Anda di halaman 1dari 32

Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial

Kementerian Sosial RI
Nawa Cita Pemerintahan Jokowi JK
2014 - 2019

1. MENGHADIRKAN KEMBALI NEGARA UNTUK MELINDUNGI


SEGENAP BANGSA DAN MEMBERIKAN RASA AMAN PADA
SELURUH WARGA NEGARA.
2. MEMBUAT PEMERINTAH TIDAK ABSEN DENGAN
MEMBANGUN TATA KELOLA PEMERINTAH YANG BERSIH,
EFEKTIF, DEMOKRATIS DAN TERPERCAYA.
3. MEMBANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN DENGAN
MEMPERKUAT DAERAH-DAERAH DAN DESA DALAM
KERANGKA NEGARA KESATUAN.
4. MENOLAK NEGARA LEMAH DENGAN MELAKUKAN
REFORMASI SISTEM DAN PENEGAKAN HUKUM YANG
BEBAS KORUPSI, BERMARTABAT DAN TERPERCAYA.
5. MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MANUSIA INDONESIA.
6. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS RAKYAT DAN SAYA
SAING DI PASAR.
7. MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI DENGAN
MENGGERAKKAN SEKTOR-SEKTOR STRATEGI EKONOMI
DOMESTIK.
8. MELAKUKAN REVOLUSI KARAKTER BANGSA. 2
9. MEMPERTEGUH KE-BHINEKA-AN DAN MEMPERKUAT
RESTORASI SOSIAL INDONESIA.
Nawa Cita Ke- 5 Pemerintahan Jokowi JK
2014 - 2019

3
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 166 TAHUN 2014
TENTANG PROGRAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PASAL 2
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 166 TAHUN 2014
TENTANG PROGRAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
PASAL 4
PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL

Data Penerima
KKS/PSKS Data Penerima KIP
14,5 jt KK 17.920.270. Jiwa
Program PMKS ; 4,9 Jt Jiwa
(1 jt sdh dibagi
Perlindungan
kartu thn 2014) Sosial

Data Penerima KIS


81.973.990 Jiwa
(4.426.010 jiwa sdh dibagi
kartu thn 2014)
PMKS 1.799.421 Jiwa
Penetapan PBI-JKN bersumber dari Basis Data Terpadu
(BDT) hasil pendataan PPLS 2011;
Telah terjadi perubahan dan dinamika sosial yang cepat di
masyarakat yang mempengaruhi kondisi sosial ekonomi
masyarakat;
Berdasarkan PP 101 Tahun 2012, Kemensos
bertanggungjawab melakukan verifikasi dan validasi hasil
pendataan dan perubahan data PBI-JKN setiap 6 (enam)
bulan dalam tahun berjalan untuk menghasilkan data
terpadu sebagai bahan penetapan PBI-JKN;
Masih ditemukan adanya permasalahan ketidaktepatan
sasaran PBI JKN yang disebabkan oleh inclusion dan
exclusion error.
Maksud
Untuk mengecek dan memeriksa kebenaran data PBI JKN sesuai dengan
perubahan yang terjadi pada individu peserta PBI JKN serta menampung
usulan baru hasil Musyawarah Desa dan Kelurahan

Tujuan
Terindentifikasinya berbagai perubahan yang terjadi pada peserta
PBI-JKN;
Terhimpunnya usulan baru peserta PBI JKN sesuai hasil Musdes atau
Muskel yang memenuhi kriteria miskin dan tidak mampu;
Terbangunnya partisipasi warga dan pemerintah lokal dalam verifikasi
dan validasi data melalui Musdes dan Muskel;
Terwujudnya ketepatan dalam penetapan sasaran program PBI-JKN.
Target
Data PBI-JKN di beberapa lokasi terpilih sebesar
45.754.678 juta jiwa
Data usulan peserta PBI JKN dari Dinas Sosial
Kabupaten/Kota, LKS, dan masyarakat sebesar
646.553 jiwa
Yang telah matching data usulan daerah dengan PBI
JKN

Lokasi verifikasi dan validasi data PBI-JKN meliputi 111


Kabupaten/Kota yang ada di 5 (lima) provinsi di Pulau
Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa
Timur dan DI Yogyakarta)
BERBASIS KELUARGA
Wilayah pendataan per desa/kelurahan dibagi
SUMBER DATA AWAL : habis kepada semua petugas pendata;
- Data PBI JKN yg ada di Melakukan identifikasi nama dan jumlah keluarga
pada masing-masing rumah tangga untuk
Pusdatin sebagai Prelist; menghindari responden ganda atau yang tidak
terdata.
Forum ada di
tingkat
Desa/Kelurah
an;
Pengecekan
RAPAT kembali data
yang sudah
KOORDINASI dimiliki;
Penambahan
Pengecekan dan
METODE SENSUS pengurangan
RTS baru untuk
pengecekan

BERBASIS INDIVIDU
Wilayah pendataan per desa/kelurahan dibagi
habis kepada semua petugas pendata;
Melakukan identifikasi nama individu untuk
menghindari responden ganda atau yang tidak
terdata
TAHAPAN VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA PBI JAMINAN KESEHATAN
Koordinasi lintas sektor dan
Kompilasi data seluruh
nasional KEMENTERIAN
Penggandaan Panduan
provinsi
SOSIAL Editing
Pendataan BDT
Penyusunan Prelist awal & akhir Tabulasi (Hasil
Penggandaan dan Pengiriman Matching dengan BDT Verifikasi)
dokumen pendataan Pelaporan
Penyajian Data
SIKS
Koordinasi dgn Dinas Sosial Kompilasi data per
Prov/Kab/Kota DINAS SOSIAL Kab/Kota
Penyerahan data Prelist PBI ke PROVINSI Pengiriman instrumen hasil
Dinas Sosial Kab/Kota pendataan

SIKS
Bimtek Petugas pendata Pengelolaan data berbasis
Updating Prelist Data Data PBI DINAS SOSIAL IT :
JKN KABUPATEN/KOTA Cleaning Data
Penyerahan Data Prelist pada Entry Data
TKSK Pengiriman berkas
Monitoring, Supervisi dan instrumen hasil pendataan
Evaluasi
internet
KECAMATAN
Kordinasi dgn desa/kelurahan (TKSK) Pemeriksaan dan kompilasi
(SLS) Instrumen hasil verifikasi
Penyerahan data Prelist dan Pengiriman instrumen hasil
instrumen pendataan ke Petugas verifikasi
pendata

DESA/KEL
Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Verifikasi dan Validasi
Data (PSKS Lainnya & Pendamping) Data PBI JKN sesuai
prelist
Flowchart Updating Verifikasi dan Validasi
Data PBI JKN
Kementerian
Pendataan Sosial
Validasi Feeding untuk
Verifikasi Proses Updating
TKSK BDT melalui SRT
(SIKS)
PSKS lainnya Petugas
(PSM, Karang Pengelolaan
Pendataan/ Balai Besar
Taruna) Data Kab/Kota
Enumerator Pendidikan dan
Pendamping Pelatihan Kesos
Program
Tim tetap dibentuk IT based
Pemda atau Dinsos Kantor Dinsos Dinas Sosial
Tim Pengelolaan tingkat Provinsi
outreach/pendata Data SRT dan
SRT (SIKS) (SIKS) Kabupaten/Kota

BAGIAN DARI SISTEM RUJUKAN


TERPADU/SRT (SIKS)
Arsitektur Jaringan SIKS
KEMSOS

VPN
Dinas Sosial Provinsi
ESB
Web
Server

Internet
Dinas Sosial Kab/Kota
Data
Warehouse Database
External
Server

Lembaga
Pemerintah
Intranet
Server
TKSK Perorangan,
Swasta dan
Masyarkat
No. Uraian Kegiatan Volume Anggaran (Rp)

1. Persiapan (pertemuan 34 provinsi 8.402.401.530


Koordinasi unit, antar K/L, 514 kab/kota
seluruh
Provinsi/Kabupaten/Kota),
Pembekalan bagi TKSK 2005 TKSK 3.724.800.000

2. Pelaksanaan Verifikasi dan 45.754.678.000 jiwa PBI 420.814.602.000


Validasi Data PBI JKN +
646.553 usulan daerah
4. Pembahasan , Pelaporan dan 1 kegiatan 504.500.000
Penyajian (BDT)

TOTAL 433.446.303.530
Uraian Kegiatan April Mei Juni Juli Agst Sept

Persiapan (pertemuan Koordinasi


unit, antar K/L, seluruh
Provinsi/Kabupaten/Kota),

Pembekalan bagi TKSK

Pelaksanaan Verifikasi dan


Validasi Data PBI JKN
(Pengumpulan data dan
pengolahan data)

Pembahasan , Pelaporan dan


Penyajian (BDT)

Catatan : Jika APBNP bisa digunakan mulai bulan April


Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial
Kementerian Sosial RI
Pelaksanaan Program Perlindungan Sosial terhadap penduduk miskin
seperti program Raskin, BLSM, Bantuan Siswa Miskin, Penerima Bantuan
Iuran Jaminan Kesehatan nasional (PBI-JKN), Pemegang Kartu Indonesia
Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),
Program Keluarga Harapan (PKH) semuanya menggunakan Basis Data
Terpadu (BDT) yang dikelola oleh TNP2K yang bersumber dari hasil
Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 oleh Badan Pusat
Statistik (BPS).

Pendataan PPLS 2011 menggunaan pendekatan Rumah Tangga,


menempatkan Rumah Tangga sebagai target dan unit analisis dalam
pendataan. Sehingga mereka yang berada di luar rumah tangga tidak
terdata dalam pendataan PPLS 2011
Beberapa jenis PMKS seperti klien penghuni panti
sosial, gelandangan, pengemis, pemulung, warga KAT
dan sebagainya termasuk kategori non register, tidak
terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) karena
mereka berada di luar rumah tangga seperti lembaga
sosial, atau tinggal secara nomaden dan tidak terdata
dalam pendataan PPLS 2011.

Akibatnya terdapat PMKS yang secara faktual miskin


tetapi tidak menjadi sasaran Program Perlindungan
Sosial;

Berkenaan dengan hal tersebut, Kementerian Sosial


mengusulkan PMKS sebagai Penerima Bantuan Iuran
Tujuan dari pendataan PMKS Tahun 2015 adalah
1. tersedianya database PMKS yang lengkap, up to
date, dan akurat dan terdiri dari data BNBA;
2. terjaminnya akses PMKS terhadap Program
Perlindungan Sosial;
3. Tercapainya efektivitas program pelayanan sosial
bagi PMKS.
1) PMKS yg tinggal pada lembaga kesejahteraan sosial/panti sosial baik yang
dikelola oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, yayasan/lembaga
sosial serta masyarakat.
2) PMKS yang berada dalam keluarga dengan karakteristik:
Hidup berpasangan dalam ikatan perkawinan atau tanpa ikatan perkawinan
secara resmi
Tidak mempunyai identitas kependudukan
Hidup menggelandang/tidak mempunyai tempat tinggal tetap
Mempunyai tempat tinggal tetapi tidak layak dan menempati status tanah
orang lain/pemerintah
3) PMKS individual dengan karakteristik:
Individu yang berkeliaran di masyarakat tanpa memiliki keluarga dan berada
di luar pelayanan lembaga
Ex. psikotis
4) Beberapa jenis PMKS yang tidak terungkap datanya secara terbuka seperti,
ODHA, korban Nafza dsb.
SUMBER DATA AWAL :
BERBASIS KELEMBAGAAN
- Data PMKS yang saat ini ada di
Pusdatin sebagai Prelist; Pendataan dilakukan berdasarkan informasi awal
- Data by name by address yang mengenai jumlah dan lokasi keberadaan lembaga
dimiliki Dinas Sosial Provinsi dan terkait yang ada di desa/kelurahan wilayah tugas
Forum ada di
Kabupaten/ Kota pendata
tingkat
kabupaten/
kota yang
RAPAT berasal dari
anggota
KOORDINASI masyarakat,
Pengecekan seperti ketua
adat, lurah,
camat, tokoh
BERBASIS KELUARGA agama, dsb;
METODE SURVEY Wilayah pendataan per desa/kelurahan dibagi Pengecekan
habis kepada semua petugas pendata; kembali data
Melakukan identifikasi nama dan jumlah keluarga yang sudah
pada masing-masing rumah tangga untuk dimiliki;
METODE SENSUS menghindari responden ganda atau yang tidak Penambahan
terdata. dan
BERBASIS INDIVIDU pengurangan
Wilayah pendataan per desa/kelurahan dibagi RTS baru untuk
habis kepada semua petugas pendata; pengecekan
Melakukan identifikasi nama individu untuk
menghindari responden ganda atau yang tidak
terdata
1. Persiapan dan penyusunan pedoman / panduan kegiatan,
materi Bimtek, instrumen pendataan, rancangan kegiatan,
penyiapan logistik, koordinasi, sosialisasi dan sebagainya
2. Penyiapan dan pemilahan prelist awal data PMKS dan LKS per
kabupaten/kota serta penyerahan kepada
Dinsoskabupaten/kota melalui Dinsos Provinsi
3. Pembekalan Mekanisme Pendataan PMKS kepada petugas Dinas
Sosial Kabupaten/ Kota sebagai instruktur Bimtek di 34 Provinsi
4. Bimbingan Teknis Pendataan PMKS di masing-masing
Kabupaten/Kota oleh petugas Dinas Sosial Kabupaten/Kota bagi
4.488 orang petugas pendata
5. Penyerahan dan perbaikan prelist data PMKS dan LKS secara
berjenjang dari Dinsos Provinsi, Kabupaten / Kota, dan petugas
pendata.
6. Melakukan koordinasi dengan ketua SLS/LKS/ kades
/lurah/aparat
desa dan kelurahan untuk mengecek status dan
keberadaan PMKS yang tercantum dalam prelist
7. Penyusunan prelist akhir untuk bahan pendataan
8. Pelaksanaan pendataan dan verifikasi data PMKS yang
mencakup kegiatan pendaftaran dan pemberian
identitas kependudukan PMKS dilanjutkandengan
pendataan
9. Pengolahan data mencakup kompilasi, pemeriksaan,
cleaning, entri, matching, editing dan tabulasi
10. Pelaporan mencakup penyajian data dan pelaporan.
Tehnik pendataan PMKS menggunakan:
1. Sensus keseluruhan PMKS dan LKS yang tercantum
dalam prelist akhir
2. Reach out dan sweeping untuk PMKS individual di luar
prelist
Pendekatan pendataan PMKS berbasiskan pada:
1. Pendekatan kelembagaan, untuk PMKS penghuni panti
sosial/LKS
2. Pendekatan keluarga, untuk PMKS yang berada dalam
keluarga yang bersifat menetap
3. Pendekatan individual, untuk PMKS perorangan yang
nomaden, tanpa identitas kependudukan, di luar
lembaga dan tanpa keluarga
TAHAPAN PENDATAAN PMKS
Koordinasi lintas unit , lintas Kompilasi data seluruh
sektor dan nasional provinsi
KEMENTERIAN
Penyiapan panduan Editing BDT
pendataan, instrumen SOSIAL
Tabulasi PMKS
Penyusunan prelist awal Matcing dengan BDT
Pengiriman surat dan logistik Pelaporan
Monitoring dan evaluasi SIKS Penyajian Data

Sosialisasi pendataan PMKS Kompilasi data per Kab/Kota


Pembekalan Petugas Dinas DINAS SOSIAL Pengiriman instrumen hasil
Sosial Kab/Kota di 34 Provinsi PROVINSI pendataan
Perbaikan dan penyerahan
prelist ke DinsosKab/Kota
Monitoring dan Evaluasi SIKS

Bimtek petugas pendata Pengelolaan data berbasis


DINAS SOSIAL IT :
Perbaikan dan penyerahan
KABUPATEN/KOTA Cleaning Data
prelist data PMKS dan LKS per
Entry Data
kecamatan kepada petugas
Pengiriman berkas
Monitoring, evaluasi dan instrumen hasil pendataan
supervisi internet

Petugas
Kordinasi dgn ketua Pemeriksaan dan kompilasi
SLS/LKS/Kades/Lurah/Aparat
Pendata Instrumen hasil Pendataan
untuk pengecekan prelist Pengiriman instrumen hasil
Penyusunan prelist akhir pendataan

DESA/KEL
Pelaksanaan Pendaftaran dan Verifikasi dan Validasi
Pendataan PMKS Data PMKS sesuai
prelist
Reach out dan
Sweeping
1. Pelaksanaan pendataan melibatkan petugas panti,
pendamping program, PSM, anggota Karang Taruna
yang telah diberikan pembekalan melalui bimbingan
teknis.
2. Optimalisasi peran Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk
melakukan monitoring secara intensif dalam
pelaksanaan pendataan di lapangan.
3. Kegiatan bimbingan teknis pendataan PMKS bagi
petugas pendata dilakukan oleh instruktur dari Dinsos
Kabupaten/Kota yang telah mendapatkan pembekalan.
4. Dinsos Provinsi melakukan koordinasi dan konsultasi
dengan seluruh Dinsos Kabupaten/Kota di provinsi
masing-masing.
Catatan : apabila APBNP mulai bulan April 2015

April Mei Juni Juli Agst Sept

Bimtek Petugas Pendata


Updating prelist Cleaning Data dan
Penyerahan Data PMKS Entry Data di Dinas
dan LKS kepada Kab/Kota
petugas pendata Pengiriman berkas ke
Sosialisasi
Penyiapan panduan Koordinasi dengan Provinsi
Pendataan PMKS
pendataan, ketua SLS/ LKS / Kompilasi data per
Pembekalan
instrumen dsb. Kades/Lurah/ aparat kab/kota berbasis IT di
Petugas Dinas
Penyusunan prelist Penyusunan prelist akhir Dinas Provinsi
Sosial Kab/Kota di
dan pemilahan data Pendaftaran data Pengiriman berkas
34 Prov
PMKS dan LKS kependudukan dan dan hasil Kompilasi
Updating prelist
Pengiriman surat pendataan PMKS sesuai Data PMKS ke Pusat
Penyerahan data
dan logistik prelist Pengolahan Data
PMKS ke Dinas
Koordinasi Reach out dan sweeping berbasis IT (Kompilasi
Kab/Kota
Monitoring dan PMKS di luar prelist data seluruh provinsi,
Monitoring dan
evaluasi akhir Editing, Tabulasi,
Evaluasi
Pemeriksaan Instrumen Matching dengan
Pengiriman Instrumen BDT
ke Dinas Kab/Kota Penyajian Data dan
Monitoring, supervisi Pelaporan
dan evaluasi