Anda di halaman 1dari 107

PEDOMAN PENYELENGGARAAN

SERTIFIKASI KOMPETENSI
PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2017

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KATA PENGANTAR

Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan


(SMK/MAK) merupakan lembaga pendididikan formal yang mememiliki
tujuan terutama mengantarkan peserta didik memasuki lapangan kerja
Agar dapat mengantarkan peserta didik memasuki lapangan kerja,
SMK/MAK harus mampu membekali peserta didiknya dengan
kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh Dunia Kerja.
Berdasarkan alasan tersebut, SMK/MAK dapat melaksanakan uji
kompetensi sertifikasi kompetensi peserta didiknya setelah menempuh
capaian beberapa Kompetensi Dasar yang telah disingkronkan dengan
Unit Kompetensi yang terkumpul dalam Skema Sertifikasi dan pada
tahun ketiga atau tahun keempat (akhir tahun durasi pendidikan)
melaksanakan Uji Kompetensi dalam bentuk Uji Kompetensi Keahlian
(UKK) sebagai bagian dari implementasi standar penilaian pendidikan.
Kompetensi-kompetensi yang diujikan pada UKK mencakup seluruh
kompetensi inti dan kompetensi dasar yang tercantum dalam standar
kompetensi lulusan sesuai dengan spektrum kompetensi keahlian.
Ada 4 (empat) pola pelaksanaan Uji Kompetensi, yaitu 1) Mandiri,
2) Industri, 3) LSP (P1, P2, P3), dan 4) Kompetensi Khusus. Pola
sertifikasi mandiri dan industri, menggunakan perangkat uji
kompetensi yang dikembangkan dan disiapkan di tingkat nasional,
sedangkan implementasinya di sekolah dilaksanakan dengan rentang
kendali berjenjang mulai tingkat nasional dan provinsi.
Pelaksanaan Uji Kompetensi mengacu pada Standar Kompetensi
Lulusan SMK/MAK dan Skema Sertifikasi Kompetensi yang ditetapkan
bersama antara BNSP, Ditjen Dikdasmen Kemendibud, dan Kementrian
teknis terkait. Mengingat beberapa hal di atas maka diperlukan
Pedoman Sertifikasi Kompetensi di SMK/MAK yang dapat dijadikan
acuan bagi SMK/MAK agar dapat melakukan sertifikasi kompetensi
yang fleksibel dari segi waktu pelaksanaan, pengaturan skema
sertifikasi, penerbitan dan pemeliharan sertifikasi.

Jakarta, Maret 2017


Direktur Pembina SMK

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................
A. Rasional..................................................................................................
B. Dasar Hukum..........................................................................................
C. Tujuan.....................................................................................................
D. Manfaat...................................................................................................
BAB II POLA SERTIFIKASI KOMPETENSI DI SMK.........................................
A. Istilah dan Difinisi...................................................................................
B. Pola Sertifikasi Kompetensi di SMK/MAK................................................
BAB III PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI.....................................
A. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Mandiri...........................................
B. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Industri...........................................
C. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi LSP..................................................
D. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Program Keahlian Khusus...............
BAB IV PENUTUP..........................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasional

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah


Kejuruan (MAK) sebagai lembaga pendidikan formal pada jenjang
menengah, memiliki tujuan terutama mengantarkan peserta didik
untuk memasuki lapangan kerja disamping untuk melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam rangka mengantarkan
peserta didik memasuki lapangan kerja, SMK dan MAK harus
mampu membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


kerja yang dibutuhkan pasar kerja/kebutuhan industri sesuai
dengan jenjang dan sektornya. Agar SMK/MAK mampu
mengantarkan peserta didik memiliki kompetensi-kompetensi dan
kualifikasi sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja/industri, maka
pendidikan pada lembaga tersebut harus merujuk pada kebutuhan
kompetensi dari masing-masing lapangan kerja dan sektor
industrinya. Model pendidikan yang berorientasi pada pencapaian
kompetensi yang dibutuhkan oleh calon pengguna lulusannya
disebut pendidikan berbasis kompetensi.

Pendidikan berbasis kompetensi adalah pendidikan yang


menitikberatkan pada pencapaian kompetensi oleh peserta didik,
dibandingkan dengan lama durasi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pencapaian kompetensi tersebut. Kompetensi-
kompetensi yang diajarkan merujuk kepada kompetensi-kompetensi
yang telah distandarkan oleh lapangan kerja/industri dalam
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar
Internasional atau Standar Khusus. Selanjutnya kompetensi-
kompetensi tersebut diidentifikasi, dianalisis, dan ditetapkan dalam
Skema Sertifikasi untuk SMK/MAK. Penetapan skema sertifikasi
untuk SMK/MAK dilakukan dengan mempertimbangan kebutuhan
lulusan SMK/MAK dan konsep Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI).

Pembelajaran di SMK/MAK yang dilaksanakan dengan sistem


pendidikan berbasis kompetensi, adalah mengantarkan peserta
didik kompeten di bidang kerja sesuai dengan kualifikasi yang
ditetapkan dalam Skema Sertifikasi di bidang kerja sesuai dengan
sektornya. SMK/MAK harus mampu membekali para peserta didik
dengan kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan dalam Skema
Sertifikasi SMK/MAK dan menjamin bahwa yang bersangkutan
telah kompeten untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Untuk
memastikan dan menjamin bahwa peserta didik/lulusan telah
kompeten melaksanakan pekerjaan, SMK/MAK dapat menggunakan
proses sertifikasi kompetensi. Sebagaimana dimaksud UU No. 20

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 65. Proses
sertifikasi kompetensi yang sekarang dilakukan pada akhir tahun
pembelajaran ke 3 (tiga) atau ke 4(empat), perlu dimodifikasi
sehingga dapat dilakukan berdasarkan pencapaian kompetensi
sesuai dengan tahapan pembelajaran.

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004


tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006


tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;

5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012


tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;

6. Inpres Nomor 9 tahuan 2016 tentang Revitalisasi Sekolah


Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan
Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia;

7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik


Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Standardisasi
Kompetensi Kerja Nasional;

8. ISO/IEC 17024: 2012 Conformity Assessment-General


Requirements for Bodies Operating Certification for Persons;

(Penilaian KesesuaianPersyaratan Umum Badan/Lembaga


Sertifikasi Personil).

9. Permendikbud Nomor .. Tahun 2017 tentang Standar Penilaian


Pendidikan Menengah Kejuruan.

C. Tujuan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Tujuan penyusunan pedoman penyelenggaraan sertifikasi
kompetensi pada Sekolah Menengah Kejuruan ini adalah untuk
memberikan acuan agar SMK/MAK:

1.Memahami tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara


pendidikan yang melaksanakan sertifikasi bagi peserta
didiknya.

2.Mampu melaksanakan Sertifikasi Kompetensi lebih leluasa dari


aspek Skema Sertifikasi Kompetensi dan waktu pelaksanaan.

3.Mampu menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi yang sistemik


dan memiliki legalitas sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku.

D. Manfaat

1. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah


Kejuruan (MAK) memiliki acuan dalam melaksanakan
sertifikasi kompetensi baik secara mandiri, bersama Dunia
Kerja, LSP-BNSP, maupun Sertifikasi dengan lembaga atau
badan lainnya.

2. Dinas Pendidikan memiliki dasar dan acuan dalam memberikan


pembinaan dan dukungan kepada SMK/MAK yang
melaksanakan sertifikasi kompetensi.

3. Instansi pemerintah/Dunia Kerja dapat berperan aktif


memberikan dukungan kepada SMK/MAK dalam
melaksanakan sertifikasi kompetensi.

4.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


BAB II
POLA SERTIFIKASI KOMPETENSI DI SMK

A. Istilah dan Difinisi

1. Sertifikasi Kompetensi Kerja


Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara
sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu
kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, standar
internasional dan/atau standar khusus.

2. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)


Rumusan kemampuan kerja mencakup aspek pengetahuan,
keterampilan sikap kerja yang persyaratan pelaksanaan tugas
dan syarat jabatan yang ditetapkan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Standar kompetensi kerja internasional


Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan
oleh suatu organisasi multinasional dan digunakan secara
internasional.

4. Standar kompetensi kerja khusus


Standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan digunakan
oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan organisasinya
sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan tertentu
organisasi lain yang memiliki ikatan kerja sama dengan
organisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang
memerlukan,

5. Profesi
Bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu yang diakui
oleh masyarakat.

Catatan : menggunakan batasan dalam Peraturan


Presiden RI No.8 Tahun 2012.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


6. Proses sertifikasi
Kegiatan lembaga sertifikasi profesi dalam menentukan bahwa
seseorang memenuhi persyaratan sertifikasi, yang mencakup
pendaftaran, penilaian, keputusan sertifikasi, pemeliharaan
sertifikasi, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat maupun
logo atau penanda (mark).

7. Skema sertifikasi
Paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan
dengan kategori jabatan atau keterampilan tertentu dari
seseorang.

8. Persyaratan sertifikasi
Kumpulan persyaratan yang ditentukan, termasuk persyaratan
skema sertifikasi yang harus dipenuhi dalam menetapkan atau
memelihara sertifikasi.

9. Pemilik skema
Organisasi yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan
pemeliharaan skema sertifikasi.

Catatan: Organisasi tersebut adalah lembaga


sertifikasi profesi itu, lembaga pemerintah, atau
lainnya.

10. Sertifikat
Dokumen yang diterbitkan oleh SMK/MAK, Lembaga Sertifikasi
Profesi, Dunia Kerja dan Lembaga Negara/Kementerian/Instansi
Pemerintah baik Pusat maupun Daerah sebagai penyelenggara
Uji Sertfikasi Kompetensi yang menunjukkan bahwa orang yang
tercantum namanya telah memenuhi persyaratan sertifikasi.

11. Kompetensi
Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan
standar yang ditetapkan.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Catatan: untuk Pedoman ini yang dimaksudkan
dengan kompetensi adalah kompetensi kerja, dan
merujuk pada batasan/definisi yang digunakan
dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.

12. Kualifikasi
Penguasaan capaian pembelajaran yang menyatakan
kedudukannya dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI).

Catatan: menggunakan batasan dalam Peraturan


Presiden RI No.8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

13. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)


Kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara
bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman
kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja
sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Catatan: menggunakan batasan dalam Peraturan


Pemerintah No.31 Tahun 2006 tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional dan Peraturan Presiden RI
No.8 Tahun 2012 tentang KKNI.

14. Asesmen
Proses menilai seseorang tentang pemenuhan persyaratan yang
ditetapkan dalam skema sertifikasi.

15. Uji sertifikasi kompetensi


Tatacara yang merupakan bagian dari asesmen untuk mengukur
kompetensi peserta sertifikasi menggunakan satu atau beberapa
cara seperti tertulis, lisan, praktik, dan pengamatan sebagaimana
ditetapkan dalam skema sertifikasi.

16. Penguji kompetensi atau asesor kompetensi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Orang yang mempunyai kompetensi dan mendapatkan
penugasan resmi untuk melakukan dan memberikan penilaian
dalam uji kompetensi yang memerlukan pertimbangan atau
pembenaran secara profesional.

17. Penyelia uji kompetensi


Orang yang diberikan kewenangan oleh lembaga sertifikasi
profesi untuk melakukan administrasi dan atau mengawasi
pelaksanaan uji kompetensi, tetapi tidak melakukan proses
penilaian terhadap kompetensi peserta sertifikasi.

18. Personil
Individu, internal atau eksternal, dari lembaga sertifikasi profesi
itu sendiri, lembaga pemerintah, atau lainnya yang
melaksanakan kegiatan sertifikasi untuk peserta didik/asesi.

19. Pemohon sertifikasi


Orang yang telah mendaftar untuk diterima mengikuti proses
sertifikasi.

20. Peserta sertifikasi


Pemohon sertifikasi yang telah memenuhi persyaratan dan telah
diterima mengikuti proses sertifikasi.

21. Ketidakberpihakan
Perwujudan atau bentuk dari objektivitas.

Catatan1:Objektivitas berarti bahwa


benturan/konflik kepentingan tidak terjadi, atau
dapat diselesaikan, agar tidak menyebabkan
pengaruh yang merugikan terhadap kegiatan
sertifikasi.

Catatan 2: Istilah lain yang bermanfaat dalam


menjelaskan unsur ketidakberpihakan adalah:
kemandirian, bebas dari benturan kepentingan,
bebas dari bias, lack of prejudice, kenetralan,

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


keadilan, keterbukaan berpikir, even handedness,
detachment, keseimbangan.

22. Keadilan
Penyediaan kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan
bagi tiap peserta sertifikasi dalam proses sertifikasi.

23. Validitas
Bukti bahwa asesmen telah dilakukan menggunakan ukuran-
ukuran yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

24. Keandalan
Indikator sejauh mana nilai hasil uji kompetensi konsisten untuk
uji kompetensi yang dilakukan pada waktu dan tempat berbeda,
metode uji yang berbeda, dan asesor kompetensi yang berbeda.

25. Banding
Permintaan oleh pemohon sertifikasi, peserta sertifikasi, atau
pemegang sertifikat untuk peninjauan kembali atas keputusan
yang telah dibuat oleh lembaga sertifikasi profesi terkait dengan
status sertifikasi yang mereka harapkan.

26. Keluhan
Pernyataan ketidakpuasan, selain banding, oleh individu atau
organisasi terhadap Lembaga Sertifikasi Profesi berkaitan dengan
hal-hal yang diharapkan dari kegiatan Lembaga Sertifikasi
Profesi, atau pemegang sertifikat.

27. Pemangku kepentingan


Individu, kelompok atau organisasi yang dipengaruhi oleh kinerja
pemegang sertifikat atau Lembaga Sertifikasi Profesi.

Contoh: pemegang sertifikat, pengguna layanan


dari pemegang sertifikat, pimpinan dari pemegang
sertifikat, konsumen, pemerintah.

Pemangku kepentingan juga seringkali disebut sebagai para


pihak yang berkepentingan atau disebut lebih singkat sebagai
para pihak.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


28. Penilikan atau surveilance
Pemantauan berkala, selama periode sertifikasi, terhadap
pemegang sertifikat untuk memastikan kepatuhannya terhadap
persyaratan yang ditetapkan dalam pedoman, standar atau
skema sertifikasi.

29. Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan


(SMK/MAK)
Lembaga pendidikan formal pada jenjang menengah, yang
menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Waktu penyelenggaraan
pendidikan dapat dilaksanakan selama durasi 3 (tiga) tahun atau
4 (empat) tahun, dengan bidang kejuruan sesuai dengan bidang
kerja atau profesi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

30. Bidang keahlian SMK/MAK


Adalah Bidang Keahlian yang ada pada lingkup Spektrum
Kurikulum SMK/MAK sebanyak 9 (sembilan) bidang keahlian.

31. Kompetensi Inti


Kompetensi Inti merupakan jabaran dari SKL yaitu kualitas yang
harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada
satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu,
berupa gambaran mengenai kompetensi utama yang
dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus
dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, dan mata
pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang
seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.

32. Kompetensi Dasar


Adalah rincian kompetensi setiap mata pelajaran yang
diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah
konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan,
dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang
harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan
awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran.

B. Pola Sertifikasi Kompetensi di SMK/MAK

Sertifikasi Kompetensi di SMK/MAK adalah proses pemberian


sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif
melalui uji kompetensi, mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia, standar internasional dan/atau standar khusus
atau kesatuan (kumpulan) dari kompetensi dasar SMK untuk para
peserta didiknya. Berdasarkan pola penyelenggaraannya, sertifikasi
kompetensi di SMK/MAK dibagi menjadi 4 (empat) kategori. Keempat
kategori tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah


secara mandiri (Uji Kompetensi Keahlian)

Sekolah membentuk Panitia Teknis Uji Kompetensi Keahlian


(PTUKK) yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan
Sertifikasi Kompetensi, mulai dari merencanakan Uji Kompetensi,
menyiapkan penguji (asesor sekolah), mengembangkan perangkat
Uji Kompetensi (skema sertifikasi), menyiapkan peralatan dan
bahan untuk Uji Kompetensi, menetapkan biaya, melaksanakan
Uji Kompetensi, dan menerbitkan Sertifikat Kompetensi yang
bersifat lokal. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi secara mandiri,
pihak sekolah dapat melibatkan wakil dari Dunia Kerja.

2. Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah


bersama dengan Dunia Kerja

Sekolah membentuk Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK)


dengan melibatkan Dunia Kerja sebagai asesor atau
menggunakan asesor kompetensi dari institusi/sekolah lain.
Dunia Kerja memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan
sertifikasi kompetensi. Pihak sekolah merencanakan Uji
Kompetensi, mulai dari menyiapkan asesor kompetensi,
mengembangkan perangkat Uji Kompetensi, menyiapkan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


peralatan dan bahan untuk Uji Kompetensi, menetapkan biaya,
melaksanakan Uji Kompetensi, dan pihak Dunia Kerja
menerbitkan Sertifikat Kompetensi.

3. Sertifikasi Kompetensi menggunakan sistem sertifikasi


kompetensi yang dikembangkan oleh Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP)

Sekolah dapat melaksanakan Uji Kompetensi dengan sistem


sertifikasi kompetensi yang dikembangkan oleh BNSP melalui 3
(tiga) model Lembaga Sertifikasi Profesi. Ketiga model sertifikasi
kompetensi tersebut adalah sertifikasi kompetensi melalui
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1), Lembaga
Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP P2), dan Lembaga Sertifikasi
Profesi Pihak Ketiga (LSP P3).

4. Program Sertifikasi Kompetensi Keahlian Khusus

Kompetensi Keahlian yang dimiliki SMK/MAK sangat beragam


sehingga dimungkinkan terdapat beberapa kompetensi keahlian
yang tidak dapat terakomodir oleh 3 pola sertifikasi diatas.
Kompetensi keahlian seperti pelaut/pelayaran, operator
perhubungan udara, teknisi perhubungan darat, dan kompetensi
khusus lainnya telah diatur dan diselenggarakan secara khusus
oleh kementerian dan/atau lembaga terkait.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


BAB III
PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

A. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Mandiri

SMK/MAK sebagai penyelenggara sertifikasi kompetensi


secara mandiri, harus mampu melaksakan sertifikasi kompetensi
secara sistemik, objektif dan kredibel sesuai dengan kompetensi
keahlian-nya. Sekolah dapat membentuk satuan tugas atau panitia
pelaksana sertifikasi kompetensi yang pada umumnya diberi nama
Panitia Teknis Uji Kompetensi Keahlian (PTUKK). PTUKK dibentuk
dan ditetapkan oleh pimpinan sekolah, terdiri dan/atau karyawan
dengan jumlah minimal 5 (lima) personil yang mampu berfungsi
sebagai pengarah, pimpinan, pelaksana, dan tenaga administrasi.

Rincian kegiatan PTUKK SMK/MAK dalam penyelenggaraan


sertifikasi kompetensi secara mandiri dapat dijabarkan dalam alur
proses sebagai berikut.

menetapkan menetapkan: Melaksanakan


PTUKK yang - program uji kompetensi
memenuhi kerja sesuai dengan
fungsi: sistem dan
- perangkat uji prosedur yang
- pengarah
SMK/MAK

- penguji ditetapkan di
- pelaksana (asesor PTUKK
PTUKK
Kepala

PTUKK

- pendukung sekolah)
dalam - sistem dan
pelaksanaan prosedur
sertifikasi uji kompetensi
kompetensi
menghimpun melaporkan menerbitkan
data dan hasil sertifikat
informasi dari pelaksanaan kompetensi
pelaksanaan uji kompetensi kepada
uji kepada Kepala peserta
SMK/MAK

kompetensi di SMK/MAK didik/asesi


PTUKK yang
PTUKK

Kepala
PTUKK

dinyatakan
kompeten

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Keterangan:

1. Kepala SMK/MAK merumuskan/menetapkan PTUKK

Kepala SMK/MAK sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan


sertifikai kompetensi bagi peserta didiknya, perlu menetapkan
Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUKK). Agar PTUKK mampu
melaksanakan tupoksi maka panitia itu, harus mampu
memerankan sebagi pengarah, pelaksana dan pendukung
kegiatan sertifikasi kompetensi.

(Contoh penetapan TUK sebagaimana pada Lampiran 1).

2. PTUKK merumuskan dan menetapkan:

2.1. Program kerja sertifikasi

Dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi direncanakan dan


diorganisasikan dalam program kerja. Program kerja terdiri
dari tahapan sejumlah kegiatan dan hasil yang diharapkan
serta ukuran ketercapaian, penanggung jawab, biaya dan
waktu pelaksanaan. (Contoh program kerja seperti terlampir
pada Lampiran 2).

2.2. Skema Sertifikasi

Skema sertifikasi adalah paket kompetensi dan persyaratan


yang berkaitan dengan kategori jabatan atau keterampilan
tertentu dari seseorang. Skema sertifikasi terbagi atas 3
(tiga) katagori yaitu:

Skema sertifikasi kualifikasi KKNI,

Skema sertifikasi kualifikasi okupasi, dan

Skema sertifikasi kluster

1.2.1. Skema sertifikasi kualifikasi KKNI adalah skema


sertifikasi yang pengemasan unit kompetensi dan
persyaratannya disusun berdasar pada penjenjangan
kualifikasi yang ditetapkan dalam KKNI atau Kepres

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


No. 8 Tahun 2014. Pada KKNI terdapat jenjang
kualifikasi, mulai dari jenjang I sampai jenjang IX.
Jenjang I setara dengan jenjang pendidikan formal
pada SLTP, dan jenjang II setara dengan jenjang
pendidikan formal SLTA atau SMK sedangkan
pendidikan formal pada jenjang 6 adalah setara
dengan pendidikan formal sarjana sedang jenjang IX
setara dengan program doktor. Berdasar pada
pertimbangan KKNI kualifikasi tamatan SMK/MAK,
diasumsikan telah setara dengan kualifikasi KKNI
jenjang II. Dengan demikian standar kompetensi dasar
pada masing-masing program keahlian untuk
Kurikulum SMK/MAK 2013 setara dengan KKNI
Jenjang II atau III.

1.2.2. Skema sertifikasi kompetensi kualifikasi okupasi


adalah skema sertifikasi kompetensi yang pengemasan
unit kompetensi dan persyaratannya disusun berdasar
pada Klasifikasi Baku Jenis Pekerjaan Indonesia
Tahun (KBJI) 2002. Dokumen tersebut adalah daftar
kualifikasi baku jenis pekerjaan di Indonesia, yang di
tetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.
Secara singkat kualifikasi baku jenis pekerjaan di
Indonesia terdiri atas golongan pokok, golongan,
subgolongan dan kelompok. Berdasar pada
kualifikasinya terdapat 10 (sepuluh) golongan pokok,
dan penjabaran lebih lanjut kepada golongan, sub
golongan dan kelompok masing-masing. Secara umum
pengelompokan kualifikasi tamatan SMK/MAK berada
pada jabatan operator atau perakit.

1.2.3. Skema sertifikasi kluster adalah skema sertifikasi


kompetensi yang pengemasan unit kompetensi dan
persyaratannya disusun lebih kecil atau kurang dari
kualifikasi KKNI atau okupasi. Dengan demikian

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


skema sertifikasi kluster dapat disusun/dirumuskan
dengan memecah skema kualifikasi KKNI atau okupasi
kedalam paket unit kompetensi yang lebih kecil.
Dengan pemecahan atau pengemasan unit kompetensi
kedalam paket yang lebih kecil, dimungkinkan
sertifikasi kompetensi dapat dilaksanakan secara
bertahap dan tidak harus pada tahun terakhir pada
durasi tahun ketiga atau tahun keempat. Pelaksanaan
sertifikasi kompetensi dapat dilaksanakan pada tahun
akhit tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga atau
akhir tahun keempat.

(Lampiran 3.a, 3.b dan 3.c merupakan ilustrasi


modifikasi/perumusan skema sertifikasi kompetensi
dari kompetensi inti dan kompetensi dasar kedalam
skema sertifikasi kompetensi kualifikasi KKNI, okupasi
dan kluster).

2.3. Menetapkan blanko sertifikat kompetensi

Blanko sertifikat kompetensi harus disiapkan oleh PTUK,


dan atau yang disediakan oleh BNSP berdasarkan pada
skema sertifikasi kompetensi yang akan dilaksanakan.
Blanko sertifikat yang dikeluarkan secara lokal (oleh
sekolah), dicetak pada kertas HVS A4 120 gram atau safety
paper untuk (bila memungkinkan), sedangkan blanko
sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP bersifat nasional
berlambang burung Garuda (Lampiran 4 merupakan contoh
blanko sertifikat).

2.4. Penguji/Asesor kompetensi

Asesor kompetensi merupakan pelaku kunci, dalam


pelaksanaan sertifikasi kompetensi. Asesor kompetensi
harus memiliki/ menguasai kompetensi teknis bidang
keahlian yang akan diujikan dan kompetensi metodologi
dalam mengases kompetensi. Asesor kompetensi dapat

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


disiapkan berasal dari para guru praktik dan guru teori
kejuruan dari SMK/MAK dan wakil Dunia Kerja. Untuk
aspek metodologi asesmen dapat mengadopsi pola
penyiapkan asesor kompetensi yang telah dikembangkan
dan disiapkan oleh BNSP. Para calon asesor kompetensi
dapat dilatih dan diuji kompetensinya. (Lampiran 5.a dan 5.b
merupakan contoh Program Pelatihan dan Sertifikasi Asesor
Kompetensi).

2.5. Perangkat asesmen

Dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi melalui uji


kompetensi, ketersediaan perangkat asesmen merupakan
salah satu komponen yang harus disiapkan sesuai dengan
skema yang akan diujikan. Perangkat asesmen harus
disiapkan mengacu kepada kelompok kompetensi yang
terkandung dalam skema sertifikasi. Asesmen uji
kompetensi dapat menggunakan metode asesmen dan
perangkat antara lain observasi demontrasi/praktik,
pertanyaan tertulis, pertanyaan lisan, verifikasi portofolio
dan metode lain yang relevan. Pelaksanaan uji kompetensi
untuk sertifikasi kompetensi minimal harus menggunakan 2
(dua) metode asesmen.

Perangkat asesmen yang akan digunakan untuk sertifikasi


kompetensi melalui uji kompetensi harus valid, realibel,
terkini dan memadai. Maka perangkat asesmen harus
dikembangkan melalui tahapan menyusunan draf perangkat
asesmen dan uji coba pelaksanaan dan serta finalisasi.

(Lampiran 5.a, 5.b, dan 5.c merupakan contoh perangkat


asesmen yang dikembangkan mengacu kepada skema
sertifikasi).
Ketua
2.6. Sistem danPTUKK
Kompeten prosedur sertifikasi kompetensi
si (menetap Team Kepala
Keahlian
Sertifikasi kompetensi
kan yang dilakukan
Asesor/pe SMK/MAK secara
Kesekreta SMK/MAK
mendafta asesor/pe nguji riatan(me (menerbit
mandiri adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang
rkan asesi
ke PTUKK nguji, (melaksa nerima kan
perangak nakan
sesuaiPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
@Direktorat
hasil sertifikat
materi at uji proses asesmen) kompeten
yang serta TUK asesmen si)
akan )
diujikan)
dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji
kompetensi, mengacu kepada standar kompetensi lulusan.
Untuk itulah pelaksanaan sertifikasi kompetensi harus
dilakukan secara sistemik sebagai bagian dari proses
pembelajaran. Diilustrasikan dengan diagram alur sebagai
berikut.

3. PTUK melaksanakan asesmen kompetensi,


3.1. Pendaftaran Calon Peserta Sertifikasi Kompetensi

PTUK menyampaikan infomasi kepada peserta didik/siswa,


tentang akan dilaksanaannya setifikasi kompetensi di
SMK/MAK. Informasi tentang sertifikasi kompetensi tersebut
terkait dengan:

Skema sertifikasi kompetensi kualifikasi/kluster yang akan


dilaksanakan.

Jadwal dan tempat pelaksanaan pelaksanaan sertifikasi


kompetensi.

Persyaratan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

Biaya untuk mengikuti sertifikasi kompetensi (bila ada).

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh PTUK,


para peserta didik yang berminat untuk mengikuti
sertifikasi kompetensi mendaftarkan diri ke PTUK dengan
tahapan:

3.1 1. Peserta didik berdasarkan pada kelas dan


kompetensi keahlian, mendaftar sebagai calon
peserta asesmen kepada PTUK.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


3.1 2. Ketua Kompetensi Keahlian menyiapkan
permohonan calon peserta sertifikasi kompetensi
dengan mengisi format aplikasi format aplikasi serta
dokumen portofolio yang mungkin sudah dimiliki
oleh peserta didik.

3.1 3. Petugas PTUK memverifikasi dokumen yang


telah diisi dan diserahkan oleh peserta untuk
memastikan kelayakan sebagai calon peserta
sertifikasi kompetensi. (Lampiran 6 Penetapan calon
peserta sertifikasi kompetensi).

3.1 4. Apabila keseluruhan dokumen telah


terverifikasi dan terlengkapi, petugas PTUK
menetapkan pemohon sebagai peserta sertifikasi
kompetensi dengan pengelompokan sebagai berikut:
Skema Sertifikasi yang akan diikuti
Tempat Uji Kompetensi (TUK)
Rencana Jadwal Pelaksanaan
3.2. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi

3.2.1. PTUK menunjuk dan menetapkan Asesor Kompetensi


untuk melakukan Uji Kompetensi.

3.2.2. Asesor kompetensi yang ditunjuk bukan guru praktik


yang mengajar pada kelas dimaksud dan dapat
melibatkan asesor kompetensi dari Dunia Kerja.

3.2.3. Asesor Kompetensi/Tim Asesor menyiapkan Perangkat


Asesmen untuk pelaksanaan Uji Kompetensi/Asesmen
Kompetensi.

3.2.4. Ketua Tempat Uji Kompetensi bertanggungjawab untuk


menyiapkan Sarana dan Prasarana serta bahan untuk
pelaksanaan Uji Kompetensi/Asesmen Kompetensi.

3.2.5. Penjelasan Umum pelaksanaan Uji Kompetensi/


Asesmen Kompetensi.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Asesor/Tim Asesor menyampaikan rencana
pelaksanaan Asesmen kepada Peserta Uji
berdasar pada panduan pelaksanaan yang
ditetapkan

Mendiskusikan rencana pelaksanaan asesmen

3.2.6. Pelaksanaan Asesmen

Asesor/Tim asesor melaksanakan asesmen dengan


menggunakan metode praktik dan teori
(pengetahuan) sesuai materi ujikom kompetensi.

3.2.7. Penilaian Peserta Asesmen Kompetensi

Asesor/Tim Asesor membuat penilaian berdasar


pada bukti-bukti yang terhimpun dalam Asesmen
Kompetensi.

Asesor/Tim Asesor memberikan rekomendasi


kompeten/belum kompeten pada form penilaian

(terlampir di Lampiran 7).


3.3. Penerbitan Sertifikat

3.3.1. Asesor kompetensi menyampaikan rekomendasi


kepada PTUK melalui Komite Sertifikasi.

3.3.2. PTUK menerbitkan sertifikat kompetensi bagi


peserta yang direkomendasikan kompeten dengan
menggunakan blanko sertifikat yang telah disiapkan
oleh PTUK.

3.3.3. Sertifikat Kompetensi yang telah diterbitkan


diadministrasikan sesuai dengan prosedur/SOP
yang diberlakukan.

3.3.4. Sertifikat Kompetensi diserahkan kepada peserta


asesmen yang direkomendasikan kompeten
(terlampir di Lampiran 4a, 4b atau 4c).

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


4. PTUK menghimpun data dan informasi pelaksanaan sertifikasi
kompetensi.

5. PTUK melaporkan pelaksanaan sertikasi kompetensi:

3.1. Merumuskan laporan pelaksanaan sertifikasi.

3.2. Menyampaikan laporan kepada Kapala SMK/MAK.

B. Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah


bersama dengan Dunia Kerja

SMK/MAK sebagai pendapat menyelenggarakan sertifikasi


kompetensi melalui kerja sama dengan Dunia Kerja. Legalitas
pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan SMK/MAK
menyepakati menetapkan menetapkan:
dengan
kerjasamaDunia Kerja harus PTUK
berdasarkan pada kesepakatan bersama
dalam - program
yang dituangkan dalam bersama
Memorandum yangof Understanding (MoU).
Kepala SMK/MAK dan

kerja

Kepala SMK/MAK dan


pelaksanaan memenuhi
SMK/MAK
sertifikasibersama dengan fungsi:Dunia Kerja harus - skema
melaksakan
kompetensi sertifikasi
sertifikasi - pengarah
kompetensi secara sistemik, objektif dan kredibel sesuai

PTUK Bersama
dalam bentuk - asesor
MoU kompetensi keahlian - pelaksana
Dunia Kerja

Dunia Kerja

dengan yang dibuka. Agar sekolah dan Dunia


kompetensi
- pendukung - perangkat
Kerja mampu melaksanakan sertifikasi secara sistemik, objektif dan
dalam asesmen
kredibel, maka sekolah bersama dengan Dunia Kerja
sertifikasi membentuk
- sistem dan
kompetensi prosedur uji
satuan tugas atau panitia pelaksana sertifikasi kompetensi yang
kompetensi
pada umumnya diberi nama Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK).
PTUK dibentuk dan ditetapkan oleh pimpinan sekolah dan pimpinan
Dunia Kerja secara formal, dan berasal dari guru dan karyawan dari
sekolah dan wakil dari Dunia Kerja yang bersangkutan. Anggota
PTUK SMK/MAK minimal berjumlah 5 (lima) personil, yang mampu
berfungsi sebagai pengarah, pimpinan, pelaksana dan bantuan
administratif. Secara umum PTUK dalam menyelenggarakan
sertifikasi kompetensi, akan melaksanakan kegiatan dalam tiga
tahap. Ketiga tahap penyelenggaraan sertifikasi kompetensi tersebut
adalah tahap pertama adalah persiapan, tahap kedua pelaksanaan
uji kompetensi dan sertikasi kompetensi dan tahap ketiga adalah
pelaporan penyelenggaraan sertifikasi kompetensi. Rincian kegiatan
PTUK SMK/MAK dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


bekerjasama dengan Dunia Kerja dapat dijabarkan dalam alur
proses sebagai berikut:

menyepakati menetapkan menetapkan:


kerjasama PTUK - program

perwakilan Dunia Kerja


dalam bersama yang
Kepala SMK/MAK

kerja

Kepala SMK/MAK dan


pelaksanaan memenuhi
dan perwakilan

sertifikasi fungsi - skema


kompetensi pengarah, sertifiksi

PTUK Bersama
Dunia Kerja

dalam bentuk pelaksana dan - asesor


MoU pendukung kompetensi
dalam - perangkat
sertifikasi asesmen
kompetensi
- sistem dan
prosedur uji
kompetensi
melaksanakan menghimpun menyampaikan
Sertifikasi data dan laporan hasil kerja
Kompetensi sertifikasi
informasi dari kompetensi kepada
sesuai dengan pelaksanaan pimpinan SMK/MAK
sistem dan sertifikasi untuk
Bersama

Bersama

Bersama
prosedur yang kompetensi ditindaklanjuti
ditetapkan dengan
permohonan
PTUK

PTUK

PTUK
penerbitan
Sertifikat
Kompetensi bagi
asesi/peserta didik
yang dinyatakan
kompeten oleh
pihak Dunia Kerja

1. Kepala SMK/MAK bersama dengan wakil dari Dunia Kerja


menyepakati kerjasama dalam pelaksanaan Sertifikasi
Kompetensi melalui MoU

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1.1. Kerjasama antara SMK/MAK dengan Dunia Kerja dalam
pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan kerjasama
yang harus dilakukan agar tamatan SMK/MAK memiliki
kompetensi/kualifikasi sesuai dengan kebutuhan Dunia
Kerja.

1.2. Bentuk kerjasama antara SMK/MAK dan Dunia Kerja


dapat dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan mulai
dari Praktk Kerja Lapangan (PKL), komite sekolah, atau
dalam bentuk pelaksanaan sertifikasi kompetensi

1.3. Kerjasama yang dilakukan untuk pelaksanaan sertifikasi


kompetensi, harus dilaksanakan secara sistemik, terukur,
dengan target dan sasaran yang jelas.

1.4. Karena luasnya cakupan yang harus ditangani dalam


sertifikasi kompetensi tersebut, perlu tersedia sumber daya
yang harus memadai.

1.5. Agar ada kejelasan hak dan kewajiban masing-masing


pihak, maka pelaksanaan sertifikasi kompetensi dilegalkan
dalam bentuk kesepakatan tertulis berupa Memorandum of
Understanding (MoU) (contoh terlampir di Lampiran 9)

2. Kepala SMK/MAK bersama wakil Dunia Kerja


merumuskan/menetapkan PTUK Bersama

Kepala SMK/MAK bersama wakil Dunia Kerja sebagai


penanggungjawab pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi
peserta didiknya, perlu menetapkan Panitia Teknis Uji
Kompetensi (PTUK). PTUK mampu kerjasama sebagai pengarah,
pelaksana dan pendukung kegiatan sertifikasi kompetensi.

(penetapan PTUK sebagai pelaksanaan sertifikasi kompetensi


secara mandiri sebagaimana contoh di Lampiran 10)

3. PTUK Bersama merumuskan dan menetapkan:

3.1. Program kerja sertifikasi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Pelaksanaan sertifikasi kompetensi direncanakan dan
diorganisasikan dalam program kerja. Program kerja terdiri
dari tahapan kegiatan dan hasil yang diharapkan serta
ukuran ketercapaian, penanggung jawab, biaya dan waktu
pelaksanaan. Sebagai contoh pada

(Lampiran 11 merupakan contoh program kerja sertifikasi


kompetensi)

3.2. Skema sertifikasi kualifikasi/kluster

Kelompok kerja perumus skema sertifikasi yang


beranggotakan wakil dari Dunia Kerja dan sekolah dalam
PTUK, diberi tugas untuk mengembangkan skema
sertifikasi. Kompetensi inti dan kompetensi dasar serta
kompetensi-kompetensi yang ada/dikuasai oleh Dunia
Kerja menjadi dasar dalam perumusan skema kompetensi.
Skema sertifikasi adalah paket kompetensi dan persyaratan
yang berkaitan dengan kategori jabatan atau keterampilan
tertentu dari seseorang. Skema sertifikasi terbagi atas 3
(tiga) katagori yaitu:

Skema sertifikasi kualifikasi KKNI,

Skema sertifikasi kualifikasi okupasi dan

Skema sertifikasi kluster

3.2.1. Skema sertifikasi kualifikasi KKNI adalah


skema sertifikasi yang pengemasan unit kompetensi
dan persyaratannya disusun berdasar pada
penjenjangan kualifikasi yang ditetapkan dalam
KKNI atau Penpres No. 8 Tahun 2012. Pada KKNI
terdapat jenjang kualifikasi, mulai dari jenjang I
sampai jenjang IX. Jenjang 1 setara dengan jenjang
pendidikan formal pada SLTP, dan jenjang 2 setara
dengan jenjang pendidikan formal SLTA atau SMK
sedangkan pendidikan formal pada jenjang 6 adalah

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


setara dengan pendidikan formal sarjana sedang
jenjang 9 setara dengan program doktor. Berdasar
pada pertimbangan KKNI kualifikasi tamatan
SMK/MAK, diasumsikan telah setara dengan
kualifikasi KKNI jenjang II. Dengan demikian
standar kompetensi dasar pada masing-masing
program keahlian untuk Kurikulum SMK/MAK
2013 minimal setara dengan KKNI Jenjang 2 atau 3.

3.2.2. Skema sertifikasi kompetensi kualifikasi


okupasi adalah skema sertifikasi kompetensi yang
pengemasan unit kompetensi dan persyaratannya
disusun berdasar pada Klasifikasi Baku Jenis
Pekerjaan Indonesia Tahun (KBJI) 2002. Dokumen
tersebut adalah daftar kualifikasi baku jenis
pekerjaan di Indonesia, yang di tetapkan oleh Badan
Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Secara singkat
kualifikasi baku jenis pekerjaan di Indonesia terdiri
atas golongan pokok, golongan, subgolongan dan
kelompok. Berdasar pada kualifikasinya terdapat 10
(sepuluh) golongan pokok, dan penjabaran lebih
lanjut kepada golongan, subgolongan dan kelompok
masing-masing. Secara umum pengelompokan
kualifikasi tamatan SMK/MAK berada pada jabatan
operator atau perakit.

3.2.3. Skema sertifikasi kluster adalah skema sertifikasi kompetensi


yang pengemasan unit kompetensi dan persyaratannya disusun
lebih kecil atau kurang dari kualifikasi KKNI atau okupasi.
Dengan demikian skema sertifikasi kluster dapat disusun/
dirumuskan dengan memecah skema kualifikasi KKNI atau
okupasi kedalam paket unit komptensi yang lebih kecil. Dengan
pemecahan atau pengemasan unit kompetensi kedalam paket
yang lebih kecil, dimungkinkan sertifikasi kompetensi dapat

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


dilaksanakan secara bertahap dan tidak harus pada tahun
terakhir pada durasi tahun ketiga atau tahun keempat.
Pelaksanaan sertifikasi kompetensi dapat dilaksanakan pada
akhir tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga atau akhir
tahun keempat setelah peserta didik/asesi memenuhi
pencapaian seluruh unit kompetensinya yang terkumpul dalam
sebuah skema sertifikasi.

Lampiran 12 a, b dan c merupakan ilustrasi


modifikasi/perumusan skema sertifikasi kompetensi
dari kompetensi inti dan kompetensi dasar kedalam
skema sertifikasi kompetensi kualifikasi KKNI,
okupasi dan kluster.

3.3. Menetapkan blangko sertifikat kompetensi

Blangko sertifikat kompetensi harus disiapkan oleh PTUK,


berdasarkan skema sertifikasi kompetensi yang akan
dilaksanakan. Blangko sertifikat dicetak pada kertas HVS
A4 120 gram atau safety paper (bila memungkinkan).
(Lampiran 13.a, 13.b dan 13.c merupakan contoh blangko
sertifikat kompetensi)

3.4. Asesor kompetensi

Asesor kompetensi merupakan pelaku kunci, dalam


pelakasanaan sertifikasi kompetensi. Asesor kompetensi
harus memiliki/menguasai kompetensi teknis bidang
keahlian yang akan diujikan dan kompetensi metodologi
dalam mengases kompetensi. Asesor kompetensi disiapkan
dari perwakilan Dunia Kerja. Untuk aspek metodologi
asesmen dapat mengadopsi pola penyiapan asesor
kompetensi yang telah dikembangkan dan disiapkan oleh
BNSP. Para calon asesor kompetensi dapat dilatih dan diuji.

(Lampiran 14.a. 14.b. merupakan contoh program pelatihan


asesor kompetensi dan sertifikat)

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


3.5. Perangkat asesmen

Dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi melalui uji


kompetensi, ketersediaan perangkat asesmen merupakan
salah satu komponen yang harus disiapkan sesuai dengan
skema yang akan diujikan. Perangkat asesmen harus
disiapkan mengacu kepada paket kompetensi yang
terkandung dalam skema sertifikasi. (lihat butir 2.2) Dalam
pengembangan perangkat asesmen untuk uji kompetensi
dapat menggunakan metode asesmen dan perangkat antara
lain observasi, demontrasi/praktik, pertanyaan tertulis,
pertanyaan lisan, verifikasi portofolio dan metode lain yang
relevan. Catatan: dalam pelaksanaan uji kompetensi untuk
sertifikasi kompetensi minimal harus menggunakan 2 (dua)
metode asesmen.

Perangkat asesmen yang akan digunakan untuk sertifikasi


kompetensi melalui uji kompetensi harus valid, realibel,
terkini dan memadai. Untuk itulah perangkat asesmen
harus dikembangkan melalui tahapan penyusunan draf
perangkat asesmen dan uji coba pelaksanaannya.

(Lampiran 15.a, 15.b dan 15.c, merupakan contoh perangkat


asesmen)

3.6. Sistem dan prosedur sertifikasi kompetensi

Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikat


kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif
melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, standar internasional

Ketua dan/atau PTUK


standar khusus. Untuk itulah pelaksanaan
Kompeten sertifikasi kompetensi
Bersam Team
harus dilakukan secara sistemik
si Keahlian dengan yang diilustrasikan dengan Dunia
alur tahapan
a berikut: Asesor Komite
diagram
mendaftar alur sebagai Dunia Kerja
kan asesi menetapk Sertifikasi menerbitk
ke PTUK an asesor Kerja menerim an
sesuai kompeten melaksan a hasil sertifikat
skema si, akan asesmen kompeten
@Direktorat
sertifikasi Pembinaan
perangaka Sekolah Menengah
proses Kejuruan si
yang t uji serta asesmen
diujikan TUK
4. PTUK Bersama melaksanakan asesmen kompetensi:

4.1. Pendaftaran Calon Peserta Sertifikasi Kompetensi

PTUK menyampaikan infomasi kepada peserta didik/siswa,


tentang akan dilaksanaannya setifikasi kompetensi di
SMK/MAK. Informasi tentang sertifikasi kompetensi
tersebut terkait dengan:

Skema sertifikasi kompetensi kualifikasi/kluster


yang akan dilaksanakan.

Jadwal dan tempat pelaksanaan pelaksanaan


sertifikasi kompetensi.

Persyaratan yang dipersyaratkan untuk mengikuti


sertifikasi kompetensi

Biaya untuk mengikuti sertifikasi kompetensi (bila


ada)

Berdasar pada pengumuman yang disampaikan oleh PTUK,


para peserta didik yang berminat untuk mengikuti
sertifikasi kompetensi mendaftarkan diri kepada PTUK
dengan tahapan:

4.1.1. Pendaftaran peserta sertifikasi kompetensi

Ketua Kompetensi Keahlian memfasilitasi peserta


didik untuk mengajukan permohonan menjadi calon
peserta sertifikasi kompetensi dengan mengisi
format pendaftaran dan format asesmen mandiri

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


serta dokumen portofolio yang mungkin sudah
dimiliki oleh peserta didik.

Petugas PTUK memverifikasi dokumen yang telah


diisi dan diserahkan oleh peserta untuk memastikan
kelayakan sebagai calon peserta sertifikasi
kompetensi

4.1.2. Penetapan calon peserta sertifikasi kompetensi

Apabila keseluruhan dokumen telah terverifikasi


dan terlengkapi, petugas PTUK menetapkan
pemohon sebagai peserta sertifikasi kompetensi
dengan pengelompokan sebagai berikut:

Skema Sertifikasi yang akan diikuti

Tempat Uji Kompetensi (TUK)

Rencana Jadwal Pelaksanaan

4.2. Pelaksanaan Asesmen Kompetensi

4.2.1. PTUK menunjuk dan menetapkan Asesor


Kompetensi dari Dunia Kerja untuk melakukan Uji
Kompetensi

4.2.2. Asesor Kompetensi/Tim Asesor Dunia Kerja


menyiapkan Perangkat Asesmen untuk pelaksanaan
Uji Kompetensi/Asesmen Kompetensi

4.2.3. Kepala Tempat Uji Kompetensi


bertanggungjawab untuk menyiapkan Sarana dan
Prasarana serta bahan untuk pelaksanaan Uji
Kompetensi/Asesmen Kompetensi

4.2.4. Penjelasan Umum pelaksanaan Uji


Kompetensi/ Asesmen Kompetensi

Asesor/Tim Asesor Dunia Kerja menyampaikan


rencana pelaksanaan Asesmen kepada Peserta

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Uji berdasar kepada panduan pelaksanaan yang
ditetapkan

Mendiskusikan rencana pelaksanaan asesmen

4.2.5. Pelaksanaan Asesmen

Asesor/Tim Asesor Dunia Kerja melaksanakan


asesmen dengan menggunakan metode praktik dan
teori (pengetahuan) sesuai dengan kesepakatan.
(Lampiran 15.a, 15.b dan 15.c)

4.3. Penilaian Peserta Asesmen Kompetensi

4.3.1. Asesor/Tim Asesor Dunia Kerja membuat penilaian


berdasar pada bukti-bukti yang terhimpun dalam
Asesmen Kompetensi.

4.3.2. Asesor/Tim Asesor Dunia Kerja memberikan


rekomendasi kompeten/belum kompeten pada form
penilaian (Lampiran 16 Format penilaian)

4.4. Penerbitan Sertifikat

4.4.1. Petugas PTUK melaporkan kegiatan


pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi kepada
Kepala SMK/MAK untuk ditindaklanjuti dengan
permohonan penerbitan sertifikat kompetensi dari
Dunia Kerja bagi peserta didik/asesi yang
direkomendasikan kompeten

4.4.2. Sertifikat Kompetensi yang telah diterbitkan


diadministrasikan sesuai dengan prosedur/SOP yang
diberlakukan

4.4.3. Sertifikat Kompetensi diserahkan kepada


peserta asesmen yang direkomendasikan kompeten

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


C. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi LSP P1, LSP P2 dan TUK
dari LSP P3

Sertifikasi kompetensi untuk peserta didik SMK/MAK dengan


sistem sertifikasi yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh BNSP,
dapat dilakukan melalui pola LSP Pihak Pertama, LSP Pihak Kedua
dan LSP Pihak Ketiga bersifat independen. Dalam pedoman ini pihak
SMK/MAK diasumsikan telah terlisensi oleh BNSP atau terverifikasi
sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP yang telah terlisensi oleh
BNSP. Mengingat sistem dan prosedur pelaksanaan sertifikasi
kompetensi dalam sistem BNSP, telah terumuskan dan tertuang
dalam pedoman BNSP sesuai dengan peruntukannya. Maka
SMK/MAK yang telah terlisensi atau terverifikasi oleh BNSP atau
LSP, hanya memerlukan modifikasi dan mengusulkan skema
sertifikasi kepada BNSP. Sedangkan pelaksanaan sertifikasi
kompotensi dari aspek yang lain, seluruhnya mengikuti sistem dan
prosedur yang telah ditetapkan dalam Pedoman-Pedoman BNSP.
Yang dimaksud dengan modifikasi skema sertifikasi, adalah
menelaah dan memodifikasi paket kompetensi dan persyaratan yang
tertuang dalam skema.

Modifikasi skema sertifikasi dilakukan untuk memecah skema


kualifikasi kedalam kluster, sehingga dengan skema modifikasi
tersebut SMK/MAK dapat melakukan sertifikasi tanpa menunggu
akhir tahun ketiga atau keempat SMK/MAK.

1. Pengembangan dan modifikasi skema sertifikasi

Mengembangkan dan memodifikasi skema sertifikasi


kompetensi, dari skema sertifikasi yang telah ditetapkan
bersama antara Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, BNSP dan
sejumlah kementerian teknis terkait. Untuk melakukan
modifikasi skema sertifikasi perlu ditelaah paket unit
kompetensi pada skema sertifikasi, paket unit kompetensi
tersebut dipecah kedalam 3(tiga) sub paket dengan
mempertimbangkan Silabus Program Keahlian yang terkait.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Hasil modifikasi paket unit kompetensi, dilengkapi dengan
berbagai informasi tentang hak dan kewajiban serta
persyaratan sesuai dengan format skema sertifikasi
kompetensi. Hasil modifikasi skema sertifikasi diusulkan
penetapannya kepada BNSP melalui Direktorat Pembinaan
SMK Ditjen Dikdasmen Kemendikbud.

(Lampiran 17 mengilustrasikan modifikasi paket unit kompetensi


pada skema sertifikasi dan persyaratannya)

2. Pengembangan perangkat asesmen

Komite Sertifikasi pada LSP P1, LSP P2 dan TUK dari LSP P3,
bersama dengan para Asesor Kompetensi mengembangkan
perangkat asesmen mengacu pada modifikasi skema sertifikasi
yang telah disetujui oleh BNSP.

Pengembangan perangkat asesmen dimulai dengan


merencanakan dan mengorganisasikan asesmen (Form MMA),
dilanjutkan dengan mengembangkan perangkat asesmen (Form
MPA).

(Lampiran 18 mengilustrasikan pengembangan perangkat


asesmen mengacu pada modifikasi skema sertifikasi yang telah
disetujui oleh BNSP)

m elalui Ketua
3. Pelaksanaan m enetapkan
Sertifikasi Kompetensi. m elaksanakan
Asesor Kompetensi
TU K - p rogram proses
Kepala SMK/MAK

m engajukan kerja Sertifikasi


Ketua LSP

perm ohonan Kom petensi


U ji Sertifikasi - skem a sesuai dengan
Kom petensi sertifikasi sistem dan
kepada ketua - asesor prosedur yang
LSP kom petensi ditetapkan
berdasarkan -mpeerangkat
m e n e r im a n y a m p a ik a n m e la lu i K e t u a
skem
l a p o r aan h a s i l asesm
l a p o r a nen h a s il LSP
sertifikasi
p e la k s a n a a n p e la k s a n a a n m e n y e ra h ka n
U j i S e dikuasai
yang r t i fi k a s i -Usistem
j i S e r t i fi dan
kasi S e r t i fi k a t
K o m p e te n s i prosedur suji
K o m p e t e n i K o m p e te n s i
S e r t i fi k a s i

K e tu a LS P

peserta
S M K /M A K

kep ad a kep ad a asesi


didik/asesi kom
p i m ppetensi
in a n y a n g t e la h
K o m it e

K e p a la

S M K /M A K u n tu k d in y a t a k a n
d it in d a k la n ju t i ko m p e te n
dengan
p e rm o h o n a n
p e n e r b it a n
S e r t i fi k a t
@Direktorat Pembinaan Sekolah K o m p e t e Kejuruan
Menengah nsi ke
BNSP bagi
a s e s i/p e s e r ta
d id ik y a n g
d in y a t a k a n
ko m p e te n
3.1. Pendaftaran Calon Peserta Sertifikasi Kompetensi

LSP P1, LSP P2 atau TUK menyampaikan infomasi kepada


peserta didik/siswa, tentang akan dilaksanaannya setifikasi
kompetensi di SMK/MAK. Informasi tentang sertifikasi
kompetensi tersebut terkait dengan:

Skema sertifikasi kompetensi kualifikasi/kluster yang akan


dilaksanakan.

Jadwal dan tempat pelaksanaan pelaksanaan sertifikasi


kompetensi.

Persyaratan yang dipersyaratkan untuk mengikuti sertifikasi


kompetensi

Biaya untuk mengikuti sertifikasi kompetensi (bila ada)

Berdasar pada pengumuman yang disampaikan oleh LSP , para


peserta didik yang berminat untuk mengikuti sertifikasi
kompetensi mendaftarkan diri kepada LSP P1, LSP P2 atau TUK
dengan tahapan:

3.1.1. Pendaftaran peserta sertifikasi kompetensi

Peserta didik/asesi mengajukan permohonan menjadi


calon peserta sertifikasi kompetensi dengan mengisi
Format Aplikasi FR-APL 01 dan Format Asesmen Mandiri
FR-APL 02 serta dokumen portofolio yang mungkin sudah
dimiliki.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Petugas LSP P1, LSP P2 atau TUK memverifikasi dokumen
yang telah diisi dan diserahkan oleh peserta untuk
memastikan kelayakan sebagai calon peserta sertifikasi
kompetensi

3.1.2. Penetapan calon peserta sertifikasi kompetensi

Apabila keseluruhan dokumen telah terverifikasi dan


terlengkapi, petugas LSP P1, LSP P2 atau TUK
menetapkan pemohon sebagai peserta sertifikasi
kompetensi dengan pengelompokan sebagai berikut:

Skema Sertifikasi yang akan diikuti

Tempat Uji Kompetensi (TUK)

Rencana Jadwal Pelaksanaan

3.2. Pelaksanaan Asesmen Kompetensi

3.2.1. LSP P1, LSP P2 atau LSP P3 menunjuk dan menetapkan


Asesor Kompetensi untuk melakukan Uji Kompetensi
dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas (SPT)

3.2.2. Asesor Kompetensi/Tim Asesor menyiapkan Perangkat


Asesmen, untuk pelaksanaan Uji Kompetensi/Asesmen
Kompetensi

3.2.3. Ketua Tempat Uji Kompetensi bertanggungjawab untuk


menyiapkan Sarana dan Prasarana serta bahan untuk
pelaksanaan Uji Kompetensi/Asesmen Kompetensi

3.2.4. Penjelasan Umum pelaksanaan Uji Kompetensi/Asesmen


Kompetensi

Asesor/Tim Asesor menyampaikan rencana


pelaksanaan Asesmen kepada Peserta Uji berdasar
kepada panduan pelaksanaan yang ditetapkan

Mendiskusikan rencana pelaksanaan Asesmen

3.2.5. Pelaksanaan Asesmen

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Asesor/Tim asesor melaksanakan asesmen dengan
menggunakan metode praktik dan teori (pengetahuan)
sesuai dengan kesepakatan.

(terlampir pada Lampiran 19.a, 19.b dan 19.c)

3.3. Penilaian Peserta Asesmen Kompetensi

3.3.1. Asesor/Tim Asesor membuat penilaian berdasar pada


bukti-bukti yang terhimpun dalam Asesmen Kompetensi.

3.3.2. Asesor/Tim Asesor memberikan rekomendasi


kompeten/belum kompeten pada form penilaian

(format penilaian terlampir pada Lampiran 20)

3.4. Penerbitan Sertifikat

3.4.1. Petugas LSP P1, LSP P2 dan LSP P3 mengajukan


permohonan penerbitan blanko sertifikat ke BNSP bagi
peserta yang direkomendasikan kompeten

3.4.2. Sertifikat Kompetensi yang telah diterbitkan


diadministrasikan sesuai dengan prosedur/SOP yang
diberlakukan

3.4.3. Sertifikat Kompetensi diserahkan kepada peserta


asesmen yang direkomendasikan kompeten

D. Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Program Keahlian Khusus

Yang dimaksud dengan Sertifikasi Kompetensi Program Keahlian


Khusus adalam sertifikasi kompetensi yang telah ada dan masih
dilaksanakan sebelum BNSP berdiri dan beroperasi. Sertifikai
Kompetensi tersebut misalnya untuk bidang keahlian maritim,
penerbangan, kedokteran dan keahlian khusus lainnya. Sertitikasi
kompetensi mengacu pada system dan prosedur serta standar
kompensi yang berlaku pada bidang keahlian tersebut. Salah satu
bidang keahlian yang juga di buka di SMK/MAK adalah Bidang
Keahlian Maritim. Untuk Bidang Keahlian Maritim diatur secara
internasional melalui organisasi International Maritime

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Organization (IMO). Melalui Standar Training and Certification and
Watchkeeping (STCW) for Seawearer Amandemen 2010, ketentuan
tentang sertifikasi kompetensi untuk pelaut/pelayaran di Indonesia
dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
(Kemenhub RI).

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menetapkan sertifikasi


kompetensi untuk pelaut (termasuk untuk yang setara dengan
SMK/MAK) antara lain:

1. Basic Safety Training Certificate (Sertifikat BST)

2. ANKAPIN

3. ATKAPIN

4. Buku Pelaut

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1. Sertifikasi BST

SMK/MAK yang akan melakukan sertifikasi kompetensi BST,


dapat melakukan dengan 2(dua) pilihan yaitu:

1.1. Mengikutkan peserta didiknya untuk mengikuti sertifikasi pada


lembaga diklat yang telah terakreditasi oleh Ditjen Hubla
Kemenhub untuk melaksanakan BST. Daftar lembaga diklat yang
telah terakreditasi dapat diperoleh melalui web Ditjen Hubla
Kemenhub.

1.2. Mengajukan diri sebagai diklat yang memiliki akreditasi sebagai


pelaksana sertifikasi BST, kepada Ditjen Hubla Kemenhub.
Setelah melalui proses peninjauan dan asesmen serta verifikasi,
maka akan diperoleh hasil akreditasi dengan katergori A,B.C dan
D atau Belum terakreditasi

2. Sertifikasi ANKAPIN dan ATKAPIN

SMK/MAK yang akan melakukan sertifikasi kompetensi


ANKAPIN dan ATKAPIN dapat mengajukan akreditasi kepada
Ditjen Hubla Kemenhub dengan tahapan:

2.1. Mempelajari dan mengidentifikasi persyaratan akreditasi yang


ditetapkan oleh Ditjen Hubla Kemenhub.

2.2. Menyiapkan dan memfinalisasi seluruh persyaratan yang


dibutuhkan untuk akreditasi ANKAPIN dan ATKAPIN

2.3. Mengajukan akreditasi ANKAPIN dan ATKAPIN dengan


melampirkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

2.4. Menerima visitasi dari tim akreditasi dari untuk mengases


kesesuaian antara persyaratan yang ditetapkan dengan dokumen
dan persyaratan lain yang disiapkan.

2.5. Menerima temuan hasil asesmen kesesuaian dati tim akreditasi.

2.6. Melengkapi temuan tidak kesesuaian dari tim akreditasi.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


2.7. Menereima hasil akreditasi dengan kategori A,B,C dan D atau
blum terakreditasi.

2.8. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan


kurikulum ANKAPIN dan ATKAPIN.

2.9. Melaksanakan sertifikasi ANKAPIN dan ATKAPIN untuk peserta


didik.

3. Buku Pelaut

Buku Pelaut adalah dokumen yang harus dimiliki oleh seseorang,


untuk menjadi dan bekerja di bidang pelayaran. Buku pelatih
diterbitkan oleh Pemerintah dalam hal ini oleh Ditjen Hubla
Kemenhub. Bagi peserta didik yang telah menyelesaikan
Pendidikan dapat mengajukan permohonan Buku Pelaut dengan
persyaratan memiliki Sertifikat BST, Sertifikat ATKAPIN atau
Sertifikat ANKAPIN dan persyaratan terkait lainnya.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


BAB IV
PENUTUP

Dengan adanya pedoman sertifikasi kompetensi di SMK/MAK ini


diharapkan SMK/MAK dapat:

1. Memahami esensi sertifikasi kompetensi dari aspek legalisasi atau


peraturan perundang-undangan

2. Memahami keterkaitan antara standar lulusan SMK/MAK, dengan


kompetensi inti dan kompetensi dasar serta skema sertifikasi SMK
yang menjadi acuan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi

3. Memahami pola-pola sertifikasi yang dapat dilaksanakan oleh


SMK/MAK

4. Memahami persyaratan yang harus dipersiapkan untuk


melaksanakan pola-pola sertifikasi kompetensi yang dapat
dilaksanakan oleh SMK/MAK

5. Dapat memilih pola sertifikasi komptensi yang dapat dilaksanakan


oleh SMK/MAK sesuai dengan kekuatan sumber daya yang
dimilikinya

6. SMK/MAK dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi sesuai


dengan pola sertifikasi kompetensi yang dipilih dan sesuai dengan
kekuatan sumber daya yang dimiliknya

7. SMK/MAK dapat merencanakan dan melaksanakan sertifikasi


kompetensi dengan tidak tergantung pada waktu tahun terakhir
durasi waktu 3 (tiga) atau 4 empat) tahun pembelajaran atau
menjelang pelaksanaan Ujian Nasional

Lampiran 1 : Contoh Surat Keputusan PTUKK

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Logo SMK/MAK

KEPUTUSAN
KEPALA .................................................
Nomor : ...............................

TENTANG
PANITIA TEKNIS UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (PTUKk)

KEPALA SMK/MAK...................

Menimbang : a. bahwa Ditjen Dikdasmen Kemendikbud telah


menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Uji Kompetensi
Keahlian (UKK) yang telah menjadi pedoman bagi
SMK/MAK dalam melaksanaakan uji kompetensi
keahlian pada setiap akhir tahun durasi pembelajaran
3 (tiga ) atau 4 (empat) tahun di SMK/MAK;
b. bahwa pada lingkup SMK/MAK telah ditetapkan
Permen No. ............ tentang Kurikulum SMK/MAK
Tahun 2013 sebagai acuan sekolah dalam
melaksanakan pembelajarannya;
c. bahwa sehubungan dengan diterbitkannya peraturan
BNSP No. 1/BNSP/III/2014 tentang Pedoman
Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga
Sertifikasi Profesi, BNSP No. 2/BNSP/III/2014 tentang
Pedoman Ketentuan Umum Lisensi Lembaga Sertifikasi
Profesi dipandang perlu menerbitkan pedoman
pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang lebih fleksibel
dari pada UKK yang telah ada;
d. bahwa untuk itu telah diterbitkan Pedoman
Pelaksanaan Sertifikasi di SMK/MAK dengan
No................ tahun 2017 tertanggal ......... 2017;
e. bahwa untuk pelaksanaan Pedoman tersebut Perlu
ditetapkan Panitia Teknis Uji Kompetensi Sekolah
Menengah Kejuruan...... ;

Mengingat : 1. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


......... tentang SK pengangkatan Kepala SMK .......
2. Peraturan BNSP Nomor 1/BNSP/III/2014 Tentang
Pedoman Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum
Lembaga Sertifikasi Profesi.
3. Peraturan BNSP Nomor 2/BNSP/III/2014 Tentang
Pedoman Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Kesatu : 1) Menetapkan Panitia Teknis Uji Kompetensi Keahlian


(PTUKK) SMK/MAK .........;
2) Pengurus PTUKK SMK/MAK ..... terdiri dari Pengarah,
Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Tim Penguji;
3) Struktur Organisasi dan nama-nama personil Pengurus
sebagaimana tercantum dalam lampiran 1 dan
Lampiran 2 Surat Keputusan ini.

Kedua : Tugas dan Kewajiban Pengurus adalah:

(1) Pengarah bertanggungjawab atas perencanaan dan


pengorganisasian uji kompetensi;

(2) Ketua bertanggung jawab atas pelaksanaan uji


kompetensi;

(3) Sekretaris bertanggung jawab atas:


Pengadministrasian dokumen persiapan,
pelaksanaan, dan pelaporan;

(3) Bendahara bertanggung jawab atas;


Penyusunan RAB uji kompetensi keahlian

(4) Tim penguji bertanggung jawab atas;


Penyusunan perangkat uji dan perlengkapan uji
kompetensi keahlian

Ketiga: (1) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya PTUKK


mengacu kepada Pedoman BSNP tentang Pelaksanaan
Uji Kompetensi Keahlian No. ....;

(2) Ketua PTUKK menyampaikan laporan pelaksanaan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


tugas kepada Dewan Pengarah/Kepala Sekolah pada
akhir kegiatan;

Keempat: Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Surat


Keputusan ini dibebankan kepada SMK/MAK

Kelima: Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai


dengan ... .

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Ditetapkan di : Kota/Kabupaten
Pada tanggal : ........... 2017
Sekolah Menengah Kejuruan ......
Kepala

...............................................

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Contoh Lampiran 1 Surat Keputusan Pembentukan PTUKK
Nomor : .......................
Tanggal : .......................

STRUKTUR ORGANISASI
PANITIA TEKNIS UJI KOMPETENSI (PTUKK)

PENGARAH/KEPALA SEKOLAH

KETUA PELAKSANA

Tim Penguji Bendahara Sekretaris

Ditetapkan di : Kota/Kabupaten
Pada tanggal : ........... 2017
Sekolah Menengah Kejuruan ......
Kepala

...............................................

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Contoh Lampiran 2 Surat Keputusan Pembentukan PTUKK

Nomor : .......................
Tanggal : .......................

PANITIA TEKNIK UJI KOMPETENSI KEAHLIAN


SMK ..................... PERIODE ..................

No. Nama Jabatan

1. Pengarah

2. Ketua

3. Sekretaris

4. Bendahara

5. Penguji

Ditetapkan di : Kota/Kabupaten
Pada tanggal : ........... 2017
Sekolah Menengah Kejuruan ......
Kepala

...............................................
Lampiran 2 : Contoh Program Kerja PTUKK

PROGRAM KERJA PTUKK SMK

TAHUN ..

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Para
Batas
N Hasil yang pihak
Penanggu waktu Biay
o Kegiatan diharapka yang Ket
ngjawab penyel a
. n dilibatka
esaian
n
1 Penyusunan Adanya Ketua Seluruh Bulan
. proposal proposal PTUKK anggota kedua
penyelengga PTUKK
raan uji
kompetensi
keahlian
2 Penyusunan Diperolehn Tim Seluruh Bulan
. perangkat ya Penguji anggota ketiga
uji dan perangkat PTUKK
perlengkapa uji, dan
n uji kesiapan
kompetensi perlengkap
keahlian an uji
kompetens
i keahlian
3 Penyiapan Tersediany Sekretari Seluruh Bulan
. administrasi a s anggota ketiga
perangkat PTUKK
administra
si
4 Menyusun Adanya Bendahar Seluruh Bulan
. RAB uji RAB a anggota kedua
kompetensi untuk uji PTUKK
keahlian kompetens
i keahlian
5 Dan
. seterusnya
Mengetahui/menyetujui
Ketua PTUKK SMK/MAK ..
Pengarah

(..)
( )

Lampiran 3 a. Diagram alir Perumusan Skema Sertifikasi Mandiri


(Memecah Paket Kompetensi)

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Contoh dari Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa.

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH
KEJURUAN

Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa


Program Keahlian : Teknik Mesin (3 tahun)
Kelompok Kompetensi (Mapel)
: Dasar Teknik Mesin

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi,


yaitu (1) aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3)
pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi
tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sedangkan
rumusan kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab,
responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian
nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu
keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan
dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan
dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, 4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
konseptual, operasional dasar, dan serta menyelesaikan masalah
metakognitif sesuai dengan bidang sederhana sesuai dengan bidang dan
dan lingkup Dasar Teknik Mesin lingkup Dasar Teknik Mesin.
pada tingkat teknis, spesifik, detil, Menampilkan kinerja di bawah
dan kompleks, berkenaan dengan bimbingan dengan mutu dan kuantitas
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, yang terukur sesuai dengan standar
budaya, dan humaniora dalam kompetensi kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan menalar,
sebagai bagian dari keluarga, mengolah, dan menyaji secara efektif,

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
sekolah, Dunia Kerja, warga kreatif, produktif, kritis, mandiri,
masyarakat nasional, regional, dan kolaboratif, komunikatif, dan solutif
internasional. dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempresepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


ALOKAS
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR SERTIFIKASI
I
(Pengetahuan) (Keterampilan) KOMPETENSI
WAKTU
Tingkat/Kelas 1
3.1 Memahami 4.1 Melaksanakan 8 LOG.OO01.002.
keselamatan, keselamatan, 01
kesehatan kerja dan kesehatan kerja dan
lingkungan (K3L) lingkungan (K3L)
3.2 Memahami konsep 4.2 Melakukan 4 LOG.OO12.001.
penggunaan alat pengukuran dengan 01
ukur pembanding alat ukur pembanding
dan atau alat ukur dan atau alat ukur
dasar dasar
3.3 Menentukan alat 4.3 Menggunakan alat 4 LOG.OO12.003.
ukur Mekanik Presisi ukur Mekanik Presisi 01
3.4 Menentukan 4.4 Menggunakan 164 LOG.OO18.001.
perkakas tangan perkakas tangan 01
3.5 Menerapkan 4.5 Mengoperasikan 8 LOG.OO18.002.
penggunaan perkakas 01
perkakas bertenaga/operasi
bertenaga/operasi digenggam
digenggam
3.6 Menerapkan 4.6 Mengoperasikan mesin 8 LOG.OOO7.005.
prosedur umum 00
pengoperasian mesin
umum
3.7 Menerapkan 4.7 Mengoperasikan mesin 38 LOG.OOO7.010.
prosedur gerinda alat potong 00
pengoperasian mesin
gerinda alat potong
3.8 Menerapkan 4.8 Melakukan rutinitas 38 LOG.OO05.012.
prosedur proses proses pengelasan 01
pengelasan
3.9 Menjelaskan teknik 4.9 Melakukan teknik 8 LOG.OO05.010.
pengerjaan pengerjaan 01
pembentukan dan pembentukan dan
fabrikasi logam fabrikasi logam
3.10 Menjelaskan teknik 4.10 Melakukan teknik 8 LOG.OO04.002.
pengecoran logam pengecoran logam 01

Catatan:
- Kolom sertifikasi diisi dengan nama Sertifikasi Kompetensi berdasarkan satu
pasang KD atau beberapa pasang KD dari 1 (satu) mata pelajaran atau lintas
mata pelajaran;
- Sertifikasi Kompetensi ditetapkan berdasarkan skema kompetensi yang berlaku
di Asosiasi/LSP/Industri pasangan.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Narasi uraian jenjang KKNI

JENJANG
URAIAN
KUALIFIKASI

Deskripsi a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


umurn
b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik
di dalam menyelesaikan tugasnya.

c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan


Cinta tanah air serta mendukung perdamaian
dunia.

d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan


sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap
masyarakat dan lingkungannya.

e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,


kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan
original orang lain.

f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta


memiliki semangat untuk mendahulukan
kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

Mampu melaksanakan satu tugas spesifik, dengan


menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur
kerja yang Iazim dilakukan, serta menunjukkan
kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah
pengawasan langsung atasannya.

Memiliki pengetahuan operasional dasar dan


2
pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik,
sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang Iazim timbul.

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan


dapat diberi tanggung jawab membimbing orang
lain.

Melakukan analisis Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan


dari KD 3.1 sampai dengan KD 3.10 dan KD 4.1 sampi dengan KD
4.10, dari KD 3.1 sampai 3.10 dapat terbagi atas 3 (tiga) kelompok.
Kelompok pertama berwarna hijau muda diberi judul Skema Sertifikasi
Kluster Menggunakan Peralatan Ukur, Kelompok kedua berwarna

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


oranye diberi judull skema sertifikasi peralatan tangan dan mesin
genggam dan kelompok ketiga berwarna abu-abu muda diberi judul
Skema fabrikasi logam dan pengelasan dasar. Berdasar pada
pengelompokan KD-KD tersebut kemudian dipaketkan (dikemas) dalam
paket KD untuk skema sertifikasi kluster sebagai berikut:

Klaster Menggunakan Peralatan Ukur

NO KODE KD JUDUL KD
Melaksanakan keselamatan, kesehatan kerja
01 3.1, 4.1
dan lingkungan (K3L)
Melakukan pengukuran dengan alat ukur
02 3.2, 4.2
pembanding dan atau alat ukur dasar
03 3.3, 4.3 Menggunakan alat ukur Mekanik Presisi

Selanjutnya Paket KD-KD untuk Skema Kluster Menggunakan


Peralatan Ukur, akan menjadi paket KD-KD untuk Skema Kluster
Menggunakan Peralatan Ukur sebagaimana di contohkan pada
Lampiran 3 B berikut ini

Lampiran 3 b Template Skema Sertifikasi (Kluster)

2017

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Ditetapkan tanggal: Disyahkan tanggal:
Oleh: Oleh:
SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI
KLASTER MENGGUNAKAN PERALATAN UKUR

Skema sertifikasi Kluster Menggunakan Peralatan Ukur merupakan skema yang disusun atas
dasar permintaan Dit PSMK untuk memastikan dan memelihara kompetensi bagi siswa SMK
Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa, ProgramK eahlian Teknik Mesin (3 tahun) dalam
melakukan pekerjaan klaster serta sebagai acuan dalam melakukan uji kompetensi di Kelompok
Kompetensi (Mapel) Dasar Teknik Mesin)

Kelompok Program Keahlian Ketua PTUK SMK


PTUK-SMK

NomorDokumen: SS-R4-ETK-2603-2015 REV


NomorSalinan : 0
Status Distribusi:
Terkendali
Takterkendali

1. LATAR BELAKANG

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1.1. Memenuhi tuntutan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 61 bahwa peserta didik diberikan
sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas jenjang pendidikan dan
pengakuan kompetensi.

1.2. PTUK SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi ad hoc melaksanakan sertifikasi kompetensi lulsan SMK
agar memenuhi tuntutan persyaratan kompetensi tenaga kerja menghadapi MEA dan persaingan global.

1.3. Tuntutan persyaratan kompetensi setiap teknisi dalam melakukan perawatan dan perbaikan/servis pada
setiap bengkel kendaraan ringan.

1.4. Sesuai regulasi akreditasi bengkel sebagaimana persyaratan Kemenperin, setiap teknisi kendaraan
ringan harus mempunyai sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan.

1.5. Pengakuan kompetensi lulusan SMK dengan kualifikasi II dapat ditempuh dengan cara akumulasi
pencapaian kompetensi berdasarkan paket kompetensi (klaster) secara bertahap.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Pemeliharaan dan Perbaikan/Servis pada bagian ............................... secara berkala pada kendaraan
ringan.

2.2. Penggunaan skema sertifikasi ini berlaku untuk cakupan industri otomotif dan bengkel pemeliharaan
kendaraan ringan.

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Memastikan dan memelihara kompetensi para siswa SMK Otomotif Kelas ......... sesuai dengan tuntutan
industri, tuntutan profesi dan tuntutan pasar/konsumen.

3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh PTUK dan asesor.

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-undang No .13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

4.2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

4.3. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 Tentang BNSP.

4.4. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 Tentang Sislatkernas.

4.5. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI

4.6. Peraturan Menakertrans No. 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional

4.7. ISO/IEC 17024: Conformity assessment General requirements for bodies operating certification for
persons (Penilaian kesesuaian Persyartan umum badan/lembaga sertifikasi personil)

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


4.8. Keputusan Menakertrans No. Kep.116/Men/VII/2004 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Sektor Otomotif Sub Sektor Kendaraan Ringan.
4.9. Pedoman BNSP 201 : 2014

4.10. Tuntutan persyaratan kompetensi dari persyaratan pasar (Owner Requirement).

5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI


5.1. Jenis Kemasan : KKNI / OKUPASI NASIONAL / KLASTER
5.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

6. Klaster Menggunakan Peralatan Ukur

NO KODE KD JUDUL KD
Melaksanakan keselamatan, kesehatan kerja dan
01 3.1, 4.1
lingkungan (K3L)
Melakukan pengukuran dengan alat ukur
02 3.2, 4.2
pembanding dan atau alat ukur dasar
03 3.3, 4.3 Menggunakan alat ukur Mekanik Presisi

7. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


7.1. Minimal siswa SMK Otomotif Kelas .......paket keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang telah memperoleh
materi pembelajaran sesuai unit-unit kompetensi yang tercantum dalam klaster ............................
7.2. Memiliki bukti laporan pelaksanaan praktik atau bukti lain yang diketahui oleh guru praktik

8. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


8.1. Hak Pemohon

7.1.1.Peserta yang kompeten dalam asesmen kompetensi diberikan sertifikat dan Log Book sesuai
pencapaian unit yang direkomendasikan oleh asesor dan dievaluasi oleh manajemen PTUK.

7.1.2.Mempunyai hak banding jika dalam proses uji ada yang merasa dirugikan.

7.1.3. Pemohon berhak mengetahui besarnya biaya proses uji secara rinci.

8.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.2.1.Mematuhi persyaratan skema sertifikasi terkini.

7.2.2.Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki.

7.2.3. Sertifikasi yang diterima hanya untuk ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan.

9. BIAYA SERTIFIKASI

8.1. Biaya sertifikasi dapat bersumber dari perusahaan, pemerintah, partisipasi masyarakat atau sumber dana
lainnya.

8.2. Biaya uji terdiri dari biaya sertifikasi awal, surveilan, administrasi dan sertifikasi ulang, biaya akomodasi
dan transport asesor, yang diperhitungkan sesuai kondisi dan rencana pelaksanaan asesmen

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


10. PROSES SERTIFIKASI
10.1. Persyaratan Pendaftaran

9.1.1.Pemohon mengajukan permohonan mengikuti asesmen dengan mengisi form APL-01 (Aplikasi
Permohonan Sertifikasi).
9.1.2. Pemohon diberikan penjelasan tentang skema dan ruang lingkup sertifikasi.
9.1.3. Pemohon menyetujui persyaratan sertifikasi dan memberikan informasi yang diperlukan untuk
penilaian.
9.1.4. Pemohon melampirkan fotokopi transkrip semester 1 sampai semester 4, bukti pelaksanaan praktik
dan pas photo 3x4 berwarna sebanyak 4 lembar.
9.1.5. Pemohon diberikan penjelasan tentang kebutuhan khusus dalam sertifikasi.
9.1.6. PTUK SMK akan menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon sertifikasi
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

10.2. Proses Asesmen

9.2.1. PTUK SMK akan menerapkan metoda dan prosedur asesmen yang disesuaikan terhadap
persyaratan dasar pemohon sertifikasi.
9.2.2. Peserta diberikan Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) sesuai pada skema sertifikasi yang akan
diujikan.
9.2.3. Peserta melakukan uji mandiri dengan cara mengisi penilaian mandiri (APL-02) yang telah dibuat
PTUK SMK.
9.2.4. Peserta bertemu dengan Asesor Kompetensi (Konsultasi Pra Uji) mendiskusikan tentang
pelaksanaan uji yang akan dilakukan termasuk metode yang akan digunakan.
9.2.5. Asesor melakukan verifikasi bukti-bukti secara obyektif dan sistematis sesuai persyaratan skema
sertifikasi
9.2.6. Asesor akan melakukan asesmen lanjut apabila bukti-bukti tidak valid, asli, terkini dan memadai.

10.3. Proses Uji Kompetensi


10.3.1.Peserta Uji melaksankan uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi sesuai dengan perencanaan.
10.3.2.Asesor mengumpulkan bukti-bukti baik secara langsung, tidak langsung maupun tambahan untuk
menilai kompetensi peserta.
10.3.3.PTUK SMK akan menetapkan, mendokumentasikan dan memantau kriteria untuk kondisi uji
kompetensi peserta sertifikasi.
10.3.4.Peralatan teknis yang digunakan dalam proses uji kompetensi harus diverifikasi atau dikalibrasi
secara tepat.

9.3.5. Asesor memberikan rekomendasi keputusan sesuai bukti-bukti yang telah dikumpulkan peserta
9.3.6. Asesor segera melaporkan rekomendasi kepada PTUK SMK

10.4. Keputusan Sertifikasi

9.4.1.PTUK SMK akan melakukan sidang pleno keputusan sertifikasi setelah dilakukan verifikasi berkas
sertifikasi dan menetapkan status kompetensi serta menerbitkan Log Book kompetensi sesuai
pencapaian unit dan Sertifikat kompetensi bagi yang seluruhnya kompeten.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


9.4.2.Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk peserta sertifikasi oleh PTUK SMK harus berdasarkan
informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi
tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan peserta sertifikasi.
9.4.3.PTUK SMK memberikan sertifikat kepada semua peserta yang telah dinyatakan kompeten dan atas
rekomendasi asesor kompetensi.
9.4.4. Peserta tidak diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ...................................... jika semua unit yang
diujikan masih terdapat unit kompetensi yang dinyatakan belum kompeten dan hanya diberikan Log
Book sesuai Unit Kompetensi yang dicapai dan selanjutnya diberikan kesempatan 1 (satu) kali untuk
mengulang unit kompetensi yang belum kompeten
9.4.5. Peserta akan diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ............................. dan Log Book jika semua
unit yang diujikan dinyatakan kompeten.
9.4.6. Sertifikat Kompetensi kerja berlaku dalam jangka waktu 3 Tahun setelah tanggal penerbitanya, dan
setelah itu harus diperpanjang kembali.

10.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat

9.5.1. Selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkait
dengan sertifikasi yang dibekukan.
9.5.2. Setelah pencabutan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya
sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

10.6. Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )

9.6.1.Survailen minimal dilakukan sekali dalam jangka waktu masa berlaku sertifikat kompetensi.
9.6.2.Bentuk surveilen bukti rekaman hasil pekerjaan / laporan di tempat kerja, baik secara langsung, fax
ataupun email dan lainnya.
9.6.3.Witness (bila diperlukan).

10.7. Proses Sertifikasi Ulang

9.7.1.PTUK SMK menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sama dengan persyaratan awal untuk
menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir dengan
melaksanakan asesmen.
9.7.2.Jika peserta tidak bekerja lagi pada bidang sesuai kompetensinya lebih dari 2 tahun, maka peserta
harus mengikuti pelaksanaan uji ulang kegiatan asesmen (praktik / unjuk performance).
9.7.3.Jika peserta tetap bekerja atau maksmal 1 tahun tidak bekerja sesuai bidang kompetensinya, maka
cukup berupa portfolio rekaman pekerjaan yang memuaskan dan rekaman pengalaman kerja.

10.8. Penggunaan Sertifikat

9.8.1.Memenuhi ketentuan skema sertifikasi.


9.8.2. Sertifikat hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan.
9.8.3.Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan PTUK SMK dan tidak memberikan
persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut PTUK SMK dianggap dapat
menyesatkan atau tidak sah.
9.8.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat
acuan PTUK SMK setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat
kepada PTUK SMK yang menerbitkannya.
9.8.5. Penyalahgunaan sertifikat kompetensi akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


10.9. Banding

9.9.1.PTUK SMK akan menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan
terhadap banding.
9.9.2. PTUK SMK akan menetapkan prosedur yang menjamin bahwa semua banding ditangani secara
konstruktif, tidak berpihak dan tepat waktu.
9.9.3. Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.
9.9.4. PTUK SMK akan memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses
penanganan banding.

Lampiran 4. Contoh blangko sertifikat kompetensi (Halaman


Depan)

Logo SMK/MAK

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


SERTIFIKAT KOMPETENSI
No. XXX.XXX SKK/SMK./2017

DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA

ACHMAD GOZALI
TELAH KOMPETEN DALAM

Judul Skema Kluster

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Sertifikat Ini Berlaku sampai dengan
Tanggal setelah 3 (tiga) tahun penetapan.

Kepala
Sekolah Menengah Kejuruan
.

Cap sekolah

(nama kepala SMK)

(halaman Belakang)

DAFTAR UNIT KOMPETENSI


Kluster

No. Kode KD Judul KD

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


.., ..2017

Cap sekolah

(Asesor Kompetensi)

Tanda tangan
ybs

pas photo ybs

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 5. Contoh Surat Perintah Kerja (SPT) untuk asesor
kompetensi
PANITIA TEKNIS UJI KOMPETENSI KEAHLIAN
SMK/MAK
JL. . No. Kota/Kabupaten ..

SURAT PERINTAH TUGAS


No. /PTUK ../II/ 2017

Berdasar pada Program Kerja Sertifikasi Kompetensi PTUKK SMK/MAK


.. tahun 2017 bersama ini PTUK SMK/MAK menugaskan Asesor
Kompetensi sebagai berikut:

No. NAMA ASESOR KOMPETENSI NO. REGISTRASI JABATAN

Untuk melakukan Asesmen/Uji Kopetensi di bengkel/lab .


SMK/MAK.. pada tanggal s.d Maret 2017.

Asesor Kompetensiwajib melaporkan hasil asesmen/uji kompetensi


kepada Ketua PTUK SMK/MAK .. paling lambat 7 (tujuh) hari setelah
pelaksanaan asesmen/uji kompetensi.

Demikian surat penugasan ini diberikan untuk dilaksanakan


sebagaimana mestinya dan penuh tanggung jawab.

., Maret 2017

Ketua PTUK SMK/MAK..

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


( nama
)

Lampiran 6. Pengembangan Perangkat Asesmen.

Dalam pengembangan perangkat asesmen untuk uji atau asesmen


kompetensi harus mengacu kepada skema sertifikasi. Berdasar pada
pengertian asesmen kompetensi sebagai proses pengumpulan bukti-
bukti kompetensi untuk membuat penilaian, maka bukti-bukti tersebut
harus valid, realible, terkini dan memadai. Sehingga dalam pelaksanaan
asesmen kompetensi akan memenuhi prinsip-prinsip asesmen yaitu
valid, realible, flexible dan fair. Dengan demikian untuk mengeksplor
bukti-bukti kompetensi yang dimiliki oleh peserta sertifikasi
kompetensi perangkat asesmen minimal harus menggunakan (dua)
metode asesmen semisal metode observasi demonstrasi (praktik) dan
daftar pertanyaan tertulis. Secara umum melalui observasi demonstrasi
diharapkan akan diperoleh bukti terkait dengan ranah keterampilan
dan sikap kerja sedangkan dengan metode daftar pertanyaan tertulis
akan diperoleh aspek ranah pengetahuannya. Berdasar pada bukti-
bukti yang terhimpun, asesor kompetensi dapat membuat penilaian
apakah peserta direkomendasikan kompeten atau belum kompeten.
Dengan demikian untuk pengembangan perangkat asesmen kita
menentukan:

Metode Asesmen : 1. Observasi Demonstrasi (Praktik)


2. Pertanyaan Tertulis (pilihan ganda)

Acuan Perangkat Asesmen : KD Keterampilan yang ada pada paket KD


untuk perangkat metode skema sertifikasi kluster
observasi demonstrasi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Acuan Perangkat Asesmen : KD Pengetahuan yang ada pada paket KD
untuk perangkat metode skema sertifikasi kluster
Pertanyaan tertulis

Perangkat observasi : Lembar Perintah kerja


demonstrasi (praktik)
: Lembar Checklist

Perangkat Pertanyaan : Lembar soal Pilihan ganda


Tertulis
Lembar jawaban peserta

Lembar kunci jawaban

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Template soal observasi demonstrasi (praktik)
Perintah Kerja

Nomor Skema :

Judul Skema : Memilih Dan Memeriksa Fungsi Peralatan Tangan


dan Ukur

Asesor Kompetensi :

Nama Peserta :

Kelas :

Penjelasan umum:
1. Baca dengan seksama perintah kerja secara menyeluruh;
2. Tanyalah kepada asesor kompetensi untuk hal yang belum kelas;
3. Siapkan baju kerja dan APD sesuai dengan SOP yang terkait;
4. Siapkan peralatan dan bahan sesuai dengan kabutuhan;
5. Lakukan tindakan K3L untuk mengantisipasi kemungkinan kecelakaan
kerja.

Perintah kerja:
(Pilih dari KD-KD yang paling dominan pada skema sertifikasi kluster
dan pakailah sebagai kalimat perintah kerja pada perangkat ini.
Sebagai contoh pada skema sertifikasi kluster KD 1, KD 2 dan KD 3,
yang paling dominan adalah KD 3 Memilih Dan Memeriksa Fungsi
Peralatan Ukur)

Perintah kerja:

Pilih dan periksalah fungsi perlatan tangan dan alar ukur yang akan
digunakan untuk merawat dan melaksanakan pekerjaan pada Dasar
Teknik Mesin

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Template soal Checklist observasi demonstrasi (praktik)
Lembar Checklist

Nomor Skema :

Judul Skema : Memilih Dan Memeriksa Fungsi Peralatan Tangan


dan Ukur

Asesor Kompetensi :

Nama Peserta :

Kelas :

Pencapaia
Penilaian
n
No. Langkah kerja Aspek yang observasi
Ya Tdk K BK

1. Menyiapkan diri Ksesuaian dan


untuk melakukan ketepatan dalam
pekerjaan menyiapkan diri
bekerja sesuai
dengan persyaratan
K3 dan SOP

2. Identifikasi peralatan Kesesuaian dan


ukur yang dibutuhkan ketepatan dalam
mengidentifikasi
peralatan ukur

3. Memilih peralatan alat Kesesuaian dan


ukur yang dibutuhkan ketepatan dalam
memilih peralatan
ukur

4. Memeriksa fungsi Kesesuaian dan


peralatan alat ukur ketepatan dalam
yang dibutuhkan memeriksa fungsi
peralatan dan alat
ukur

5. Memperbaiki kembali Kesesuaian dan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


fungsi peralatan ukur ketepatan dalam
yang dibutuhkan mmemperbaiki
kembali fungsi
peralatan dan alat
ukur

6. Memastikan kesiapan Kesesuaian dan


peralatan ukur Yang ketepatan dalam
dibutuhkan untuk memastikan
digunakan kesiapan peralatan
tangan dan alat ukur
uang dibutuhkan
untuk digunakan

Catatan: Berilah tanda pada point yang dinilai


Template contoh soal tes tertulis pilihan ganda dengan 4(empat) opsi
Seluruh KD-KD Pengetahuan yang terdapat pada skema sertifiksi
kluster diacu untuk membuat soal pilihan ganda. Aspek pengetahuan
yang digali dengan pertanyaan tertulis mampu mengungkap aspek
dimensi kompetensi yaitu task skill, task management skills,
contingency task manajement skills dan job role environtment skills

Nomor Skema :

Judul Skema : Memilih Dan Memeriksa Fungsi Peralatan Tangan


dan Ukur untuk memelihara dan memperbaiki
sitem rem

Asesor Kompetensi :

Nama Peserta :

Kelas :

Petunjuk pengerjaan.
1. Baca seluruh soal dengan cermat;
2. Pilih opsi jawaban a, b, c atau d yang dianggap paling benar dengan
memberikan tanda silang X ;
3. Apabila ada keinginan untuk mengkoreksi jawaban, beri tanda = pada
jawaban yang salah dan berilah tanda X pada pilihan pda opsi yang
dianggap benar,

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


4. Teliti kembali lembar jawaban sebelum di serahkan di serahkan kepada
Asesor kompetensi.

Soal pilihan ganda:


1. Dimensi apa yang banyak digunakan dalam pekerjaan yang terkait
dengan teknik dasar mesin?
a) Dimensi panjang;
b) Dimensi waktu;
c) Dimensi panjang dan waktu;
d) Perpaduan dimensi panjang dan waktu.
2. Apa yang dimaksudkan dengan tingkat ketelitiian suatu alat ukur?
a) Penyimpangan maksumum hasil pengukuran;
b) Penyimpangan maksimum hasil pengukuran yang dapat dicapai alat
ukur tersebut.
c) Penyimpangan minimum hasil pengukuran
d) Penyimpangan minimum hasil pengukuran
3. Alat ukur mistar penggaris pada umumnya dipakai untuk mengukur
bahan baku sebelum dikerjakan pada alat mesin
a) Karena alat mistar penggaris memiliki tingkat ketelitian yang rendah;
b) Karena alat mistar penggaris memiliki tingkat ketelitian yang
rendah dan sering terjadi kesalahan paralak;
c) Karena tingkat kepersisian rendah
d) Kapasitas terbatas.
4. Alat ukur jenis mistar geser memiliki tingkat ketelitian yang lebih baik
dengan alat mistar penggaris misal dengan tingkat ketelitian +- 0.02
mm, Arti angka +- 0.02 mm diartikan bahwa ketelitian alat ukur
tersebut adalah
a) Maksimum-minimum penyimpangan pengukuran +- 0.02 mm
b) Maksimum- pengukuran +- 0.02 mm
c) Minimum penyimpangan pengukuran +- 0.02 mm
d) Maksimum penyimpangan pengukuran +- 0.02 mm

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lembar Jawaban:
Nama :
Kelas :

No. Opsi jawaban


soal
a b c d

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10

11.

12.

13

14.

15.

16.

17.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


18.

19.

20.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lembar Kunci Jawaban:

No. Opsi jawaban


soal
a b c d

1. X

2. X

3. X

4. X

5. X

6. X

7. X

8.

9. X

10 X

11. X

12. X

13 X

14. X

15. X

16. X

17. X

18. X

19. X

20. X

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 7, Form Aplikasi pendaftaran peserta
Form Aplikasi Pendaftaran ini disiapkan oleh Wali Kelas dalam
mendaftarkan siswanya ke PUTN untuk sertifikasi kompetensi
Kelas :
Program Keahlian :
Kompetensi Keahlian :.
TUK Keahlian :

Nomor Dokumen/
Skema Kebe
No Induk Portofolio yang
Nama Peserta Didik Sertifikasi n
. Peserta diajukan oleh
Yang Dituju persy
Didik Calon Peserta
n
Doku

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 8. Form Penilaian Peserta Sertfikasi Kompetensi.
Kelas :
Program Keahlian :
Kompetensi Keahlian :.
TUK Keahlian :
Skema Sertifikasi : ( kode/Judul)

Dokumen
Asesmen Penilaian
Asesmen
Nomor Induk
No. Nama Peserta Dokumen
Peserta

Lkp T.lkp Prkt Teor

Asesor Kompetensi
Petugas PTUK

(Nama Asesor ) tgl


(Nama)

Lampiran 9 Contoh format MoU antara SMK/MAK dan DU/DI


Isi draf kerjasama ini dapat dimodifikasi

PERJANJIAN KERJASAMA
PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


ANTARA SMK/MAK .. DENGAN PT/CV

TAHUN 2017

No. /PT./CV./II/2017 (Nomor suar


DU/DI
No. ./ SMK/MAK./II/2017 (nomor surat
sekolah)

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


SURAT KESEPAKATAN BERSAMA
NO/SMKMAK../II/2017
NO. /PT. CV/II/2017

Pada hari ini . Tanggal ..tahun ,

kami yang bertandatangan di bawah ini :

1. Nama :.

Jabatan : Kepala SMK/MAK

Alamat :

..

Selaku : Kepala SMK/MAK..

Selanjutnya dalam hal ini disebut PIHAK PERTAMA

2. Nama :.

Jabatan : Manajer HRD PT./CV.

Alamat :

..

Selaku : Wakil dari PT CV..

Selanjutnya dalam hal ini disebut PIHAK KEDUA

Yang masing-masing bertanggungjawab secara prbadi dan tanggung

renteng atas semua kewajiban SMK/MAK terhadap Surat Kesepakatan

Bersama Ini

MAKA OLEH KARENA ITU, SMk/MAK dalam pelaksanaan

sertifikasi kompetensi peserta didik bersepata dan mnyetujui hal- hal

sebagai berikut:

Pasal 1

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Mengingat

(1) SMK/MAK merupakan sekolah kejuruan menengah yang

memiliki tujuan mengantarkan peserta didik untuk memasuki

lapangan kerja dalam hal ini adalah dunia usaha/dunia industri

(DU/DI);

(2) Agar para peserta didik mampu memasuki lapangan kerja di

DU/DI, sekolah harus mampu membekali peserta didik memiliki

kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh DU/DI;

(3) Agar sekolah mampu membekali peserta didik dengan kompetensi-

kompetensi yang dibutuhkan oleh DU/DI, maka perlu adanya


keterlibatan pihak DU/DI dalam pelaksanaan pembelajaran di

SMK/MAK;

(4) Keterlibatan pihak DU/DI dalam pembelajaran di SMK/MAK

dilakukan dalam bentuk pemberian kesempatan kepada peserta

didik untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL);

(5) Disamping praktik kerja lapangan (PKL) yang telah disediakan oleh

DU/DI dimungknkan adanya tambahan keterlibatan DU/DI dalam

sertifikasi kompetensi.

Pasal 2

Kesepakatan Kerjasama dalam Sertifikasi Kompetensi

(1) SMK/MAK sepakat dengan PT/ CV untuk

melaksanakan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik SMK/MAK.

(2) Aspek kerjasama antara SMK/MAK dengan PT/CV ..

dilaksanakan mulai dari perencanaan dan pengorganisasian,

perumusan skema sertifikasi, perumusaan perangkat asesmen,

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


perencanaan blangko sertifikasi kompetensi, penyiapan asesor

kompetensi, pelaksanaan asesmen kompetensi, penerbitan

sertifikat kompetensi dan penyerahan sertifikat kompetensi bagi

peserta yang direkomendasikan kompeten.

Pasal 3

Keterlibatan DU/DI

(1) Pihak DU/DI memberi masukan dan konstribusi dalam:

Merumuskan dan menetapkan Panitia Teknis Uji

Kompetensi (PTUK)

Mengikutsertakan wakil dari DU/DI sebagai anggota PTUK

dan asesor kompetensi

Merumuskan dan menetapkan skema sertifikasi;

Merumuskan dan menetapkan blangko sertifikat

Mengembangkan perangkat asesmen

Memfasilitasi pelaksanaan asesmen kompetensi.

Pasal 4

Pembiayaan

(1) Pihak SMK/MAK akan menanggung pembiayaan sebagai

akibat dari penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

(2) Pihak DU/DI dapat memberikan bantuan pembiayaan, apabila

memungkinkan

Pasal 5

Penutup

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Demikian Surat Kesepakatan Bersama dibuat dan ditandatangani pada

hari dan tanggal tersebut di atas oleh kedua belah pihak dalam

rangkap 3 (dua) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum

yang sama dan bermeterai RP. 6000,- (enam ribu rupiah) masing-

masing 1(satu) set di pegang oleh PIHAK PERTAMA DAN PIHAK KEDUA.

Untuk dan atas nama Untuk dan atas

nama

SMK/MAK PT/CV..

()

( )

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 10 Contoh format PTUK Bersama

Logo SMK/MAK Logo DU/DI

KEPUTUSAN BERSAMA
PT./CV.................................................
Nomor : ................................
KEPALA .................................................
Nomor : ...............................

TENTANG
PANITIA TEKNIS UJI KOMPETENSI (PTUK) BERSAMA
MANAJER PT.......................
BERSAMA
KEPALA SMK ...................

Menimbang : a. bahwa Ditjen Dikdasmen Kemendikbud telah


menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Uji Kompetensi
Keahlian (UKK) yang telah menjadi pedoman bagi
SMK/MAK dalam melaksanaakan uji kompetensi
keahlian pada setiap akhir tahun durasi
pembelajaran 3 (tiga ) atau 4 (empat) tahun di
SMK/MAK;
b. bahwa pada lingkup SMK/MAK telah ditetapkan
Permen No. ............ tentang Kurikulum SMK/MAK
Tahun 2013 sebagai acuan sekolah dalam
melaksanakan pembelajarannya;
c. bahwa sehubungan dengan diterbitkannya
peraturan BNSP No. 1/BNSP/III/2014 tentang
Pedoman Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum
Lembaga Sertifikasi Profesi, BNSP No.
2/BNSP/III/2014 tentang Pedoman Ketentuan
Umum Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


dipandang perlu menerbitkan pedoman
pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang lebih
fleksibel dari pada UKK yng telah ada;
d. bahwa untuk itu telah diterbitkan Pedoman
Pelaksanaan Srtifikasi di SMK/MAK dengan
No................ tahun 2017 tertanggal ......... 2017;
e. bahwa untuk pelaksanaan Pedoman tersebut Perlu
ditetapkan Panitia Tenis Uji Kompetensi Sekolah
Menengah Kejuruan...... ;

Mengingat : 1. Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi


......... tentang SK pengangkatan Kepala SMK .......
2. Peraturan BNSP Nomor 1/BNSP/III/2014 Tentang
Pedoman Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum
Lembaga Sertifikasi Profesi.
3. Peraturan BNSP Nomor 2/BNSP/III/2014 Tentang
Pedoman Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Kesatu : 1) Menetapkan Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK)


PT/CV.... SMK/MAK ......... ;
2) Pengurus PTUK PT/CV.....SMK/MAK ..... terdiri dari
Pengarah, Ketua D, Sekretaris, Manajer manajemen
Mutu, Manajer Sertifikasi, Mmanajer Standardisasi
dan Pengembangan Skema Sertifikasi;
3) Struktur Organisasi dan nama-nama personil
Pengurus sebagaimana tercantum dalam lampiran 1
dan Lampiran 2 Surat Keputusan ini.

Kedua : Tugas dan Kewajiban Pengurus adalah:

(1) Pengarah bertanggungjawab atas perncanaan dan


pengorganisasian uji kompetensi;

(2) Ketua bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas


dan fungsi LSP Intala;

(3) a) Manajer Sertifikasi bertanggung jawab atas:


b) Pelaksanaan sertifikasi;

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


c) Pemeliharaan kompetensi;
d) Penyusunanpesyaratan tempat uji (TUK);
e) Pelaksanaan verifikasi dan pengusulan penetapan
TUK;
f) Pengkoordinasian Asesor Kmpetensi Metodologi
Pelatihan.

(3) Manajer Manajemen Mutu bertanggung jawab atas;


a) Pengembangan dan penerapan sistem manajemen
mutu LSP;
b) Pemeliharaan keberlangsungan sistem manajemen
mutu;
c) Audit internal dan kaji ulang manajemen;
d) Penyiapan dukumen kutu untuk surveilen.

(4) Manajer Standardisasi dan Pengembangan Skema


Sertifikasi bertanggung jawab atas:
a) Penelaahan standar kompetensi;
b) Penyusunan skema sertifikasi;
c) Penyiapan perangjat asesmen dan materi uji;
d) Penyiapan penetapan skema sertifikasi.

(5) Sekretaris bertanggung jawab atas:


a) Penelaahan administrasi LSP Intala;
b) Pengelolaan administrasi keuangan LSP Intala;
c) Penyiapan dokumen kerjasama;
d) Penyiapan administrasi sertifikasi;
e) Penyiapan laporan kegiatan LSP Intala;
f) Pemeliharaan informasi LSP Intala;
g) Pengelolaan Asesor Kompetensi;

Ketiga: (1) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya PTUK


mengacu kepada Pedoman BNSP dan Panduan Mutu
LSP P1 SMK/MAK.....;

(2) Ketua PTUK menyampaikan laporan pelaksanaan


tugas kepada Dewan Pengarah setiap akhir semester.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Keempat: Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Surat
Keputusan ini dibebankan kepada SMK/MAK

Kelima: Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Kota/Kabupaten Ditetapkan di : Kota/Kabupaten


Pada tanggal : ........... Pada tanggal : ........... 2017
2017PT/CV.......................... ...... Sekolah Menengah Kejuruan ......
Manajer .............. Kepala

............................................... ...............................................

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


: Contoh Lampiran 1 Surat Keputusan Pembentukan PTUK

Nomor : .......................
Tanggal : .......................

STRUKTUR ORGANISASI
PANITIA TEKNIS UJI KOMPETENSI (PTUK) BERSAMA

PENGARAH

KETUA

Sekretaris

Staf

Manajer Manajemen Manajer Manajer Sertifikasi


Mutu Standardisasi dan
Pengembangan
Skema Sertifikasi

Ditetapkan di : Kota/Kabupaten Ditetapkan di : Kota/Kabupaten


Pada tanggal : ........... Pada tanggal : ........... 2017
2017PT/CV.......................... ...... Sekolah Menengah Kejuruan ......
Manajer .............. Kepala

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


............................................... ...............................................

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


: Contoh Lampiran 2 Surat Keputusan Pembentukan PTUK

Nomor : .......................
Tanggal : .......................

PANITIA TEKNIK UJI KOMPETENSI BERSAMA


SMK ..................... PERIODE ..................

No. Nama Jabatan

1. Pengarah

2. Ketua

3. Sekretaris

4. Manajer Manajemen Mutu

5. Manajer Sertifikasi

6 Manajer Standardisasi dan


Pengembangan Skema Sertifikasi

Ditetapkan di : Kota/Kabupaten Ditetapkan di : Kota/Kabupaten


Pada tanggal : ........... Pada tanggal : ........... 2017
2017PT/CV.......................... ...... Sekolah Menengah Kejuruan ......
Manajer .............. Kepala

............................................... ...............................................

Lampiran 11 : Comtoh Program Kerja PTUK Bersama

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


PROGRAM KERJA PTUK PT/CVSMK

TAHUN ..

Para
Hasil Batas
N pilak
yang Penanggu waktu Biay
o Kegiatan yang Ket
diharapk ngjawab Penyel a
. dilibatka
an esaian
n

1 Perumusan Diperole Ketua Seluruh Bulan


. Visi dan hnya visi PTUK anggota ketiga
Misi PTUK dan misi PTUK
yang
vioner
dan
dapat
tercapai

2 Perumusan Diperole Manajer Seluruh Bulan


. skema hnya Standard anggota keemp
sertifikasi skema an skema PTUK at
sertifika
si dalam
bentuk
kluster
dan

3 Pengemban Untuk Manajer Seluruh Bulan


. gan masing- Sertifikas anggota ke
perangkat masing i PTUK enam
asesmen l;uster

4 Dan
. seterusnya

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Manajer PT/CV

(..)
(

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 12. Pengembangan Skema Sertiifikasi
(Memecah Paket Kompetensi)

Contoh dari Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa.

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH
KEJURUAN

Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa


Program Keahlian : Teknik Mesin (3 tahun)
Kelompok Kompetensi (Mapel)
: Dasar Teknik Mesin

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1)


aspek kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan,
dan (4) keterampilan. Aspek-aspek kompetensi tersebut dicapai
melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Sedangkan rumusan
kompetensi sikap sosial yaitu, Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran
tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata
pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan
sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan
sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta
didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
5. Memahami, menerapkan, 6. Melaksanakan tugas spesifik, dengan
menganalisis, dan mengevaluasi menggunakan alat, informasi, dan
tentang pengetahuan faktual, prosedur kerja yang lazim dilakukan
konseptual, operasional dasar, dan serta menyelesaikan masalah
metakognitif sesuai dengan bidang sederhana sesuai dengan bidang dan
dan lingkup Dasar Teknik Mesin lingkup Dasar Teknik Mesin.
pada tingkat teknis, spesifik, detil, Menampilkan kinerja di bawah
dan kompleks, berkenaan dengan bimbingan dengan mutu dan kuantitas
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, yang terukur sesuai dengan standar

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
budaya, dan humaniora dalam kompetensi kerja.
konteks pengembangan potensi diri Menunjukkan keterampilan menalar,
sebagai bagian dari keluarga, mengolah, dan menyaji secara efektif,
sekolah, Dunia Kerja, warga kreatif, produktif, kritis, mandiri,
masyarakat nasional, regional, dan kolaboratif, komunikatif, dan solutif
internasional. dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan
mempresepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan gerak mahir,
menjadikan gerak alami, dalam ranah
konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


ALOKAS
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR SERTIFIKASI
I
(Pengetahuan) (Keterampilan) KOMPETENSI
WAKTU
Tingkat/Kelas 1 Kompetensi-kompetensi yang
3.1 Memahami 4.1 Melaksanakan menjadi
8 andalan DU/DU dan
LOG.OO01.002.
keselamatan, keselamatan, 01
kesehatan kerja dan kesehatan kerja dan
akan dikonstribusikan kedalam
lingkungan (K3L) lingkungan (K3L) proses sertifikasi kompetensi
3.2 Memahami konsep 4.2 Melakukan 4 LOG.OO12.001.
penggunaan alat pengukuran dengan 01
ukur pembanding alat ukur pembanding
dan atau alat ukur dan atau alat ukur
dasar dasar
3.3 Menentukan alat 4.3 Menggunakan alat 4 LOG.OO12.003.
ukur Mekanik Presisi ukur Mekanik Presisi 01
3.4 Menentukan 4.4 Menggunakan 164 LOG.OO18.001.
perkakas tangan perkakas tangan 01
3.5 Menerapkan 4.5 Mengoperasikan 8 LOG.OO18.002.
penggunaan perkakas 01
perkakas bertenaga/operasi
bertenaga/operasi digenggam
digenggam
3.6 Menerapkan 4.6 Mengoperasikan mesin 8 LOG.OOO7.005.
prosedur umum 00
pengoperasian mesin
umum
3.7 Menerapkan 4.7 Mengoperasikan mesin 38 LOG.OOO7.010.
prosedur gerinda alat potong 00
pengoperasian mesin
gerinda alat potong
3.8 Menerapkan 4.8 Melakukan rutinitas 38 LOG.OO05.012.
prosedur proses proses pengelasan 01
pengelasan
3.9 Menjelaskan teknik 4.9 Melakukan teknik 8 LOG.OO05.010.
pengerjaan pengerjaan 01
pembentukan dan pembentukan dan
fabrikasi logam fabrikasi logam
3.10 Menjelaskan teknik 4.10 Melakukan teknik 8 LOG.OO04.002.
pengecoran logam pengecoran logam 01

Catatan:
- Kolom sertifikasi diisi dengan nama Sertifikasi Kompetensi berdasarkan satu
pasang KD atau beberapa pasang KD dari 1 (satu) mata pelajaran atau lintas
mata pelajaran;
- Sertifikasi Kompetensi ditetapkan berdasarkan skema kompetensi yang berlaku
di Asosiasi/LSP/Industri pasangan.
Narasi uraian jenjang KKNI

JENJANG
URAIAN
KUALIFIKASI

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Deskripsi a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
umurn
b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik
di dalam menyelesaikan tugasnya.

c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan


Cinta tanah air serta mendukung perdamaian
dunia.

d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan


sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap
masyarakat dan lingkungannya.

e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,


kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan
original orang lain.

f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta


memiliki semangat untuk mendahulukan
kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

Mampu melaksanakan satu tugas spesifik, dengan


menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur
kerja yang Iazim dilakukan, serta menunjukkan
kinerja dengan mutu yang terukur, di bawah
pengawasan langsung atasannya.

2 Memiliki pengetahuan operasional dasar dan


pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik,
sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang Iazim timbul.

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat


diberi tanggung jawab membimbing orang lain.

Melakukan analisis Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Keterampilan


dari KD 3.1 sampai dengan KD 3.10 dan KD 4.1 sampi dengan KD
4.10, dari KD 3.1 sampai 3.10 dapat terbagi atas 3 (tiga) kelompok.
Kelompok pertama berwarna hijau muda diberi judul Skema Sertifikasi
Kluster Menggunakan Peralatan Ukur, Kelompok kedua berwarna
oranye diberi judull skema sertifikasi peralatan tangan dan mesin
genggam dan kelompok ketiga berwarna abu-abu muda diberi judul
Skema fabrikasi logam dan pengelasan dasar. Berdasar pada

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


pengelompokan KD-KD tersebut kemudian dipaketkan (dikemas) dalam
paket KD untuk skema sertifikasi kluster sebagai berikut:

Klaster Menggunakan Peralatan Ukur

NO KODE KD JUDUL KD
Melaksanakan keselamatan, kesehatan kerja dan
01 3.1, 4.1
lingkungan (K3L)
Melakukan pengukuran dengan alat ukur
02 3.2, 4.2
pembanding dan atau alat ukur dasar
03 3.3, 4.3 Menggunakan alat ukur Mekanik Presisi

Selanjutnya Paket KD-KD untuk Skema Kluster Menggunakan


Peralatan Ukur, akan menjadi paket KD-KD untuk Skema Kluster
Menggunakan Peralatan Ukur sebagaimana di contohkan pada
Lampiran 3 B berikut ini

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 12.B Skema Sertifikasi

Lampiran 12 b Template Skema Sertifikasi ( Kluster)

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI


2017 MENGGUNAKAN PERALATAN UKUR
KLASTER

Skema sertifikasi Kluster Menggunakan Peralatan Ukur merupakan skema yang disusun atas
dasar permintaan Dit PSMK untuk memastikan dan memelihara kompetensi bagi siswa SMK
Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa, ProgramK eahlian Teknik Mesin (3 tahun) dalam
melakukan pekerjaan klaster serta sebagai acuan dalam melakukan uji kompetensi di Kelompok
Kompetensi (Mapel) Dasar Teknik Mesin)

Ditetapkan tanggal: Disyahkan tanggal:


Oleh: Oleh:

Kelompok Program Keahlian Ketua PTUK SMK


PTUK-SMK

NomorDokumen: SS-R4-ETK-2603-2015 REV


NomorSalinan : 0
Status Distribusi:
Terkendali
Takterkendali

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1. LATARBELAKANG
1.1. Memenuhi tuntutan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 61 bahwa peserta didik diberikan
sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas jenjang pendidikan dan
pengakuan kompetensi.

1.2. PTUK SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi ad hoc melaksanakan sertifikasi kompetensi lulsan SMK
agar memenuhi tuntutan persyaratan kompetensi tenaga kerja menghadapi MEA dan persaingan global.

1.3. Tuntutan persyaratan kompetensi setiap teknisi dalam melakukan perawatan dan perbaikan/servis pada
setiap bengkel kendaraan ringan.

1.4. Sesuai regulasi akreditasi bengkel sebagaimana persyaratan Kemenperin, setiap teknisi kendaraan
ringan harus mempunyai sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan.

1.5. Pengakuan kompetensi lulusan SMK dengan kualifikasi II dapat ditempuh dengan cara akumulasi
pencapaian kompetensi berdasarkan paket kompetensi (klaster) secara bertahap.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Pemeliharaan dan Perbaikan/Servis pada bagian ............................... secara berkala pada kendaraan
ringan.

2.2. Penggunaan skema sertifikasi ini berlaku untuk cakupan industri otomotif dan bengkel pemeliharaan
kendaraan ringan.

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Memastikan dan memelihara kompetensi para siswa SMK Otomotif Kelas ......... sesuai dengan tuntutan
industri, tuntutan profesi dan tuntutan pasar/konsumen.

3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh PTUK dan asesor.

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-undang No .13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

4.2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

4.3. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 Tentang BNSP.

4.4. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 Tentang Sislatkernas.

4.5. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI

4.6. Peraturan Menakertrans No. 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional

4.7. ISO/IEC 17024: Conformity assessment General requirements for bodies operating certification for
persons (Penilaian kesesuaian Persyartan umum badan/lembaga sertifikasi personil)

4.8. Keputusan Menakertrans No. Kep.116/Men/VII/2004 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Sektor Otomotif Sub Sektor Kendaraan Ringan.
4.9. Pedoman BNSP 201 : 2014

4.10. Tuntutan persyaratan kompetensi dari persyaratan pasar (Owner Requirement).


5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
5.1. Jenis Kemasan : KKNI / OKUPASI NASIONAL / KLASTER

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


5.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

6. Klaster Menggunakan Peralatan Ukur

NO KODE KD JUDUL KD
Melaksanakan keselamatan, kesehatan kerja dan
01 3.1, 4.1
lingkungan (K3L)
Melakukan pengukuran dengan alat ukur
02 3.2, 4.2
pembanding dan atau alat ukur dasar
03 3.3, 4.3 Menggunakan alat ukur Mekanik Presisi

7. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


7.1. Minimal siswa SMK Otomotif Kelas .......paket keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang telah memperoleh
materi pembelajaran sesuai unit-unit kompetensi yang tercantum dalam klaster ............................
7.2. Memiliki bukti laporan pelaksanaan praktik atau bukti lain yang diketahui oleh guru praktik

8. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


8.1. Hak Pemohon

7.1.1.Peserta yang kompeten dalam asesmen kompetensi diberikan sertifikat dan Log Book sesuai
pencapaian unit yang direkomendasikan oleh asesor dan dievaluasi oleh manajemen PTUK.

7.1.2.Mempunyai hak banding jika dalam proses uji ada yang merasa dirugikan.

7.1.3. Pemohon berhak mengetahui besarnya biaya proses uji secara rinci.

8.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.2.1.Mematuhi persyaratan skema sertifikasi terkini.

7.2.2.Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki.

7.2.3. Sertifikasi yang diterima hanya untuk ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan.

9. BIAYA SERTIFIKASI

8.1. Biaya sertifikasi dapat bersumber dari perusahaan, pemerintah, partisipasi masyarakat atau sumber dana
lainnya.

8.2. Biaya uji terdiri dari biaya sertifikasi awal, surveilan, administrasi dan sertifikasi ulang, biaya akomodasi
dan transport asesor, yang diperhitungkan sesuai kondisi dan rencana pelaksanaan asesmen

10. PROSES SERTIFIKASI


10.1. Persyaratan Pendaftaran
10.1.1. Pemohon mengajukan permohonan mengikuti asesmen dengan mengisi form APL-01
(Aplikasi Permohonan Sertifikasi).
10.1.2. Pemohon diberikan penjelasan tentang skema dan ruang lingkup sertifikasi.
10.1.3. Pemohon menyetujui persyaratan sertifikasi dan memberikan informasi yang
diperlukan untuk penilaian.
10.1.4. Pemohon melampirkan fotokopi transkrip semester 1 sampai semester 4, bukti
pelaksanaan praktik dan pas photo 3x4 berwarna sebanyak 4 lembar.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


10.1.5. Pemohon diberikan penjelasan tentang kebutuhan khusus dalam sertifikasi.
10.1.6. PTUK SMK akan menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon
sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

10.2. Proses Asesmen


10.2.1. PTUK SMK akan menerapkan metoda dan prosedur asesmen yang disesuaikan terhadap
persyaratan dasar pemohon sertifikasi.
10.2.2. Peserta diberikan Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) sesuai pada skema sertifikasi yang akan
diujikan.
10.2.3. Peserta melakukan uji mandiri dengan cara mengisi penilaian mandiri (APL-02) yang telah
dibuat PTUK SMK.
10.2.4. Peserta bertemu dengan Asesor Kompetensi (Konsultasi Pra Uji) mendiskusikan tentang
pelaksanaan uji yang akan dilakukan termasuk metode yang akan digunakan.
10.2.5. Asesor melakukan verifikasi bukti-bukti secara obyektif dan sistematis sesuai persyaratan skema
sertifikasi
10.2.6. Asesor akan melakukan asesmen lanjut apabila bukti-bukti tidak valid, asli, terkini dan memadai.

10.3. Proses Uji Kompetensi


10.3.1.Peserta Uji melaksankan uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi sesuai dengan perencanaan.
10.3.2.Asesor mengumpulkan bukti-bukti baik secara langsung, tidak langsung maupun tambahan untuk
menilai kompetensi peserta.
10.3.3.PTUK SMK akan menetapkan, mendokumentasikan dan memantau kriteria untuk kondisi uji
kompetensi peserta sertifikasi.
10.3.4.Peralatan teknis yang digunakan dalam proses uji kompetensi harus diverifikasi atau dikalibrasi
secara tepat.
10.3.5.Asesor memberikan rekomendasi keputusan sesuai bukti-bukti yang telah dikumpulkan peserta
10.3.6. Asesor segera melaporkan rekomendasi kepada PTUK SMK

10.4. Keputusan Sertifikasi


9.4.1.PTUK SMK akan melakukan sidang pleno keputusan sertifikasi setelah dilakukan verifikasi berkas
sertifikasi dan menetapkan status kompetensi serta menerbitkan Log Book kompetensi sesuai
pencapaian unit dan Sertifikat kompetensi bagi yang seluruhnya kompeten.
9.4.2.Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk peserta sertifikasi oleh PTUK SMK harus berdasarkan
informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi
tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan peserta sertifikasi.
9.4.3.PTUK SMK memberikan sertifikat kepada semua peserta yang telah dinyatakan kompeten dan atas
rekomendasi asesor kompetensi.
9.4.4. Peserta tidak diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ...................................... jika semua unit yang
diujikan masih terdapat unit kompetensi yang dinyatakan belum kompeten dan hanya diberikan Log
Book sesuai Unit Kompetensi yang dicapai dan selanjutnya diberikan kesempatan 1 (satu) kali untuk
mengulang unit kompetensi yang belum kompeten
9.4.5. Peserta akan diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ............................. dan Log Book jika semua
unit yang diujikan dinyatakan kompeten.
9.4.6. Sertifikat Kompetensi kerja berlaku dalam jangka waktu 3 Tahun setelah tanggal penerbitanya, dan
setelah itu harus diperpanjang kembali.

10.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat


9.5.1. Selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkait
dengan sertifikasi yang dibekukan.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


9.5.2. Setelah pencabutan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya
sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

10.6. Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )


9.6.1.Survailen minimal dilakukan sekali dalam jangka waktu masa berlaku sertifikat kompetensi.
9.6.2.Bentuk surveilen bukti rekaman hasil pekerjaan / laporan di tempat kerja, baik secara langsung, fax
ataupun email dan lainnya.
9.6.3.Witness (bila diperlukan).

10.7. Proses Sertifikasi Ulang


9.7.1.PTUK SMK menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sama dengan persyaratan awal untuk
menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir dengan
melaksanakan asesmen.
9.7.2.Jika peserta tidak bekerja lagi pada bidang sesuai kompetensinya lebih dari 2 tahun, maka peserta
harus mengikuti pelaksanaan uji ulang kegiatan asesmen (praktik / unjuk performance).
9.7.3.Jika peserta tetap bekerja atau maksmal 1 tahun tidak bekerja sesuai bidang kompetensinya, maka
cukup berupa portfolio rekaman pekerjaan yang memuaskan dan rekaman pengalaman kerja.

10.8. Penggunaan Sertifikat


9.8.1.Memenuhi ketentuan skema sertifikasi.
9.8.2. Sertifikat hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan.
9.8.3.Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan PTUK SMK dan tidak memberikan
persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut PTUK SMK dianggap dapat
menyesatkan atau tidak sah.
9.8.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat
acuan PTUK SMK setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat
kepada PTUK SMK yang menerbitkannya.
9.8.5. Penyalahgunaan sertifikat kompetensi akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku

10.9. Banding
9.9.1.PTUK SMK akan menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan
terhadap banding.
9.9.2. PTUK SMK akan menetapkan prosedur yang menjamin bahwa semua banding ditangani secara
konstruktif, tidak berpihak dan tepat waktu.
9.9.3. Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.

9.9.4. PTUK SMK akan memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses
penanganan banding.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 13. Contoh blangko sertifikat kompetensi (Halaman
Depan)

Logo SMK/MAK Logo PT/CV

PT/CV .
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

SERTIFIKAT KOMPETENSI
No. XXX.XXX SKK/SMK./2017

DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA

ACHMAD GOZALI
TELAH KOMPETEN DALAM

Judul Skema Kluster

Sertifikat Ini Berlaku sampai dengan


Tanggal setelah 3 (tiga) tahun penetapan.

Kepala Manajer
Sekolah Menengah Kejuruan PT/CV
. .

Cap sekolah Cap PT/CV

(nama kepala sekolah) (nama manajer)

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


(halaman Belakang)

DAFTAR UNIT KOMPETENSI


Kluster

Non. Kode KD Judul KD

.., ..2017

Cap sekolah

pas photo ybs


(Asesor Kompetensi)

Tanda tangan
ybs

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 14 A. Modifikasi Skema SMK/MAK

Modifikasi Skema Sertifikasi SMK/MAK yang telah ditetapkan bersama antara


Ditjen Dikdasmen Kemendikbud dan BNSP, dimaksudkan agar paket unit
kompetensi tersebut lebih kecil dan memungkinkan dilakukan tidak hanya
pada akhir durasi tahun ketiga dan keempat SMK/MAK. Atau sebaliknya
melakukan modifikasi agar paket unit kompetensi semakin besar, sehingga
memenuhi tuntutan pembelajaran untuk SMK 4 Tahun.

Untuk melakukan modifikasi skema sertifikasi perlu copy dokumen skema


sertifikasi SMK/MAK yang telah ditetapkan oleh Ditjen Dikdasmen
Kemendibud, copy Narasi jenjang kualifikasi KKNI Penpres No. 8 Tahun 2012,
copy dokumen kurikulum SMK/MAK 2013 dan copy SKKNI yang terkait.
Modifikasi skema sertifikasi menjadi paket lebih kecil (skema sertifikasi
sub-klaster)
Ambil salah satu skema sertifikasi kompetensi, yang telah ditetapkan
oleh Ditjen Dikdasmen. Sebagai contoh kita ambil Skema Sertifikasi
dari Bidang Keahlian Pariwisata, untuk Skema Sertifikasi Klaster Front Office.
Dari dokumen skema sertifikasi tersebut, ditelaah paket unit
kompetensinya. Berdasar pada hasil telaah, dicari opsi pemecahan
paket kedalam subpaket yang lebih kecil. Paket unit kompetensi yang
lebih kecil, dimaksudkan agar kapet unit kompetensi yang lebih kecil
memungkinkan dilaksanakan pada setiap tahun pembelajaran. Dari
kumpulan sub paket unit yang telah disepakati, diidenetifikasi unit
kompetensi yang dapat menjadi judul sertifikasi kompetensi sub-
klaster.

Modifikasi skema sertifikasi menjadi paket lebih besar (skema


sertifikasi klaster plus)
Ambil salah satu skema sertifikasi kompetensi, yang telah ditetapkan
oleh Ditjen Dikdasmen. Sebagai contoh kita ambil Skema Sertifikasi
dari Bidang Keahlian Pariwisata, untuk Skema Sertifikasi Klaster Front Office.
Dari dokumen skema sertifikasi tersebut, ditelaah paket unit
kompetensinya. Berdasar pada hasil telaah, dicari opsi penambahan
unit kompetensi kedalam paket yang lebih besar. Penambahan unt-
unit kompetensi dapat diidentifikasi dari unit kompetensi lain dari
SKKNI Pariwisata dikaitkan dengan narasi jenjang 3 pada KKNI. Paket
unit kompetensi yang lebih besar, dimaksudkan agar pakett unit
kompetensi yang lebih besar memungkinkan memiliki kesesuaian
skema sertifikasi plus dengan jenjang pendidikan SMK 4 tahun.

Pada lampiran 14 B berikut ini mengilustrasikan proses modifikasi (dikurangi


atau ditambah) sesuai dengan kabutuhan.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Lampiran 14- B Alur proses modifikasi skema sertifikasi

Kemasan /paket kompetensi diambil dari skema setifikasi Pariwisata,


dari paket kompetensi yang berjumlah 10 unit kompetensi.
Skema Sertifikasi Klaster Front Office
11. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
5.1. Jenis Kemasan: KKNI / Okupasi Nasional / Klaster
5.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

NO KODE UNIT JUDUL UNIT


01 PAR.HT01.001.01 Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan
02 PAR.HT01.002.01 Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda
03 PAR.HT01.003.01 Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan
keamanan di tempat kerja
04 PAR.HT01.004.01 Mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan
tentang industri perhotelan
05 PAR.HT02.017.01 Menerima dan memproses reservasi
06 PAR.HT02.018.01 Menyediakan layanan akomodasi reception
07 PAR.HT02.022.01 Berkomunikasi melalui telepon
08 PAR.HT02.025.01 Menyediakan jasa porter
09 PAR.HT02.046.01 Menyediakan layanan kehilangan dan penemuan barang
10. D1.LAN.CL1.01 Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada tingkat
operasional dasar

Dari paket unit kompetensi yang berjumlah 10 unit tersebut, ditelaah dan dianalisis
untuk memodifikasi paketnya. Dalam contoh ini diasumsikan unit kompetensi dari nomor
1 s.d 3 diberi warna hijau ,uda, dari nomor 4 s.d 6 diberi warna kuning muda dan dari no.
7 s.d nomor 10 diberi warna abu-abu muda. Masing-masing sub kelompok tersebut
diberi judul sub klater dan dicarikan judul sub kalster dengan nama judul unit ompetensi
yang dominan. Sebagai contoh untuk kelompok sub klaster warna hijau muda
6.1. Jenis Kemasan: KKNI / Okupasi Nasional / Sub-Klaster Melakukan kerja Dasar dan
K3L di bidang Pariwisata.
6.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

NO KODE UNIT JUDUL UNIT


01 PAR.HT01.001.01 Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


02 PAR.HT01.002.01 Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda
03 PAR.HT01.003.01 Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan
keamanan di tempat kerja

SKEMA SERTIFIKASI KOMPETENSI


SUB-KLASTER MELAKUKAN KERJA DASAR DAN
K3L DI BIDANG PARIWISATA
Skema sertifikasi sub-Kluster Melakukan Kerja Dasar Dan K3l Di Bidang Pariwisata merupakan
skema yang disusun atas dasar permintaan Dit PSMK untuk memastikan dan memelihara
kompetensi bagi siswa SMK Bidang Keahlian Pariwisata, Program Keahlian Hotel dan Restoran
(3 tahun) dalam melakukan pekerjaan klaster serta sebagai acuan dalam melakukan uji
kompetensi di Kelompok Kompetensi (Mapel) Dasar Pelayanan Fron t Office)

Selanjutnya sub-klaster Melakukan kerja Dasar dan K3L di bidang Pariwisata.

tersebut dimasukan kedalam kedalam format skema sertifikasi


dengan menggunakan format skema sertifiksi klaster . dengan
contoh sebagai berikut:

2017
Ditetapkan tanggal: Disyahkan tanggal:
Oleh: Oleh:

Kelompok Program Keahlian Ketua PTUK SMK


PTUK-SMK

NomorDokumen: SS-R4-ETK-2603-2015 REV


NomorSalinan : 0
Status Distribusi:
Terkendali
Takterkendali

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


1. LATARBELAKANG
1.1. Memenuhi tuntutan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 61 bahwa peserta didik diberikan
sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas jenjang pendidikan dan
pengakuan kompetensi.

1.2. PTUK SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi ad hoc melaksanakan sertifikasi kompetensi lulsan SMK
agar memenuhi tuntutan persyaratan kompetensi tenaga kerja menghadapi MEA dan persaingan global.

1.3. Tuntutan persyaratan kompetensi setiap teknisi dalam melakukan perawatan dan perbaikan/servis pada
setiap bengkel kendaraan ringan.

1.4. Sesuai regulasi akreditasi bengkel sebagaimana persyaratan Kemenperin, setiap teknisi kendaraan
ringan harus mempunyai sertifikat kompetensi yang dipersyaratkan.

1.5. Pengakuan kompetensi lulusan SMK dengan kualifikasi II dapat ditempuh dengan cara akumulasi
pencapaian kompetensi berdasarkan paket kompetensi (klaster) secara bertahap.

2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI


2.1. Pemeliharaan dan Perbaikan/Servis pada bagian ............................... secara berkala pada kendaraan
ringan.

2.2. Penggunaan skema sertifikasi ini berlaku untuk cakupan industri otomotif dan bengkel pemeliharaan
kendaraan ringan.

3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Memastikan dan memelihara kompetensi para siswa SMK Otomotif Kelas ......... sesuai dengan tuntutan
industri, tuntutan profesi dan tuntutan pasar/konsumen.

3.2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh PTUK dan asesor.

4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang-undang No .13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

4.2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

4.3. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 Tentang BNSP.

4.4. Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 Tentang Sislatkernas.

4.5. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI

4.6. Peraturan Menakertrans No. 5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional

4.7. ISO/IEC 17024: Conformity assessment General requirements for bodies operating certification for
persons (Penilaian kesesuaian Persyartan umum badan/lembaga sertifikasi personil)

4.8. Keputusan Menakertrans No. Kep.116/Men/VII/2004 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Sektor Otomotif Sub Sektor Kendaraan Ringan.
4.9. Pedoman BNSP 201 : 2014

4.10. Tuntutan persyaratan kompetensi dari persyaratan pasar (Owner Requirement).

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
5.1. Jenis Kemasan : KKNI / OKUPASI NASIONAL / KLASTER
5.2. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

6. Klaster Menggunakan Peralatan Ukur

NO KODE UNIT JUDUL UNIT


01 PAR.HT01.001.01 Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan
02 PAR.HT01.002.01 Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda
03 PAR.HT01.003.01 Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan
keamanan di tempat kerja

7. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI


7.1. Minimal siswa SMK Otomotif Kelas .......paket keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang telah memperoleh
materi pembelajaran sesuai unit-unit kompetensi yang tercantum dalam klaster ............................
7.2. Memiliki bukti laporan pelaksanaan praktik atau bukti lain yang diketahui oleh guru praktik

8. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT


8.1. Hak Pemohon

7.1.1.Peserta yang kompeten dalam asesmen kompetensi diberikan sertifikat dan Log Book sesuai
pencapaian unit yang direkomendasikan oleh asesor dan dievaluasi oleh manajemen PTUK.

7.1.2.Mempunyai hak banding jika dalam proses uji ada yang merasa dirugikan.

7.1.3. Pemohon berhak mengetahui besarnya biaya proses uji secara rinci.

8.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat

7.2.1.Mematuhi persyaratan skema sertifikasi terkini.

7.2.2.Tidak menyalahgunakan sertifikat yang dimiliki.

7.2.3. Sertifikasi yang diterima hanya untuk ruang lingkup sertifikasi yang telah diberikan.

9. BIAYA SERTIFIKASI

8.1. Biaya sertifikasi dapat bersumber dari perusahaan, pemerintah, partisipasi masyarakat atau sumber dana
lainnya.

8.2. Biaya uji terdiri dari biaya sertifikasi awal, surveilan, administrasi dan sertifikasi ulang, biaya akomodasi
dan transport asesor, yang diperhitungkan sesuai kondisi dan rencana pelaksanaan asesmen

10. PROSES SERTIFIKASI


10.1. Persyaratan Pendaftaran
10.1.7. Pemohon mengajukan permohonan mengikuti asesmen dengan mengisi form APL-01
(Aplikasi Permohonan Sertifikasi).
10.1.8. Pemohon diberikan penjelasan tentang skema dan ruang lingkup sertifikasi.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


10.1.9. Pemohon menyetujui persyaratan sertifikasi dan memberikan informasi yang
diperlukan untuk penilaian.
10.1.10. Pemohon melampirkan fotokopi transkrip semester 1 sampai semester 4, bukti
pelaksanaan praktik dan pas photo 3x4 berwarna sebanyak 4 lembar.
10.1.11. Pemohon diberikan penjelasan tentang kebutuhan khusus dalam sertifikasi.
10.1.12. PTUK SMK akan menelaah berkas pendaftaran untuk konfirmasi bahwa pemohon
sertifikasi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

10.2. Proses Asesmen


10.2.7. PTUK SMK akan menerapkan metoda dan prosedur asesmen yang disesuaikan terhadap
persyaratan dasar pemohon sertifikasi.
10.2.8. Peserta diberikan Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) sesuai pada skema sertifikasi yang akan
diujikan.
10.2.9. Peserta melakukan uji mandiri dengan cara mengisi penilaian mandiri (APL-02) yang telah
dibuat PTUK SMK.
10.2.10. Peserta bertemu dengan Asesor Kompetensi (Konsultasi Pra Uji) mendiskusikan
tentang pelaksanaan uji yang akan dilakukan termasuk metode yang akan digunakan.
10.2.11. Asesor melakukan verifikasi bukti-bukti secara obyektif dan sistematis sesuai
persyaratan skema sertifikasi
10.2.12. Asesor akan melakukan asesmen lanjut apabila bukti-bukti tidak valid, asli, terkini dan
memadai.

10.3. Proses Uji Kompetensi


10.3.1.Peserta Uji melaksankan uji kompetensi di Tempat Uji Kompetensi sesuai dengan perencanaan.
10.3.2.Asesor mengumpulkan bukti-bukti baik secara langsung, tidak langsung maupun tambahan untuk
menilai kompetensi peserta.
10.3.3.PTUK SMK akan menetapkan, mendokumentasikan dan memantau kriteria untuk kondisi uji
kompetensi peserta sertifikasi.
10.3.4.Peralatan teknis yang digunakan dalam proses uji kompetensi harus diverifikasi atau dikalibrasi
secara tepat.
10.3.5.Asesor memberikan rekomendasi keputusan sesuai bukti-bukti yang telah dikumpulkan peserta
10.3.6. Asesor segera melaporkan rekomendasi kepada PTUK SMK

10.4. Keputusan Sertifikasi


9.4.1.PTUK SMK akan melakukan sidang pleno keputusan sertifikasi setelah dilakukan verifikasi berkas
sertifikasi dan menetapkan status kompetensi serta menerbitkan Log Book kompetensi sesuai
pencapaian unit dan Sertifikat kompetensi bagi yang seluruhnya kompeten.
9.4.2.Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk peserta sertifikasi oleh PTUK SMK harus berdasarkan
informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi. Personel yang membuat keputusan sertifikasi
tidak boleh berperan serta dalam pelaksanaan ujian atau pelatihan peserta sertifikasi.
9.4.3.PTUK SMK memberikan sertifikat kepada semua peserta yang telah dinyatakan kompeten dan atas
rekomendasi asesor kompetensi.
9.4.4. Peserta tidak diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ..................... jika semua unit yang diujikan
masih terdapat unit kompetensi yang dinyatakan belum kompeten dan hanya diberikan Log Book
sesuai Unit Kompetensi yang dicapai dan selanjutnya diberikan kesempatan 1 (satu) kali untuk
mengulang unit kompetensi yang belum kompeten
9.4.5. Peserta akan diberikan Serifikat Kompetensi Klaster ................... dan Log Book jika semua unit yang
diujikan dinyatakan kompeten.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


9.4.6. Sertifikat Kompetensi kerja berlaku dalam jangka waktu 3 Tahun setelah tanggal penerbitanya, dan
setelah itu harus diperpanjang kembali.

10.5. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat


9.5.1. Selama pembekuan sertifikasi, pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkait
dengan sertifikasi yang dibekukan.
9.5.2. Setelah pencabutan sertifikat, pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnya
sebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

10.6. Pemeliharaan sertifikasi ( jika ada )


9.6.1.Survailen minimal dilakukan sekali dalam jangka waktu masa berlaku sertifikat kompetensi.
9.6.2.Bentuk surveilen bukti rekaman hasil pekerjaan / laporan di tempat kerja, baik secara langsung, fax
ataupun email dan lainnya.
9.6.3.Witness (bila diperlukan).

10.7. Proses Sertifikasi Ulang


9.7.1.PTUK SMK menetapkan persyaratan sertifikasi ulang sama dengan persyaratan awal untuk
menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir dengan
melaksanakan asesmen.
9.7.2.Jika peserta tidak bekerja lagi pada bidang sesuai kompetensinya lebih dari 2 tahun, maka peserta
harus mengikuti pelaksanaan uji ulang kegiatan asesmen (praktik / unjuk performance).
9.7.3.Jika peserta tetap bekerja atau maksmal 1 tahun tidak bekerja sesuai bidang kompetensinya, maka
cukup berupa portfolio rekaman pekerjaan yang memuaskan dan rekaman pengalaman kerja.

10.8. Penggunaan Sertifikat


9.8.1.Memenuhi ketentuan skema sertifikasi.
9.8.2. Sertifikat hanya berlaku untuk ruang lingkup sertifikasi yang diberikan.
9.8.3.Tidak menyalahgunakan sertifikasi yang dapat merugikan PTUK SMK dan tidak memberikan
persyaratan yang berkaitan dengan sertifikasi yang menurut PTUK SMK dianggap dapat
menyesatkan atau tidak sah.
9.8.4. Menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungan dengan sertifikasi yang memuat
acuan PTUK SMK setelah dibekukan atau dicabut sertifikasinya serta mengembalikan sertifikat
kepada PTUK SMK yang menerbitkannya.
9.8.5. Penyalahgunaan sertifikat kompetensi akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku

10.9. Banding
9.9.1.PTUK SMK akan menetapkan prosedur untuk menerima, melakukan kajian, dan membuat keputusan
terhadap banding.
9.9.2. PTUK SMK akan menetapkan prosedur yang menjamin bahwa semua banding ditangani secara
konstruktif, tidak berpihak dan tepat waktu.
9.9.3. Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahui publik tanpa diminta.

9.9.4. PTUK SMK akan memberitahukan secara resmi kepada pemohon banding pada akhir proses
penanganan banding.

@Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan