Anda di halaman 1dari 3

LOGO SPO PELACAKAN KASUS GIZI BURUK

NO DOKUMEN/K NO. REVISI A HALAMAN 01/02

PROSEDUR TETAP TANGGAL TERBIT DITETAPKAN


PENGERTIAN 1. Gizi buruk adalah status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi
badan (TB) dengan Z score < - 3, dan atau dengan tanda-tanda klinis
(marasmus, kwasiorkor dan marasmus kwasiorkor)
2. Rangkaian kegiatan penyelidikan atau investigasi terhadap faktor
resiko terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk
lainnya di suatu wilayah.
TUJUAN 1. Ditemukannya kasus baru balita gizi buruk untuk dapat ditanganni
secara cepat, tepat dan konferensif.
2. Teridentifikasi faktor resiko gizi buruk di suatu wilayah sebagai
bahan informasi bag sektor teerkait dalam penentuan intervensi.
3. Ditetapkannya rencana pencapaian dan penanggulangan gizi buruk
secaraa konferhensif..
KEBIJAKAN - Permenkes RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004 tentang KLB
- KepMenKes RI No.1995/menkes/SK/XII/2010 tentang standar
antropometri penilaian status gizi anak.
SASARAN Balita Gizi Buruk yang dilaporkan
PROSEDUR KERJA Persiapan
1. Mempelajari laporan balita gizi buruk
2. Menyiapkan alat (alat antropometri)
3. Menyiapkan instrumen pelacakan )Form pelacaakan gizi buruk)
4. Berkoordinasi dengan petugas surveilans dan dokter puskesmas untuk
melaksanakan pelacakan.

Pelaksanaan
1. Klarifikasi Laporan bulanan gizi buruk
2. Konfirmasi status gizi
3. Bersama dengan petugas surveilans dan puskesmas melakukan
penyelidikan kasus balita gizi buruk sesuai dengan form pelacakan
kasus gizi buruk (menimbang BB, Mengukur TB dan Memeriksa balita
bizi buruk)
4. Penentuan dan pelaporan kasus balita gizi buruk
5. Membuat Rencana Tindak Lanjut

Tindak lanjut
1. Tentukan tindak lanjut hasil intervensi dengan status gizi
2. Jika anak tidak bermasalah berikan penyuluhan terkait makanan
sesuai dengan umurnya
3. Jika anak bermasalah lakukan wawancara dengan orangtua untuk
menentukan penyebab gizi buruk.
4. Berikan intervensi sesuai permasalahan yang diperoleh dari hasil
wawancara
5. Membuat janji dengan orangtua untuk datang kembali untuk
mengevaluasi hasil intervensi.
UNIT TERKAIT RUANGAN MTBS