Anda di halaman 1dari 15

Lampiran 2 Keputusan Direksi

PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 1 / 15

BAB I

MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP

1.1 Maksud dan Tujuan


1. Maksud Pedoman ini sebagai acuan bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk
dan Kontraktor/Konsultan Pengawas dalam Penyelenggaraan Sistem
Manajemen K3 pelaksanaan konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang
dilaksanakan secara sistematis, terencana, terpadu dan terkoordinasi serta
ada peningkatan terus menerus.
2. Tujuan diberlakukannya Pedoman ini agar semua pemangku kepentingan
memahami dan menjalankan tugas dan kewajibannya dalam
Penyelenggaraan SMK3 Konstruksi dalam mencegah terjadinya
kecelakaan kerja konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi dan
pemeliharaan konstruksi.

1.2 Ruang Lingkup


Ruang lingkup Pedoman ini mengatur Penyelenggaraan K3 mulai dari
perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan pembangunan konstruksi
dan pemeliharaan konstruksi jalan tol yang melibatkan baik PT Jasa Marga
(Persero) Tbk dan Penyedia Barang/Jasa (jasa Kontraktor dan jasa
Konsultan Pengawas) serta kegiatan swakelola yang terkait.
Tahapan yang berkesinambungan terus menerus yang dimaksud dalam
pedoman penyelenggaraan K3 konstruksi sesuai dengan urutan dan siklus:

1. Kepemimpinan
2. Manajemen Risiko
3. Perundang-undangan dan Persyaratan K3
4. Sasaran dan Program Kerja
5. Sumber Daya
6. Pengorganisasian dan Tanggung Jawab
7. Pelatihan dan Kompetensi
8. Komunikasi dan Konsultasi
9. Dokumentasi
10. Pengendalian Bahaya
11. Tanggap Darurat

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 2 / 15

12. Pengukuran dan Pemantauan Kinerja


13. Penyelidikan Kecelakaan dan Pelaporan
14. Audit Internal
15. Tinjauan Manajemen
16. Perbaikan Berkelanjutan

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 3 / 15

BAB II

DAFTAR ISTILAH

Dalam Pedoman ini, yang dimaksud dengan:

1. K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan pengertian


pemberian perlindungan kepada setiap orang yang berada di tempat kerja,
yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan
peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat
kerja.
2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah
rangkaian proses manajemen yang sistematik dan terstruktur dengan fokus
pada keselamatan dan kesehatan kerja dan melibatkan seluruh sumber
daya, yang bertujuan untuk melindungi karyawan, pelanggan, aset dan
mitra kerja dari potensi bahaya yang mungkin terjadi.
3. K3 Konstruksi dan Pemeliharaan Konstruksi adalah Keselamatan dan
Kesehatan Kerja konstruksi yang berhubungan dengan kepentingan umum
(masyarakat) antara lain pekerjaan konstruksi: jalan, jembatan, bangunan
gedung fasilitas umum, sistem penyediaan air minum dan perpipaannya,
sistem pengolahan air limbah dan perpipaannya, drainase, pengolahan
sampah, pengaman pantai, irigasi, bendungan, bendung, waduk, dan
pemeliharaan bangunan konstruksi lainnya.
4. Pengertian istilah tentang Inisiator, Panitia Pengadaan, Proyek/Pelaksana
Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, Biro Manajemen Mutu dan Risiko,
Atasan Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, Pengguna
Jasa, Penyedia Jasa dan istilah lainnya sesuai dengan Keputusan Direksi
No. 15/KPTS/2009 tanggal 20 Januari 2009, yang berkaitan dengan
Standar prosedur operasional pelaksanaan pengadaan barang/jasa di
lingkungan perusahaan (khusus Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1
tentang Pengertian Istilah) dan pengertian istilah tentang Jaminan
Pemeliharaan sesuai dengan Keputusan Direksi No. 158/KPTS/2009
tanggal 9 September 2009, yang berkaitan dengan perubahan
keputusan direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 15/KPTS/2009
tentang standar prosedur operasional pelaksanaan pengadaan
barang/jasa di lingkungan perusahaan (khusus Pasal II).

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 4 / 15

5. Ahli K3 Konstruksi adalah Ahli K3 yang mempunyai kompetensi khusus di


bidang K3 Konstruksi dalam menjalankan Sistem Manajemen K3 yang
dibuktikan dengan sertifikat dari yang berwenang.
6. Petugas K3 Konstruksi adalah petugas di dalam organisasi PT Jasa
Marga (Persero) Tbk dan/atau Organisasi Kontraktor/Konsultan Pengawas
yang telah mengikuti pelatihan/sosialisasi K3 Konstruksi dan
berpengalaman sedikitnya 2 (dua) tahun.
7. Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap, dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering
dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat
sumber atau sumber-sumber bahaya baik di darat, di dalam tanah, di
permukaan air, di dalam air maupun di udara yang berada di dalam wilayah
kekuasaan hukum Republik Indonesia.
8. Bahaya K3 adalah suatu keadaan yang belum dikendalikan sampai pada
suatu batas yang memadai dan dapat diterima.
9. Risiko K3 adalah perpaduan/perkalian antara
peluang/kemungkinan/frekuensi terjadinya peristiwa K3 dengan
akibat/keparahan yang ditimbulkannya dalam kegiatan dan pemeliharaan
konstruksi.
10. Kategori Risiko K3 dinyatakan berupa Risiko Tinggi, Risiko Moderat dan
Risiko Rendah. Jika terjadi perbedaan pendapat tentang penentuan
kategori Risiko, harus diambil tingkat Risiko yang lebih tinggi.
11. Peluang/kemungkinan/frekuensi terjadinya peristiwa K3 dinyatakan
dalam tingkatan 1(satu) sampai dengan 5 (lima): adalah Sangat Kecil (SK),
Kecil (K), Sedang (S), Besar (B), dan Sangat Besar (SB) kemungkinannya.
12. Akibat/keparahan yang ditimbulkan terkait kepada 3 (tiga) faktor terhadap:
Orang/Jiwa, Harta Benda dan Lingkungan.
13. Orang/Jiwa dikaitkan akibat/keparahan terhadap Pekerja, Tamu, staf
konsultan, Pengguna, Suplier, Kontraktor, Pihak luar dengan tingkatan yang
berjenjang mulai dari 1 (satu) sampai dengan 5 (lima).
14. Harta Benda dikaitkan terhadap Peralatan, Perlengkapan, Kendaraan yang
dimiliki proyek dan pihak luar (yang ada di area kerja dan lingkungan kerja
serta pemanfaat konstruksi) dengan tingkatan yang berjenjang mulai dari 1
(satu) sampai dengan 5 (lima).

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 5 / 15

15. Lingkungan dikaitkan dengan Limbah (baik cair, padat dan gas), sisa
bahan, buangan, bekas dan komplain lingkungan serta dampak ikutannya
dengan tingkatan yang berjenjang mulai dari 1 (satu) sampai dengan 5
(lima).
16. Tabel Klasifikasi Tingkat Risiko adalah Pedoman untuk menghitung dan
menetapkan Tingkat Risiko Tinggi atau Risiko Moderat atau Risiko Rendah
yang dibuat oleh Biro Manajemen Mutu dan Risiko pada proyek konstruksi
dan pemeliharaan.
17. Audit Internal K3 adalah pemeriksaan secara sistematik dan independen
oleh Auditor K3 Konstruksi dalam kerangka pembinaan untuk memberikan
penilaian terhadap efektifitas penyelenggaraan K3 Konstruksi di lingkungan
kerja.
18. Audit Internal K3 Konstruksi oleh Penyedia Jasa adalah Audit K3
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang dilakukan oleh auditor internal
Penyedia Jasa.
19. RK3K (Rencana K3 Kontrak) adalah dokumen rencana penyelenggaraan
K3 Konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor/Konsultan Pengawas dan
akhirnya disetujui oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk selanjutnya
dijadikan sebagai sarana interaksi antara Kontraktor/Konsultan dengan
Proyek/Pelaksana Kontrak dalam penyelenggaraan K3 Konstruksi hingga
pekerjaan selesai.
20. Monitoring dan Evaluasi K3 Konstruksi adalah kegiatan pemantauan
dan penilaian terhadap kinerja Penyelenggaraan K3 Konstruksi yang
meliputi pengumpulan data, analisa, penilaian, kesimpulan dan
rekomendasi tingkat penerapan K3 Konstruksi pada PT Jasa Marga
(Persero) Tbk.

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 6 / 15

BAB III

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG

3.1 Biro Manajemen Mutu dan Risiko

Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang di bidang K3 konstruksi, Biro


Manajemen Mutu dan Risiko, disamping fungsi utama, wewenang dan tanggung jawab
sesuai SK Direksi No.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No.
194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ditambah
meliputi:
1. Menyusun dan mengusulkan kepada Direksi Tabel Risiko K3 Konstruksi sebagai
dasar untuk menghitung Tingkat Risiko K3 Proyek (Lampiran No.2.1, 2.2, 2.3, 2.4
dan 2.5).
2. Menerima tembusan laporan kegiatan K3 sebagai dasar melakukan monitoring
serta evaluasi kegiatan K3 konstruksi dan pemeliharaan konstruksi.
3. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis tentang Pedoman
Penyelenggaraan K3 Konstruksi.
4. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pedoman
penyelenggaraan K3 Konstruksi baik secara sampling dan membuat laporan
keseluruhan kepada Direksi.
5. Melakukan rapat koordinasi tentang penerapan K3 untuk perbaikan terus menerus
dan melaporkan kegiatannya kepada Direksi.

3.2 Panitia Pengadaan Barang/Jasa

Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Panitia Pengadaan Barang/Jasa,


disamping fungsi utama, wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi
No.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No.158/KPTS/2009 tentang
Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 15/KPTS/2009 tentang
Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan
Perusahaan serta SK Direksi No.194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa
Marga (Persero) Tbk, ditambah meliputi:
1. Menggunakan Tabel Risiko K3 Konstruksi sebagai pedoman untuk menetapkan
dan menjelaskan Tingkat Risiko K3 Proyek yang akan ditawarkan kepada calon

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 7 / 15

peserta lelang atau yang akan dipilih sebagai Kontraktor/Konsultan Pengawas


dengan melibatkan Ahli K3 Konstruksi.
2. Wajib melibatkan Ahli K3 Konstruksi dalam proses evaluasi kualifikasi dan
klarifikasi penawaran pada proyek konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang
telah ditetapkan mempunyai Risiko Tinggi K3.
3. Memberi penjelasan tentang Risiko K3 Konstruksi termasuk kondisi dan bahaya
yang dapat timbul dalam pelaksanaan pekerjaan pada rapat saat penjelasan
pekerjaan (aanwijzing) yang dilelangkan atau ditawarkan.
4. Memberi penjelasan tentang kewajiban Kontraktor/Konsultan pengawas mematuhi
dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal tentang K3 dalam
pelaksanaan pekerjaan pada rapat saat penjelasan pekerjaan (aanwijzing) yang
dilelangkan atau ditawarkan.
5. Memasukkan materi Penyelenggaraan K3 Konstruksi dalam Dokumen Kontrak
dengan cara mewajibkan Kontraktor/Konsultan Pengawas untuk mengikuti
Pedoman ini (Lampiran No. 2.11) dalam pelaksanaan pekerjaannya.
6. Dalam hal materi Penyelenggaraan K3 Konstruksi digunakan sebagai salah satu
bahan evaluasi (administratif dan atau teknis) dalam proses Pemilihan
Kontraktor/Konsultan Pengawas maka Panitia Pengadaan wajib menyediakan
acuannya.
7. Menerima Pra Rencana K3 Konstruksi yang diserahkan oleh calon
Kontraktor/Konsultan Pengawas sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan
adminitrasi dan proses evaluasi.
8. Berwenang menggugurkan calon penyedia jasa yang tidak memenuhi kewajiban
menyerahkan pada tahap evaluasi kualifikasi, sesuai dengan pasal 8 ayat 5.
9. Berwenang menggugurkan calon penyedia jasa yang tidak memenuhi kewajiban
menyerahkan pada tahap evaluasi kualifikasi, sesuai dengan pasal 8 ayat 6.
10. Melakukan evaluasi kelayakan dari Pra Rencana K3 Konstruksi pada saat
KLARIFIKASI terhadap peserta urutan Peringkat I, Peringkat II dan Peringkat III,
sesuai dengan petunjuk (Lampiran No. 2.12).
11. Meminta dan menerima Revisi Pra Rencana K3 dari calon Kontraktor atau
Konsultan Pengawas berdasarkan catatan koreksi pada (Lampiran No. 2.12) serta
proses mendapatkan persetujuan RK3K dari Inisiator pada Lembar Pengesahan
(Lampiran No. 2.13).
12. Memasukkan Lembar Pengesahan Rencana K3 Kontrak (RK3K) dan Lampiran
berupa Dokumen RK3K, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen
kontrak dan meminta tandatangan pengesahan Inisiator.

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 8 / 15

3.3 Proyek/Pelaksana Kontrak

Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan


Barang/Jasa, disamping fungsi utama, wewenang dan tanggung jawab sesuai SK
Direksi No.15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan dan SK Direksi No.158/KPTS/2009
tentang Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk No. 15/KPTS/2009
tentang Standar Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di
Lingkungan Perusahaan serta SK Direksi No. 194/KPTS/2009 tentang Struktur
Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ditambah meliputi:
1. Menerima dan menggunakan Rencana K3 Konstruksi yang telah disahkan oleh
Inisiator sebagai dasar pelaksanaan kontrak K3 Konstruksi (Lampiran No. 2.13).
2. Wajib melibatkan dan berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi dalam penanganan
proyek konstruksi dan pemeliharaan konstruksi yang telah ditetapkan mempunyai
Risiko Tinggi K3.
3. Meminta Kontraktor dan Konsultan Pengawas melakukan presentasi RK3K yang
telah disahkan pada rapat pertama pra-proyek.
4. Untuk Proyek Konstruksi dengan Kategori Risiko Tinggi, dalam melibatkan Ahli K3
Konstruksi harus memperhatikan :
a. Ahli K3 Konstruksi yang dimaksud dapat berasal dari Konsultan Pengawas
atau pihak lain di luar PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang ditunjuk atau dapat
berasal dari internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
b. Ahli K3 Konstruksi yang dimaksud tidak diperkenankan berasal dari
Kontraktor yang sedang terikat dalam pelaksanaan kegiatan yang ditangani,
agar tidak menimbulkan pertentangan kepentingan.
5. Proyek/Pelaksana Kontrak wajib melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3
Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai Risiko K3 Moderat dan
Risiko Rendah.
a. Petugas K3 Konstruksi tidak boleh merangkap pada paket pekerjaan yang
lain.
b. Petugas K3 Konstruksi dimaksud dapat berasal dari Konsultan Pengawas
atau pihak lain di luar PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang ditunjuk atau dapat
berasal dari internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
c. Petugas K3 Konstruksi tidak diperkenankan berasal dari Kontraktor yang
sedang terikat dalam pelaksanaan kegiatan yang ditangani, agar tidak
menimbulkan pertentangan kepentingan.

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 9 / 15

6. Bertanggungjawab dan menyetujui hasil tinjau ulang RK3K yang dilakukan oleh
Kontraktor untuk butir-butir yang perlu diadakan tinjauan ulang dan melaporkannya
kepada Atasan Langsung dan Biro Manajemen Mutu dan Risiko.
7. Mempunyai hak menerima dan mempelajari tembusan Laporan Rutin Kecelakaan
yang dibuat oleh Kontraktor ke Dinas Tenaga Kerja setempat.
8. Merencanakan dan melaksanakan Inspeksi K3 (menggunakan Lampiran No.2.14)
dibantu oleh Ahli K3 Konstruksi/Petugas K3 Konstruksi secara bersama-sama
dengan Kontraktor dan Konsultan Pengawas sesuai program kerja RK3K.
9. Wajib melakukan evaluasi terhadap adanya kecelakaan kerja konstruksi dan
penyakit akibat kerja konstruksi yang telah terjadi pada kegiatan di bawah
kendalinya, dan menerbitkan rekomendasi untuk selanjutnya dilaporkan kepada
Inisiator.
10. Wajib melakukan evaluasi terhadap KEPATUHAN terhadap Perundangan dan
Standar serta Peraturan K3 internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk atas yang telah
terjadi pada kegiatan di bawah kendalinya, untuk selanjutnya dilaporkan kepada
Inisiator.
11. Mempunyai hak memberi peringatan secara bertahap kepada Kontraktor dan
Konsultan Pengawas apabila menyimpang dari RK3K dengan cara memberi surat
peringatan ke-1 dan ke-2. Apabila peringatan ke-2 tidak ditindaklanjuti, maka
Proyek/ Pelaksana Kontrak dapat menghentikan pekerjaan dan segala risiko
akibat penghentian pekerjaan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
(menggunakan Lampiran No. 2.15, 2.16 dan 2.17).
12. Memberi surat keterangan Nihil Kecelakaan dan Sakit akibat Kerja atau Zero
Accident kepada Kontraktor yang telah menyelenggarakan K3 Konstruksi jika
selesai tanpa terjadi kecelakaan kerja dan Sakit akibat Kerja, dengan
menggunakan pedoman (Lampiran No. 2.6 dan Lampiran No. 2.22) serta Contoh
Sertifikat (lampiran No. 2.26).
13. Pengaturan untuk kegiatan swakelola atau kegiatan proyek rutin yang diawasi
langsung oleh Cabang/Unit Kerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk tanpa Konsultan
Pengawas, maka wajib memperhatikan dan menetapkan:
1. Pihak yang berperan sebagai penyelenggara langsung pada Kegiatan
Swakelola wajib membuat RK3K Kegiatan Swakelola (gunakan lampiran
No.2.27)
2. Menyediakan sarana Alat Pengaman Kerja (APK) yang akan digunakan oleh
penyedia jasa atau pelaksana konstruksi atau pemeliharaan konstruksi.
3. Memastikan Sarana Alat Pelindung Diri (APD) disediakan dan digunakan oleh
Kontraktor dalam pelaksanaan konstruksi atau pemeliharaan konstruksi.

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 10 / 15

4. Menunjuk Ahli K3 atau Petugas K3 sesuai dengan Tingkat Risiko K3 untuk


melakukan Pengawasan Langsung di lapangan.
5. Mewajibkan Kontraktor mengisi Surat Ijin Kerja (lampiran No. 2.23) dan
melakukan evaluasi serta menyetujuinya sebelum pekerjaan dilaksanakan.

3.4 Inisiator

Tugas dan Tanggung Jawab serta Wewenang Inisiator, disamping fungsi utama,
wewenang dan tanggung jawab sesuai SK Direksi No.15/KPTS/2009 tentang Standar
Prosedur Operasional Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan
dan SK Direksi No.158/KPTS/2009 tentang Perubahan Keputusan Direksi PT Jasa
Marga (Persero) Tbk Nomor: 15/KPTS/2009 tentang Standar Prosedur Operasional
Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Perusahaan serta SK Direksi
No.194/KPTS/2009 tentang Struktur Organisasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ditambah
meliputi:
1. Menerima Laporan penyelenggaraan K3 Konstruksi yang diserahkan Proyek/
Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
2. Melakukan analisis, kesimpulan, memberikan rekomendasi dan rencana tindak
lanjut terhadap laporan penyelenggaraan K3 Konstruksi yang diserahkan
Proyek/Pelaksana Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.
3. Memberikan teguran/sanksi jika Proyek/Pelaksana Kontrak menyimpang dan tidak
menjalankan tugasnya dalam penyelenggaraan K3 Konstruksi sesuai dengan
Pedoman K3 ini.

3.5 Kontraktor/Pelaksana Konstruksi


Tugas dan Tanggung Jawab serta Hak yang dimiliki oleh Kontraktor/Pelaksana
Konstruksi dalam menjalankan siklus dan manajemen K3 Konstruksi sebagai berikut:
1. Mempunyai hak memperoleh informasi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang
Tingkat Risiko K3 Konstruksi termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat
terjadi
2. Mempunyai hak mengajukan tanggapan atas Tingkat Risiko K3 Konstruksi yang
disampaikan termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi pada saat
pejelasan pelelangan.
3. Bertanggung jawab memastikan biaya penyelenggaraan K3 Konstruksi dalam
harga penawaran pengadaan jasa konstruksi. Perhitungan biaya penyelenggaraan
SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum tersebut sudah merupakan satu

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 11 / 15

kesatuan dengan biaya pelaksanaan konstruksi, yang diperhitungkan dalam


Analisa Harga Satuan pada setiap jenis pekerjaan yang mengandung risiko K3.
4. Mematuhi dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal PT Jasa
Marga (Persero) Tbk tentang penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan.
5. Wajib menyerahkan kepada Panitia Pengadaan barang/jasa:
a. Foto copy Sertifikat Sistim Manajemen K3 (SMK3) bagi perusahaan yang telah
memilikinya.
b. Mengisi dan menyerahkan Pernyataan tertulis kesanggupan untuk menjalankan
siklus K3 (contoh Lampiran No. 2.18).
c. Foto Copy Surat Keterangan atau Pernyataan Pelanggan bahwa calon
penyedia jasa pernah mempunyai pengalaman kerja dengan penyelesaian K3
dengan Zero Accident atau Tanpa kecelakaan. (jika ada)
6. Wajib membuat pra RK3K sebagai salah satu kelengkapan penawaran lelang
dalam proses pengadaan barang / jasa yang diikuti sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan yang berlaku.
7. Wajib menyusun Tingkat Risiko K3 kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
dibahas dengan Panitia Pengadaan Barang/jasa.
8. Tugas membuat Pra RK3K sebagaimana instruksi Panitia Pengadaan, dengan
ketentuan:
a. Dibuat pada awal kegiatan.
b. Harus mencantumkan kategori Tingkat Risiko K3 masing-masing pekerjaan
utama dan Perhitungan Tingkat Risiko K3 secara Umum atau Keseluruhan dan
cara-cara pengendaliannya (lampiran No. 2.19).
c. Pada proses klarifikasi, wajib mempresentasikan Pra RK3K kepada Panitia
Pengadaan Barang/jasa dalam proses klarifikasi.
9. Wajib melakukan presentasi RK3K yang telah disahkan pada rapat pertama
praproyek bersama-sama dengan presentasi Konsultan Pengawas.
10. Wajib mengajukan Tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang
perlu dilakukan kaji ulang) dilakukan setiap bulan secara berkesinambungan
selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.
11. Wajib melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang
mempunyai Risiko K3 tinggi atau melibatkan sekurang-kurangnya Petugas K3
Konstruksi pada setiap paket pekerjaan yang mempunyai Risiko K3 Moderat atau
Risiko K3 Rendah.
12. Melakukan kerja sama untuk membentuk kegiatan SMK3 Konstruksi bila ada dua

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 12 / 15

atau lebih Penyedia Jasa yang bergabung dalam satu kegiatan. Dan Kerja sama
kegiatan SMK3 Konstruksi tersebut dipimpin oleh penanggung jawab utama
Penyedia Jasa.
13. Berwenang dan bertindak sebagai Koordinator K3 jika pada proyek yang
dikerjakannya terdapat supplier ataupun subkontraktor yang ditunjuk langsung
oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk oleh karena pertimbangan tertentu.
14. Wajib membentuk P2K3 (Panitia Pembina K3) bila:
a. Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja dengan jumlah paling
sedikit 100 orang.
b. Mengelola pekerjaan yang mempekerjakan pekerja kurang dari 100 orang,
akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai Risiko
yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran
radioaktif.
c. Wajib melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Jamsostek setempat sesuai
ketentuan yang berlaku.
15. Wajib membuat Laporan Rutin Kegiatan P2K3 ke Dinas Tenaga Kerja setempat
dan tembusannya disampaikan kepada Proyek Pelaksana Kontrak Konstruksi.
16. Wajib melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
sebagaimana jika memiliki Sertifikat Sistem Manajemen K3 Perusahaan.
17. Menyediakan informasi terbaru, dan selalu diperbaharui tentang kegiatan K3 di
tempat kerja.
18. Wajib menindak-lanjuti rekomendasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang K3
Konstruksi dalam rangka:
a) Hasil Inspeksi terhadap Kondisi Nyaris (Nearmiss) dan Kejadian K3 walaupun
tanpa celaka/cidera.
b) Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit akibat kerja.
c) Peningkatan derajat kesehatan pekerja.

3.6 Konsultan Pengawas


Tugas dan Tanggung Jawab serta Hak Konsultan Pengawas dalam menjalankan siklus
dan Manajemen K3 Konstruksi sebagai berikut:
1. Memperoleh informasi dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk tentang Tingkat Risiko
K3 Konstruksi termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi.
2. Mengajukan tanggapan atas Tingkat Risiko K3 Konstruksi yang disampaikan

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 13 / 15

termasuk kondisi dan potensi bahaya yang dapat terjadi.


3. Memastikan biaya penyelenggaraan K3 (Alat Pelindung Diri dan Alat Pengaman
Kerja) Konstruksi dalam harga penawaran pengadaan jasa konstruksi dan
perhitungan biaya penyelenggaraan SMK3 Konstruksi.
4. Mematuhi dan melaksanakan Peraturan Eksternal dan Peraturan Internal PT Jasa
Marga (Persero) Tbk tentang penerapan K3 dalam pelaksanaan pekerjaan.
5. Wajib membuat pra RK3K Pengawasan Teknik sebagai salah satu kelengkapan
Penawaran dan pada proses klarifikasi, wajib mempresentasikan Pra RK3K
kepada Panitia Pengadaan Barang/jasa dalam proses klarifikasi.
6. Wajib menyusun tingkat risiko K3 kegiatan yang akan dilaksanakan untuk dibahas
dalam rapat K3 Konstruksi.
7. Wajib melakukan presentasi RK3K yang telah disahkan pada rapat pertama pra
proyek bersama-sama dengan presentasi Kontraktor.
8. Wajib merencanakan dan melakukan inspeksi yang melibatkan peran inspeksi
Proyek/Pelaksana kontrak minimal setiap minggu.
9. Menyediakan informasi terbaru tentang kegiatan K3 di tempat kerja pada kegiatan
Konstruksi, dengan menggunakan/berpedoman pada Lampiran No. 2.20, 2.21 dan
2.22 berupa:
a. Daftar Simak Pra Aktifitas Proyek Konstruksi.
b. Daftar Simak Program K3 Konstruksi.
c. Daftar Simak Penilaian Akhir K3 Konstruksi.
10. Memastikan setiap Ijin Kerja yang berpotensi berbahaya yang diajukan oleh
Kontraktor, sudah dilampirkan Lembar IJIN KERJA dan Safety Analisis (Lampiran
No. 2.23).
11. Dalam keadaan memaksa yang berbahaya/darurat dapat menghentikan kegiatan
konstruksi, JIKA berpendapat bahwa telah timbul keadaan Darurat yang akan
mengancam keselamatan hidup manusia, kelangsungan pekerjaan, harta milik di
sekitar tempat pekerjaan, maka Konsultan Pengawas dapat memerintahkan
Kontraktor untuk melaksanakan segala tindakan atau usaha menurut pendapatnya
dianggap perlu guna meringankan atau mengurangi Risiko K3 tersebut, dimana
Kontraktor dengan segera tanpa kecuali harus patuh atas segala pengarahan
Konsultan Pengawas.

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 14 / 15

BAB IV

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pedoman K3 Proyek Konstruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini mengikuti dan
melengkapi khususnya bidang K3 pada Pedoman Standar Prosedur Operasional
Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan
Keputusan Direksi mengenai Struktur Organisiasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan
mengikuti setiap perubahan-perubahannya.
Pedoman K3 Proyek konstruksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini berdasarkan
peraturan-perundangan secara minimal dan mengikuti perubahan seperti:
1. Daftar Perundangan dan Peraturan sesuai (Lampiran No. 2.24).
2. Daftar Peraturan Internal PT Jasa Marga (Persero) Tbk sesuai
(Lampiran No. 2.25).

UCA/DPR
Lampiran 2 Keputusan Direksi
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk Nomor : 162 /KPTS/2010

Tanggal Terbit : 30 / 09 / 2010


PEDOMAN
Status Revisi : 0
K3 PROYEK KONSTRUKSI Halaman : 15 / 15

BAB V

PENUTUP

Pedoman K3 Proyek Konstruksi ini diberlakukan sesuai dengan tanggal


ditetapkan oleh Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Ditetapkan di : J a k a r t a
Pada tanggal : 2010
DIREKSI PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk

FRANS S. SUNITO
Direktur Utama

UCA/DPR/TIA/THN

UCA/DPR