya, mudah untuk disimpan, kemasan menarik, keringanan bobot mobil,
mudah dipasang aksesoris tambahan, bentuk body tidak berbahaya, memiliki
variasi warna yang banyak, mudah dibersihkan, dan ukuran mobil. Sebagai
contoh, aspek kecepatan mobil dinilai puas untuk produk referensi ini karena
kecepatan yang dimiliki produk referensi ini lumayan cepat. Dan terakhir untuk
tingkat kepuasan dengan nilai kurang puas ada beberapa aspek, yaitu kemudahan
dalam bongkar pasang, keringanan bobot mobil, dan kemudahan untuk diperbaiki.
Sebagai contoh aspek kemudahan untuk diperbaiki, aspek ini dinilai kurang puas
karena produk referensi ini terjual sudah dalam bentuk jadi dan tidak ada part-part
suku cadang yang dijual terpisah sehingga sulit untuk dibetulkan.
Selain produk referensi, ada juga produk yang dinilai konsumen yaitu
produk competitor yang ber-merk Matchbox dan Action City. Untuk Matchbox ini
memiliki satu aspek yang tingkat kepuasannya sangat puas, yaitu aspekMemiliki
warna mobil menarik. Aspek ini dinilai para konsumen karena produk Matchbox
memiliki warna yang menarik perhatian konsumen sehingga wajar konsumen
memberi peringkat sangat puas untuk warna yang dimiliki produk Matchbox. Ada
juga beberapa aspek yang dinilai dengan peringkat puas yaitu aspek kecepatan
mobil, material awet dan tahan lama, kemasan menarik, keringanan bobot mobil,
mudah untuk disimpan, keringanan bobot mobil, harga terjangkau, mudah
diapsang aksesoris tambahan, bentuk boduy tidak berbahaya, memiliki varian
warna yang banyak, mudah dibersihkan dan ukuran mobil. Sebagai contoh, untuk

47
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

aspek harga terjangkau dinilai puas untuk para konsumen karena produk
Matchbox yang dijual memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga
mobil produk referensi dan juga memiliki kualitas yang cukup untuk sebuah
produk mobil-mobilan. Untuk produk Matchbox memiliki tingkat kepuasan yang
kurang puas dengan beberapa aspek yaitu kemudahan bongkar pasang, material
awet dan tidak mudah rusak, dan kemudahan untuk diperbaiki. Sebagai contoh,
aspek kemudahan bongkar pasang dinilai kurang puas karena produk Matchbox
dijual dengan kondisi sudah terakit atau produk jadi sehingga konsumen tidak bisa
merasakan perakitan yang dilakukan untuk suat pembelian produk Matchbox.
Untuk produk Action City juga memiliki beberapa tingkatan kepuasan untuk
menjadi acuan pembuatan produk dari PT. Sinar Terang, dimulai dari tingkat
kepuasan yang dinilai sangat puas. Pada tingkat ini tidak ada satu aspek yang
dinilai sangat puas untuk produk Action City karena dinilai produk tersebut hanya
biasa saja dan tidak memiliki kelebihan yang menonjol. Untuk tingkat kepuasan
aspek selanjutnya dengan nilai puas ada beberapa aspek yaitu, kecepatan mobil,
material aman dan tidak berbahaya, material awet dan tahan lama, mudah untuk
disimpan, kemasan menarik, keringanan bobot mobil, harga terjangkau, mudah
dipasang aksesoris tambahan, bentuk body tidak berbahaya, memiliki varian
warna yang banyak, mudah dibersihkan dan ukuran mobil. Sebagai contoh,
mudah disimpan dinilai puas bagi para konsumen karena produk Action City
memiliki bobot dan ukuran yang lumayan sederhana sehingga memungkinkan
untuk disimpan diberegai tempat. Dan yang terakhir tingkat kepuasan dengan nilai
kurang puas memiliki beberapa aspek yaitu, kemudahan dalam bongkar pasang,
memiliki warna mobil yang menarik, dan memiliki varian warna yang banyak.
Sebagai contoh, aspek memiliki warna yang menarik dinilai kurang karena produk
ini memiliki warna yang monoton atau tidak ada ciri khas tersendiri bagi produk ini
sehingga membuat para konsumen tidak terlalu tertarik untuk membelinya.

1.1.3 Analisis Menurut Benchmarking


Dalam memproduksi suatu produk yang ingin diproduksi pasti harus
membandingkan beberapa aspek yang dimiliki produk referensi kita dan produk
kompetitor. Untuk membandingkan produk referensi yang akan dibuat dengan

48
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

produk kompetitor harus memiliki aspek yang harus dibandingkan. Beberapa


aspek ini dikategorikan menjadi 3 kategori atribut yaitu: Design, Performance,
dan Material.
Untuk kategori Design memiliki beberapa aspek yaitu memiliki warna
mobil yang menarik, kemasan menarik, mudah dipasang aksesoris tambahan,
bentuk body tidak berbahaya, memiliki varian warna yang banyak dan ukuran
mobil. Untuk aspek Warna mobil menarik, produk Action City dan Matchbox
memiliki rata rata nilai 3 dimata para konsumen karena untuk aspek ini kedua
produk tersebut dinilai memiliki warna yang cukup menarik, sedangkan untuk
produk referensi, memiliki rata rata nilai 4 karena konsumen menilai produk
referensi memiliki nilai yang menarik untuk menarik perhatian para konsumen.
Aspek kemasan menarik juga memiliki kesamaan rata rata nilai yaitu 3, karena
ketiga produk ini memiliki model kemasan yang hamper sama, dengan model
transparan sehingga produk yang dijual nampak dari luar kemasan. Aspek mudah
dipasang aksesoris tambahan ini juga memiliki kesamaan nilai rata rata yaitu 3,
karena masing-masing produk memiliki aksesori-aksesoris tambahan sesuai
dengan produksi setiap produk. Untuk aspek bentuk body tidak berbahaya, produk
Action City memiliki nilai rata rata 3 karena bentuk yang lumayan aman,
sedangkan produk Matchbox dan produk referensi memiliki nilai rata rata 4
karena bentuk body yang diproduksi tidak berbahaya dan dinilai konsumen aman
untuk penggunaannya. Aspek memiliki varian warna yang banyak untuk ketiga
produk ini juga dinilai rata-rata 3 oleh para konsumen, karena masing-masing
produk memiliki variasi warna sesuai dengan kebijakan produksi yang mereka
gunakan setiap produk. Yang terakhir adalah aspek Ukuran mobil, untuk aspek ini
ketiga produk memiliki nilai yang sama yaitu rata rata 3, karena bentuk dan
ukuran mobil yang hampir sama sehingga konsumen menilai dengan
memperhatikan bentuk dan ukuran mobil.
Lalu yang kedua adalah kategori Performance yang memiliki beberapa
aspek yaitu kemudahan dalam bongkar pasang, kecepatan mobil, mudah untuk
disimpan, harga terjangkau, kemudahan untuk diperbaiki, dan mudah untuk
dibersihkan. Untuk aspek kemudahan dalam membongkar bisa dilihat bahwa
produk referensi dan produk Matchbox terlihat pada nilai 2 untuk karena

49
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

konsumen menilai kedua produk tersebut terjual dengan bentuk sudah dirakit atau
sudah jadi sehingga konsumen mengira bahwa produk itu susah untuk di bongkar,
lain halnya dengan produk Action City yang dinilai 3 oleh konsumen. Untuk
aspek kecepatan mobil, produk referensi dan produk Action City diberikan nilai
rata rata 3 karena dimata konsumen kedua produk tersebut dinilai memiliki
kecepatan yang sedang, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu pelan. Lain halnya
dengan produk Matchbox, memiliki rata rata nilai 4 dimata konsumen karena
mereka menilai produk tersebut memiliki kecepatan yang kencang. Untuk aspek
Mudah untuk disimpan, ketiga produk ini memiliki nilai rata rata 4 karena
konsumen menilai berdasarkan bentuk benda yang tidak terlalu besar
memungkinkan untuk produk disimpan ke tempat yang fleksibel. Untuk aspek
harga terjangkau, ketiga produk ini juga memiliki rata rata nilai yaitu 3, karena
menurut konsumen ketiga harga produk ini tidak terlalu jauh perbedaannya
sehingga kebanyakan konsumen menilai bahwa harga yang dimiliki setiap produk
hamper sama. Untuk aspek kemudahan untuk diperbaiki, ketiga produk ini dinilai
konsumen dengan rata rata nilai 3, karena konsumen mengira produk yang rusak
dapat dibetulkan dengan mudah hanya dengan menempelkan lem ataupun hanya
diberi pelumas secukupnya. Untuk aspek mudah dibersihkan, produk referensi
dan produk Action City memiliki nilai rata rata 3 yang diberikan oleh konsumen
karena dinilai model kedua produk tersebut memiliki bentuk yang mudah
dijangkau, sedangkan produk Matchbox memiliki nilai 4 karena bentuk produk
juga mudah dijangkau dan gampang dibersihkan..
Lalu yang terakhir ada kategori atribut Material yang memiliki beberapa
aspek yaitu material aman dan tidak berbahaya, material awet dan tahan lama, dan
keringanan bobot mobil. Untuk aspek Material aman dan tidak berbahaya, produk
Matchbox memiliki nilai rata rata 3 untuk aspek ini, karena konsumen menilai
material yang digunakan produk tersebut lumayan aman, sedangkan untuk produk
Action City dan produk referensi yang dinilai rata rata 4, karena konsumen
menilai material yang digunakan aman dan tidak berbahaya. Untukaspek Material
awet dan tidak mudah rusak, rata rata nilai 3 diberikan oleh produk Matchbox dan
Action City, karena konsumen dinilai memiliki material yang awet dibandingkan
produk referensi yang memiliki nilai rata rata 4 yang memiliki material yang jauh

50
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

lebih awet dari kedua produk tersebut. Aspek keringanan bobot mobil juga
memiliki kesamaan nilai rata rata nilai yaitu 3, karena bobot ketiga produk ini
memiliki ukuran mobil yang sama sehingga memiliki bobot yang hamper sama.

1.1.4 Analisa Hasil Observasi


Observasi merupakan suatu cara untuk mengetahui cara atau pola seorang
anak-anak dalam bermain. Dengan melakukan observasi dapat dilihat bagaimana
seorang anak bermain sehingga hasil observasi dapat membantu dalam
meningkatkan kepuasan anak-anak. Dari hasil observasi, dapat dilihat bahwa
anak-anak bermain mobil-mobilan secara sembrono atau sembarangan. Anak-anak
cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekelilingnya dalam bermain dan
bermain dengan sesuka hati mereka. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa
sebuah mainan anak-anak harus didesain tidak berbahaya dimana dalam arti
mobil-mobilan tersebut tidak membahayakan anak-anak ketika sedang
bermain.Apabila terdapat part-part atau body yang tajam maka dapat
membahayakan anak-anak seperti tergores atau yang lebih berbahaya dapat
menyebabkan kebutaan apabila mainan nya dilempar dan terkena ke mata.Upaya
yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut adalah dengan mendesain
mobil-mobilan tanpa ada nya part-part ataupun bentuk body yang tajam atau
runcing sehingga anak-anak dapat merasa aman ketika sedang bermain mobil-
mobilan.

1.2 Analisis Teknis


4.2.1 Analisa Matriks Pencernaan
A Analisa Tingkat Kepentingan Produk
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat berdasarkan kebutuhan dan keinginan
konsumen. Dari 15 atribut tersebut diperoleh bahwa nilai tertinggi dari
tingkat kepentingan produk yaitu harga terjangkau sebesar 3,73 dan nilai
terendah nya yaitu kemudahan dalam bongkar pasang. Berdasarkan nilai
tersebut diketahui bahwa menurut konsumen bahwa atribut yang paling

51
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

penting yaitu harga terjangkau dan atribut yang tidak penting yaitu
kemudahan dalam bongkar pasang.
B Analisa Tingkat Kepuasan Produk Food Truck
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan tingkat kepuasan
produk Food Truck., Dari ke 15 atribut yang telah dibuat diketahui bahwa
atribut yang mendapat nilai tertinggi ada 5 yaitu material aman dan tidak
berbahaya,material awet dan tidak mudah rusak,memiliki warna yang
menarik,mudah disimpan dan bentuk body tidak berbahaya. Nilai yang
didapat yaitu 4 . Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa konsumen
puas terhadap 5 konsumen tersebut
C Analisa Tingkat Kepuasan Produk Kompetitor
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan tingkat kepuasan
produk Matchbox dan Action City. Untuk ke 15 atribut yang telah dibuat
untuk produk Matchbox diketahui bahwa atribut yang tertinggi ada 5
atribut yaitu kecepatan produk,material aman dan tidak berbahaya,mudah
untuk disimpan, bentuk body tidak berbahaya dan mudah untuk
dibersihkan. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ke 5 atribut tersebut
mendapat kepuasan tertinggi dari konsumen.
D Analisa Tingkat Nilai Target
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan tingkat nilai target
berdasarkan perbandingan antara produk buatan dengan produk pesaing.
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kenaikan nilai target
tertinggi yaitu dari atribut kemudahan dalam bongkar pasang,dimana nilai
tingkat kepuasan naik dari 1 ke 3 . Dapat disimpulkan bahwa atribut
kemudahan dalam bongkar pasang perlu mendapat perbaikan lebih untuk
menyaingi produk pesaing
E Analisa Rasio Perbaikan
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan tingkat nilai target
berdasarkan perbandingan antar produk buatan dengan pesaing.
Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa rasio perbaikan
tertinggi terdapat 4 atribut yaitu kecepatan mobil,kemasan menarik,
keringanan bobot mobil dan ukuran mobil. Dapat disimpulkan bahwa ke 4

52
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

atribut tersebut mendapat perbaikan yang tinggi disbanding atribut yang


lainnya.
F Sales Point
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan kepentingan
atribut menurut produsen. Dari ke 15 atribut yang telah dibuat diketahui
bahwa terdapat 6 atribut yang mendapat nilai tertinggi yaitu kecepatan
mobil,warna mobil yang menarik ,warna mobil yang bervariasi,harga
terjangkau, material awet dan tahan lama serta material yang aman dan
tidak berbahaya yaitu sebesaer 1,5. Berdasarkan hasil tersebut diketahui
bahwa atribut tersebut memiliki kepentingan tertinggi dibanding atribut
lain.
G Menghitung Bobot
Terdapat 15 atribut yang telah dibuat untuk menentukan kepentingan
atribut. Dari ke 15 atribut yang telah dibuat diketahui bahwa atribut yang
mendapat bobot tertinggi yaitu harga terjangkau sebesar 22,4.
Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa harga terjangkau merupakan
atribut dengan tingkat bobot paling tinggi dibanding produk yang lainnya.
H Rasio Bobot
Terdapar 15 atribut yang telah dibuat untuk memudahkan dalam
menentukan tingkat kepentingan atribut. Berdasarkan hasil pengolahan
data diketahui bahwa rasio bobot tertinggi yaitu harga terjangkau yaitu
sebesar 23%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa harga terjangkau
merupakan atribut yang prioritas nya tertinggi.

4.2.2 Respon Teknis


Respon teknis merupakan jawaban yang dibuat untuk menjawab keinginan
konsumen akan produk yang diinginkan. Penentuan respon teknis didasarkan pada
saran atau perbaikan yang kemudian dijadikan masukan untuk membuat produk
lebih baik. Oleh sebab itu terdapat 15 respon teknis dengan tujuan untuk membuat
produk menjadi lebih baik lagi. Ke 15 respon teknis itu antara lain :
1. Menambah Volume
2. Memilih bahan baku yang murah

53
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

3. Membentuk body yang tidak tajam


4. Memilih material yang berkualitas
5. Membentuk part yang mudah dipasang
6. Membuat rancangan desain yang menarik
7. Mengurangi massa
8. Menambah corak warna
9. Membuat tutorial
10. Memiliki sparepart yang mudah dicari
11. Memiliki aksessoris tambahan
12. Mengurangi celah kecil pada body
13. Membuat roda mudah berputar
14. Memilih bahan yang ringan
15. Mengurangi material yang mudah berkarat
Dari ke 15 atribut tersebut arah respon teknis nya ada yang harus
ditingkatkan,diturunkan dan mencapai nilai atau target tertentu.
Adapun pembagian nya yaitu sebagai berikut :
1. Atribut yang harus ditingkatkan yaitu : memilih bahan baku yang murah,
membentuk body yang tidak tajam, memilih material yang berkualitas,
mengurangi massa, membuat tutorial, memiliki sparapart yang mudah
dicari, mengurangi celah kecil pada body, membuat roda mudah berputar,
memilih bahan baku yang ringan dan mengurangi material yang mudah
berkarat.
2. Atribut yang harus dikurangkan yaitu: membentuk part yang mudah
dipasang, menambah corak warna dan memiliki aksessoris tambahan
3. Atribut yang harus mencapai nilai atau target tertentu yaitu : menambah
volume dan membuat rancangan desain yang menarik.

4.2.3 Analisa Matriks Interaksi


Matriks interaksi merupakan hubungan antara suatu atribut dengan repon
teknis yang telah dibuat matriks interaksi berisi lambang yang menunjukkan
hubungan antara atribut dengan respon teknis serta besar nilai hubungan nya
sebagai contoh yaitu pada atribut pertama kemudahan dalam bongkar pasang

54
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

dimana berhubungan sangat kuat dengan membuat tutorial. Adapun untuk mencari
besarnya nilai hubungan yaitu dengan mengalikan lambang hubungan dengan
persen nilai bobot. Dari ke 15 matriks interaksi diketahui bahwa interaksi yang
paling besar yaitu antara harga terjangkau dengan memilih bahan baku yang
berkualitas hal ini menunjukkan bahwa kedua atribut tersebut memiliki pengaruh
yang cukup besar dalam melakukan perbaikan untuk memenuhi keinginan
konsumen.

4.2.4 Interaksi Antar Respon Teknis


Interaksi antar respon teknis merupakan besarnya suatu hubungan antara
suatu respon teknis dengan respon teknis lainnya. Untuk menentukan besarnya
hubungan antara suatu respon teknis dengan respon teknis lainnya dapat dengan
menggunakan 3 lambang yaitu :
= Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lainnya

hubungannya adalah positif kuat yang berarti respon teknis yang sa tu akan
sangat mendukung respon teknis yang lain untuk dapat memenuhi k einginan
konsumen.

= Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lainnya
hubungan adalah positif, namun tidak sekuat hubungan di atas.Namun hubungan
ini saling mendukung satu sama lain untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen
Kosong = Antara respon teknis yang satu dengan respon teknis yang lainnya
tidak menunjukkan hubungan yang positif yang berarti tidak saling
mempengaruhi.
Dari hasil pemberian besar hubungan teknis,diketahui bahwa respon teknis yang
memiliki hubungan yang sangat kuat yaitu :

1. Hubungan antara menambah volume dengan memberi aksesoris tambahan.

2. Hubungan antara membentuk part yang mudah dipasang dengan memiliki


sparepart yang mudah dicari.

3. Hubungan antara memilih material yang berkualitas dengan membuat roda


yang mudah berputar.

55
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

4.3 Analisis House of Quality


Untuk House of Quality ini memiliki suatu interaksi yaitu interaksi antar
respon teknis. Interaksi ini menjelaskan tentang ikatan atau korelasi antara satu
respon teknis dengan respon teknis lainnya. Seperti halnya respon teknis bahan
baku yang murah dan memilih material yang berkualitas memiliki hubungan yang
kuat, pada hubungan ini menunjukan adanya hubungan antara dua respon teknis
karena kebanyakan material dasar pembuatan suatu produk dijual berdasarkan
tingkat kualitas material. Semakin bagus kualitas suatu material maka semakin
mahal juga harga yang dijual unutk suatu penjualan material dasar. Contoh lain
yaitu memilih bahan baku yang berkualitas dengan memilih bahan baku yang
ringan. Kedua aspek tersebut berhubungan karena semakin ringan dan berkualitas
suatu material makan berpengaruh dengan kecepatan dan harga untuk penjuala
suatu produk, karena jika suatu barang yang memiliki material yang ringan dan
berkualitas akan menambah kecepatan suatu produk, jika produk dinilai cepat oleh
konsumen maka beberapa konsumen akan tertarik membeli barang tersebut
berdasarkan penilai dari kecepatan mobil.
Pada interaksi antar respon teknis juga dapat dikaitkan antara respon teknis
dengan aspek yang terlibat pada penggunaan produk yang nanti dapat
menghasilkan nilai hubungan dan dapat mencari nilai prioritas suatu respon
interaksi. Sebagai contoh untuk hubungan respon teknis dengan atribut produk
menambah jumlah produk dengan beberapa atribut produk dengan jumlah 72,
dapat mencari prioritas dengan cara membagi jumlah hubungan 1 respon teknis
dengan beberapa atribut produk dan dibagi dengan total hubungan respon
interaksi dengan atribut produk dan dikalikan 100%, didapatlah nilai prioritas
sebesar 6,3%.
Pada tabel bawah dari House Of Quality terdapat tabel Prioritized Technical
Requirements dimana tabel ini berisi mengenai nilai yang akan dijadikan acuan
dalam membuat sebuat rancangan produk. Dari tabel Technical Requirements
diketahui bahwa ukuran volume yang dimiliki oleh produk acuan yaitu sebesar
48,75 Cm3, produk match box yaitu sebesar 43,75 Cm3 dan produk Action City
yaitu sebesar 52,5 Cm3.sehingga adapun nilai dari volume yang menjadi target
pembuatan yaitu sebesar 180 Cm3 yang didapat dari tinggi 12 cm,panjang 15 cm

56
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

dan lebar 10 cm. Untuk jenis material akan digunakan material kayu sebagai
bahan untuk pembuatan prototype untuk memudahkan dalam pencarian bahan dan
penyamaan proses pembuatan dengan kelompok lainnya,namun untuk pembuatan
produk aslinya akan digunakan material lain yaitu plastik. Untuk jenis warna,akan
digunakan warna biru. Pemilihan warna biru ini didasari bahwa warna biru
merupakan warna yang mencolok sehingga dapat menarik minat dari anak-anak.
Dari segi tujuan fungsi, mobil ini akan difungsikan menjadi sebuah pajangan.
Namun meski hanya berupa pajangan tetapi dapat digunakan untuk bermain dan
tidak dapat digunakan untuk balapan.Untuk tipe kenyamanan,produk ini memiliki
keunggulan khusu yaitu memiliki bobot yang ringan. Berbeda dengan produk
acuan yaitu Hot Wheels,target produk ini memiliki bahan dasar yang berbeda
yaitu plastik sehingga memiliki bobot yang lebih ringan dibanding produk
acuan.Dari segi keamanan,produk akan membuat part-part dan desain yang tidak
tajam sehingga dapat mengurangi resiko seperti tergores pada saat memainkan
mobil-mobilan nya. Dari segi estetika produk akan dibuat menyerupai dari produk
acuan yaitu memiliki desain seperti mobil Food Truck dengan tujuan untuk
memudahkan dalam proses pembuatan.Namun tidak menutup kemungkinan untuk
memodifikasi bentuk dari mobil Food Truck ini tetapi tidak melenceng jauh dari
konsep yang telah direncanakan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum ini didapatlah beberapa kesimpulan yaitu :
Cara mengidentifikasikan keinginan konsume dengan cara memberikan
kuisinoer ataupun dengan obseverasi secara langsung.
Cara bencmarking yaitu membandingkan produk kompetitor dengan produk
yang menjadi acuan dan dinilai dari beberapa aspek.

57
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

Cara memperbaikan produk berdasarkan konsumen yaitu dengan cara


mengidentifikasi aspek aspek yang perlu iperbaiki dari konsumen.
Cara membuat house of quality yaitu dengan mengaitkan satu aspek ke
aspek lainnya sehingga terbentukkan suatu korelasi.

5.2 Saran
Saran untuk melakukan praktikum kedepannya dengan menginput data dengar
benar, serta memiliki sumber yang baik sehingga mudah dalam pengolahan data.

58
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Survei Pasar
Kelompok 2

DAFTAR PUSTAKA

Cohen,Lou(1995),QualityFunctionDeployment:Howto makeQFDWorkForYou,
Addison-Wesley Publishing Company

Wijaya,Tony.(2011), Manajemen kualitasJasa:DesainServqual,QFD,danKano


disertai Contoh Aplikasidalam Kasus Penelitian,PT. Indeks, Jakarta.

Gasperz,Vincent,2002,TotalQualityManagement,PT.GramediaPustakaUmum,Jaka
rta

59
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri