Anda di halaman 1dari 8

LEMBARAN KERJA MAHASISWA

MATA KULIAH FARMASI INDUSTRI


PROGRAM PENDIDIKAN APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UIVERSITAS ANDALAS

Dosen : Syofyan, S.S.i, M.Farm, Apt


Topik: Protokol Uji Ekivalen

IDENTITAS MAHASISWA DAN TUGAS


Nama Dwi Mekar Febry Rhamdani
No Urut Absen 15
Kelompok A
Pertemuan ke 4
Hari/Tanggal Selasa, 14 Februari 2017

B KASUS
Kelompok A
PT Andalas Farma, Tbk PT Andalas Farma, Tbk sedang mengembangkan produk obat
generikdengan zat aktif aktif hidrokortison. Saat ini sedang dilakukan tahap uji ekivalen.
Sebagai apoteker di bagian R&D di industri tersebut, Saudara diperintahkan untuk melakukan
kajian uji ekivalen.

Jelaskan apa yang Saudara lakukan dalam uji ekivalen tersebut


Carilah satu buah jurnal internasional terkait uji ekivalen ini dan pelajari bagaimana uji
tersebut dilakukan sampai diperoleh hasilnya

C KEY WORDS/TERMINOLOGI FARMASI


1 Bioavailabilitas: Persentase dan kecepatan zat aktif dalam suatu produk obat yang
mencapai / tersediadalam sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh/ aktif setelah pemberian
produk obat tersebut, diukur dari kadarnya dalam darah terhadap waktu atau dari ekskresinya
dalam urin

Bioavaibilitas terbagi menjadi 2, yaitu:


Bioavaibilitas absolut: bioavaibilitas zataktif yang mencapai sirkulasis istemik dari
suatu sediaan obat dibandingkan dengan bioavaibiltas zat aktif tersebut dengan
pemberian intra vena (bioavaibilitas 100%).

Bioavaibilitas relatif: bioavaibilitas zat aktif yang mencapai sirkulasi sistemik dari
suatu sediaan obat dibandingakan dengan bentuk sediaan lain selain intra vena.
Faktor yang mempengaruhi bioavaibiltas:
Obat: sifat fisiko-kimia zat aktif, formulasi, dan teknik pembuatan.

Subjek: karakteristik subjek (umur, bobotbadan), kondisi patologis, posisis dan


aktivitas tubuh (padasubjek yang sama).

Rute pemberian

Interaksi obat makanan, misalnya grisovulvin sukar larut dalam air. Apabila diberikan
bersama makanan berlemak jadi mudah larut. Di dalam tubuh, digunakan surfaktan
alami sehingga baik diabsorpsi. Pemberian vitamin B12 dengan coca cola
menghasilkan absorpsi yang lebih baik.

Tujuan bioavaibilitas:
Pengembangan ilmu

Pengembangan produk/formulasi

Pengembangan senyawa baru

Jaminan mutu produk (quality control)

2 Bioekivalensi merupakan data ekivalensi untuk melihat kesetaraan sifat dan kerja obat
didalam tubuh suatu obat copy dibandingkan dengan obat inovator sebagai pembanding.
Dua produk obat disebut bioekivalen jika keduanya mempunyai ekivalensi farmaseutik atau
merupakan alternatif farmaseutik dan pada pemberian dengan dosis moral yang sama akan
menghasilkan biovailabilitas yang sebanding sehingga efeknya akan sama, dalam hal efikasi
maupun keamanan.
2 Ekivalensi farmaseutik: Dua produk obat mempunyai ekivalensi farmaseutik jika
keduanya mengandung zat aktif yang sama dalam jumlah yang sama dan bentuk sediaan
yang sama, dan memenuhi standar kompendial yang sama (misalnya waktu hancur,
keseragaman kandungan, dan kecepatan disolusi) wlaupun bentuk, mekanisme pelepasan,
eksipien, kemasan, dll berbeda
3 Alternatif farmaseutik: Dua produk obat merupakan alternatif farmaseutik jika keduanya
mengandung zat aktif yang sama tetapi berbeda dalam bentuk kimia (garam, ester, dsb.)
atau bentuk sediaan atau kekuatan

D RUMUSAN KASUS
Merancang protokol uji Bioekivalen hidrokortisonasetat yang merupakan produk baru berupa
obat copy:
Produk obat yang mempunyai ekivalensi farmaseutik atau merupakan alternatif
farmaseutik dengan produk obat inovator / pembandingnya, dapat dipasarkan dengan
nama generik atau nama dagang

Perbedaan dapat terjadi pada bioavaibilitas dan respon klinik apabila:


Obat dengan bentuk sediaan yang sama tetapi diproduksi oleh industri yang berbeda.
Hal ini dapat disebabkan oleh faktor bahan baku, formulasi, dan cara pembuatan yang
berbeda. Apabila terdapat perbedaan yang bermakna pada bioavaibilitas dari produk obat
yang diuji dengan produk obat pembanding, maka kedua produk itu dapat
dikatakan inekivalen secara terapetik. Dalam hal ini harus dilakukan reformulasi dan uji
bioavaibilitas harus dilakukan lagi.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalamuji BA/BE:
1. Adanya pemahaman terhadap farmakokinetik obat (absorpsi, distribusi, metabolisme,
daneliminasi).

2. Pemilihan metode analisis yang tepat: hal ini diperlukan untuk mengetahui efek
samping, efektoksik, dan penanganan terhadap efek-efek tersebut.

3. Stabilitas obatdalamsampel

4. Penyusunan percobaan protokol yang tepat: sebelum dilakukan uji, sebaiknya


mendapat persetujuan dari BPOM dan dilakukan kajian etik terlebih dahulu. Protokol
harus lulus kajian ilmiah.

Beberapa hal yang perludiperhatikan dalam rancangan percobaan BA/BE:


1. Sediaan pembanding
2. Subjek percobaan dan kriteria

3. Jumlahsubjek

4. Desainpercobaan

5. Interval waktupemberian

6. Modalitaspengambilansampel: tunggal, berulang, jumlahdosis, dll.

7. Senyawa yang akandianalisisdanmetodenya.

8. Frekuensidanwaktupengambilansampel.

9. Jenissampel yang akandikumpulkan: darah/urin.

Metode uji bioekivalensi:


Uji bioavaibilita skomparatif
Uji farmakodinamik komparatif
Uji disolusi in vitro komparatif

Rancangan dan PelaksanaanUjiBioekivalensi:


1. Harus mengikuti Pedoman Cara UjiKlinis yang Baik (CUKB).
2. Protokol harus lolos kajian ilmiah dan kajian etiks ebelum penelitian dimulai.

3. Protokol harus mendapat persetujuan dari BPOM sebelum penelitian dimulai.

Rancanganpenelitian:
1. Desain penelitian menyilang 2 arah.
2. Pemberian produk diberikan secara acak.
3. Keduaperlakuandipisahkanolehperiode wash out.
4. Untukobat yang memilikiwaktuparuhpanjangdapatdipertimbangkandesain 2
kelompokparalel.

5. Pemberiandosistunggal.
Rancanganpercobaan:
Uji paralel: dengan 2 kelompok berbeda dilakukan bila waktu paruh eliminasi panjang
(> 24 jam).

Uji pada keadaan tunak diperlukan bila: farmakokinetik non linier; kinetik obat
bergantung waktu pemberian obat, misalnya kortikosteroid; bentuk sediaan lepas
lambat; obat kombinasi tetap rasio kadar obat dalam plasma penting, misalnya
kortimoksazol.

Obat yang harusdiuji BE yaituobatdengan:


Non-linier farmakokinetik

Obat oral yang diberikanuntukkondisisegera

Obat oral denganindeksterapisempit

Obat oral dengansifatfisikokimiatidakmenguntungkan (BCS III&IV)

Uji Bioekivalensi
1 Tujuan
Tujuan dari dilakukannya Uji Bioekivalensi, adalah:
Untuk mengetahui apakah copy hidrokortisonasetat bioekivalen dengan produk
inovator atau tidak
Untuk menjamin efikasi, keamanan dan mutu produk obat yang beredar
Untuk menentukan bioekivalensi copy hidrokortisonasetatdalam formulasi untuk uji
klinik dan dalam produk yang akan dipasarkan
Untuk mengetahui syarat-syarat dalam melakukan Uji Bioekivalensi
Untuk mengetahui parameter yang perlu diperhatikan dalam Uji Bioekivalensi
Untuk mengetahui tahapan/cara melakukan Uji Bioekivalensi
Untuk mengetahui cara menganalisa hasil Uji Bioekivalensi

2 Metode Penelitian
a Disain studi BE
Menurut BPOM Nomor : HK .00.05.3.1818 tentang Pedoman Uji Bioekivalensi
Studi biasanya dilakukan pada subyek yang sama (dengan desain menyilang) untuk
menghilangkan variasi biologik antar subyek (karena setiap subyek menjadi kontrolnya
sendiri), hal ini sangat memperkecil jumlah subyek yang dibutuhkan. Jadi untuk
membandingkan 2 produk obat, dilakukan studi menyilang 2 way (2 periode untuk
pemberian2 produk obat pada setiap subyek).
Pemberian produk obat yang pertama harus dilakukan secara acak agar efek urutan
(order effect) maupun efek waktu ( period effect), bila ada, dibuat seimbang. Kedua
perlakuan dipisahkan oleh periode washout yang cukup untuk eliminasi produk obat yang
pertama diberikan (biasanya lebih dari 5 x waktu paruh terminal dari obat, atau lebih lama
jika mempunyai metabolit aktif dengan waktu paruh yang lebih panjang. Jika obat
mempunyai kecepatan eliminasi yang sangat bervariasi antar subyek, karena itu, untuk obat
dengan waktu paruh eliminasi yang panjang (24 jam), dapat dipertimbangkan penggunaan
desain 2 kelompok paralel.

E RESUME/LO
Berdasarkan uraian kasus di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang
diperoleh dari narasi/topik ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan beda uji bioekivalensi dan uji bioavaibilitas
2. Menjelaskan pengertian obat copy dan uji bioekivalensi
3. Menjelaskanalur/proses uji biekivalensi
4.Menjelaskan mekanisme uji biekivalensi
F PETA KONSEP/MIND MAP

UJI BE Untuk mengetahui apakah obat copy Propranolol HCl


bioekivalen dengan produk inovator atau tidak

In vivo In vitro Perhitungan ANALISA


parameter STATISTIK
bioavalabilitas
obat dalam darah
Studi silang 2
way/ crossover
Subyek

rentang usia 19-25 tahun


HPLC
berat normal (63.8+6.8 kg)
tinggi (169.8+6.2 cm)
BMI (22.0+1.8)
Setiap subjek akan melakukan
pemeriksaan klinik dan labor
terhadap hematologi, darah,
dan urinalisis.
dll

Jumlah Subyek

Standarisasi
Kondisi studi harus
kondisi studi (untuk
dibakukan
mengurangi variabilitas
berbagai faktor yang
terlibat kecuali produk
yang diuji)
F PETA KONSEP/MIND MAP