Anda di halaman 1dari 8

PENELITIAN TIDAK BOLEH

MENGUBAH KODRAT MANUSIA

DISUSUN OLEH :
Ridwan Irawan : 3212141045
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Berbicara tentang penulisan suatu karya tulis ilmiah, baik itu skripsi, tesis, maupun
disertasi, maka tidak luput dengan yang namanya penelitian ilmiah, apakah itu dilakukan di
lapangan atau di dalam pustaka. Salah satu hal yang paling penting ketika melakukan
penelitian adalah dalam hal pengumpulan data atau pun sampel, karena dalam hal ini
seorang peneliti memerlukan interaksi dengan banyak pihak yang dibutuhkan dalam
penelitiannya. Jadi yang sangat diperlukan dalam menghadapi masyarakat adalah suatu tata
krama dalam bersosialisasi atau yang lebih dikenal dengan etika penelitian. Tidak hanya
dalam bersosialisasi dengan masyarakat saja dibutuhkan etika, ketika seorang peneliti
mencari sumber pustaka pun wajib memiliki etika penelitian, dimana si peneliti disini harus
membubuhkan sumber rujukan atau kutipan yang dia ambil. Ini semua untuk menghindari
dengan yang namanya menjiplak atau plagiat
milik orang lain tanpa menyebutkan sumbernya, dan seolah-olah itu karangan asli dari
peneliti/penulis itu sendiri yang menulis, meneliti atau yang mengerjakannya. Sehingga
disinilah diperlukan dengan yang namanya kode etik dalam penulisan karya ilmiah. Tesis
adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program
Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan
pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan.

Sebelum menulis tesis, seorang mahasiswa ataupun mahasiswi diwajibkan untuk


melakukan pengumpulan data dengan memilih tekhnik penelitian (kualitatif atau kuantitatif)
yang telah dipilihnya sendiri sesuai dengan judul tesisnya tersebut. Dalam setiap penelitian
sudah pasti harus mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dimana dia meneliti,
apalagi kalau pengumpulan data dilakukan yang berhubungan dengan masyarakat. Sudah
tentu harus mengikuti segala norma ataupun etika dalam masyarakat tersebut. Oleh karena
itu, seorang peneliti dalam meneliti serta mengumpulkan data harus dan diwajibkan memiliki
juga menjunjung tinggi etika
penelitian, karena dengan adanya etika tersebut maka si peneliti akan dengan mudah
bersosialisasi dan berhubungan dengan responden. Sehingga data yang diinginkan pun dapat
terkumpul sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan diatas mengenai etika,
maka penulis ingin memaparkan beberapa hal menyangkut dengan
Etika Penelitian yang berhubungan dengan mata kuliah Metode Penelitian dan Penulisan
Tesis. Semoga pemaparan dan penjelasan yang singkat ini berguna serta bermanfaat bagi kita
semua.

B. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah
1. Apa latar belakang seseorang melakukan penelitian tanpa mengubah kodrat manusia ?
2. Apakah yang dimaksud dengan etika penelitian?
3. Bagaimanakah yang dimaksud dengan persoalan dan etika penelitiantanpa mengubah
kodrat manusia?
4. Apa sajakah yang termasuk point/butir-butir penting etika penelitian tana mengubah
kodrat manusia ?

C. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui:
1. Latar belakang/sebab melakukan penelitian.
2. Arti dari etika penelitian tanpa mengubah kodrat manusia.
3. Persoalan dan etika dalam penelitian ilmiah tanpa mengubah kodrat manusia
4. Buti-butir penting etika penelitian tanpa mengubah kodrat manusia
5. Persoalan dan etika dalam penelitian ilmiah tana mengubah kodrat manusia

BAB II
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Seseorang Melakukan Penelitian
Dalam setiap penelitian sudah pasti harus mengikuti prosedur-prosedur yang telah
ditetapkan dimana dia meneliti, apalagi kalau pengumpulan data dilakukan yang
berhubungan dengan masyarakat. Namun, sebenarnya untuk apa kita melakukan penelitian?
dan apa manfatnya untuk kita akan penelitian tersebut? Menurut Sukmadinata ada empat
sebab yang melatarbelakangi orang melakukan penelitian:
Pertama
karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia sangat terbatas dibandingkan
dengan lingkungannya yang begitu luas. Banyak hal yang tidak diketahui, dipahami, tidak
jelas dan menimbulkan keraguan dan pertanyaan bagi dirinya.
Kedua
manusia memiliki dorongan untuk mengetahui atau cariousity. Manusia selalu bertanya, apa
itu , bagaimana itu, mengapa begitu dan sebagainya. Bagi kebanyakan orang, jawaban-
jawaban sepintas dan sederhana mungkin sudah memberikan kepuasan, tetapi bagi orang-
orang tertentu, para ilmuwan, peneliti dan para pemimpin dibutuhkan jawaban yang lebih
mendalam, lebih rinci dan lebih komprehensif.
Ketiga
manusia di dalam kehidupannya selalu dihadapkan kepada masalah, tantangan, ancaman, dan
kesulitan baik di dalam dirinya, keluarganya, masyarakat sekitarnya serta dilingkungan
kerjanya. Masalah, tantangan dan kesulitan tersebut membutuhkan penjelasan, pemecahan
dan penyelesaian. Tidak semua masalah dan kesulitan dapat segera dipecahkan. Masalah-
masalah yang pelik, sulit dan kompleks membutuhkan penelitian untuk pemecahan dan
penyelesaiannya.
Keempat manusia merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai, dikuasai, dan
dimilikinya, ia selalu ingin yang lebih baik, lebih sempurna, lebih memberikan kemudahan,
selalu ingin menambah dan meningkatkan kekayaan dan fasilitas hidupnya. Berdasarkan
dari latar belakang di atas sebab-sebab orang melakukan kegiatan penelitian selain untuk
memenuhi rasa ingin tahu terhadap sebuah gejala atau peristiwa juga untuk memecahkan
masalah secara ilmiah dan dapat diterima dengan logika kemanusiaan. Dari hasil penelitian
tersebut maka manusia dapat mengembangkan pengetahuan yang bermakna bagi kehidupan
ilmiah maupun kehidupan sosial. Untuk itulah, dalam kerangka menjaga kemurnian hasil
penelitian yang dilakukan serta untuk mencegah timbunya ketidak jujura saat melakukan
penelitaan. Etika disini memiliki beberapa manfaat tersendiri, antara lain:

1. Membantu manusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati masyarakat
2. Membantu kita untuk merumuskan pedoman etis yang lebih memadai dan norma-norma
baru yang dibutuhkan karena adanya perubahan yang dinamis dalam tata kehidupan
masyarakat.
3. Dalam ranah penelitian lebih menunjuk pada prinsip-prinsip etis yang diterapkan dalam
kegiatan penelitian Dengan mengetahui manfaat dari etika tersebut, maka diharapkan
supaya kita sebagai peneliti dapat memperhatikan dan mengikuti hal-hal yang erat
kaitannya dengan tata krama dan aturan dalam suatu norma masyarakat yang kita teliti.

Pada penelitian klinis/mendetail yang melibatkan manusia, terdapat tiga prinsip etika yang
harus diperhatikan yaitu:

1. Prinsip menghargai individu, prinsip ini dijalankan dengan memberikan informed


consent
2. Menjaga subjek penelitian yang memiliki keterbatasan dalam membuat keputusan dan
tidak memiliki kapasitas untuk membuat keputusan.
3. Prinsip menjaga kerahasiaan. Prinsip tersebut didasarkan kepada bahwa manusia bukan
merupakan sumber data yang pasif, tetapi manusia memiliki hak dan
kenyamanan/kesejahteraan yang harus dihormati.
4. Legalitas; Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemeintah yang
terkait dengan penelitian Anda.

Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik; Bila penelitian memerlukan
hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik mungkin, tidak dengan gegabah
melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.
Mengutamakan keselamatan manusia; Bila harus menggunakan manusia untuk menguji
penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan,
manfaat dimaksimalkan; hormati harkat kemanusiaan, privasi dan hak obyek penelitian
Anda tersebut; siapkan pencegahan dan pengobatan bila sampel Anda menderita efek negatif
penelitian (jika untuk penelitian medis). Demikian beberapa point/butir-butir penting diatas
mengenai etika penelitian yang harus diikuti oleh seorang peneliti ketika terjun ke suatu
masyarakat tempat ia melakukan penelitian, karena dengan merancang rencana yang baik
maka akan di dapat pengumpulan data yang maksimal dan sesuai yang diharapkan.

BAB III
KESIMPULAN
Pada prinsipnya sebab-sebab orang melakukan kegiatan penelitian selain untuk
memenuhi rasa ingin tahu terhadap sebuah gejala atau peristiwa juga untuk memecahkan
masalah secara ilmiah dan dapat diterima dengan logika kemanusiaan.

Etika penelitian tanpa mengubah kodrat manusia adalah suatu ukuran dari tingkah
laku dan perbuatan yang harus dilakukan/diikuti oleh seorang peneliti dalam memperoleh
data-data penelitiannya yang disesuaikan dengan adat istiadat serta kebiasaan masyarakat
ditempat ia meneliti. Dalam penelitian kualitatif, salah satu ciri utamanya adalah orang
sebagai alat/instrument untuk mengumpulkan data. Ini dapat dilakukan dalam
pengamatan berperan serta, wawancara mendalam, pengumpulan dokumen, foto, dan
sebagainya. Persoalan etika akan timbul apabila peneliti tidak menghormati, tidak
mematuhi, dan tidak mengindahkan nilai-nilai masyarakat dan pribadi tersebut.
Sementara si peneliti tetap berpegang teguh pada latar belakang, norma, adat, kebiasaan,
dan kebudayaannya sendiri dalam menghadapi sebuah situasi dan konteks latar
penelitiannya tersebut. Penting untuk menjaga hubungan antara peneliti dan pihak yang
diteliti yang merupakan kunci penting keberhasilan penelitian, dan diperlukan kepekaan,
keterampilan, dan juga seni untuk dapat memasuki lingkungan budaya yang akan diteliti.
Kemampuan untuk berempati dan bergaul dengan orang lain jelas merupakan modal
penting.

Etika penelitian berkaitan dengan norma-norma: norma sopan-santun, norma


hukum, dan norma moral. Kesemuanya ini patut diperhatikan dan diindahkan supaya
penelitian dapat tercapai dengan yang diharapkan. Etika penelitian mencakup: Kejujuran,
obyektivitas, integritas, ketelitian, keterbukaan, penghargaan terhadap Hak Atas
Kekayaan Intelektual (HAKI), penghargaan terhadap kerahasiaan (Responden), publikasi
yang terpercaya, pembinaan yang konstruktif, penghargaan terhadap kolega/rekan kerja,
tanggung jawab sosial, tidak melakukan Diskriminasi, kompetensi, legalitas, rancang
pengujian dengan hewan percobaan dengan baik, dan mengutamakan keselamatan
manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2008 Mulyana, Deddy. 2003.
Metodologi Penelitian Kuaitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mustansyir, Rizal dan Misnal Munir. 2001. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
http :// 7592790/Makalah_ETIKA_PENELITIAN_untuk_kuliah_Penelitian_dan_Penulisan_tesis