Anda di halaman 1dari 11

TUGAS I

a. Perbedaan yang paling mendasar antara Demokrasi Pancasila Era Orde Baru
dengan Era Reformasi, yakni:
Sistem pemerintahan pada orde baru yakni sistem pemerintahan presidensial
dimana landasan formal periode ini adalah pancasila, UUD 1945 dan TAP
MPR/MPRS, sedangkan sistem pemerintahan era reformasi adalah sistem
pemerinthan konstitusional yang mana berakar pada kekuatan multi partai yeng
berusaha mengembalikan pertimbangan kekuatan antara pemerintah/lembaga
Negara.

b. Upaya membina kesadaran berdemokrasi di Indonesia saat ini berdasarkan


teori atau konsep, yakni :
Seperti yang diketahui demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat
dan untuk rakyat. Pemegang tongkat pemerintahan di Indonesia adalah rakyat.
Sehingga untuk mewujudkan atau membina kesadaran berdemokrasi, seluruh
rakyat harus menyadari bahwa kita sebagai Negara yang memiliki beragam
suku, budaya, ras, dan golongan perlu melakukan persatuan dan kesatuan
dalam mengatasi permasalahan pokok yang menyebabkan pasang surutnya
demokrasi Indonesia, yang dihadapi bangsa tentang bagaimana meningkatkan
kehidupan ekonomi, membangun kehidupan social dan politik yang demokratis
dalam masyarakat yang beraneka ragam adat budayanya. Masalah ini berkisar
pada penyusunan suatu system politik dengan kepemimpinan cukup kuat untuk
melaksanakan pembangunan ekonomi secara character and nation building,
dengan partisipasi rakyat yang lebih luas dalam berbagai bidang pembangunan.

c. Aksi demokrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia saat ini cenderung
bersifat anarkis, bahkan sering terjadi kekerasan. Menurut saya, langkah-
langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah ini yakni :
1. Membina pendidikan karakter khusunya bagi pelajar secara lebih intensif
dengan menyisipkannya pada setiap mata pelajaran atau mata kuliah, agar

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 1


pemahaman mereka tentang pentingnya karakter dan moral yang baik lebih
mendalam.
2. Mengimplementasikan nilai-nilai kewarganegaraan.
3. Memberikan pembinaan khusus mengenai cara menyampaikan aspirasi yang
baik dan layak untuk dipertimbangkan agar cara penyampaian tuntutan yang
dilakukan tidak bersifat asal-asalan atau terkadang tidak masuk akal.
4. Melakukan bimbingan konseling terhadap masyarakat yang mempunyai
permasalahan-permasalahan dalam hal ini bimbingan konseling ditekankan
pada kalangan siswa dan mahasiswa karena proses pembentukan itu terjadi
pada masa peralihan dari remaja menuju jadi dewasa.
5. Menyediakan suatu forum resmi sebagai bentuk pelayanan pemerintah akan
penyampaian aspirasi masyarakat sehingga tidak perlu turun ke jalan yang
justru dapat berakibat lebih fatal.
6. Memperbanyak sarana dan prasaran dan mempermudah proses dalam
menampung aspirasi masyarakat agar keinginan dan harapan masyarakat
dapat terealisasikan.
7. Mendengankan aspirasi masyarakat jika itu memang layak untuk
dipertimbangkan karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab
utama terjadinya demonstrasi yang berujung anarkis yaitu karena
masyarakat merasa aspirasinya tidak didengarkan, dan kebebasan
berpendapat dianggap hanyalah sebagaisandiwara politik yang tidak dapat
di implementasikan.
8. Menyadaran pemerintah akan inti dari demokrasi, sehingga kebijakan yang
dikeluarkan tidak berdasar kepada kepentingan pribadi atau kelompok yang
terkadang terkesan mengabaikan kepentingan rakyat.

d. Seharusnya implementasi hak dan kewajiban warga negara menurut UUD


1945, Negara melindungi segenap bangsa Indonesia, misalnya dalam pasal 29
(2) disebutkan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing atau untuk beribadah menurut agamanya
dan keyainannya itu". implementasi hak dan kewajiban itu semata-mata bahwa
Negara memberikan jaminan keamanan bagi seluruh rakyat untuk memeluk
agama yang diyakini atau kepercayaan mereka.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 2


e. Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Bela negara
wajib dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia Karena jika dihadapkan
pada kondisi saat ini, bentuk ancaman Negara tidak lagi hanya di dominasi
oleh ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer. Ancaman ini juga tidak
hanya berasal dari Negara lain tapi juga dari dalam negeri. Mengingat
perubahan ancaman dan derajat keamanan yang semakin sulit maka diperlukan
komonen utama, sehingga komponen yang lainnya dalam hal ini warga Negara
perlu dibekali latihan dasar militer atau sejenisnya. Namun, dalam hal membela
Negara tidak harus dalam bentuk perang tetapi bisa diwujudkan dengan ikut
serta mengamankan lingkungan sekitar dengan cara tidak berbuat kerusuhan.

f. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, perlu ditumbuh


kembangkan kesadaran nasionalisme dan patriotisme, terutama dikalangan
aparatur negara. Menurut yang saya ketahui Nasionalisme adalah satu paham
untuk menceritakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan
mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Dalam
arti luas, nasionaisme adalah rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
Negara. Patriotisme adalah sikap berani, pantang menyerah dan rela
berkorban demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran bangsa dan Negara.

g. Salah satu tantangan berat yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah
penegakkan supremasi hukum dan HAM. Faktor-faktor yang menghambat
upaya penegakkan hukum dan HAM di Indonesia saat ini, yakni :
1. Lembaga political will dan political action, para pemimpin di Indonesia
menganggap supermasi hukum masih sebatas retorika dan politik yang di
dengung-dengungkan pada saat kampanye.
2. Peraturan perundang-undangan saat ini masih lebih merefleksikan
kepentingan politik penguasa ketimbang kepentingan rakyat.
3. Rendahnya integritas moral, kredibilitas, profesionalitas dan kesadaran
hukum aparat penegak hukum dan HAM.
4. Sedikitnya sarana dan prasarana serta fasilitas yang mendukung dalam
kelancaran proses penegakan hukum dan HAM.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 3


5. Tingkat kesadaran dan budaya hukum masyarakat yang masih rendah serta
kurang respek terhadap hukum.
6. Paradigma penegakan hukum masih mengutamakan tercapainya keadilan
formal daripada keadilan substansial.
7. Kebijakan yang diambil oleh pihak terkait, dalam mengatasi persoalan
penegakan hukum yang bersifat parsial, tidak komprehensif dan
tersistematis.

TUGAS II
a. Tujuan Pemerintah Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Perdana
Mentri Djuanda (1958) memperjuangkan Konsepsi Wawasan Nusantara pada
forum internasional yaitu mempersatukan wilayah segenap pulau-pulau dengan
lautan wilayahnya sebagai satu kesatuan hukum selain itu kesejahteraan
maupun keamanan dan untuk menjamin kepentikngan negara dan bangsa.
Sehingga wawasan nusantara berfungsi mempersatukan seluruh komponen
bangsa untuk tetap menjadi satu kesatuan.

b. Tujuan Wawasan Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan


bernegara Indonesia, yakni :
1. Ke dalam, adalah mewujudkan satu kesatuan segenap aspek kehidupan
nasional baik alamiah (geografi, demografi dan kekayaan alam) maupun
aspek social idiologi, politik, ekonomi, social budaya dan hankam.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 4


2. Ke luar adalah ikut serta mewujudkan kebahagiaan, ketertiban, dan
perdamaian bagi seluruh umat manusia di dunia.
Fungsi Wawasan Nusantara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara Indonesia, yakni :
1. Memebentuk dan membina persatuan kesatuan dan keutuhan bangsa dan
Negara Republik Indonesia melalui integrasi seluruh aspek dan dimensi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Merupakan ajaran dasar yang melandasi kebijakan dan stategi pembangunan
nasional, baik pembangunan pada aspek kesejahteraan maupun
pembangunan aspek keamanan dalam upaya mencapai tujuan nasional.

c. Wawasan Nusantara dijadikan sebagai landasan visional dalam pembangunan


nasional Indonesia karena wawasan nusantara adalah wadah atau tempat
dimana bangsa Indonesia memandang visi pembangunan nasional berdasarkn
Pancasila dan UUD 1945 yang berwujud sebagai ajaran dasar yang melandasi
kebijakan strategi nasional baik pembangunan pada aspek kesejahteraan
maupun pembangunan keamanan, sumber daya manusia, dalam upaya
mencapai tujuan nasional dengan mencakup segala aspek kehidupan nasional.

d. Hubungan antara Pembangunan Nasional, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan


Nasional yaitu untuk mewujudkan Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh,
bulat, dan menyeluruh diperlukan satu kekuatan yang ulet dan tangguh yang
dapat memberikan daya tangkal yang berwibawa dimana daya tangkal tersebut
tidak lain adalah ketahanan nasional yang harus dibangun sebagai bagian yang
menyeluruh dan pembangunan nasional dengan berpedoman kepada wawasan
nusantara dalam rangka mencapai tujuan nasional dengan berpedoman kepada
wawasan nusantara dalam rangka mencapai tujuan nasional, keberhasilan
pembangunan nasional akan dapat meningkatkan ketahanan nasional dan
sebaliknya ketahanan nasional yang tangguh berdasarkan wawasan nusantara
akan lebih mendorong pembangunan nasional.

e. Konsep Wawasan Nusantara diakui secara internasional dan ditandatangani


pada Konvensi Hukum Laut Internasional III di Jamaica pada tahun 1982.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 5


Dampak positif bagi Negara Indonesia dari sudut politik Politik, yaitu segala
sesuatu sumber mineral dan sumber kekayaan alam yang terdapat di dasar laut
dan berada dalam yuridiksinya yang eksklusif merupakan milik Indonesia akan
mengeluarkan izin untuk mengadakan eksplorasi dan eksploitasi sumber
mineral dan sumber daya alm lainnya. Sedangkan dari sudutEkonomi, yaitu
pemerintah Indonesia mengumumkan tentang zona ekonomi eksklusif yang
lebarnya 200 mil diukur dari garis dasar laut dan akan dimanfaatkan bagi
peningkatan kesejahteraan bangsa dan dikelola secara berencana, bertahap,
terpadu, terarah, dan bijaksana dan sumber ini merupakan salah satu modal
dasar pembangunan nasional.

f. Hubungan antara Wawasan Nusantara dengan Integrasi Nasional sangat


berkaitan erat, dimana wawasan nasional memandang wilayah Indonesia
sebagai satu kesatuan publik, ekonnomi sosial budaya dan pertahanan
keamanan. Wawasan Nusantara akan mewujudkan Indonesia sebagai satu
kesatuan yang utuh, bulat dan menyeluruh serta diperlukan satu kekuatan yang
ulet dan tangguh. Tanpa adanya suatu wawasan nusantara maka tak akan
tercipta suatu integrasi nasional yang akan menyatukan segala aspek di Negara
kita yang tercinta serta ketahanan nasional dan tujuan nasional.

g. Wawasan Nusantara dijadikan sebagai metode pembangunan-pembangunan


nasional Indonesia yang dikenal sebagai metode ASTA GATRA dimana metode
ASTA GATRA merupakan seperangkat hubungan dalam bidang kehidupan dan
budaya manusia yang memanfaatkan segala kekayaan alam guna kelangsungan
hidupnya di atas bumi. Terdapat 8 aspek kehidupan nasional yaitu yang dibagi
dalam dua garis besar. Pertama adalah tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah,
yakni Gatra letak dan kedudukan geografi, Gatra keadaan dan kekayaan alam,
Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. Kedua adalah lima aspek (panca
gatra) kehidupan sosial, yakni Gatra Ideologi, Gatra Politik, Gatra Ekonomi,
Gatra Sosial Budaya, dan Gatra Pertahanan dan Keamanan.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 6


TUGAS III

a. Bangsa dan Negara Indonesia sangat membutuhkan Ketahanan Nasional


karena dengan mempunyai ketahanan nasional suatu bangsa dapat mengatasi
setiap ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi sehingga
kemerdekaan dan kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia dapat
dipertahankan dan pembangunan dalam negeri tetap berjalan dengan lancar
sesuai dengan tujuan nasional.

b. Ketahanan Nasional yang ingin diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan


bernegra di Indonesia, yakni :
1. Ketahanan di bidang politik dimana ketahanan politik dapat di ukur dari
kemampuan menjalankan sistem politik.
2. Ketahanan di bidang ekonomi diwujudkan dalam peningkatan kapasitas
produksi barang dan jasa serta meningkatkan kelancaran distribusi.
3. Ketahanan di bidang budaya diwujudkan dalam pembinaan masyarakat dan
kebudayaan berdasarkan pancasila untuk menangkal berbagai bentuk norma
sosial.

c. Upaya partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung terwujudnya Ketahanan


Nasional (national resilence) Indonesia yaitu mahasiswa harus memiliki sikap
dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, serta
rela berkorban bagi nusa dan bangsa serta mengatasi permasalahan dengan

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 7


pemahaman kritis dan bertanggung jawab dalam mendukung terwujudnya
ketahanan nasional.

d. Ya dengan terwujudnya ketahanan nasional, bangsa Indonesia dapat mengatasi


ancaman disintegrasi bangsa karena dasar terwujudnya ketahanan nasional
mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa yang kuat, sehingga ancaman
disintegrasi akan sulit untuk melemahkannya.
e. Sifat-sifat Indonesia meliputi:
1. Menunggal ialah akumulatif dari ketahanan nasional di bidang ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
2. Meluas kedalam ialah diarahkan kedalam diri bangsa dan Negara Indonesia
berarti melakukan isolasi atau bersifat nasionalisme sempit.
3. Berkewibawaan ialah dampak kewajiban nasional yang diperhitungkan oleh
pihak lain.
4. Berubah menurut waktu ialah ketahanan nasional akan selalu berubah sesuai
dengan hakikat ancaman yang dihadapi.
5. Percaya terhadap diri sendiri dikembangkan berdasarkan sikap mental
percaya pada diri sendiri.
6. Tidak bersandar pada kekuatan dan kekuasaan ialah kemampuan dan
ketangguhan kekuasaan dan kekuatan formulanya.

Hakikat ketahanan nasional Indonesia, yakni:


Ketahanan nasional ialah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk
dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan
negaranya.

f. Cara untuk membina dan mengembangkan pertahanan nasional Indonesia ialah


dengan meningkatkan kapasitas lembaga pertahanan kita, selain itu senantiasa
menjaga persatuan dan kesatuan di dalam bangsa kita sendiri merupakan cara
untuk senantiasa menjaga pertahanan nasional .

g. Salah satu ancaman besar yang sering dihadapi oleh Negara-negara yang
berkembang terutama Asia dan Afrika adalah invasi militer dari luar. Invasi
militer dari luar dapat terjadi karena lemahnya militer sebagai lembaga
pertahanan dan keamanan di Negara kita sendiri. Langkah-langkah yang perlu
Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 8
dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah adanya invasi terhadap
Negara Indonesia yaitu pemerintah perlu meningkatkan kapasitas dan potensi
di bidang militer dalam Negara kita sendiri.
TUGAS IV
a. Perbedaan yang paling mendasar antara pelaksanaan demokrasi pancasila era
orde baru dengan era reformasi ialah era orde baru adalah demokrasi yang
menonjolkan presidensial sedangkan era reformasi adalah demokrasi yang
menonjolkan pada kekuatan multipartai yang berusaha mengembalikan
perbincangan, dan kekuatan antar lembaga negara.

b. Menurut saya upaya membina kesadaran dan kecerdasan politik di Indonesia


saat ini, yakni dengan cara membina kesadaran dan kecerdasan politik dapat
ditempuh dengan memberikan pengajaran politik secara terbuka, dan
memberikan pemahaman tentang esensi dari ilmu politik itu yang selama ini
dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Selain itu, mengupayakan agar nilai-
nilai politik dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, tentunya
nilai politik yang positif agar politik yang selama ini terkesan kaku dalam
kehidupan masyarakat bisa menjadi lebih fleksibel sehingga dengan demikian
masyarakat bisa lebih paham mengenai politik.

c. Aksi demokrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia saat ini cenderung
bersifat anarkis, bahkan sering terjadi kekerasan. Menurut saya, langkah-
langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi masalah ini yakni :
1. Membina pendidikan karakter khusunya bagi pelajar secara lebih intensif
dengan menyisipkannya pada setiap mata pelajaran atau mata kuliah, agar
pemahaman mereka tentang pentingnya karakter dan moral yang baik lebih
mendalam.
2. Mengimplementasikan nilai-nilai kewarganegaraan.
3. Memberikan pembinaan khusus mengenai cara menyampaikan aspirasi yang
baik dan layak untuk dipertimbangkan agar cara penyampaian tuntutan yang
dilakukan tidak bersifat asal-asalan atau terkadang tidak masuk akal.
4. Melakukan bimbingan konseling terhadap masyarakat yang mempunyai
permasalahan-permasalahan dalam hal ini bimbingan konseling ditekankan

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 9


pada kalangan siswa dan mahasiswa karena proses pembentukan itu terjadi
pada masa peralihan dari remaja menuju jadi dewasa.
5. Menyediakan suatu forum resmi sebagai bentuk pelayanan pemerintah akan
penyampaian aspirasi masyarakat sehingga tidak perlu turun ke jalan yang
justru dapat berakibat lebih fatal.
6. Memperbanyak sarana dan prasaran dan mempermudah proses dalam
menampung aspirasi masyarakat agar keinginan dan harapan masyarakat
dapat terealisasikan.
7. Mendengankan aspirasi masyarakat jika itu memang layak untuk
dipertimbangkan karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu penyebab
utama terjadinya demonstrasi yang berujung anarkis yaitu karena
masyarakat merasa aspirasinya tidak didengarkan, dan kebebasan
berpendapat dianggap hanyalah sebagaisandiwara politik yang tidak dapat
di implementasikan.
8. Menyadaran pemerintah akan inti dari demokrasi, sehingga kebijakan yang
dikeluarkan tidak berdasar kepada kepentingan pribadi atau kelompok yang
terkadang terkesan mengabaikan kepentingan rakyat.

d. Seharusnya pelaksanaan politik nasional yang mampu memperkokoh integritas


nasional dapat ditempuh dengan menjalankan system politik secara terbuka dan
bertanggung jawab. Menilai politik tidak hanya dari satu sisi yang selama ini
hanya dinggap sebagai jalan yang ditempuh oleh pemerintah untuk
memperlancar misi pribadinya , tapi bagaimana memandang politik itu sebagai
suatu system untuk memperkokoh integritas nasional.

e. Strategi nasional Indonesia di bidang ekonomi saat ini sangat buruk, akibat
krisis ekonomi dan moneter. Menurut saya langkah-langkah yang seharusnya
dilakukan oleh pemerintah yaitu melaksanakan kebjakan ekonomi dengan
mengurangi dampak negatif krisis terhadap masyarakat berpendapatan rendah
dan rentan serta pemulihan pembangunan kejalur semula. Selain itu,
pemerintah juga harus melakukan upaya seperti kebijakan pemenuhan hak-hak
dasar masyarakat, pembangunan sumber daya manusia dan peraturan lembaga
swadaya masyarakat (LSM).
Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 10
f. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyusunan polstranas adalah ancaman.
Pada awal abad XXI ini kemungkinan ancaman yang dihadapi oleh bangsa dan
Negara yaitu semakin maraknya kasus korupsi yang dilakukan oleh para
pejabat Negara seperti terjadi di wisma atlet yang menggelapkan miliaran uang
Negara lalu penggelapan dana yang seharusnya untuk
mencetak/memperbanyak Al-quran.

g. Strategi nasional di bidang pertahanan keamanan saat ini belum cukup efektif
menjaga keutuhan wilayah Indonesia karena seperti yang terjadi pada kasus
timur-timur yang lepas dari wilayah Indonesia dan Pulau Ambalat yang hampir
dikuasai oleh Negara Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan
keamanan Indonesia belum efektif dalam menjaga keutuhan wilayah.

Pendidikan Kewarganegaraan | NUR ISMIYATI_1211040018 11