Anda di halaman 1dari 3

KEJANG DEMAM

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:


1

Tanggal terbit: Ditetapkan oleh Direktur RSUD


BLAMBANGAN
SPO
Dr. H. TAUFIK HIDAYAT, SpAnd, MKes
NIP. 19620101 198812 1 002
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan
suhu tubuh (di atas 38C), yang disebabkan oleh suatu proses
PENGERTIAN
ekstrakranium. Dibagi menjadi 2 yakni kejang demam sederhana dan kejang
demam kompleks
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan penanganan
TUJUAN
kejang demam.
Keputusan Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi No . . . . tentang
KEBIJAKAN
Sasaran Keselamatan Pasien
- Didapatkan riwayat panas disertai kejang
ANAMESIS - Biasanya didapatkan riwayat kejang demam pada anggota keluarga yang
lain
PEMERIKSAAN Tidak spesifik
FISIK Pemeriksaan neurologi dalam batas normal
1. Pemeriksaan laboratorium rutin tidak dianjurkan, kecuali untuk
mengevaluasi sumber infeksi atau
mencari penyebab (darah tepi, elektrolit dan gula darah).
2. X-ray kepala, CT-Scan kepala atau MRI tidak rutin dan hanya dikerjakan
atas indikasi adanya kejang
fokal atau hemiparese.
3. Tindakan pungsi lumbal untuk pemeriksaan CSS dilakukan untuk
menegakkan atau menyingkirkan
kemungkinan meningitis. Pada bayi kecil, klinis meningitis tidak jelas,
PEMERIKSAAN maka tindakan pungsi lumbal
PENUNJANG dikerjakan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Bayi < 12 bulan : diharuskan
2. Bayi antara 12-18 bulan : dianjurkan
3. Bayi > 18 bulan : tidak rutin, kecuali bila ada tanda menigitis.
4. EEG tidak direkomendasikan, kecuali pada kejang demam yang
tidak khas (misalnya kejang demam
komplikata pada anak usia > 6 tahun atau kejang demam fokal).

KEJANG DEMAM
No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:
2

Kejang Demam Sederhana (KDS) :


- Kejang berlangsung singkat, < 15 menit
- Kejang umum tonik dan atau klonik
- Tanpa gerakan fokal
Kriteria - Tidak berulang dalam 24 jam
Diagnosis Kejang Demam kompleks (KDK) :
- Kejang lama > 15 menit
- Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang
parsial
- Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam.
Diagnosis Kejang Demam

Diagnosis Diagnosis banding untuk kejang demam pertama kali:


1. Meningitis
Banding 2. Ensefalitis
3. Abses otak
1. Penanganan Pada Saat Kejang
Menghentikan kejang: Diazepam dosis awal 0,3-0,5 mg/KgBB/dosis
IV (perlahan-lahan) atau 0,4-
0,6mg/KgBB/dosis rektal suppositoria. Bila kejang masih belum teratasi
dapat diulang dengan dosis
yang sama 20 menit kemudian.
Turunkan demam :
Antipiretik : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO atau Ibuprofen 5-
10 mg/KgBB/dosis PO,
keduanya diberikan sehari 3-4 kali
TERAPI Kompres : suhu >39
C : air hangat; suhu > 38
C : air biasa
Pengobatan penyebab : antibiotik diberikan sesuai indikasi dengan
penyakit dasarnya.
2. Pencegahan Kejang
Pencegahan berkala (intermiten) untuk KDS
dengan Diazepam 0,1 mg/KgBB/dosis PO dan
antipiretik pada saat anak menderita penyakit
yang disertai demam.

1. Meyakinkan penderita bahwa kejang demam mempunyai prognosis yang


baik
2. Memberikan cara penanganan kejang yang benar
Edukasi
3. Memberikan informasi kemungkinan kejang kembali
4. Tidak ada kontra indikasi pemberian vaksinasi pada penderita kejang
demam
KEJANG DEMAM

No. Dokumen : No. Revisi: Halaman:


3

5. Pemberian obat untuk mencegah frekuensi memang efektif tetapi harus


diingat adanya efek samping obat.
- Hampir semua anak mempunyai prognosis yang baik
- Anak usia dibawah 12 bulan yang mengalami kejang demam mempunyai
Indikator Medis kemungkinan sebesar 50%
terjadi rekurensi .
- 80% Pasien akan sembuh dalam waktu 2 hari
1. American academy of pediatrics subcommittee on febrile seizures.
Febrile seizure: Guideline for theneurodiagnostic evaluation of the child
with a simple febrile seizure. Pediatrics 2011;127:389-94.
2. Kundu GK, Rabin F, Nandi ER, Sheikh N, Akhter S. Etiology and risk
factors of febrile seizure an update. Bangladesh J Child Helath
2010;34:103-12.
Kepustakaan 3. American academy of pediatrics subcommittee on febrile seizures.
Febrile seizures: clinical practice guidelines for the long-term management
of the child with simple febrile seizures. Pediatrics 2008;121:1281-6.
4. Berg AT, Shinnar S, Hausser WA, Leventhal JM. Predictors of recurrent
febrile seizure: a metaanalytic review. J Pediatr 1990;116:329-37
5. Shloma Shinnar. Dalam Swaiman KF. Ashwal S, Ferriero DM, Schor NF
ed. Pediatric neurology principles and practice. Edisi kelima. Philadelphia:
Elsevier; 2012. Hal 790-7.