Anda di halaman 1dari 8

SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN

SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian Siklus Akuntansi Keuangan Sektor Publik

Pada hakikatnya, orang belum dapat dikatakan paham dalam penyusunan laporan
keuangan jika belum memahami siklus akuntansi. Akuntansi, pada dasarnya, merupakan
suatu proses pengolahan informasi yang menghasilkan keluaran berupa informasi akuntansi,
yang salah satu bentuknya adalah laporan keuangan.

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses akuntansi, yaitu aktivitas
pengumpulan dan pengolahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan
atau ikhtisar-ikhtisar lainnya yang dapat digunakan untuk membantu para pemakainya dalam
mengambil keputusan. Penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat
dipertanggungjawabkan dan dapat diterima secara umum, didasari pada prinsip-prinsip
akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik-teknik yang tercakup dalam ruang
lingkup akuntansi. Aturan penyusunan suatu laporan keuangan dapat disebut sebagai siklus
akuntansi.

Siklus akuntansi merupakan suatu proses penyediaan laporan keuangan organisasi


suatu periode akuntansi tertentu. Siklus akuntansi terbagi menjadi pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan selama periode tersebut, yaitu penjurnalan transaksi, pemindahbukuan ke dalam
buku besar, dan penyiapan laporan keuangan pada akhir periode. Pekerjaan yang dilakukan
pada akhir periode termasuk mempersiapkan akun untuk mencatat transaksi-transaksi pada
periode selanjutnya.

B. Alur Proses Siklus Akuntansi Keuangan Sektor Publik


Siklus akuntansi merupakan serangkaian prosedur kegiatan akuntansi dalam suatu
periode, mulai dari pencatatan transaksi pertama sampai dengan penyusunan laporan
keuangan dan penutupan pembukuan secara keseluruhan, dan siap untuk pencatatan transaksi
periode selanjutnya.

Alur proses siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam 3 tahap, yaitu :


Urutan Siklus akuntansi menunjukkan posisi strategis dari chart of account (bagan
perkiraan/daftar akun). Untuk dapat menyediakan data, setiap transaksi perlu diklasifikasikan
dalam bentuk laporan.

Rekening riel adalah rekening-rekening aktiva, kewajiban dan ekuitas yang


merupakan pos-pos neraca, sehingga rekening-rekening riel itu merupakan rekening-rekening
neraca. Rekening nominal adalah rekening-rekening pendapatan, biaya dan surplus/defisit
yang merupakan pos-pos dalam laporan surplus/defisit, sehingga rekening-rekening nominal
itu merupakan rekening-rekening surplus/defisit.

Rekening campuran adalah rekening-rekening yang saldonya mengandung unsur-


unsur rekening riel dan nominal. Setiap akhir periode, rekening-rekening campuran ini perlu
dianalisis dan dipisahkan menjadi rekening riel dan nominal.
Berikut proses siklus akuntansi :
1. Chart of Account
Chart of account merupakan suatu daftar kode perkiraan-perkiraan seperti aset,
ekuitas, pendapatan dan belanja/beban dalam suatu entitas sektor publik. Lingkup dari chart
of account meliputi pihak internal (manajemen pemerintah) maupun pihak eksternal
(masyarakat) yang berhubungan dengan informasi keuangan yang dihasilkan. Aturan umum
jumlah akun dalam suatu chart of account adalah lebih besar dari jumlah baris yang ada
dalam laporan keuangan.

2. Sistem Pemberian Kode


Sistem pemberian kode digunakan untuk entitas sektor publik, yang lebih tepat bila
digunakan sistem block account code, yaitu sistem pemberian kode untuk membentuk
kerangka yang luas dalam suatu chart of account dalam bentuk blok.
Beberapa alasan mengapa digunakannya sistem block account code dalam
perencanaan chart of account yaitu sebagai berikut :
1. Setiap transaksi membutuhkan waktu yang lama untuk mencatatnya.
2. Banyaknya nama debitor/kreditor dalam proses posting akan menimbulkan lebih
banyak kesalahan dalam pemrosesan transaksi tersebut.
3. Analisis yang didasarkan pada data transaksi akan lebih sulit ditampilkan.

3. Buku Jurnal
Jurnal adalah media pencatatan transaksi secara urut waktu (kronologis). Jurnal
dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat menampung transaksi beserta keterangan-
keterangan dan kondisi-kondisi yang menyertainya dengan menunjukkan rekening yang
harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.
Manfaat pemakaian jurnal adalah sebagai berikut :
1. Merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh
oleh suatu transaksi.
2. Merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga
dapat memberikan gambaran lengkap tentang seluruh transaksi entitas
berdasarkan urut-urutan kejadiannya.
3. Dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dapat dikerjakan oleh
beberapa orang secara bersamaan.
4. Menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi bila dibandingkan
dengan ruang yang ada dibuku besar.
5. Apabila transaksi langsung dicatat ke dalam buku besar dan terjadi kesalahan
dalam mencatatnya, maka letak kesalahan tersebut dalam buku besar sulit untuk
ditemukan.

4. Buku Besar
Buku Besar (ledger) adalah sebuah buku yang berisi kumpulan rekening atau
perkiraan (accounts). Rekening-rekening tersebut digunakan untuk mencatat secara terpisah
aktiva, kewajiban dan ekuitas. Dengan demikian, rekening merupakan kumpulan informasi
dalam suatu sistem akuntansi.
Buku Besar terbagi menjadi Buku Besar Umum (General Ledger) dan Buku Besar
Pembantu (Subsidiary Ledger). Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi
untuk Buku Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan. Sistem Buku Besar Umum
mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1. Untuk mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
2. Untuk memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
3. Untuk menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
4. Untuk mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
5. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu
untuk setiap periode akuntansi.
Adapun fungsi dari Sistem Buku Besar Umum adalah :
1. Mengumpulkan data transaksi.
2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun.
3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul.
4. Meng-update akun Buku Besar Umum dan File Transaksi.
5. Mencatat penyesuaian terhadap akun.
6. Mempersiapkan laporan keuangan.
Buku Besar Pembantu digunakan untuk mencatat rincian rekening tertentu yang ada
di Buku Besar Umum. Rekening Buku Besar Umum yang rinciannya dicatat dalam Buku
Besar Pembantu disebut Rekening Pengawas (Controlling Accounts), sedangkan rekening-
rekening yang merinci rekening pengawas disebut Rekening Pembantu (Subsidiary
Accounts). Dua Buku Besar Pembantu yang umum adalah Buku Pembantu Kewajiban
(Hutang) dan Buku Pembantu Piutang.
Penggunaan Buku Besar Pembantu mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut :
1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Ketelitian pembukuan dapat diuji.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengerjaan akuntansi.
4. Memungkinkan pembukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi ke dalam
buku pembantu.
5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.

5. Jurnal Penyesuaian
Prosedur penyesuaian merupakan prosedur untuk menyesuaikan rekening-rekening
pada akhir periode yang belum menyajikan informasi yang paling up-to-date. Jurnal
penyesuaian dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memastikan bahwa pendapatan dan
biaya diakui pada periode yang tepat, sesuai dengan prinsip-prinsip pengakuan pendapatan
dan biaya.
Pada dasarnya, ada dua ragam penyesuaian, yaitu :
1. Penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah terjadi tetapi
belum dicatat.
2. Penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah dicatat
direkening, tetapi saldo rekening yang bersangkutan masih harus diperbaiki untuk
menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

6. Penutupan Buku Besar


Tiap-tiap suatu periode akuntansi dimulai, saldo rekening-rekening nominal harus
bersih atau sama dengan nol. Rekening-rekening nominal tersebut dapat di nol-kan dengan
menutup rekening tersebut pada akhir periode. Prosedur penutupan rekening diselenggarakan
setelah laporan keuangan disusun. Instrumen akuntansi untuk menutup rekening nominal
adalah jurnal penutup. Jurnal penutup juga diposting ke rekening-rekening bersangkutan,
sehingga setelah posting dilakukan, rekening-rekening nominal akan bersaldo nol.

7. Kertas Kerja
Kertas kerja dibuat untuk mempermudah pembuat laporan keuangan dalam
menyelesaikan tugasnya. Agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti,
dibutuhkan suatu alat bantu yaitu neraca lajur/kertas kerja. Neraca lajur atau kertas kerja
adalah suatu kertas berkolom (berlajur) yang dirancang untuk menghimpun semua data
akuntansi saat entitas menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis. Sifat neraca lajur
tidak formal dan bukan merupakan bagian dari catatancatatan akuntansi.
Tujuan pembuatan neraca lajur adalah :
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data
penyesuaian.
3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam
membuat jurnal penyesuaian.

8. Laporan Keuangan Konsolidasi


Konsep akuntansi konsolidasi secara jelas meliputi konsolidasi saat satu atau lebih
entitas menjadi entitas anak dari suatu entitas induk. Suatu entitas akan menjadi entitas anak,
apabila entitas lain memiliki stratifikasi yang lebih tinggi sehingga memperoleh pengendalian
pada entitas lain yang lebih rendah secara langsung. Menurut PSAK No.4 tentang Laporan
Keuangan Konsolidasi, pada paragraf 4 menyatakan bahwa :
.... Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan keuangan dari suatu entitas
pemerintah dengan entitas pemerintah/unit-unit organisasi di bawahnya apabila
telah ditetapkan sebagai entitas akuntansi dan merupakan kesatuan ekonomi ....